Berita Terkini

Turnamen Bola Voli Antarwaria Diprotes Umat Islam, Bupati Bima Sampaikan Klarifikasi

BIMA (Jurnalislam.com) – Bupati Bima, Hj Indah Damayanti Putri menyampaikan klarifikasi sehubungan dengan turnamen bola voli Bupati Cup Antarwaria yang menuai protes dari tokoh dan ulama di Bima. Indah dinilai telah melegitimasi LGBT.

“Untuk turnamen bola voli yang di gelar di Desa Cenggu Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, itu pesertanya bukan khusus waria, tetapi laki-laki yang memang di dalam tim yang bertanding itu ada beberapa waria,” kata Indah kepada Forum Umat Islam (FUI) Bima yang menemuinya di rumah dinas, Kamis (18/5/2017).

Baca:

“Pada pelaksanaannya mereka tetap memakai pakaian laki-laki, karena sebelumnya saya juga sudah mengingatkan tidak boleh ada pakaian yang menyerupai perempuan,” sambungnya.

Surat edaran Turnamen Bola Boli Antarwaria Bupati Cup

Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin menanyakan pamflet dan surat edaran yang isinya menyebut turnamen tersebut khusus wari. Indah pun mengakui ada kekeliruan dalam edaran tersebut.

“Kami mengakui ada kekeliruan di dalam pembuatan serta penyebaran suratnya. Jadi untuk mengetahui lebih jelasnya tentang turnamen bola voli tersebut nanti bisa langsung dicek ke lapangan,” katanya.

Indah juga meyakinkan umat Islam bahwa turnamen itu murni kegiatan olahraga tanpa agenda lainnya. Ia pun meminta maaf dan berterimakasih kepada FUI yang telah mengingatkan.

“Mungkin ini adalah kekeliruan kami. Apapun yang disampaikan akan menjadi bahan koreksi serta evaluasi untuk kita, serta nanti ke depan sebelum pelaksanaan kita akan meminta dulu pendapat dari semuanya agar tidak terjadi salah persepsi,” pungkasnya.

 

Keutamaan Bulan Ramadhan

Tidak dipungkiri bahwa fitrah manusia yang masih lurus selalu merindukan kedatangan bulan Ramadhân. Kedatangannya selalu membawa kegembiraan dalam hati umat Islam. Hal itu tidak lepas dari keistimewaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhân. Diantara keistimewaannya adalah:

1. Waktu pelaksanaan ibadah puasa yang merupakan rukun Islam

Allâh SWT berfirman,

فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“Maka barangsiapa diantara kalian menemui bulan Ramadhân maka hendaklah dia berpuasa.” (QS Al-Baqarah [2]: 185)

Rasulullâh SAW bersabda,

بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَن لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ رَسُولُهُ، وَإِقامِ الصَّلاةِ، وَإيتَاءِ الزَّكاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun di atas lima rukun: (1) Persaksian bahwasanya tidak ada Ilâh yang berhak diibadahi kecuali hanya Allâh dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) melaksanakan haji ke Baitullâh, dan (5) berpuasa di bulan Ramadhân.” (HR Bukhârî no. 8 dan Muslim no. 16, berdasarkan redaksi hadits riwayat Muslim)

2. Bulan diturunkannya Al-Qur’an

Allâh SWT berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhân, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS Al-Baqarah [2]: 185)

3. Pada bulan Ramadhân terdapat malam Lailatul Qadar

Allâh SWT berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ 1 وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ 2 لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ 3

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS Al-Qadr [97]: 1-3)

Rasulullâh SAW bersabda,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhân!” (HR Bukhârî no. 2020 dan Muslim no. 1169)

4. Dibuka pintu-pintu surga dengan banyaknya peluang amal shalih yang bisa memasukkan pelakunya ke surga dan ditutup pintu-pintu neraka dengan sempitnya peluang untuk berbuat maksiat yang bisa menyebabkan pelakunya masuk ke dalam neraka. Setan-setan juga dibelenggu dan diikat sehingga kekuatannya dalam menyesatkan orang-orang mukmin dan memalingkan mereka dari amal shalih menjadi lemah.

