Berita Terkini

Majelis Dikdasmen PDM Solo Akan Luncurkan Murattal Al Qur’an

SOLO (Jurnalislam.com)- Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) akan melakukan launching Murattal al Qur’an.

Acara peluncuran bertajuk “Gerakan Tahsin Langkah Mendasar Dalam Membangun Sistem Yang Benar Abad 21 Untuk Melahirkan Generasi Qur’ani di Zaman Now di Lingkungan Muhammadiyah” dihelat diGedung Dakwah Balai Muhammadiyah Solo, pada Kamis (31/1/2019).

Anggota Pimpinan Majelis Dikdasmen, Ustaz Drs. H. Muqorrobin mengatakan untuk agenda penutupan pelatihan tahsin tilawah dan peluncuran murattal akan dihadiri sebanyak 63 guru SD, 33 SMP/MTs, 25 SMA, MA/SMK mata pelajaran Ismuba, seluruh kepala sekolah, pimpinan majelis dikdasmen, ketua majelis atau lembaga di lingkungan PDM Surakarta, Ortom, dan Ketua Cabang.

“Gunanya untuk seluruh civitas perguruan muhammadiyah, warga muhammadiyah baik simpatisan, anggota maupun pimpinan biar ada ciri khususnya, bukan sekedar lagu tetapi Tahsin, Tahfiz dan Tafhim lebih luas lagi untuk peningkatan daya saing yang muaranya kemaslahatan, keadaban perilaku, dan aneka kerja produktif dan konstruktif ,”kata Muqrrobin.

Dalam kesempatan yang sama Drs. H. Noorhadi Thohir juga mengajak setiap sekolah Muhammadiyah memperkuat keunikan, keunggulan dan kreativitasnya.

“Di tahun 2019 ini bagaimana membuat sekolah unik dan berkeunggulan,” katanya.

Noorhadi bersyukur, untuk kali pertama Majelis Dikdasmen PDM Solo bisa melakukan yang luar biasa, sejarah baru sehingga diharapkan bisa lebih efektif dan memberi manfaat yang barokah.

Noorhadi berharap, semoga dengan adanya kesefahaman dan salah satu hasilnya nanti adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Pimpinan LTQ An Nashru Panularan Kota Surakarta ustaz H. A.M. Husni Tamrin, SIQ., M.SI dengan Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Solo mampu memperkokoh hubungan, baik secara personal maupun kelembagaan.

“Semoga dapat saling mengisi, sehingga Perguruan Muhammadiyah semakin diminati, menggembirakan dan mencerahkan,” ucapnya.

Ditambahkan, dalam penutupan untuk uraian acara yaitu, membaca kalam ilahi, menyanyikan Indonesia Raya, Sang Surya, sambutan Ketua Majelis, Performance lagu nahawan 14 siswa dan tim 14 guru Ismuba.

“Bahkan nanti juga ada Check Up secara umum lagu nahawan dari ustaz H. A.M. Husni dan pencerahan internalisasi gerakan Muhammadiyah oleh Drs. H. Subari Ketua PDM Solo,” ujar Ketua Tim 5 Pelatihan Tahsin Tilawah (PTT), Abdul Hakam Faruq, S.HI., M.Ag, Sabtu (26/1/2019).

Pilih Caleg Berkompetensi, Berkarakter, Berkepribadian, dan Berorientasi Politik

Penulis: Ayatullah chumaini

JURNIS – Semua orang berhak dicalonkan dan mencalonkan diri untuk menjadi anggota DPR, DPRD dan DPD setelah memenuhi persyaratan. Salah satunya sudah berumur 21 tahun atau lebih dan berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas atau sederajat.

Secara umum tidak terlalu sulit secara administratif, sehingga memberikan peluang besar bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mencalonkan diri dan terpilih menjadi anggota dewan. Penjual sayur atau ikan, penjual bakso, ataupun sopir angkot, sama nilainya dengan seorang ahli berlatar belakang pendidikan doktor dengan titel guru besar.

