Berita Terkini

Komandan Pemberontak Yaman Tewas dalam Serangan Koalisi Arab di Suhar

YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang pemimpin militer yang loyal kepada Presiden terguling Yaman Ali Abdullah Saleh beserta orang-orang yang sedang bersamanya tewas dalam serangan koalisi pimpinan Arab Saudi yang menargetkan konvoi kendaraannya di Suhar, sebuah distrik pusat di provinsi Saada, Al Arabiya News Channel melaporkan pada Jumat (16/09/2016).

Terbunuhnya Abdullah Yahya al-Sana’ani, yang bertanggung jawab sebagai motivator para milisi anti-pemerintah Yaman, adalah kerugian terbaru yang diderita pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran dan sekutunya, loyalis Saleh, yang memaksa pemerintah Yaman, Abedrabbu Hadi Mansour yang diakui secara internasional, mengungsi ke pengasingan setelah kudeta pada akhir September 2014.

Sementara itu tentara Yaman yang didukung Koalisi Arab, telah maju di distrik Hayfan di provinsi barat daya Taiz dan mengepung milisi di desa al-Anawir.

Selain itu, sedikitnya 12 milisi Syiah Houthi juga tewas dalam penyergapan dieksekusi di distrik Thi Na’im di gubernuran barat daya al-Bayda.

Krisis Yaman dimulai pada September 2014 ketika pemberontak Syiah Houthi merebut ibukota Sanaa. Aliansi yang dipimpin Arab Saudi ikut campur dalam mendukung pemerintah Hadi yang diakui secara internasional. Negosiasi yang disponsori PBB untuk mengakhiri pertempuran runtuh bulan lalu.

Pembicaraan damai kandas setelah Syiah Houthi dan sekutunya, partai Kongres Rakyat Umum (General People’s Congress-GPC) – yang dipimpin oleh Saleh – mengumumkan pembentukan sebuah dewan gubernur dengan 10-anggota pada 6 Agustus, mengabaikan peringatan PBB bahwa langkah tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan mengenai penyelesaian konflik.

Sementara itu, seorang diplomat senior AS telah menyajikan proposal gencatan senjata luas di Yaman untuk pemberontak Houthi yang mendominasi negara pada pertemuan di Oman, Reuters melaporkan pernyataan anggota tim negosiasi Houthi pada hari Kamis.

Negosiator akan kembali ke Sana’a yang dikuasai pemberontak Syiah Houthi pada hari Jumat membawa rencana yang ditawarkan oleh Wakil Menlu AS untuk Urusan Politik Thomas Shannon dalam pembicaraan di Muscat, katanya.

Shannon bertemu tim Houthi, pejabat GPC dan mediator Oman di Muscat pada 8 dan 9 September untuk membahas cara mengakhiri perang yang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan membuat lebih dari 3 juta lainnya mengungsi.

Di Washington, para pejabat AS mengatakan rencana itu merupakan “perpanjangan dari upaya Sekretaris Negara John Kerry yang dimulai di Jeddah.”

Kerry mengatakan bahwa pada 25 Agustus di Arab Saudi dia menyepakati dalam pembicaraan dengan negara-negara Teluk Arab dan PBB mengenai rencana untuk memulai kembali perundingan perdamaian di Yaman dengan tujuan membentuk pemerintah persatuan.

Polisi Zionis Tembak 1 Warga Yordania dan 2 Palestina di Tepi Barat, 2 Tewas

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang warga Yordania ditembak mati setelah dituduh mencoba menusuk polisi zionis di Yerusalem. Dua warga Palestina juga ditembak setelah mereka menabrakkan kendaraan mereka ke halte bus di Tepi Barat yang melukai tiga warga yahudi Israel, polisi dan militer zionis mengatakan, lansir Al Arabiya News Channel Jumat (16/09/2016).

Dalam insiden pertama, seorang pria keluar dari Kota Tua Yerusalem yang dikelilingi tembok sambil mengacungkan pisau di kedua tangannya, kata juru bicara polisi Luba Samri. Dia kemudian mengacungkan pisaunya di udara dan berteriak “Allahu akbar” sambil bergegas menghampiri petugas. Petugas melepaskan tembakan dan membunuhnya, kata Samri. Pria itu memiliki identitas Yordania dan Palestina, katanya.

