Pasukan Pemerintah Yaman Gencarkan Operasi Militer, Klaim Lumpuhkan Hampir 500 Anggota Houthi

SANAA (jurnalislam.com)– Pasukan pemerintah Yaman mengklaim telah melumpuhkan hampir 500 anggota dan komandan lapangan kelompok Houthi dalam 1.272 operasi militer yang dilancarkan selama 24 jam terakhir.

Juru bicara militer Yaman, Majed al-Nuzaili, pada Ahad (1/11/2026) mengatakan operasi tersebut juga menghancurkan atau merusak 169 kendaraan, peralatan militer, dan persenjataan berat milik kelompok Houthi.

Namun, pernyataan militer tersebut tidak merinci jumlah anggota Houthi yang tewas maupun terluka dari keseluruhan korban yang diklaim telah dilumpuhkan.

Melalui pernyataan di platform media sosial X, Al-Nuzaili menjelaskan bahwa serangan tersebut menyasar posisi pertahanan, pasukan bantuan, benteng pertahanan, titik penembakan, serta jalur pasokan Houthi. Operasi itu merupakan bagian dari rangkaian Operasi Fajar Yaman.

Menurutnya, serangan tersebut bertujuan mendukung pergerakan maju pasukan darat dan merebut kembali sejumlah posisi di garis depan Al-Jawf, wilayah Yaman utara.

Selain di Al-Jawf, pasukan pemerintah juga terus melancarkan operasi militer di Provinsi Marib, Al-Bayda, Lahj, dan Taiz.

Di Taiz, pasukan pemerintah bersama kelompok perlawanan sekutu atau Popular Resistance terlibat pertempuran melawan Houthi dengan dukungan pesawat tempur, drone, dan artileri.

Al-Nuzaili menambahkan bahwa pasukan pemerintah mengambil langkah-langkah pencegahan untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil selama operasi berlangsung.

Pertempuran Meluas ke Sejumlah Wilayah

Sebelumnya, militer Yaman mengumumkan telah menembak jatuh dua drone milik Houthi dan melancarkan serangan udara terhadap posisi kelompok tersebut di Distrik Al-Misrakh, sebelah selatan Taiz.

Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Yaman melaporkan serangan drone Houthi terhadap sebuah rumah di wilayah barat Taiz menewaskan seorang perempuan dan seorang anak perempuan, serta melukai seorang perempuan lainnya.

Sementara itu, di Provinsi Al-Jawf, pasukan pemerintah pada Sabtu (31/10/2026) mengumumkan telah menguasai rangkaian Pegunungan Huwayshian yang memiliki posisi strategis.

Kawasan pegunungan tersebut disebut sebagai garis pertahanan terdepan menuju Al-Hazm, ibu kota Provinsi Al-Jawf yang masih berada di bawah kendali Houthi.

Operasi Fajar Yaman untuk Merebut Kembali Sanaa

Sejak 5 Oktober 2026, pasukan pemerintah Yaman melancarkan Operasi Fajar Yaman dengan tujuan merebut kembali lembaga-lembaga negara dari kendali Houthi serta mengambil alih ibu kota Sanaa.

Eskalasi militer antara pasukan pemerintah dan Houthi kembali meningkat sejak Juli. Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pertempuran tersebut menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka serta memaksa lebih dari 250.000 orang mengungsi.

Peningkatan pertempuran itu mengakhiri periode relatif tenang yang berlangsung di Yaman sejak April 2022. Di tengah konflik yang kembali meningkat, krisis kemanusiaan di negara tersebut terus memburuk akibat pertempuran dan gelombang pengungsian.

Yaman telah dilanda perang sejak kelompok Houthi merebut Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Situasi tersebut kemudian mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.