Rasulullâh SAW bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Jika telah datang bulan Ramadhân pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan seta-setan dibelenggu.” (HR Bukhârî no. 3277 dan Muslim no. 1079)

5. Allâh SWT membebaskan hamba-hamba-Nya dari siksa neraka

Rasulullâh SAW bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ عِنْدَ كُلِّ فِطْرٍ عُتَقَاءَ، وَذَلِكَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya Allâh SWT memiliki hamba-hamba yang berhak untuk dibebaskan dari neraka pada setiap kali berbuka puasa dan itu terjadi pada setiap malam.” (HR Ibnu Majah no. 1643, Ahmad no. 21698, dan dinilai hasan shahîh oleh Syaikh Al-Albânî dalam Shahîh Ibnu Mâjah no. 1340)

6. Setiap muslim memiliki doa yang dikabulkan

Rasulullâh SAW bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عُتَقَاءَ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ (يَعْنِيْ فِيْ رَمَضَانَ) وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ

“Sesungguhnya Allâh SWT memiliki hamba-hamba yang berhak untuk dibebaskan dari neraka pada setiap siang dan malam (yaitu pada bulan Ramadhân). Dan sesungguhnya tiap-tiap muslim memiliki doa yang diijabah pada setiap siang dan malam.” (At-Targhîb wa At-Tarhîb 2/121 dan dinilai shahîh li ghairihi oleh Syaikh Al-Albânî dalam Shahîh At-Targhîb no. 1002)

7. Kemenangan-kemenangan besar umat Islam Allâh SWT karuniakan pada bulan Ramadhân

a. Perang Badar Al-Kubrâ (17 Ramadhân 2 H)

Pada hari itu Allâh SWT menolong Islam dan kaum muslimin yang hanya berjumlah sekitar 300 orang di bawah komando langsung Rasulullâh SAW dengan perlengkapan perang seadanya melawan sekitar 1000 orang pasukan musyrik bersenjata lengkap yang dipimpin oleh Abû Jahal. Pada hari itu juga Allâh SWT menghancurkan kesyirikan dan orang-orang musyrik.

b. Menggali parit untuk persiapan perang Khandaq (parit) atau perang Ahzâb (pasukan sekutu) pada bulan Ramadhân 5 H. Peperangannya sendiri terjadi pada bulan Syawâl dan umat Islam kembali meraih kemenangan besar.

c. Fathu Makkah (21 Ramadhân 8 H)

Rasulullâh SAW berangkat dari Madinah bersama 10 ribu sahabat menuju Makkah pada tanggal 10 Ramadhân dalam keadaan berpuasa. Ketika sampai di Kura’ Al-Ghamim, Rasulullâh SAW membatalkan puasa karena musafir dan diikuti oleh para sahabat. Pada tanggal 21 Ramadhan barulah Rasulullâh SAW memasuki kota Mekah. Pada hari itu manusia berbondong-bondong masuk Islam dan 360 berhala yang ada di sekitar Ka’bah yang menjadi simbol tegaknya kekuasaan orang-orang musyrik dihancurkan. Maka sejak saat itulah kota Makkah menjadi negeri kaum muslimin setelah sebelumnya menjadi pusat kesyirikan dan kekuasaan orang-orang musyrik. Peristiwa ini Allâh SWT abadikan dalam firman-Nya,

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ ١ وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا ٢ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا ٣

“Apabila telah datang pertolongan Allâh dan kemenangan serta kamu lihat manusia masuk agama Allâh dengan berbondong-bondong maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS An-Nashr [110]: 1-3)

d. Perang Hiththîn (10 hari terakhir bulan Ramadhan 584 H)

Perang Hiththîn adalah peperangan yang terjadi antara pasukan Islam yang dipimpin oleh Sultan Shalahuddîn Al-Ayyûbî melawan pasukan Salib (Nasrani). Pada peperangan ini 10 ribu pasukan Salib tewas. Akibat kemenangan ini Baitul Maqdîs bisa dikembalikan ke pangkuan umat Islam yang sejak 3 Sya’ban 429 H dikuasai oleh pasukan Salib dengan cara membantai 70 ribu umat Islam di dalam Masjid Al-Aqshâ selama satu minggu, termasuk para pemimpin, para ulama, dan orang-orang yang sedang beribadah.

e. Perang ‘Ain Jâlût (Jum’at, 25 Ramadhan 658 H)

‘Ain Jâlût adalah nama sebuah tempat yang di tempat itulah peperangan besar antara pasukan Islam yang dipimpin oleh Al-Muzhaffar Saifuddin Qutuz dan Zhâhir Pepris melawan pasukan Tartar yang dipimpin oleh Kitbuqa, dua tahun setelah Hulago Khan, raja Tartar berhasil menduduki Baghdad pada tahun 656 H setelah membumihanguskan dan membantai seluruh penduduknya yang berjumlah antara 800 ribu – 2 juta jiwa, termasuk Khalifah yang berkuasa waktu itu yaitu Al-Mu’tashim Billâh, khalifah terakhir Bani Abbasiyah. Pada perang ini pasukan Islam memperoleh kemenangan dan berhasil menghancurkan tentara Tartar. Bahkan pangeran Jamaluddîn Aqusyî berhasil menerobos ke jantung pertahanan musuh dan membunuh panglima perang Tartar, Kitbuqa.

 

Perundingan Damai Suriah di Jenewa Didemo Anggota Delegasi Oposisi

JENEWA (Jurnalislam.com) – Anggota delegasi oposisi Suriah yang berpartisipasi dalam perundingan perdamaian baru-baru ini berkumpul di depan gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa pada hari Rabu (17/5/2017) untuk memprotes penahanan oleh rezim Nushairiyah Suriah.

“Kami adalah keluarga Suriah yang menuntut kebebasan untuk semua putra dan putri negara ini, tuntutan ini bukan hanya untuk keluarga kami sendiri, tapi juga untuk setiap keluarga di Suriah yang anggota keluarganya juga ditahan. Kami menentang penghilangan paksa dan penahanan sewenang-wenang oleh rezim Suriah dan semua pihak,” anggota delegasi oposisi Suriah mengatakan dalam bahasa Arab dan Inggris.

“Kami, sebagai keluarga, menuntut pembebasan segera saudara-saudara kita yang ditahan secara tidak sah,” kata mereka.

Sebanyak 50 pemrotes tersebut juga menyerukan agar menekan rezim Suriah dan semua pihak untuk segera membebaskan para tahanan, yang namanya termasuk dalam daftar, disertai lokasi dan status mereka saat ini, dan untuk segera menghentikan penyiksaan dan penganiayaan.

Kepala delegasi oposisi, Nasr al-Hariri menulis nama-nama tahanan di selembar kertas yang dia tempatkan di tanah di depan Kantor PBB di Jenewa.

Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura pada hari Rabu akan bertemu secara terpisah dengan delegasi rezim Suriah dan oposisi pada hari kedua dalam perundingan perdamaian putaran enam di Jenewa.

Putaran pembicaraan saat ini diperkirakan akan berakhir pada hari Jumat. Delegasi rezim Syiah Suriah dipimpin oleh Bashar Jaafari. Oposisi moderat dipimpin oleh Nasr al-Hariri dari Komite Negosiasi Tinggi (the High Negotiations Committee).

Diskusi utama pembicaraan kali ini adalah fokus pada sebuah konstitusi, pemerintahan, dan pemilihan yang baru serta perang melawan terorisme.

Setibanya di Jenewa pada hari Senin, Hariri mengatakan: “Jalan menuju kebebasan Suriah dimulai melalui Jenewa.

“Itulah sebabnya kami datang ke sini, berkomitmen untuk menegosiasikan solusi politik. Dan itulah sebabnya [Bashar al-] Assad takut dengan proses ini. Dia takut terlibat dengan agenda transisi politik.”

“Kami akan terlibat secara konstruktif dengan agenda utusan khusus PBB. Kunci kemajuan adalah transisi politik, menuju Suriah yang bebas yang tidak memiliki tempat untuk terorisme Bashar al-Assad,” Hariri menambahkan.

Perundingan putaran terakhir dimulai pada 23 Maret dan berakhir pada 31 Maret tanpa hasil yang jelas.

Sejak perang di Suriah meletus pada bulan Maret 2011, lebih dari 250.000 orang telah terbunuh, menurut PBB. Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menempatkan jumlah korban tewas di lebih dari 470.000 orang.

Ormas Islam Inggris Luncurkan Manifesto Jelang Pemilihan Umum

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Organisasi yang mewakili umat Islam di Inggris pekan ini meluncurkan manifesto mereka menjelang pemilihan umum 8 Juni dalam upaya melobi anggota parlemen potensial mengenai isu-isu yang mereka yakini paling penting bagi komunitas Muslim di seluruh negeri, Middle East Eye melaporkan, Rabu (17/5/2017).

Daftar tuntutan teratas yang dibuat oleh berbagai kelompok advokasi itu diantaranya adalah mengatasi kekhawatiran mengenai bangkitnya strategi Islamofobia dan kontra-terorisme, serta menyerukan agar lebih banyak keterlibatan dengan sejumlah perwakilan dari komunitas Muslim.

Dalam manifesto yang diterbitkan pada hari Selasa (16/5/2017), kelompok advokasi anti-Islamofobia Muslim Engagement and Development (MEND) tersebut meminta partai politik terkemuka Inggris untuk fokus pada “area utama yang menjadi perhatian kepada kaum Muslim Inggris” yang mencakup bangkitnya kejahatan kebencian Islamofobia pasca-Brexit, diskriminasi anti-Muslim di tempat kerja dan melestarikan akses terhadap daging halal dan kebebasan mengenakan busana muslim.

“Kami telah mengirimkan dokumen tersebut ke semua partai politik secara nasional dan secara lokal kami juga mendekati semua calon anggota parlemen potensial,” kata Azad Ali, kepala pengembangan masyarakat dan keterlibatan di MEND.

“Idenya adalah untuk menargetkan secara luas semua konstituen yang berbeda di seluruh negara, namun karena kami berfokus pada komunitas Muslim, kami berfokus pada beberapa area utama di mana pemungutan suara Muslim mungkin lebih tinggi,” katanya kepada Middle East Eye, sambil menyebutkan tempat seperti Birmingham, Bradford dan London Timur.

Menurut MEND, “Komunitas Muslim Inggris berpotensi memiliki hasil yang menentukan bagi lebih dari 80 kursi” pada pemilihan yang akan datang.

“Di 83 konstituensi parlemen, umat Islam membentuk pemilih sekitar 10 persen atau lebih… membuat suara Muslim penting dalam menentukan medan perebutan kursi dalam pemilihan umum bulan depan,” kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan.

Jet Tempur Koalisi Arab Kembali Gempur Posisi Militer Syiah Houthi Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pada Rabu pagi (17/5/2017), pesawat tempur koalisi Arab meluncurkan serangkaian serangan terhadap milisi Syiah Houthi di provinsi Sanaa, al-Jawf dan Hajjah di Yaman, lansir Al Arabiya News Channel.

Menurut sumber lapangan militer, pesawat tersebut membom pusat milisi Syiah di wilayah Harib Nihm, sebelah timur laut Sanaa. Mereka juga membom kendaraan militer dan bala bantuan di daerah pesisir Midi dan Haradh.

Di provinsi al-Jawf, pesawat koalisi menyerang milisi Syiah Houthi di depan Muzawiya di direktorat Mtoun. Pada saat yang sama, bentrokan baru meletus antara tentara nasional dan milisi Houthi.

Sumber mengatakan bahwa konfrontasi sengit terjadi di Muzawiya di utara Mtoun, bersamaan dengan tembakan artileri berat yang diluncurkan oleh pasukan tentara Yaman melawan para pemberontak Houthi di sana.

Pesawat koalisi juga meluncurkan beberapa serangan terhadap milisi di dekat daerah Orouq Muzawiya, yang menewaskan dan melukai barisan mereka.

Di Marib, pertahanan koalisi Arab mencegat sebuah rudal balistik yang diluncurkan oleh Houthi terhadap sebuah kamp pengungsian.

Menurut saksi mata, pertahanan koalisi Arab mencegat rudal tersebut dalam jarak dekat dari salah satu kamp pengungsi di padang pasir Manqaza di daerah al-Ruwaik.

Sebagian besar wilayah di provinsi Taiz juga tenang selama beberapa jam terakhir ini. Kawasan timur kota menyaksikan serangan hebat oleh milisi yang berada di kawasan Softel di pintu masuk timur kota, menghancurkan rumah dan fasilitas lainnya.

Milisi telah mengebom rumah sakit militer, merusak bagian penting kompleks tersebut.

Taliban Luncurkan Operasi Militer pada Basis Militer Provinsi Kunar, 23 Tewas

KUNAR (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) kembali meluncurkan operasi skala penuh di provinsi Kunar timur, yang menargetkan sejumlah besar unit militer, basis serta fasilitas pemerintah di ibukota provinsi Kunar dan kabupaten lainnya yang menewaskan sebanyak 22 pasukan boneka dan melukai sejumlah besar lainnya, Al Emarah News melaporkan, Rabu (17/5/2017).

Empat pos militer di distrik yang berbeda diserang Taliban.

Taliban juga menyita 3 senapan mesin PK buatan AS, 1 PKM Rusia, sejumlah senjata serbu, 30 roket dan berbagai jenis peralatan amunisi dan militer.

3 pejuang gugur dan 5 lainnya terluka dalam keseluruhan operasi.

