Berita Terkini

Bantu Biaya Pendidikan Mahasiswa, IPB Luncurkan Program Wakaf Kalisa

BOGOR(Jurnalislam.com) IPB University meluncurkan program wakaf KALISA untuk membantu biaya pendidikan mahasiswanya. Peluncuran tersebut merupakan bagian dari acara Awarding Day 2020 dan Penutupan Dies Natalies IPB University ke-57 pada Sabtu  (31/10).

Program wakaf KALISA IPB University merupakan gerakan wakaf uang yang bertujuan untuk membantu mahasiswa IPB University yang mengalami kesulitan biaya pendidikian akibat terdampak pandemi Covid-19.

Karena tak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat, termasuk di dalamnya para orang tua dari mahasiswa IPB University.

“Kehadiran Badan Wakaf dengan program KALISA saat ini adalah bagian dari upaya kita untuk bisa menjembatani alumni IPB University yang berkeinginan kuat untuk membantu adik-adiknya di masa sekarang ini. Terutama bantuan untuk mendorong sumber pendanaan beasiswa dari kalangan alumni khususnya dan umumnya dari kalangan masyarakat,” ujar Ir Fathan Kamil, ketua Himpunan Alumni (HA)  IPB University.

Lebih lanjut ia menjelaskan wakaf pendidikan dengan tagline Your Afterlife Investment ini mendorong semua kalangan untuk berpartisipasi memberikan harta terbaiknya, untuk investasi akhirat.

Sumber: republika.co.id

Meski Banyak Penolakan, Jokowi Resmi Teken UU Ciptaker

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Presiden Joko Widodo resmi meneken omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja, Senin (2/11). Undang-undang Cipta Kerja diundangkan dalam nomor 11 tahun 2020.

Salinan Undang-undang Cipta Kerja itu telah resmi diunggah oleh pemerintah dalam situs Setneg.go.id. Dalam situs itu, UU Cipta Kerja memuat 1.187 halaman.

Staf Khusus Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bidang komunikasi strategis, Yustinus Prastowo juga membagikan salinan Undang-Undang Cipta Kerja kepada media. Dan, Yustinus pun membenarkan bahwa UU tersebut sudah diteken Jokowi.

“Resmi. Sudah tanda tangan,” kata Yustinus melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com

Penomoran Undang-undang Cipta Kerja ini sebelumnya ditunggu oleh sejumlah kalangan masyarakat, termasuk buruh yang berencana menggugat aturan tersebut.

Hingga Senin (2/11) siang, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyatakan, masih menunggu draft UU Cipta Kerja tersebut.

KSPSI menyatakan akan langsung menggugat jika UU tersebut diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Dalam 1×24 jam jika UU Cipta Kerja ditandatangani Presiden Jokowi, besoknya buruh pasti akan langsung menyampaikan gugatan ke MK,” kata Andi dalam keterangannya, Senin (12/10/2020).

Sumber: cnnindonesia

 

Aksi Protes Prancis Juga Digelar di Bandung

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Sejumlah massa yang tergabung dalam paguyuban pengawal NKRI di Jawa Barat menggelar aksi mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang dinilai telah menghina agama Islam dan Nabi Muhammad SAW. Mereka pun mengajak masyarakat untuk memboikot produk-produk asal Prancis.

Massa aksi menggelar aksi di halaman Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Senin (2/11) dengan menggunakan pakaian hitam putih. Mereka membawa spanduk berisi kecaman terhadap Prancis.

Koordinator aksi, Dany Ramdhani mengungkapkan, pihaknya mengajak masyarakat untuk memboikot produk-produk yang berasal dari Prancis. Pihaknya juga meminta agar dunia internasional menyeret Macron ke Mahkamah Internasional untuk diadili atas pernyataannya tersebut.

Dia mengungkapkan, pemerintah Indonesia pun diminta agar memutus hubungan diplomatik dengan Prancis dan mengusir Duta Besar Prancis serta menarik Duta Besar Indonesia untuk Prancis. “Kita minta pemerintah memutus hubungan diplomatik dengan mengusir Duta Besar Prancis,” ungkapnya, Senin (2/11).

