Berita Terkini

Kutip Fatwa MUI, Ikadi: Jangan Pilih Pemimpin Inkar Janji Kampanye

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (PP IKADI) menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mengikuti pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) pada 17 April 2019.

Ikut memberikan suara di Pemilu 2019 artinya bakal mewujudkan Indonesia adil, makmur, dan bermartabat.

IKADI menekankan kepada masyarakat untuk tidak memilih pemimpin yang tidak melaksanakan janji kampanyenya.

IKADI mengeluarkan delapan poin sebagai rambu-rambu mengikuti Pemilu 2019.

Dilansir Republika, Ketua Umum PP IKADI, Prof KH Achmad Satori Ismail menuturkan, memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban.

Di antara dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; Jika ada tiga orang bepergian, maka mereka wajib mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya (H.R Abu Dawud no. 2609, dan dishahihkan Syekh Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, no. 763),” kata dia.

Pemilu dalam perspektif Islam merupakan upaya memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi kriteria dan syarat ideal, bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan apirasi umat dan kepentingan bangsa.

“Ikut berperan aktif dalam menyukseskan pileg dan pilpres dan tidak golput, dengan menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab demi terwujudnya negara Indonesia yang adil, makmur dan bermartabat, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ucap dia.

Setidaknya, kata dia, ada sejumlah kriteria pemimpin yang wajib dipilih rakyatnya.

“Memperhatikan dan mengikuti keputusan: Ijtima’ Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Padang Panjang Sumatra Barat tahun 2009, di antaranya adalah wajib memilih pemimpin, dan di antara kriteria pemimpin yang wajib dipilih adalah memiliki sifat shiddiq (jujur dan benar).

Ijtima’ Komisi Fatwa MUI di Tegal Jawa Tengah tahun 2015, no. 9; Pemimpin publik yang tidak melaksanakan janji kampanyenya adalah berdosa, dan tidak boleh dipilih kembali,” kata dia.

Sumber : republika.co.id

Habib Rizieq Serukan Masyarakat Bermunajat di Masa Tenang

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif menuturkan bahwa Habib Rizieq Syihab mengajak masyarakat untuk bermunajat di masa tenang yang berlangsung sejak hari ini 14 April hingga 16 April 2019.

Habib Rizieq mengajak masyarakat untuk mendekatkan diri pada Allah.

“(HRS) Mengajak kita semua munajat, mendekatkan diri kepada Allah agar Allah menunjukkan kemenangan pada kita,” kata Slamet Maarif saat dikonfirmasi Ahad (14/4).

Menurut Slamet, Rizieq Syihab yang berada di Arab Saudi sudah menggunakan hak pilihnya. Slamet menambahkan, Rizieq juga memberikan sejumlah imbauan lain.

“Paling seruan untuk tidak golput, untuk penuhi TPS, seruan yang wajar lah,” kata Slamet.

Slamet menuturkan, selama pencoblosan di Arab Saudi, para relawan telah bekerja keras dalam melakukan pemantauan.

Selain itu, kata dia, antusiasme masyarakat di Arab Saudi juga sangat tinggi.

“Antusiasnya tinggi sampai kehabisan kertas suara. Sampai saat ini alhamdulillah berjalan dengan baik dan Insya Allah mudah-mudahan tetap terjaga. Tinggal kita tunggu penghitungan tanggal 17 April nanti,” ujar Slamet Maarif.

Pemilu RI sudah berlangsung di Arab Saudi. Warga Indonesia antusias mengikuti pemilihan umum 2019 dengan berbondong-bondong mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, dan TPS di Arab Saudi, Jumat (12/4), waktu setempat.

sumber : republika.co.id

 

Tutup Debat Terakhir, Prabowo: Kami akan Jalankan Pakta Integritas Ijtima Ulama

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Debat pilpres ke-5 yang digelar Sabtu 13 April 2019, menandakan pula berakhirnya masa kampanye terbuka Pemilu 2019.

Untuk selanjutnya masuk masa tenang hingga 17 April mendatang.

Dalam pidato penutupan di debat tersebut, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendukungnya selama masa kampanye. Antara lain para relawan dan partai pendukungnya.

“Kita mau selesai kampanye ini saya ingin ucapkan terima kasih kepada semua kelompok yang mendorong gerakan kami gerakan kebangkitan kebangkitan rakyat,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, dia pun menegaskan jika terpilih menjadi presiden, akan menjalankan komitmen yang tertuang dalam ijtima ulama.

