Berita Terkini

PBNU Serukan Masyarakat Bantu Korban Ledakan Lebanon

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini turut berduka atas peristiwa ledakan di Beirut, Libanon. Peristiwa tersebut menyebabkan ribuan korban terluka dan puluhan nyawa hilang.

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Berbela sungkawa yang sangat mendalam atas terjadinya ledakan yang menyebabkan kematian dan jatuhnya korban luka-luka, semoga keluarga para korban diberi ketabahan oleh Allah SWT,” kata Helmy dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (05/08/2020).

Lebih lanjut, ia menyampaikan dunia sedang berduka dengan apa yang sedang terjadi di Beirut. Solidaritas dan kedermawanan seluruh pihak sangat dibutuhkan.

“Mari bersama-sama kita ulurkan tangan kita untuk membantu saudara-saudara kita agar bangkit kembali pasca terjadinya ledakan ini,” ujarnya.

PBNU, kata dia, mendorong pemerintah Indonesia untuk berperan aktif melalukan langkah diplomatis sekaligus memberikan bantuan untuk kepada pemerintah Lebanon. “Selain itu, kami mengapresiasi langkah cepat pemerintah yang melakukan upaya perlindungan bagi WNI Indonesia di Lebanon,” tuturnya.

PBNU juga mendorong komunitas Internasional dan khususnya PBB untuk melakukan upaya investigatif dalam persoalan ini. “Semoga dengan kerjasama dan bantuan dari pelbagai pihak, saudara-saudara kita di Lebanon segera bisa recovery dari peristiwa yang sangat menyedihkan ini,” ucapnya.

Imbas Pandemi Covid, Universitas Jember Bebaskan Uang Kuliah Tunggal Ribuan Mahasiswa

JEMBER(jurnalislam.com--Universitas Jember (Unej) membuat kebijakan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester gasal tahun akademik 2020/2021 bagi 8.248 orang mahasiswa.

Penerima pembebasan tersebut mayoritas adalah mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Sejumlah 6.531 orang penerima pembebasan UKT itu adalah mahasiswa tingkat akhir atau yang tengah menempuh tugas akhir atau skripsi. Sisanya adalah 549 mahasiswa semester tiga, 750 mahasiswa semester lima, dan 598 semester tujuh, sebagaimana dilansir dari beritajatim.com.

Unej juga memberikan bantuan relaksasi. Sebanyak 1.524 mahasiswa menerima bantuan berupa penurunan golongan UKT satu tingkat di bawah penetapan UKT awal, 1.569 mahasiswa diberikan kesempatan mengangsur UKT sebanyak tiga kali, dan 287 mahasiswa mendapatkan bantuan berupa penundaan.

Kepala Sub Bagian Humas Universitas Jember Rokhmad Hidayanto, mengatakan, khusus untuk bantuan relaksasi berupa kesempatan mengangsur, maka pembayaran UKT dicicil tiga kali, yakni pada awal semester, sebelum pelaksanaan ujian tengah semester, dan sebelum pelaksanaan ujian akhir semester.

“Terkait penundaan UKT, diberikan kesempatan untuk membayar UKT selambatnya sebelum pelaksanaan Ujian Tengah Semester,” pungkas Rokhmad, Selasa (4/8/2020). (Rep Bud1)

Ledakan Beirut, Umat Diminta Selalu Ingat Semua Milik Allah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ledakan besar yang terjadi di Kota Beirut, Libanom membuat mata seluruh dunia terbuka lebar. Ucapan belasungkawa pun diungkapkan oleh sejumlah pemuka agama, salah satunya dai kondang Indonesia, Ustaz Yusuf Mansur.

 

Melalui akun Instagramnya @yusufmansurnew, Rabu (5/8/2020), ia mengajak kepada semua umat Islam untuk selalu mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yakni dengan cara berzikir.

 

“Yaa Allah, jagalah negeri kami dan dunia ini. Bener-bener jangan lupa zikir pagi sore. Sepenuh-sepenuhnya zikir pagi sore itu berisi pelindungan, keselamatan, keamanan. Selain soal ketenangan, kenyamanan, kebahagiaan,” tulisnya.

