Berita Terkini

Tak Ada Pesta Kembang Api, Pemprov DKI Gelar Nikah Massal pada Malam Tahun Baru

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemprov DKI Jakarta akan menggelar acara nikah massal pada malam pergantian tahun 2018. Menurut Plt Kadisparbud DKI Jakarta, Asiantoro, dalam acara tersebut KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym akan menyampaikan tausyiah.

“Kita rayain sederhana sambil dengar ceramah Aa Gym, kan nanti Aa Gym memberikan tausiah tuh,” katanya kepada Jurniscom, Jumat (28/12/2018).

Pemprov DKI juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggelar pesta kembang api. “Kita kan emang gak menyelenggarakan pesta kembang api. Buat masyarakat yang ingin ke daerah Thamrin, gak perlu lah nyalain kembang api. Karena kita emang gak ada izin untuk (pesta) kembang api,” ujarnya.

Asiantoro juga meluruskan adanya kabar yang mengatakan bahwa Gubernur Anies membatalkan pesta kembang api pada malam tahun baru. 

“Hoaks itu, yang jelas acara tahun baru ini akan ada acara nikah massal di Thamrin10 Jakarta Pusat,” kata Plt Kadisparbud DKI Jakarta, Asiantoro saat dihubungi Jurnalislam.com, Jumat (28/12/2018).

Sebelumnya, Asiantoro telah menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan menggelar panggung hiburan di lima titik kawasan Jakarta Pusat untuk memeriahkan malam pergantian tahun tersebut.

Lima titik tersebut adalah Thamrin10, Bundaran HI, Wahid Hasyim, Sarinah, hingga bagian barat daya Monas.

“(Hanya) musik tradisi dan modern. (Seperti) ondel-ondel iya, gambang kromong, ada bazar UKM deket Thamrin 10,” pungkasnya.

 

 

Bela Uighur, Umat Islam Jatim Kembali Demo Konjen RRC di Surabaya

SURABAYA (Jurnalislam.com) —Ribuan warga Jawa Timur yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim kembali menggelar aksi bela uighur di Konjen RRC di Surabaya, Jumat (29/12/2018).

GUIB Jatim tetap bersikap mengutuk keras terhadap pemerintahan RRC atas pendholiman, intimidasi, diskriminasi, penindasan , penyiksaan, pengucilan, penangkapan, dan pelarangan ibadah atas muslim Uyghur di Xinjiang China.

Sekjen GUIB M Yunus mengatakan bahwa kebijakan Pemerintah RRC yang secara sistematis melakukan penzaliman, intimidasi, diskriminasi, penindasan, penyiksaan, pengucilan, penangkapan, dan pelarangan ibadah atas muslim Uighur di Xinjiang China adalah merupakan bentuk pelanggaran HAM.

“Mereka melecehkan hukum internasional ,  karena kebebasan beragama adalah hak azasi manusia yang paling mendasar sebagaimana diatur dalam international covenant on social and political righs,” kata Yunus.

GUIB juga, katanya, mendesak Organisasi Kerja Sama negara Islam (OKI),  PBB dan Komnas HAM RI untuk melakukan upaya sistematis dalam rangka  menyelamatkan muslim  Uihgur. dan bersikap tegas terhadap Rezim RRC untuk memberikan hak-hak sipil bagi mereka.

“Kami juga secara khusus meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk bersikap keras dan tegas terhadap Pemerintah RRC,” pungkasnya.

Dalam aksi ini, GUIB juga melakukan penyegelan kantor Konjen RRC di Surabaya.

Sah! Warga Jatim Akhirnya Segel Konjen RRC di Surabaya

SURABAYA (Jurnalislam.com) — Sepekan lalu, ribuan warga Jatim yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) mengultimatum Konjen RRC agar diskriminasi terhadap Uighur di hentikan.

Namun, sampai Jumat (29/12/2018) , aspirasi warga tidak diindahkan. Walhasi, ribuan warga Jatim kini turun kembali dan melakukan aksi penyegelan terhadap Kantor Konjen Republik Rakyat Cina (RRC).

“Mengingat batas waktu yang telah kami tentukan maka kami umat Islam di Jawa timur melakukan langkah langkah sistematis dengan melakukan penyegelan terhadap Konjen RRC di Surabaya,”kata Sekjen GUIB, M Yunus.

Aksi segel ini, kata Yunus merupakan awalan dari ultimatum GUIB, termasuk yang lainnya akan mengusir WNA Cina yang berada di Surabaya.

Ia pun mengajak umat Islam Jatim khususnya bersatu melawan kezaliman Cina.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi atas manuver pihak tertentu yang ingin  memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan politik praktis sesaat dan upaya adu domba diantara umat Islam di Indonesia,” ungkapnya.

