Rabu, 13 Rabi'ul Awwal 1448 / 26 Agustus 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Berita Terkini

Warga Pemukim Yahudi Serbu Sekolah Palestina di Tepi Barat, Serang Guru dan Siswa

29 Des 2017 07:19:14
Warga Pemukim Yahudi Serbu Sekolah Palestina di Tepi Barat, Serang Guru dan Siswa

NABLUS (Jurnalislam.com) – Pemukim zionis Yahudi menyerbu sebuah sekolah Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel pada hari Kamis pagi (29/12/2017) dan menyerang para siswa dan guru, menurut seorang pejabat terkemuka Palestina.

Ghassan Daghlas, pejabat Otoritas Palestina yang bertugas melacak perluasan permukiman Israel di Tepi Barat utara, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sekitar 15 pemukim Yahudi menyerbu sekolah Burin di kota Nablus, Tepi Barat, lalu menyerang siswa dan merusak mobil para guru.

Insiden tersebut menyebabkan bentrokan antara siswa Palestina dan pemukim Yahudi sebelum tentara Israel melakukan intervensi, katanya.

Rayakan Hari Raya Zionis, Ratusan Pemukim Yahudi Serbu Masjid al Aqsha

Menurut Daghlas, tentara Israel menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan guru dan siswa Palestina.

Sekitar 40.000 pemukim Yahudi tinggal di dekat kota Nablus di Nablus di 39 permukiman dan pos terdepan, dan mereka seringkali melakukan serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka, kata pejabat Palestina

Kategori : Internasional

Tags : palestina tepi barat yahudi Yeruslem zionis

Israel Tawarkan $ 50 Juta Bagi Negara yang Dukung Pengakuan Trump atas Yerusalem

29 Des 2017 07:02:30
Israel Tawarkan $ 50 Juta Bagi Negara yang Dukung Pengakuan Trump atas Yerusalem

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu telah menyiapkan dana $ 50 juta untuk membantu pembangunan di negara-negara miskin demi mendapatkan dukungan diplomatik negara-negara tersebut, terkait pengakuan Trump atas Yerusalem.

Jika laporan Channel 2 Israel dan gerai media lainnya dikonfirmasi, rencana tersebut muncul hanya sepekan setelah Majelis Umum PBB memilih untuk menolak keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Hanya delapan negara yang memilih melawan resolusi tersebut bersama Israel. 35 negara lainnya abstain dan 128 negara memilih resolusi yang ditulis oleh Turki dan Yaman tersebut.

Dana tersebut akan memanfaatkan keahlian Israel dalam bidang pertanian, pengembangan kepemimpinan, dan teknologi, Times of Israel melaporkan, lansir Aljazeera, Kamis (28/1/2017).

Kawasan yang ditargetkan dalam upaya diplomatik termasuk Eropa Timur, Asia, dan Afrika.

Begini Ancaman Trump bagi Negara yang Menolak Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Pemerintah zionis tersebut telah berusaha untuk memperkuat hubungannya dengan negara-negara Afrika dalam beberapa tahun terakhir dimana Netanyahu melakukan tur ke Afrika Timur pada tahun 2016 dan bagian barat benua itu pada tahun berikutnya.

Berbicara di ibukota Liberia, Monrovia, pada bulan Juli, pemimpin Israel tersebut mengatakan: “Saya percaya Afrika, saya percaya pada potensinya – sekarang dan masa depan. Ini adalah benua yang sedang naik daun.”

Memperkuat hubungan Israel dengan benua itu menjadi prioritas utama, Netanyahu menambahkan.

Apakah Israel berhasil mengubah bantuan ekonomi menjadi dukungan diplomatik yang sebenarnya masih harus dilihat, karena beberapa negara Afrika yang memilih resolusi PBB, seperti Kenya dan Ethiopia, menikmati hubungan dekat dengan Tel Aviv.

Selain Israel dan AS, Guatemala, Honduras, Kepulauan Marshall, Negara Federasi Mikronesia, Nauru, Palau dan Togo juga menolak resolusi itu.

Pada hari Senin, Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely mengatakan bahwa 10 negara mempertimbangkan keputusan Presiden AS Donald Trump dengan memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.

