Berita Terkini

Hayat Tahrir al Sham dan Oposisi Lancarkan Serangan Besar pada Posisi Rezim Assad di Hama

HAMA (Jurnalislam.com) – Faksi jihad Suriah melancarkan operasi militer besar-besaran di desa-desa Hama utara menggempur posisi pasukan rezim Syiah Assad pada Selasa malam (21/03/2017). Para pejuang mampu membuat kemajuan yang cepat dan mengontrol beberapa kota dan titik strategis setelah 12 jam pertempuran.

Koresponden ElDorar, Rabu (22/03/2017), menegaskan bahwa faksi-faksi yang beroperasi di dua pertempuran “Qul Emalo & Fi Sabil Allah Namdi” adalah; Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Jaysh al-Ezza, Jaysh al-Naser dan Abnaa ‘al-Sham mengambil alih kota Soran, Khattab, Rahba Khattab dan Ma’ardis berikut tank tempur dan gudang militer milik rezim.

Setelah serangan diluncurkan di jembatan Soran, faksi berhasil memblok jalan antara kota Mahradah dan Hama utara selain merebut kontrol beberapa wilayah Al-Shir dan Al-Safouh di Rabu pagi.

Hayat Tahrir al Sham dan Oposisi Kembali Serang Ibukota Suriah

Jaysh al-Naser mengumumkan penghancuran dua pesawat tempur rezim di awal serangan dalam pangkalan udara militer Hama setelah menargetkan daerah dengan lebih dari 40 roket Grad, sementara Jaysh al-Ezza merebut tank T-72 dan sejumlah besar amunisi.

Operasi militer dari faksi revolusioner di desa-desa utara Hama bertepatan dengan serangan lanjutan pada posisi pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad di pinggir ibukota Suriah, serta pintu masuk Damaskus dekat Abbasiyah Square.

HTS: Peta Pergerakan Mujahidin di Hama
HTS: Peta Pergerakan Mujahidin di Hama

Kejanggalan Kasus Teroris: Dari Siyono Sampai Bom Bali

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Hampir setiap kasus bom teroris dinilai Direktur Pusat Studi Islam dan Pancasila Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ma’mun Murod Al-Barbasy menyisakan kejanggalan yang selalu berulang. Hal itu kerap mengundang kritik dan tanda tanya publik yang berakibat muncul gugatan publik.

Ma’mun menjelaskan, gugatan publik sebenarnya sudah mulai terasa sesaat munculnya kasus Siyono yang meninggal secara tidak wajar di tangan Densus 88. Kasus Siyono mendapat perhatian dan gugatan banyak pihak karena terjadi kejanggalan.

PP Muhammadiyah misalnya, sampai harus menurunkan Tim Forensik untuk mengusut kematian guru TPQ ini. “Hasilnya, kematian Siyono diyakini tidak wajar,” terang Ma’mun saat Diskusi Publik tentang Deradikalisasi Paham Keagamaan di Indonesia, UMJ, Jakarta, Rabu (22/3/2017) sebagaimana dikutip republika.

(Baca juga: Ayah Siyono Sebut Keadilan Bukan untuk Kaum Kecil)

Ia menerangkan, ditemukan banyak tanda kekerasan di tubuh Siyono, dari kepala hingga kakinya. Tim Forensik tidak menemukan adanya perlawanan dari Siyono seperti klaim pemeriksaan Densus 88. Pada tubuh ayah 5 anak ini juga dipastikan tidak ditemukan adanya luka akibat tindakan defensif atau pemberontakan.

Dijelaskan dia, selain itu, kasus bom ricecookerjuga mendapat gugatan masyarakat. Bahkan, sampai ada yang menyebutnya sebagai rekayasa. Seperti pada kasus-kasus bom teroris sebelumnya, kasus bom ricecooker juga menyisakan kejanggalan yang memancing nalar publik untuk menggugatnya.

“Dalam kasus bom ricecooker misalnya, konon bom ini dibawa langsung dari Solo sudah dalam keadaan rakitan dan mampir dulu di Bekasi. Ini saja sudah merupakan kejanggalan tersendiri,” jelasnya.

(Baca juga: Setahun Kasus Siyono dan Tekad Suratmi Mencari Keadilan)

Menurutnya,.jarak tempuh Solo-Bekasi cukup jauh. Kalau bom tersebut dibawa melalui pesawat terbang tentu tidak mungkin, sebab akan ketahuan. Sementara, jika bom dibawa melalui jalan darat, kata dia, maka harus menempuh perjalanan sekurang-kurangnya selama 12 jam.

