Sabtu, 2 Dhul Qa'ada 1447 / 18 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Berita Terkini

Tanpa Koordinasi dengan HTS, Pasukan Turki Bergerak ke Dalam Provinsi Idlib

14 Okt 2017 05:38:59
Tanpa Koordinasi dengan HTS, Pasukan Turki Bergerak ke Dalam Provinsi Idlib

ANTAKYA (Jurnalislam.com) – Konvoi 12 kendaraan lapis baja pasukan Turki telah memasuki wilayah utara Suriah dalam sebuah gerakan militer baru.

Media berita Turki melaporkan bahwa kendaraan yang membawa tentara tersebut menyeberang ke provinsi Idlib, Kamis malam (Jumat dini hari).

Perkembangan tersebut terjadi setelah Turki mengatakan bahwa pihaknya mengirim pasukan ke Suriah untuk memberlakukan zona de-eskalasi di Idlib, yang dikendalikan oleh aliansi faksi jihad Hayyat Tahrir al-Sham (HTS).

Zona de-eskalasi merupakan bagian dari kesepakatan yang dicapai antara Turki, yang mendukung kekuatan melawan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, dan Iran dan Rusia, yang mendukung pemerintahan Rezim Bashar.

Sumber media Turki mengatakan konvoi tersebut mencakup sekitar 80 tentara.

Sumber-sumber lokal mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pasukan tersebut menuju ke bagian barat provinsi Aleppo.

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

Hashem Ahelbarra dari Al Jazeera, Jumat (13/10/2017), melaporkan dari Antakya, dekat perbatasan Turki dengan Suriah, mengatakan puluhan kendaraan militer telah menyeberang ke Suriah.

“Kami tahu dari sumber yang berbeda bahwa militer Turki berada di pinggiran barat provinsi Aleppo, namun tujuan akhir mereka adalah Idlib.

“Masih harus dilihat apa yang akan terjadi pada mujahidin Hayat Tahrir al-Sham, yang dipimpin Jabhat Fath al Sham, bagaimana sikap mereka atas pergerakan pasukan Turki di Idlib?”

Warga sipil di sana kuatir akan potensi bentrokan antara pasukan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang didukung Turki dan HTS.

Sebuah serangan militer telah terjadi akhir-akhir ini di sepanjang perbatasan Turki dengan Suriah, dimana pemerintah Turki mendukung sebuah operasi untuk mengamankan kontrol perbatasan di provinsi Idlib.

Tentara Turki mulai mendirikan “pos pengamatan” di provinsi Idlib sebagai bagian dari upayanya untuk menciptakan zona de-eskalasi, kata militer pada hari Jumat.

“Pada 12 Oktober (Kamis), kami memulai kegiatan untuk mendirikan pos pengamatan,” kata militer dalam sebuah pernyataan.

Turki menghadapi banyak tantangan saat bergerak lebih dalam di Suriah, kata Ahelbarra.

“Pertama-tama, Turki perlu menerapkan zona de-eskalasi. Mereka harus memastikan bahwa tidak ada pihak yang terlibat dalam pertempuran dalam waktu dekat,” katanya.

Tantangan kedua adalah bahwa pasukan Kurdi beroperasi tidak jauh dari tempat militer Turki ditempatkan di Suriah. Turki mengatakan di waktu lalu bahwa mereka menganggap semua faksi Kurdi, khususnya organisasi SDF dan YPG, sebagai “teroris”, dan bahwa Turki tidak akan membiarkan mereka maju lebih jauh ke barat menuju Mediterania.

