Berita Terkini

Kecelakaan Bus Wado Sumedang, 27 Meninggal Dunia

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Ahmad Dofiri memastikan seluruh korban kecelakaan bus di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, telah dievakuasi. Totalnya, kata dia, ada 27 orang yang meninggal dunia, kemudian 39 orang berhasil selamat namun mengalami luka-luka.

“Sampai sekarang kita masih lakukan proses, nanti diserahkan kepada keluarga. Ini (korban) kebanyakan berasal dari Subang,” kata Ahmad Dofiri di lokasi kecelakaan, Kamis (11/3).

Menurut Dofiri, pihak kepolisian bersama pihak terkait kini tinggal berupaya mengevakuasi bangkai bus yang terperosok ke jurang sekitar 20 meter dari bahu jalan itu. “Sekarang kita mengusahakan menggunakan crane ya, saya kira lebih bagus, nanti pihak terkait juga mengusahakan mengangkat badan bus ini,” kata dia.

Adapun menurutnya kecelakaan maut bus tersebut terjadi ketika situasi sedang hujan lebat. Namun, belum diketahui persis penyebab kecelakaan tersebut, karena menurutnya proses olah TKP masih berlangsung.

Selain itu, menurutnya jalur alternatif yang menghubungkan Garut dan Sumedang melalui Kecamatan Wado itu pun bukan untuk kendaraan besar seperti bus tersebut. Karena kontur jalan itu sendiri memang menurun cukup panjang dengan banyak tikungan.

Selain itu, jalan tersebut tidak dilengkapi dengan penerangan sehingga pada malam hari kondisi jalan itu cukup gelap. “Kalau melihat dari olah TKP sementara sepertinya itu (kecelakaan tunggal), tapi sekali lagi, secara menyeluruh nanti kita lihat hasil analisanya,” kata dia.

Sumber: republika.co.id

 

Polisi Myanmar Mengaku Diperintah Bunuh Demonstran

YANGON (Jurnalislam.com)– Mantan polisi Myanmar yang membelot dari pemerintah militer mengaku 27 Februari lalu diperintahkan membubarkan pengunjuk rasa dengan senjata mesin. Tha Peng yang terakhir berpangkat kopral tersebut menolak perintah tersebut.

“Keesokan harinya, seorang perwira kembali meminta saya untuk menembak,” kata pria berusia 27 tahun itu seperti dikutip Aljazirah, Kamis (11/3).

Tha Peng mengaku ia kembali menolak perintah tersebut dan memilih mengundurkan diri dari kesatuan. Ia mengatakan pada 1 Maret ia meninggalkan rumah dan keluarganya di Khampat dan berjalan selama tiga hari untuk menghindari penangkapan sebelum berhasil menyeberang ke Negara Bagian Mizoram, India.

 

“Saya tidak punya pilihan lain,” kata Tha Peng pada kantor berita Reuters Selasa (9/3) lalu.

Tha Peng hanya memberikan sebagian namanya untuk menutupi identitasnya. Reuters melihat kartu identitas dan tanda pengenal polisinya. Tha Peng mengatakan pada 27 Februari lalu, ia dan enam rekannya tidak mengikuti perintah atasan yang tidak mereka sebutkan namanya.

Reuters tidak dapat memverifikasi kisahnya secara independen. Tapi pernyataan Tha Peng serupa dengan kisah seorang mantan polisi Myanmar lainnya yang membelot ke India. Polisi Mizoram mencatat kisah tersebut dalam sebuah dokumen yang memerinci dengan detail empat orang polisi Myanmar yang menyeberang ke negara bagian itu.

“Saat Gerakan Pembangkangan Sipil mendapatkan momentum dan pengunjuk rasa anti-kudeta menggelar unjuk rasa di berbagai tempat, kami diperintahkan untuk menembak pengunjuk rasa,” kata para mantan polisi Myanmar itu dalam pernyataan gabungan yang disampaikan pada polisi Mizoram.

“Dalam skenario seperti itu, kami tidak memiliki nyali untuk menembak rakyat kami sendiri yang berunjuk rasa dengan damai,” tambah para mantan polisi Myanmar itu.

Sumber: republika.co.id

Banyak Diprotes, Nadiem: Frasa Agama Akan Dimasukkan PJPN

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan pelajaran agama tidak akan dihapus dari peta jalan pendidikan. Nadiem menjelaskan, agama adalah prinsip esensial dari peta jalan pendidikan.