Sejumlah kritik muncul atas caleg-caleg yang ikut dalam Pemilu sebelumya, yang dipandang tidak terlalu menguasai tugasnya setelah terpilih sebagai legislator. Bahkan muncul juga kritikan bahwa pemilih diperlukan caleg hanya pada saat menjelang pemilu. Legislator adalah wakil rak­yat yang bertugas pula melayani rakyat dan menjawab aspirasi mereka terhadap pemerintah. Sebagai pemilih rasional, pilihan terhadap calon anggota legislatif akan menentukan nasib lima tahun ke depan. Pemilih turut bertanggungjawab atas pilihan yang diambil. Oleh karena itu pemilih wajib memperhatikan beberapa pertimbangan dalam memilih calon legislatif antara lain, kompetensi, karakter atau kepribadian, dan orientasi politik.

Semua sudah memahami bahwa dalam mengelola daerah dan negara ini dibutuhkan orang-orang yang memahami dan mampu menyelesaikan solusi atas permasalahan yang ada. Adanya kompetensi yang mumpuni akan mampu menghadirkan regulasi maupun kebijakan yang tepat sasaran. Kompetensi bisa dilihat dari latar belakang pendidikan, pengalaman dalam bidangnya serta memiliki sikap terbuka untuk menerima dan menyesuaikan dengan perubahan dan tantangan zaman. Tanpa kompetensi yang memadai maka anggota dewan yang nantinya terpilih hanya mampu duduk dan diam tanpa bisa berbuat apa-apa untuk negara dan daerah.

Saat caleg sudah dipilih menjadi anggota dewan maka sudah seharusnya perilakunya menjadi teladan bagi masyarakat. Paling tidak, masyarakat benar-benar memperhatikan rekam jejak mereka. Sebisa mungkin memilih caleg yang tidak memiliki persoalan hukum di masa lalu dan tidak pernah melakukan perbuatan yang melanggar agama dan norma-norma sosial.

Sebagai wakil rakyat dan penyambung lidah rakyat, setiap anggota dewan haruslah benar-benar meniatkan dirinya bahwa tujuan mereka terjun ke dunia politik adalah demi memajukan dan mensejahterakan rakyat, bukan mementingkan kepentingan individu ataupun golongan. Ini sangat penting mengingat maraknya tindak pidana suap dan korupsi di kalangan anggota dewan. Kejahatan suap dan korupsi tersebut terjadi disebabkan untuk mengganti biaya kampanye yang cukup besar disamping ingin memupuk kekayaan sebanyak mungkin.

Pemilih harus pula memperhatikan calon yang berintegritas. Calon yang pernah terlibat dalam kejahatan korupsi sangat tidak layak dipilih karena sudah berkhianat kepada bangsa dan tanah air. Begitu juga dengan keluarga mantan koruptor. Orang-orang bersih masih banyak yang layak dipilih. Pemilih seharusnya bersifat zero tolerance terhadap korupsi.

Pemilih diharapkan lebih cer­das dan cermat menjatuhkan pilihannya pada caleg. Jangan sam­pai salah pilih sebelum nantinya me­nyesal dan agar bangsa ini tidak terus me­nerus terjerat dalam harapan palsu se­buah perwujudan kesejahteraan rakyat yang selalu keluar dari bibir para oknum ca­lon.

Hidup Halal Jadi Tren Global, Produk Indonesia Berpeluang Pimpin Pasar

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Kesadaran gaya hidup halal di kalangan umat muslim telah menjadi peluang bisnis menjanjikan di pasar global.

Umat muslim di seluruh dunia memilih mengutamakan produk berlabel halal sehingga kini menjadi tren di dunia.