Kategori : Internasional

Tags : Hayat Tahrir al Sham HTS Idlib Konflik Suriah turki

Studi Program tentang Wakaf Produktif, IDC Silaturahim dengan BWI

13 Okt 2017 16:00:03
Studi Program tentang Wakaf Produktif, IDC Silaturahim dengan BWI

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Dalam rangka memaksimalisasi program dakwah, pendidikan dan sosial, Infaq Dakwah Center (IDC) melakukan silaturahim dan studi program wakaf ke Badan Wakaf Indonesia (BWI), pada Selasa (10/10/2017) pagi di Gedung Bayt Qur’an, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Dalam kunjungan silaturahim tersebut, Direktur IDC Mulyadi Abdul Gani beserta relawan IDC diterima baik oleh Direktur Eksekutif BWI Drs. H. Achmad Djunaedi, MBA. Pertemuan berlangsung akrab, hangat dan terbuka. Banyak pencerahan yang didapat terkait wakaf dan segala persoalannya.

Terlebih dahulu, Direktur Eksekutif BWI Achmad Djunaedi memaparkan sejarah wakaf sejak zaman Nabi Muhammad Saw. Ketika itu sahabat Umar bin Khatab memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian Umar menghadap Rasulullah meminta petunjuk, Umar berkata, “Ya Rasulullah, saya belum pernah mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku ?”

Rasulullah bersabda : Bila engkau suka, kau tahan tanah itu dan engkau sedekahkan hasilnya (manfaatnya), tidak dijual, tidak dihibahkan dan tidak
diwariskan.”

Lalu, menurut Ibnu Umar, “ Umar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah, dan Ibnu
Sabil. Dan tidak dilarang bagi yang mengelola waqaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau memberi makan orang lain dengan maksud tidak menumpuk harta” (HR. Imam Bukhori)

Lebih lanjut, Achmad Djunaedi menjelaskan, saat ini wakaf telah diatur dalam UU No. 41 Tahun 2004 & PP No. 42 Tahun 2006. UU tentang wakaf seperti membangun “negara Islam”. Hanya saja, masih banyak orang Islam yang tidak berpikiran maju, sehingga belum bisa menangkap makna UU tersebut.

“UU Wakaf ini sudah 13 tahun. Boleh dibilang, kalian terlambat mendapat informasi tentang wakaf. BWI akan terus mensosialisiasikan wakaf kepada umat Islam, meski anggaran yang diberikan oleh pemerintah masih sedikit. Nah, jika UU itu dibaca secara baik, nanti baru ngeh betapa dahsyatnya potensi wakaf,” ungkap Djunaedi.

Perlu diketahui, wakaf itu terdiri dari wakaf benda bergerak (berupa uang) dan wakaf tidak bergerak (berupa tanah, masjid, kuburan, masjid, musholla, pesantren, hingga madrasah). Padahal wakaf itu aslinya semacam bisnis. Tahan tanahnya, lalu dikelola hasilnya untuk kepentingan umat Islam.

“Tapi, di Indonesia, potensi wakaf hanya sebatas kuburan, masjid, musholla, pesantren. Seharusnya wakaf bukan hanya diperuntukkan masjid saja, tapi juga usaha komersial lainnya, seperti poliklinik, foodcourt, sarana pendidikan, ruang yang disewakan untuk perusahaan atau bank. Jangan sampai tanah di tempat strategis dipinggir jalan malah diruislagh, dijual, dan jadi sengketa. Faktanya begitu. Tanah Wakaf pun ditabrak,” ujar Djunaedi.

Dalam perjalanannya, wakaf dikelola oleh nadzir (semacam direktur atau manajer). Tapi, sayangnya, lanjut Djunaedi, wakaf dilakukan oleh orang tua yang telah uzur, yang tidak bisa berbuat apa-apa. Harusnya wakaf dikelola oleh mereka yang muda-muda, cerdas dan berpikiran maju.

“Jika ada tanah wakaf, atau masjid tua dipinggir jalan, sebaiknya dipanggil arsitektur untuk membangun masjid yang lebih bagus dan berlantai, yang didalamnya bisa disewakan untuk kepentingan Islam. Untuk membangunnya, bisa dilakukan dengan rekayasa bisnis.”

Selanjutnya akan dikembangkan wakaf produktif. Saat ini Wakaf di Indonesia ada 438.000 atau setara dengan 4 mliyar meter persegi.”

