Berita Terkini

Zakat Via Aplikasi Kian Mudah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggandeng sebuah aplikasi tabungan online, SOBATKU, untuk memberikan layanan kemudahan berzakat.

Saat ini masyarakat sudah dapat menggunakan layanan yang didirikan oleh KSP Sahabat Mitra Sejati ini sejak diluncurkan.

Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, mengatakan pihaknya terus berinovasi dalam memberikan kemudahan berzakat, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi.

Layanan zakat di SOBATKU makin mendekatkan Baznas dengan gaya hidup masyarakat masa kini.

“Baznas sangat antusias untuk menyediakan layanan kemudahan berzakat melalui SOBATKU. Semoga layanan ini dapat menjadi jembatan antara masyarakat yang gemar menolong, dengan sesamanya yang masih membutuhkan pertolongan,”, Senin (11/2).

Menurutnya, dengan menambah layanan kemudahan zakat ini diharapkan dapat menambah semangat masyarakat dalam menunaikan zakatnya.

Dalam kerja sama ini SOBATKU memberikan kemudahan bagi pengguna setia SOBATKU yang ingin beramal dan berzakat melalui Baznas.

Nantinya tinggal pilih menu transfer dan isi nominal yang akan didonasikan, maka dana sudah diterima langsung oleh Baznas untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya.

“Kami yakin kerja sama ini nantinya akan saling menguntungkan bagi keduabelah pihak termasuk para donatur tetap maupun calon donatur yang belum menggunakan aplikasi SOBATKU,” ujarnya.

Sumber : republika.co.id

Peluang Bank Syariah di Tengah Konsumen Muslim

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tren bisnis pembiayaan konsumer dinilai masih menjadi andalan bagi bank syariah.

Pasalnya, kebutuhan konsumen pun cukup besar terhadap pembiayaan tersebut.

Pengamat Ekonomi Syariah dari SEBI School of Islamic Economics Aziz Setiawan menjelaskan, pembiayaan perumahan syariah, pembiayaan kendaraan bermotor syariah, dan multijasa syariah masih menjadi tumpuan bagi bank syariah.

“Kebutuhan akan perumahan maupun apartemen yang masih sangat besar di masyarakat menjadi peluang besar bagi bank syariah untuk mengembangkan produk KPR Syariah,” ujarnya lansir Republika.co.id, Senin, (11/2).

Hal itu karena, kata dia, backlog atas perumahan rakyat mencapai hampir 15 sampai 20 juta unit. Kondisi ini membuat potensi market besar.

Lebih lanjut Aziz menuturkan, kebutuhannya ke depan akan terus meningkat. Seiring dengan pertambahan jumlah usia produktif dan kelas menengah baru.

“Jadi market KPR syariah ini bisa terus dikembangkan oleh bank syariah,” ujarnya. Bank syariah, kata dia, juga bisa berinovasi menjadi pengembangnya yang itu juga dimungkinkan oleh regulasi.

Hal itu nantinya diharapkan memberikan pricing yang lebih kompetitif.

“Jadi bank syariah juga bisa masuk di bisnis hulunya sebagai pengembang, bank syariah bisa menjadi pengembang sekaligus memberikan pembiayaan kepada konsumen,” jelas Aziz.

Ia melanjutkan, kebutuhan mayarakat Indonesia yang tinggi terhadap transportasi juga mendorong peningkatan secara signifikan pembiayaan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat.

Menurutnya, ke depannya permintaan untuk pembiayaan ini pun masih akan tinggi seiring tantangan sektor transportasi publik yang belum sepenuhnya baik.

“Kebutuhan untuk kendaraan niaga juga masih akan terus meningkat. Pembiayaan multijasa, untuk pendidikan atau kebutuhan tertentu juga kedepan dapat terus dikembangkan,” ujarnya.

Selain pembiayaan konsumer, kata dia, bank syariah diharapkan pula semakin kuat masuk ke pembiayaan modal kerja dan investasi.

Bank syariah juga bisa menyalurkan pembiayaan untuk pembelian alat-alat berat, mesin-mesin produksi dan alat pengangkutan, serta jenis barang lainnya untuk mendukung produksi.

 

Fintech Syariah Mulai Diperkenalkan dengan Ragam Akad

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Perusahaan financial technologi (fintech) peer to peer lending PT Pintar Inovasi Digital alias Asetku berencana mengeluarkan produk syariah.

