Berita Terkini

Sahar, 1 Diantara Ratusan Balita yang Tewas Kelaparan Akibat Pengepungan Rezim Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sahar berumur satu bulan. Dia sangat kurus sehingga tulang rusuknya menonjol di bawah kulit tipis yang tembus cahaya. Sahar menghembuskan napas terakhirnya pada hari Ahad (22/10/2017) di Ghouta Timur Suriah, di mana pengepungan rezim Syiah Nushairiyah yang sangat menghancurkan telah mendorong ratusan anak ke ambang kelaparan akut.

Hanya setetes bantuan kemanusiaan yang sampai ke wilayah yang dikuasai oposisi di timur Damaskus, di bawah blokade ketat oleh pasukan rezim Assad sejak 2013.

Ghouta Timur adalah satu dari empat zona “de-eskalasi” yang didirikan pada bulan Mei di bawah kesepakatan antara para pendukung kelompok yang berperang dalam perang enam tahun Suriah yang menghancurkan.

Rusia Gagal Kendalikan Serangan Rezim Assad di Homs, 50 Warga Sipil Tewas

Namun pasokan makanan masih jarang masuk ke wilayah tersebut, di mana pejabat medis mengatakan ratusan anak-anak menderita kekurangan gizi akut.

Pada hari Sabtu, Dofdaa, orang tua Sahar yang baru berusia 34 hari, membawanya ke rumah sakit di kota Hamouria, Ghouta Timur.

Foto-foto yang difilmkan oleh seorang reporter yang bekerja dengan AFP, Senin (23/10/2017) menunjukkan seorang gadis bermata lebar yang cekung dengan hanya memiliki kulit menempel di tulang belulangnya.

Dia mencoba menangis tapi tidak memiliki kekuatan untuk membuat banyak suara. Ibunya yang masih muda terisak-isak di dekatnya.

Tulang pahanya menonjol keluar dari popok yang berukuran jauh lebih besar dari ukuran tubuhnya. Ditempatkan pada timbangan, beratnya kurang dari dua kilogram (lebih dari 4 pounds).

Seperti ratusan anak lainnya di Ghouta, Sahar menderita gizi buruk akut.

Ibunya terlalu kekurangan gizi untuk menyusui dan ayahnya, yang bekerja di toko daging dengan gaji kecil, tidak mampu membeli susu dan suplemen untuknya.

Sahar meninggal di rumah sakit pada Ahad pagi dan orang tuanya membawanya – anak tunggal mereka – ke kota terdekat di Kafr Batna untuk menguburkannya.

Kematiannya terjadi setelah anak laki-laki lain di Ghouta juga meninggal karena kekurangan gizi pada hari Sabtu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan.

“Warga menderita kekurangan pangan yang parah, dan saat barang tersedia di pasar, harganya sangat tinggi,” kata Observatorium.

Rezim Syiah Assad Kembali Gunakan Gas Klorin di Ghouta Timur

Petugas medis di rumah sakit dan klinik kesehatan di Ghouta Timur mengatakan bahwa mereka memeriksa puluhan anak-anak yang kekurangan gizi setiap hari – dan jumlahnya terus meningkat.

Gambar yang diambil oleh seorang koresponden AFP menunjukkan bayi-bayi dengan tulang kerangka menonjol dengan wajah-wajah tirus seperti hantu.

Seseorang mengalami kesulitan bernapas, yang lain memiliki tabung makanan di mulutnya dan yang satu lagi memiliki perban yang melilit lengan mungilnya.

Yahya Abu Yahya, dokter dan kepala dinas medis untuk LSM Sosial Irlandia, yang memiliki beberapa pusat kesehatan di Ghouta, mengatakan bahwa pusat kelompok mereka telah memeriksa 9.700 anak-anak dalam beberapa bulan terakhir.

“Dari jumlah tersebut, 80 orang menderita gizi buruk akut, 200 menderita malnutrisi akut sedang, dan sekitar 4000 orang menderita kekurangan gizi,” katanya.