Lebih jauh Djunaedi menjelaskan tentang wakaf uang. Menurutnya, Wakaf Uang beda dengan infaq dan sedekah. Nah, untuk bisa mengelola wakaf uang, harus mendaftar lebih dulu ke BWI, lalu menjadi nadzir wakaf uang. Setelah mendapat SK, dibimbing, barulah kemudian bisa mengelola wakaf uang. “Kalau mengelola dana umat harus ada pertanggungjawabannya,” tandas Djunaedi.

Ketika ditanya apakah pewakif boleh mendapatkan bagi hasil dari tanah yang telah diwakafkan? Djunaedi menjelaskan, “Tidak bisa. Apa yang sudah diwakafkan telah terputus. Tidak ada istilah bagi hasil. Kalau ada pewakif yang minta bagi hasil, itu melanggar UU.”

Djunaedi juga menegaskan, masjid yang dikembangkan pembangunannya untuk usaha komersial lain, jangan dianggap menggusur keberadaan masjid.

“Justru masjid itu diperbagus, ruangnya diperbesar dan ber-AC. Tidak benar jika menghilangkan masjid yang telah ada. Seperti diketahui, lama-lama negara dikuasai kaum kapitalis. Karena itu harus diantisipasi, agar tidak tergerus oleh zaman.” (des/rilis)

Kategori : Nasional

Tags : IDC wakaf wakaf produktif

Hayyat Tahrir al Sham Rilis Pertempuran dengan IS di Provinsi Hama

13 Okt 2017 08:59:39
Hayyat Tahrir al Sham Rilis Pertempuran dengan IS di Provinsi Hama

SURIAH (Jurnalislam.com) – Hay’at Tahrir al Sham (HTS) merilis foto-foto kemarin yang menunjukkan pertempuran antara pasukannya dan Kelompok Islamic State (IS) di provinsi Hama, Suriah, Long Wor Journal.

Foto-foto tersebut menunjukkan pejuang pasukan elit HTS melawan IS di dekat desa Umm Mayal dan Talayhan di daerah timur Hama. Pejuang terlihat maju di medan perang, menggunakan senapan mesin berat dan terlibat dalam pertempuran jarak dekat. Beberapa foto menunjukkan tewasnya pasukan IS yang tersebar di sekitar desa kecil tersebut.

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

Pada saat yang sama, HTS juga melaporkan telah membongkar sebuah IED milik IS dan perangkat peledak di markas HTS di provinsi Idlib. IS, sebagai balasan, melakukan pemboman bunuh diri IS di lokasi HTS di Armanaz, Idlib.

Pertarungan antara dua pasukan tersebut meletus lagi awal pekan ini ketika IS meluncurkan operasi “Abu Muhammad al Adnani”, di Suriah tengah. Beberapa hari sebelumnya, HTS meluncurkan serangannya sendiri melawan pasukan rezim Syiah Assad di Hama, mengambil alih kota Abu Dali.

Kini Hayat Tahrir al Sham Kuasai Provinsi Idlib

Kategori : Internasional

Tags : Hayat Tahrir al Sham HTS Idlib

PM Irak: Tentara Irak Tidak akan Serang Rakyat Kurdi

13 Okt 2017 08:28:41
PM Irak: Tentara Irak Tidak akan Serang Rakyat Kurdi

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada hari Kamis (12/10/2017) menyatakan bahwa tentara Irak tidak akan digunakan untuk melawan rakyat Kurdi.

“Kami tidak akan menggunakan tentara melawan rakyat dan kami tidak akan berperang melawan warga Kurdi,” kata al-Abadi dalam siaran pers televisi yang disiarkan di televisi pemerintah Irak, lansir Anadolu Agency.

Dia kemudian menekankan bahwa angkatan bersenjata Irak dikhususkan untuk memberikan keamanan publik di Irak dan melindungi negara dari ancaman asing.

Rezim Syiah Assad Dukung Referendum Kurdi

“Tanggung jawab kita adalah untuk melindungi persatuan Irak,” tegasnya.

