Tak Seperti Sukarno, Ahok Membangun Jakarta Tanpa Mufakat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar diskusi berjudul Indonesia Menggugat. Judul itu menurut Calon gubernur dari Partai Amanat Nasional (PAN) Rizal Ramli adalah tema yang bersejarah karena sama dengan judul pledoi Bung Karno yang ditahan karena melawan kolonialisme.

“Pada tahun 1926 Bung Karno diadili di Pengadilan Tinggi Bandung karna dituduh melawan kolonialisme. Bung Karno menulis pledoi yang berjudul Indonesia Menggugat. Bung Karno mempertanyakan apa manfaat dari kolonialisme. Kok yang terjadi Belanda makin makmur, kok rakyat pribumi makin miskin,” ungkap Rizal di Gedung Joang 45 Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).

Menurut mantan Menko Maritim dan Sumber Daya itu, pledoi Bung Karno tersebut sangat relevan jika dikaitkan dengan kondisi sosial masyarakat asli Jakarta sekarang ini.

“90 tahun kemudian di Jakarta belum banyak berubah. Kebijakan Pemda malah sengaja membuat miskin rakyat yang sudah miskin. Sengaja menggunakan tehnik-tehnik otoriter, menggunakan militer, polisi untuk menggusur rakyat dengan cara yang tidak manusiawi,” ujarnya.

Rizal menilai kebijakan-kebijakan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta saat ini tidak mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Jakarta.

“Dulu Bung Karno mau bangun Istora Senayan pake dialog, pake mufakat. Dibikin perumahan di Tebet, kalo sekarang tanpa mufakat tanpa dialog langsung main gusur pake kekerasan,” jelasnya.

“Warga Jakarta khususnya warga Betawi berhak untuk hidup lebih baik. Berhak untuk membuat Jakarta yang lebih nyaman, yang lebih asik. Mengubah dan membagun Jakarta tanpa tangisan,” pungkasnya.