Dana anak UNICEF mendefinisikan “malnutrisi akut parah” sebagai bentuk kekurangan gizi yang paling ekstrem dan terlihat.

“Malnutrisi akut parah tampak pada anak kecil – yang tampak rapuh dan hanya terlihat seperti kerangka – yang membutuhkan perawatan mendesak untuk bertahan hidup,” katanya.

Abu Yahya mengatakan bahwa banyak anak di Ghouta Timur menderita “kekurangan, migrain, masalah penglihatan, depresi, masalah psikologis”.

Menurut angka PBB, sekitar 400.000 orang tinggal di bagian-bagian yang terkepung di Suriah, mayoritas di Ghouta Timur.

Meski ada kesepakatan mengenai zona de-eskalasi yang didukung oleh pendukung rezim yaitu Rusia dan Iran dan sponsor oposisi yaitu Turki, wilayah tersebut masih memiliki akses bantuan yang sangat terbatas.

Abu Yahya mengatakan bahwa daerah tersebut tidak menerima makanan dasar yang dibutuhkan anak-anak, seperti gula, sumber protein dan vitamin.

Pada tanggal 23 September, sebuah konvoi yang membawa makanan dan bantuan medis bagi sekitar 25.000 orang memasuki tiga wilayah yang dikepung di Ghouta Timur, menurut PBB.

Namun Abu Yahya mengatakan, bantuan apa pun yang sampai ke wilayah tersebut mencakup hanya lima sampai 10 persen kebutuhan anak-anak yang kekurangan gizi.

Sahar adalah korban terakhir dilaporkan dari krisis pangan di Ghouta Timur.

Pada hari ahad, ayahnya membawa anak kecil itu ke kuburannya. Di belakangnya, keluarga mereka berjalan bersama ibu Sahar, yang hampir pingsan karena kesedihan.

51 Pasukan Assad Tewas dalam Pertempuran di Timur Ghouta dan Damaskus

Project Reclamation, Corporate Proof Logged by Corporation

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Chairman of PP Muhammadiyah Youth, Dahnila Anzar Simanjuntak asserted, the state should not be controlled by the corporation. The statement was conveyed touched on the Jakarta bay reclamation project which was judged increasingly unstoppable.

“The state should not be outdone by the corporations, the state must be clear and firm against the efforts of co-opting the state, it is clear, the country as if controlled by the corporation, it’s like a VOC,” he said in Karanganyar Square on Sunday (22/10/2017).

For that, the enthusiast of vespa motor invites all parties to unite stop the reclamation project

“This has to be stopped, it’s clear our independence is usurped by corporations, political independence, economy, already deprived,” he stressed.

As is known, the government through Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan revoke the memotarium of the Jakarta Bay reclamation project which means the national project is continued.

Translator: Taznim

Diduga Kecolongan Pernikahan Sejenis, Kemenag Jember Segera Batalkan Status Nikah

JEMBER (Jurnalislam.com)–Kementerian Agama (Kemenag) Jember segera turun tangan menyikapi hebohnya pernikahan sesama jenis. Kasi Bimas Kemenag Jember Misbahul Munir menegaskan pihaknya sudah menerima laporan adanya kasus tersebut dan segera mengambil tindakan serius.

“Kami sudah menerima laporan adanya pernikahan sesama jenis. Juga sudah konfirmasi ke pihak KUA setempat guna memanggil saksi, pihak mempelai, dan pihak terkait,” ujar Misbahul Senin (23/10/2017).

Geger Pernikahan sejenis ini dilakukan pasangan Moh. Fadholi (21), warga Panti, Jember, dan Ayu Puji Astuti (23), warga Kecamatan Ajung, Jember. Pernikahan keduanya tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Ajung pada akhir September lalu di hadapan modin Dusun Ajung Krasak, Desa Ajung.

“Jika isu yang beredar itu terbukti benar, harus dilakukan langkah hukum. Termasuk proses pembatalan pencatatan nikah,” ujar Misbahul.

Kepala KUA Kecamatan Ajung Moh. Irfan saat dikutip dari beberapa media mengatakan, pihaknya merasa kecolongan dan sudah melakukan pemanggilan dan klarifikasi.