“Gaya hidup halal sekarang sudah menjadi tren global dan memiliki peluang bisnis di tingkat internasional. Bukan hanya di Indonesia tapi juga sudah merambah ke pasar global,” ujar Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), Sapta Nirwandar, di acara Pesta Wirausaha 2019 di Ancol, Jakarta, Sabtu (26/1/2019) lansir sindonews.com.

Menurut dia, produk halal yang menjadi incaran bukan melulu soal pangan. Juga produk lainnya seperti keuangan, pariwisata, fashion, kosmetik, pendidikan, pelayanan medis, hingga kesenian dan budaya.

Menariknya produk halal ini justru kebanyakan ditawarkan oleh negara non muslim seperti Singapura dan Thailand.

Di Singapura misalnya, terdapat halal food court dan di Korea Selatan terdapat sekitar 150 restoran bersertifikasi halal. Dan Thailand memiliki jaringan Pattaya Halal Restaurant.

“Melihat besarnya peluang bisnis halal, kita harus terus berupaya untuk menjadi leader bisnis halal terutama di ASEAN. Di pariwisata, kita punya 1.000 destinasi wisata. Bagaimana ini dikembangkan dan dikolaborasikan dengan produk-produk domestik halal kita,” kata dia.

Untuk menjadi pemegang pasar halal di ASEAN ataupun global memang tidak mudah. Perlu peran besar dari pemerintah untuk menciptakan regulasi dan strategi secara komprehensif.

“Tidak hanya kompetisi tetapi juga perlunya kolaborasi dalam rangka meningkatkan industri halal,” tandas dia.

Pihaknya juga menekankan perlunya inovasi terkait pemasaran aneka produk halal, sehingga memberikan produk-produk baru yang menarik dan mudah diterima masyarakat.

“Inovasi diperlukan karena jika melihat pasarnya dari tahun ke tahun meningkat. Bahkan telah banyak brand-brand global menghadirkan produk halal,” kata dia.

Sumber : sindonews

‘Keterbatasan Fisik Tak Halangi Kami Ikuti Kajian Ustaz Abdul Somad’

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Di antara ribuan warga Bandung Raya yang hadir di acara acara Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad, tampak salah satu peserta tabligh akbar datang duduk di atas kursi roda.

Rizal Ramdella, pemuda berusia 31 tahun itu datang didorong oleh sang ayah, Odan Yusuf Hamdan.

Mereka berangkat dari daerah Solokan Jeruk Kabupaten Bandung menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gede Bage Kota Bandung (Sabtu, 26/01/19).

““Fisik tidak menjadi halangan untuk hadir,” kata sang ayah kepada Jurniscom.

Odan berkisah, kalau anaknya sejak SMA mengalami lumpuh hingga tidak berjalan, bahkan sempat divonis tidak berumur panjang.

“Kemudian mendapat vonis dari medis ketika kelas 2 sma itu, bahwa umurnya anak saya hanya sampai umur 24 tahun. Tapi vonis tersebut meleset karena Alhamdulilah dengan izin Allah sekarang Rizal sudah berumur 31 tahun,”kata Odan.

Ia berharap dengan mengikuti kajian keislaman, menjadi wasilah agar Allah menyembuhkan doanya untuk menyembuhkan anaknya.

“Secara fisik ini tidak menjadi halangan bagi anak saya. Karena banyak yang fisiknya bagus tapi tidak senang dengan agama. Dan semoga Allah dapat menyembuhkan fisik anak saya”, tambahnya

Mereka mengakui kalau selama ini tahu ustaz Abdul Somad dari media sosial saja, dan ingin mengetahui secara langsung.

“Tidak hanya di visual saja tapi kita ingin tahu secara langsung kajian beliau, maka dari itu kita berangkat ke tabligh akbar ini, karena meuntut ilmu itu wajib, jadi berangkat kesini karena ingin menuntut ilmu dari Ustaz Abdul Somad,” pungkasnya.

