Berita Terkini

Serangan Bom Hantam Konvoi Pengungsi Syiah di Rashidin, Barat Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sebuah ledakan besar telah menewaskan dan melukai ratusan orang dalam sebuah serangan di dekat bus yang membawa orang-orang yang dievakuasi dari dua desa Syiah pada hari Sabtu (15/4/2017).

Ledakan tersebut terjadi pada hari Sabtu di Rashidin, sebelah barat Aleppo, menargetkan penduduk yang sedang menunggu untuk menyeberang dari kota Syiah Fouaa dan Kefraya yang dikuasai oposisi ke kota yang dikuasai rezim Assad di bawah kesepakatan yang dicapai antara rezim Assad dan faksi-faksi jihad Suriah.

Sebuah laporan di televisi rezim Suriah mengatakan sedikitnya 39 orang tewas dalam ledakan tersebut. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris melaporkan korban tewas berjumlah 43 orang.

Meskipun tidak ada konfirmasi mengenai apa yang menyebabkan ledakan tersebut, SOHR mengatakan seorang “pembom martir” diduga menggunakan sebuah van yang digunakan untuk membawa persediaan bantuan memasuki wilayah tersebut.

Reporter Al Jazeera Adham Abul Hussam, melaporkan dari tempat kejadian, mengatakan puluhan mayat memadati tanah dan ambulans dipenuhi korban.

“Tim pertahanan sipil mengevakuasi mayat dan mencari korban selamat. Banyak bus hancur total,” katanya.

Gambar yang ditampilkan di media rezim menunjukkan akibat dari ledakan tersebut, dengan tubuh yang terbakar dan api menghasilkan asap hitam tebal.

Bus tampak menghitam akibat ledakan dan jendela mereka hancur.

“Tampaknya ledakan terjadi di depan konvoi, yang berjumlah sekitar 70 bus. Ternyata kejadian itu terjadi di daerah di mana orang yang sakit dan terluka dipindahkan atau ditukar,” kata Hoda Abdel-Hamid, Al Jazeera, melaporkan, dari Antakya di Turki.

“Kami menyaksikan bahwa korban berjumlah puluhan… di antaranya wanita dan anak-anak dan beberapa mujahidin yang ada di sana untuk mengawal konvoi tersebut.”

Serangan tersebut terjadi saat ribuan pengungsi dari kota terkepung Fouaa dan Kefraya yang dikuasai mujahidin menunggu untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Aleppo yang dikendalikan rezim Syiah Assad.

Begini Kesepakatan Faksi Jihad Suriah dengan Garda Revolusi Iran dan Hizbullah di Idlib

Lebih dari 5.000 orang yang tinggal di bawah pengepungan selama lebih dari dua tahun meninggalkan kedua kota tersebut, dan 2.200 warga Sunni dievakuasi dari wilayah Madaya dan Zabadani, provinsi pesisir Latakia, atau ibukota Damaskus yang dikuasai rezim Syiah Nushairiyah menuju daerah yang dikendalikan oposisi, pada hari Jumat.

Ribuan pengungsi dari Fouaa dan Kefraya terjebak di jalan di Rashidin saat ledakan tersebut terjadi.

Evakuasi tersebut, yang ditengahi oleh sekutu rezim yaitu Iran dan oposisi yaitu Qatar, dijadwalkan untuk lebih dari 30.000 orang diungsikan dalam dua tahap.

Kesepakatan tersebut telah menetapkan bahwa pada tahap pertama 8.000 orang, termasuk 2.000 pasukan rezim, meninggalkan kedua kota tersebut. Namun hanya 5.000 yang pergi, termasuk 1.300 pasukan, SOHR mengatakan.

Para pengungsi dibiarkan terdampar saat muncul perbedaan mengenai jumlah pasukan pemerintah yang pergi, kata seorang sumber oposisi, menolak untuk menjelaskan karena “negosiasi sedang berlangsung”.

Ribuan pengungsi dari Madaya dan Zabadani juga terjebak di Ramousa yang dikendalikan pemerintah, sebelah selatan Aleppo.

