Berita Terkini

Irak Kirim Pasukan Tambahan untuk Rebut Kilang Minyak di Kirkuk

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pemerintah Irak pada hari Ahad (22/10/2017) mengirim bala bantuan ke Kirkuk untuk merebut fasilitas minyak di kota utara, menurut seorang petugas polisi setempat.

“Pasukan polisi besar dikirim ke ladang minyak Kirkuk sebagai bagian dari rencana untuk mengamankan fasilitas minyak di sana,” kata Kapten Hamed al-Obaidi kepada Anadolu Agency.

Al-Obaidi mengatakan tentara Irak akan meninggalkan tugas mengamankan ladang minyak di Kirkuk kepada polisi.

Komando Peshmerga Kurdi: Irak akan Bayar Mahal atas Agresi Militernya di Kirkuk

Pekan lalu, pasukan Irak menguasai ladang minyak di Kirkuk dari pasukan Peshmerga Kurdi, yang menguasai provinsi yang disengketakan tersebut pada tahun 2014.

Pergerakan tersebut terjadi di tengah ketegangan antara Baghdad dan Pemerintah Daerah Kurdi mengenai referendum kontroversial bulan lalu untuk kemerdekaan Kurdi.

Raja Salman Adakan Pembicaraan dengan Sekneg AS di Riyadh

DOHA (Jurnalislam.com) – Raja Saudi Salman Bin Abdulaziz pada hari Ahad (22/10/2017) mengadakan pembicaraan dengan Sekretaris Negara AS Rex Tillerson di ibukota Riyadh.

Perundingan tersebut menangani hubungan bilateral dan regional, kata kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA), lansir Anadolu Agency.

Al Qaeda Kecam Arab Saudi atas Kesepakatan dengan Donald Trump

Tillerson tiba di Riyadh pada hari Sabtu untuk melakukan tur keliling pertama yang juga akan membawanya ke Qatar. Diplomat Amerika teratas itu diperkirakan akan ambil bagian dalam pertemuan koordinasi pertama antara Irak dan Arab Saudi pada hari Ahad.

Ini adalah kunjungan kedua Tillerson ke Arab Saudi dan Qatar dalam empat bulan sebagai bagian dari upaya untuk memecahkan krisis Teluk yang meletus setelah Riyadh, bersama dengan Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain, memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha, menuduhnya mendukung terorisme.

SDF Rebut Ladang Minyak Terbesar di Suriah dari IS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebuah koalisi pasukan Kurdi dan Arab yang didukung AS di Suriah mengatakan telah merebut ladang minyak terbesar negara itu dari IS.

Laila al-Abdullah, juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF), mengatakan ladang minyak al-Omar berada di bawah kendali aliansi menyusul “operasi militer skala besar” pada dini hari Ahad (22/10/2017), lansir Aljazeera.

SDF mendorong IS keluar dari ladang-ladang di kawasan itu “dengan sedikit kerusakan”, Abdullah mengatakan dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa pasukannya sekarang bentrok dengan pasukan IS yang bersembunyi di kompleks perumahan yang berdekatan.

Militer AS Kirim Unit Artileri ke SDF untuk Kepung Raqqa

Koalisi SDF berpacu melawan pasukan rezim Suriah yang didukung Rusia untuk merebut beberapa wilayah provinsi Deir Az Zor yang kaya sumber daya yang berbatasan dengan Irak.

Al-Omar terletak di tepi timur Sungai Efrat di timur Deir Az Zor. Pasukan yang setia kepada rezim Syiah Bashar al-Assad juga mendapat kemajuan dalam beberapa pekan terakhir di tepi barat sungai, maju di bawah dukungan serangan udara agresor Rusia.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah monitor berbasis Inggris yang memantau perkembangan dalam konflik Suriah melalui jaringan sumber di lapangan, mengatakan pada hari Ahad bahwa mereka diberitahu SDF telah “berhasil memasuki” ladang minyak tersebut.