Direktur Asetku Andrisyah Tauladan mengatakan pasar syariah Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, sehingga amat sangat disayangkan jika perusahaan fintech pemberi pinjaman tidak tersentuh.

“Ternyata pasar syariah luar biasa besarnya, dan pemain syariah belum banyak. Kita lihat peluang di situ dan kita maen di situ,” ujarnya di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Selama ini lanjut Andri, perusahaan masih bermain pada pemberian pinjaman secara konvensional alias non syariah. Di mana pasar terbesarnya adalah pulau Jawa seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Di pulau Jawa paling banyak. Jawa Barat, DKI Jakarta dan sekitarnya. Tapi kita berbagai pulau para lender yang mendanai asetku,” katanya.

Andri melanjutkan, rencana produk syariah ini sudah bisa dinikmati pada tahun ini. Dengan diluncurkannya produk syariah ini diharapkan semakin banyak lagi jumlah nasabah yang terjaring.

“Tahun ini, Asetku juga akan mengeluarkan asetku syariah dan asetku untuk lender institusi/perusahaan,” ucapnya.

Mengenai konsepnya, nanti perusahaan pemberi pinjaman ini akan menggunakan pendekatan mudarabah. Artinya, perusahaan pemberi pinjaman ini akan membiayai orang dan juga dari hasil pembelian barang yang dijual kembali.

“Tapi kita masih memilih kontrak apa, akad apa yang akan kita gunakan untuk syariah ini. Karena pilihannya begitu banyak dan risikonya juga berbeda-beda, itu yang harus kita analisis dulu, termasuk konsultasi dulu ke DPS untuk di-approve,” ujarnya.

sumber : okezone.com

Pakar Hukum Ungkap Sejumlah Kejanggalan Status Tersangka Ketua PA 212 Slamet Maarif

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Surakarta karena dituding melanggar aturan kampanye.

Menanggapi hal tersebut, Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) menegaskan bahwa acara tabligh akbar 212 beberapa waktu lalu di solo adalah kegiatan keagamaan, bukan kampanye. Bahkan TARC menemukan sejumlah kejanggalan karena ‘ngebut’nya status tersangka Slamet Maarif.

Ketua TARC yang juga pakar hukum Dr. Muhammad Taufik, SH menganggap bahwa penetapan tersangka Slamet Maarif terkesan ada penyikapan khusus aparat.

“Padapemeriksaan pendahuluan tidak menemukan kesalahan sehingga perkara ini dinilai prematur,” kata M Taufik, di kantor MTP Solo, Senin (11/2/2019).

Ia menduga bahwa ini adalah perkara yang dibuat berdasarkan pesanan.

“Perkara ini made by order, mengejar batas waktu 14 hari sejak dilimpahkan dari Bawaslu ke Polresta Surakarta,” ungkapnya.

Karena, dalam waktu dekat, TARC akan melaporkan polisi Surakarta ke Kabid Propam Mabes Polri.

Ia juga menegaskan bahwa Polri harus profesional dan tidak berpihak kepada salah satu kelompok.

“Meminta Kepada Polri untuk tetap profesional dan independen, tidak berat sebelah terhadap salah satu Capres dan Cawapres,” ungkapnya.

Di CFD, Warga Surabaya Antusias Tanda Tangani Tolak Valentine Day

SURABAYA(Jurnalislam.com) – Jama’ah Ansharusy Syari’ah (JAS) sosialisasikan haramnya merayakan valentine day di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Darmo, Surabaya, Ahad (10/2/2019).

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi warga agar tidak terjerumus kemaksiatan dengan ikut merayakan Valentine Day.

Korlap aksi,Andi menjelaskan kegiatan yang dilakukan kali ini adalah aksi damai dengan target muda-mudi di acara Car Free Day,

“Tujuannya agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan dengan ikut merayakan Valentine Day, Alhamdulillah aksi damai ini berjalan lancar, dan kebanyakan dari mereka (pengunjung) mau menerima himbauan tentang hukum merayakan valentine day, terlebih valentine tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi warga agar tidak ikut merayakan Valentine Day.

Aksi digelar dengan menggalang tanda tangan dan membentangkan spanduk menolak perayaan hari valentine serta membagikan selebaran bertema ‘Haram Ikut Merayakan V-Day & Hari Raya Agama Lain’.