Setelah 128 Negara Tolak Veto AS, Erdogan, Jerman, Palestina Bahas Yerusalem Lebih Lanjut

Dia tidak menyebutkan negara-negara tersebut namun mengatakan “beberapa” dari mereka “terletak di Eropa.”

Pada hari Ahad, Guatemala mengumumkan bahwa mereka akan memindahkan kedutaannya ke Kota Suci, wilayah di sisi timur yang secara internasional diakui sebagai wilayah Palestina yang secara ilegal diduduki oleh Israel.

Israel mencaplok Jerusalem Timur setelah perang 1967, sebuah langkah yang ditolak oleh PBB dan masyarakat internasional.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds palestina yerusalem

PM Turki ke Arab Saudi: Kita adalah Negara Kunci untuk Yerusalem

28 Des 2017 10:43:57
PM Turki ke Arab Saudi: Kita adalah Negara Kunci untuk Yerusalem

RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi dan Turki adalah negara-negara kunci untuk perdamaian dan stabilitas abadi di kawasan Yerusalem, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan pada hari Rabu (27/12/2017), lansir Anadolu Agency.

Berbicara kepada wartawan di Riyadh, Yildirim mengatakan: “Kerjasama antara kedua negara di setiap bidang sangat penting tidak hanya bagi Turki dan Arab Saudi, tapi juga untuk perdamaian regional dan global.”

Ucapan Yildirim mengikuti ceramahnya dengan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota serta Menteri Pertahanan Mohammed bin Salman Al Saud.

Yildirim dan Salman membahas pentingnya status Yerusalem dalam rapat tertutup satu jam, menurut sumber Perdana Menteri pada hari Rabu.

Keduanya juga sepakat bahwa negara-negara Muslim harus mengambil sikap bersama dalam melindungi hak-hak warga Palestina.

Setelah 128 Negara Tolak Veto AS, Erdogan, Jerman, Palestina Bahas Yerusalem Lebih Lanjut

Pada 6 Desember, Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya – meski mendapat tentangan di seluruh dunia – untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan Washington dari Tel Aviv ke kota suci tersebut.

Pekan lalu, Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi yang didukung mayoritas Negara anggotanya menolak langkah Trump.

Selama pembicaraan dengan pejabat Saudi, Yildirim mengatakan bahwa mereka juga membahas pengembangan perdagangan bilateral dan proyek industry pertahanan gabungan.

Turki dan Arab Saudi memiliki kesamaan sekitar 90 persen dalam hal pendirian dan pandangan mengenai kemungkinan solusi, tambahnya.

Yildirim menyebut kunjungannya ke Saudi “singkat tapi cukup menghasilkan.”

Selama pembicaraannya dengan Raja Salman dan Mohammed bin Salman Al Saud, Yildirim mengatakan bahwa mereka berfokus pada perkembangan regional, termasuk Palestina, Israel, Irak, Suriah, Yaman, dan Libya.

Mengungkapkan harapan bahwa kunjungannya akan “produktif”, Yildirim mengatakan bahwa putra mahkota Saudi tersebut akan segera mengunjungi Turki.

Kategori : Internasional

Tags : arab saudi palestina turki yerusalem

Remaja Palestina yang Fotonya Viral di Dunia Akhirnya Dibebaskan Militer Israel

28 Des 2017 09:04:48
Remaja Palestina yang Fotonya Viral di Dunia Akhirnya Dibebaskan Militer Israel

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Pengadilan militer Israel pada hari Rabu (27/12/2017) memutuskan untuk membebaskan Fawzi al-Juniidi yang berusia 16 tahun dengan jaminan, menurut sebuah sumber hukum.

Pengadilan menetapkan jaminan al-Juniidi berjumlah 10.000 shekel Israel (kira-kira $ 2.860) setelah jaksa mengajukan banding atas pembebasan remaja tersebut, pengacara Arwa Hilehel mengatakan kepada Anadolu Agency.

Al-Juniidi ditangkap pada 7 Desember di kota Hebron, Tepi Barat (Al-Khalil) setelah diseret sambil ditutup matanya oleh tentara Israel bersenjata berat.