Dikatakan bahwa kemajuan SDF di al-Omar terjadi setelah pasukan rezim Assad mengundurkan diri dari wilayah tersebut setelah sebuah serangan oleh pasukan IS.

Begini Pernyataan Donald Trump Setelah Kejatuhan Benteng IS di Raqqah

Reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, yang melaporkan dari Gaziantep, di sisi Turki dari perbatasan Suriah-Turki, mengatakan bahwa penangkapan al-Omar berarti bahwa “SDF sekarang akan memiliki sumber keuangan penting untuk melanjutkan pertarungannya dan terus berkembang”.

“Tentara rezim Suriah hanya berjarak beberapa kilometer dari ladang minyak yang sama yang direbut pada hari Ahad tersebut,” katanya.

“Jadi kita berbicara tentang situasi sangat sulit yang dihadapi SDF karena mereka mencoba untuk merebut lebih banyak wilayah dari IS.”

Bulan lalu, SDF mengatakan telah menguasai ladang gas dan pabrik Conoco di Deir Az Zor.

Awal pekan ini, pasukan yang didukung agresor AS tersebut mengumumkan dikuasainya Raqqa, ibukota Suriah IS yang memproklamirkan diri sendiri sebagai Khilafah, setelah menjalani operasi selama empat bulan.

Gus Sholah : Hari Santri Nasional Momen Kebangkitan Pesantren

JOMBANG (Jurnalislam.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid mengimbau agar pesantren memperkuat kualitasnya.
Cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini mendorong, momentum hari santri nasional dimanfaatkan sebagai momentum kebangkitan pesantren untuk menguatkan potensi SDM-nya agar bisa lebih berdaya saing.
“Tidak ada kata lain, harus belajar yang rajin, banyak membaca. Hari santri jangan diperingati dengan upacara saja, tapi yang awal harus belajar terus dikembangkan,” katanya, Ahad (22/10/2017).
Imbuhnya, pondok pesantren saat ini banyak yang sudah maju. Namun, semua masih harus dikembangkan. Di pesantren Tebu Ireng yang dikelolanya, ia merasa masih harus ditingkatkan berbagai fasilitasnya serta kualitas sumber daya manusia, sehingga siap berdaya saing.
“Hal ini ni juga harus terjadi pada semua pesantren. Jika ingin baik, semua tergantung pesantrennya, kemampuan guru, kesadaran pengasuh pesantren serta murid,” kata pria yang akrab disapa Gus Sholah ini.

Memperingati Hari Santri 2017, di Pesantren Tebuireng digelar berbagai macam kegiatan. Diantaranya seminar tentang resolusi jihad, membedah pemikiran dan perjuangan KH Hasyim Asyari yang dihadiri sejumlah tokoh nasional diantaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan, mantan Menteri Agama KH Tolchah Hasan serta pakar sejarah Ali Haidar.

Dalam kegiatan tersebut, juga digelar drama kolosal perjuangan, seni bela diri dan dilanjutkan dengan kirab resolusi jihad. Kegiatan itu dilakukan di sepanjang jalan protokol dekat dengan Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang.

Tuai Kesenjangan, Dahnil: Pendukung Reklamasi Anti NKRI dan Pancasila

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, program reklamasi bentuk anti-NKRI dan Pancasila. Sebab, reklamasi dinilai hanya akan membuat kesenjangan sosial pada rakyat Indonesia.

“Bagi saya reklamasi itu anti Pancasila, anti NKRI, dan kalau ada yang mempertahankan reklamasi, itu jelas anti NKRI, karena dengan reklamasi semakin mempersenjang ekonomi kita, mempersenjang pembangunan kita,” terangnya kepada Jurniscom di Alun-alun Karanganyar, Ahad (22/10/2017).

Bukan tanpa alasan, kata dia, pembangunan reklamasi akan memberi efek domino bagi masyarakat kelak. Kesenjangan ekonomi akan menjadi melebar.