Tak lama kemudian, dua warga Palestina di Tepi Barat menabrakkan mobil mereka ke halte bus, melukai tiga warga yahudi Israel, kata militer. Pasukan zionis di tempat kejadian melepaskan tembakan, membunuh salah satu warga Palestina tersebut dan melukai yang lainnya.

Konflik itu merupakan yang terakhir dalam gelombang perlawanan Palestina selama setahun terhadap pemukim yahudi dan pasukan penjajah Israel yang menewaskan 34 warga yahudi Israel dan dua warga Amerika. 212 orang Palestina juga terbunuh oleh kebiadaban pasukan Israel.

Serangan-serangan itu terjadi setiap hari tapi baru-baru ini berkurang intensitasnya.

Palestina mengatakan perlawanan itu berakar akibat beberapa dekade hidup di bawah penjajahan militer zionis.

AS Tidak akan Rilis Teks Kesepakatan Gencatan Senjata Suriah dengan Rusia

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS tidak akan merilis teks lengkap kesepakatan baru dengan Rusia mengenai gencatan senjata di Suriah, Departemen Luar Negeri, Kamis, lansir World Bulletin Jumat (16/09/2016).

“Kesepakatan baru berhasil dicapai setelah pengaturan bilateral AS-Russia,” menurut juru bicara Mark Toner. “Kesepakatn itu menangani isu-isu sensitif yang kami percaya, jika dipublikasikan, bisa berpotensi disalahgunakan untuk disalahartikan atau digunakan oleh… pihak yang saya tahu pernah dibicarakan oleh Sekretaris John Kerry.”

Toner menambahkan bahwa mempublikasikan teks juga dapat menempatkan kelompok oposisi beresiko, menyiratkan bahwa mungkin nama dan lokasi mereka ditentukan dalam teks.

Yang diketahui tentang kesepakatan itu adalah bahwa kelompok-kelompok oposisi Suriah moderat dan rezim Suriah akan memiliki tujuh hari kasasi pertempuran dan semua pihak di Suriah akan memungkinkan akses bantuan kemanusiaan menjangkau daerah-daerah yang terkepung.

Meskipun para pejabat AS mengatakan perjanjian telah dicapai, mereka mengakui bahwa bantuan kemanusiaan belum berhasil menjangkau daerah-daerah yang terkepung dan menyalahkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad atas keterlambatan.

“Meskipun kita akan melihat kemajuan yang berkaitan dengan situasi keamanan di tanah di Suriah, kami belum melihat perbaikan yang sesuai dalam aliran bantuan kemanusiaan. Dan hambatan utama adalah rezim Assad,” kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest.

Dia menuduh Rusia gagal menggunakan pengaruhnya atas Assad untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan bergerak ke daerah-daerah yang terkepung.

“Ada ratusan ribu, jika tidak bisa disebut jutaan, warga Suriah, yang berada dalam situasi putus asa. Dan sekarang, truk yang bisa membawa mereka menyelamatkan nyawa berhenti di sisi perbatasan yang salah,” tambahnya.

Menurut pejabat AS, jika Rusia dan rezim memenuhi kewajiban mereka berdasarkan pengaturan, Washington dan Moskow akan mengadakan pembicaraan bilateral tentang kerja sama militer potensial terhadap Jabhat Fath al-Syam dan kelompok Islamic State (IS).

Toner mengatakan bahwa pemerintahan AS telah melakukan yang terbaik untuk menjawab pertanyaan mitra dan media sehubungan dengan kesepakatan.

Pejabat AS dan Kelompok Internasional Pendukung Suriah (the International Syria Support Group) akan merinci kesepakatan pekan depan di sela-sela pertemuan tahunan Sidang Umum PBB, tambahnya.

The International Syria Support Group termasuk Turki, Arab Saudi, Cina, Jerman, Prancis, Iran, serta beberapa negara Eropa dan Arab, dan Liga Arab dan Uni Eropa.

 

Taliban TTP Umumkan Komandan Baru dan Bantah Klaim Militer Pakistan Kalahkan Jihadis

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Gerakan Taliban di Pakistan (Tehrik-e-Taliban Pakistan atau TTP) menyoroti operasinya di Waziristan Utara, dan menampilkan komandan baru untuk institusi suku Pakistan baru-baru ini. TTP membantah klaim militer Pakistan bahwa Operasi Zarb-e-Azb telah berhasil mengalahkan jihadis dari semua wilayah di Waziristan Utara, lansir The Long War Journal, Kamis (15/09/2016).