UAS : Segala Bidang Harus Diisi oleh Para Ahli Taubat

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Dai nasional Ustaz Abdul Somad, Lc MA mengisi Tabligh Akbar yang bertema “Cinta Islam, Cinta NKRI, CInta Ukhuwah” yang bertempat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, Sabtu (26/1/2019).

Dalam paparannya, Ustaz Abdul Somad menyampaikan ihwal : hijrah dan taubat, bangkit setelah taubat, menjaga persatuan umat, dan motivasi terus menuntut ilmu dan saling mendoakan antar sesame muslim.

“Engkau saudara muslimku bersaudara dengan ikatan ukhuwah Islamiyah, lalu engkau saudaraku yang non muslim engkau saudaraku dengan bingkai ikatan negara,” kata Ustaz Abdul Somad.

Ia berharap, di segala lini, keahlian masing-masing bidang  dipegang oleh orang-orang yang ahli taubat.

“Dunia harus digenggang oleh orang-orang yang taubat. Di bidang usaha, di bidang politik dan lain-lain, jadi dengan harta, jabatan, tenaga bahkan suara diniatkan untuk menolong agama Allah”,harapnya.

Taubat, menurut UAS, bukan alasan semakin jauh dari urusan dunia.

“Justru seharusnya kita semakin hebat dan produktifitas lagi setelah taubat. Terus lanjutkan bisnismu, lanjutkan politikmu, lanjutkan keartisamu agar followermu bisa tersentuh dan mengikuti hijrahmu. Lalu kita niatkan setelah taubat ini menjadi ingin membiayai kaum dhuafa atau membuat rumah tahfiz se-indonesia,” tambahnya.

Beliau bercerita bahwa terdapat pusat-pusat orang hebat, seperti pengusaha tempat percetakan Al-Qur’an, pengusaha pembuat sepatu dan perancang lampu yang hemat, yang berasal dari Bandung.

Bandung, harapnya, adalah tempat bersejarah semangat membara lautan api dan akan menjadi titik awal kebangkitan umat Islam.

Selain tabligh akbar, ada juga acara sharing session oleh para artis hijrah dan persaksian syahadat tiga orang mualaf.

Inspirasi dari Para Artis ‘Hijrah Squad’ Kajian Musawarah

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Artis-artis ibukota yang kerap mengikuti Kajian Muda Sakinah mawaddah warahman (MuSaWaRah) hadir dalam acara Tabligh Akbar Cinta Islam, Cinta NKRI, Cinta Ukhuwah” yang bertempat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, Sabtu (26/1/2019).

Sebelum acara kajian yang diisi oleh ustaz Abdul Somad, para artis ini berbagi tentang kisah hijrahnya.

Pantauan Jurniscom, tampak hadir Teuku Wisnu, Adrian Maulana, Arie Untung, Dinas Seto, Primus, Ricky Harun, Rizal Armada, Rizki Ridho, dan lainnya.

Para artis ini menyapa ribuan massa dalam  sharing session dari hijrah squad artis-artis ibu kota, dipandu oleh Arie Untung hingga selesai acara.

Teuku Wisnu misalnya, menegaskan bahwa dalam hijrah akan selalu ada pengorbanan yang besar.

Ia berkata kalau dirinya ingin sekali terlibat dalam barisan perjuangan Islam.

Artis lainnya, Adrian Maulana menceritakan pengalamannya di umur yang mencapai 40 tahun.

“Allah Subhanahu Wa ta’ala menjadikan mata kita mulai tidak cerah, kenapa? Karena Allah mengingatkan kita untuk mencerahkan mata hati kita,” tuturnya.

“Kemudian kenapa sekarang saya menggunakan peci? Ini bukan berarti saya ingin dilihat ‘alim atau di panggil ustadz, tetapi seiring dengan bertambahnya usia rambut semakin memutih. karena Allah semakin sering mengingatkan kepada kita bahwa kain kafan itu berwarna putih,” tambahnya.