“Jika benar, maka kami merasa kecolongan dan akan segera membuat laporan untuk membatalkan akta pernikahan atas nama kedua mempelai LGBT itu,” ujarnya.

Dari data yang berhasil dihimpun, pasangan mempelai sempat mengelak ketika didatangi aparat keamanan setempat. Namun saat didesak, akhirnya mengakui kalau kabar tersebut benar yang dikuatkan dengan membuat surat pernyataan di atas materai Rp 6.000. Bahkan keduanya kini sudah dipanggil pihak polres untuk dimintai keterangan.

“Untuk pasangan yang dikabarkan LGBT ini sudah kami panggil ke Polres dan masih dalam tahap pemeriksaan dan penyitaan barang bukti,” ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo kepada sejumlah awak media.

Reporter: budi

Berjanji Sumbangkan $ 50 Juta ke Rohingya, PBB: Turki Negara Donor yang Dermawan di Dunia

JENEWA (Jurnalislam.com) – Komisaris tinggi PBB untuk pengungsi pada hari Senin (23/10/2017) memuji Turki sebagai “donor kemanusiaan yang dermawan” setelah berjanji untuk menghabiskan $ 50 juta untuk mendukung pengungsi Rohingya.

“Saya ingin mengatakan bahwa Turki terus menjadi donor kemanusiaan yang dermawan di seluruh dunia selain menjadi negara tujuan pengungsi terbesar di dunia,” Filippo Grandi mengatakan kepada Anadolu Agency di Jenewa pada hari Senin setelah sebuah konferensi perjanjian internasional pemberian donor untuk Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar berakhir dimana Turki mengatakan akan memberikan $ 50 juta untuk para pengungsi.

UNICEF Kehabisan Dana untuk Bantu Pengungsi Muslim Rohingya

“Kita harus terus memperbaiki respon terhadap krisis yang sangat masif, yang terbesar dan tercepat yang pernah kita lihat bertahun-tahun,” kata Grandi.

Filippo Grandi
Filippo Grandi

“Lebih dari 800.000 pengungsi Rohingya tanpa kewarganegaraan di Bangladesh bercita-cita untuk menjalani kehidupan yang memenuhi kebutuhan mendesak mereka akan makanan, obat-obatan, air, dan tempat tinggal. Namun, lebih jauh lagi, mereka merindukan kehidupan yang memiliki harapan untuk masa depan di mana identitas mereka dikenali, bebas dari diskriminasi, dan dapat kembali dengan selamat ke rumah mereka di Myanmar. Saat kita berkumpul dalam solidaritas, saya ingin berterima kasih kepada Bangladesh dan komunitas pengungsian dan para donor yang telah mendukung mereka,” kata Grandi.

Konferensi Muslim Rohingya tersebut dimulai pada hari Senin.

Turki menyatakan “salah satu janji tertinggi, bahkan bisa disebut yang tertinggi,” pada konferensi donor itu, William Lacy Swing, kepala Organisasi Internasional untuk Migrasi PBB, mengatakan kepada Anadolu Agency setelah konferensi tersebut.

Tuntutan Turki di Parlemen Eropa Terkait Krisis Rohingya Ditolak Biro Majelis

Duta Besar Turki untuk kantor PBB di Jenewa, Naci Koru, mengatakan kepada konferensi tersebut: “Dalam program bantuan kemanusiaan, kami merencanakan untuk membangun unit penampungan jangka menengah untuk 100.000 orang di atas lahan seluas 3 juta meter persegi, menyediakan dua rumah sakit lapangan, 10 pusat kesehatan dan pusat kesehatan keluarga, memberikan air minum dan sanitasi air [plus] bantuan makanan segar ke pemerintah kota.”

“Bersama dengan proyek dan pengiriman yang direncanakan, jumlah bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Turki akan melebihi $ 50 juta,” Koru menambahkan.

Mengatakan bahwa krisis Rohingya memerlukan tindakan segera dan terkoordinasi, Koru mengatakan: “Kami berkomitmen untuk terus mendukung Muslim Rohingya dalam koordinasi yang erat dengan pihak berwenang di Bangladesh.”

SOHR: Sebelum Mundur dari Kota Al-Qaryatayn, IS Eksekusi Ratusan Warga Sipil

SURIAH (Jurnalislam.com)Pasukan Islamic (IS) State dilaporkan mengeksekusi sejumlah besar orang di sebuah kota yang mereka kuasai secara singkat di Suriah tengah sebelum direbut oleh pasukan rezim Suriah, menurut sebuah kelompok pemantau dan aktivis lokal, Aljazeera melaporkan Senin (23/10/2017).

Kota Al-Qaryatayn, yang dikuasai oleh kelompok IS pada awal Oktober, direbut kembali oleh tentara yang setia kepada rezim Syiah Bashar al-Assad pada hari Sabtu (21/10).

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris, sedikitnya 128 orang tewas oleh pasukan IS dalam tiga pekan sebelum mereka mundur dari kota di provinsi Homs tersebut pada hari Jumat (20/10).

Begini Pernyataan Donald Trump Setelah Kejatuhan Benteng IS di Raqqah

IS membunuh warga sipil yang mereka tuduh berkolaborasi dengan rezim Suriah, kata aktivis.

Mohammed al-Homsi, anggota Komite Koordinasi Palmyra, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sebuah daftar berisi sedikitnya 90 orang yang dikonfirmasi tewas akan segera dirilis.

“Kami membutuhkan sedikit waktu lagi karena kami ingin memeriksa ulang nama orang-orang yang terbunuh,” kata al-Homsi.

“Sebagian besar korban adalah laki-laki, tapi ada beberapa anak di antaranya.”

Hashem Ahelbarra dari Al Jazeera, yang melaporkan dari kota Turki Gaziantep di perbatasan dengan Suriah, mengatakan bahwa ribuan warga sipil yang khawatir tentang keselamatan mereka ingin melarikan diri dari Qaryatayn selama pengepungan, namun dicegah oleh IS.

“Beberapa dari orang-orang yang bertekad untuk pergi dieksekusi oleh pasukan IS,” tambahnya.

Ahelbarra mengatakan bahwa aktivis oposisi dan warga sipil yang kerabatnya terbunuh di Qaryatayn mengatakan, “ini adalah tindakan balas dendam oleh pasukan IS”.

“Tapi pada saat yang sama, mereka mengatakan bahwa rezim Suriah juga telah melakukan kekejaman terhadap warga sipil di Qaryatayn di masa lalu, menuduh mereka berkolaborasi dengan IS.”

Ahelbarra mengatakan bahwa kota ini telah berpindah tangan berkali-kali dalam beberapa tahun terakhir.

“Setiap kali diambil alih IS, pasukan kelompok tersebut akan mengeksekusi orang-orang yang mereka tuduh berkolaborasi dengan rezim,” katanya. “Ketika rezim merebut kota kembali, mereka akan mengeksekusi orang-orang yang dituduh berkolaborasi dengan IS.”

Qaryatayn, yang sebagian besar tetap netral selama tahun-tahun pertama konflik Suriah, dikuasai oleh IS pada bulan Agustus 2015, menyusul dikuasainya Palmyra oleh IS.

Tanggapan Syaikh Abu Mahmud Al-Filistini Bagi Orang yang Menyamakan HTS dengan IS

“Pada saat itu, banyak keluarga pergi dan akhirnya menetap di kamp pengungsian Rukban di perbatasan dengan Yordania atau di daerah-daerah di utara negara tersebut,” kata al-Homsi.

Pada bulan April 2016, kota tersebut diambil oleh pasukan rezim Suriah, yang menurut al-Homsi, mencegah penduduknya untuk kembali dengan alasan mereka terlibat jauh atau mendukung pertarungan melawan Assad.

Akhirnya, pemerintah Syiah Assad sepakat bahwa 20.000 warga sipil dapat kembali.

Al-Homsi mengatakan bahwa masuknya kembali IS merebut kota bulan ini sangat mengejutkan penduduknya dan menimbulkan tanda tanya besar.

“Bagaimana IS bisa masuk dan kemudian berhasil meninggalkan Qaryatayn saat tentara menguasai seluruh wilayah yang berada di bawah kendali mereka?” dia bertanya, menuduh bahwa pasukan pro-rezim Assad juga membunuh beberapa penduduk kota tersebut.

“IS memulai serangan tersebut dan membunuh orang-orang karena diduga mendukung Assad, dan ketika pasukan Suriah masuk, mereka juga membunuh penduduk di sana berdasarkan dugaan dukungan mereka terhadap IS,” katanya.

Pemerintah belum berkomentar mengenai jumlah warga sipil yang terbunuh.

Namun, Media Militer Pusat rezim pada hari Sabtu mengatakan bahwa “tentara Suriah dan sekutu-sekutunya telah memulihkan kendali dan stabilitas Qaryatayn”.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Reklamasi Itu Anti NKRI dan Pancasila

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menganggap bahwa pihak-pihak yang ingin meneruskan reklamasi adalah orang-orang yang anti NKRI dan Pancasila.

Menurutnya, munculnya reklamasi hanya akan membuat kesenjangan sosial pada rakyat Indonesia, yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Bagi saya eeklamasi itu anti Pancasila, anti NKRI, dan kalau ada yang mempertahankan reklamasi, itu jelas anti NKRI. Dengan adanya reklamasi semakin mempersenjang ekonomi kita, mempersenjang pembangunan kita,” katanya pada Jurnalislam.com di Alun-alun Karanganyar, Ahad (22/10/2017).

Dahnil mempertanyakan mengapa seoalah-olah ingin dibangun itu hanya DKI Jakarta. Orang-orang yang masuk ke dalam pulau reklamasi, menurutnya hanya kalangan tertentu saja yang berduit.

“Akhirnya ekonomi Jakarta ini semakin tinggi, kesenjangannya makin lebar, daerah yang lain itu nggak dapat kesempatan, jadi terang, reklamasi itu bagi saya anti NKRI, anti Pancasila,” pungkasnya.

Proyek Reklamasi, Bukti Negara Dijajah Korporasi

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnila Anzar Simanjuntak menegaskan, negara tidak boleh dikuasai oleh korporasi. Pernyataan itu disampaikan menyinggung proyek reklamasi teluk Jakarta yang dinilainya semakin tak bisa dihentikan.

“Negara tidak boleh kalah dengan korporasi-korporasi itu, negara harus terang dan tegas terhadap upaya mengkooptasi negara, ini sudah jelas, negara seolah-olah dikontrol oleh korporasi, itu kayak VOC aja,” ujarnya di Alun-alun Karanganyar, Ahad, (22/10/2017).

Untuk itu, penyuka motor vespa ini mengajak semua pihak untuk bersatu menghentikan proyek reklamasi

“Ini harus dihentikan, ini jelas kemerdekaan kita dirampas oleh korporasi, kemerdekaan politik, ekonomi, sudah dirampas,” tegasnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mencabut memotarium proyek reklamasi Teluk Jakarta yang berarti proyek nasional tersebut dilanjutkan.

Amir Taliban Pakistan Bantah Berita atas Laporan Kematiannya

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Omar Khalid Khurasani, amir faksi jihad Taliban Pakistan yang dikenal dengan nama Jamaat-ul-Ahrar (JuA), mengeluarkan sebuah pernyataan baru-baru ini beberapa hari setelah juru bicara JuA mengatakan sebelumnya kepada Agence France-Presse bahwa dia terbunuh dalam serangan udara AS di Afghanistan. Pernyataan yang baru dirilis di bawah nama Khurasani di akun resmi Telegram grup tersebut merupakan penyangkalan yang eksplisit atas berita kematiannya, Long War Journal melaporkan, Ahad (22/10/2017).

Pada 19 Oktober, AFP melaporkan bahwa juru bicara JuA Asad Mansour mengatakan bahwa Khurasani “mengalami luka serius dalam serangan pesawat tak berawak AS baru-baru ini di provinsi Paktia di Afghanistan” dan “menyerah pada luka-lukanya pada Rabu malam.”

Militer AS tidak mengkonfirmasi kematian Khurasani. Khurasani, yang terkait erat dengan amir al Qaeda Syeikh Ayman al Zawahiri, yang telah diburu oleh agresor AS selama lebih dari satu dekade.

Penting juga untuk dicatat bahwa pernyataan yang dikaitkan dengan Khurasani tersebut tidak menyertakan bukti visual atau audio tentang kesehatannya, dan juru bicara JuA yang mengoperasikan akun Telegram kelompok tersebut juga tidak mengeluarkan pernyataan resmi yang mengumumkan kematian Khurasani. Masih belum jelas apakah AFP berbicara dengan seorang penipu, atau kantor berita terbesar ketiga di dunia itu salah informasi.

Taliban Pakistan Publikasi Pelatihan Pasukan Khusus di Barat Laut Pakistan

Pernyataan Khurasani, yang bertanggal hari ini (Ahad), juga mengkonfirmasi kematian Khalifa Umar Mansour, pemimpin militer JuA yang syahid dalam serangan udara AS di Afghanistan pada Juli 2016.

Khurasani menggambarkan Mansour sebagai salah satu “pejuang dan ksatria hebat” dan “Kepala Komisi Militer Jamaat al Ahrar dan Ameer Durae Adamkhail [Darra Adam Khel] / Peshawar untuk Jamaat al Ahrar.”

“Kehilangan ini begitu menyedihkan. Kerugian ini merupakan sumber kesedihan bagi umat muslim pada umumnya dan terutama bagi mujahidin. Shaheed yang terhormat adalah inti dalam jihad yang sedang berlangsung,” lanjut Khurasani. Dia juga mencatat bahwa “pemimpin kita akan menjadi orang pertama yang melepaskan nyawa mereka untuk tujuan tertinggi Syariah,” atau hukum Islam.

Mansour adalah komandan Grup Tariq Gidar, yang bertanggung jawab atas beberapa serangan besar terhadap sekolah-sekolah militer Pakistan selama beberapa tahun terakhir. Kelompok Tariq Gidar Mansour terdaftar oleh Departemen Luar Negeri AS sebagai organisasi teroris pada tanggal 23 Mei 2016.

Fraksi Taliban Khurasani memiliki otonomi dalam Gerakan Taliban di Pakistan. JuA bermarkas di suku Mohmand Pakistan dan juga beroperasi melintasi perbatasan di Afghanistan. Mereka sebelumnya menyerukan penegakan hukum syariah dan pembentukan kekhalifahan global sebagai tujuan utama.

Seperti di Dresden pada WWII: AS Ratakan Raqqa dengan Pemboman Lalu Tutupi dengan Bantuan

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rusia pada hari Ahad (22/10/2017) melaporkan koalisi pimpinan AS di Suriah telah meratakan Raqqa dengan operasi pengeboman yang serupa dengan pengeboman Dresden dan menutupi kehancuran tersebut dengan bantuan kemanusiaan.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian pertahanan mengatakan bahwa Raqqa – ibukota Khalifah IS yang memproklamirkan diri sendiri – “mewarisi nasib Dresden pada tahun 1945, diratakan pemboman oleh gerombolan agresor Amerika Serikat.”

Begini Pernyataan Donald Trump Setelah Kejatuhan Benteng IS di Raqqah

Pasukan pimpinan Kurdi yang didukung AS pekan lalu merebut Raqqa, markas besar terakhir IS di Suriah.

Pejabat AS memuji kemajuan tersebut, dimana Presiden Donald Trump mengatakan “akhir dari kekhalifahan IS sudah terlihat.”

“Pernyataan perayaan oleh perwakilan resmi pemerintah AS mengenai ‘kemenangan yang luar biasa’ atas IS dalam kebingungan cepat di Raqqa,” kata kementerian Rusia tersebut lansir AFP.

AS terlalu berlebihan menanggapi jatuhnya Raqqa, kata Rusia.

Jenderal Rusia Tewas di Suriah Timur

Pada kenyataannya, Raqqa adalah “kota provinsi” yang jauh lebih kecil daripada Deir Ezzor, di mana operasi rezim Suriah yang didukung Rusia sedang berlangsung, kata kementerian tersebut.

Rusia mengatakan negara-negara Barat memompa bantuan ke Raqqa untuk menutupi tingkat kerusakan yang ditimbulkan di kota tersebut.

Moskow, katanya, sebelumnya hanya menerima penolakan dari Barat saat meminta bantuan kemanusiaan internasional.

Rusia Telah Membunuh 5.233 Warga Sipil Suriah, Termasuk 1.417 Anak-anak dan 886 Wanita

“Hanya ada satu (alasan) – tujuannya adalah untuk menyingkirkan jejak ribuan warga negara yang damai yang ‘dibebaskan’ dari IS yang dikuburkan di reruntuhan Raqqa akibat pemboman barbar oleh pasukan udara AS dan ‘koalisi’,” kementerian tersebut mengklaim.

Demikian juga Rusia telah mengoperasikan sebuah operasi pengeboman di Suriah sejak tahun 2015, ketika mereka melangkah untuk mendukung pemerintahan rezim Syiah Nushairiyyah Bashar al-Assad. Pemantau hak asasi manusia mengatakan bahwa pengeboman tersebut telah mengakibatkan banyak korban sipil.

Ini Bantahan Hamas atas Tuduhan Keretakan Hubungannya dengan Qatar

PALESTINA (Jurnalislam.com)Kelompok Perlawanan Islam Palestina (Hamas) membantah laporan yang mengisyaratkan bahwa Hamas tidak puas dengan peran Qatar dalam upaya untuk mencapai rekonsiliasi dengan Fatah, Aljazeera melaporkan Ahad (22/10/2017).

Laporan media lokal mengenai isu tersebut muncul setelah pemimpin Hamas Yahya Sinwar baru-baru ini bertemu dengan kelompok pemuda di Jalur Gaza.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan bahwa tuduhan tentang keretakan tersebut “sama sekali tidak benar” dan menolak pembicaraan mengenai ketegangan apapun.

Kelompok Bantuan Kemanusian Gaza: Qatar Kontributor Terbesar untuk Penduduk Palestina

“Perlu dicatat peran Qatar dalam mendukung keteguhan rakyat Palestina pada umumnya dan rakyat kita di Jalur Gaza, terutama dalam bayang-bayang pengepungan Israel yang tidak adil,” bunyi pernyataan tersebut.

Hamas memuji Qatar atas “peran perintis” mereka dalam memperbaiki kehidupan warga Palestina yang tinggal di Gaza.

“Qatar telah melakukan puluhan proyek kemanusiaan, proyek rekonstruksi dan infrastruktur, yang dirasakan oleh rakyat kita dan memberikan kontribusi signifikan untuk mencegah jatuhnya Jalur Gaza selama tahun-tahun pengepungan.”

Pejabat Intelijen: Hacker UEA Dalang Isu Qatar

Pernyataan tersebut menyebutkan dukungan Qatar untuk rekonsiliasi nasional Palestina, mencatat berkat negara Teluk Arab tersebut atas setiap upaya untuk menyembuhkan keretakan antara Hamas dan Fatah.

Awal bulan ini, Hamas dan Fatah menandatangani sebuah perjanjian rekonsiliasi di bawah naungan Mesir, setelah Hamas setuju untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah Otoritas Palestina yang didukung Fatah yang dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas.

Kesepakatan tersebut, yang ditandatangani oleh kedua belah pihak di ibukota Mesir, Kairo, Kamis, menetapkan bahwa pemilihan dewan legislatif, presiden dan dewan nasional harus dilakukan dalam waktu satu tahun setelah penandatanganannya.

Namun, rincian kesepakatan rekonsiliasi belum diumumkan.