Peneliti: Inilah Tempat Paling Sering Dihujani Gas Air Mata di Dunia

Sebuah foto yang menjadi viral di media internasional, pemuda yang ditutup matanya sejak itu menjadi simbol demonstrasi Palestina dan terus berlanjut yang dipicu oleh keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Menurut Masyarakat Tahanan Palestina, sebuah LSM, sekitar 300 anak-anak saat ini ditahan di fasilitas penahanan di seluruh Israel.

Keputusan nyeleneh Trump pada 6 Desember memicu gelombang kecaman di seluruh dunia Arab dan kaum Muslim dan demonstrasi kemarahan di seluruh wilayah Palestina dan dunia.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds palestina tepi barat yerusalem

Supermarket di Rusia Dihantam Bom

28 Des 2017 08:43:55
Supermarket di Rusia Dihantam Bom

RUSIA (Jurnalislam.com) – Sebuah ledakan menghantam sebuah supermarket di St Petersburg Rusia pada Rabu malam (27/12/2017), melukai setidaknya 10 pembeli, kata beberapa penyidik, Anadolu Agency melaporkan.

Ledakan tersebut disebabkan oleh sebuah bom buatan sendiri yang dikemas dengan potongan-potongan logam dengan kekuatan setara dengan 200 gram TNT, kata mereka. Mereka telah membuka kasus pidana atas dasar percobaan pembunuhan.

Tidak ada yang terbunuh dalam ledakan tersebut, dan tidak jelas apa motifnya.

Stasiun Kereta Rusia di Saint Petersburg Dibom, Sedikitnya 10 Tewas dan 50 Terluka

Laporan media Rusia mengatakan bahwa bom tersebut telah disembunyikan di loker tempat pembeli meninggalkan barang-barang mereka di cabang jaringan supermarket Perekrestok.

“Semua versi yang mungkin dari apa yang telah terjadi sedang dikerjakan,” Alexander Klaus, kepala komite investigasi St Petersburg, mengatakan kepada Reuters.

“Sampai sekarang, sudah ditetapkan bahwa 10 orang dibawa ke rumah sakit kota dengan luka-luka. Saat ini, nyawa orang-orang yang terluka tidak terancam.”

Kategori : Internasional

Tags : Rusia serangan bom

Erdogan: Bashar Assad Teroris, Masa Depan Suriah Tidak Bisa Berlanjut Dengannya

28 Des 2017 07:38:45
Erdogan: Bashar Assad Teroris, Masa Depan Suriah Tidak Bisa Berlanjut Dengannya

TUNISIA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Rabu (27/12/2017) menyebut Presiden Suriah Bashar al-Assad sebagai seorang teroris dan mengatakan bahwa upaya perdamaian Suriah tidak mungkin berlanjut dengan adanya Assad.

Erdogan mengeluarkan komentarnya tersebut saat berada di Tunis untuk menandatangani perjanjian utama bersama dengan 10 menteri pemerintah dan lebih dari 150 pengusaha dalam perjalanan baru-baru ini yang juga membawanya ke Chad dan Sudan.

Kementerian luar negeri Suriah dengan cepat menanggapi dengan menuduh Erdogan sendiri mendukung kelompok-kelompok oposisi yang memerangi Assad dalam perang Suriah.

Pada awal perang, Turki menuntut penggulingan Assad dari kekuasaan dan mendukung oposisi yang berjuang untuk menggulingkan Assad. Namun Turki telah mengurangi tuntutannya sejak mulai bekerja dengan sekutu Assad, Rusia dan Iran, untuk sebuah resolusi politik.

Putaran Kedelapan Perundingan Damai Suriah, Oposisi: Hapus Assad dalam Daftar Pemilihan Baru

“Assad jelas merupakan teroris yang telah melakukan terorisme negara,” kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan televisi bersama rekannya dari Tunisia Beji Caid Essebsi di Tunis, lansir Middle East Eye.

“Tidak mungkin untuk maju bersama Assad. Bagaimana kita bisa merangkul masa depan dengan seorang presiden Suriah yang telah membunuh hampir satu juta warganya?” katanya, dalam beberapa komentar terberatnya selama berpekan-pekan.

Meskipun Turki telah lama menuntut penghapusan Assad, saat ini perhatian Turki atas Suriah lebih terfokus pada ancaman dari pasukan Kurdi yang mereka anggap sebagai sekutu Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang mereka katakan telah membentuk “koridor teror” di wilayah perbatasan selatan Turki.