“Para ulama, kami akan hormati dan laksanakan pakta integritas yang kami tanda tangani bersama ijtima ulama,” tegasnya.

Dia pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya dalam masa kampanye. Termasuk para ibu-ibu, buruh, guru honorer, tenaga medis, hingga guru honorer.

“Prabowo Sandi akan membela kalian,” ungkapnya.

sumber : viva.co.id

 

Amalan-amalan Sunnah di Bulan Sya’ban

(Jurnalislam.com)—Ada beberapa amalan yang dilakukan dan dicontohkan oleh Rasulullah di bulan Sya’ban. Amalan tersebut adalah:

  1. Shaum di Bulan Sya’ban

Aisyah mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban ebulan penuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Aisyah mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلَالِ شَعْبَانَ مَا لَا يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ، ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَانَ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ، عَدَّ ثَلَاثِينَ يَوْمًا، ثُمَّ صَامَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap hilal bulan Sya’ban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan Sya’ban sampai 30 hari.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i dan sanad-nya disahihkan Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

Ummu Salamah radhiallahu ‘anha mengatakan,

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلَّا شَعْبَانَ، وَيَصِلُ بِهِ رَمَضَانَ

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Sya’ban, kemudian beliau sambung dengan Ramadhan.” (HR. An Nasa’i dan disahihkan Al Albani)

Hadis-hadis di atas merupakan dalil keutamaan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, melebihi puasa di bulan lainnya.

  

  1. Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban

Terdapat keutamaan khusus untuk malam nishfu Sya’ban. Pendapat ini berdasarkan hadis shahih dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu ‘anhu, dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibn Majah, At Thabrani, dan dishahihkan Al Albani).

Setelah menyebutkan beberapa waktu yang utama, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

“…pendapat yang dipegangi mayoritas ulama dan kebanyakan ulama dalam Madzhab Hambali adalah meyakini adanya keutamaan malam nishfu Sya’ban. Ini juga sesuai keterangan Imam Ahmad. Mengingat adanya banyak hadis yang terkait masalah ini, serta dibenarkan oleh berbagai riwayat dari para sahabat dan tabi’in…” (Majmu’ Fatawa, 23:123)

Ibn Rajab mengatakan, “Terkait malam nishfu Sya’ban, dulu para tabi’in penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma’dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabi’in lainnya, mereka memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam itu…” (Lathaiful Ma’arif, Hal. 247).

 *Dadang/ dbs

 

 

 

DSKS Kawal Kasus Iwan Andranacus, Desak Kejari Surakarta Ajukan Kasasi

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mendatangi Kejaksaan Negeri (Kajari) Surakarta guna melakukan audensi terkait putusan 8 bulan oleh Pengadilan Tinggi Semarang dalam kasus bos cat Indaco Iwan Andranacus.

Putusan PT Semarang tersebut lebih ringan 4 bulan dari vonis sebelumnya dari Pengadilan Negeri Surakarta yakni 1 tahun hukuman penjara.

Sebelumnya, JPU mengajukan banding atas vonis 1 tahun penjara ke PT Semarang karena Iwan hanya dikenakan Pasal 311 UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas.

Padahal sebelumnya, JPU menuntut 5 tahun penjara dikurangi masa tahanan karena terbukti menghilangkan nyawa Eko Prasetyo sebagaimana diatur sesuai Pasal 338 KUHP.

“Bahwa DSKS menyesalkan atas divonisnya 8 bulan penjara Iwan Adranacus oleh pengadilan tinggi Semarang. Bahwa putusan pldana No.77/Pid/2019/PT.Smg adalah putusan yang dholim dan jauh dari rasa keadilan,” kata humas DSKS Endro Sudarsono kepada jurniscom jum’at, (12/4/2019).

Endro juga mendorong PN Surakarta untuk mengajukan Kasasi atas putusan yang dianggap tidak adil tersebut.

“Bahwa DSKS mendukung penuh Kejaksaan Negeri Surakarta untuk segera mungkin mengajukan KASASi terhadap putusan pidana No. 77/Pid/2019/PT.Smg,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa aksi solidaritas DSKS dan umat Islam dalam mengawal kasus Iwan tersebut sebagai bentuk pengawasan publik agar kasus tersebut berjalan adil dan tidak terintervensi oleh pihak pihak lain.

“Bahwa aksi solidaritas Ini juga bertujuan untuk mengawal penegakan hukum atas perkara Iwan Adranacus agar tidak dikotori dengan tekanan-tekanan pihak manapun,” tandasnya.