“Bayangkan nanti yang masuk itu orang-orang yang kaya, akhirnya ekonomi Jakarta ini semakin tinggi, kesenjangannya makin lebar, daerah yang lain itu nggak dapat kesempatan, jadi terang, reklamasi itu bagi saya anti NKRI, anti Pancasila,” tegas Dahnil.

Pecinta motor Vespa ini menegaskan, pembangunan reklamasi tersebut tidak mewakili kepentingan rakyat. Sebab, Indonesia belum membutuhkan reklamasi karena mempunyai banyak pulau yang masih bisa ditempati.

“Padahal kita punya banyak pulau-pulau, sebenarnya kita nggak butuh Reklamasi, beda dengan singapura, mereka tidak punya tanah lagi,” papar Dahnil.

Untuk itu, ia mempertanyakan pihak-pihak yang masih mempertahankan proyek reklamasi ini.

“Jadi kalau mau ceramah tentang NKRI dan Pancasila, maka hentikan reklamasi,” pungkasnya.

Jaga NKRI, KOKAM Jateng Siap Jadi Pasukan Cadangan TNI

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Jawa Tengah menggelar Jambore di Bumi Perkemahan, Delingan, Karanganyar. Acara yang dilangsungkan selam dua hari dari 21-22 Oktober 2017 itu diikuti ribuan anggota KOKAM Jawa Tengah.

“Memupuk ukhuwah diantara kita, kita cinta NKRI dan Islam, kita adalah bentengnya Negara Indonesia dan Islam di Bumi ini,” kata Komandan KOKAM Jateng, Muhammad Ismail di sela-sela kegiatan, Sabtu (21/10/2017).

Baca juga: KOKAM Dilarang Terlibat dalam Pembubaran Kegiatan Ormas

“Karena Kokam Jateng ini Logonya Perkasa, (Pertahankan Kalimat Syahadat) karena ini memang perintah untuk kami, menjaga Islam dan bumi pertiwi yang kita cintai ini,” sambungnya.

Selain itu, Ismail juga mengatakan, bahwa KOKAM Jateng ingin menunjukan kekuatannya pada pihak-pihak yang ingin merusak NKRI. Ismail juga menegaskan, KOKAM siap menjadi pasukan cadangan TNI.

“Kita juga Show of Force, kita tunjukan pada mereka yang mau membubarkan dan menghancurkan NKRI, nanti setelah berhadapan dengan TNI, ya berhadapan dengan kita,” tegasnya.

Jambore diisi dengan berbagai kegiatan seperti memanah, lempar pisau dan baris-berbaris.

 

 

Begini Pernyataan Donald Trump Setelah Kejatuhan Benteng IS di Raqqah

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Donald Trump pada hari Sabtu (21/10/2017) mengatakan bahwa akhir dari kelompok Islam (IS) sudah terlihat “setelah kejatuhan bekas benteng Raqqa, dan sebuah transisi dapat segera mulai menetapkan kondisi terbaru di Suriah.

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya akan mendukung perundingan diplomatik “yang mengakhiri pertempuran, membantu pengungsi kembali ke rumahnya, dan menghasilkan transisi politik yang menghormati kehendak rakyat Suriah,” katanya dalam sebuah pernyataan, lansir Middle East Eye.

Deklarasi tersebut diajukan empat hari setelah pasukan pimpinan Kurdi yang didukung AS merebut kembali Raqqa, ibukota IS yang memproklamirkan dirinya sendiri sebagai Khilafah dan benteng besar terakhirnya di Suriah.

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

Trump mengatakan bahwa seluruh kota telah dibebaskan dari kendali IS, yang menurutnya merupakan “terobosan penting” dalam perang global melawan kelompok militan tersebut.

“Dengan perebutan ibukota IS dan sebagian besar wilayahnya, akhir kekhalifahan IS sudah terlihat,” kata Trump.

“Kami akan segera melakukan transisi ke fase baru di mana kami akan mendukung pasukan keamanan lokal, mengurangi kekerasan di Suriah, dan memajukan kondisi untuk perdamaian abadi, sehingga para teroris tidak dapat kembali mengancam keamanan lagi,” katanya.