Dany pun mendesak agar Presiden Prancis segera meminta maaf kepada warga muslim dunia. Menurutnya, jika tidak segera dilakukan, maka akan datang kecaman-kecaman di beberapa negara lainnya.

“Mengutuk keras Presiden Prancis Emmanuel Marcon atas pernyataan yang telah menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Diketahui, berbagai umat Islam di berbagai belahan dunia mengecam pernyataan Presiden Prancis yang menghina umat Islam dan menghina Nabi Muhammad SAW.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Kota Paris dan Nice dan mengakibatkan timbulnya korban jiwa. Selain itu, Presiden juga mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo selepas melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para perwakilan antarumat beragama di Indonesia, juga para menteri terkait untuk membahas perkembangan dunia terkait dengan persaudaraan antarumat beragama.

Sumber: republika.co.id

Apresiasi Jokowi Kecam Macron, PA 212 Dorong Presiden Serukan Boikot

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Presiden Joko Widodo sudah mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina agama Islam. Jokowi menganggap pernyataan tersebut bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia.

 

Merespons itu, Ketua Umum Persaudaraa Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, mengaku senang mendengar pernyataan Presiden Jokowi yang telah mengecam Macron.

Namun, menurut dia, akan lebih bagus jika Kepala Negara menyerukan rakyat Indonesia memboikot produk Prancis.

“Bagus senang mendengarnya, akan lebih bagus jika Jokowi menyerukan rakyat Indonesia boikot produk Prancis,” ujar Slamet, Senin (2/11/2020).

 

Kendati Jokowi telah mengecam Macron, Slamet menegaskan PA 212 beserta eksponen lain akan tetap menggeruduk Kedubes Prancis. “Kami tetap akan aksi hari ini,” jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi mengecam pernyataan Macron yang telah menghina agama Islam. Menurutnya, pernyataan tersebut bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia.

“Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia yang bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia,” ujar Jokowi saat konferensi pers secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu 31 Oktober 2020.

Sumber: sindonews.com

 

Ketika Foto Macron Diinjak Warga, Digilas Kendaraan

 JAKARTA(Jurnalislam.com) – Peserta demonstrasi yang menuju Kedutaan Besar Prancis, Jakarta Pusat, berebut menginjak foto Presiden Emmanuel Macron yang digelar di atas jalan. Aksi itu dilakukan atas protes terhadap pemerintah Prancis yang membiarkan Majalah Charlie Hebdo membuat karikatur Nabi Muhammad.

“Dajjal ini, dajjal wajib diinjek,” ujar seorang peserta aksi saat menginjak foto tersebut, Senin, 2 November 2020.

Tak cuma memakai kaki, beberapa peserta aksi juga menggilas foto Macron menggunakan roda sepeda motor. Mereka juga mengabadikan aksi itu.

“Injek, yang mau lewat wajib injek!” kata warga lainnya.

Siang ini ribuan orang memadati simpang Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat. Massa yang berasal dari  PA 212 dan FPI itu tak bisa mendekati Kedutaan Besar Prancis karena terhalang barikade beton dan kawat duri yang polisi buat.

Sumber: tempo.co

Di Webinar MUI, MDMC Muhammadiyah Sarankan Keluarga Ikut Urus Jenazah Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Krisis kepercayaan masyarakat kepada tim medis terkait penanganan jenazah covid-19 dinilai terus menguat. Hal ini dibuktikan dengan maraknya kasus pengambilan jenazah secara paksa maupun pembongkaran makam jenazah Covid-19 yang terjadi si sejumlah daerah.

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menyarankan agar keluarga korban meninggal covid-19 ikut dilibatkan dalam proses pengurusan jenazah. Hal ini dilakukan agar kedepannya kepercayaan masyarakat kepada tim medis tidak kian menyurut.

“Libatkan masyarakat dalam proses pengurusan jenazah, bisa saat mensalatkan atau melibatkan mereka (keluarga dan masyarakat) saat menyiapkan liang kuburnya,” kata dia dalam webinar dengan tema “Pemulasaran Jenazah Karena Covid-19” yang digelar Satgas Covid-19 MUI pada Senin (02/11).

