Berita Terkini

5 Permainan Tradisional yang Bisa Dicoba Saat Liburan Keluarga

Aktivitas liburan bersama keluarga bisa kamu buat lebih seru dengan mencoba permainan tradisional Indonesia dengan mengajak seluruh anggota keluarga

Liburan bersama keluarga adalah agenda paling menyenangkan yang selalu dinanti-nanti. Saat liburan bersama, aktivitas apa yang paling kamu lakukan? Pernahkah kamu mencoba untuk nostalgia permainan tradisional saat liburan? Belakangan, permainan tradisional semakin jarang ditemukan dan malah mulai dilupakan.

Sambil liburan, kamu bisa mencoba permainan tradisional dengan keluarga. Jika sudah penat dengan hiruk pikuk tempat tinggalmu, pesan saja tiket pesawat untuk perjalanan domestik yang menyenangkan. Beli saja tiket Sriwijaya lebih murah di Traveloka untuk bertemu dengan semua sanak saudara kamu. Nah, ini dia permainan tradisional yang bisa kamu coba saat liburan bersama keluarga.

  1. Gobak Sodor

Permainan ini bisa dimainkan dengan jumlah minimal peserta sebanyak dua orang. Namun, lebih banyak peserta akan membuat sesi permainan jadi lebih seru dan menyenangkan. Di Jawa Barat, permainan ini juga dikenal dengan nama bebentengan. Setiap kelompok berdiri berhadapan untuk menjaga ‘benteng’ masing-masing. Setelah itu, kamu harus berlarian untuk dapat saling mengejar ke arah benteng lawan.

  1. Engklek

Permainan ini sangat unik dan mudah disukai oleh semua orang. Belum lagi, jika kamu mengajak anak-anak kecil bermain. Mereka bisa bergerak aktif mengikuti kotak-kotak yang digambar pada permukaan tanah atau aspal. Biasanya, kotak-kotak untuk bermain engklek digambar menggunakan kapur. Namun, kamu juga bisa mengakalinya dengan membentuk kotak-kotak dari tali. Tidak ada alasan untuk menunda kamu dan keluarga untuk bermain bergantian.

  1. Ular Naga Panjang

Permainan Ular Naga Panjang ini sangat mudah dilakukan di mana saja dan kapan saja. Untuk bermain, kamu harus menentukan dua orang untuk menjadi penjaga, lalu sisanya bisa berjalan melewati penjaga sambil bernyanyi bersama. Nyanyian Ular Naga Panjang ini membuat permainan jadi semakin seru karena iramanya bisa diubah sesuka hati para pemain. Saat lagu selesai, penjaga harus menangkap satu orang untuk keluar dari barisan.

  1. Lompat Tali

Nah, permainan satu ini membutuhkan sedikit dukungan alat agar kamu bisa bermain dengan keluarga. Tidak hanya seru, permainan ini juga melatih ketangkasan kamu untuk melompat pada waktu yang tepat. Keunikan permainan ini justru terletak juga pada pembuatan talinya. Iya, tali yang digunakan untuk lompat bisa kamu buat dari karet yang ujungnya diikat dan dikaitkan menjadi sebuah untaian panjang.

  1. Petak Umpet

Permainan satu ini mungkin paling populer dan tidak asing untuk seluruh anggota keluarga. Meski permainan ini dikenal juga di seluruh dunia, ternyata petak umpet adalah permainan tradisional Indonesia. Petak umpet disukai banyak orang karena mudah dan praktis untuk dimainkan kapan saja, asalkan ada lokasi untuk bersembunyi.

Tantangan untuk penjaga yang harus mencari pemain lain yang sembunyi adalah waktu. Biasanya, agar pencarian pemain tidak berlangsung terlalu lama, permainan ini akan dimodifikasi dengan pembatasan waktu tertentu. Jadi, kalau tidak berhasil menemukan semua peserta, penjaga harus kembali berjaga lagi.

Kamu tinggal menyesuaikan permainan yang sekiranya cocok untuk dimainkan bersama anggota keluargamu. Semua permainan tradisional ini harus dilakukan di luar ruangan sehingga suasana hangat akan lebih ramai dan menyenangkan.