Ia mengungkapkan, apakah tidak akan membahayakan kondisi bom yang sudah dalam posisi rakitan jika dibawa melalui jalan darat. Selain itu, melihat tampilan orang yang diduga akan meledakkan Istana Negara juga tidak cukup meyakinkan. “Tentu semakin menambah kejanggalan bahwa bom ricecooker murni kerjaan teroris tanpa rekayasa,” katanya.

Lebih dari itu, dikatakan juga oleh Densus 88 bahwa daya ledak bom ricecooker melebihi TNT. Hal ini semakin menambah kejanggalan karena di Indonesia yang memproduksi peledak jenis TNT hanya Pindad. Apakah kepolisian berani menuduh Pindad berada di belakang bom riceooker.

Menurutnya, pasti polisi akan menolaknya sebagaimana ketika menolak pandangan banyak pihak dalam kasus Bom Bali. Dengan berbagai alat bukti dan data-data pendukung lainnya, ada yang berkeyakinan bahwa ada kekuatan asing yang terlibat dalam kasus Bom Bali dengan mengorbankan Amrozi dan kawan-kawannya.

Sebaliknya, lanjutnya, kepolisian tetap bersikeras dengan kronologi yang dibuatnya, bahwa Bom Bali dibuat dan dirakit secara tradisional oleh Amrozi dan kawan-kawannya dengan bahan baku bom yang dibeli dari Surabaya.

“Sebuah kronologi yang sulit dinalar. Bagaimana mungkin bom yang meledak begitu dahsyat bahkan banyak pihak menduga sebagai jenis bom C4 atau SDAM yang hanya dibuat di negara-negara yang sangat terbatas,” pungkas Ma’mun.

Sumber: Republika Online

Hayat Tahrir al Sham dan Oposisi Kembali Serang Ibukota Suriah

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Faksi-faksi Jihad dan Oposisi Suriah kembali menyerbu area yang dikuasai rezim Nushairiyah Assad di timur laut Damaskus untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir, sumber di kedua belah pihak mengatakan, dalam serangan paling berani di ibukota Suriah dalam beberapa tahun yang dilancarkan oleh jihadis dan pejuang oposisi, Aljazeera melaporkan, Selasa (21/03/2017).

Juru bicara salah satu kelompok oposisi utama yang terlibat dalam serangan itu mengatakan serangan baru dimulai pada 0300 GMT, menargetkan area yang telah mereka rebut sebelumnya dari kontrol pasukan rezim pada hari Ahad sebelum dipaksa mundur.

“Kami meluncurkan serangan baru dan kami mengembalikan semua titik yang kami tinggalkan hari Senin. Kami mengendalikan garasi Abassiyin dan mulai menyerbunya,” Wael Alwan, juru bicara kelompok oposisi bersenjata Failaq al-Rahman, mengatakan kepada Reuters.

Failaq al-Rahman cabang dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) berjuang bersama koalisi mujahidin Suriah yang tergabung dalam Hayat Tahrir al Sham (HTS).

Sebuah sumber militer Suriah mengatakan bahwa para pejuang oposisi dan jihadis telah memasuki daerah tersebut, meledakkan bom mobil pada awal serangan. Sumber itu mengatakan kelompok oposisi dan jihadis yang telah memasuki daerah itu dan terlibat dalam pertempuran sengit”.

Inilah Rincian Serangan Hayat Tahrir al Sham dan Ahrar al Sham di Damaskus

Para pejuang juga melancarkan serangan dari kubu Timur Ghouta di sebelah timur ibukota.

Pasukan rezim Assad telah meningkatkan operasi militer terhadap Timur Ghouta dalam beberapa pekan terakhir, berusaha memperketat penjagaan di sana. Serangan faksi perlawanan sebagian bertujuan untuk menghantam pertahanan rezim disana.

Pertempuran difokuskan di sekitar area Abassiyin di timur laut distrik Jobar, sekitar 2 km sebelah timur dari tembok Kota Tua, di persimpangan jalan utama yang menuju ke ibukota.

Monitor melaporkan ledakan besar saat fajar diikuti oleh bentrokan sengit, penembakan dan serangan udara rezim terhadap posisi pejuang Suriahi.