Pasukan Kurdi Lancarkan Serangan Balik ke Komando Operasi Bersama Irak di Kirkuk

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pasukan Kurdi masih menembaki posisi pasukan pemerintah Irak di subdistrik Altunkopru utara di provinsi Kirkuk, kata Kementerian Pertahanan Irak, Sabtu (21/10/2017), lansir Anadolu Agency.

Dalam sebuah pernyataan, Komando Operasi Bersama mengatakan pasukan Peshmerga ditempatkan tiga kilometer (kurang dari dua mil) dari posisi pasukan pemerintah.

“Mereka menembakkan mortir dan roket termal ke posisi kami,” kata pernyataan tersebut.

“Pasukan federal dapat membungkam penembakan tersebut, namun kami tidak menargetkan mereka untuk menjaga keselamatan atau anak-anak kami dari pasukan Peshmerga,” tambahnya.

Komando Peshmerga Kurdi: Irak akan Bayar Mahal atas Agresi Militernya di Kirkuk

Pada hari Jumat, pasukan pemerintah Irak merebut Altunkopru dari Peshmerga, untuk benar-benar merebut provinsi Kirkuk, salah satu wilayah yang dipersengketakan antara Erbil dan Baghdad.

Kementerian Pertahanan Irak mengatakan pasukan federal telah menuju Altunkopru setelah “panggilan oleh rakyat saat wilayah itu menjadi sarang bagi PKK dan Kurdi Iran selain Peshmerga.”

Altunkopru adalah sebuah kecamatan di provinsi Kirkuk, terletak kira-kira 40 kilometer selatan Erbil.

Awal pekan ini, pasukan Irak menguasai semua wilayah yang diperebutkan antara Baghdad dan Erbil, termasuk Kirkuk.

Pasukan Peshmerga menguasai wilayah ini tak lama setelah kelompok Islamic State (IS) menguasai wilayah terluas di Irak utara dan barat pada pertengahan 2014.

3 Kapal Perang Rusia Merapat ke Filipina, Ada Apa?

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Tiga kapal perang Armada Pasifik Rusia tiba di ibu kota negara Filipina, Manila, untuk kunjungan enam hari, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (21/10/2017)

Menurut media setempat, kapal perusak Rusia Admiral Vinogradov dan Admiral Panteleyev dan kapal tanker Boris Butoma berlabuh di Manila South Harbor.

Sebuah laporan dari TASS yang diposting oleh Kantor Berita Filipina di situsnya menjelaskan kunjungan kapal tersebut merupakan bagian dari pengembangan program kerjasama militer antara kedua negara.

Laporan tersebut mengatakan bahwa kunjungan tersebut akan berlangsung hingga 26 Oktober dan pihak berwenang Filipina, diplomat asing, dan penduduk lokal akan diizinkan untuk melakukan tur di kapal anti-kapal selam besar itu selama kunjungan tersebut.

Kunjungan ini juga akan menyoroti permainan olahraga, seperti sepak bola dan bola voli antara awak kapal angkatan laut Rusia yang berkunjung dan perwakilan angkatan laut setempat. Selain itu, wisata turis di Manila juga dijadwalkan untuk para tamu Rusia.

Kehadiran kapal perang Armada Pasifik Rusia di Filipina bertepatan dengan kunjungan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu ke Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (the Association of Southeast Asian Nation) ke-4.

Awal bulan ini, Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengumumkan bahwa pemerintah Rusia akan menyumbangkan sedikitnya 5.000 senapan Kalashnikov dengan 1 juta butir amunisi dan 20 unit truk militer baru.

Dia mengatakan bahwa sumbangan tersebut secara formal akan diserahkan ke pemerintah Filipina pada tanggal 25 Oktober di Manila untuk digunakan dalam upaya kontra-terorisme pemerintah.