Kasus ini bermula dari percekcokan antara Iwan dan Eko di Jalan depan Manahan, Solo pada 22 Agustus 2018 yang lalu. Sempat terjadi insiden pemukulan oleh teman Iwan yang berada satu mobil ke Eko.

Setelah keduanya sempat berpisah, akhirnya mereka kembali bertemu di Jalan KS Tubun Tubun Manahan dan kembali terlibat adu mulut yang akhirnya membuat Iwan mengejar Eko hingga menabraknya hingga meninggal dunia di Jalan KS Tubun timur Polresta Surakarta.

Setelah UAS, Kini Giliran Aa Gym Resmi Dukung Prabowo – Sandi

JAKARTA (Jurnalislam.com), Setelah Ustaz Abdul Somad (UAS) mendukung Prabowo, kini giliran KH Abdullah Gymnastiar yang karib disapa Aa Gym secara resmi mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Hal itu terungkap dalam sebuah video yang beredar.

“Yang tidak punya kepentingan apa-apa. Bismillah saya memilih 02, Pak Prabowo dan Pak Sandi,” kata Aa Gym dalam video berdurasi 17 detik itu.

Dukungan itu disampaikan saat Prabowo-Sandi mendatangi kediaman Aa Gym di Jalan Cipaku, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (13/4).

Dukungan Aa Gym itu pun langsung disambut ucapan hamdalah dari Prabowo dan Sandi.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, kepada CNNIndonesia.com, berkata bahwa Aa Gym yang dalam keadaan diinfus saat bertemu mendoakan Prabowo-Sandi dan menyatakan dukungannya dalam pertemuan tersebut

“Jadi tangan Aa Gym terinfus lagi sakit, Prabowo dan Sandi yang mendatangi Aa Gym. Prabowo dan Sandi sangat menghormati ulama,” ujar dia.

Ia juga mengatakan Aa Gym memutuskan dukungan setelah melakukan istikharah sebab sebelumnya yang bersangkutan masih bersikap netral terkait Pilpres 2019.

“Saya menghormati Pak Prabowo dan Mas Sandi yang tidak menarik-narik ulama untuk ikut memberikan dukungan,” kata Andre meniru ucapan Aa Gym.

Menurut Andre, Aa gym mengaku perih melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini di mana korupsi, keadilan sosial, serta ekonomi dalam keadaan sulit.

Aa Gym, lanjutnya, juga menilai Indonesia membutuhkan pemimpin yang tegas, kuat, dan bersih untuk mengatasinya berbagai masalah itu.

Sumber: cnnindonesia.com

Ini Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Sya’ban

(Jurnalislam.com). Pembaca, tak terasa kita kini sudah memasuki bulan Sya’ban, dan bulan depan kita akan memasuki bulan Ramadhan.

Bulan Sya’ban adalah bulan ke delapan dari nama-nama bulan kalender Hijriyah, setelah bulan Rajab dan sebelum Ramadhan.

Bulan Sya’ban adalah bulan yang diistimewakan Nabi SAW dan pula diagungkan.

Sehingga selayaknya bagi seluruh kaum muslim untuk turut pula mengagungkan bulan ini.

Dalam sebuah hadis, Nabi Saw bersabda; Sya’ban adalah bulan dimana amal seseorang dilaporkan kepada Allah Swt.dan saya senang bila amalku dilaporkan dalam keadaan saya berpuasa”.

Bulan (kedelapan) hijriyah ini dinamai dengan sebutan ‘Sya‘ban’ karena banyak cabang-cabang kebaikan pada bulan mulai ini.

Sebagian ulama mengatakan, ‘Sya‘ban’ berasal dari ‘Syâ‘a bân yang bermakna terpancarnya keutamaan.

Sementara sebagian ulama lagi mengatakan, ‘Sya‘ban’ berasal dari kata ‘As-sya‘bu’ (dengan fathah pada huruf syin).

Secara harfiah ‘menambal’ di mana Allah menambal (menghibur atau mengobati) patah hati (hamba-Nya) di bulan Sya’ban.

Kenapa Bulan Sya’ban menjadi istimewa?

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, yang diriwayatkan oleh Imam Nasa’i yang artinya

“Ini adalah bulan yang banyak dilalaikan orang, terletak antara Rajab dan Ramadan.

Padahal Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal kepada Tuhan yang mengatur semesta alam. Aku ingin, saat amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa-i no. 2329).

Imam Ibnu Qoyyim Rahimahullah menjelaskan bahwa amalan manusia dalam satu tahun, diangkat pada bulan Sya’ban.