Pernyataan sikap GUIBh merupakan sikap bersama Organisasi Massa Islam  dan lembaga keislaman di Jawa Timur dibawah koordinasi Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI-Jatim).

Aksi Bela Muslim Uighur Berlanjut di Tasikmalaya: Semoga Tentara Allah Turun di Cina!

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Derita umat Islam di Uighur, Xinjiang, Cina masih menyita perhatian publik. Setelah sepekan dilakukan aksi bela Uighur serentak di sejumlah kota, kini berlanjut.

Hari ini, selepas salat Jumat (28/12/2018) di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya ratusan warga turun ke jalan untuk melakukan aksi damai “Bela Muslim Uyghur”.

“Hari ini adalah hari yang bersejarah di Kabupaten Tasikmalaya dalam membela umat Islam Uighur,” Sontak salah seorang orator, ustaz Rian dalam orasinya.

Tak hanya itu, Rian menyampaikan kepada massa aksi untuk selalu mendoakan umat Islam Uighur.

“Kita memohon kepada Allah untuk menurunkan tentara-tentara Allah yang dapat membebaskan umat Islam Uighurghur di Cina,” ungkapnya.

Komunitas sepeda motor, Brigez turut meramaikan aksi.

Sebelumnya, massa aksi yang berkumpul di Masjid Baiturahman Singaparna, bergerak longmarch menuju Alun-alun Kabupaten Tasikmalaya.

Aksi ini mendapatkan pengawalan dari Jamaah Ansharus Syariah (JAS), FPI, Majelis Mujahidin, Brigade Tholiban dan Al Mumtaz dalam pelaksanaan hingga pengamanan longmarch.

Sementara itu, aksi ini menjadi perdana dan langsung membentuk Aliansi Aktifis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya untuk Kabupaten Tasikmalaya.

Komunitas Masyarakat Anti Riba dan Salimah Peduli Umat Kirim Bantuan Tsunami Lampung

KENDAL (Jurnalislam.com) – Komunitas Masyarakat Anti Riba ( KMTR) dan Salimah Peduli Umat (SPU) mengirim bantuan 300 terpal dan 500 sarung ke bencana Tsunami Lampung, Selasa (25/12/2018).

Ketua KMTR, Agus Imaduddin mengatakan, kita peduli bencana tsunami karena kita sesama muslim yang harus saling membantu, sebagai manusia harus  bermanfaat untuk orang lain, saat bencana datang, walaupun saudara kita jauh di lampung.

“Alhamdulillah malam ini kita membawa bantuan 300 terpal, 500 sarung, mie instan dll untuk nanti kita berikan kepada warga yang terkena tsunami di Lampung,”katanya kepada Jurniscom, Selasa (25/12/2018).

“Divisi dari KMTR salah satunya Divisi Peduli  Bencana, Kita berangkat dengan 3 mobil yang berisi terpal dan sarung dan membawa 6 personil dari Weleri menuju Lampung malam ini ” imbuhnya.

kontributor : anom

Generasi Muda Islam Harus Jadi Solusi Permasalahan Bangsa

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Majleis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid (HNW), mengapresiasi dan mendukung rencana generasi muda Islam Indonesia yang tergabung dalam organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

KAMMI diimbau terlibat langsung menjadi relawan memantau dan mengawasi pelaksanaan pemilu 2019. Menurutnya, generasi muda Islam berperan menjadi bagian solusi permasalahan bangsa.

Hal tersebut diungkapkan HNW usai mendengar langsung rencana tersebut dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) KAMMI Irfan Ahmad Fauzi dalam acara audiensi antara HNW dan delegasi PP KAMMI, di ruang kerja Wakil Ketua MPR RI, di Gedung Nusantara III, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (27/12).

“Saya sangat apresiasi dan dukung rencana tersebut, dan memang inilah harapan kita semua kiprah generasi muda mahasiswa Islam yang tidak hanya teori tapi aksi dan menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa,” ujar HNW lansir Republika.co.id.

Kiprah positif generasi muda Islam Indonesia KAMMI tersebut, menurut HNW, juga untuk menjawab berbagai kesalahpahaman tentang Islam seperti radikal, nonNKRI, nonpancasila dan lainnya.

Ada lagi kiprah KAMMI sebagai generasi muda Islam Indonesia yang positif yang sangat luar biasa seperti menjadi relawan bersama elemen masyarakat dan elemen pemuda berbeda agama dan suku lainnya, langsung ke lokasi bencana Tsunami yang memporak porandakan wilayah pesisir Banten, Jawa Barat.

“Hal-hal baik seperti itu harus diperhatikan generasi muda Islam Indonesia sebab jika diam saja maka kesalahpahaman-kesalahpahaman tentang Islam akan terus ada,” terangnya.

