Berita Terkini

Forum Zakat Sayangkan Tindakan Represif Oknum Polisi terhadap Tim Medis Dompe Dhuafa

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Forum Zakat (FoZ) mengecam tindakan oknum aparat kepolisian yang menyerang tim medis dan merusak kendaraan ketika Aksi Tolak Kecurangan Pilpres dihelat, Rabu (22/5/2018) di Jakarta.

Ketua FOZ Bambang Suherman menyayangkan terjadinya serangan terhadap salah satu lembaga zakat, Dompet Dhuafa.

Padahal, kata Bambang, kehadiran lembaga-lembaga zakat karena murni tugas kemanusiaan.

“Kami mengingatkan kepada aparat yang berwenang bahwa tindakan pemeriksaan berlebihan yang dilakukan oknum aparat kepada tim medis Dompet Dhuafa yang sedang bertugas pada unjuk rasa Kamis dini hari tadi, dapat diduga merupakan pelanggaran Konvensi Jenewa,” kata Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Kamis (23/5/2019).

Menurut Bambang, seluruh petugas kesehatan harus dihormati dan dilindungi dalam segala keadaan.

Ia juga ,eminta aparat pengamanan untuk lebih bijaksana dalam bertugas, khususnya kepada relawan kemanusiaan yang bertugas membantu para korban.

Walaupun begitu, FOZ, katanya tidak akan gentar untuk terus bergerak. Ia mengimbau kepada seluruh Organisasi Pengelola Zakat (Baznas dan LAZ) untuk tetap konsisten dan profesional.

Khususnya dalam membantu siapapun dan dimanapun yang terkena musibah dan membutuhkan pertolongan, terlebih yang bersifat emergency.

Seperti diketahui, aparat. Salah satu yang mengalami tindakan pemeriksaan berlebihan adalah lembaga kemanusiaan sekaligus lembaga zakat Dompet Dhuafa.

170 Selongsong Peluru Tajam Ditemukan di Petamburan

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Panglima Laskar Pembela Islam Maman Suratman menyatakan telah menemukan 170 selongsong peluru tajam di Jalan Petamburan III.

Maman menduga selongsong peluru tajam itu adalah bekas tembakan kepolisian di Jalan Petamburan III.

Polisi sebelumnya telah membantah aparatnya menggunakan peluru tajam dalam menangani demonstran.

“Jadi bukan FPI yang menyerang lebih dulu, tapi polisi yang lebih dulu menyerang kami di Petamburan 3,” jelas Maman kepada INA News Agency pada Kamis (23/5) dini hari di kantor DPP FPI Jakarta.

Maman mengaku serangan ini mengakibatkan tewasnya Habib Farhan Al Attas.

Selain itu, salah satu laskar FPI Pandeglang Banten bernama Abdul Aziz juga meninggal dunia.

“Karena aparat sangat brutal, mau tidak mau kami harus melawan balik untuk menyelamatkan keamanan masyarakat,” terang dia.

Maman menerangkan selain Habib Farhan, ada juga korban meninggal dunia atas nama Rayhan yang berusia 15 tahun.

Maman menduga Rayhan, yang merupakan warga Jalan Petamburan V, tewas tertembak kepalanya oleh aparat. (Thufail al Ghifari/INA News Agency/Jurnalis Islam Bersatu)

140 Pelajar Palestina Raih Beasiswa Berkuliah di Kampus-kampus Malaysia

MALAYSIA (Jurnalislam.com)–Organisasi Budaya Palestina Malaysia (PCOM) menggelar Iftar Akbar tahunan yang ke -9 di Dewan Seru Endon, Putra Jaya, Rabu (22/5/2019).

Acara ini langsung dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Mohamad dan juga Pemimpin Politik Palestina sekaligus mantan Ketua HAMAS, Khaled Meshaal.

Tak hanya dihadiri sekitar 900 anak-anak Palestina, acara ini juga dihadiri para pejabat senior Malaysia, selebritis, dan juga perwakilan NGO dan para duta besar.

Di acara yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia telah mengumumkan akan memberikan beasiswa kepada 140 warga Palestina.

Mereka untuk melanjutkan kuliahnya di kampus-kampus negeri dan swasta Palestina.

Beasiswa ini sudah diserahkan secara simbolis dan diterima langsung oleh Muslim Imran, Ketua PCOM.