Rezim Syiah Assad Bunuh 20.919 Perempuan dari 24.700 Wanita yang Tewas di Suriah

Turki mengatakan milisi YPG Kurdi Suriah, yang dinilai Ankara sebagai perpanjangan kelompok terlarang PKK yang telah beroperasi di Turki tenggara sejak tahun 80an, tidak dapat diundang ke perundingan damai Suriah di ibukota Kazakhstan, Astana.

YPG adalah elemen utama dalam sebuah kekuatan yang telah dibantu Washington dengan pelatihan, senjata, dukungan udara dan bantuan penasihat lapangan dalam pertempuran melawan kelompok Islamic State (IS). Dukungan AS telah membuat marah Ankara, sekutu NATO Washington.

Meskipun memiliki perbedaan dengan Rusia dan Iran, Turki telah bekerja dengan dua kekuatan tersebut dalam mencari solusi politik di Suriah.

Tiga kekuatan tersebut memperantarai kesepakatan untuk mengatur dan memantau “zona de-eskalasi” untuk mengurangi pertempuran antara kelompok oposisi dan pasukan rezim Suriah di provinsi Idlib yang dikuasai faksi-faksi jihad Suriah.

“Kami tidak dapat mengatakan bahwa Assad akan menangani hal ini. Tidak mungkin Turki menerima ini. Suriah Utara telah diserahkan sebagai koridor teror. Tidak ada perdamaian di Suriah dan perdamaian tidak akan datang bersama Assad,” kata Erdogan.

Kantor berita rezim Syiah Suriah SANA mengutip sebuah sumber kementerian luar negeri mengatakan bahwa Erdogan “terus menyesatkan opini publik Turki dengan bualan yang biasa ia katakan dalam usaha untuk membebaskan dirinya dari kejahatan yang telah dilakukannya terhadap warga Suriah melalui dukungan yang terus berlanjut kepada berbagai kelompok oposisi di Suriah.”

Selama kunjungannya ke Tunis, Erdogan juga menandatangani kesepakatan mengenai pertahanan, investasi dan lingkungan.

Bahas Yerusalem dengan Erdogan di Turki, Putin Perintahkan Pasukan Rusia Mundur dari Suriah

“Kami menegaskan keinginan kedua negara untuk memperkuat kerjasama … dengan mempertimbangkan keadaan yang mempengaruhi Tunisia,” kata Essebsi.

Pemimpin Tunisia itu kemudian memuji “pemahaman yang ditunjukkan oleh presiden Turki mengenai keadaan ini.”

Ketidakseimbangan perdagangan Tunisia telah meningkat pesat, mencapai $ 649 juta dalam 10 bulan pertama tahun 2017, dan negara tersebut telah mengembalikan bea cukai pada produk tertentu yang diimpor dari Turki.

Awal bulan ini, dalam sebuah langkah yang mengejutkan dan membuat marah banyak politisi Tunisia, Uni Eropa mencantumkan negara tersebut sebagai surga pajak.

“Turki mendukung Tunisia di masa-masa sulit,” kata Erdogan. “Perkembangan Tunisia adalah pengembangan Turki.”

Kategori : Internasional

Tags : bashar al asaad Erdogan Konflik Suriah

Ajak ANS Ucapkan Selamat Natal, DSKS Desak Walikota Klarifikasi

28 Des 2017 06:46:23
Ajak ANS Ucapkan Selamat Natal, DSKS Desak Walikota Klarifikasi

SOLO (Jurnalislam.com) – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mendatangi kantor DPRD Surakarta, Rabu (27/12/2017). Mereka memprotes tindakan Walikota Surakarta FX Rudyatmo yang mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2018. Ajakan tersebut diketahui dari sebuah video apel pagi pada hari Kamis (21/12/2017).

Rombongan diterima Wakil Ketua DPRD Surakarta Umar Hasyim, Wakil Ketua Komisi 1 Safari dan Wakil Ketua DPRD Jaswandi.

Ketua DSKS, Ustadz Muinudinillah Basri meminta kepada pihak yang berwajib untuk memanggil dan mengklarifikasi kepada Walikota Surakarta atas video yang ia nilai telah meresahkan umat Islam.