Akhtar Muhammad Khalil, amir TTP untuk Waziristan Utara, muncul dalam sebuah video yang dirilis hari Kamis untuk menunjukkan bahwa mujahidin Taliban beroperasi secara terbuka di kantor suku yang diperebutkan. Video ini dirilis oleh Umar Media, media resmi TTP.

Empat menit pertama video menayangkan para pejuang TTP menembakkan mortir, roket, senapan recoilless, dan senapan mesin ke arah tentara Pakistan di daerah pegunungan terpencil. Selain itu, tiga petugas keamanan Pakistan yang ditangkap juga diperlihatkan.

Dua-pertiga bagian terakhir dari video tersebut ditujukan untuk pidato Idul Adha yang diberikan oleh Akhtar Muhammad Khalil, yang duduk di atas tanah dan diapit oleh dua komandannya. Selain itu, dua orang bertopeng dan pejuang bersenjata berat berdiri di belakang Khalil saat ia berbicara.

Akhtar Muhammad Khalil ditunjuk untuk memimpin pasukan TTP di Waziristan Utara musim semi lalu. Pada tanggal 16 Mei 2016, faksi jihad ini merilis pernyataan resmi di Umar Media mencatat bahwa Akhtar Muhammad Khalil berjanji setia kepada amir TTP Mullah Fazlullah, dan mengatakan bahwa TTP menerima sumpahnya dan menunjuk dia menjadi komandan pasukan di wilayah yang bergolak.

Sebagai amir untuk Waziristan Utara, Akhtar Muhammad Khalil bertugas menghadang Operasi Zarb-e-Azb, serangan militer Pakistan di daerah suku Waziristan Utara yang dimulai pada bulan Juni 2014.

“Mengingat medan yang kasar di Waziristan Utara, melaksanakan operasi di daerah itu adalah tugas yang menantang, angkatan bersenjata membersihkan semua tempat persembunyian, gua-gua dan terowongan,” klaim Bajwa, di Express Tribune.

Selain itu, ia juga mengklaim bahwa Shawal Valley, yang merupakan surga bagi berbagai kelompok mujahidin, termasuk TTP, al Qaeda, dan faksi Taliban Pakistan independen seperti Kelompok Hafiz Gul Bahadar dan Jaringan Haqqani, “telah berubah menjadi Swiss (netral – red).”

Bajwa dan militer Pakistan mengklaim bahwa di bawah operasi Zarb-e-Azb, mereka telah menargetkan semua kelompok jihad di Waziristan Utara, termasuk Jaringan Haqqani dan Kelompok Hafiz Gul Bahadar.

Namun, militer Pakistan telah terang-terangan mengabaikan kelompok Haqqani dan Bahadar, yang dianggap sebagai “good Taliban (Taliban yang baik)” seperti yang didukung oleh militer dan intelijen. Selama operasi Zarb-e-Azb, militer hanya menargetkan TTP, Gerakan Islam Uzbekistan, dan al Qaeda, atau “bad Taliban (Taliban yang buruk),” karena kelompok-kelompok ini mendukung penggulingan pemerintah Pakistan.

Good Taliban” adalah darah kehidupan bagi “bad Taliban.” Mereka menyediakan tempat tinggal, tempat yang aman, logistik, tenaga kerja, keuangan, dan berbagai fasilitas kunci lainnya yang memungkinkan jaringan untuk bertahan hidup selama serangan militer seperti Zarb-e-Azb. Faksi-faksi seperti TTP bisa membaur ke masyarakat sementara barisan belakang TTP mengalahkan pasukan Pakistan, dan menetapkan atau memperkuat operasi militer di daerah lain Pakistan.

Pilgub DKI Sebagai Momen Membangkitkan Kesadaran Politik Umat Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – DPP Persatuan Islam (Persis) melalui Waketumnya, Dr Jeje Zaenudin menilai, keterlibatan para ulama dan tokoh umat dalam isu Pilgub DKI menunjukan posisi Gubernur DKI sangat strategis secara politis dan religiusitas.