“Itulah kenapa profil pertama dari Pelajar Pancasila yang termuat dalam pra konsep Peta Jalan Pendidikan adalah beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Kita akan masukkan frasa agama di situ,” kata Nadiem, dalam raker dengan Komisi X DPR RI, Rabu (10/3).

Kemendikbud telah mengkaji berbagai masukan dari pertemuan dengan 60 perwakilan pemangku kepentingan, baik yang berasal dari perguruan tinggi, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, asosiasi profesi, maupun organisasi multilateral. Hingga saat ini, Kemendikbud masih terus menerima masukan sampai penyempurnaan dinyatakan selesai.

Lebih lanjut, Nadiem juga mengapresiasi masukan penting yang diberikan kepada Kemendikbud. “Status peta jalan pendidikan masih berupa pra konsep yang terus disempurnakan berdasarkan masukan dan kritik dari berbagai pemangku kepentingan Kemendikbud,” kata dia lagi.

Sebelumnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengkritisi tidak adanya frasa ‘agama’ dalam draf rumusan peta jalan pendidikan. Menurut Haedar, hilangnya frasa ‘agama’ merupakan bentuk melawan konstitusi, sebab merunut pada hierarki hukum, produk turunan kebijakan tidak boleh berbeda dari peraturan diatasnya.

Ia menjelaskan, pedoman wajib di atas peta jalan pendidikan yaitu Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Pada ayat 5 Pasal 31 UUD 1945, menjelaskan secara eksplisit bahwa agama sebagai unsur integral di dalam pendidikan nasional.

Sumber: republika.co.id

DD Waspada Salurkan Kembali Paket Keluarga Sehat Untuk Masyarakat Sumut

MEDAN(Jurnalislam.com) – Dompet Dhuafa Waspada salurkan paket keluarga sehat untuk masyarakat terdampak pandemi Covid di Sumatera Utara, Rabu (10/3/2021).

 

Adapun paket keluarga sehat ini terdiri dari sembako berupa beras, minyak, gula, bubuk teh serta masker dan handsanitizer.

 

Sulaiman selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, mengatakan bahwa hal ini sengaja dilakukan guna membantu masyarakat terdampak Covid-19. “Sampai sekarang masih banyak saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan ekonomi dikarenakan dampak dari pandemi Covid-19 oleh karena itulah kami masih terus berupaya untuk membantu saudara kita”.

 

Bahwa di tengah masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini bantuan paket yang diberikan memang sengaja terdapat masker dan handsanitizer. “Karena memang saat ini masih dalam penerapan AKB, kita juga sengaja berikan masker dan handsanitizer untuk bisa digunakan masyarakat,” ucap Sulaiman.

 

Dengan adanya penyaluran paket itu, semoga masyarakat bisa terbantu dari segi ketahanan pangannya dan juga kesehatannya.

 

“Jadi harapanan kita itu ada dua, semoga bisa terjaga ketahanan pangannya dengan paket sembako yang diberikan dan terjaga sehatnya dengan senantiasa menggunakan masker serta handsinitizer,” tambah Sulaiman.

 

Salah satu penerima manfaat, Siti Khalilah, warga Desa Kota Matsum I, mengaku senang dan mengucapkan terima kasih atas paket yang diterimanya. “Terima kasih banyak atas paket yang diberikannya untuk kami sekeluarga ini, kami doakan semoga kita semua sehat-sehat selalu dan donatur yang menyumbangkan semakin murah rezeki”.

PBNU ke Mendikbud: Penghapusan Agama dari PJPN Bertentangan dengan UUD 1945

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini menegaskan bahwa penghapusan kata ‘agama’ dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional (PJPN) 2020-2035 yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyimpang.

“Penghapusan kata agama dari PJPN secara prinsip menyimpang dan bahkan bertentangan dengan UUD 1945 khususnya pada pasal 31,” ujar Helmy, Selasa (9/3).

Menurut dia, salah satu bunyi ayat di pasal 31 tersebut dikatakan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. “Tentu hal ini salah satunya bisa dicapai dengan adanya pendidikan agama,” ucapnya.

Selain itu, menurut Helmy, pengapusan kata agama tersebut juga bertentangan dengan Undang-undang Sisdiknas 2003 yang menjadi landasan yuridis pelaksanaan pendidikan di Indonesia. “Kita memang bukan negara agama, tapi pendudukan dan warga negara kita memiliki agama. Maka, menjadi jelas posisi agama dalam kehidupan kita sangat penting,” kata Helmy.

Dia menambahkan, penghapusan frasa agama dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional tentu akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Karena itu, Helmy menyarankan agar pemerintah fokus menyelesaikan persoalan strategis dalam membangun bangsa ini.