 

Eropa Didesak Menolak Seluruh Rencana Trump di Timur Tengah yang Merugikan Palestina

LONDON (Jurnalislam.com) – Mantan politisi kelas atas Eropa mengecam Presiden AS Donald Trum atas kebijakan satu sisi Israel-Palestina dan menyerukan Eropa untuk menolak apapun rencana perdamaian AS soal Timur Tengah kecuali itu adil bagi Palestina.

Pernyataan itu disampaikan melalui surat yang dikirim ke ke Guardian, Uni Eropa dan Eropa, dan ditandatangani oleh 25 mantan menteri luar negeri, enam mantan perdana menteri, dan dua mantan sekretaris jenderal NATO.

“Sudah saatnya bagi Eropa untuk berpegang pada parameter utama kami untuk perdamaian di Israel-Palestina,” kata surat itu, menyoal solusi dua negara di mana Israel dan negara-negara Palestina hidup berdampingan.

Eropa, katanya, harus menolak rencana apa pun yang tidak menciptakan negara Palestina bersama Israel dengan Yerusalem sebagai ibu kota bagi kedua negara.

“Sayangnya, pemerintahan AS saat ini telah menyimpang dari kebijakan AS yang sudah lama,” katanya, mengkritik pengakuan Donald Trump 2017 tentang “hanya klaim satu pihak ke Yerusalem”.

Washington juga telah “menunjukkan ketidakpedulian yang mengganggu terhadap ekspansi permukiman Israel” di Tepi Barat yang diduduki dan memotong ratusan juta dolar dana bantuan kepada Palestina. Sebuah langkah yang menurut surat itu adalah “berjudi dengan keamanan dan stabilitas berbagai negara yang terletak di depan pintu Eropa. ”

Sejak menjabat, dan di tengah pujian dari pemerintah Israel, Trump telah mengambil langkah-langkah yang dipandang sebagai hukuman terhadap Palestina dan yang juga menghambat kelangsungan negara Palestina.

Presiden AS telah berjanji untuk mengungkap “kesepakatan akhir” yang masih rahasia untuk Israel dan Palestina, meskipun pemimpin Palestina sebelumnya menolaknya sebagai bias, dan pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu, secara kategoris mengesampingkan negara Palestina.

Tim AS yang bertugas menyusun rencana tersebut termasuk menantu Trump, Jared Kushner, dan duta besar AS untuk Israel, David Friedman, seorang pengacara bankir yang sangat vokal dalam dukungannya untuk permukiman Yahudi di wilayah Palestina.

Friedman mengatakan kepada kelompok lobi pro-Israel Komite Urusan Publik Israel Amerika di Washington bulan lalu bahwa Trump adalah “sekutu terbesar Israel yang pernah tinggal di Gedung Putih” dan sekarang adalah waktu untuk mendorong melalui sebuah rencana karena pemerintahannya memahami Israel seharusnya memiliki kontrol militer permanen atas wilayah Palestina.

Pekan lalu, Netanyahu memenangkan pemilihan Israel dan diperkirakan akan mendapatkan masa jabatan kelima dengan membentuk pemerintah koalisi dari partai-partai sayap kanan dan pro-pemukim.

Beberapa hari sebelum jajak pendapat, Netanyahu mengatakan bahwa, jika ia menang, ia berencana untuk mencaplok permukiman di Tepi Barat yang diduduki. Sebuah langkah yang dilihat rakyat Palestina sebagai akhir dari harapan mereka untuk negara karena tidak akan ada tanah yang tak terputus di mana untuk membangunnya.

Ditanya dalam sebuah wawancara dengan situs web Berita Nasional Israel untuk mengetahui apakah “teman-temannya” di Gedung Putih mengetahui tentang rencana tersebut, Netanyahu menjawab: “Tentu.”

Dia mengatakan: “Tiga hal yang saya katakan kepada mereka: pertama, saya tidak mencabut orang Yahudi [dari Tepi Barat]; komunitas mana pun. Tidak akan ada pemukim atau pemukiman yang akan robek. Poin kedua adalah kita tidak akan membagi Yerusalem. Poin ketiga adalah, kita akan terus mengendalikan seluruh wilayah barat Sungai [Jordan], “katanya mengacu pada Tepi Barat yang diduduki.

Ditanya tentang rencana aneksasi Netanyahu, sekretaris negara Trump, Mike Pompeo, mengatakan mereka tidak akan merusak rencana perdamaian yang tidak diungkapkan, mengisyaratkan proposal AS tidak membayangkan negara Palestina.