“Para ulama tentu tidak ingin Indonesia yang mayoritas mutlak penduduknya muslim ini dipimpin oleh seseorang yang tidak punya visi keislaman, keumatan, dan kebangsaan yang sejalan dengan akidah mayoritas,” ujarnya kepada Jurniscom melalui pesan singkat, Jumat (16/9/2016).

Dr Jeje menjelaskan, isu SARA dalam Pilgub DKI berkaitan dengan masa depan jangka panjang Negara Kesatuan Republik Indonesia dan nasib anak cucu kaum pribumi di masa yang akan datang.

“Setelah kita dipecundangi secara yuridis dengan dihapusnya persyaratan Agama Islam dan Pribumi aseli bagi seorang Presiden dari undang-undang kita, maka apakah muslim pribumi indonesia juga akan mau dipecundangi dalam tataran politik praktis dan dikuasainya kepemimpinan nasional?” tegas ulama asal Tasikmalaya itu.

Untuk itu, Pilgub Jakarta yang isunya didominasi kandidat petahana sebagai calon kuat, memang patut menjadi perhatian para ulama dan tokoh Islam.

“Bagaimana tidak, jika Ibukota negeri muslim terbesar di dunia ini sudah dipimpin seorang non muslim, berarti tinggal selangkah lagi pimpinan nasional negara kita juga akan mereka rebut,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menghimbau umat untuk menjadikan kasus Pilgub DKI sebagai momentum membangun kesadaran politik masyarakat Islam indonesia.

“Melaksanakan dan membela agama tidak cukup dengan taat solat dan puasa tapi juga menyiapkan kader-kader umat terbaik untuk jadi para pemimpin,” pungkasnya.

Tak Memenuhi Ijin, Pembangunan Pura Segara Lombok Ditolak Warga

MATARAM (Jurnalislam.com) – Pembangunan Pura Segara di Dusun Panggung Timur, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU) ditolak warga di sekitarnya.

Selain karena lokasi pembangunan yang dianggap masih bermasalah dan berdekatan dengan masjid, prosedur pembangunan juga belum memenuhi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor : 9 Tahun 2006, Nomor : 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Pendirian Rumah Ibadah.

Guna mendapati solusi atas persoalan pura yang sudah dibangun pondasinya itu, pihak Kantor Camat Kayangan bersama Pemerintah Desa Selengen didampingi unsur TNI/POLRI melakukan pertemuan dengan perwakilan warga hindu dan muslim di aula Kantor Desa Selengen, Kamis (15/9/2016).

“Sebenarnya pertemuan tadi adalah untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya di kantor camat, di mana waktu itu disepakati, bahwa pendirian pura itu harus mememenuhi ketentuan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri,” ujar Camat Kayangan, Tresnahadi S.Pt dilansir radarlombok, Kamis (15/9/2016).

Di dalam peraturan bersama itu, kata Tresna, dijelaskan pada pasal 13 bahwa pendirian rumah ibadah didasarkan pada keperluan nyata dan sungguh-sungguh berdasarkan komposisi jumlah penduduk bagi pelayanan umat beragama yang bersangkutan di wilayah kelurahan atau desa.

“Kemudian pendirian rumah ibadat sebagaimana dimaksud dilakukan dengan tetap menjaga kerukunan umat beragama, tidak mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, serta mematuhi peraturan perundang-undangan,” lanjutnya.

Kemudian poin penting pada Pasal 14 adalah, pendirian rumah ibadah harus memenuhi persyaratan khusus meliputi daftar nama dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pengguna rumah ibadah paling sedikit 90 orang yang disahkan oleh pejabat setempat, dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang yang disahkan oleh kepala desa, rekomendasi tertulis kepala kantor departemen agama kabupaten atau kota dan rekomendasi tertulis FKUB.

“Kemudian (Pasal 16) permohonan pendirian rumah ibadat diajukan oleh panitia pembangunan kepada bupati untuk memperoleh izin”. Jadi ada prosedur untuk pendiriannya dan itu harus dipenuhi dulu,” terangnya.

 

Persis: Pilgub DKI Menjadi Panas Karena Ada Isu SARA

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua PP Persatuan Islam (Persis), Dr Jeje Zainuddin mengatakan, Pilgub DKI menjadi ramai karena mengangkat isu SARA. Pernyataan itu disampaikan kepada Jurniscom, Jumat (16/9/2016).