“Penghapusan ini tentu akan menimbulkan gejolak di masyarakat yang tentu saja akan menguras energi kita. Sebaiknya dan sudah seharusnya kita konsen pada persoalan-persoalan strategis untuk bersama-sama membangun bangsa,” jelasnya.

Sumber:republika.co.id

Satgas Covid-19: 239 Ribu Orang Sudah Divaksin

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Satgas Covid-19 melaporkan jumlah warga RI yang mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama hingga Selasa pukul 12.00 WIB bertambah sebanyak 239.001 orang sehingga total menjadi 3.337.026 orang. Sementara yang mendapatkan vaksinasi kedua bertambah sebanyak 39.340 orang atau total menjadi 1.197.772 orang.

Target sasaran vaksinasi sebanyak 40.349.051 orang dan sasaran vaksinasi tenaga kesehatan sebanyak 1.468.764 orang. Vaksinasi tahap I dimulai sejak 13 Januari 2021, yang menyasar tenaga kesehatan.

Sementara vaksinasi tahap II dimulai pada 17 Februari 2021, dengan total sasaran vaksinasi 38 juta orang yang terdiri atas 21 juta orang lanjut usia (lansia) dan 16 juta lainnya adalah pelayan publik.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan vaksinasi lansia hingga sebanyak 21,5 juta hingga Juni 2021.

Pelayan publik termasuk di antaranya pejabat negara, pegawai pemerintah, tokoh agama, pedagang pasar, guru dan dosen, atlet, wartawan dan pelaku sektor pariwisata.

Pada hari yang sama, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan persetujuan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) terhadap produk Vaksin AstraZeneca untuk penanganan Covid-19.

Proses pemasukan juga sudah disetujui oleh BPOM dengan diterbitkan surat persetujuan pemasukan vaksin secara khusus.

EUA sudah dikeluarkan BPOM pada 22 Februari 2021 dengan nomor EUA 2158100143A1. Indonesia menerima pengiriman vaksin AstraZeneca pertama yang diperoleh dari skema kerja sama global untuk vaksin dan imunisasi (GAVI) Covax Facility.

Sumber: republika.co.id

Kejaksaan Selidiki Dugaan Korupsi Jaring Pengamanan Sosial Kemenaker

BANYUMAS(Jurnalislam.com)– Kejaksaan Negeri Purwokerto menyelidiki kasus dugaan korupsi program Jaring Pengamanan Sosial (JPS) dari Kementerian Ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

“Hari ini, kami melakukan pengamanan atau penggeledahan untuk menemukan sebagian barang bukti. Dan dari rumah salah satu (saksi) yang kami periksa hari ini, berhasil kami sita uang sebesar Rp470 juta,” kata Kepala Kejari Purwokerto Sunarwan saat konferensi pers di kantornya pada Selasa malam, 9 Maret 2021.

Kejaksaan juga mengamankan 38 stempel kelompok dari total 48 kelompok, satu unit komputer, beberapa dokumen perjanjian kerja sama antara 48 kelompok dengan Direktorat Pengembangan dan Perluasan Kerja pada Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Bina Penta dan PKK) Kemnaker RI.

Total bantuan dari Ditjen Bina Penta dan PKK Kemnaker RI untuk 48 kelompok itu mencapai Rp1,920 miliar yang ditransfer ke rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) milik kelompok, masing-masing mendapatkan Rp40 juta.

“Saat masing-masing perwakilan kelompok menarik uang tersebut, seseorang telah menunggu di luar kantor BRI. Dan ketika kelompok itu keluar dari bank, orang tersebut meminta seluruh uang itu, sehingga total ada Rp1,920 miliar,” katanya.

Menurut dia, pencairan dana program JPS dari Kemnaker itu pada tanggal 1 Desember 2020.

Sumber: viva.co.id

 

Tanggap Bencana, Laznas BMH Kirim Bantuan Untuk Korban Banjir Probolinggo

PROBOLINGGO(Jurnalislam.com)–Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah Perwakilan Jawa Timur bergerak cepat dalam melaksakan misi kemanusiaan dengan membantu masyarakat korban bencana banjir di Desa Dringu, Probolinggo. Selasa, (9/3/21)

Bantuan berupa paket sembako, yang diberikan langsung oleh relawan BMH kepada warga yang membutuhkan.

Ketua Divisi Program & Pemberdayaan BMH Perwakilan Jawa Timur, Imam Muslim mengatakan,

“Bantuan kemanusiaan ini disalurkan untuk masyarakat korban bencana banjir di Desa Dringu. Bantuan tahap awal ini kami salurkan melalui BMH di Probolinggo dengan memberikan bantuan berupa bahan pokok, telur, Pampers, air mineral & makanan instan lainnya.”ujar Muslim.