Diberondong Tembakan Milisi Syiah Houthi, Gubernur Yaman Ini Lolos dari Maut

YAMAN (Jurnalislam.com) – Gubernur provinsi selatan Yaman Ad-Dali selamat dari upaya pembunuhan pada hari Selasa (21/03/2017), menurut sumber lokal, lansir World Bulletin.

Fadl al-Jaadi dihujani tembakan pasukan Houthi saat mobilnya melintas dekat sebuah kamp militer di kota Ad-Dali.

Gubernur tidak terluka serius dalam serangan, yang juga melukai dua rekannya, kata sumber itu.

Al-Jaadi diangkat sebagai gubernur Ad-Dali pada pertengahan 2015 oleh Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Pasukan pemerintah menguasai sebagian besar provinsi Ad-Dali, sedangkan pemberontak Syiah Houthi mengendalikan beberapa daerah di provinsi ini.

Yaman jatuh ke perang pada tahun 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi dan pasukan sekutu mantan Presiden Ali Abdullah Saleh menyerbu ibukota Sanaa dan wilayah Yaman lainnya.

Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan serangan udara luas untuk membalikkan keuntungan militer Houthi dan menopang pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

Pembicaraan damai yang ditengahi PBB antara pemerintah dan pemberontak Houthi gagal menyelesaikan konflik, di mana 10.000 orang tewas dan sekitar tiga juta lainnya menjadi pengungsi, menurut perkiraan PBB.

 

Panglima Perang Syiah Hizbullah Tewas Dibunuh Pasukannya Sendiri di Suriah

BEIRUT (Jurnalislam.com) – Panglima Perang Syiah Hizbullah di Suriah Tewas dibunuh oleh pasukannya sendiri atas perintah pemimpin kelompok Hassan Nasrallah, menurut intelijen zionis pada Selasa (21/03/2017), Middle East Eye melaporkan.

Gadi Eisenkot, seorang jenderal militer Israel, mengatakan dalam sebuah konferensi di Netanya bahwa Mustafa Badreddine tewas di tangan pasukannya sendiri, dan mengatakan pembunuhan itu menyoroti “kedalaman krisis internal dalam Hizbullah” dan mengkhianati “tingkat kekejaman, kompleksitas dan ketegangan antara Hizbullah dan pelindungnya, yaitu Iran”.

Seorang pejabat militer zionis mengatakan kepada kantor berita AP bahwa Israel meyakini perintah untuk membunuh Badreddine, dikenal dengan nom de guerre “Zulfikar”, diberikan oleh Hassan Nasrallah. Namun pejabat Israel itu tidak memberikan bukti,.

AP mengatakan intelijen Israel percaya Badreddine bermusuhan dengan komandan militer Iran di Suriah karena kerugian berat Hizbullah.

Eisenkot mengatakan pembunuhan Badreddine menunjukkan Hizbullah menderita “krisis internal atas apa yang mereka pertaruhkan, krisis ekonomi dan krisis kepemimpinan”.

Klaim itu muncu beberapa pekan setelah Middle East Eye melaporkan pasukan Syiah Hizbullah yang mengatakan bahwa seorang pria bernama “Zulfikar” telah membunuh beberapa pasukan garda revolusi Syiah Iran dalam insiden di Tell Eiss, selatan Aleppo, selama konflik atas kurangnya dukungan Iran dalam pertempuran untuk ibukota provinsi tersebut.

Pada saat kematiannya wakktu lalu, kelompok itu mengatakan Badreddine tewas dalam ledakan kuat di salah satu pusat dekat Bandar Udara Internasional Damaskus.

Namun tidak ada catatan bahwa serangan terjadi pada saat itu dan tidak ada kelompok oposisi yang mengklaim serangan.

Sementara militer Syiah Hizbullah mengatakan Badreddine adalah “pemimpin perang besar”, dan mengatakan bahwa mujahidin Suriah penyebab atas kematiannya, meskipun anggota parlemen Hizbullah, Nawar al-Saheli, mengaitkan serangan itu ke Israel, dan bersumpah bahwa “pembalasan akan terjadi pada waktu yang tepat” .

AS Keluarkan Larangan Penumpang Muslim Bawa Perangkat Elektronik ke dalam Pesawat

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS pada hari Selasa (21/03/2017) mengeluarkan peraturan ketat untuk penumpang muslim yang membawa perangkat elektronik ke dalam pesawat.

Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan pembatasan akan berlaku untuk penerbangan dari 10 bandara asing di delapan negara mayoritas Muslim, termasuk Bandara Internasional Istanbul Ataturk, Anadolu Agency melaporkan.

Peraturan ini mengutip “evaluasi intelijen” baru yang menyimpulkan kelompok militan terus menargetkan penerbangan komersial dengan “menyelundupkan alat peledak di berbagai barang-barang konsumen”.

Inggris kemudian mengeluarkan larangan serupa di semua penerbangan dari bandara Turki, Lebanon, Mesir, Arab Saudi, Yordania dan Tunisia.

Bagi orang-orang yang berangkat dari bandara-bandara yang dimaksudkan oleh AS tersebut, perangkat-perangkat yang lebih besar dari telepon seluler, seperti tablet, pemutar DVD portabel, laptop dan kamera, dilarang masuk ke dalam kabin tetapi dapat ditempatkan di bagasi.

Perangkat medis diizinkan tetapi masih harus dipindai sebelum dibawa masuk kabin.

Selain Ataturk, AS menerapkan peraturan bagi bandara berikut: Bandara Internasional Ratu Alia Jordan; Bandara Internasional Kairo; Bandara Internasional King Abdul Aziz dan Bandara Internasional King Khalid di Arab Saudi; Bandara Mohamed V Maroko; Bandara Internasional Hamad di Qatar; Bandara Internasional Dubai dan Abu Dhabi di UAE; dan Bandara Internasional Kuwait.

Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan “sebagian kecil dari penerbangan” menuju AS akan terpengaruh dan peraturan akan tetap diberlakukan sampai ancaman menurun.

27 Warga Sipil Mosul Tewas dalam Serangan Udara Koalisi AS

MOSUL (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 27 warga sipil tewas dalam serangan udara koalisi pimpinan AS dan bom pinggir jalan di Mosul barat, di mana pasukan Irak berperang dengan kelompok Islamic State (IS) dari daerah, menurut seorang aktivis Irak, lansir World bulletin, Selasa (21/03/2017).

Pesawat-pesawat tempur koalisi menyerang dua rumah di distrik Bab al-Baid di Mosul barat, Senin, menewaskan 22 warga sipil, kata Saeed Abad.

“Para korban masih terkubur di bawah puing-puing, tim pertahanan sipil tidak dapat mengevakuasi mereka karena pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan pasukan IS masih berlangsung,” katanya.

Abad mengatakan insiden itu terjadi saat pesawat tempur koalisi mencoba untuk menargetkan penembak jitu IS di atap rumah.

Koalisi pimpinan AS belum mengomentari laporan tersebut.

Sementara itu, lima warga sipil tewas ketika sebuah bom pinggir jalan meledak di Mosul barat, menurut Petugas Rapid Response Abdullah al-Alaf.

Dia mengatakan pemboman itu terjadi saat sejumlah warga sipil berusaha melarikan diri dari Mosul barat ke daerah yang dikuasai militer di kota.

“Lima belas warga sipil lainnya, sebagian besar perempuan, terluka dalam ledakan itu,” katanya.

Pada pertengahan Februari, pasukan Irak – yang didukung oleh koalisi udara pimpinan AS – mulai meluncurkan operasi baru pada IS dari Mosul barat, kubu terakhir mereka di utara kota.

Serangan itu merupakan bagian dari operasi militer Irak lebih luas yang diluncurkan Oktober lalu untuk merebut kembali seluruh kota, yang diserbu IS pada pertengahan 2014.

Kasus Social Kitchen, Ranu Muda Tegaskan Kehadirannya Murni Liputan

Ranu Muda: Saya Hadir Karena Sedang Meliput

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Salah seorang terdakwa kasus perusakan kafe Social Kitchen Solo, Ranu Muda Adi Nugroho yang merupakan wartawan media Islam Panjimas.com, membantah dirinya sebagai anggota Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS).

Ranu menegaskan keberadaannya di TKP hanya untuk meliput audiensi yang dilakukan LUIS dengan pihak Kafe terkait pelanggaran perda jam malam oleh kafe tersebut.

“Saya hanya meliput, saya berangkat individu pribadi,” katanya kepada Islamic News Agency (INA) usai menjalani sidang Perdana di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/3/17).

Ranu yang juga merupakan anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menegaskan bahwa tuduhan tersebut sangat salah, karena ia datang sesuai profesi seorang wartawan.

Ranu mengatakan, kehadirannya di TKP atas undangan resmi Humas LUIS untuk melakukan peliputan. Selain Ranu, beberapa wartawan juga turut diundang namun pada saat itu tidak ada yang hadir.

“Tuduhan itu sangat kurang relevan karena beberapa wartawan juga diundang saat itu,” tambah Ranu.

Sementara itu, Ahmad Widad, Pimpinan Umum Panjimas.com membenarkan bahwa Ranu adalah wartawan dari media tersebut. Widi sapaan akrabnya, menegaskan bahwa saat itu Ranu murni tengah melakukan tugas peliputan.

“Ranu tidak pernah ikut rapat dia hanya diundang,” tegasnya.

Widi juga mengatakan bahwa Ranu sama sekali tidak termasuk dalam anggota LUIS.

Reporter: Ali Muhtadin | INA

Surat Dakwaan Tidak Jelas, Ranu Muda Akan Ajukan Eksepsi

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sidang perdana kasus perusakan di Kafe Sosial Kitchen Solo yang menyeret wartawan Panjimas.com, Ranu Muda Adi Nugroho bersama tujuh anggota Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), digelar di Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/3/17) siang.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) mereka didakwa 5 pasal sekaligus, salah satunya pasal 170 ayat 1 tentang menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama.

Ranu Muda dan Anggota LUIS Didakwa 5 Pasal Sekaligus

Namun, Ranu Muda bersama penasehat hukumnya menyatakan akan melakukan surat keberatan atau eksespi atas dakwaan tersebut.

“Kami akan melaukan esksepsi karena materi dakwaan yang disusun kejaksaan sangat absurd dengan realita yang ada,” ungkap Ranu saat ditemui Islamic News Agency (INA) di ruang tahanan usai sidang.

Ranu juga mengaku bahwa apa yang didakwakan kepadanya sangat jauh berbeda dengan rekonstruksi.

Sementara itu, penasehat hukumnya, Anies menyatakan bahwa surat dakwaan oleh JPU tidak layak.

“Teknis penyusunan dakwaan bagi kami tidak layak untuk memenuhi persyaratan KUHP,” tegasnya.

Di lain pihak, Humas LUIS, Endro Sudarsono juga menegaskan bahwa surat dakwaan tersebut tidak jelas.

“Karena ridak digambarkan secara jelas kami berbuat apa kerusakan ada, korban ada, tapi kami tidak melakukan itu,” bantahnya.

Rencananya, surat eksepsi tersebut akan diajukan pada sidang lanjutan kasus tersebut di PN Semarang pada Rabu (29/3/17) mendatang.

Reporter: Ali Muhtadin | INA

Saksi Ahli Agama Kubu Ahok Dinilai Tak Layak Berikan Kesaksian

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Koordinator Persidangan Tim Advokasi GNPF MUI, Nasrullah Nasution menyatakan, majelis hakim akan mengenyampingkan keterangan Ahli agama terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia mengungkapkan beberapa alasan mengapa keterangan KH Ahmad Ishomuddin, ahli agama versi Ahok ini layak untuk tidak dipertimbangkan.

“Pertama, Ahli Agama versi Ahok ini bukanlah Ahli Tafsir melainkan mengaku sebagai Ahli Fiqih sehingga apa yang ditafsirkannya tidak layak dipertimbangkan,” katanya seusai menghadiri sidang kelimabelas Ahok di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Kedua, kata dia, Ahli Agama versi Ahok ini sebagai Ahli Fiqih telah keluar dari ranah keahliannya dengan mengatakan bahwa Ahli yakin tidak ada unsur kesengajaan Ahok untuk menista agama Islam, yang seharusnya hal ini menjadi domain kewenangan hakim.

“Ketiga, sebelum memberikan keterangannya hari ini, Ahli Agama versi Ahok tersebut mengakui dalam persidangan telah melakukan briefing terlebih dahulu dengan Tim Penasehat Hukum Ahok sehingga keterangannya sudah berpihak dan tidak lagi kompeten disebut sebagai Ahli,” papar praktisi hukum ini.

(Baca juga: Ahli Agama Islam Kubu Ahok Sebut Al Maidah 51 Sudah Tidak Relevan)

“Ahli agama versi Ahok ini tidak kompenten menjadi Ahli karena ikut briefing Tim Ahok sebelum sidang, sudah memihak sebelum memberikan keterangan wajar saja kalau keterangannya ngawur begitu,” jelas Nasrulloh.

Reporter: HA