Pantauan Jurniscom, pengunjung antusias ikut membubuhkan tanda tangan diatas kain putih sebagai pernyataan setuju untuk tidak merayakan hari valentine.

Nampak beberapa komunitas ikut berpartisipasi memberikan tanda tangan diantaranya komunitas sepeda onthel, bonek mania, muslimah milenial, dompet dhuafa.

Aksi serupa juga digelar serempak oleh JAS dibeberapa kota lain di Jawa Timur, seperti kota Malang, Blitar, Mojokerto dan Jember.

Sandiaga Uno: Industri Halal di Indonesia Belum Tergarap Secara Maksimal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno menilai, industri halal di Indonesia belum tergarap maksimal. Padahal menurutnya Indonesia berpotensi menjadi negara pusat industri halal dunia.

“Berdasarkan Global Islamic Economic Indicator, Indonesia masih berada di posisi nomor 10 terkait industri halal. Peringkat ini harus kita perbaiki,” katanya dilansir Republika.co.id, Senin (11/2/2019).

Cawapres yang telah mengunjungi 1100 titik di Indonesia ini menyebut, negeri ini mempunyai potensi untuk menjadi pusat Industri Halal dunia.

“Dan itu bisa dimulai salah satunya dari pesantren- pesantren seperti pesantren Darussalam ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menemui KH Sholeh Basalamah, pimpinan Pondok Pesantren  Darussalam Jati arang Kidul, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes.

Sandiaga dalam kunjungan kali ini mengaku tidak berkampanye. Namun ia menyampaikan sejumlah pandangannya mengenai ekonomi.

“Jadi di sini kita bicara soal ekonomi umat. Para santri juga harus mulai melek usaha untuk mendukung Indonesia sebagai pusat industri halal dunia,” ungkapnya.

Sandi berharap para santri bisa melihat peluang ini. Peluang untuk menciptakan lapangan kerja, bukan sebaliknya mencari kerja.

Tidak hanya kali ini saja Sandiaga meyakini bahwa Indonesia bisa menjadi pusat industri halal dunia. Awal Februari lalu mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut juga menyampaikan hal serupa.

“Ekonomi halal ini dahsyat potensinya. Pasarnya mencapai 1,8 miliar populasi muslim di dunia,” ujar Sandiaga Uno pada acara ‘Inisiatiif Indonesia Menang Pusat Ekonomi Halal Dunia’ di Hutan Kota Sangga Buana, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019) lalu.

dr. Gamal Albinsaid : Generasi Muda Jangan Takut Jadi Entrepreneur

SURABAYA (Jurnalislam.com)—Sociopreneur pendiri Indonesia Medika, dr. Gamal Albnsaid mengajak anak muda generasi milenial untuk terjun dalam dunia entrepreneur sedini mungkin, dan jangan takut memulai menjadi entrepreneur.

“Saya sendiri sebenarnya merasa kenapa nggak dari dulu terjun ke entrepreneur. Untuk generasi muda sekarang sedini mungkin terjun langsung ke dunia entrepreneur,” kata dr. Gamal dalam talkshow ‘Muda Berkarya’ di Jatim Expo Surabaya, Sabtu (9/2/2019).

Di era milenial ini, kata dr. Gamal, peluang berbisnis sangatlah terbuka.

“Ada banyak venture capital yang siap mendukung kita, yang penting kita memiliki ide dan siap mewujudkannya,”kata pria berusia 29 tahun ini.

Apalagi tambahnya, di era ini, teknologi begitu berkemang pesat. Globalisasi mempermudah generasi milenial terkoneksi dengan orang-orang di luar sana.

“Kita jangan hanya berpikir di Indonesia saja. Di luar sana ada banyak pihak berkolaborasi dengan kita,” katanya.

Ia mencontohkan, Indonesia Media yang dirintisnya bahkan memenangkan penghargaan sociopreneur langsung dari Pangeran Charles.

“Segera cari tim dan kita mulai wujudkan mimpi kita,” pungkasnya.

Ini Tips Hamas Syahid agar Jadi ‘High Quality Jomblo’

SURABAYA (Jurnalislam.com)—Aktor sekaligus penghafal Qur’an Hamas Syahid berbagai tips agar seorang jomblo bisa menjadi jomblo berkualitas alias ‘high quality jomblo’.

Pria yang kini berusia 26 tahun ini mengatakan bahwa jodoh sudah diatur oleh Allah.

“Tugas kita adalah terus memperbaiki diri dan memantaskan diri di hadapan Allah,” katanya dalam talkshow bertajuk ‘Muda Berkarya’ di Islamic Fest, Jatim Expo Surabaya, Sabtu (9/2/2019).

Di era ini, kata Hamas, banyak sekali godaan khususnya untuk berpacaran dengan seorang wanita.

Ia berbagi tips agar dapat mengurangi interaksi yang kurang bermanfaat dengan wanita.

“Saya ini kalau lagi syuting tentu ketemu para wanita cantik. Godaanya ya sangat berat. Tapi kalau kita berinteraksi dengan al Qur’an insya Allah semoga kita bisa terjaga,” katanya.

Sibuk membaca al Qur’an, kata Hamas justru akan menjaga kita dari sibuk melakukan hal lain, termasuk berpacaran.

“Diusahakan jangan sampai pacaran. Langsung nikah saja, enak loh,” katanya disambut tawa hadirin.

“Karenanya, cara agar tidak pacaran adalah berinteraksi dengan al Qur’an,” pungkasnya.

Sibuk Syuting, Hamas Syahid Selalu Sempatkan Membaca Qur’an

SURABAYA (Jurnalislam.com)–Aktor sekaligus  penghafal Qur’an Hamas Syahid Izzuddin mengaku di tengah padatnya jadwal syuting rupanya masih menyempatkan waktu untuk membaca dan mengulang hafalan al Qur’annya.

Membiasakan membaca Qur’an, kata Hamas merupakan hal yang sudah diajarkan bahkan sejak dirinya masih kecil.

Hamas mengaku, sejak umur tiga tahun bahkan dirinya sudah menghafal juz 30, karena ibunya membacakannya setiap hari.  Mendengarkan al Qur’an sang Ibu setiap hari membuat dirinya bisa hafal al Qur’an walau tanpa membacanya.

“Pada usia 6 tahun saya baru secara serius menghafal al Qur’an, dan terus sampai sekarang,” katanya ketika mengisi acara Islamic Fest di Jatim Expo Surabaya, Sabtu (9/2/2019).

Pun sekarang di tengah kesibukannya sebagai aktor, membaca al Qur’an tetap diagendakan oleh  pemeran  Yusuf di  film Cahaya Hati ini.

“Kalau waktu lagi kosong, saya sempatkan tilawah dan sempatkan mengulang-ulang hafalan,” kata Hamas.

reporter : mazaya

Rizka Noor Terpilih Sebagai Ketua PII Jateng 2019 – 2021

BUMIAYU (Jurnalislam.com)–Pengurus Wilayah Jateng Pelajar Islam Indonesia  (PII) periode 2017-2019  gelar  Konferensi Wilayah XXX (Konwil 30) di SMK Muhammadiyah Bumiayu Jateng, (1-3/2/2019).

Helatan Konwil 30 tersebut bertajuk “Membentuk Imamah Ideal yang sesuai dengan profil Muslim,Cendekia, dan Pemimpin di Era Milenial”

Humas PII Jateng Riska Ristiana mengatakan bahwa Konwil adalah kegiatan yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali untuk memilih ketua umum Pengurus Wilayah yang baru.

“Ada juga laporan pertanggungjawaban PW PII Jawa Tengah periode 2017-2019.Dengan demikian acara tersebut adalah puncak dari kepengurusan yang lama,” katanya dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Acara pembukaan Konwil 30 dimeriahkan dengan Talk Show bertema” Sejarah PII WATI dan peran pelajar Islam di Era Milenial.”

Konwil 30 dibuka oleh Camat Bumiayu, Apriyanto Sudarmoko dan perwakilan satuan perangkat pemerintahan juga Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Bumiayu, Perwakilan IPM dan IPNU Bumiayau, dan Keluarga Besar PII Bumiayu serta PD PII se-Jawa Tengah.

Konwil 30 dihadiri 81 peserta se-Jawa Tengah dan 3 peserta dari Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia.

Musyawarah Konwil 30 memutuskan Rizka Noor Miftakhul Ulum, S.T., sebagai Ketua Umum PW PII Jateng periode 2019-2021, Setio Budi Harsono sebagai Komanda Brigade, dan Riska Ristiana sebagai Ketua PII WATI.