“Alasannya, selain karena posisi strategis DKI sebagai Ibukota, tetapi juga momentum Pilgub kali ini diwarnai isu paling sensitif di negeri ini yaitu isu SARA,” katanya kepada Jurniscom melalui pesan singkat.

Dr Jeje menjelaskan, panasnya isu Pilgub DKI juga dipicu oleh warga pribumi (Betawi) yang gerah dengan kepemimpinan Gubernur saat ini, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

“Bukan hanya itu yang jadi pemicu utama dari panasnya suhu politik menjelang Pilgub kali ini, tetapi sikap arogan dan program-program Ahok yang ditengarai banyak pihak akan berdampak kerugian besar bagi Pribumi Betawi dan umat Islam pada umumnya,” terangnya.

Oleh sebab itu, Ketua Komisi Bidang Hukum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) itu mengajak umat Islam Jakarta untuk lebih peka serta tidak memberi celah kepada non-Muslim untuk memimpin warga Jakarta yang mayoritas beragama Islam.

“Apakah sebegitu rendah mayoritas itu sehinga tidak ada seorang pun yang mampu jadi Gubernur ibu kota?,” pungkasnya.

Forum RT/RW: Melanjutkan Reklamasi adalah Pelanggaran Hukum

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Forum RT/RW, Mustaqim Dahlan mengatakan, melanjutkan rencana reklamasi Teluk Jakarta adalah sebuah pelanggaran hukum. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Musyawarah Besar Warga Jakarta di Warung Venus, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).

Mustaqim menyatakan, ketika gugatan di PTUN dimenangkan kaum nelayan, maka amanat undang-undang reklamasi pulau G dihentikan sebab izin yang dikeluarkan gubernur ilegal.

“Kalau hari ini mau dilanjutkan juga, ini artinya sudah melanggar undang-undang, sudah ada perbuatan melanggar hukum, baik itu pribadi Basuki Tjahja Purnama maupun sebagai jabatannya Gubernur DKI Jakarta. Ini adalah perbuatan melanggar hukum,” tegasnya.

“Nah kalau ini dibiarkan, kan negara kita negara hukum, maka harus kita patuhi keputusan hukum, keputusan Pengadilan. Kalau pemerintah hari ini tidak mengakui keputusan Pengadilan, tidak taat kepada hukum yang ada, kemana lagi rakyat kita bisa berlindung,” tambahnya.

Konferensi pers sebagai persiapan aksi bersama seluruh elemen masyarakat untuk menyatakan sikap menolak pemimpin yang tidak pro terhadap rakyat.

Aksi yang akan dihadiri tokoh nasional ini sedianya akan diadakan tanggal 18 September 2016 di Museum Fatahillah Kota Tua Jakarta Barat.

Tak Seperti Sukarno, Ahok Membangun Jakarta Tanpa Mufakat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar diskusi berjudul Indonesia Menggugat. Judul itu menurut Calon gubernur dari Partai Amanat Nasional (PAN) Rizal Ramli adalah tema yang bersejarah karena sama dengan judul pledoi Bung Karno yang ditahan karena melawan kolonialisme.

“Pada tahun 1926 Bung Karno diadili di Pengadilan Tinggi Bandung karna dituduh melawan kolonialisme. Bung Karno menulis pledoi yang berjudul Indonesia Menggugat. Bung Karno mempertanyakan apa manfaat dari kolonialisme. Kok yang terjadi Belanda makin makmur, kok rakyat pribumi makin miskin,” ungkap Rizal di Gedung Joang 45 Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).

Menurut mantan Menko Maritim dan Sumber Daya itu, pledoi Bung Karno tersebut sangat relevan jika dikaitkan dengan kondisi sosial masyarakat asli Jakarta sekarang ini.

“90 tahun kemudian di Jakarta belum banyak berubah. Kebijakan Pemda malah sengaja membuat miskin rakyat yang sudah miskin. Sengaja menggunakan tehnik-tehnik otoriter, menggunakan militer, polisi untuk menggusur rakyat dengan cara yang tidak manusiawi,” ujarnya.

Rizal menilai kebijakan-kebijakan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta saat ini tidak mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Jakarta.

“Dulu Bung Karno mau bangun Istora Senayan pake dialog, pake mufakat. Dibikin perumahan di Tebet, kalo sekarang tanpa mufakat tanpa dialog langsung main gusur pake kekerasan,” jelasnya.