Menurutnya, ketidakpercayaan masyarakat kepada tim medis dalam pengurusan jenazah bisa dimaklumi hal ini mengingat terutama bagi masyarakat Muslim yang meragukan kelayakan pengurusan jenazah yang dilakukan tim medis.

“Banyak masyarakat itu ragu, apakah jenazah keluarganya sudah dipenuhi hak-haknya sebagai jenazah, dan apakah sudah sesuai belum dengan syariah tajhizul janazah (pengurusan jenazah)nya,” ujar dia.

Dia berpendapat, selain untuk meningkatkan kepercayaan terlebih kepada tim medis, keikut sertaan keluarga dalam proses pengurusan jenazah adalah hak yang juga harus dipenuhi asalkan tetap memenuhi standar protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19. “Keluarga boleh melihat jenazah dengan jarak minimal 3 meter, dengan catatan tidak menyentuh secara langsung,” imbuhnya.

Lebih lanjut  dia mengatakan, agar keterlibatan masyarakat dalam pengurusan jenazah tidak menjadi klaster baru penularan covid-19, hendaknya ada komunikasi dan sosialisasi yang dibangun sebaik mungkin dan mendetail kepada keluarga korban.

Budi juga mendorong diadakannya pelatihan pengurusan jenazah sesuai syariat Islam yang disesuaikan dengan fatwa MUI untuk para relawan, agar dalam proses tajhizul janazah bagi korban meninggal Covid-19 bisa terpenuhi hak-haknya sebagai jenazah.

Aksi Besar-besaran, PA 212 Surati Kedubes Prancis

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 Haikal Hassan mengirimkan surat pernyataan sikap dari tiga ormas Islam yang tengah berunjuk rasa untuk Kedutaan Besar Prancis di Indonesia.

Surat itu diberikan Babeh Haikal, panggilan Haikan Hassan, kepada Direktur Intelkam Polda Metro Jaya Kombes Pol Hirbak Wahyu Setiawan agar disampaikan ke perwakilan Kedutaan Besar Prancis di Jalan MH. Thamrin Jakarta Pusat.

“Ini surat kami berikan, tolong disampaikan kepada Kedubes Prancis ya,” tutur Haikal, Senin (2/11/2020).

Haikal memastikan setelah menyampaikan surat tersebut, massa aksi bakal dibubarkan secara berangsur-angsur dari Jalan MH. Thamrin Jakarta Pusat.

“Nanti massa pelan-pelan saya bubarkan,” kata Haikal.

Secara terpisah, Kombes Pol Hirbak mengatakan pihaknya akan menyampaikan surat itu ke perwakilan Kedutaan Besar Prancis.

Menurutnya, setelah massa dibubarkan tidak akan ada aksi lanjutan pada hari ini Selasa 2 November 2020.

“Tadi sudah disampaikan tidak akan ada aksi lagi, massa akan dibubarkan setelah surat ini kami terima,” ujarnya.

Seperti diketahui, pernyataan Presiden Prancis soal karikatur Nabi Muhammad dan ucapannya soal Islam menimbulkan protes di sejumlah negara.

sumber: sindonews.com

 

Aparat Halangi Massa Menuju Kedubes Prancis, Aksi Berpusat di Sarinah

JAKARTA(Jurnalislam.com) Massa dari sejumlah elemen tak bisa menggelar unjuk rasa tepat di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (2/11) siang. Sebab, aparat memasang barikade kawat berduri agar massa tak bisa mendekati gedung kedubes.

Berdasarkan pantauan Republika, di depan Kedubes Prancis tampak puluhan aparat dari kesatuan Brimob sedang berjaga. Sedangkan massa aksi menggelar orasi sekitar 200 meter dari Kedubes Prancis, tepatnya di Simpang Sarinah.

Massa yang mayoritas menggunakan pakaian berwarna putih itu berorasi dan membacakan shalawat di Simpang Sarinah. Mereka memadati Simpang Sarinah. Sebagian tampak membawa spanduk berisi kecaman terhadap Presiden Prancis Emanuel Macron.

“Hei Prancis, Hei Macron, jangan berani-berani hina Islam. Kami bukan orang alim, tapi kami siapkan jiwa raga untuk membela baginda nabi SAW,” kata salah satu orator dari mobil komando.