 

Beliau juga mengatakan, tidak ada yang perlu disombongkan di dunia ini karena semuanya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Serta apapun yang akan terjadi tidak ada satu orang pun yang dapat mengetahuinya, termasuk ledakan di Kota Beirut itu.

 

“Yaa Allah, bener banget. Dan enggak ada yang duga. Enggak ada yang tahu,” katanya.

 

Sampai berita ini ditulis, postingan UYM sudah mendapat 58.859 like dan 551 komentar.

JITU Kecam Tindakan Polisi Malaysia Serbu Kantor Al Jazeera

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menyatakan prihatin dan mengecam tindakan kepolisian Malaysia yang menyerbu kantor Al Jazeera sebagai imbas tayangan dokumenter Locked Up in Malaysia’s Lockdown. Apalagi para jurnalis Al Jazeera telah bertindak kooperatif dalam pemeriksaaan.

“JITU menolak upaya kriminalisasi terhadap jurnalis dan media dalam menyampaikan pemberitaannya sepanjang telah memenuhi unsur kode etik jurnalistik,” ujar Ketua Umum JITU Pizaro, Rabu (5/8).

Selain itu, JITU juga meminta agar pemerintah Malaysia melindungi kerja-kerja media, sebagaimana disampaikan Menteri Komunikasi dan Multimedia Dato’ Saifuddin Abdullah dan Kepala Kepolisian Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Abdul Hamid Bador bahwa Malaysia menjamin kebebasan pers.

Pizaro menilai, pemerintah Malaysia seharusnya menggunakan jalur dewan pers untuk menyelesaikan problem pemberitaan.

“Ketika ada masalah pemberitaan, penyelesaiannya bukan lewat pengadilan, tapi melalui dewan pers. Ini untuk membuktikan komitmen Malaysia dalam menjamin kebebesan pers,” lanjut Pizaro.

“Kami berharap masyarakat internasional menghargai kerja-kerja jurnalistik dalam upaya menyebarkan informasi. Sebagai upaya membangun masyarakat sipil yang berperadaban dan menghargai hak asasi manusia,” tutup Pizaro dalam pernyataannya.

Bandung Terapkan Sanksi Ketat Pelanggar Penggunaan Masker

BANDUNG(Jurnalislam.com)—Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kampanye protokol kesehatan selama dua pekan ke depan, daerah mulai memperketat pengawasan. Sejumlah daerah sudah menerapkan sanksi denda kepada masyarakat yang tidak disiplin menggunakan masker ketika di luar rumah.

Pemerintah Kota Bandung mulai menerapkan sanksi denda sebesar Rp 100 ribu bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker. Wali Kota Bandung Oded M Danial menuangkan aturan tersebut melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 43 Tahun 2020. Meski begitu, Oded berharap tidak ada warga yan melanggar aturan.

“Mudah-mudahan tidak ada warga yang terkena sanksi,” kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Selasa (4/8). Sejauh ini, ia mengaku terus mengedepankan edukasi kepada warga sebelum diberlakukannya sanksi. Dia mengaku telah memerintahkan seluruh kewilayahan untuk terus mengedukasi warga dalam menggunakan masker.

Pemkot Bandung juga telah mendistribusikan masker ke seluruh wilayah. Aparat kewilayahan bisa memberikannya jika ada warga yang tidak menggunakan masker. “Beri masker jika ada yang tidak mengenakan,” kata dia.

Perwali tersebut dikeluarkan untuk merevisi aturan sebelumnya yaitu Perwali nomor 37 Tahun 2020. Denda tersebut tertuang dalam perubahan di Pasal 41A. Dalam salinan Perwali disebutkan bahwa setiap orang yang melanggar Pasal 5 Ayat (2) Huruf a sampai dengan huruf f dikenakan sanksi administratif dalam bentuk sanksi ringan berupa teguran lisan dan teguran tertulis.

“Sanksi berat dalam bentuk denda administratif paling besar Rp100 ribu,” tulis Perwali yang telah ditetapkan Oded.

Sumber: republika.co.id

 

Perkantoran Jadi Klaster Baru, Pengusaha Diminta Terapkan Protokol Ketat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menekankan para pekerja agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini kembali ditekankan karena akhir-akhir ini perkantoran dan perusahaan menjadi klaster baru Covid-19.