Ribuan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Ustaz Abdul Somad

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Muslim Movement Indonesia menyelenggarakan Tabligh Akbar Ustaz Abdul Somad, Lc., MA. dengan tema “Cinta Islam, Cinta NKRI, Cinta Ukhuwah” yang bertempat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gede Bage, Kota Bandung. (Sabtu, 26/01/2019)

Antusias Jamaah mulai terlihat sejak dzuhur hingga sore hari, ribuan jamaah dari berbagai wilayah bandung berbondong-bondong mulai memadati lapangan Stadion GBLA untuk menghadiri Tabligh Akbar ini.

Acara yang diselenggarakan oleh Muslim Movement Indonesia ini mengundang pejabat setenpat, yakni Walikota Bandung Bapak Oded Muhammad Danial, serta turut mengundang dari kalangan lainnya, seperti Ust. Abbu Rabbani, Muzammil Hasballah, Dude Herlino, Teuku Wisnu, Dimas Setyo, Arie Untung & Mario Irwansyah.

Selain Acara Utama yaitu Tabligh Akbar Ustaz Abdul Somad, Lc, untuk memberikan kenyamanan kepada jamaah yang membutuhkan makanan dan minuman dan berbelanja, panitia melaksanakan kegiatan Halal Expo sejak pagi hari.

Halal Expo tersebut berisi Berbagai Stand, seperti Penjualan buku-buku karya Ustadz Abdul Somad, Fashion dan Aksesoris Muslim, Pelayanan Ibadah Haji dan Umroh, dan membuka Donasi bagi korban Bencana di indonesia dari beberapa NGO.

Mengenal Akad Wakalah dalam Fikih Mazhab Syafi’i

Tulisan ini merupakan artikel tentang fikih, ditulis oleh Ustadz Dody Kurniawan SH, yang diambil dari Kitab  Al-Ghoyatu Wa At-Taqrib (Matan Abu Syuja’) yang berjudul ‘ Akad Wakalah (Perwakilan).

“فصل” وكل ما جاز للإنسان التصرف فيه بنفسه جاز له أن يوكل فيه أو يتوكل والوكالة عقد جائز لكل منهما فسخها متى شاء وتنفسخ بموت أحدهما والوكيل أمين فيما يقبضه وفيما يصرفه ولا يضمن إلا بالتفريط, ولا يجوز أن يبيع ويشتري إلا بثلاثة شرائط أن يبيع بثمن المثل وأن يكون نقدا بنقد البلد ولا يجوز أن يبيع من نفسه ولا يقر على موكله.

Segala sesuatu yang boleh diperberjual belikan sendiri (oleh pemilik barang), maka boleh diwakilkan.

Akad wakalah hukumnya boleh, dan dari dua orang yang menjalin akad wakalah boleh membatalkan akadnya kapan saja diinginkan. Akad wakalah batal dengan sendirinya jika salah satu dari kedua pihak wafat.

Orang yang diberikan wewenang  sebagai Wakil hendaknya orang yang bisa dipercaya menjaga dan mengembangkan (menjual belikan) objek yang diwakilkan. Wakil tidak dibebani resiko (mengganti objek barang yang rusak), kecuali bila dia eteledor.

Wakil tidak boleh menjual kecuali dengan tiga syarat :

1. Menjual dengan harga umum.
2. Mengembangkan (menjual belikan barang) dengan mata uang daerah tersebut.
3. Tidak boleh mengklaim bahwa barang tersebut miliknya sendiri, kecuali pengakuan itu atas izin dari pemilik.

DSN MUI Lakukan Sertifikasi Rumah Sakit Syariah

TANGERANG (Jurnalislam.com) — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang menjadi kandidat RSUD Syariah pertama di Provinsi Banten.

Tim Surveyor Visitasi Sertifikasi Rumah Sakit Syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI Rikza Maulan, label syariah itu merupakan yang pertama diterapkan di luar Provinsi Aceh.