Mohamed Darwish, seorang dokter dari Madaya, mengatakan kepada Al Jazeera melalui telepon bahwa ketakutan meningkat di kalangan warga sipil di dalam bus di Ramousa.

“Banyak yang ketakutan di bus kami, terutama karena pasukan rezim dan milisi Syiah ada di sekitar kita,” katanya.

“Kami berharap PBB, Turki, Qatar, Iran, semua pihak yang mendukung kesepakatan ini akan menjaga warga sipil dan memastikan mereka semua selamat.”

Kesepakatan untuk mengevakuasi kota-kota tersebut adalah yang terbaru dalam serangkaian kesepakatan semacam itu, yang disebut-sebut oleh rezim Assad sebagai cara terbaik untuk mengakhiri pertempuran. Oposisi mengatakan bahwa mereka dipaksa keluar oleh pengepungan dan pemboman.

Rezim Suriah dan milisi Syiah Internasional didukung serangan udara brutal Rusia telah merebut kembali kubu utama mujahidin di Aleppo timur sejak intervensi militer Moskow pada bulan September 2015.

Novel Baswedan dalam Pusaran Benang Kusut Kekuasaan

JURNALISLAM.COM – Ba’da subuh tepatnya 3 hari lalu publik dikejutkan kejadian yang begitu memilukan, salah satu anak terbaik bangsa harus merasakan sakit yang sungguh luar biasa akibat perbuatan teror biadab yang dilakukan oleh dua pelaku misterius atas titah sang majikan. Peristiwa ini menambah deretan kado pilu negeri ini di tengah miskinnya nilai integritas serta kejujuran yang melanda para elit kekuasaan.

Novel Baswedan merupakan Penyidik KPK yang berdedikasi tinggi, berintegritas yang dikapasitaskan sebagai musuh oleh para koruptor. Perlu kita akui rentetan kasus korupsi besar yang melibatkan para elit pemangku kebijkan berhasil diungkap dan diseret ke meja pesakitan. Dan baru-baru ini publik pun dikejutkan dengan skandal mega proyek E-KTP. Novel Baswedan terlibat dalam penanganan kasus tersebut.

Hingga saat ini, proses kasus masih bergulir, secara politik tentu begitu mengancam bangunan kekuasaan yang sudah dibangun oleh penguasa dan para kompradornya. Para kader partai penguasa yang hari ini berada dalam tampuk elit kekuasaan eksekutif maupun legislatif diindikasi terlibat dalam skandal mega proyek tersebut. Tidak usah sebut nama, publik pun tahu siapa saja pejabat yang terlibat dalam pusaran skandal tersebut.

Proses penyidikan kasus yang ditangani Novel Baswedan akan membuka kotak pandora yang selama ini terkunci rapat. Tentu jika kasus ini dibuka secara terang benderang akan meruntuhkan wibawa kekuasaan. Hadirnya KPK, terlepas dari pro dan kontra mampu menjadi oase di tengah keringnya pengananan korupsi yang begitu massif.

Lembaga anti rasuah ini menjadi lebih populer di hadapan public. Kinerja KPK dalam melumpuhkan para koruptor terbukti ampuh dibanding lembaga penegak hukum lainya terutama yang memiliki anggaran besar tetapi tidak mampu menuntaskan penanganan skandal kasus besar. Maka tidak heran ketika ada wacana pembubaran KPK, revisi UU KPK yang berujung pada pelemahan KPK, ini merupakan strategi mereka untuk menjaga stabilitas kekuasaan. Sebab KPK dianggap sebagai “kuda troya” alat kontrol kekuasaan paling efektif yang disinyalir akan menghancurkan kekuasaan dari dalam. Tetapi gelombang perlawanan publik yang masif masih mengokohkan posisi KPK sampai detik ini.

