Berita Terkini

Prabowo-Sandi Unggul di Muhammadiyah, Non Muslim Pilih Jokowi Ma’ruf

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun dalam survey terbarunya merilis ada sekitar 62 persen pemilih dari Muhammadiyah memilih pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

“Pasangan Prabowo-Sandi peroleh 62 persen suara Muhammadiyah, sedangkan Jokowi-Ma’ruf 23 persen,” katanya dalam acara ‘Elektabilitas Capres: Mampukah Jokowi berlari Kencang dan Prabowo Mengejar?’ di Cikini, Jakpus, Selasa (27/11/2018).

Rico menjelaskan, walau kalah di kalangan pemilih Muhammadiyah, pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul di pemilih Nahdlatul Ulama sebesar 47,6 persen.

“Pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul di kalangan NU 47,6 persen dan Prabowo-Sandi 36,4 persen. Hanya berselisih 11,2 persen,” pungkasnya.

Rico juga menyampaikan, pasangan Jokowi-Ma’ruf juga unggul telak di kalangan non muslim.

“Semua agama non Islam memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf,” katanya.

Rico menjelaskan pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul di umat Protestan sekitar 89,1 persen, di umat Katolik unggul 88,7 persen, di kalangan Hindu 98 persen dan Budha 98 persen.

“Dari 100 persen pemilih protestan, hanya 5,6 persen yang memilih pasangan Prabowo-Sandi. Sedangkan di Katolik hanya 7,1 dari 100 persen pemilih,” pungkasnya.

Rilis survei dilakukan Median pada periode 4-16 November 2018. Menggunakan sampel secara random dengan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional atas populasi Provinsi dan gender.

Median: 58 Persen Masyarakat Kurang Puas Kinerja Jokowi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun dalam survey terbarunya merilis ada 58,5 persen masyarakat kurang puas dengan kinerja Jokowi.

“Ada sekitar 58,5 persen merasa kurang puas dan 47,6 persen puas,” katanya dalam acara ‘Elektabilitas Capres: Mampukah Jokowi berlari Kencang dan Prabowo Mengejar?’ di Cikini, Jakpus, Selasa (27/11/2018).

Rico menjelaskan kekurangan pemerintah yang membuat masyarakat tidak puas adalah soal ekonomi memburuk sekitar 20,9 persen, sembako, bbm dan listrik mahal sekitar 11,5 persen, pembangunan belum merata sekitar 3 persen, banyak ulama dikriminalisasi 2,4 persen dan bantuan tidak tepat sasaran 2,2 persen.

“Masalah ekonomi dan kesejahteraan masih menjadi ganjalan pemerintahan Jokowi,” pungkasnya.

Menurutnya pemerintahan Jokowi harus mampu mekorelasikan antara pembangunan dan masalah kehidupan sehari-hari, agar masyarakat tidak merasa kecewa.

Rilis survei dilakukan Median pada periode 4-16 November 2018. Menggunakan sampel secara random dengan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional atas populasi Provinsi dan gender.

Ormas Islam Protes Iklan Berkonten Pornografi, EC Karaoke Minta Maaf

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Sejumlah anggota ormas Islam Soloraya mendatangi Mapolsek Grogol, Sukoharjo terkait munculnya iklan EC Karaoke di Solo Baru, ahad, (25/11/2018) malam.

Mereka meminta kepada Polsek Grogol dan Polres Sukoharjo mengingatkan EC Karaoke yang telah memasang iklan di Instagram dan Baliho yang dinilai kurang pas

Hadir perwakilan Ormas Islam Endro Sudarsono (LUIS), Agus Junaidi (KMM), Bangun (Bang Japar), Hamru (FUI Karanganyar), Nur (Konas) dan diterima Yatno Kanit Intel Polsek Grogol dan Kardi anggota Intel Polres Sukoharjo. Sedangkan dari EC Karaoke hadir Riski, mewakili manajemen.

Akhirnya management EC Karaoke Riski secara lesan mengakui kesalahan, minta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi baik secara lisan maupun tulisan.

“EC Karaoke sudah 2 kali ini mengiklankan wanita seksi. Yang pertama Desember 2017 melalui Instagram dan kali ini melalui Instagram dan Baliho,” kata Humas LUIS Endro Sudarsono senin, (26/11/2018).