HNW juga mengingatkan hal tersebut sangat penting. Kiprah dan peran generasi muda Islam Indonesia saat ini untuk bangsa dan negara harus lebih baik dari kiprah dan peran para generasi muda Islam Indonesia di era perjuangan dahulu.

sumber: republika.co.id

 

 

Pusat Kebudayaan Indonesia Akan Dibangun di Arab Saudi

JAKARTA (Jurnalislam.com) –Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, Indonesia akan membangun pusat kebudayaan di Jeddah, Arab Saudi. Pihaknya telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Arab Saudi.

“Kami terus mengirim seniman dari Indonesia untuk Arab Saudi. Ini saya sudah minta pak Komjen untuk menjajaki mencari lokasi mana yang paling ideal,” kata Muhadjir di Malang dikutip Jumat, 28 Desember 2018.

Muhadjir mengatakan, pembangunan pusat kebudayaan akan menaikkan nilai tawar Indonesia di Arab Saudi. Selain sektor budaya, pendidikan anak-anak Indonesia di Arab Saudi juga akan diperhatikan lebih baik.

“Sehingga marwah dan martabat Indonesia biar agak gagah lah, di Arab Saudi kita punya pusat kebudayaan,” ujar Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, pembangunan pusat budaya di Arab Saudi sebagai bentuk diplomasi lunak yang dipilih Indonesia. Sebagai negara sahabat, pertukaran budaya dianggap diplomasi paling bagus. Agar masing-masing negara saling memahami dan meningkatkan hubungan diplomatik.

Sumber : viva.co.id

Aa Gym Siap Jadi Orang Tua Asuh Almarhum Aa Jimmy

BANDUNG (Jurnalislam.com) –Dai kondang KH Abdullah Gymnastiar atau yang dikenal dengan Aa Gym turut berduka cita atas meninggalnya Aa Jimmy bersama dengan istri dan dua putrinya akibat terjangan tsunami di Banten pada Sabtu malam, 22 Desember 2018 lalu.

Heriyanto atau Aa Jimmy selama ini dikenal kerap meniru gaya Aa Gym dalam berdakwah.

Turut berduka cita dan berbela sungkawa khusus ke Aa Jimmy dan semua yang diuji musibah, semoga husnul khotimah, diterima amal baiknya dan berkumpul di surga-Nya,” kata Aa Gym di tvOne, Jumat, 28 Desember 2018.

Aa Gym bercerita, Aa Jimmy beberapa tahun lalu pernah mendatanginya. Tujuan kedatangannya adalah minta izin karena ingin meniru gayanya. Menurut Aa Gym, sepanjang yang ditirunya membawa kebaikan dia mengizinkannya.

Dan soal putri bungsu Aa Jimmy yang selamat dari bencana tsunami, Aa Gym menawarkan biaya gratis untuk mengenyam pendidikan di pondok pesantren miliknya Daarut Tauhiid. Dia juga menawarkan diri menjadi orang tua asuh untuk bayi yatim piatu itu.

“Kalau anak ini sudah siap sekolah, silakan di Pesantren Daarut Tauhiid tidak perlu biaya. Insya Allah akan jadi orangtua asuh bagi anak Aa Jimmy,” tuturnya.

Seperti diketahui, dalam bencana tsunami Banten, Aa Jimmy, istrinya Hati Nur Illah dan kedua putrinya, Radea Putri Anindyta dan Naisya Rafani meninggal dunia. Sementara putri bungsunya Rasisha Yumna Azahra yang berusia 3 bulan akan dirawat oleh neneknya di Cianjur.

“Sekarang anaknya akan dirawat keluarganya di Cianjur oleh neneknya,” kata keluarga almarhum Aa Jimmy, Dadang Miftah.

Sumber : viva.co.id

 

Taliban Rilis Video Latihan Pasukan Komando

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Taliban merilis video pelatihan “pasukan komando” di sebuah kamp yang konon berlokasi di Afghanistan. Video itu adalah yang terbaru dalam serangkaian video Taliban yang menunjukkan para pejuangnya melakukan latihan.