Sejumlah elemen, salah satunya Persaudaraan Alumni (PA) 212, menggelar demonstrasi siang ini untuk mengecam Emanuel Macron. Pemimpin Prancis itu dinilai telah menghina Islam.

Sumber: republika.co.id

Spirit Maulid, Sumpah Pemuda, dan Kepemimpinan

Oleh: Feisal Kertapermana

Di akhir bulan september 2020 kita mengalami dua peristiwa penting dalam tercatat dalam sejarah yang sarat makna serta pelajaran. Peristiwa penting yang pertama adalah lahirnya manusia mulia yang berbudi luhur, berperangai santun yang dihormati kawan maupun lawan. Adab nya yang begitu mulia sehingga namanya dengan begitu jelas dipuji dalam Al qur’an  “ Sesungguhnya engkau Muhammad benar benar berbudi pekerti yang luhur ( Alqolam : 4)

Dalam sejarah peradaban manusia nabi Muhammad merupakan manusia yangpaling berpengaruh, manusia yangpaling kuat, dalam buku “ 100 Tokoh paling berpengaruh di dunia yang ditulis oleh ilmuwan barat Michael H. Hart yang diterbitkan padatahun 1978. Buku ini menempatkan Nabi Muhammad SAW Di Ranking teratas dari 100 manusia paling berpengaruh di dunia.

Bernard Shaw dalam buku nya “Genuine Islam “ menyatakan “ Muhammad adalah manusia teragung yang pernah menginjakan kakinya di muka bumi ini, dia membawa agama, mendeklarasikan sebuah bangsa, meletakan dasar dasar moral, memulai sekian banyak pembaharuan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuatdan dinamis untuk melksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia jugatelah merevolusi pemikiran serta prilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang “.

Di bulan yang sama selang satu hari dari peristiwa kelahiran nabi kita juga memperingati sumpah pemuda, peristiwapenting yang dipelopori olehgerakan pemuda yang mampu mempersatukan seluruh komponen masyarakat dari sabang sampai merauke yang menjadi tonggak awal tercapainya persatuan seluruh elemen bangsa dalam bingkai Negara kesatuan republik Indonesia.

Spirit Maulid Dan sumpah Pemuda    

Merayakan maulid bukan hanya sekedar terjebak pada simbol ritualistik, budaya yang bersifat ceremonial, lebih dari itu peringatan maulid nabi harus mampu menguatkan nilai nilai profetik yang terinternalisasikan tidak hanya dalam kehidupan personal kita sebagai muslim tetapi mampu mewujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga mampu melahirkan sebuah tatanan peradaban seperti halnya yang dibangun oleh nabi muhammad di madinah.

Salah satu dakwah kebangsaaan nabi yang begitu monumental tatkala nabi sampai di madinah adalah bagaimana nabi Muhammad mempertemukan serta merekonsiliasi 3 komponen besar Masyarakat Madinah, Yakni : Muslim, Yahudi dan Musyrikin. Kaum muslim terdiri dari muhajirin

( Pendatang dari makah ) dan Anshor yangmerupakan penduduk aslli  Madinah yaitu Suku Aus dan Khazraj , kaum yahudi terdiri dari Bani Qaynuka, Bani Nadhir dan Bani Quraizhah.

Penyatuan komponen Masyarakat ini kemudian menjadi sebuah dokumen penting dalam catatan sejarah yang hari ini kita mengenalnya dengan nama Piagam Madinah (Mitsaq Al- Madinah )   Piagam tersebut merupakan Dasar Tata Kelola Pemerintah yang sangat Demokratis, piagam Madinah juga merupakan Konstitusi yang menjadi dasar Hukum, Falsafah yang mengatur dan mengurus kehidupan masyarakat di madinah yang kondisi masayarakatnya sangat heterogen tetapi semuanya memiliki tanggung jawab untuk menjaga Keamanan, Perdamaian dan Persatuan sehingga  seluruh masyarakat Madinah  mendapatkan persamaan dalam hukum, kesejehtraan dan Keadlian, disinilah kehebatan Nabi Muhammad dia tidak hanya sebagai seoarang Rasul yang membawa risalah islam tetapi juga sebagai seorang Kepala Negara dan seorang Negrawan.