Endro Juga meminta agar pihak pengelola Hartono Trade Center (HTC) selaku pemilik ruang iklan dan baliho agar lebih selektif mengiklankan diruang publik.

“Ormas Islam mengingatkan juga terkait jam operasional yang sering dilanggar,” tandasnya.

Presiden Hadiri Kemah Pemuda Islam, Polisi Dinilai Menghina Eksistensi Jokowi

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com)- Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak menyebut pihak aparat kepolisian melakukan penghinaan terhadap Jokowi atas munculnya dugaan kasus penyimpangan anggaran kemah dan apel Pemusa Islam Indonesia dari Menpora tahun 2017 yang lalu.

 

“Bagi saya sih sebenarnya apa yang dilakukan terhadap pihak kepolisian justru menghina pak Jokowi, dimana pak Jokowi sendiri pada saat iti adalah orang yang ikut senang dengan acara itu dan kami diminta oleh Menpora untuk membantu dan kami membantu,” katanya saat ditemui Jurnalislam.com usai pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII di Gedung Sportorium UMY senin, (26/11/2018).

 

“Dan kami akhirnya dengan peristiwa ini kami merasa dikerjain dan akhirnya kami memutuskan akan mengembalikan bantuan dari kemenpora tersebut,” imbuhnya.

 

Dahnil juga merasa Pemuda Muhammadiyah (PM) dikriminalisasi atas tuduhan penyimpangan anggaran yang ditujukan kepadanya. Padahal sebelumnya, niat PM ikut dalam kegiatan kemah itu dalam rangka membantu Presiden Jokowi yang selama ini kerap disebut anti terhadap Islam.

 

“Terkait dengan upaya kami membantu pak Jokowi hadir pada saat itu dan bahkan beliau datang tanggal 10 kemudian bergeser menjadi tanggal 16 demi supaya umat islam bisa dipersatukan, kami berusaha membantu kemudian tuduhan tuduhan anti islam terhadap pak Jokowi, kemudian kami berusaha membantu dalam konteks ini tapi kemudian justru kami dikriminalisasi oleh polisi,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Dahnil mengaku seharusnya kontrak proposal yang diajukan Pemuda Muhammadiyah sudah batal paska bergantinya acara, dan ia juga menjelaskan tidak bisa terlibat langsung akibat terkendala masalah umur.

 

“Karena memang kontraknya sudah batal secara hukum, tadinya pengajian akbar kemudian digeser menjadi apel akbar, jadi teman teman yang mengerjakan itu,” ungkapnya.

 

“Jadi saya sampaikan kepada mereka bahwa ini terang upaya kriminalisasi karena kalau kemudian cara cara seperti ini dilakukan ormas, semua OKB bisa di kriminalisasi, jadi berharap stop perilaku seperti ini,” pungkas Dahnil.

Polisi Enggan Ungkap Identitas Pelapor Dahnil

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih merahasiakan identitas pelapor kasus dugaan korupsi kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia pada 2017 lalu.

Polisi beralasan, kerahasiaan itu dijaga untuk memberikan perlindungan kepada pelapor.

“Ya, sama kayak pelapor di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kan tidak semua diungkap. (Korupsi) ini kan lex specialis, kejahatan extraordinary,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Jakarta Selatan, Senin (26/11).

Dedi mengklaim penyelidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak itu berdasarkan laporan masyarakat, bukan laporan model A buatan penyidik.

Dia juga menegaskan bahwa tidak ada unsur politik pada penyelidikan yang dilakukan Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya itu.

“(Laporan) dari masyarakat. Detailnya silakan tanya ke Polda Metro. Yang jelas, Polri bekerja sesuai dengan fakta hukum,” kata Dedi.

sumber: viva.co.id

 

Untuk Bayar Utang, BPJS Mengaku Akan Disuntik Dana Rp5,6 Triliun

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyebut bakal kembali mendapatkan suntikan dana sebesar Rp5,6 triliun dari Kementerian Keuangan guna melunasi tunggakan yang belum dibayarkan ke rumah sakit mitra kerja sama.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menyebutkan suntikan dana itu merupakan review kedua yang dihasilkan dari rapat dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

“Jadi hasil review kedua yang baru bersifat sementara itu adalah sudah diputuskan pemerintah akan menyuntik lagi dana subsidi Rp5,6 triliun. Jadi ini akan segera berproses,” kata Fachmi, dikutip dari Cnnindonesia.com, Senin (26/11).