“Warga Jakarta khususnya warga Betawi berhak untuk hidup lebih baik. Berhak untuk membuat Jakarta yang lebih nyaman, yang lebih asik. Mengubah dan membagun Jakarta tanpa tangisan,” pungkasnya.

Pembakar Masjid di Florida pada Malam Idul Adha Tertangkap

FLORIDA (Jurnalislam.com) – Seorang tersangka ditangkap hari Rabu atas tuduhan terkait pembakaran sebuah Masjid di kompleks Muslim Florida pada malam Idul Adha, kata para pejabat, lansir World Bulletin Kamis (15/09/2016).

Joseph Michael Schreiber, 32, menghadapi sedikitnya 30 tahun penjara sebagai penjahat kambuhan dan “akhirnya bisa dihukum” penjara seumur hidup karena membakar Fort Pierce Islamic Center, David Thompson dari Kantor Sheriff St Lucie County mengatakan kepada wartawan.

Para pejabat mengatakan mereka mencari orang yang membantu Schreiber.

Schreiber diinterogasi hari Rabu dan didakwa dengan pembakaran tingkat dua kemudian meningkat ke kejahatan tingkat pertama yang mencakup “tambahan kejahatan dengan alasan kebencian” di bawah hukum Florida, yang tidak memiliki ketentuan kejahatan rasial.

Michael D’Alonzo, seorang agen FBI yang bekerja sama dengan kantor sheriff, mengatakan pada konferensi pers bahwa lembaga itu melihat potensi “pelanggaran hak-hak sipil” untuk mengajukan tersangka ke tingkat federal, termasuk kejahatan rasial.

501427-joseph-michael-schreiber-reuters

Schreiber ditangkap di Fort Pierce setelah petunjuk dari masyarakat, termasuk anggota komunitas Muslim, cocok dengan rekaman pengamatan yang sebelumnya dirilis oleh kantor sheriff.

Sebuah pencarian di rumah tersangka mengungkapkan bukti yang menghubungkan dia dengan kejahatan, termasuk sepeda motor yang terlihat dinaiki tersangka dalam video.

Schreiber memposting pesan online anti-Islam yang “menguatkan kekhawatiran kita bahwa kejahatannya dilakukan dengan alasan kebencian terhadap komunitas Islam,” menurut pejabat yang tidak merinci kejahatan masa lalu yang dilakukan oleh tersangka yang memenuhi syarat dia sebagai pelaku kejahatan berulang yang memperburuk hukuman pidana baginya.

“Agar damai dan aman AS harus mempertimbangkan segala bentuk ISLAM sebagai radikal, kebenarannya adalah tidak ada ekstremisme ISLAM radikal … SEMUA ISLAM adalah RADIKAL,” menurut sebuah posting Facebook pada bulan Juli oleh Schreiber yang penuh dengan kesalahan tata bahasa.

Kantor sheriff menyebarkan video hari Senin yang menunjukkan “pelaku adalah individu tunggal yang berasal dari keturunan putih atau Hispanik” turun dari “motor model Harley Davidson” dan memasuki kompleks masjid yang terdiri dari beberapa bangunan, yang beberapa bagiannya terbuat dari kayu, tepat sebelum tengah malam.

Dia kemudian mulai membakar dekat pusat kompleks, tampaknya menggunakan cairan dalam botol yang dibawanya, menyebabkan “kerusakan besar bagi masjid – baik interior maupun eksterior,” kata Thompson.

The Islamic Center of Fort Pierce yang dibangun kembali pada hari Senin meluncurkan kampanye di situs LaunchGood.com dan sudah mengumpulkan lebih dari $ 22.000 dari total pendanaan $ 50.000 dalam dua hari.

1ef4d740720d4c319f600ae1f6ad0fb8_18

“Masjid kami dibakar pada malam Idul Adha. Bantu kami membangun kembali dan mengambil sikap melawan kefanatikan,” kata penyelenggara, yang menulis bahwa mereka “patah hati” ketika melihat Masjid dibakar dengan sengaja malam sebelum sholat Idul Adha dijadwalkan di Masjid itu.

Fort Pierce Islamic Center menarik perhatian nasional setelah Omar Mateen, yang sering datang ke Masjid, diduga membunuh 49 korban dan melukai puluhan lainnya di sebuah klub malam gay di Orlando pada bulan Juni.