“Saya pikir bahwa visi yang akan kami paparkan akan mewakili perubahan signifikan dari model yang telah digunakan,” kata Pompeo, yang sebelumnya menyatakan ia percaya, sebagai seorang Kristen, ada kemungkinan Tuhan membuat presiden Trump menyelamatkan. orang-orang Yahudi.

Surat oleh mantan pejabat Eropa itu mengatakan Eropa harus “waspada dan bertindak secara strategis” ketika Trump mempresentasikan rencana baru itu. Itu dikirim pada hari Minggu ke Federica Mogherini, perwakilan tinggi Uni Eropa untuk urusan luar negeri, dan melayani menteri luar negeri Eropa.

Para penandatangannya termasuk Jean Marc Ayrault, Carl Bildt, Włodzimierz Cimoszewicz, Massimo D’Alema, Guy Verhofstadt, dan Dacian Cioloș, masing-masing mantan perdana menteri Perancis, Swedia, Polandia, Italia, Belgia dan Rumania.

Mantan sekretaris jenderal NATO Willy Claes dan Javier Solana, dan mantan presiden Irlandia Mary Robinson juga menandatangani. Dua mantan menteri luar negeri Inggris, David Miliband dan Jack Straw, juga menambahkan nama mereka.

“[Kami] yakin bahwa rencana yang mengurangi status kenegaraan Palestina menjadi entitas tanpa kedaulatan, kedekatan wilayah, dan kelayakan ekonomi akan sangat menambah kegagalan upaya upaya perdamaian sebelumnya, mempercepat matinya opsi dua negara dan secara fatal merusak penyebab perdamaian yang tahan lama untuk Palestina dan Israel, ”katanya.

Jika itu tidak mungkin, surat itu berkata, “Eropa harus mengejar tindakannya sendiri”.

Sumber: The Guardian

Petarung Palestina, Belal Muhammad Menang di UFC 236

ATLANTA (Jurnalislam.com) – Petarung Amerika keturunan Palestina, Belal Muhammad berhasil mengalahkan lawannya Curtis Millender pada Ultimate Fighting Championship (UFC) 236 tadi malam, Ahad (14/4/2019).

Ini adalah pertarungan keenam yang dimenangkannya dari tujuh pertandingan yang dia lakoni. Belal hanya kalah satu kali dari Geoff Neal pada UFC Fight Night 143 Januari lalu.

“Ini adalah pertarunganku. Saya belajar dari kekalahan terakhir saya, dimana saya menjadi lebih ganas dan cepat,” katanya dalam wawancara usai pertandingan.

“Hari ini, rencananya adalah untuk tetap dingin, tenang, dan kolektif dan mengimplentasikan strategi pertarungan saya yang akan mengepungnya. Saya harus menjaga jarak, dia telah memberikan usaha terbaiknya dalam jarak, jadi saya harus membuatnya tidak nyaman dan mengerumuninya,” lanjut Belal.

Setelah kemenangan unanimous decision tersebut, Belal menantang petarung Amerika lainnya Niko Price. Dia ingin melawan Niko pada bulan Juli mendatang.

“Saya berharap bisa bertarung melawan Niko Price pada bulan Juli. Dia selalu turun untuk bertarung seperti saya, jadi mari bertarung,” tegasnya.

Belal adalah petarung kelas Welter dan ia bangga menjadi keturunan Palestina. Belal juga ingin meningkatkan kesadaran dunai tentang perjuangan rakyat Palestina.

“Ketika saya bertarung dalam pertarungan besar, saya akan membawa bendera saya dengan bangga,” pungkasnya.

Mulai 17 Oktober, Semua Produk Wajib Bersertifikat Halal

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengaku terus mempersiapkan diri. menjalankan amanah UU No 34 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

Dalam UU tersebut,  semua produk termasuk UMKM wajib bersertifikat halal terhitung mulai tanggal 17 Oktober 2019.

“Selama ini sifatnya masih suka rela, suka-suka dia aja,” kata kata Kepala BPJPH Prof Sukoso seperti dilansir Okezone, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

“Tapi Undang-undang jaminan produk halal maka per 17 Oktober 2019 seluruh produk harus bersertifikat halal yang memenuhi ketentuan sertifikasi halal,” tambahnya.