Kamis Dini Hari, Polisi Kembali Tembakkan Gas Air Mata ke Arah Demonstran

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Aksi unjuk rasa didepan Bawaslu RI berakhir ricuh, ribuan massa yang melakukan aksi sejak siang tadi dibubarkan aparat keamanan dengan cara ditembaki gas air mata.

Sebelumnya, kericuhan sempat mereda saat wakil DPR RI Fadli Zon dan Neno Warisman sempat menyampaikan orasi dari mobil komando.

Fadli Zon meminta massa membubarkan diri dan meminta mempercayakan pada pihak aparat, tokoh dan ulama.

Pantuan Jurnalislam.com, setelah fadli zon turun dan kembali, massa sempat tenang namun benerapa kericuhan yang lebih besar terjadi, sampai saat ini  (Kamis, 23/5/2019 pukul 00.16) kericuhan belum mereda.

AMM dan Tokoh Solo Kecam Tindakan Represif Kepolisian

SOLO (Jurnalislam.com)- Aliansi Masyarakat Madani (AMM) bersama tokoh masyarakat Soloraya mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian dalam menangani massa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Bawaslu Jakarta.

“Kami mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian yang melakukan tindakan melebihi batas kewajaran sehingga menyebabkan jatuhnya korban meninggal dunia dan luka-Iuka,” kata ketua AMM Dr Muhammad Da’i kepada wartawan saat menggelar jumpa pers di Hotel Sahid Jaya jalan Gajah Mada, Solo, rabu, (22/52019).

Muhammad juga meminta Kapolri Tito Karnavian untuk bertanggung-jawab atas meninggalnya massa yang diduga sebagian terkena tembakan peluru aparat kepolisian.

“Kami mendesak adanya pengusutan tuntas terhadap tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian dan menuntut pertanggungjawaban Kapolri atas peristiwa tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut pihaknya juga menghimbau kepada massa aksi 22 Mei untuk menahan diri dan tidak berbuat anarkis dalam melakukan aksi menuntut KPU jujur dan adil dalam pemilu 2019 tersebut.

“Menghimbau kepada segenap elemen masyarakat dan aparat keamanan untuk saling menahan diri, agar proses penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan aman, damai dan mendapatkan respons yang proporsional dari aparat pemerintah,” tandasnya.

Sebelumnya, pada rabu, (22/5/2019) Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa ada 6 korban meninggal dan ratusan luka-luka yang menjadi korban pembubaran massa aksi 22 Mei yang dilakukan pihak aparat kepolisian.

Selamat Jalan Ustaz Arifin Ilham

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kabar duka datang dari keluarga ustaz Arifin Ilham. Da’i sejuta umat itu meninggal dunia malam ini.

Kabar itu disampaikan oleh ustaz Abdullah Gymnastiar atau yang karib disapa Aa Gym melalui pesan singkat. Pengasuh majelis Azzikra, Bogor itu meninggal di usia 49 tahun.

“Innaalillahi wainnaa ilaihi roji’un. telah wafat guru, sahabat kita ustad Arifin Ilham,” kata Aa Gym dalam pesan singkat pukul 22.50 WIB Rabu (22/5/2019) dilansir Detik.

Arifin meninggal dunia pukul 23.20 waktu Penang, Malaysia.

“Semoga beliau berbahagia berjumpa dengan Alloh yang amat dicintai dan dirindukannya. Selamat jalan wahai mujahid Allohummagfirlahu Warhamhuu Wa’afiih Wa’fuanhuu,” ungkap Aa Gym.

Terkait Tindakan Represif Polisi, Anies: Enam Korban Meninggal Dunia

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan ada enam orang meninggal dunia dalam situasi pembubaran massa 22 Mei yang memprotes hasil Pemilu 2019 tadi malam hingga dini hari di Jakarta Pusat.

“Ada enam korban meninggal,” kata Anies saat melihat kondisi korban yang dirawat di Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Enam korban meninggal itu masing-masing dibawa ke RS Tarakan, Rumah Sakit Budi Kemuliaan, RSCM, RS Pelni dan RS Angkatan Laut Mintoharjo.

Selain korban meninggal, menurut Anies ada 200 orang luka-luka.