“Yang penting (pekerja) harus disiplin mematuhi protokol kesehatan. Protokol kesehatan ini harus menjadi kebiasaan, harus menjadi kebutuhan,” kata Ida, dalam keterangannya, Selasa (4/8).

Namun, Ida mengingatkan, penerapan protokol kesehatan tidak cukup hanya dilakukan di tempat kerja. Protokol kesehatan juga harus diterapkan di rumah serta sepanjang perjalanan berangkat dan pulang kerja. Sebab menurut dia, seseorang dapat terkena Covid-19 dimana saja.

“Berperilaku hidup bersih dan sehat itu tidak hanya di tempat kerja, tetapi mulai dari rumah, di jalan, di tempat kerja. Kita kan tidak tahu penyebarannya itu di kantor, atau di jalan, atau di rumah,” ujar dia.

Sebelumnya, Menaker Ida juga meminta setiap perusahaan supaya menyiapkan petugas K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Covid-19. “Kita minta ada petugas K3 Covid-19 di setiap perusahaan dan perkantoran yang bertugas secara khusus untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di tempat kerja,” katanya.

Ia mengingatkan, agar protokol kesehatan dapat diimplementasikan dengan baik, para pengusaha dan pekerja harus semaksimal mungkin menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan menjadikannya sebagai sebuah budaya hidup. Protokol kesehatan bukan sekedar kewajiban pengusaha kepada pekerja ataupun sebaliknya.

“Jangan bawa masker karena takut dihukum denda. Harus jadi addict, bawa masker harus dijadikan sebuah ketagihan. Mari menyayangi diri sendiri dan menyayangi orang lain dengan menjaga diri agar penyebaran Covid-19 tak terjadi,” kata dia.

Tak hanya itu, ia juga mendorong para pengusaha untuk menerapkan Gerakan Pekerja Sehat di lingkungan perusahaannya. Gerakan ini bertujuan membantu pekerja/buruh beradaptasi dengan kebiasaan baru. Sehingga mampu mewujudkan dunia industri yang produktif dan aman dari Covid-19.

Sumber: republika.co.id

Dubes Pastikan WNI Tak Jadi Korban Ledakan Beirut

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ledakan besar yang terjadi di Kota Beirut, Libanom membuat mata seluruh dunia terbuka lebar.

Dubes RI untuk Lebanon Hajriyanto Y Tohari mengatakan bahwa ledakan terjadi  di Port of Beirut pada pukul 18.02 Waktu Setempat.

“Sejauh ini belum ada keterangan resmi penyebab ledakan. Sumber awal menyampaikan analisa bahwa ledakan terjadi di salah satu hangar besar yang menyimpan bahan-bahan rentan meledak yang disimpan di pelabuhan,” kata dia dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (5/8/2020).

Menurutnya, memang ada Informasi juga bahwa ledakan besar tersebut berasal dari bahan Sodium Nitrat dalam volume besar yang disimpan di Port.

Sodium Nitrat adalah bahan putih yang digunakan untuk pengawet makanan dan bisa meledak apabila terkena api.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat.

“Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, 1.234 diantaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa,”katanya.

KBRI, kata dia, telah menyampaikan imbauan melalui WAG dan melalui simpul-simpul WNI.

KBRI juga telah melakukan komunikasi dengan pihak Kepolisian dan meminta laporan segera apabila ada update mengenai WNI dan sepakat akan segera menyampaikan informasi kepada KBRI.

“ (seorang) WNI yang sedang di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfirmasi aman,” pungkasnya.

 

Walau Pertumbuhan Ekonomi Minus, Ekonom Sebut Indonesia Belum Resesi

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen. Lebih dalam dari konsesus pasar, maupun ekspetasi pemerintah dan Bank Indonesia yang di kisaran minus 4,3 persen hingga minus 4,8 persen

Kendati pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi dalam di kuartal II-2020, namun bukan berarti sudah memasuki resesi. Sebab, resesi terjadi jika pertumbuhan ekonomi negatif di dua kuartal berturut-turut.