Mengaitkan teror yang dialami Novel Baswedan dengan kasus-kasus besar yang ditanganinya tidaklah mutlak menjadi salah. Sebab sudah banyak contoh kasus serupa di negeri ini yang polarisasi pembungkamannya memiliki kesamaan, ketika penanganan kasus-kasus besar yang ada irisan dengan penyelenggara kekuasaan dipaksa berhenti dengan cara konspiratif maupun represif, konspiratif dengan cara mengkriminalisasi dengan kasus yang tidak objektif.

Kalau cara ini tidak mempan, maka strategi refresif dilakukan dengan cara melukai bahkan menghilangkan nyawa. Dua strategi ini sudah dirasakan oleh Novel Baswedan. Maka penanganan kasus ini tidak cukup hanya dengan empati para elit kekuasaan. Agar kasus ini menjadi happy ending, aparat penegak hukum harus berani mengungkap aktor intelektual di balik kasus teror yang menimpa Novel Baswedan.

Meminjam kalimat bangsawan Inggris, Lord Acton: Power Tend to corrupt: kekuasaan cenderung korup. Kutipan tersebut kiranya menjadi gambaran dengan apa yang mendera negeri ini. Penyalahgunaan kekuasaan lazim dilakukan untuk melanggengkan kekuasaan, tindakan teror terhadap Novel Baswedan merupakan fenomena de javu yang tak pernah jelas ujung penanganannya. Kasus-kasus serupa sebelumnya selalu menggantung tanpa ujung.

Tragedi ini merupakan pesan ancaman dari para penjaga kekuasaan bagi mereka yang menganggu aktivitas persekongkolan jahatnya. Sebab mereka sadar membangun kekuasaan menghabiskan materi dan energi yang luar biasa besar. Maka si empunya kekuasaan beserta para sengkuninya akan habis-habisan menjaga kekuasaan dengan menghalalkan cara apapun.

Rekam jejak sejarah telah membuktikan, tatkala kekuasaan dibangun atas pijakan khianat maka akan menjadi bom waktu yang meruntuhkan kekuasaan tersebut. Kiranya para pemimpin negeri serta para penyelenggara kekuasaan patut merenungkan pesan Nabi SAW akan ancaman bagi pemimpin yang dzalim terhadap rakyatnya,

“Barangsiapa yang diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian ia tidak mencurahkan kesetiaannya, maka Allah haramkan baginya surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Wallahu a’lam.

 

51 Pasukan Assad Tewas dalam Pertempuran di Timur Ghouta dan Damaskus

SURIAH (Jurnalislam.com) – Mujahidin Al-Ghouta mengejutkan rezim Syiah Assad dengan sebuah serangan, pada Jumat subuh (14/04/2017), dan berhasil menguasai beberapa titik di daerah antara Ghouta Timur dan Damaskus timur, yang menimbulkan kerugian materi dan jiwa.

Menurut koresponden ElDorar AlShamia serangan ini terjadi di peternakan Harasta dan pinggiran distrik barat Qaboun, Damaskus untuk mendapatkan kembali daerah-daerah yang direbut pasukan Syiah Assad dalam pertempuran yang sedang berlangsung di wilayah tersebut selama beberapa pekan.

20 Pasukan Syiah Assad Tewas dalam Pertempuran di Timur Damaskus

Koresponden ElDorar mengkonfirmasi bahwa pertempuran tersebut berakibat terbunuhnya 51 pasukan rezim Nushairiyah, kebanyakan dari mereka baru direkrut oleh rezim setelah diculik dari wilayah Damaskus dan pedesaannya. Faksi-faksi revolusioner juga mampu menghancurkan dan mengendalikan 8 tank dan menahan beberapa prajurit.

Rezim Syiah Suriah meluncurkan operasi militer di wilayah Harasta, Barzeh dan Qaboun untuk mengisolasi kota-kota timur dan desa-desa Ghouta di timur Damaskus, yang merupakan jalan keluar bagi orang-orang yang terkepung di Ghouta.

Korea Utara Siap Perang Hadapi AS

PYONGYANG (Jurnalislam.com) – Seorang pejabat Korea Utara mengatakan negaranya siap berperang jika Amerika Serikat menyerang saat sebuah kelompok pengangkut pesawat tempur AS sedang bergerak menuju wilayah mereka. Ada spekulasi bahwa Pyongyang akan melakukan uji coba senjata nuklir keenam pada hari Sabtu (15/4/2017).

Wakil Menteri Luar Negeri Han Song-ryol mengatakan kepada Associated Press bahwa Korea Utara mengubah strategi militernya dua tahun lalu ketika ada laporan tentang “pemindahan” pelatihan serangan AS-Korea Selatan untuk menekankan tindakannya sendiri.

“Kami memiliki senjata nuklir yang kuat yang sudah ada di tangan kami, dan kami tentu tidak akan menahan tangan kami untuk menghadapi serangan awal AS,” katanya. “Apapun yang berasal dari AS, kita akan mengatasinya. Kami sepenuhnya siap untuk menanganinya.”

Dia bersumpah Korea Utara akan terus meningkatkan “kualitas dan kuantitas” persenjataan nuklirnya.

Ketegangan antara Pyongyang dan Washington kembali seperti saat Perang Korea 1950-1953, yang berakhir dengan gencatan senjata, bukan sebuah perjanjian damai.

Namun ketegangan telah meningkat dengan cepat sejak Presiden AS Donald Trump mulai menjabat pada bulan Januari.

Sejauh ini perang gabungan antara militer AS dan Korea Selatan tahun ini adalah yang terbesar.

Kapal induk USS Carl Vinson telah dialihkan kembali ke perairan di semenanjung Korea setelah menuju Australia, dan citra satelit AS menunjukkan bahwa Korea Utara dapat melakukan uji coba nuklir bawah tanah lagi kapan saja.

China mengatakan pada hari Jumat bahwa ketegangan atas Korea Utara harus dihentikan agar tidak mencapai tahap “ireversibel (tidak mungkin berbalik) dan tidak terkendali”, sementara media Jepang mengatakan bahwa pemerintah di Tokyo juga sedang membahas langkah untuk mengatasi kemungkinan banjir pengungsi Korea Utara.

Trump telah mengancam bahwa jika China tidak bersedia berbuat lebih banyak untuk menekan program nuklir dan misil Korea Utara, AS mungkin akan bertindak sendiri.

Militer Korea Utara menimpali pada hari Jumat dengan mengatakan bahwa pihaknya akan “menghancurkan Amerika Serikat dengan kejam” jika mereka memilih untuk menyerang.

“Tuntutan terberat kami terhadap AS dan pasukan vasalnya akan dilakukan tanpa ampun karena kami tidak membiarkan agresor bertahan,” kata kantor berita resmi Korea Utara KCNA mengutip militernya dalam sebuah pernyataan.

Korea Utara baru-baru ini menguji sebuah rudal balistik dan mengklaim bahwa mereka telah mendekati penyempurnaan rudal balistik antar benua dan hulu ledak nuklir yang dapat menyerang hingga ke daratan AS.

Koalisi Arab Serang Pelabuhan Yaman, 14 Pasukan Houthi Tewas

MAARIB (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 14 pemberontak Syiah Houthi tewas di kota pelabuhan Midi, Yaman barat, dalam serangan udara yang dilakukan oleh koalisi Arab yang dipimpin Saudi, menurut sebuah pernyataan pada hari Jumat (14/04/2017) yang dikeluarkan oleh militer Yaman, lansie Anadolu Agency.

“Milisi terbunuh Kamis malam ketika pesawat koalisi menargetkan konsentrasi Houthi di daerah tersebut,” pernyataan tersebut membacakan, menambahkan bahwa pasukan militer juga berhasil menggagalkan usaha Houthi untuk merebut kembali wilayah kota pelabuhan itu.

Juru bicara Houthi belum mengomentari pernyataan militer tersebut.

Beberapa pekan terakhir ini telah terjadi bentrokan sporadis di Midi antara Houthi dan pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

Pada tahun 2015, Houthi merebut Midi – yang terletak di provinsi Hajjah di Yaman barat – namun kemudian kehilangan sebagian besar kekuatan pro-pemerintah yang didukung oleh kekuatan koalisi pimpinan Saudi.

Pemerintah Yaman dan sekutu-sekutu Arabnya menuduh kelompok milisi Syiah menggunakan kota pelabuhan strategis untuk menyelundupkan senjata ke Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai pemberontak Houthi.

Yaman tetap dalam keadaan perang sejak tahun 2014, ketika pasukan Syiah Houthi dukungan Iran dan sekutu yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh menguasai Sanaa dan beberapa wilayah lain di negara tersebut.

Konflik tersebut meningkat satu tahun kemudian ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan serangan udara luas untuk membalikkan keuntungan militer Syiah Houthi dan menopang pemerintah pro-Saudi di negara tersebut.

Perancis: Pernyataan Assad 100 Persen Bohong!

PERANCIS (Jurnalislam.com) – Komentar Presiden Suriah Bashar al-Assad bahwa serangan senjata kimia pekan lalu adalah sebuah rekayasa untuk membenarkan serangan militer AS adalah “100 persen kebohongan”, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan pada hari Jumat (14/4/2017), lansir World Bulletin.

“Ini adalah 100 persen kekejaman dan kedustaan.”

Menteri Prancis mengikuti bahasa yang digunakan Assad, yang menolak laporan bahwa rezimnya melakukan serangan yang menewaskan 87 warga sipil, termasuk banyak anak-anak.

“Pasti, 100 persen menurut kita, itu fabrikasi (buatan),” kata Assad dalam wawancara tersebut.

Pemimpin rezim Syiah itu mempertanyakan apakah serangan tersebut benar-benar terjadi, dengan mengklaim bahwa “video palsu” dan “propaganda” digunakan untuk melawan pemerintahannya.

Menteri Prancis membuat pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

“Kenyataannya adalah bahwa lebih dari 300.000 orang telah meninggal, 11 juta orang telah mengungsi atau menjadi pengungsi, puluhan ribu telah ditempatkan di penjara Suriah dan sebuah negara telah hancur,” kata Ayrault.

“Itulah kenyataannya, ini bukan fantasi.”

Dia menekankan perlunya mengakhiri konflik dengan “gencatan senjata sesungguhnya, yang membatasi angkatan udara dan militer Suriah dan ditegakkan oleh masyarakat internasional.”

Heboh! Djan Faridz Ikhlas Mati Tak Disalati Demi Ahok-Djarot

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz, menyatakan dukungan kepada pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI. Dia siap menanggung konsekuensi dari pilihannya itu. Bahkan, dia rela jika meninggal nanti jenazahnya tidak disalati.

“Saya ikhlas kalau meninggal enggak disalati,” kata Djan Faridz saat menghadiri acara “Jakarta Berselawat” di Gedung Olahraga Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (14/4/2017) seperti dikutip Tempo.co.

“Nih Djan Faridz ikhlas mati enggak disalati,” tambahnya.

Sosok yang tengah menjadi sorotan akibat sikapnya ini menegaskan, ia rela jika yang mensalati atau mengurus jenazahnya dari kalangan ibu-ibu, asal memenangkan Paslon yang sedang menjadi terdakwa kasus penistaan agama itu.

“Yang salati nanti ibu-ibu saja ya. Mau enggak? Kalau mau, saya enggak takut,” ujar Djan Faridz, kepada peserta selawat yang kebanyakan kaum ibu.

Sebelumnya, sikap PPP melalui Djan Faridz untuk mendukung Ahok banyak menuai kritikan. Banyak pihak menilai, PPP telah mencederai tujuan dasar partai Ka’bah ini.

Bela TGB, Ribuan Umat Islam Tumpah Ruah di Islamic Center Mataram

MATARAM (Jurnalislam.com) – Kasus penghinaan setelah terhadap Gubernur NTB mendapat respon keras dari umat Islam di Mataram. Ribuan massa Aliansi Umat Islam NTB pada hari Jum’at (14/4/2017) berkumpul di Islamic Center Mataram usai shalat Jum’at mengecam penghinaan oleh Steven Hadisurya Sulistya kepada Gubernur NTB, TGB. M Zainul Majdi.

Meski SHS telah mengakui kesalahan dan melayangkan permohonan maaf kepada TGB, namun aksi ribuan massa Aliansi Umat Islam itu untuk menunjukkan bahwa umat Islam senantiasa menjaga marwah para ulama.

“Ini soal marwah dan kewibawaan pemimpin kita apalagi beliau seorang ulama. Boleh beliau memaafkan pelaku, tetapi tetap harus diproses hukum dan kita tidak boleh tinggal diam,” kata ketua AUI NTB, Deddy AZ sebagaimana dilansir suaranw.

Sebelumnya masyarakat Indonesia, khususnya warga Nusa Tenggara Barat (NTB) dibuat geram dengan kejadian tak mengenakkan yang dialami oleh ulama’ sekaligus Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi yang mendapatkan umpatan kasar dari seorang pengusaha muda bernama Steven Hadisurya Sulistyo. Peristiwa ini terjadi saat Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi ini melakukan atrian di Bandar Udara Changi, Singapura pada 9 April 2017 lalu.

Dimana Steven Hadisurya Sulistyo yang merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia itu mengeluarkan makian dan umpatan yang sangat tidak etis kepada Gubernur yang hafal Al Qur’an tersebut. Diawali salah paham antrian di bandara, Steven Hadisurya Sulistyo terus memaki-maki Muhammad Zainul Majdi. Bahkan setelah tahu yang dia maki adalah seorang gubernur, namun Steven terus melakukan penghinaan.

Reporter: Sirath

Penutupan STQ Ke-15 Jabar, Aher Ajak Masyarakat Jadikan Al Qur’an Sebagai Pedoman Hidup

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan (Aher), resmi menutup penyelenggaraan Seleksi Tilawatul Qur’an (STQ) ke-15 tingkat Provinsi Jawa Barat pada Kamis (13/4/17) malam, di Plaza Pusdai Bandung. Penutupan dilakukan dengan prosesi pemukulan bedug.

Dalam kesempatan itu, Aher berpesan agar Al Qur’an dijadikan sebagai pedoman hidup umat Islam untuk melahirkan generasi-generasi terbaik.

“Kita berharap pada momentum ini kita bisa menjadikan Al Quran sebagai rujukan pedoman hidup, karena kalau Al Qur’an sudah dijadikan pedoman hidup, maka insha Allah akan melahirkan generasi-generasi terbaik yang memiliki moral baik,” kata Aher kepada wartawan.

Hasil STQ ke-15 ini melahirkan 72 orang juara dari 6 kategori yang dilombakan. Juara terbaik I/II/II akan mendapat pembinaan sebelum nantinya mewakili Jawa Barat pada STQ nasional yang akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Utara mendatang. Ahmad Heriawan juga memberikan hadiah paket umroh pada empat orang qori dan qoriah melalui nama yang ditentukan. Hal tersebut dilakukan untuk menambah semangat pada peserta yang telah menjadi juara.

Juara terbaik I/II/III nantinya akan mendapat pembinaan terlebih dahulu sebelum berlaga di tingkat nasional. Pembinaan ini akan mulai dilakukan oleh panitia seleksi sebelum memasuki bulan Ramadhan nanti.

“Insha Allah sebelum memasuki bulan Ramadhan kita suda akan mulai pembinaan,” jelas Dadi Iskandar selaku ketua panitia STQ ke 15 kepada wartawan.

Berikut ini daftar pemenang STQ ke-15 Provinsi Jawa Barat. Dari enam kategori yang dilombakan melahirkan 72 orang juara, terdiri dari juara terbaik I/II/II sebanyak 36 orang dan juara harapan I/II/II sebanyak 36 orang.

Dari hasil yang diumumkan, menghasilkan juara terbaik I sebagai berikut: Juara Harapan I Qori anak-anak atas nama Ma’bad Maula dari Kabupaten Bandung Barat. Untuk qoriah, Nadia Nur Fatimah dari Kota Bandung. Golongan dewasa, untuk Qori, diraih Suryadi Suryanulloh dari Kota Bandung, sedangkan qoriah diraih Syifa Aulia dari Kota Tasikmalaya. Untuk cabang musabaqoh hifdzil qur’an 1 juz, pada Muhammad Faisal Fadhil dari Kota Bandung, dan untuk hafidzah, Dini Kurniati dari Kabupaten Pangandaran.

Untuk 5 juz, hafifz, M. Tsabit Banani dari Kabupaten Cianjur, hafidzah, Fara Maftuhah dari Kabupaten Bekasi. Untuk 10 juz: hafidz, M. Nabil Haqqi Maulana, untuk Hafidzah, Binta Zakiya dari Kabupaten Bandung. Untuk 20 juz; Hafidz, H. Moh. Mafruf Baidhowi dari Kabupaten Sukabumi, untuk hafidza, dari Kabupaten Tasikmalaya. Untuk hafidz 30 juz: hafidz, Hadian Akbar dari Kabupaten Bandung, hafidzah, Idah Saidah dari Kabupaten Indramayu.

Pada cabang mufasir Bahasa Arab jatuh pada Mifthah Farid dari Kota Bandung dan mufasiroh diraih oleh Ulfiarurrohman Azizah dari Kota Cimahi.

Reporter: Saifal

Rangkaian Kegiatan ‘Subuh Ukhuwah’ Diikuti Ratusan Warga Desa Cemani

SOLO (Jurnalislam.com) – Forum Silaturahmi Komunikasi Antar Masjid Cemani (FOSIKOM) bekerja sama dengan ‘Melangkah Dengan Sedekah (MDS), dan Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) menggelar kegiatan Subuh Ukhwuah di masjid Baitussalam, Sukoharjo, Jumat (14/4/2017). Acara yang dihadiri ratusan umat Islam Soloraya ini diawali dengan shalat subuh berjamaah dan dilanjutkan dengan sarapan bersama serta pengobatan gratis untuk masyarakat sekitar.

“Dengan mengadakan subuh berjamaah yang dirangkai dengan tausyiah dan pengobatan gratis ini, kami berharap ukhwuah untuk masyarakat sekitar ini dapat berjalan rutin, dan semoga dengan ukhwuah ini yang Insya Allah kita lanjut ke masjid-masjid sekitar Cemani khususnya dan bisa menular ke tempat lain dan menjadikan kita, umat Islam kuat, membahana serta menggentarkan musuh-musuh Allah,” kata Perwakilan MDS, Abu Adam Al-Banna kepada Jurniscom di sela-sela kegiatan.

Sementara itu, Ustadz Widiasih dari Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, dalam tausyiahnya menyampaikan tentang pentingnya shalat berjamaah terutama shalat subuh. Ia menjelaskan, berjamaah shalat subuh akan menjadi sumber kekuatan bagi umat Islam.

“Shalat berjamaah sangat ditekankan oleh Rasulullah, baik dalam kondisi damai maupun kondisi konflik (perang-red). Bahkan Rasulullah pernah memberikan ancaman bagi para pemuda yang tidak shalat berjamaah dengan membakar rumahnya, dan umat Islam tidak akan bisa dikalahkan apabila shalat subuhnya sama dengan shalat jum’at,” paparnya.

Kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis dari tim Forum Me-Dan. Puluhan warga diperiksa kesehatannya, mulai dari tensi darah, cek gula darah dan asam urat.

“Kami berterima kasih bisa berpartisipasi dalam subuh ukhwuah ini, dan kami Me-DAN akan terus mengikuti roadshow gerakan subuh berjamaah atau subuh ukhwuah ini,” kata Sekjen Forum Me-DAN Soloraya, Muhammad Nahar.

Reporter: Arie Ristyan