Muslim mengatakan, bantuan yang disalurkan Laznas BMH ini, semoga bisa bermanfaat bagi warga yang membutuhkan.

“Laznas BMH berkolaborasi dengan sejumlah pihak terutama para donatur & dermawan yang ikut berpartisipasi & peduli korban banjir ini.”imbuh Muslim

Selain itu, Laznas BMH juga bekerjasama dengan BPBD Probolinggo dalam misi kemanusiaan tersebut, pihak BPBD berharap ada sinergi tahap selanjutnya dan mengapresiasi langkah Laznas BMH yang tanggap bencana.

Empat Prioritas Kemenag di Bidang Kepustakaan

BOGOR(Jurnalislam.com)– Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag RI, Moh. Agus Salim mengatakan ada empat program kepustakaan Islam tahun 2021 yang fokus pada penguatan moderasi beragama.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada acara kegiatan Temu Konsultasi Kepustakaan Islam yang bertema “Peningkatan Akses Literasi Pustaka Keagamaan Islam Berbasis Moderasi Beragama” di Swiss-Belhotel, Kota Bogor, Jawa Barat. Pada Senin (08/3) malam.
Keempat program itu adalah sosialisasi dan pendataan kepustakaan Islam, yang kedua penguatan SDM, sistem dan regulasi kepustakaan Islam, yang ketiga bantuan buku dan perpustakaan masjid, dan keempat diseminasi kepustakaan Islam.
“Sosialisasi dan pendataan kepustakaan Islam, kami akan menargetkan kegiatan pendataan kepustakaan Islam, juga monitoring dan evaluasi kegiatan kepustakaan Islam di 34 provinsi dan kabupaten. Kalau dari data SIMAS 2021 ada 23.000 direktori perpustakaan masjid  dan 600 Penerbit IKAPI 2021 direktori penerbit buku keislaman yang akan ditargetkan,” paparnya.
Kemudian yang kedua, lanjutnya, penguatan SDM, sistem dan regulasi kepustakaan Islam dengan diadakannya lomba penulisan “Essay For Millenial” berbingkai moderasi beragama, kemudian bimbingan tekhnis kepustakaan Islam, dan penilaian buku umum keagamaan Islam berwawasan moderasi beragama.
“Ketiga ada bantuan buku dan perpustakaan masjid, bantuan perpustakaan masjid tingkat provinsi akan kami fokuskan ke daerah 3T di empat lokasi, yaitu Papua Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau. Dan terakhir bantuan buku umum keagamaan Islam,” ungkapnya.
Agus melanjutkan, yang terakhir program diseminasi kepustakaan Islam, program itu akan meliputi penggandaan direktori perpustakaan masjid, penggandaan buku kepustakaan Islam, dan aplikasi pustaka digital Bimas Islam.

MUI Kritik Nadiem Soal Visi Pendidikan Indonesia 2035

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengkritik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim lantaran ‘agama’ tak ada dalam Visi Pendidikan Indonesia 2035.

 

Anwar menyebut draf peta jalan pendidikan Indonesia itu bertentangan dengan Pasal 29 ayat (1) Undang-undang Dasar 1945. Pasal 29 ayat (1) UUD ’45 menyatakan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan yang Maha Esa.

 

Menurut Anwar, sesuai dengan ketentuan dalam pasal tersebut, negara berjalan berdasarkan ketentuan agama-agama yang diakui. Sehingga, seluruh aspek kehidupan dalam negara harus menyertakan agama.

“Kalau ada yang bilang agama jangan dibawa-bawa ke politik itu orang telah bertindak inkonstitusional,” ujarnya.

Anwar kemudian mempertanyakan kecerdasan seperti apa yang coba dibangun oleh Nadiem Makarim lewat Visi Pendidikan Indonesia 2035.

Ia mengingatkan dalam Islam terdapat keyakinan kehidupan setelah mati. Sehingga, terdapat dua jenis kecerdasan, yakni kecerdasan duniawi dan kecerdasan ukhrowi.

“Kalo seandainya kita tidak memiliki kecerdasan ukhrowi kita bisa masuk neraka,” kata Anwar.

Menurutnya dua jenis kecerdasan tersebut tidak bisa dipisahkan. Kesukesan di akhirat, kata Anwar, ditentukan kesuksean di dunia. Sementara, tanpa kecerdasan dunia hidup akan sulit.

Sumber: cnnindonesia