Ini Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Sya’ban

Ini Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Sya’ban

(Jurnalislam.com). Pembaca, tak terasa kita kini sudah memasuki bulan Sya’ban, dan bulan depan kita akan memasuki bulan Ramadhan.

Bulan Sya’ban adalah bulan ke delapan dari nama-nama bulan kalender Hijriyah, setelah bulan Rajab dan sebelum Ramadhan.

Bulan Sya’ban adalah bulan yang diistimewakan Nabi SAW dan pula diagungkan.

Sehingga selayaknya bagi seluruh kaum muslim untuk turut pula mengagungkan bulan ini.

Dalam sebuah hadis, Nabi Saw bersabda; Sya’ban adalah bulan dimana amal seseorang dilaporkan kepada Allah Swt.dan saya senang bila amalku dilaporkan dalam keadaan saya berpuasa”.

Bulan (kedelapan) hijriyah ini dinamai dengan sebutan ‘Sya‘ban’ karena banyak cabang-cabang kebaikan pada bulan mulai ini.

Sebagian ulama mengatakan, ‘Sya‘ban’ berasal dari ‘Syâ‘a bân yang bermakna terpancarnya keutamaan.

Sementara sebagian ulama lagi mengatakan, ‘Sya‘ban’ berasal dari kata ‘As-sya‘bu’ (dengan fathah pada huruf syin).

Secara harfiah ‘menambal’ di mana Allah menambal (menghibur atau mengobati) patah hati (hamba-Nya) di bulan Sya’ban.

Kenapa Bulan Sya’ban menjadi istimewa?

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, yang diriwayatkan oleh Imam Nasa’i yang artinya

“Ini adalah bulan yang banyak dilalaikan orang, terletak antara Rajab dan Ramadan.

Padahal Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal kepada Tuhan yang mengatur semesta alam. Aku ingin, saat amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa-i no. 2329).

Imam Ibnu Qoyyim Rahimahullah menjelaskan bahwa amalan manusia dalam satu tahun, diangkat pada bulan Sya’ban.

Sebagaimana dikabarkan oleh As-Shodiqul Mashduq (Orang yang jujur lagi dibenarkan.

Yakni Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bahwa Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal.

Demikian pula amalan dalam sepekan dilaporkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis.

Adapun amalan (pent, harian) siang dilaporkan di penghujung siang sebelum malam tiba.

Dan amalan malam dilaporkan di penghujung malam sebelum tibanya siang.  (Dikutip secara ringkas dari Hasyiyah Ibnul Qayyim ‘alas Sunan Abi Dawud, 12/313).

*Dadang / dbs

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.