“Insya Allah, mudah-mudahan RSUD Kota Tangerang menjadi rumah sakit umum daerah pertama di luar Aceh yang akan mendapatkan sertifikasi syariah. Kemungkinan RSUD di Kota Tangerang menjadi percontohan bagi rumah sakit umum daerah yang ada di Indonesia yang menerapkan konsep syariah,” kata dia dalam keterangan resminya, Jumat (25/1).

Menurut dia, dengan standar syariah akan semakin meningkatkan kualitas yang diberikan rumah sakit kepada seluruh pasiennya.

Ia menegaskan, standar syariah tidak hanya khusus yang Muslim tapi juga untuk yang nonmuslim.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Buaderi mengatakan, masuknya RSUD Kota Tangerang sebagai kandidat RSUD Syariah di Indonesia harus bisa menjadi momentum meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kota Tangerang.

Dengan begitu, pasien akan semakin mudah untuk berobat.

“Saya berharap dengan adanya sertifikasi rumah sakit syariah, RSUD Kota Tangerang menjadi lebih semangat untuk memberikan pelayanan yang lebih baik agar semua pasien yang ada di rumah sakit menjadi lebih nyaman,” kata dia.

Ia menegaskan, sertifikasi tidak akan ada artinya bila tidak diiringi dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut dia, apapun hasilnya, Pemkot Tangerang berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan RSUD Kota Tangerang.

Direktur Utama RSUD Kota Tangerang Feriyansyah mengatakan, masuknya RSUD Kota Tangerang menjadi kandidat RSUD Syariah tidak terlepas dari standar mutu syariah yang telah dipenuhi oleh RSUD Kota Tangerang.

Ia menjelaskan, ada tiga tandar mutu wajib syariah yaitu pasien sakaratul maut terdampingi dengan Talqin, mengingatkan waktu shalat bagi pasien dan keluarga, serta pemasangan kateter sesuai gender.

“Yang laki-laki dipasang perawat laki-laki demikian juga sebaliknya,” kata dia.

sumber : republika.co.id

Wisata Sejarah Islam Mulai Dilirik Milienial Muslim

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Kepala cabang biro perjalanan AliaGo Travel Kebayoran Vivi Adil menilai, generasi milenial kini sudah menunjukkan ketertarikannya terhadap wisata rohani.

Meski saat ini proporsi mereka hanya 15 persen dari total pelancong wisata rohani, angka tersebut diprediksi dapat terus meningkat.

Salah satu faktor pendorong dari peningkatan itu adalah perkembangan teknologi dan kehadiran media sosial.

Keduanya menyebabkan generasi milenial menjadi terpapar informasi mengenai wisata rohani sehingga menimbulkan ketertarikan.

“Saat ini, anak muda masih bermain di Jepang dan Korea, tapi mungkin saja nantinya ke Al-Aqsa, Yerusalem,” kata Vivi lansir Republika.co.id, Kamis (24/1).

Saat ini, Vivi mencatat, perjalanan wisata rohani masih didominasi oleh orang tua dengan usia 50 tahun ke atas.

Destinasi utamanya adalah ke Masjid Al-Aqsa, Yerusalem dan paket tur Maroko dengan Spanyol. Andalusia perlahan menjadi primadona karena menyimpan banyak sejarah Islam.

Sebagai dampak dari perkembangan teknologi, kini banyak wisatawan yang memilih melakukan perjalanan tanpa agen perjalanan.

Tapi, untuk destinasi wisata rohani, masih banyak pelancong yang menggunakan jasa travel agent.

“Sebab, biayanya cenderung mahal kalau perjalanan sendiri dan melelahkan,” ujar Vivi.

Tren lain yang juga terlihat pada 2019 adalah wisata rohani di luar umrah.

Sebab, menurut Vivi, perjalanan plus umrah membutuhkan biaya lebih besar dibanding memilih paket wisata rohani tersendiri. Perbedaannya bahkan mencapai 50 persen.

sumber : republika.co.id