Ribuan Massa Umat Islam Solo Raya Geruduk Polres Sukoharjo, Desak Kapolda Jateng Dicopot

SUKOHARJO (jurnalislam.com) – Ribuan massa yang mengatasnamakan Umat Islam Solo Raya mendatangi Mapolres Sukoharjo, Rabu (4/11/2026). Aksi unjuk rasa tersebut digelar sebagai bentuk protes atas dugaan tindakan berlebihan aparat kepolisian saat melakukan penggerebekan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, Mojolaban, Sukoharjo.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada institusi kepolisian. Mereka mendesak Kapolri mencopot Kapolda Jawa Tengah dari jabatannya serta meminta proses hukum dan sanksi tegas terhadap personel yang diduga terlibat dalam tindakan penggerebekan tersebut.

Desak Kapolda Jateng Bertanggung Jawab

Koordinator lapangan (korlap) aksi menyatakan, tindakan penggerebekan di lingkungan pesantren telah melukai perasaan umat Islam di wilayah Solo Raya. Massa menilai tindakan aparat tersebut berlebihan dan tidak menghormati pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan.

“Kami datang ke sini untuk menuntut keadilan. Tindakan penggerebekan di Ponpes Hamalatul Quran sangat mencederai rasa keadilan umat. Kami meminta Kapolda Jateng bertanggung jawab dan dicopot dari jabatannya, serta seluruh pelaku yang terlibat dalam tindakan tersebut dijatuhi sanksi tegas,” tegas Ustadz Nashiruddin salah satu orator dari atas mobil komando.

Aksi Mendapat Pengamanan Ketat

Berdasarkan pantauan di lokasi, aparat kepolisian melakukan penjagaan untuk mengamankan jalannya aksi. Kepadatan massa yang memadati area depan Mapolres Sukoharjo sempat berdampak pada arus lalu lintas di jalan utama sekitar lokasi.

Hingga berita ini ditulis, perwakilan massa masih menyampaikan orasi dari atas mobil komando. Suasana aksi terpantau ramai, sementara peserta terus menyuarakan tuntutan melalui yel-yel, termasuk seruan, “Copot Kapolda sekarang juga”.

Reporter: Dyo