Ketegangan terus meningkat antara Baghdad dan Pemerintah Daerah Kurdi Irak utara sejak 25 September, ketika peduduk Irak yang berada di daerah kekuasaan KRG (Kurdish Regional Government) – dan di beberapa wilayah yang disengketakan – memberikan suara untuk menyatakan kemerdekaan.

Segera setelah jajak pendapat tidak resmi bulan lalu, Baghdad melarang penerbangan internasional memasuki wilayah yang dikuasai KRG dan menutup semua misi diplomatik asing yang berbasis di wilayah Kurdi.

Kategori : Internasional

Tags : irak kurdi Perang Irak Referendum

Jet Tempur Spanyol Jatuh saat Kembali ke Markas

13 Okt 2017 08:21:52
Jet Tempur Spanyol Jatuh saat Kembali ke Markas

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Sebuah jet tempur milik militer Spanyol jatuh pada hari Kamis (12/10/2017)etelah melakukan sebuah pertunjukan udara untuk merayakan hari nasional negara tersebut.

Kementerian pertahanan Spanyol mengkonfirmasi Eurofighter jatuh di Albacete, Spanyol selatan, saat kembali ke markas, lansir Anadolu Agency.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa pilot tewas dalam kecelakaan yang terjadi saat manuver pendaratan.

Jet Tempur Rusia Jungkir Balik di Pangkalan Udara Assad, Pilot dan Kru Tewas

Gambar-gambar, yang konon berasal dari tempat kejadian, menunjukkan asap hitam besar mengepul dari reruntuhan pesawat yang terbakar.

Pihak berwenang Spanyol mengatakan mereka masih menyelidiki insiden tersebut, dan mengatakan penyebab kecelakaan belum diketahui.

Kategori : Internasional

Tags : Pesawat Jatuh

Pengungsi dan Pasukan Kurdi Dihajar 3 Bom Kelompok IS di Deir Ezzor, 50 Tewas

13 Okt 2017 08:05:06
Pengungsi dan Pasukan Kurdi Dihajar 3 Bom Kelompok IS di Deir Ezzor, 50 Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Penyerang Martir kelompok Islamic State (IS) menewaskan sedikitnya 50 orang dalam tiga serangan bom mobil pada hari Kamis (12/10/2017) terhadap sekelompok pengungsi di timur laut Suriah, seorang sumber medis di Bulan Sabit Merah Kurdi mengatakan pada Middle East Eye.

Sejumlah besar orang juga terluka akibat tiga bom mobil itu, kata sumber tersebut.

Serangan tersebut terjadi di Abu Fas, dekat perbatasan provinsi Deir Ezzor dan Hasaka, kata sebuah lembaga monitor perang, Observatorium HAM yang berbasis di Inggris (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), yang mengatakan bahwa sedikitnya 18 orang telah terbunuh.

Orang-orang yang tewas termasuk pengungsi yang melarikan diri dari pertempuran di Deir Ezzor dan juga anggota pasukan keamanan Kurdi Asayish, Observatorium melaporkan. Televisi rezim Suriah mengatakan puluhan orang tewas dalam serangan tersebut.

IS telah kehilangan wilayahnya di Suriah dan Irak tahun ini dan jatuh kembali ke kota-kota dan desa-desa di lembah Efrat di tenggara Deir Ezzor.

Pada hari Rabu, IS mengatakan bahwa mereka melakukan serangan di ibukota Damaskus, di mana tiga pembom meledakkan perangkat mereka di dekat markas besar polisi, menewaskan dua orang dan melukai enam lainnya.

Badan-badan bantuan telah memperingatkan bahwa pertempuran di Suriah timur merupakan yang terburuk di Suriah tahun ini dan bahwa serangan udara telah menewaskan ratusan korban sipil.

Kategori : Internasional

Tags : Konflik Suriah

Koalisi Arab Hancurkan Basis Peluncuran Rudal Pemberontak Syiah di Yaman

13 Okt 2017 07:48:29
Koalisi Arab Hancurkan Basis Peluncuran Rudal Pemberontak Syiah di Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Koalisi Arab mengumumkan pada hari Kamis (12/10/2017) bahwa pihaknya telah menghancurkan situs peluncuran rudal pemberontak Syiah Houthi di Hudaydah yang digunakan untuk menargetkan Arab Saudi, Al Arabiya melaporkan.