“Kami meminta kepada anggota Dewan untuk bisa memanggilnya dan mengklarifikasi hal ini,” ungkapnya di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surakarta, pada Rabu (27/12/17).

Perwakilan ormas Islam lainnya juga menyampaikan pandangannya terkait tindakan Walikota Solo tersebut. Tindakan tersebut dinilai sebagai tindakan yang tidak menunjukkan rasa toleransi dan mengganggu kerukunan umat beragama.

“Ada yang menyatakan kegiatan itu seakan akan pemurtadan massal, dan hal ini kita tidak ingin terjadi di Surakarta dan agar kerukunan umat Islam di Solo terjaga bisa menghargai agama lain,” kata Ketua Komunitas Nahi Mungkar Surakarta (Konas), Ustaz Dadyo Hasto.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Surakarta Umar Hasyim berjanji akan menyampaikan aspirasi umat Islam. Ia juga akan meminta FX Rudyatmo agar tidak mengulangi kejadian yang menyakiti umat Islam lagi.

“Karena ini menyangkut individu yaitu Walikota, maka aspirasi ini akan kami sampaikan saat Rapat Pimpinan (Rapim) kepada Ketua DPRD, dan itu saya pahami karena menyangkut akidah kita itu kami paham karena di dalam agama kita itu melarang hal itu,” paparnya.

Kategori : Nasional

Tags : dsks ucapan selamat natal walikota solo

Tokoh dan Ulama Deklarasikan Persaudaraan Aksi 212 Soloraya

27 Des 2017 19:25:30
Tokoh dan Ulama Deklarasikan Persaudaraan Aksi 212 Soloraya

SOLO (Jurnalislam.com) – Dengan dijiwai semangat Aksi bela Islam 212 serta ketidakadilan pemerintah terhadap umat Islam, sejumlah tokoh dan ulama Islam di Surakarta mendeklarasikan gerakan ‘Persaudaran Aksi 212 Soloraya’ di Gedung Lestari Rahayu Kartopuran, Solo, Selasa, (26/12/2017).

Acara dihadiri Penasehat Presidium Aksi 212 Pusat Dr. Eggi Sudjana, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Jawa Tengah Uustaz Syihabuddin, Sekjen Presidium Aksi 212 Pusat S Aminuddin dan sejumlah tokoh Islam Soloraya.

Tokoh Mega Bintang Mudrick M Sangidu yang menjadi salah satu inisiator gerakan tersebut dalam sambutannya mengatakan, gerakan tersebut dideklarasikan sebagai salah satu bentuk perlawanan atas ketidakadilan pemerintah yang kerap dirasakan umat Islam. Oleh karena itu ia berharap gerakan tersebut muncul di daerah-daerah lainnya.

“Karena pemerintah tidak adil dan zalim kepada umat Islam, dan 212 ini adalah kebangkitan umat Islam, memang menyakitkan ketika umat Islam dituduh anti Pancasila, intoleran, anti kebhinekaan, semua itu blegedes,” katanya.

Dalam acara tersebut, dikukuhkan kepengurusan Persaudaraan Aksi 212 Soloraya degan Ki Seno Hadi Sumitra sebagai ketua, Ustaz Yusuf Suparno sebagai sekretaris dan bendahara oleh Mudrick Al Hanan.

Kategori : Nasional

Tags : persaudaraan aksi 212

Eggi Sudjana: Ada Skenario Pemerintah di Balik Penolakan Ustaz Abdul Somad

27 Des 2017 19:14:56
Eggi Sudjana: Ada Skenario Pemerintah di Balik Penolakan Ustaz Abdul Somad

SOLO (Jurnalislam.com) – Penasehat Presidium Aksi 212 Pusat Dr. Eggi Sudjana menilai, ada peran pemerintah dalam kasus penolakan Ustaz Abdul Somad di Hong Kong beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, negara wajib menjamin kemanan setiap warga negaranya sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945.

“UAS (Ustaz Abdul Somad) adalah orang yang dimuliakan oleh Allah dan kita cintai sebagai kyai dan ulama kita, dipersekusi, diusir, dihina seperti itu, tapi tidak ada protes keras dari pemerintah, tidak ada daya perlawanan dari pemerintah, ini membuktikan sekenario pemerintah sendiri yang melakukan ini,” katanya kepada Jurnalislam di Solo, Selasa (26/12/2017).

Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri untuk melayangkan protes kepada pemerintah Hong Kong. Jika tidak, ia khawatir akan ada aksi massa.

“Hei Kemenlu, bela Palestina itu bagus, tapi sekarang ini Ustaz kita sendiri diperlakukan seperti ini, ini tidak layak, kalian melanggar UU 1945. Nanti tiba saatnya kita sepakati ada gerakan yang besar baru kita berbuat sesuatu,” tandasnya.

Pihaknya juga akan melakukan protes kepada pemerintah jika kasus penolakan Ustaz Abdul Shomad (UAS) di Hong Kong tidak digubris.

“Memprotes kepada pemerintah Indonesia, kenapa memprotes pertama Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) karena dalam Undang-undang 1945 Pemerintah harus menjamin warganya, tumpah darahnya itu diganggu oleh siapapun, itu dasar saya UUD 1945,” katanya.

Kategori : Nasional

Tags : penolakan ustadz abdul somad

Ustaz Abdul Somad Ditolak di Hong Kong, Ansharusyariah Sayangkan Sikap Diam Pemerintah

27 Des 2017 18:00:26
Ustaz Abdul Somad Ditolak di Hong Kong, Ansharusyariah Sayangkan Sikap Diam Pemerintah

SOLO (Jurnalisalam.com) – Juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah, Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir menyayangkan sikap diam pemerintah atas insiden penolakan Ustaz Abdul Somad di Hong Kong beberapa waktu lalu. Seharusnya, kata dia, pemerintah menjadi garda terdepan untuk melindungi setiap warga negara karena hal itu telah dijamin oleh Undang-undang dasar 1945.

“Karena sudah selayaknya pemerintah Indonesia memberikan perlindungan dan jaminan bahwa warganya bebas pergi ke negara manapun, yang perginya itu tidak untuk melakukan bentuk-bentuk permusuhan, maka pemerintah seharusnya memberikan protes terhadap pemerintah Hong Kong,” katanya kepada Jurnalislam.com Selasa, (26/12/2017).

Pria yang karib disapa Ustaz Iim itu menilai, ada campur tangan dari pihak-pihak yang tidak senang dengan Ustaz Abdul Somad di Indonesia dalam penolakan tersebut.

“Bahkan saya khawatir hal ini bisa jadi atas pengaruh dan konspirasi dari pihak-pihak yang tidak suka terhadap UAS (Ustaz Abdul Somad) di dalam negeri kita, kita tahu di negeri ini masih ada orang-orang yang tidak suka terhadap UAS, seperti yang terjadi di Bali kemarin,” ujarnya.

Selain itu, Ustaz Iim menegaskan bahwa insiden penolakan terhadap Ustaz Abdul Somad itu adalah sebuah penghinaan kepada ulama Islam di Indonesia.

“Ini menunjukan bahwa ini adalah suatu pelecehan terhadap ulama Islam di Indonesia,” katanya kepada Jurnalislam.com Selasa, (26/12/2017).

“Dan ini kita lihat tidak layak dilakukan oleh pemerintahan Hong Kong karena tidak jelas kekhawatirannya yang ditakutkan terhadap beliau, di Hong Kong itu untuk menemui warga Indonesia yang ada disana dan memberikan ceramah,” sambungnya.

Kategori : Nasional

Tags : penolakan ustaz abdul somad ustaz abdul somad di hong kong

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

81 Tahun Merdeka: Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merasakan Kemerdekaan?

81 Tahun Merdeka: Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merasakan Kemerdekaan?

18 Agu 2026 16:31:58
Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

16 Agu 2026 23:26:08
Mega Korupsi, Krisis Kepercayaan, dan Gagalnya Amanah Kekuasaan

Mega Korupsi, Krisis Kepercayaan, dan Gagalnya Amanah Kekuasaan

11 Agu 2026 15:17:18
Dari Barat ke Nusantara: Haruskah Kita Mengadopsi Produk Peradaban Cacat Moral

Dari Barat ke Nusantara: Haruskah Kita Mengadopsi Produk Peradaban Cacat Moral

24 Jul 2026 17:13:53

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED