Responsive image
Responsive image
Responsive image

Adian Husaini Libatkan Banyak Dai Muda di Kepengurusan DDII

Adian Husaini Libatkan Banyak Dai Muda di Kepengurusan DDII

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Adian Husaini ditetapkan sebagai pimpinan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (Dewan Da’wah), masa khidmad 2020-2025. Berbeda dengan sebelumnya, komposisi kepengurusan Dewan Dakwah kali ini pun didominasi oleh dai muda.

Sebagai Ketua Umum Dewan Dakwah yang baru, Adian Husaini bertekad untuk menjadikan Dewan Dakwah sebagian lembaga dakwah terbaik di Indonesia.

Ia pun mengajak pengurus baru Dewan Dakwah untuk mewujudkannya dengan mengharmoniskan dai dari kalangan senior dan kalangan muda.

Da’i-da’i muda itu mendominasi posisi Ketua Bidang. Mereka kebanyakan sarjana dakwah lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Dawah (STID) Mohammad Natsir dan doktor-doktor alumni Universitas Ibn Khaldun Bogor.

‘’Ini menunjukkan keberhasilan program kaderisasi di lingkungan Dewan Dawah,’’ ujar Adian Husaini, Senin (19/10).

Dewan Dakwah juga telah menggelar Rapat Kerja (Raker) Pengurus Pusat Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di Gedung Menara Dakwah Jl Kramat Raya 45 Jakarta Pusat pada Sabtu (17/10) sampai Ahad (18/10) kemarin.

Raker diikuti anggota Dewan Pembina Hardi Arifin (81 tahun), M Siddik (78), dan Saifuddin Bahrum. Sementara, Ketua Pembina Dewan Dakwah, Prof KH Didin Hafidhuddin berhalangan hadir lantaran menjalani tindakan jantung di sebuah rumah sakit di Jakarta.

Rapat juga diikuti Ketua Dewan Pengawas Bachtiar Bakar, Ketua Umum dan lima Wakilnya, Sekretaris Umum dan Wakilnya, Wakil Bendahara Umum, serta Para Ketua Bidang dan Badan Otonom.

Pada pembukaan Raker, Ketum Dr Adian Husaini mempresentasikan roadmap ’Peran Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia dalam Mewujudkan Indonesia Adil dan Makmur 2020-2045’’. Peta jalan itu dibreakdown dengan capaian-capaian strategis pada setiap lima tahunnya.

Dalam raker tersebut, program-program kerja disusun dengan merujuk pada lima misi atau panduan gerak Dewan Dakwah, yaitu .engokohkan akidah, menegakkan syariah, mempererat ukhuwah, menjaga NKRI, dan menggalang solidaritas dunia Islam.

Sementara itu, Sekretaris Umum Dewan Dakwah, Avid Solihin megungkapkan, hingga saat ini Dewan Dakwah yang sudah berusia 53 tahun memiliki perwakilan di 32 provinsi, mengelola 17 kampus dakwah (Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah M Natsir dan 16 Akademi Dakwah Indonesia) dengan 600-an kader da’i.

Selain itu, tambah dia, Dewan Dakwah juga menempatkan ratusan dai yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara. “Merekalah yang memakmurkan 700-an Masjid yang didirikan Dewan Dakwah dan masjid yang berafiliasi pada lembaga dakwah ini,” jelasnya.

sumber:republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X