Sejarah Yang sama yang junga diperingati bulan ini khususnya untuk masyarakat Indonesia yakni sebuah peristiwa Kongres pemuda Indonesia ke II yang  diselenggrakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia ( Jakarta ) peristiwa yang melahirkankomitmen Bersama seluruh anak Bangsa tentang penegasan akan citacita terwujudnya Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia bahasa Indonesia, Penegesan komitmen ini yang kemudian disebut sebagai peristiwa sumpah Pemuda. Hasil dari sumpah Pemuda tentu saja menjadi energi baru untuk senantiasa bangkit agar menjadi bangsa yang berdaulat dan merdeka, kekuatan energi sumpah pemuda menjadi bagian penting sampainya negeri kita kedepan pintu gerbang kemerdekaan tepatnya pada 17 agustus 1945.

Pemimpin Berkemajuan

Esensi peristiwa Maulid dan sumpah Pemuda tentu saja menjadi bagian penting agar kita senantiasa mengambil pelajaran dan berusaha mengaktualisasikan dalam kehidupan. Kisah Kepemimpinan Nabi Muhammad serta heroiknya perjuangan para Pemuda yang memilki cita cita besar agar negerinya merdeka memberikan Pelajaran bagi kita agar proses Kepemimpinan yang dibangun harus berorientasi pada nilai nilai berkemajuan.

Indikator Berkemejauan itu terlihat dari selarasnya antara janji dengan bukti, perilaku dan ucapan dan yang paling terpenting bagaimana pemimpin mampu memberikan Mata air keteladanan bagi rakyat yang dipimpinnya dan sanggup menderita untuk Rakyatnya Karena hakikat pemimpin Menurut ‘ Haji Agus Salim adalah ( Leiden is leidjen  pemimpin adalah menderita’ ) inilah kepemimpinan Profetik yang dicontohkan Rasulullah.

Semoga momentum Maulid dan Sumpah pemuda semakin Membumikan kembali nilai nilai Profetik agar harapan kita untuk memiliki pemimpin berkemajuan itu tidak hanya sekedar wacana tetapi mampu terealisasikan  agar  negeri yang kita cintai ini kembali kepada Khitah yang digariskan oleh para pendiri Bangsa, menjadi negeri yang berdaulat serta diberkahi oleh yang maha kuasa.

Waspada Kenaikan Angka Covid-19 Pasca Libur Panjang

JAKARTA(Jurnalislam.com) –  Liburan panjang akhir pekan kemarin dimanfaatkan banyak warga untuk berpergian ke luar kota. Selain berlibur ke kampung halaman, banyak warga yang mengunjungi berbagai destinasi wisata.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, 655.365 kendaraan meninggalkan Jakarta selama 27-30 Oktober 2020. Angka tersebut merupakan jumlah kendaraan keluar Jakarta dari beberapa gerbang tol (GT) barrier/utama. Mulai GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur), GT Cikupa (arah Barat) dan GT Ciawi (arah Selatan).

Rata-rata kenaikan jumlah kendaraan mencapai 28% dibandingkan dengan hari-hari biasa di masa new normal. Libur panjang akhir pekan kemarin juga mengairahkan sektor wisata dan perhotelan. Dari catatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) saat libur panjang di akhir pekan ini, okupansi hotel yang berlokasi dekat dengan destinasi wisata mulai tumbuh.

Dalam dua hari terakhir, rata-rata okupansi hotel bisa mencapai 40%. Fakta ini di satu sisi patut disyukuri karena menjadi salah satu indikator kembali bergeraknya sektor ekonomi yang tiarap selama musim pandemic Covid-19.

Kendati demikian harus diantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 karena banyaknya kerumunan warga di tempat-tempat umum. Jika hal tersebut terjadi maka selain mengancam sektor kesehatan, juga akan mengancam lajur pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang.

“Jika kasus penularan Covid-19 kembali naik, tentu akan mempengaruhi perekonomiandan kondisi sosial di Tanah Air. Akibatnya, pemerintah harus kembali melakukan rem darurat,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam wembinar, kemarin.

Sumber: sindonews.com