Pada kuartal I-2020 ekonomi Indonesia tercatat tumbuh positif sebesar 2,97 persen, meski melambat bila dibandingkan kuartal IV-2019 yang tumbuh 4,97 persen.

“Walaupun mengalami pertumbuhan minus pada kuartal II-2020, tetapi kita secara formal belum disebut resesi. Definisi resesi terjadi ketika pertumbuhan ekonomi negatif dua kuartal berturut-turut,” ungkap Direktur Riset Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah, Rabu (5/8/2020).

Ia menekankan, Indonesia akan resmi masuk jurang resesi jika pertumbuhan ekonomi kembali negatif di kuartal III-2020. Saat ini, CORE sendiri memperkirakan ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh negatif 3-4 persen di kuartal III-2020,

“Jadi kita baru disebut mengalami resesi, nanti apabila pada bulan Oktober 2020, ternyata BPS kembali merilis angka pertumbuhan kuartal III yang negatif,” katanya.

Piter menjelaskan, dampak dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang minus sebenarnya sudah dirasakan oleh masyarakat sepanjang April-Juni 2020.

Periode di mana pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Sehingga kontraksi tersebut adalah dampak dari wabah Covid-19 yang membatasi aktivitas ekonomi,” ujarnya. Menurutnya, wabah Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, maka masih ada potensi ekonomi Indonesia kembali tumbuh negatif di kuartal selanjutnya. Meski, kontraksi tidak akan sedalam kuartal II-2020.

“Pada kuartal III, dengan masih adanya wabah, perekonomian masih akan terkontraksi. Tetapi dengan pelonggaran PSBB, kontraksi ekonomi yang terjadi akan lebih mild (ringan), tidak akan sedalam kuartal II,” pungkas Piter.

sumber: kompas.com

Tingkat Kematian Akibat Covid di RI Melebihi Angka Global

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Masyarakat tidak boleh memandang remeh penularan virus corona (Covid-19) di Indonesia. Pasalnya persentase kematian akibat pandemi Covid-19 di Indonesia masih lebih tinggi dari dunia.

Juru Bicara dan Ketua Tim Pakar Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan per 3 Agustus 2020 kematian akibat Covid-19 di Indonesia 4,68%, sementara angka kematian global 3,79%.

“Dan ini bukan kabar menggembirakan angka di atas kematian global. Namun tentu dengan disiplin dan semangat masyarakat lindungi kelompok rentan dan lainnya, angka kematian sejak April sampai Juli cenderung menurun,” ungkapnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa, (04/08/2020).

Ia menyebut dibutuhkan kerja keras untuk menekan angka kematian, sehingga bisa membaik dan lebih rendah dari angka kematian global. “Kerja keras agar turun sehingga bisa rendah dari angka kematian global,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, beberapa provinsi yang dari waktu ke waktu menduduki peringkat paling atas untuk tingkat kesembuhan adalah Kalimantan Barat dan Sulawesi Tenggara. Posisi ini perlu dipertahankan dan menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lain.

“Ini tentu perlu dipertahankan dan disusul provinsi lain agar angka kesembuhan meningkat,” ucapnya.

Sumber: cnbcindonesia

 

 

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Minus 5,32 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto mengatakan BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 mengalami kontraksi atau minus 5,32 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang negatif ini merupakan yang pertama kalinya sejak periode 1998 atau ketika Indonesia mengalami krisis finansial Asia.

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2020 tercatat mencapai 2,97 persen atau mulai menunjukkan adanya perlambatan akibat pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan resesi, tapi yang perlu dilihat adalah tren pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Kita berusaha supaya kuartal III itu apapun trennya, pokoknya harus positif, artinya pertumbuhan ekonomi kuartal III harus lebih baik dari kuartal dua,” kata Wamenkeu dalam webinar Universitas Lambung Mangkurat dipantau di Jakarta, Selasa.

Kementerian Keuangan, kata dia, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia periode April-Juni 2020 akan negatif 4,3 persen atau lebih rendah dari kuartal pertama yang meski turun namun masih tumbuh positif 2,97 persen.

Sedangkan resesi, lanjut dia, merupakan label atau status jika dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan perekonomian suatu negara negatif.

Sumber: tempo.co