Badan Siber Langsung di Bawah Presiden, Pengamat : Wujud Kepanikan

7 Januari 2018
Badan Siber Langsung di Bawah Presiden, Pengamat : Wujud Kepanikan

SOLO (Jurnalislam.com)- Dibentuknya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang berada di bawah perintah Presiden langsung, dinilai ketua DPC Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Muhammad Taufiq sebagai bentuk kepanikan dari pemerintahan.

“Saya melihat ini proses kegalauan dan kepanikan,” terangnya kepada wartawan saat ditemui di firma hukumnya di Kelurahan Bumi, Laweyan Solo, Jumat (5/1/2017)

Ia menjelaskan, bahwa di negara-negara lain tidak ada lembaga sandi yang berada dibawah presiden langsung. Jika saat ini BSSN tersebut bekerja dibawah perintah presiden langsung, katanya, hal ini sangat berlebihan dan terkesan bahwa presiden seolah tidak percaya dengan kinerja para menterinya.

“Saya mengartikan secara konstitusi sebenarnya Presiden sangat berlebihan, karena apa, sepertinya Presiden tidak percaya dengan menteri-menterinya, kalau kita melihat di banyak negara tidak ada yang langsung dibawah Presiden, CIA pun juga nggak, jadi kalau sebuah lembaga dibawah Presiden pasti ada kepentingannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr Taufik mengatakan, bahwa dibentuknya BSSN tersebut adalah suatu langkah politik yang membingungkan dan pemborosan anggaran negara.

“Sudah ada sebelumnya, BIN, BAIS, Lemsaneg, sekarang muncul lagi BSSN. Jadi ini justru membingungkan kalau dari sisi politik, dari ekonomi ini kan pemborosan,” tandasnya.