Secara terpisah, satu pasukan boneka tewas dan satu lainnya terluka dalam serangan bom di distrik Dankam di provinsi tersebut.

Menurut laporan koresponden dari provinsi tetangga Nooristan, sebuah pangkalan militer dan pos pemeriksaan diserang Taliban di mana sejumlah besar pasukan boneka menderita korban jiwa, sedangkan mujahidin menyerang 3 pos musuh di distrik Want Waygal provinsi tersebut.

Pemimpin Dai Muslim Kashmir Ditahan Pemerintah India untuk Ke-42 Kali

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Pemimpin da’i pada mayoritas Muslim Kashmir ditempatkan di bawah tahanan rumah pada hari Rabu (17/5/2017) karena dia akan memberikan ceramah pada sebuah seminar.

Umar Farooq, sebagai mirwaiz Kashmir yang memimpin sekitar 6 juta Muslim, telah dijadwalkan berbicara selama sepekan dalam acara untuk menandai orang-orang yang terbunuh dalam konflik antara separatis Kashmir dan pasukan keamanan India

Dia mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa itu adalah kali ke-42 dia ditempatkan di bawah tahanan rumah sejak kekerasan baru meletus tahun lalu.

“Setiap kita memiliki kesempatan berbicara dengan orang-orang, pemerintah India menggagalkannya,” katanya.

“Acara ini bahkan bukan demonstrasi publik tapi sebuah seminar dalam ruangan. Tapi pemerintah India sangat takut karena mereka tahu bahwa setiap kesempatan bisa berubah menjadi acara anti-India.”

Farooq, yang juga merupakan ketua forum Hurriyat, telah berbicara di seminar sehari Resolution of Kashmir IssuePrelude to Peace, Guarantee to Stability (Resolusi Masalah Kashmir – Awal Perdamaian, Jaminan untuk Stabilitas).

Kashmir dibagi pada tahun 1947 antara Jammu Kashmir yang dijajah India dan Azad Kashmir yang diperintah Pakistan. Kedua kekuatan nuklir tersebut telah bertempur dalam dua perang memperebutkan wilayah tersebut.

Lebih dari 70.000 orang dilaporkan terbunuh di Jammu Kashmir, di mana India mempertahankan lebih dari 500.000 tentara, sejak 1989.

 

Adakan Turnamen Bola Voli Waria, Pemkab Bima Dikecam

BIMA (Jurnalislam.com) – Turnamen Bola Voli antar waria Se-Pulau Sumbawa yang diadakan Pemkab Bima dikecam umat Islam. Ketua Forum Umat Islam (FUI) Bima, Ustadz Asikin menyayangkan hal tersebut karena dinilai bertentangan dengan adat Bim yang relijius islami.

Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin (tengah)

“Kami umat Islam Bima jelas sangat menolak turnamen bola voli ini, dan sebagai langkah tegas dalam menolaknya kami akan mendatangi Bupati Bima untuk mendesak agar sesegera mungkin menghentikan turnamen ini,” katanya kepada Jurnalislam.com, Rabu (17/5/2016).

Sebelumnya, Ketua MUI Kabupaten Bima TGH. Abdurrahim Haris MA juga menyatakan kekecewaannya terhadap turnamen bola voli waria tersebut.

“MUI Kabupaten Bima sangat menyayangkan digelarnya turnamen ini, apalagi didukung oleh pemerintah daerah,” tutur TGH. Abdurrahim.

Senada dengan itu, anggota DPRD Sulaiman MT juga menyesalkan perhelatan tersebut. “Harusnya bupati bisa mengisi kegiatan yang positif,” katanya.

Lebih jauh, Sulaiman menegaskan, mendukung kegiatan waria sama dengan melegitimasi keberadaan LGBT.

Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri membuka turnamen tersebut pada Ahad, (14/5/2017). Indah berkilah, turnamen tersebut semata-mata sebagai ajang pencarian bakat.

Rencananya, hari ini FUI Bima akan mendatangi kantor Bupati untuk menyampaikan keberatan umat Islam.

ASOUM Sebut Pemeriksaan KH Hasyim Yahya Sebagai Upaya Kriminalisasi Ulama

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Terkait pemanggilan beberapa pengurus Masjid Mujahidin yang juga Ketua Aliansi Solidaritas Untuk Muslim (ASOUM), Ustadz Hasyim Yahya pada Selasa (16/05), ASOUM menyampaikan pernyataan sikapnya di depan ribuan umat Islam yang memadati ruang utama Masjid Mujahidin pada Selasa (16/5/2017) pagi.

Berikut butir-butir pernyataan sikap ASOUM, Bersama ini kami dari ASOUM (Aliansi Solidaritas Untuk Muslim) menyatakan sikap berbagai kasus aktual di negeri ini yg terkait dengan Umat Islam :

  1. Melihat bahwa ada keberpihakan yang ditujukan oleh aparat negara dan birokrat kepada kepentingan kelompok asing dan aseng yang memberikan imbas terjadinya beberapa kedzoliman yang menimpa kaum muslimin Indonesia
  2. Upaya-upaya kedzoliman yang tergambar sangat kasat mata dan transparan diantaranya adalah upaya sistemik untuk mengkriminalisasi para ulama umat Islam Indonesia
  3. Upaya yang sama untuk mengkriminalisasi para pengurus masjid dengan ditandainya pemanggilan mereka yang dilakukan oleh aparat negara sampai pada aksi pembubaran kegiatan-kegiatan dakwah melalui tangan ormas tertentu dengan adanya pembiaran oleh aparat negara
  4. Hal ini juga terjadi pada beberapa ormas Islam yang sedang diupayakan pembubaran eksistensinya seperti yang menimpa ormas HTI. Ini adalah preseden buruk bagi legalitas keberadaan ormas Islam lainnya, karenanya upaya ini harus dilawan dengan kekuatan hukum
  5. Sementara pada saat yang bersamaan pemerintah menutup mata dan pasif terhadap aksi-aksi separatis yang dilakukan kelompok-kelompok tertentu disejumlah wilayah NKRI yang berpotensi mengakibatkan disintegrasi bangsa ini. Contoh : kegiatan OPM di Papua, aksi RMS di Maluku, deklarasi negara Minahasa di Sulawesi
  6. Kebangkitan NEO PKI dan Syiah yang sudah sangat jelas penampakannya diberbagai media, menjadi sebuah ancaman bagi bangsa ini yang tidak bisa dibiarkan. Sejarah telah merekam aksi pemberontakan PKI di negeri ini dan ini adalah pelajaran yang tidak boleh dilupakan.
  7. Karena itu kami menyeru kepada pemerintah untuk bersikap tegas terhadap upaya-upaya dari berbagai kelompok disintegrasi beserta pendukung dan simpatisannya yang nyata-nyata hendak memisahkan diri dari NKRI. Dan tidak menjadikan kaum muslimin sebagai kambing hitam atas pengalihan aksi yang justru menggambarkan ketidakmampuan aparat dalam memprioritaskan dan memetakan problematika negeri ini.
  8. Segala upaya yang dimaksudkan untuk mengkriminalisasi umat Islam di Indonesia hanya akan menimbulkan perlawanan dari kaum muslimin

Sebagaimana diketahui, lima pengurus Yayasan Masjid Mujahidin diperiksa Bareskrim Mabes Polri pada Selasa (16/5/2017) terkait video ceramah Ustadz Alfian Tanjung di Masjid Mujahidin beberapa waktu lalu. Ceramah tersebut intinya untuk mewaspadai kebangkitan PKI.

Kontributor: Bahry, Surabaya

FSA Bantah Berita Al Arabiya Terkait Operasi Militer Bersama Turki Perangi HTS

SURIAH (Jurnalislam.com)Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dengan tegas membantah laporan yang dipublikasikan di saluran berita Al-Arabiya mengenai adanya koordinasi dengan pihak Turki untuk melakukan operasi militer melawan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) di provinsi Idlib, ElDorar AlShamia melaporkan, Selasa (16/5/2017).

Al-Arabiya menerbitkan sebuah laporan yang mengatakan bahwa Turki bermaksud untuk mengulangi proses “Perisai Euphrates”, bekerja sama dengan faksi Tentara Pembebasan Suriah di Idlib Suriah, dan bertujuan mengeluarkan HTS dari provinsi tersebut, dalam sebuah operasi yang disebut “Idlib Shield (Perisai Idlib).”

Media sebelumnya telah melaporkan operasi serupa, dan ada laporan lain tentang niat Turki membayar pasukan untuk memasuki kota Idlib dan menetapkan titik-titik militer di wilayah Suriah, namun pihak Turki sepenuhnya membantah laporan tersebut.

Perhatian tertuju pada Idlib, dimana media Barat mempromosikan bahwa Idlib adalah sebuah benteng HTS saat ini, dan Amerika Serikat sesumbar untuk menghapus HTS, yang oleh AS dianggap sebagai kelompok jihad terkuat.