Spirit Maulid, Sumpah Pemuda, dan Kepemimpinan

Spirit Maulid, Sumpah Pemuda, dan Kepemimpinan

Oleh: Feisal Kertapermana

Di akhir bulan september 2020 kita mengalami dua peristiwa penting dalam tercatat dalam sejarah yang sarat makna serta pelajaran. Peristiwa penting yang pertama adalah lahirnya manusia mulia yang berbudi luhur, berperangai santun yang dihormati kawan maupun lawan. Adab nya yang begitu mulia sehingga namanya dengan begitu jelas dipuji dalam Al qur’an  “ Sesungguhnya engkau Muhammad benar benar berbudi pekerti yang luhur ( Alqolam : 4)

Dalam sejarah peradaban manusia nabi Muhammad merupakan manusia yangpaling berpengaruh, manusia yangpaling kuat, dalam buku “ 100 Tokoh paling berpengaruh di dunia yang ditulis oleh ilmuwan barat Michael H. Hart yang diterbitkan padatahun 1978. Buku ini menempatkan Nabi Muhammad SAW Di Ranking teratas dari 100 manusia paling berpengaruh di dunia.

Bernard Shaw dalam buku nya “Genuine Islam “ menyatakan “ Muhammad adalah manusia teragung yang pernah menginjakan kakinya di muka bumi ini, dia membawa agama, mendeklarasikan sebuah bangsa, meletakan dasar dasar moral, memulai sekian banyak pembaharuan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuatdan dinamis untuk melksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia jugatelah merevolusi pemikiran serta prilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang “.

Di bulan yang sama selang satu hari dari peristiwa kelahiran nabi kita juga memperingati sumpah pemuda, peristiwapenting yang dipelopori olehgerakan pemuda yang mampu mempersatukan seluruh komponen masyarakat dari sabang sampai merauke yang menjadi tonggak awal tercapainya persatuan seluruh elemen bangsa dalam bingkai Negara kesatuan republik Indonesia.

Spirit Maulid Dan sumpah Pemuda    

Merayakan maulid bukan hanya sekedar terjebak pada simbol ritualistik, budaya yang bersifat ceremonial, lebih dari itu peringatan maulid nabi harus mampu menguatkan nilai nilai profetik yang terinternalisasikan tidak hanya dalam kehidupan personal kita sebagai muslim tetapi mampu mewujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga mampu melahirkan sebuah tatanan peradaban seperti halnya yang dibangun oleh nabi muhammad di madinah.

Salah satu dakwah kebangsaaan nabi yang begitu monumental tatkala nabi sampai di madinah adalah bagaimana nabi Muhammad mempertemukan serta merekonsiliasi 3 komponen besar Masyarakat Madinah, Yakni : Muslim, Yahudi dan Musyrikin. Kaum muslim terdiri dari muhajirin

( Pendatang dari makah ) dan Anshor yangmerupakan penduduk aslli  Madinah yaitu Suku Aus dan Khazraj , kaum yahudi terdiri dari Bani Qaynuka, Bani Nadhir dan Bani Quraizhah.

Penyatuan komponen Masyarakat ini kemudian menjadi sebuah dokumen penting dalam catatan sejarah yang hari ini kita mengenalnya dengan nama Piagam Madinah (Mitsaq Al- Madinah )   Piagam tersebut merupakan Dasar Tata Kelola Pemerintah yang sangat Demokratis, piagam Madinah juga merupakan Konstitusi yang menjadi dasar Hukum, Falsafah yang mengatur dan mengurus kehidupan masyarakat di madinah yang kondisi masayarakatnya sangat heterogen tetapi semuanya memiliki tanggung jawab untuk menjaga Keamanan, Perdamaian dan Persatuan sehingga  seluruh masyarakat Madinah  mendapatkan persamaan dalam hukum, kesejehtraan dan Keadlian, disinilah kehebatan Nabi Muhammad dia tidak hanya sebagai seoarang Rasul yang membawa risalah islam tetapi juga sebagai seorang Kepala Negara dan seorang Negrawan.

Sejarah Yang sama yang junga diperingati bulan ini khususnya untuk masyarakat Indonesia yakni sebuah peristiwa Kongres pemuda Indonesia ke II yang  diselenggrakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia ( Jakarta ) peristiwa yang melahirkankomitmen Bersama seluruh anak Bangsa tentang penegasan akan citacita terwujudnya Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia bahasa Indonesia, Penegesan komitmen ini yang kemudian disebut sebagai peristiwa sumpah Pemuda. Hasil dari sumpah Pemuda tentu saja menjadi energi baru untuk senantiasa bangkit agar menjadi bangsa yang berdaulat dan merdeka, kekuatan energi sumpah pemuda menjadi bagian penting sampainya negeri kita kedepan pintu gerbang kemerdekaan tepatnya pada 17 agustus 1945.

Pemimpin Berkemajuan

Esensi peristiwa Maulid dan sumpah Pemuda tentu saja menjadi bagian penting agar kita senantiasa mengambil pelajaran dan berusaha mengaktualisasikan dalam kehidupan. Kisah Kepemimpinan Nabi Muhammad serta heroiknya perjuangan para Pemuda yang memilki cita cita besar agar negerinya merdeka memberikan Pelajaran bagi kita agar proses Kepemimpinan yang dibangun harus berorientasi pada nilai nilai berkemajuan.

Indikator Berkemejauan itu terlihat dari selarasnya antara janji dengan bukti, perilaku dan ucapan dan yang paling terpenting bagaimana pemimpin mampu memberikan Mata air keteladanan bagi rakyat yang dipimpinnya dan sanggup menderita untuk Rakyatnya Karena hakikat pemimpin Menurut ‘ Haji Agus Salim adalah ( Leiden is leidjen  pemimpin adalah menderita’ ) inilah kepemimpinan Profetik yang dicontohkan Rasulullah.

Semoga momentum Maulid dan Sumpah pemuda semakin Membumikan kembali nilai nilai Profetik agar harapan kita untuk memiliki pemimpin berkemajuan itu tidak hanya sekedar wacana tetapi mampu terealisasikan  agar  negeri yang kita cintai ini kembali kepada Khitah yang digariskan oleh para pendiri Bangsa, menjadi negeri yang berdaulat serta diberkahi oleh yang maha kuasa.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X