Sebagaimana dikabarkan oleh As-Shodiqul Mashduq (Orang yang jujur lagi dibenarkan.

Yakni Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bahwa Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal.

Demikian pula amalan dalam sepekan dilaporkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis.

Adapun amalan (pent, harian) siang dilaporkan di penghujung siang sebelum malam tiba.

Dan amalan malam dilaporkan di penghujung malam sebelum tibanya siang.  (Dikutip secara ringkas dari Hasyiyah Ibnul Qayyim ‘alas Sunan Abi Dawud, 12/313).

*Dadang / dbs

Sinergi Kebaikan Masyarakat Perbaiki Alam dengan Tanam 1000 Bambu

GARUT (Jurnalsialm.com)–Tahun 2016 lalu, banjir bandang yang menerjang wilayah Garut tahun 2016 silam.

Derasnya air menggulung kediaman warga dengan membawa beragam material dari gunung. Lumpur, batang pohon, hingga sampah. Berkurangnya jumlah pohon membuat tanah tak lagi mampu menyerap air hujan.

Guna memperbaiki ekosistem alam, Sinergi Foundation kembali melaksanakan aksi penanaman di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk, Desa Surabaya Limbangan Garut, Rabu (10/4/2019). Tak kurang dari 1000 bibit bambu ditebar pada tahap II ini.

Kali ini tak hanya warga Desa Surabaya saja yang berpartisipasi, tapi juga diikuti 30 anggota Pramuka dari tingkat SMP dan SMA.

Serta beberapa komunitas di Bandung, diantaranya; Komunitas Koalisi Pemuda Hijau Jawa Barat (Kophi), Keluarga Mahasiswa Pelajar Karawang (Kempaka) Bandung Raya, dan BEM Universitas Muhammadiyah Bandung.

Adapun jenis bambu yang ditanam bambu haur koneng, bambu haur hijau, bambu betung, dan bambu tali. “Bambu dipilih karena dinilai cocok memperbaiki kondisi hulu sungai. Jenis tanaman ini memiliki sifat perakaran yang serabut, sehingga mampu mengurangi resiko erosi, banjir, dan longsor,” tutur CEO Sinergi Foundation, Asep Irawan dalam keterangan tertulis yang diterima Jurniscom.

Terlebih, katanya, bambu juga sangat bermanfaat sebagai filter air, sebagai tanaman hidup maupun ketika dibuat arang, sehingga air menjadi jernih.

Asep menuturkan, kegiatan ini dilaksanakan karena sinergi kebaikan masyarakat melalui dana sedekah. Ia menuturkan, Sinergi Foundation berencana menanam 3000 pohon bambu untuk kelestarian alam. Bambu-bambu ini akan ditanam di DAS Cimanuk sebagai tindakan preventif.

“Semoga ikhtiar menghijaukan bumi ini dilancarkan, dan semakin banyak sinergi kebaikan yang terhimpun,” tutupnya.

KPU dan Bawaslu Harusnya Mudah Ungkap Kasus di Malaysia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, semestinya, tak butuh waktu yang lama bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkap kasus pencoblosan surat suara pemilu di Selangor Malaysia.

Karena, menurut Ray, perkaranya sudah sangat terang dan aktivitasnya semua terekam.

 

“Yang keseluruhan itu bisa jadi pintu untuk membuktikan apakah peristiwa itu sistemik, meluas dan terencana. Dan oleh karena itu pula, KPU dan Bawaslu semestinya dengan mudah dan cepat dapat mengurai kasus ini,” kata Ray dalam keterangannya yang diterima Jurnalislam.com, Jumat (12/04/2019).

 

Ray menyatakan, dalam proses pengungkapannya penyelenggara pemilu bisa memulai dengan pertanyaan sederhana, pertama mengapa surat suara tidak ditempatkan di lokasi yang aman dan terawasi?

 

Kedua, mengapa dan bagaimana bisa surat suara dengan jumlah begitu banyak bisa berpindah tempat bahkan masuk ke tempat yang bukan wilayah yuridiksi Indonesia.

 

“Dua pertanyaan ini, saya kira, menjadi awalan untuk menyusun kronologi kasus ini. Tentu ditambah dengan keterangan berbagai pihak, dan bisa jadi misalnya gambar rekaman dari cctv, maka kasus ini sejatinya dapat diungkap dengan cepat. Bahkan dalam hitungan dua hari,” ungkapnya.

 

Oleh karena itu, Ray mendesak KPU dan Bawaslu segera mengungkap dan dengan sendirinya membawa kasus ini ke ranah hukum.