Video ini diproduksi oleh Manba ‘Al-Jihad Media dan klip pendeknya (di atas) diterbitkan di feed Twitter juru bicara Zabihullah Mujahid. Video tersebut memuat logo Manba ‘Al-Jihad Media, saluran media utama untuk Jaringan Haqqani, sebuah faksi integral Taliban yang bersekutu erat dengan al Qaeda dan kelompok-kelompok mujahid asing lainnya. Manba ‘Al-Jihad Media diintegrasikan ke dalam perangkat media Taliban bertahun-tahun yang lalu. Sirajuddin Haqqani, kepala Jaringan Haqqani, adalah wakil amir Taliban. Ayahnya, Jalaluddin, yang baru saja meninggal dunia, ditampilkan dalam video, lansir Long War Journal, Rabu (26/12/2018)

Sedikitnya 70 “pasukan komando” ditunjukkan melakukan berbagai tahap pelatihan, termasuk berbaris dan senam. Pada satu titik, dalam sebuah adegan yang mengingatkan pada video pelatihan al Qaeda dari beberapa dekade lalu, para peserta pelatihan melompat melewati lingkaran yang terbakar. Para pejuang mengenakan seragam baru dan wajah mereka ditutupi balaclava putih.

Lokasi kamp tidak diungkapkan, tetapi tweet tersebut mengindikasikan bahwa lokasi tersebut berada di Afghanistan. Kamp itu tampaknya bersifat sementara; tidak ada bangunan tetap yang ditunjukkan dan para pejuang Taliban dilatih dalam lapangan terbuka yang dikelilingi oleh pepohonan.

Baca juga: 

Walaupun Taliban mengatakan kamp itu terletak di Afghanistan, ada kemungkinan kamp itu berada di Pakistan, di mana Taliban beroperasi tanpa hambatan. Jika terletak di Afghanistan, keberadaan kamp tersebut semakin menyoroti situasi keamanan yang memburuk. Jika terletak di Pakistan, maka kamp tersebut menyoroti dukungan Pakistan yang tak tergoyahkan untuk Taliban.

Di mana pun lokasi kamp, ​​jelas bahwa Taliban tidak khawatir akan diserang. Bendera Taliban dipajang secara mencolok di seluruh area pelatihan, termasuk pada tujuh kendaraan yang diparkir secara teratur.

Taliban secara terbuka menunjukkan sedikitnya 20 kamp pelatihannya sejak akhir 2014. Pada akhir 2015, Taliban mengumumkan bahwa Khalid bin Walid Camp mengoperasikan 12 fasilitas satelit di seluruh Afghanistan, dan memiliki kapasitas untuk melatih hingga 2.000 rekrutmen dalam satu waktu. Selain itu, Kamp Khalid bin Walid dikatakan melatih anggota baru di delapan provinsi (Helmand, Kandahar, Ghazni, Ghor, Saripul, Faryab, Farah dan Maidan Wardak) dan memiliki sekitar 300 pelatih dan sarjana militer.

Kelompok-kelompok jihadis lainnya, termasuk al Qaeda, juga diketahui mengoperasikan kamp di Afghanistan. Pada 2015, AS menyerang sebuah kamp al Qaeda di distrik Bermal di Paktika, dan dua lainnya di distrik Shorabak di provinsi Kandahar. Komandan Pasukan AS yang akan keluar dari Afghanistan, Jenderal John Campbell, mengatakan bahwa salah satu kamp di Shorabak adalah yang terbesar di Afghanistan sejak AS menginvasi pada tahun 2001. Al Qaeda juga mengoperasikan kamp di Kunar dan Nuristan.

Harakat-ul-Mujahidin, kelompok jihadis Pakistan yang dekat dengan al Qaeda, “mengoperasikan kamp pelatihan di Afghanistan timur,” kata pemerintah AS pada tahun 2014. Partai Islam Turkistan, Uni Jihad Islam, dan Jamaat Bukhari Jamaat, sebuah Kelompok jihadis Uzbek yang beroperasi di Suriah dan Afghanistan, semuanya mengaku mengoperasikan kamp di Afghanistan.

Ronaldo Dukung Koulibaly Hadapi Pelecehan Rasis

ISTANBUL  (Jurnalislam.com) – Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo, pada hari Kamis (27/12/2018) melangkah untuk mendukung sesama pemain sepak bola dalam menghadapi pelecehan rasis.

Selama pertandingan hari Rabu di Milan antara Inter dan Napoli, beberapa penggemar Inter meneriakkan suara-suara melecehkan ke arah pemain belakang Napoli, Kalidou Koulibaly berkebangasaan Senegal.

Pelecehan para penggemar tersebut mendorong Ronaldo untuk memposting foto di Instagram dengan pesan dalam bahasa Italia: “Pendidikan dan rasa hormat diperlukan di dunia dan di sepakbola. Katakan tidak untuk rasisme dan untuk segala bentuk penghinaan dan diskriminasi.”

Baca juga: 

Setelah pertandingan, pelatih Napoli Carlo Ancelotti mengatakan bahwa dia telah beberapa kali meminta agar pertandingan dihentikan karena pelecehan rasis dan juga mengancam akan memimpin tim di luar lapangan jika pelecehan itu diulang dalam pertandingan mendatang.