Berita Terkini

Aksi 212 Jilid II, 21 Februari 2017 di Gedung DPR/MPR RI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Umat Islam kembali melakukan Aksi Bela Islam dengan tajuk Aksi212 Jilid II yang digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, Selasa (21/02/2017).

Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Novel Bamukmin menegaskan, FPI siap mengerahkan massanya untuk turut serta dalam aksi yang dihelat oleh Forum Umat Islam (FUI) itu.

Ia menambahkan, ada tiga tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi tersebut.

Pertama, massa aksi meminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk menonaktifkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Tuntutan kedua, meminta aparat untuk memenjarakan Ahok sebagai tersangka penistaan agama. Dan ketiga, FUI meminta aparat agar berhenti mengkriminalisasi ulama.

Reporter: Yan Adytia/M. Fajar/JurnisTV

https://youtu.be/3hQ9HZJAoMs

Pemimpin Serdadu Syiah Brigade Baath Tewas dalam Pertempuran di Hama

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pemimpin Pasukan Syiah Nushairiyah, Komandan Brigade Baath di Tartous dan wakil komandan Brigade Baath Korps Kelima, Kolonel Salama Mohammed, tewas pada hari Rabu di provinsi Hama, El Dorar AlShamia melaporkan, Kamis (23/02/2017).

Halaman Facebook The Baath Brigade memposting bahwa Kolonel Salama dibunuh saat ia berperang di pedesaan Hama, sedangkan laman kota Tartous mengatakan bahwa Salama tewas dalam pertempuran yang terjadi di Hama baru-baru ini.

Namun halaman facebook yang setia pada rezim Suriah (Assad) mempublikasikan dalam berita pertama mereka tentang kematian Kolonel akibat serangan jantung, tapi mereka dengan cepat mengedit berita itu dan menginformasikan bahwa ia tewas di medan perang.

Tiga Tentara India Tewas Saat Konvoi Militer Diserang Pejuang Kashmir

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Tiga tentara India tewas dan seorang wanita pada hari Kamis (23/02/2017) ketika pejuang Kashmir menyerang konvoi militer India di Kashmir, kata polisi, lansir World Bulletin.

Wanita sipil terkena peluru nyasar dan meninggal, kata polisi.

“Tiga tentara tentara tewas saat menjalani pengobatan di rumah sakit militer di Srinagar,” kata juru bicara polisi yang minta tidak disebutkan namanya Srinagar adalah kota utama di Kashmir.

Inspektur polisi daerah Tahir Saleem mengatakan bahwa seorang wanita terkena tembakan. Wanita itu tinggal di dekat lokasi bentrokan di distrik Shopian selatan Kashmir.

Wilayah ini adalah salah satu pusat utama protes muslim Kashmir tahun lalu terhadap pembunuhan seorang pemimpin jihad populer gugur dalam baku tembak dengan pasukan India.

Lebih dari 90 warga sipil tewas dan ribuan lainnya luka-luka dalam bentrokan antara warga muslim Kashmir dan pasukan India saat itu.

Bentrokan sering terjadi di Kashmir antara kelompok pejuang Islam Kashmir dan sekitar 500.000 tentara India yang dikerahkan di wilayah tersebut sejak tahun 1989.

Penduduk Kashmir itu menginginkan kemerdekaan atau bergabung dengan Pakistan untuk wilayah mayoritas Muslim, yang telah dibagi antara India dan Pakistan sejak berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris pada tahun 1947.

Inilah Pertemuan Pertama Rezim Suriah dan Oposisi dalam Pembicaraan Damai di Jenewa

JENEWA (Jurnalislam.com) – Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura mendesak pihak yang berperang untuk bertemu tatap muka pertama kalinya selama tiga tahun dalam pembicaraan damai untuk mengakhiri konflik hampir enam tahun di Suriah pada hari Kamis (23/02/2017).

“Rakyat Suriah sangat ingin mengakhiri konflik ini dan Anda semua tahu itu. Anda adalah orang-orang pertama yang memberitahu kami,” de Mistura mengatakan kepada kedua delegasi di aula pertemuan PBB di Jenewa, lansir Anadolu Agency Kamis.

Pembicaraan sedang berlangsung dengan partisipasi wakil-wakil dari the International Syria Support Group, yang meliputi Turki, AS, Rusia dan Iran.

“Mereka menunggu bantuan untuk mengobati penderitaan mereka dan mengimpikan jalan baru keluar dari mimpi buruk menuju masa depan yang nyata dan normal dalam martabat,” tambah de Mistura.

“Saya tidak mengharapkan keajaiban. Kami menghadapi tugas berat. Ini tidak akan mudah karena ada banyak ketegangan dan ada banyak penderitaan yang dialami semua orang. Kita harus menyerahkan diri kita sendiri untuk tugas ini,” de Mistura mengatakan.

Babak keempat pembicaraan intra-Suriah dimulai di Jenewa pada Kamis, menandai pertama kalinya delegasi rezim Suriah dan oposisi kembali ke kota Swiss itu sejak perundingan dihentikan April lalu.

Pada pembicaraan tersebut, de Mistura harus bertemu secara terpisah dengan delegasi kedua belah pihak Suriah yang bertentangan tersebut.

Pada hari pertama pembicaraan, de Mistura bertemu secara terpisah dengan delegasi rezim Suriah, yang dipimpin oleh Bashar al-Ja’aafari dan delegasi oposisi Suriah, yang dipimpin oleh Nasr Hariri, anggota senior kelompok oposisi terbesar, Koalisi Nasional Suriah.

Pada hari Rabu, delegasi oposisi utama Suriah meminta diskusi langsung dengan perwakilan pemerintah.

“Kami ingin pembicaraan langsung, negosiasi langsung. Hal ini cukup untuk rakyat Suriah. Saya berharap melihat mitra yang serius,” juru bicara Komite Negosiasi Tinggi (High Negotiations Committee-HNC) Salem al-Muslat mengatakan kepada wartawan di Jenewa pada malam pembicaraan dengan rezim Suriah dan oposisi.

Mengkritik delegasi rezim, Muslat mengatakan: “Mereka berada di sini tidak untuk benar-benar bernegosiasi tentang transisi politik tetapi mereka berada di sini hanya untuk membeli waktu dan melakukan lebih banyak kejahatan di Suriah. Tidak ada kepercayaan dalam rezim ini.”

Dia juga mengatakan “Iran adalah negara pendukung rezim Suriah” dan “tidak bisa menjadi negara penjamin”.

Utusan PBB mengatakan pada hari Rabu ia tidak mengharapkan terobosan dalam pembicaraan pekan ini dan akan menolak prasyarat apapun menjelang perundingan. Perundingan akan fokus pada pemilihan umum yang baru, konstitusi baru dan pemerintahan baru di Suriah.

De Mistura juga mengatakan Rusia meminta pemerintah Suriah untuk menghentikan pemboman selama pembicaraan.

“Hari ini, Federasi Rusia mengumumkan mereka secara resmi telah meminta pemerintah Suriah untuk menghentikan serangan udara mereka selama pembicaraan intra-Suriah,” de Mistura mengatakan.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas para pengunjuk rasa dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negara yang dilanda perang, menurut PBB. Pusat Penelitian Kebijakan Suriah melaporkan jumlah korban tewas lebih dari 470.000.

Tabligh Akbar “Satukan Langkah Waspada Menghadapi Syiah dan Komunis” di Balikpapan

Untuk mengantisipasi semakin masifnya pergerakan Syiah dan Komunis di Tanah Air, maka pada akhir pekan Februari 2017 Pengurus Daerah Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur mengajak Ummat Islam bersatu melawan pergerakan Syiah dan Komunis dalam gelaran Tabligh dengan tema: “Satukan Langkah Waspada Menghadapi Syiah dan Komunis”.

Gelaran Tabligh selama dua hari ini akan diisi oleh dua tokoh Anti Syiah, K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc., M.A. dan Habib Achmad bin Zein Alkaff yang akan dilaksanakan pada:

Hari / Tanggal : Sabtu, 25 Februari 2017
Waktu : Pukul 18.00 WITA – Selesai
Tempat : Masjid Jam’iyyatul Mustaqim Sumber Rejo Balikpapan Kaltim
Orator : Habib Achmad bin Zein Alkaff (Ketua Majelis Syuro ANNAS Pusat)

Sedangkan pada :
Hari / Tanggal : Ahad, 26 Februari 2017.
Waktu : Pkl. 20.00 WITA – Selesai
Tempat : Masjid Istiqomah Jl. Sport 1 Balikpapan Kaltim
Orator : K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc. M.A. (Ketua Umum ANNAS Pusat)

Pengurus Daerah ANNAS Balikpapan Prov.Kaltim mengundang kaum Muslimin untuk menghadirinya.

Bandung, 24 Februari 2017
Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat

Tardjono Abu Muas
Sekretaris Umum

Pasukan Irak Rebut Bandara dan Pangkalan Militer IS di Barat Mosul

MOSUL (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak yang sedang bergerak mendekati bagian barat Mosul yang dikendalikan kelompok Islamic State (IS) telah merebut bandara kota dan pangkalan militer di dekatnya, kata televisi negara, Kamis (23/02/2017).

Pasukan khusus Irak (Counterterrorism service-CTS) dan unit elit kementerian dalam negeri yang dikenal sebagai pasukan Rapid Response turun di bandara dan dekat kompleks militer Ghatlani Kamis pagi, juru bicara CTS Sabah al-Numan mengatakan kepada televisi pemerintah.

“Ini adalah salah satu prestasi besar yang pasukan Irak harapkan di tahap pertama menuju sisi barat kota,” kata reporter Al Jazeera Osama Bin Javaid, melaporkan dari Erbil.

“Daerah ini berjarak sekitar 30 km jauhnya dari tepi barat kota, dan pasukan Irak sekarang mengatakan bahwa mereka berada dalam kontrol penuh.

“Mereka mengatakan bahwa dua bangunan utama kota telah dihancurkan oleh IS dan mereka telah menemukan sejumlah bom mobil diparkir di lokasi strategis di titik masuk dan sepanjang landasan pacu Bandara Internasional Mosul.”

Kompleks bandara dan militer, yang meliputi barak dan arena pelatihan dan terletak di dekat jalan raya Baghdad-Mosul diduduki IS saat kelompok menguasai Mosul pada Juni 2014.

Kemajuan diperoleh beberapa hari setelah pasukan Irak secara resmi meluncurkan operasi untuk mendorong IS keluar dari setengah bagian barat Mosul.

Operasi untuk merebut kembali kota terbesar kedua Irak secara resmi diluncurkan pada bulan Oktober dan pada bulan Januari setengah dari wilayah timur Mosul dinyatakan “sepenuhnya dibebaskan.”

Kapolri Tuding UBN Beri Dana ke Turki, Tim Advokasi GNPF: Itu Fitnah yang Keji!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Ismar Syafruddin membantah tudingan Kapolri kepada Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) telah menyalurkan dana ke Turki.

“Ini sungguh fitnah yang keji dan sangat tendensius,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Jurniscom, Kamis (23/2/2017).

Ia menjelaskan, ketika tim penasehat hukum mendampingi IA dalam BAP di Bareskrim Mabes Polri, sudah dijelaskan bahwa bantuan itu merupakan titipan dari kelompok Solidaritas Peduli Syam yang digalang secara suka rela kepada Humanitarian Relief Foundation (IHH) di Turki.

“Transfer senilai 4.600 us$ tersebut dari rek Islahuddin yg dititipkan oleh teman-teman dari Solidaritas Peduli Syam yang melakukan penggalangan/donasi untuk bantuan pengungsi korban perang Suriah yang di tampung di Turki,” terangnya.

“Yayasan tersebut tidakk ada sama sekali kaitan dengan UBN,” timpalnya lagi.

Ismar menegaskan, jika pejabat dengan gampangnya menyebarkan berita bohong atau hoax. Sungguh, kata dia, hal ini akan menghancurkan kredibilitas ulama.

“Betapa mengerikan negara kita ini jika mau berbuat baik saja harus dikriminalkan?” pungkasnya.

Reporter: M. Fajar

Din Syamsuddin: Kalau Mau Dibongkar Semuanya, Termasuk Rekening Gendut Polri

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr. Din Syamsudin angkat bicara soal kasus yang menjerat Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua, Adnin Armas. Adnin dikabarkan telah menjadi tersangka oleh kepolisian atas kasus dana infaq umat Islam kepada Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI yang dihimpun menggunakan rekening yayasan yang diketuainya.

Din menilai, Polri sudah melampaui batas. Ia pun menantang kepolisian untuk tidak pilih kasih dalam membongkar kasus serupa.

“Kalau mau dibongkar semuanya. Kita bisa kasih kasusnya, seperti uang Teman Ahok, atau rekening gendut Polri. Atau apa, kalau mau ayo bongkar semuanya,” kata Din di Kantor MUI, Jakarta, dikutip dari Hidayatullah.com, Rabu (23/2/2017).

Din menegaskan, hanya ada dua pilihan, yaitu bongkar semua kasus serupa tanpa pilih kasih atau hentikan kasus tersebut.

“Saya berharap itu tidak dilanjutkan oleh Polri. Agar tidak menambah sesak dada umat Islam dengan ketidakadilan,” ujarnya.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengingatkan, jika aparat berlebihan dalam menegakkan hukum, apalagi sampai tidak adil. Semua itu akan kembali ke dirinya sendiri. “Saya berharap Polri jernih melihat ini,” tandasnya.

Sumber: Hidayatullah.com

Rebut Kembali Kota Utara Mokha, Jenderal Yaman Tewas Dihantam Rudal Houthi

YAMAN (jurnalislam.com) – Sumber mengkonfirmasi ke Al Arabiya bahwa tentara Yaman telah kembali menguasai kota Yakhtul di utara Mokha. Selanjutnya, pasukan Tentara Nasional Yaman juga mendominasi pegunungan di sebelah timur Mokha pada Rabu subuh (22/02/2017), setelah pertempuran sengit berlangsung selama sekitar 24 jam melawan kelompok-kelompok milisi Syiah Houthi, menurut sumber-sumber militer di Taiz.

Sebuah rudal balistik yang ditembakkan oleh pemberontak Houthi Yaman pada pertempuran tersebut menewaskan wakil kepala staf militer negara itu, kata para pejabat.

Para pejabat militer Yaman mengatakan rudal itu menghantam titik berkumpulnya para komandan militer. Sebanyak tujuh perwira tewas, termasuk al-Yafie, dan 25 lainnya luka-luka, kata mereka, berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Perdana Menteri Yaman Ahmed Abdu Dagher menyatakan belasungkawa di Twitter setelah serangan itu, mengatakan “akhir bagi musuh sudah dekat.”

Selama pertempuran, sedikitnya sembilan pemberontak Syiah Houthi juga tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah serangan koalisi. Angkatan Tentara Nasional maju menuju kamp Khaled di distrik Mawza didukung serangan udara berat dari pesawat koalisi Arab.

Sebuah sumber militer menjelaskan bahwa Tentara Nasional terus mencetak kemajuan ke arah Direktorat timur Mokha yang terletak antara provinsi Taiz dan al Hudaydah untuk benar-benar memblokir pasokan bagi kelompok-kelompok milisi.

Mokha, sebuah pelabuhan Laut Merah yang strategis, menyaksikan pertempuran sengit antara Syiah Houthi yang didukung Iran bersama pasukan sekutu yang setia kepada Presiden Ali Abdullah Saleh yang terguling melawan pasukan pro-pemerintah.

Puluhan ribu orang baru-baru ini mengungsi menghindari pertempuran di sepanjang pantai barat.

Liga Arab Kutuk Hukuman Ringan Serdadu Zionis Elor Azaria

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Liga Arab pada hari Rabu (22/02/2017) mengutuk hukuman 18 bulan penjara yang dijatuhkan pengadilan Israel terhadap seorang prajurit yang menembak mati seorang penyerang Palestina yang tengah terluka, mengatakan hukuman tersebut mencerminkan “rasisme”, World Bulletin melaporkan.

Dia juga menerima 18 bulan penangguhan hukuman dan diturunkan dari sersan ke prajurit.

“Putusan pengadilan militer Israel mengekspos tingkat pengabaian Israel terhadap darah dan nyawa warga Palestina … dan memperdalam rasisme di lembaga pendudukan,” kata blok beranggotakan 22 negara tersebut dalam sebuah pernyataan.

Penembakan di kota Hebron, Tepi Barat itu tertangkap di video oleh kelompok hak asasi dan tersebar luas secara online. (baca juga: Pembunuh Berdarah Dingin ‘Elor Azaria’ Hanya Dihukum Ringan Pengadilan Militer Israel)

Video ini menunjukkan Sharif, 21 tahun, terbaring terluka parah di tanah, ditembak bersama dengan seoarng warga Palestina lain dengan tuduhan menusuk dan melukai seorang prajurit, kata militer.

Azaria kemudian menembaknya di kepala tanpa ada provokasi yang jelas sebelumnya.

Kasus yang terjadi dengan latar belakang gelombang perlawanan rakyat Palestina dengan serangan pisau, pistol dan penabrakan mobil oleh warga Palestina yang meletus pada bulan Oktober 2015.

Beberapa kelompok zionis membela prajurit yang berwarga Negara Prancis-Israel tersebut, tetapi militer mengatakan sidang itu penting untuk menjaga reputasi lembaga, namun warga Palestina menganggap pengadilan itu hanya lelucon.