Dia menjelaskan sebelumnya pihaknya telah mendapat suntikan dana pertama sebesar Rp4,9 triliun pada akhir September lalu. Seluruh dana tersebut, menurut dia, sudah digunakan untuk melunasi tunggakan kepada rumah sakit.

Rencananya, suntikan tahap kedua, akan digunakan untuk melunasi sisa tunggakan yang belum dibayarkan kepada rumah sakit. Saat ini, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Kemenkeu terkait proses administratif pencairan dana.

“Kami mohon kepada rumah sakit untuk tetap melayani dengan baik. Komitmen ini komitmen kami bersama untuk tetap menjaga program ini tetap berkelanjutan,” pungkasnya.

Kondisi keuangan BPJS Kesehatan saat ini memang tengah mengalami defisit. Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo beberapa waktu lalu mengatakan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menunjukkan potensi defisit neraca keuangan BPJS Kesehatan tahun ini mencapai Rp10,98 triliun.

sumber: cnninonesia.com

Prabowo Jadi Pembicara Utama Acara ‘The Economist’ di Singapura

SINGAPURA (Jurnalislam.com)–Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dijdwalkan akan menjadi pembicara utama pada acara “The World in 2019” Gala Dinner di Singapura pada Selasa, 27 November 2018. Acara tersebut diselenggarakan oleh majalah terkemuka di Inggris, The Economist.

“Acara itu diselenggarakan oleh The Economist, majalah berpusat di London, Inggris yang populer dan paling terpercaya bagi para pemimpin dan pengambil keputusan dunia dalam ulasan nya mengenai isu sosial, ekonomi, dan politik global,” kata Direktur Hubungan Internasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Irawan Ronodipuro melalui keterangan tertulisnya, Senin (26/11).

Menurut Irawan, dalam forum itu Prabowo diundang untuk memaparkan pandangan strategisnya dalam upaya memajukan bangsa Indonesia dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia mengatakan, komunitas pengambil keputusan internasional ingin mengetahui lebih lanjut pandangan strategis Prabowo dalam membawa Indonesia menjadi negara berdaulat yang bisa berkontribusi untuk perekonomian global.

“Salah satu strategi yang akan ia titikberatkan adalah kemampuan Indonesia untuk menyediakan pasokan bioenergi untuk keperluan global dengan adanya 10 juta hektar lahan degradasi yang bisa diolah kembali untuk menghasilkan bioenergi,” tutur Irawan.

Selain itu, dalam kegiatannya selama dua hari di Singapura Ketua Umum Partai Gerindra itu juga sempat bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Senin (26/11).

rawan mengatakan, PM Loong merupakan salah sahabat Prabowo. Agenda pertemuan tersebut juga belum lama dibuat.

“Agenda pertemuan dengan PM Loong ini juga belum lama dibuat. Sebagai salah satu sahabat Prabowo, tentunya PM Loong menyambut langsung saat Prabowo ke Singapura,” ucap Irawan.

Sumber : Kontan.co.id

 

Catat! Muslim Fashion Festival Akan Digelar Bulan Mei 2019

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Muslim Fashion Festival Indonesia (Muffest) ke-4 akan kembali digelar di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat pada 2-5 Mei 2019 mendatang.

Muffest yang diselenggarakan oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC) dan Diandra Promosindo menggandeng community partner, yakni Hijabers Mom Community dan Hijabers community menghadirkan Trend Forecasting 2019/2020 dengan tema Singularity.

“Muffest diarahkan sebagai muara dari perkembangan terkini industri fesyen Muslim Indonesia, yang meliputi segi kualitas, kuantitas, inovasi bisnis, teknologi dan tren,” kata Ali Charisma selaku National Chairman Indonesia Fashion Chamber (IFC) saat jumpa pers di Pasific Place, SCBD, Jakarta Pusat, Senin, 26 November 2018.

Ali meyakini bahwa ajang ini akan memperluas akses dan meningkatkan kompetisi produk fesyen Muslim Indonesia. Selain itu, supaya produk lokal bisa bersaing di tingkat internasional.

“Dan terakhir dapat mewujudkan Indonesia sebagai pusat belanja, produksi dan barometer tren fesyen muslim global,” ujarnya.