 

Selain, karena modusnya dapat dengan mudah dibongkar, menyelesaikan kasus ini mungkin juga untuk membendung isu yang tidak sesuai dan akhirnya dapat mendelegitimasi dan memanaskan situasi pelaksanaan pemilu.

 

“Tak sulit membayangkan bahwa kasus ini akan jadi konsumsi publik dengan segala macam asumsi yang jika tidak cepat di atasi dengan mengungkap faktanya akan membuat kericuhan sendiri,” tukasnya.

Berkurangnya Kekuatan Musuh Adalah Pertolongan Allah Bagi Kaum Muslimin

Allah Azza Wa Jalla Berfirman :

غُلِبَتِ الرُّومُ فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ
فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗلِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚوَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ
بِنَصْرِ الَّهِ ۚيَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ ۖوَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Bangsa Romawi telah dikalahkan di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang” (QS Ar Ruum 2-5)

Disebutkan dalam surah Ar Ruum 2 – 5 di atas bagaimana kaum muslimin bergembira dengan kekalahan Persia atas Romawi padahal mereka sama-sama kafir, sama-sama memusuhi Islam. Dan Allah Menyebut kekalahan Persia itu sebagai Nashr (pertolongan/kemenangan) bagi orang-orang mukmin. Lalu apa kaitannya dengan Islam?

Berkurangnya musuh atau berkurangnya kekuatan musuh adalah pertolongan Allah bagi kaum muslimin. Apalagi kalau musuh sudah saling berselisih. Bukannya malah kita membuat mereka bersatu untuk memusuhi kita!

Para ulama menyebutkan bahwa Romawi lebih dekat kepada Islam karena dasar agama mereka adalah agama samawi meskipun sudah mengalami perubahan. Terbukti bahwa Kaisar Heraclius sebenarnya sudah mau beriman kepada Rasulullah Shollallohu alaihi wasallam ketika mendapatkan keterangan dari Abu Sufyan yang saat itu masih kafir tentang pribadi Rasulullah shollallohu alaihi wasallam sebagaimana disebutkan di dalam Bibel, namun dilarang oleh para menterinya dan diancam akan dibunuh.

Kisah ini disebutkan dalam shahih Bukhari, bahkan Heraclius mengatakan : “Seandainya ia ada di depanku, pasti akan aku basuh kakinya”.

Sedangkan Persia, mereka terkenal sangat kejam dan anti Islam, terbukti bagaimana Kaisar Persia merobek surat dari Rasulullah shollallohu alaihi wasallam.

Dari surah Ar Ruum ini kita ambil pelajaran, bahwa dalam pertarungan antara kekufuran pun kita diperintahkan untuk meminta kepada Allah agar hasil akhirnya adalah yang menguntungkan Islam dan kaum muslimin. Sedangkan dalam pertarungan di 17 April 2019 nanti adalah pertarungan antara haq dan bathil, meskipun dalam kancah demokrasi yang merupakan sistem kufur. Al haq yang saya maksud di sini adalah keinginan umat Islam untuk diatur dengan syariat Islam dan dipimpin oleh seorang mukmin. Memang harus kita akui bahwa sarana yang dipergunakan adalah sesuatu yang hukum asalnya adalah haram. Namun harus kita sadari bahwa para ulama pun berbeda ijtihad menngeenai hal ini. Pertarungan ini pun mau tidak mau, suka atau tidak suka akan melibatkan ratusan juta umat Islam.

Maka sudah semestinya siapa saja yang tidak sependapat tentang bolehnya menjadikan parlemen sebagai washilah perjuangan pun ikut berdoa semoga Allah memberikan kepada umat Islam Indonesia seorang pemimpin yang lebih mencintai kaum muslimin Indonesia. Walaupun kita tidak harus ikut serta dalam proses Pilpres tersebut karena perbedaan pilihan ijtihad, tapi setidaknya mengarahkan kaum muslimin lainnya yang memiliki ijtihad berbeda dengan kita, utamanya lagi kaum muslimin yang sangat awam dan rawan dimanfaatkan untuk memusuhi Islam agar jangan sampai salah memilih.

Perbedaan pandangan jangan sampai melemahkan perjuangan umat Islam. Ada saatnya kita saling nasehat menasehati dan saling mengingatkan, ada kalanya kita saling menghormati dan menguatkan.

Wallohu A’lam bish showab.

Diasuh oleh: Ustaz Abu Izzudin Al-Hazimi