Sebuah pesawat koalisi tak berawak yang didokumentasikan awal bulan ini menargetkan lokasi milisi Houthi dan Saleh di daerah yang berbeda di dekat perbatasan Saudi-Yaman.

Iran: Setelah Aleppo, Kita akan Bantai Bahrain dan Yaman

Pesawat koalisi berhasil menghancurkan kendaraan militer yang membawa milisi Houthi menuju perbatasan Saudi dalam upaya menanam ranjau dan maju ke perbatasan.

Pasukan koalisi Arab juga menargetkan bala bantuan militer Syiah Houthi dan menghancurkan gudang senjata dan tempat-tempat untuk pertemuan mereka di distrik Bihan, sebelah barat provinsi Shabbwa.

Kategori : Internasional

Tags : koalisi arab perang yaman syiah houthi

Berantas HOAX, Pemuda Muhammadiyah Laporlan seword.com ke Kominfo dan Bareskrim

13 Okt 2017 07:16:06
Berantas HOAX, Pemuda Muhammadiyah Laporlan seword.com ke Kominfo dan Bareskrim

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sebagai wujud dukungan terhadap upaya pemerintah dalam membasmi penyebar berita-berita bohong (hoax), Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah melaporkan situs seword.com ke Kemkominfo dan Cyber Crime Bareskrim, Kamis (12/10/2017).

Pemuda Muhammadiyah meminta Kominfo untu segera memblokir situs tersebut karena dinilai sebagai produsen hoax.

“Terbukti dari postingan-postingan opini yang dimuat merupakan tulisan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kevalidannya. Lebih bersifat tendensius, menyebar kebencian dan memancing provokasi bernuansa SARA,” kata Ketua Bidang Komintel PP Pemuda Muhammadiyah, Siswanto Rawali dalam keterangan tertulis kepada Jurnalislam.com, Kamis (12/10/2017).

“Maka sebagai bentuk tanggung jawab moril kebangsaan maka kami PP Pemuda Muhammadiyah melaporkan seword.com ke pihak yang berwenang untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya.

Baca juga: Dahnil Anzar: Seword Itu Sampah Peradaban

Pemuda Muhammadiyah juga melaporkan seword.com ke Bareskrim Mabes Polri. Siswanto menjelaskan, objek laporan adalah pemilik situs seword.com, penulis opini dalam situs tersebut, dan ujara kebencian serta provokasi SARA.

“Kita tidak ingin jagad informasi komunikasi kita dipenuhi dengan sampah, noise, hoax dan ujaran kebencian lainnya yang dipicu oleh opini provokatif di media dan internet. Situs seword.com selama ini diduga menjadi media yang memfasilitasi opini hoax, provokatif, ujaran kebencian dan sebagainya,” terang Siswanto.

Pelaporan tersebut, lanjut Siswanto, dimaksudkan sebagai pembelajaran masyarakat Indonesia untuk mewujudkan keharmonisan berbangsa dan bernegara.

“Semoga aparat pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo dan Kepolisian memiliki persepsi yang sama dengan kita Pemuda Muhammadiyah. Sehingga proaktif menindaklanjuti laporan kita. #IndonesiaAntiHoax,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : hoax media hoax pemuda muhammadiyah seword.com

Wujudkan Persatuan Palestina, Hamas dan Fatah Sepakati Rekonsiliasi

13 Okt 2017 06:41:54
Wujudkan Persatuan Palestina, Hamas dan Fatah Sepakati Rekonsiliasi

MESIR (Jurnalislam.com) – Dua kekuatan politik Palestina, Hamas dan Fatah, menandatangani sebuah kesepakatan rekonsiliasi di ibukota Mesir, Kairo, pada hari Kamis (12/10/2017), sebagai bagian dari usaha untuk mengakhiri keretakan satu dekade, lansir Aljazeera.

Pengumuman tersebut disampaikan setelah perwakilan Hamas dan Otoritas Palestina (Palestinian Authority-PA) pimpinan Fatah bertemu di Kairo pada hari Selasa untuk melaksanakan sebuah kesepakatan persatuan yang ditandatangani pada tahun 2011 namun tidak diberlakukan.

Pada sebuah konferensi pers, kepala delegasi PA Azzam al-Ahmad mengatakan kedua pihak sepakat bahwa perbatasan Rafah antara Mesir dan Gaza akan dioperasikan oleh pengawal Presiden PA Mahmoud Abbas pada 1 November.

Hamas Ajak Fatah Bangun Kekuatan Baru Lawan Penjajahan Isreal

“Langkah-langkah keamanan akan diterapkan dan diadopsi oleh Otoritas Palestina dimana para sipir presiden akan tersebar di seluruh perbatasan,” kata al-Ahmad.

Dia menambahkan bahwa di bawah instruksi Abbas, kedua kelompok tersebut tidak akan kembali ke wilayah Palestina yang dijajah Israel kecuali mereka memiliki “kesepakatan akhir yang akan mengesampingkan keretakan selamanya … untuk mewujudkan impian Palestina, mengakhiri penjajahan, dan untuk memiliki sebuah negara Palestina yang independen dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota “.

Saleh al-Arouri, wakil kepala kantor politik Hamas, mengucapkan terima kasih kepada Mesir atas “peran stabilnya”.

“Masalah Palestina adalah masalah Mesir,” katanya.

Kesepakatan tersebut menetapkan bahwa pemilihan dewan legislatif, presiden dan dewan negara harus dilakukan dalam waktu satu tahun setelah penandatanganannya, meskipun rincian kesepakatan rekonsiliasi belum diumumkan.

Kesepakatan itu juga akan melihat Hamas dan Fatah membentuk pemerintahan sementara sebelum pemilihan.

Gerakan Hamas yang berbasis di Gaza memutuskan bulan lalu bahwa pihaknya akan membubarkan komite administratifnya yang mengelola Jalur Gaza. Hamas juga mengungkapkan kesediaannya untuk berdamai dengan PA, badan semi otonom yang memerintah Tepi Barat.

Selanjutnya, Perdana Menteri PA Rami Hamdallah mengunjungi Gaza dan mengumumkan bahwa pemerintah persatuan nasional akan mulai mengambil tanggung jawab administratifnya atas Jalur Gaza.

Hamas telah menjadi penguasa de facto di Jalur Gaza sejak 2007 setelah partai tersebut mengalahkan partai Fatah yang telah lama dominan di parlemen dalam pemilihan parlemen.

Hamas kemudian mendorong Fatah keluar dari Gaza dalam konflik Palestina, ketika Fatah menolak untuk mengakui hasil pemungutan suara tersebut.

Hamas Peringatkan Rencana ‘Busuk’ Perdamaian Israel

Israel menanggapi kemenangan pemilihan Hamas dengan memberlakukan pengepungan darat, laut dan udara, sampai saat ini.

Hamas dan Fatah masing-masing menguasai Jalur Gaza dan Tepi Barat sejak itu, dan beberapa upaya rekonsiliasi gagal karena beberapa alasan.

Kesepakatan yang ditengahi Mesir, jika berhasil dilaksanakan, bisa memperbaiki situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza.

Dalam beberapa bulan terakhir, Hamas telah mendapat tekanan berat dengan tindakan PA baru-baru ini terhadap Gaza, yang bertujuan untuk menekan Hamas untuk menyerahkan kendali atas Jalur Gaza.

Tindakan penghukuman termasuk memotong gaji pegawai PA yang tinggal di Gaza dan mengurangi pasokan listrik ke Gaza, yang telah menderita kekurangan listrik akibat blokade zionis yahudi, Israel.