Dalam Muffest 2019, ada sebanyak 100 desainer yang akan menampilkan koleksi busana. Bakal ada empat tema dalam Muffest 2019, yakni Exuberant, Neo Medieval, Svarga, dan Cortex di Muffest 2019.

“Utamanya Singularity, tapi keempat tema itu tidak bisa lagi dirangkum karena konsumen bermacam-macam,” kata Ali.

Keempat tema tersebut memiliki karakter busana muslim yang sangat kuat. Svarga, misalnya, yang menampilkan gaya berbusana lebih etnik, Neo Medieval menonjolkan gaya yang lebih bold dan berani, Cortex menampilkan busana bergaya muda, sementara Exuberant lebih mengarah pada gaya lebih elegan dan mapan.

Sumber: viva.co.id

Pemuda Muhammadiyah Pertanyakan Alasan Munculnya Kasus Dahnil

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPPM) Pedri Kasman mengatakan substansi terkait kasus dugaan korupsi dana Kemah dan Apel Pemuda Islam 2017 bukan terletak pada siapa yang melaporkan kasus tersebut. Ia mempertanyakan mengapa kasus ini muncul dan prosesnya begitu cepat.

“Seperti ada target yang dikejar. Begitu ada penyelidikan, langsung muncul di media-media mainstream. Ini kan jadi tanda tanya besar bagi kami (PPPM), kenapa jadi begitu cepat dan begitu dramatisir,” katanya lansir Republika.co.id, Senin (26/11).

Padahal, sampai saat ini pun belum ditetapkan siapa yang menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi dana Kemah dan Apel Pemuda Islam 2017. Acara kemah tersebut diadakan oleh Kemenpora bersama PPPM dan GP Ansor.

“Setiap ada pemeriksaan, muncul di media-media mainstream. Kenapa? Apa motif di belakang itu?” katanya.

Namun, Kasman mengatakan, ia bersama PPPM tetap menghargai proses hukum yang berlaku.

“Sebagai warga negara, kami adalah warga yang taat hukum, kami akan lalui semua proses itu dan sepanjang kami tidak melakukan kesalahan, tentu kami tidak gentar,” ujar Pedri.

Sebelumnya, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak sempat dimintai keterangan oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat (23/11).

Bersama Ketua Panitia Kegiatan Kemah Apel Pemuda Islam 2017 Ahmad Fanani, Dahnil dikawal sejumlah orang yang mengenakan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam).

Seusai pemeriksaan, pada Jumat malam, Dahnil mengaku kecewa atas tuduhan penggelapan dana Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dengan tujuan positif itu, justru kini membawanya berurusan dengan kepolisian.

 

 

Busana Muslim ‘Sporty’ Akan Diluncurkan di Muffest 2019

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Busana muslim atau yang akrab dikenal sebagai modest wear kini tak lagi dipandang sebagai gaya yang konvesional. Dengan busana tertutup, kaum hawa bisa tampil lebih stylish dan bebas bergerak namum tetap sesuai syariat.

Ajang tahunan busana muslim terbesar, Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2019 akan siap digelar tahun depan. Tepatnya 2-5 Mei 2019. Melihat aktivitas perempuan berhijab yang aktif, Muffest kali ini akan meng-highlight busana muslim yang sporty.

“Kalau presentasi penyajian untuk fashion show enggak jauh berbeda. Yang membedakan kayak sport wear tahun depan lumayan kita highlight muslim sport wear-nya. Maksudnya bukan yang dipakai olahraga saja tapi gaya sehari hari yang sporty,” kata Ali Charisma selaku National Chairman Indonesian Fashion Chamber saat ditemui di acara Launching Muffest 2019 di Pacific Place Jakarta, Senin (26/11) lansir Jawapos.com.

Ia juga menambahkan bahwa meng-highlight muslim sport wear karena melihat gaya hidup travelling. Sehingga, dibutuhkan sport wear untuk perempuan berhijab yang nyaman.

Pada Muffest 2019 akan menampilkan tren busana muslim 2019 yang mengacu pada Indonesia Trend Forecasting 2019/2020 bertema Singularity meliputi Exuberant, Neo Medieval, Svarga, dan Cortex. Exuberant menggambarkan busana yang elegan dan mapan.

Sumber : jawapos.com