Responsive image

Begini Kesepakatan Faksi Jihad Suriah dengan Garda Revolusi Iran dan Hizbullah di Idlib

Begini Kesepakatan Faksi Jihad Suriah dengan Garda Revolusi Iran dan  Hizbullah di Idlib

SURIAH (Jurnalislam.com) – Perwakilan dari faksi-faksi jihad Hayat Tahrir al-Sham dan Ahrar al-Sham telah sepakat dengan perwakilan dari Garda Revolusi Iran dan milisi Hizbullah untuk mengevakuasi warga Syiah Kafriya dan Al-Fu’ah di pedesaan Idlib, dalam pertukaran untuk para mujahidin di Zabadani, Madaya, Bloudan, serta melepaskan tahanan dari penjara rezim Nushairiyah Suriah, ElDorar AlShamia mengatakan, Selasa (28/3/2017).

Menurut perjanjian tersebut, evakuasi pertama warga Kafriya dan Al-Fu’ah akan berlangsung pada tanggal 4 April, dan yang kedua pada 6 April.

Para mujahidin di Madaya, Zabadani, dan Bloudan akan diizinkan untuk pergi menuju wilayah yang mereka inginkan, atau tetap tinggal di daerah tanpa ancaman keamanan.

Perjanjian tersebut meliputi pelepasan 1.500 tahanan Sunni dari penjara rezim Suriah, serta gencatan senjata 9 bulan yang meliputi kota Idlib, Maara Masreen, Tifnaz dan Ram Hamdan, dan beberapa kota lainnya di pedesaan utara Idlib, serta kota-kota Babila, Beit Wamil, dan Yalda di selatan Damaskus.

Namun para konsultan dalam perjanjian mengkonfirmasi kekhawatiran mereka kepada jaringan ElDorar tentang delegasi dari Garda Revolusi Iran dan Hizbullah yang terkesan ingin menyelesaikan kesepakatan secepat mungkin, dan ada indikasi bahwa Iran ingin menyingkirkan tekanan Hayat Tahrir al-Sham dan Al-Ahrar Al-Sham di dua desa tersebut.

Menurut sumber kemungkinan akan terjadi serangan Iran di Idlib melalui pedesaan selatan Aleppo, selain operasi gabungan di utara Aleppo antara unit perlindungan Kurdi (YPG), dan pasukan Rusia yang ditempatkan di basis Genderes dan Deir Balut dekat Afrin.

Konsultan itu juga memperingatkan bahwa Iran terpaksa memindahkan semua warga sipil (Syiah) dari Fu’ah dan Kafriya di bagian pertama, untuk menjaga pasukan Hizbullah di dua desa mendapatkan keuntungan dari dalam operasi militer yang diharapkan setelah mereka (Iran) melanggar gencatan senjata.

Bagikan
Close X