Anies memastikan petugas kesehatan akan terus siaga 24 jam untuk menerima korban-korban yang terus berjatuhan.

“Kalau tim kesehatan pakainya ambulan. Dia bantu tim pengamanan ambulan. Sekitar Tanah Abang sekitar 300an,” katanya.

Anies menyebut turut mengerahkan petugas Satpol PP untuk membantu petugas kesehatan. Namun, ia tak menyebut jumlah personel yang dikerahkan di dalam area kerusuhan.

“Satpol bantu tim kesehatan kantor kantor kita. Kita satpol lebih kepada bantu tim kesehatan,” ujarnya.

Sumber: okezone.com

 

FPI Benarkan Ada Anggotanya Gugur Ditembak Polisi

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Maman Suratman membenarkan ada anggota Front Pembela Islam (FPI) meninggal dunia.

Maman menjelaskan anggota FPI yang meninggal tersebut berasal dari daerah Pandeglang.

Kepada INA News Agency, Maman tidak bisa memastikan jumlah anggota FPI yang terluka karena tembakan aparat kepolisian.

“Kalau yang terluka banyak, yang meninggal  satu laskar,” jelas Maman di Petamburan Jakarta (22/05)

Menurut ketetangan sejumlah warga yang dihimpun INA News Agency, bentrokan antara warga Petamburan dan aparat kepolisian dimulai ketika aparat memulai penyerangan karena ingin membubarkan demonstran dari kantor Bawaslu.

Beberapa aparat mengejar hingga ke Markas Besar FPI. Secara sukarela warga ikut membantu laskar FPI.

Tujuan warga membantu FPI karena aparat sempat masuk ke dalam perumahan warga dan menembakan gas air mata ke arah pemukiman warga. (Thufail/INA News Agency/Jurnalis Islam Bersatu-JITU)

Anwar Abbas: Tindakan Represif Polisi Berdampak Buruk terhadap Kehidupan Bangsa

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Ketua PP Muhammadiyah Dr. Anwar Abbas meminta pemerintah tak diam dan harus mampu meminta polisi agar tidak bertindak represif.

Karena menurutnya, tindakan brutal polisi dalam menangani pengunjuk rasa tolak kecurangan malah memperburuk keadaan bangsa.

“..Semakin represif dan  brutal  tentu saja  masalah ini akan berdampak sangat buruk terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Anwar Abbas, dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (22/5/2019).

Terutama, tambahnya, terhadap  kehidupan perekonomian nasional karena masalah ini jelas-jelas akan membuat  para investor dan dunia usaha akan lari dan atau  menarik diri dan tidak bisa melakukan aktifitasnya.

“Sehingga dunia perekonomian nasional lumpuh karena disebabkan oleh faktor stabilitas   keamanan dalam negeri yang mereka butuhkan dan perlukan  terganggu dan tidak ada,” kata Anwar Abbas.

Seperti diketahu, polisi diduga telah mengambil langkah represif dengan menyerang warga Tanah Abang dan beberapa lokasi lainnya. Gubernu Anies Baswedan mengatakan sudah ada 6 orang meninggak korban penyerangan aparat kepolisian.

Muhammadiyah Desak Pemerintah Bersikap atas Tindakan Represif dan Brutal Polisi

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Ketua PP Muhammadiyah Dr. Anwar Abbas meminta pemerintah tak diam dan harus mampu meminta polisi agar tidak bertindak represif.

“Pemerintah hrs mendesak dan memerintahkan pihak kepolisian dan aparat yang bertugas dilapangan untuk tidak melakukan hal-halyang bisa menyebabkan jiwa dan nyawa dari para pengunjuk rasa hilang,” kata Anwar Abbas, dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (22/5/2019).

Menurut Anwar, karena hal ini selain tidak sesuai dengan sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab juga akan  merusak citra penegak hukum dan  keamanan serta pemerintah.

“Dan kalau ini terus berlanjut apalagi kalau masyarakat luas menilai pihak aparat penegak keamanan semakin represif dan  brutal  tentu saja  masalah ini akan berdampak sangat buruk terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Seperti diketahu, polisi diduga telah mengambil langkah represif dengan menyerang warga Tanah Abang dan beberapa lokasi lainnya. Gubernu Anies Baswedan mengatakan sudah ada 6 orang meninggak korban penyerangan aparat kepolisian.