Dalam upaya melakukan sosialisasi sertifikasi produk halal tersebut, pihaknya terus menggandeng sejumlah pihak.

Termasuk lembaga-lembaga perguruan tinggi yang memiliki beragam halal center mengingat lembaga tersebut bisa langsung bersentuhan dengan UMKM.

“Paling penting itu adalah UMKM-nya harus sadar halal, tentu masyarakatnya juga harus sadar halal,” kata Sukoso.

Dia mengatakan, selama ini produk yang memiliki sertifikat produk halal masih sedikit paling sekitar 2 persen, karena selama ini sifatnya masih sukarela.

Tetapi, UU  jaminan produk halal per 17 Oktober 2019 mewajibkan seluruh produk harus bersertifikat halal yang memenuhi ketentuan sertifikasi halal.

Sukoso mengatakan, peran pemerintah daerah sangat penting dalam melakukan sosialisasi dan pelaksanaan sertifikasi produk halal tersebut.

Tujuannya untuk membagi peran agar tidak semuanya di cover oleh BPJPH mengingat kemampuan personel yang terbatas.

“Karena kemampuan kita juga terbatas bisa menggandeng perguruan tinggi ,” katanya.

Misalnya,  Mathlaul Anwar melalu halal center bisa memfasilitasi untuk bagaimana UMKM itu mendapat sertifikat produk jaminan halal.

Menurutnya, dengan berlakukan UU jaminan produk halal setelah lima tahun diterbitkan, maka mewajibkan semua produk memiliki label halal.

sumber: okezone.com

 

RPP Jaminan Produk Halal Diharap Bisa Segera Diteken Presiden

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Rancangan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Jaminan Produk Halal (JPH) yang belum juga ditandatangani berisi beberapa regulasi inti yang mendesak implementasi.

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Siti Aminah menyampaikan RPP diharapkan sah sebelum Oktober.

“Isinya antara lain tentang Kerja Sama dengan Kementerian dan Lembaga, Kerja Sama Internasional, Kerja Sama MUI, Tata Cara Registrasi dan Sertifikasi Halal, serta Lembaga Pemeriksa Halal dan Auditor Halal,” kata dia, Ahad (14/4).

Ia berharap RPP bisa diteken oleh Presiden sebelum Oktober karena 17 Oktober 2019 adalah Mandatory Halal untuk semua produk.

Bila semua elemen, termasuk regulasi sudah selesai, BPJPH akan mulai melakukan Layanan Sertifikasi Halal. Namun ia menolak menjelaskan lebih lanjut.

“Ditunggu saja ya, karena nanti kami ada launching,” kata Siti.

Selagi menunggu, BPJPH melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak untuk mendorong pengesahan.

Sejumlah menteri telah ditemui termasuk Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian, Menteri PMK, dan Menteri Perekonomian. BPJPH juga telah bertemu dengan Wakil Presiden dibantu Staf khusus Wakil Presiden.

 

Solusi Syar’I Pemilu Demokrasi

Oleh : Irfan S Awwas*

(Jurnalislam.com)–Sistem demokrasi bukanlah berasal dari Islam, bahkan di dalamnya banyak yang menyelisihi syariat Islam, baik secara ideologi, dasar pemikiran maupun implementasinya.

Namun terkait dengan pemilu demokrasi di negeri-negeri muslim. Menurut Sheikh Yusuf Al Qardhawi, sistem demokrasi tidak semuanya jelek, ada juga yang baik.

“Substansi demokrasi tidak bertentangan dengan Islam,” kata beliau. Ia mencontohkan beberapa hal, sebagai pertimbangan untuk meyakinkan pemilih muslim.

Dalam demokrasi, kata beliau, proses pemilihan yang melibatkan banyak orang untuk mengangkat seorang kandidat yang berhak memimpin.

Tentu saja, masyarakat berhak memilih calon yang mereka sukai.

Begitupun Islam, menolak seseorang, bahkan menjadi imam shalat – apalagi jadi pemimpin negara, yang tidak disukai makmum di belakangnya.

Upaya setiap rakyat untuk meluruskan penguasa yang zalim, juga sejalan dengan Islam. Bahkan amar ma’ruf dan nahi munkar serta menyampaikan nasehat pada penguasa, adalah bagian dari ajaran Islam.

Pemilihan umum, termasuk adanya saksi, juga sejalan dengan Islam.

Karena itu, siapa saja yang tidak menggunakan hak pilihnya.

Sehingga kandidat pres/wapres yang mestinya layak dipilih menjadi kalah dan suara mayoritas jatuh kepada kandidat yang sebenar tidak layak.

Dan juga tidak disukai rakyat, berarti ia telah menyalahi perintah Allah untuk memberikan kesaksian pada saat dibutuhkan.

Sistem Pemilihan Pemimpin

Penetapan hukum serta pemilihan pemimpin berdasarkan suara mayoritas, juga tidak bertentangan dengan prinsip Islam.

Misalnya, sikap Umar bin Khathab terhadap para anggota musyawarah/ Syura.

Enam orang dari mereka ditunjuk Umar sebagai kandidat Khalifah, dan sekaligus memilih salah seorang diantara mereka ditunjuk menjadi Khalifah berdasarkan suara mayoritas.

Sementara mereka yang tidak terpilih harus tunduk dan patuh. Maka terpilihlah Utsman bin Affan sebagai Khalifah menggantikan Umar bin Khathab.

Contoh lain, adalah penggunaan pendapat jumhur ulama dalam masalah khilafiyah.

Tentu saja, suara mayoritas yang diambil, selama tidak bertentangan dengan syariat Islam secara tegas.

Juga kebebasan pers, kebebasan mengeluarkan pendapat, serta otoritas pengadilan merupakan sejumlah hal dalam sistem demokrasi yang sejalan dengan Islam.

Ada baiknya, kita memahami wejangan Syeikh Qardhawi ini dengan hati jernih, fikiran bersih, agar kita tidak mudah menyalahkan yang benar.

Atau sebaliknya, membenarkan yang salah, tanpa ilmu dan tanpa argumentasi akal sehat.  Wallahu a’lam bis shawab.

Jangan golput, pilih kandidat presiden dan wapres yang direkomendasikan ijtima’ ulama.

*Penulis adalah penulis buku, Ketua Lajnah Tanfiziah Majelis Mujahidin

Mucul Kasus Kecurangan Pemilu, KPU dan Aparat Diminta Profesional

SOLO (Jurnalislam.com)- Terkait fenomena kecurangan penyelenggaraan pemilu, baik ditingkat desa, kecamatan, provinsi, hingga diluar negeri,

Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) meminta kepada Panwaslu dan Polri untuk melakukan fungsinya secara profesional.

Sebelumnya, beredar viral penggrebekan sebuah lokasi di Selangor, Malaysia,

yang menemukan ribuan surat suara tercoblos pasangan capres Jokowi – Ma’ruf Amin dan salah satu caleg dari partai Nasdem.

“Kepada KPU, Panwaslu, Pemerintah, Aparat Keamanan tetap profesional dan menjaga netralitas,” katanya saat jumpa pers di Masjid Baitussalam Tipes, Solo, Ahad, (14/4/2019).

Endro juga meminta kepada pimpinan parpol bisa menjaga kondusifitas di tengah masyarakat.

“Kepada Pimpinan parpol agar tetap menciptakan iklim sejuk, kondusif dan aman disaat hari tenang, masa coblosan.

Bahkan hingga pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Endro menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar ikut mensukseskan jalannya pemilu 17 april nanti secara adil dan aman.

“LUIS dan Elemen Muslim Solo Raya siap bekerjasama dengan pihak manapun untuk menjaga pemilu jurdil, aman dan nyaman,” tandasnya.

Suasana Pencoblosan di Pakistan Tampil Beda dengan Bazar bertema Nusantara

ISLAMAD (Jurnalislam.com) – Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Islamabad menggelar Pemungutan Surat Suara Pemilu 2019 di Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) 01 yang berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Islamabad pada Sabtu (13/04/2019).

Ketua PPLN Islamabad, Muladi Mughni menyatakan bahwa Pemilu 2019 tampil beda dengan adanya Pesta Demokrasi.

“Selain pemungutan suara, kami juga mengadakan Pesta Demokrasi, di sana ada Bazar Nusantara juga Panggung Gembira dengan penampilan-penampilan yang menarik dan pastinya tetap dengan budaya Indonesia,” katanya melalui pesan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Minggu (14/04/2019).

Sementara itu, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) Islamabad, Amirah Dzatul Himmah, menyatakan bahwa acara pemungutan suara berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah lancar, total pemilih yang menggunakan hak suaranya sebanyak 212 Daftar Pemilih Tetap (DPT), 33 Daftar Pemilih Tambahan (DPTB), dan 1 Daftar Pemilih Khusus (DPK). Jadi, total surat suara yang tercoblos sebanyak 246 surat suara,” katanya usai pencoblosan.

Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri menyampaikan bahwa adanya Pesta Demokrasi tersebut bisa mengobati rasa rindu terhadap Indonesia.

“Masyarakat Indonesia yang hadir dalam Pemilu kali ini bisa merasakan suasana Keindonesiaaan, di Bazar ada banyak makanan khas Indonesia dan di Panggung Gembira ini akan disuguhkan dengan penampilan-penampilan dari adik-adik mahasiswa di International Islamic Univeristy of Islamabad,” katanya saat sambutan.

Untuk diketahui, bahwa Pesta Demokrasi tersebut mengambil tema dengan nuansa Vintage.

“Sebenernya kami ada 2 pilihan tema, Nusantara dan Vintage. Tapi karena tema Nusantara sudah banyak dipakai kami ingin ada sesuatu yang berbeda namun substansi Nusantara masih ada,” tutur Amirah.

Sebanyak ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Pakistan hadir dan menikmati Pesa Demokrasi tersebut, baik yang berada di Islamabad, Rawalpindhi, Lahore dan berbagai daerah lainnya. (*adin)

Prabowo akan Kunjungi Para Tokoh Agama di Masa Tenang

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi menjelaskan agenda yang dilakukan oleh capres nomer urut 02 pada masa tenang Pemilu 2019. Keduanya memiliki agenda yang berbeda.

Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil A Simanjuntak menjelaskan Prabowo akan menerima tamu di kediamannya di Hambalang. Kemudian, kata Dahnil, Prabowo juga akan sowan ke tokoh agama.

“Prabowo berkegiatan menerima beberapa tamu di Hambalang, dan Insya Allah berkunjung ke beberapa alim ulama,” kata Dahnil saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (14/4).

Sandiaga, kata Dahnil, bersama Nur Asia Uno akan bertolak ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah. “Insya Allah  Bang Sandi akan melaksanakan ibadah umrah bersama Istri.”

Masa tenang Pemilu 2019 dimulai sejak Ahad (14/4). Masa tenang berlangsung tiga hari, yakni Ahad, Senin (15/4) dan Selasa (16/4). Selama masa tenang, semua peserta pemilu tidak boleh lagi melakukan kegiatan kampanye apapun.

sumber: republika.co.id

 

Isi Masa Tenang, Jokowi dan Sandiaga Uno Sama-sama Umrah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Usai debat terakhir Pilpres 2019, Capres nomor urut 01  Joko Widodo (Jokowi) mengaku tak akan banyak berkegiatan saat masa tenang kampanye yang dimulai sejak tanggal 14 April hingga hari pemungutan suara Pemilu 2019, 17 April mendatang.

“(Masa) tenang ya tenang,” kata Jokowi usai debat Pilpres pamungkas yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4).

Saat ditanya apakah Jokowi akan melaksanakan ibadah umrah, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak mau berbicara gamblang.
Jokowi hanya tertawa ke arah awak media.

Sebelumnya, tersiar kabar capres petahana itu akan terbang ke Makkah, Arab Saudi, untuk menjalani umrah selama masa tenang.

Namun, saat ditanya Jokowi tak membantah atau membenarkan informasi tersebut.

Kabar Jokowi akan umrah itu justru dibenarkan Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin. Ma’ruf menyebut Jokowi akan kembali ke Indonesia dari umrah sebelum hari pemungutan suara Pemilu 2019 pada 17 April mendatang.

“Iya mau umrah, [kembali lagi] kalau enggak Senin (15/4), ya Selasa (16/4),” kata Ma’ruf.

Bukan hanya Jokowi, rival politiknya yakni Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno pun disebutkan melakukan ibadah umrah.

Saat diadang media setelah debat pamungkas yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Sandiaga mengatakan dirinya sedang mengejar waktu ke Bandara.

“Aduh buru-buru, mau ke airport,” kata Sandiaga.

Debat terakhir Pilpres 2019 telah selesai digelar di Hotel Sultan yang mempertemukan dua paslon yakni Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Sabtu (13/4) malam.

sumber: cnnindonesia.com