Dia mengatakan bahwa senjata tersebut akan datang sebagai sumbangan tanpa biaya kepada pemerintah Filipina.

Sumbangan Moskow menyusul China yang pada tanggal 5 Oktober, menyerahkan 3.000 lebih senapan serbu dengan 3 juta butir amunisi dan 90 bagian cakupan ke militer Filipina untuk membantu memerangi milisi yang terkait dengan kelompok Islamic State di Kota Marawi.

Siapkan Serangan Terakhir di Marawi, Militer Filipina Minta Bantuan Pejuang Islam Moro

Juni lalu, batch pertama dari senapan yang berjumlah tiga ribu unit dari China diserahkan ke Angkatan Bersenjata.

Mei lalu, Duterte melakukan kunjungan resmi ke Rusia namun harus mengurangi perjalanannya setelah terjadi bentrokan antara pasukan pemerintah dan kelompok gerilyawan Maute dan Abu Sayyaf di Marawi City, yang mendorongnya untuk mengumumkan darurat militer di Mindanao.

Dia bisa bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungan singkat tersebut dan berbicara satu setengah jam dengannya tentang bantuan ekonomi dan keamanan.

Meskipun telah membatalkan perjalanannya, pejabat keamanan Filipina dan Rusia menandatangani 10 kesepakatan, termasuk berbagi data intelijen dan kerjasama pertahanan, serta partisipasi latihan militer.

Sepekan di Afghanistan: Taliban Bunuh 35 Polisi dan 55 Tentara Boneka, IS Bunuh 70 Warga Sipil Syiah

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) membunuh 15 taruna tentara Afghanistan dukungan AS dalam serangan martir yang menargetkan bus mereka di luar pusat pelatihan di ibu kota Kabul hari Sabtu (21/10/2017). Serangan martir tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian pemboman dan serangan oleh Taliban dalam sepekan terakhir, Long War Journal melaporkan.

Taliban telah membunuh sedikitnya 36 polisi, 55 tentara, dan menangkap 16 tentara lagi dalam empat serangan terpisah di Farah, Ghazni, Kandahar, dan Paktia pekan ini. Sementara itu, kelompok Islamic State (IS) membunuh lebih dari 70 warga sipil dalam dua serangan martir di kuil-kuil Syiah di Kabul dan provinsi Ghor kemarin (Jumat, 20/10/2017).

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengkonfirmasi bahwa salah satu pembom martir kelompok mereka menyerang bus tentara hari ini. Kementerian Pertahanan Afghanistan mengkonfirmasi bahwa 15 tentara Afghanistan tewas dan empat lainnya terluka, menurut Khaama Press.

Serangan Bom Mobil Taliban Hantam Konvoi Pasukan NATO di Kabul

Misi NATO di Afghanistan, Resolute Support, mengklaim bahwa pemboman hari ini di Kabul “menunjukkan bahwa gerilyawan sangat putus asa dan tidak dapat menang.”

Namun, kenyataannya Taliban telah mempertahankan operasi ofensif di semua wilayah di negara ini dan telah mencetak keberhasilan di medan perang melawan militer Afghanistan bentukan AS. Awal pekan ini di Paktia, Taliban melancarkan serangan martir yang kompleks ke markas polisi dan sebuah pusat pelatihan di ibukota Gardez. Kapolda Paktia termasuk di antara mereka yang terbunuh. Di Farah, Ghazni, dan Kandahar, polisi dan tentara terbunuh atau ditangkap saat Taliban menguasai tiga pusat distrik tersebut atau menyerbu sebuah pangkalan militer.

Taliban mengendalikan dan memperebutkan lebih banyak distrik di Afghanistan dibandingkan kapan pun di masa lalu sejak militer AS bersama pasukan Multinasional menggulingkan Taliban dari kekuasaan pada tahun 2002.

Sebelumnya pada hari Sabtu, dua roket mendarat di dekat markas militer internasional di Kabul, dalam sebuah serangan yang dilakukan oleh Taliban, Aljazeera.