Kategori : Internasional

Tags : Gaza hamas palestina

Masalah Ekonomi dan Kemiskinan Dinilai Belum Bisa Dituntaskan Pemerintahan Jokowi

12 Okt 2017 12:15:18
Masalah Ekonomi dan Kemiskinan Dinilai Belum Bisa Dituntaskan Pemerintahan Jokowi

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia menunjukkan 43 persen masyarakat Indonesia merasakan pemenuhan kebutuhan pokok semakin berat dibanding tahun lalu. Hanya 18 persen yang merasa pemenuhan kebutuhan pokok semakin ringan.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, masalah paling mendesak yang berkaitan dengan kepentingan warga dimanapun, adalah masalah ekonomi. Pada isu-isu ini, lebih banyak masyarakat yang berpendapat negatif, meski jumlah penilaian positif meningkat dibandingkan tahun lalu

“Pemenuhan kebutuhan pokok, berobat, pendidikan, jumlah pengangguran, jumlah orang miskin, lapangan kerja, dan pemerataan kesejahteraan secara umum masih belum positif,” kata Burhanuddin di Kantor Indikator Jalan Cikini V Jakarta, Rabu (11/10).

Sebanyak 50 persen responden mengatakan, masalah pengangguran semakin banyak, dan hanya 20 persen yang mengatakan semakin berkurang. Sebanyak 42 persen responden juga mengatakan masalah kemiskinan makin banyak, sedangkan 24 persen mengatakan makin berkurang. Selain itu, 54 persen mengaku semakin sulit mencari pekerjaan, dan hanya 14 persen yang mengatakan makin mudah.

Burhan mencatat, prestasi Jokowi dianggap buruk dalam mengurangi jumlah orang miskin, menyediakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, serta membuat harga kebutuhan pokok terjangkau oleh warga pada umumnya.

Kendati demikian, Burhan mengungkapkan, sejak awal 2016 banyak publik yang menilai kondisi ekonomi nasional membaik. Secara umum, hasil survei ini menunjukkan 43,3 persen responden merasa kondisi ekonomi nasional semakin membaik dibanding tahun lalu.

“Kerja pemerintah Jokowi yang dinilai paling mengalami kemajuan adalah di bidang pembangunan infrastruktur, terutama jalan umum, jalan lintas antarprovinsi di luar Jawa, sarana transportasi umum, dan pembangunan jalan tol di luar pulau Jawa,” kata dia.

Dikatakan Burhan, upaya Jokowi membuat pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit lebih mudah dijangkau, juga diapresiasi. Sebanyak 41 persen merasa pemenuhan kebutuhan berobat makin ringan, begitu pula kebutuhan pendidikan dirasa makin ringan oleh 38 persen publik.

Politisi Partai Gerindra, Nizar Zahro mengatakan, kelemahan pemerintahan Jokowi-JK di bidang ekonomi menjadi celah yang dapat digunakan Partai Gerindra untuk mengambil hati tingkat pemilih pemula di seluruh Indonesia. Ia mengatakan, masih ada waktu dua tahun bagi Partai Gerindra untuk bersiap-siap dan menaikkan elektabilitas.

“Ini masih banyak celah dan masih banyak yang belum ditunaikan oleh pemerintahan Jokowi-JK, terutama tentang lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan dan juga tingkat kebutuhan bahan makanan pokok,” kata Nizar.

Kategori : Nasional

Tags : ekonomi jokowi Jokowi-JK pemerintah

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

FH UI dan Hilangnya Mahkota Laki-laki: Self Control yang Tumbang

FH UI dan Hilangnya Mahkota Laki-laki: Self Control yang Tumbang

18 Apr 2026 06:08:07
Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

18 Apr 2026 06:06:05
Pelajar Kok Jadi Pengedar?

Pelajar Kok Jadi Pengedar?

18 Apr 2026 06:01:56
Aroma Komersialisasi Dibalik ‘WAR’ Tiket Haji

Aroma Komersialisasi Dibalik ‘WAR’ Tiket Haji

18 Apr 2026 05:41:32

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED