LPAS Temukan Musholla Berisi Kaligrafi Syi’ah di Mall GTC Makasar

MAKASAR (Jurnalislam.com) – Musholla beraroma Syi’ah di Mall Graha Tata Cemerlang (GTC), Tanjung Bunga, Makasar, awal Mei (08/05/2014) lalu didatangi Laskar Pemburu Aliran Sesat (LPAS) Makasar. LPAS menerima laporan dari para pengunjung mall yang curiga dengan sebuah kaligrafi bertuliskan lafadz Allah namun dikelilingi oleh nama-nama keluarga Rasul SAW.

Ditengah kalifgrafi tertulis Lafadz Allah SWT, diatasnya tertulis nama Nabi Muhammad SAW, disamping kanan nama Ali bin Abi Thalib, di sebelah kiri atas nama Fathimah binti Muhammad, di kanan bawah nama Hasan bin Ali, dan terakhir di kiri bawah nama Husain bin Ali.

Selain itu, salah satu pengunjung juga mengeluhkan arah kiblat mushola yang lebih serong ke kiri.

“Waktu saya shalat disitu, saya iseng-iseng cek arah kiblat pake aplikasi kompas kiblat di hape saya, dan ternyata arah kiblatnya justru lebih serong ke kiri, bukannya serong ke kanan,” kata salah seorang pengunjung mall

Ketua LPAS, Ustadz Abu Bakar Shidiq bersama Ketua Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI) Indonesia Timur, KH. Said Shamad, Lc diikuti pihak kepolisian serta pihak mal mendatangi mushola untuk memastikan keberadaan ornament-ornamen Syi’ah itu.

Pihak mall sendiri tidak tahu menahu soal keberadaan dan maksud dari kaligrafi itu.

“Menurut mereka (pihak mal – red) sih gak tahu, tapi sudah sering ada pengunjung yang shalat menyampaikan kalu itu adalah symbol Syi’ah,” kata Ustadz Abu Bakar kepada Jurnalislam saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (26/05/2014).

Beliau menduga ada kelompok Syi’ah yang bertaqiyah di dalam mall GTC itu.

“Tapi sebenarnya ada pihak memang yang pasang simbol-simbol itu, cuma mereka pura-pura gak tahu,” lanjutnya.

Akhirnya kaligrafi serta ornament Syi’ah yang ada di mushola tersebut diturunkan oleh pihak mall dan pengunjung mal bisa kembali beribadah dengan khusyu.

LPAS yang juga hadir dalam acara Deklarasi Nasional Anti Syi’ah di Bandung 20 April 2014 itu, secara rutin mendatangi masjid-masjid di Makasar untuk memastikan masjid-masjid itu bebas dari Syi’ah. Mereka menggelar kajian-kajian khusus tentang bahaya Syi’ah serta memutar video kekejaman Syi’ah. (amaif)

Taliban Membebaskan Sebagian Besar Dari 27 Sandera di Provinsi Afghanistan

AFGHANISTAN (jurnalislam.com) – Taliban telah membebaskan sebagian besar dari 27 orang tahanan yang ditangkap  pekan lalu di provinsi utara Badakhanshan Afghanistan, kata seorang pejabat setempat pada hari Minggu (25-05-14) .

Para tahanan, kebanyakan dari mereka polisi, diambil dari pertempuran di kabupaten Yamgan, setelah pertempuran berlangsung selama beberapa hari.

"Mereka masih menawan kepala penjara, kepala polisi dan agen NDS (badan intelijen)," kata gubernur distrik Nawroz Mohammad Haidari melalui telepon.

Yamgan awalnya telah jatuh ke Taliban, namun para pejabat setempat mengatakan sejak saat itu telah direbut kembali oleh pasukan keamanan Afghanistan.

Pertempuran meningkat sejak Taliban meluncurkan serangannya awal musim panas pada 12 Mei sebelum rencana penarikan sebagian pasukan asing pada akhir tahun ini.

Pemilihan presiden negara itu untuk menggantikan Hamid Karzai, yang tidak bisa mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, masih sedang berlangsung, dengan putaran run- off antara dua calon teratas yang ditetapkan 14 Juni mendatang. (ded412/news desk)

Lagi Pemuda Muslim Dimutilasi Oleh Milisi Kafir Kristen Republik Afrika Tengah

CAR (jurnalislam.com) – Setidaknya tiga pemuda Muslim tewas dan dimutilasi oleh milisi kafir Kristen di Republik Afrika Tengah (CAR) dalam perjalanan mereka untuk bermain dalam pertandingan sepak bola rekonsiliasi antara kedua agama, penyelenggara dan juru bicara komunitas Muslim di negara itu mengatakan.

"Organ seks dan hati mereka dipotong," kata juru bicara komunitas Muslim Ousmane Abakar kepada kantor berita Reuters, Minggu (25-05-14).

Dia mengatakan mayat anak laki-laki , dari lingkungan PK5 yang sebagian besar Muslim Bangui ini, telah dibawa ke sebuah masjid di ibukota oleh masyarakat setelah pembantaian itu. Usia mereka tidak diketahui.

Pemuda di PK5 melancarkan protes dengan membarikade jalan utama, kata penduduk.

Pertandingan antara Muslim dan pemuda kafir Kristen diadakan sebagai bagian dari upaya untuk menjakin perdamaian antara pemberontak Seleka yang kebanyakan Muslim yang merebut kekuasaan tahun lalu dan milisi Kristen anti – Bakala.

Sebastien Wenezoui, koordinator anti – Balaka, mengutuk serangan tersebut dan mengatakan 10 pemuda telah diculik dalam insiden oleh faksi kelompok dari lingkungan Boy – Rabe.

"Kami tidak tahu di mana keberadaan yang lain," kata Wenezoui. "Kami sangat mengutuk tindakan ini. Sementara kita sedang bekerja menuju perdamaian, yang lain terus melakukan pembunuhan."

Lazare Djader, presiden Collectif Urgence 236, asosiasi yang bekerja untuk mendamaikan masyarakat, hasil kerja berbulan-bulan untuk menyatukan para pemuda menemui pukulan berat.

"Karena kematian ini, saya tidak memiliki moral lagi. Upaya selama beberapa bulan hilang. Saya mencoba untuk menenangkan semua orang tapi mereka semua sangat marah sekarang," kata Djader, menambahkan bahwa seorang pemuda kristen juga telah ditemukan dibunuh.

Seleka terpaksa melepaskan kekuasaan di bawah tekanan internasional pada bulan Januari dan sejak itu milisi Kristen yang dikenal sebagai anti – Balaka telah melancarkan serangan luas terhadap Muslim.

Lebih dari 2.000 orang telah tewas dalam kekerasan di Republik Afrika Tengah dan satu juta dari 4.5 juta penduduk negara tersebut terpaksa mengungsi dari rumah mereka meskipun beberapa ribu pasukan penjaga perdamaian Afrika dan Uni Eropa dan pasukan Prancis telah hadir.

 

PBB telah memperingatkan bahwa konflik bisa berubah menjadi genosida . (ded412)

 

Kenapa Densus 88 Harus Menculik Andi Alkautsar ?

Kenapa Densus 88 Harus Menculik Andi Alkautsar ?

Oleh: Harits Abu Ulya

Pemerhati Kontra Terorisme dan Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst)

 

Tindakan-tindakan illegal kembali di lakukan oleh penegak hukum ,  penculikan kembali terjadi atas warga Sudiang Makassar Sulsel. Seorang yang bernama Andi Alkautsar bin Andi Abdul hamid alias Abu Habib, laki-laki kelahiran Pare-Pare Sulsel 36 tahun lalu di ketahui hilang oleh pihak keluarga sejak 16 Mei 2014.

Lelaki yang biasa aktif berjamaah solat di masjid Ar Ridla Sudiang Makassar ini diduga kuat di culik oleh aparat Densus 88 kalau bukan Satgas BNPT. Karena dalam beberapa hari sebelum Andi Alkaustar hilang ada orang-orang asing mencurigakan yang berseliweran diseputar  komplek perumahan pesantren ar Ridla. Rumah tempat tinggal Andi di komplek  tahfidz Qur’an Ar Ridla Sudiang Makassar. Andi bersama keluarga  belum genap setahun  tinggal dirumah tersebut  dan sebelumnya di pare-pare

Kejadian  penculikan serupa juga pernah dilakukan terhadap seorang imam masjid di Sudiang yang bernama ustad Faruq. Dan kemudian di ketahui oleh pihak pengurus RT dan pengurus masjid bahwa Faruq di culik oleh Densus88 sepulang dari Masjid  dimalam hari.

Sampai laporan ini dibuat pihak keluarga Andi, yaitu istrinya yang dalam kondisi mengandung dan dua anak-ankanya yang masih kecil juga belum mendapatkan pemberitauan sama sekali dari pihak terkait perihal keberadaan Andi Alkautsar.

 

 

Dari informasi  terbatas yang didapat, Kamis malam Jumat 15 Mei  2014 Andi memberitaukan kepada keluarga hendak keluar kota karena ada keperluan untuk mencari kebutuhan jelang kelahiran anaknya  yang ketiga. Kebiasaan Andi jika pergi lama maka ia akan memberitaukan kepada keluarga atau teman-temannya di pesantren. Namun saat pergi malam Jumat, Andi niatnya sebentar sebatas keperluan. Tapi akhirnya sejak malam Jumat tersebut Andi tidak kembali lagi, sampai akhirnya pihak keluarga mendapatkan informasi bahwa Andi ditangkap aparat polisi.

 Istri Andi baru tahu tentang hilangnya suami setelah tetangga rumah Pak Somad yang sama-sama biasa aktif berjamaah di masjid ar Ridla memberitahukan perihal Andi ditangkap oleh aparat. Dan Somad, memberitahu setelah di telpon oleh orang tidak dikenal yang mengaku aparat dengan sedikit  penjelasan bahwa Andi Alkaustar di tangkap aparat.Kemungkinannya Andi di culik  pada tanggal 16 Mei 2014 hari Jumat ketika Andi  naik mobil angkutan umum dari arah Belopa Luwu-Sulsel menuju pulang balik ke Makassar . Ia di culik di sekitar daerah kampung Kera Kabupaten Wajo- Sulsel.

Ini satu contoh dari sekian kali kasus tindakan aparat Densus 88 dan Satgas BNPT yang tidak profesional dan membuang  “criminal justice system”. Seseorang hanya berdasarkan dugaan atau informasi intelijen yang mentah dan premature kemudian digunakan untuk menangkap (lebih tepat adalah menculik) seseorang. Dalam kasus terorisme versi Densus 88 dan BNPT, konsistensi terhadap mekanisme penegakkan hukum tidak tertalu penting dan tidak dibutuhkan bagi mereka. Hak-hak korban penculikan (yang ditangkap) sering di abaikan begitu saja, ternasuk terhadap keluarga korban penculikan Densus88 atau Satgas BNPT. Dari analisa saya, kemungkinan saudara Andi Alkautsar di culik dikait-kaitkan dengan kelompok Santoso (Poso) dan saudara Andi di duga sebagai kurir penyuplai logistik pihak Santoso cs.Andaikan benar tentang peran Andi seperti itu, maka kenapa aparat Densus88 atau BNPT tidak melakukan penindakan dengan cara-cara yang etis, terukur dan profesional. Mengingat Andi saban hari juga bisa dengan mudah di dapati di komplek tahfidz Qur’an ar Ridla Sudiang Makassar. Dan saban hari saudara Andi juga sering tampak berjamaah di masjid ar Ridla.Sampai kapan penindakan hukum dengan cara-cara illegal ini dilakukan oleh aparat Densus88 dan BNPT? [UP.25 Mei/CIIA]

 

 

Ironi Umat Islam Indonesia

JURNALISLAM.COM – Ketika dunia mendengar nama Indonesia, maka yang terbesit dalam benak mereka adalah umat Islamnya. Benar, Indonesia adalah negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dan ada satu hal lagi yang paling mengagumkan bagi penulis dari Indonesia, ialah bahwa pada tahun 1949 di Indonesia pernah ada proklamasi Daulah (Negara) Islam pertama setelah jatuhnya Kekhalifahan Islam terakhir di Turki tahun 1924. Tepatnya pada tanggal 7 Agustus 1949 di pegunungan Malangbong, sebuah daerah di perbatasan Tasikmalaya dan Garut, Jawa Barat, Syeikh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo Rahimahullah yang tidak lain adalah Imam dari sebuah jamaah jihad bernama Daarul Islam memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia. Meski akhirnya harus runtuh pula pada tahun 1962 oleh kepanjangan tangan kafir Belanda di negeri ini. Pasukannya dipaksa untuk kembali kepada NKRI, Sang Proklamator pun harus mengakhiri hidupnya di hadapan regu tembak.

Namun kebanggaan itu perlahan sirna tergerus kenyataan moral masyarakat Muslim Indonesia yang semakin hari semakin memprihatinkan. Predikat negeri Muslim terbesar di dunia itu tak mampu mengangkat kehormatan kaum Muslimin di Indonesia dan belahan dunia lainnya. Dunia Islam begitu mengharapkan umat Islam Indonesia yang jumlahnya ratusan juta ini bisa menjadi pelindung dan pembela mereka yang terjajah di luar sana. Namun justru kualitas umat Islam Indonesia yang mayoritas ini bisa dikatakan kalah jauh oleh umat Islam yang menjadi minoritas di negara-negara lain. Tapi Indonesia justru malah menjadi pelayan setia negara haus darah Amerika yang telah membantai jutaan umat Islam di berbagai penjuru dunia.

Tak bisa kita pungkiri bahwa intervensi Yahudi telah mendominasi kehidupan bangsa Indonesia. Kepentingan mereka berjalan begitu mulus di negeri ini, mulai dari perekonomian, pendidikan, kesehatan hingga budaya yang menggiring umat Islam Indonesia pada moral barat yang liberal. Darinya bangsa Indonesia menjadi bangsa pelupa, bangsa yang dipaksa untuk melupakan jati dirinya. Dominasi itulah yang mungkin menjadi penyebab lahirnya ironi umat Islam Indonesia.

Ironi Umat Islam Indonesia

Setiap tahun, ada jutaan orang di Eropa menjadi mualaf setelah mengkaji Islam dan akhirnya meyakini bahwa Islamlah agama yang harus diamalkan untuk keselamatan dunia dan akhirat, meski harus menanggung resiko intimidasi dari pemerintahnya. Di Indonesia, majelis-majelis ilmu gratis dan bebas justru sepi mustami. Kebanyakan umat Islam Indonesia lebih menggemari hedonisme serta mengkaji filsafat barat yang menyesatkan.

Para Muslimah di luar negeri sana dengan bangga dan teguh mengenakan jilbabnya untuk menunjukkan identitas bahwa mereka adalah muslimah. Muslimah Indonesia justru bangga melepaskan jilbabnya untuk mengejar reputasi dan eksistensinya dalam dunia bernama gaul.

Di negeri-negeri orang kafir sana, seorang muslim begitu susah untuk melaksanakan sholat berjamaah di Masjid. Di Indonesia, jutaan masjid mewah justru sepi jama’ah dan banyak beralih fungsi menjadi pasar tumpah atau tempat singgah untuk melepas lelah saja.

Ketika Nabi SAW tercinta dihina, jutaan umat Islam di seluruh dunia turun ke jalan untuk menunjukkan pembelaannya. Namun hanya sedikit saja umat Islam Indonesia yang menujukkan dirinya kepada dunia bahwa ia adalah pembela Nabinya. Kebodohan mereka membuat mereka beranggapan bahwa diri mereka, keluarga mereka, harta benda mereka, kedudukan mereka lebih berharga daripada Nabi SAW yang telah membuat ajaran Islam yang mulia ini sampai kepada kita semua.

Ketika para ilmuan-ilmuan dunia mulai mengakui bahwa Al Qur’an adalah ayat-ayat yang berisikan kebenaran dan telah terbuktikan. Banyak ulama Indonesia justru menjadi penentangnya yang nyata.

Ketika saudara-saudara umat Islam menjadi target pembantaian orang-orang kafir di banyak belahan dunia, umat Islam Indonesia justru sibuk mengadakan acara-acara hiburan lalu menutup mata akan derita saudaranya.

Ketika anak-anak muda Islam Palestina, Afghanistan, Irak, Suriah dll berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari Mujahidin dan bercita-cita menjadi Syuhada. Anak muda Islam Indonesia malah bejubel mengikuti kontes adu bakat, nyanyi dan penari lalu bercita-cita menjadi selebritis terkenal.

Disaat orang-orang Barat sana mulai bosan dengan kehidupan hedonisnya dan mencari ketenangan hidup dengan Islam. Pemuda-pemudi Islam Indonesia justru menjadi candu hedonisme dan budak-budak nafsu.

Saat Umat Islam di negeri-negeri kafir itu berbangga menunjukkan symbol-simbol keIslamannya, umat Islam Indonesia justru bangga mengenakan symbol-simbol setan.

Serta masih banyak lagi kontradiksi-kontradiksi lain dalam kehidupan mayoritas umat Islam Indonesia.

Sudah sebegitu parahkah umat Islam di negeri Muslim ini? Atau label mayoritas dan menjadi Islam sejak lahir itu mereka pikir sudah cukup untuk menjadi ahli Surga?

Maka malulah diri yang tak mampu berbuat apa-apa atas keadaan ini. Meminta pada penguasa seperti bunuh diri, memelas pada Ulama seperti sudah tuli. Hanya kepadaNya kami meminta.

Jika peringatan yang telah berkali-kali disampaikan melalui segelintir Ulama-ulama yang soleh dan para pejuang syariat di negeri ini tak mampu mengubahnya, maka berilah mereka hidayah atau segera turunkanlah bala tentaraMu untuk menghapus fitnah-fitnah yang menghinakan umatMu di negeri ini.

Perlu diketahui bahwa kata Millah dalam surat Al Baqoroh ayat 120 tidak hanya mempunyai arti agama saja, akan tetapi millah adalah gaya hidup, pola pikir, ideology. Orang-orang kafir Yahudi dan Nashrani itu akan terus berusaha untuk membuat umat Islam mengikuti gaya hidup dan pola pikir mereka.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” QS Al Baqoroh : 120

Kenyataannya? Saksikanlah kehidupan mayoritas umat Islam ini.

Sebuah hadits diriwayatkan dari Thauban ra, mungkin menjadi satu-satunya alasan mengapa semua ironi itu terjadi.

Rasulullah SAW bersabda :

“Akan datang umat-umat yang berkerumunan ke atas kalian seperti kerumunannya orang-orang yang makan pada satu pinggan.”

Maka seorang bertanya : “Apakah jumlah kami pada ketika itu sedikit?”

Baginda s.a.w menjawab: “Bahkan jumlah kamu pada saat itu ramai. Akan tetapi keadaan kamu seperti buih-buih di lautan. Dan sesunguhnya Allah akan mencabut dari (hati) musuh-musuh kamu rasa takut terhadap kamu serta akan ditimpakan (penyakit) al-Wahn di dalam hati-hati kamu.”

Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Apakah al-Wahn?”

Baginda menjawab: “Cinta kepada dunia dan takut mati.”

Tulisan ini tidak bermaksud memukul rata semua umat Islam Indonesia. Namun biarlah kita yang sedikit mengerti ini lebih berlapang dada serta berjiwa besar untuk mengakui kenyataan yang ada. Wallohu’alam bishowab.

 

Journally | Jurniscom

 

Ribuan Umat Islam Surabaya Hadiri Tabligh Akbar “Ulama Ahlussunnah Bersatu Membentengi Umat Dari Kesesatan Syiah”

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Yayasan Masjid Mujahidin Surabaya menggelar acara Tabligh Akbar bertema “Persatuan Ahlu Sunnah Wal Jama’ah Dalam Membentengi Kesesatan Agama Syiah”, Ahad (25/05/2014).  Masjid di Jalan Perak Barat Surabaya itu dihadiri ribuan jamaah yang datang dari berbagai daerah di Surabaya.

Tabligh Akbar tersebut menghadirkan beberapa pembicara, diantaranya Prof. Dr. H. Muhammad Baharun, beliau adalah ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia, Ustadz Yusuf Usman Baisa, beliau adalah ketua umum  Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Al Irsyad dan Habib Said Ahmad Bin Zein Al Kaff dari Rois Syuriah PWNU Jawa Timur.

Acara dibuka oleh ustadz Maman Rosdiawan mewakili Yayasan Masjid Mujahidin Surabaya pada pukul 08.30 WIB. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa kaum muslimin di Indonesia sudah saatnya disadarkan dengan bahaya Syi’ah yang telah mengancam eksistensi kaum muslimin dan menciptakan perpecahan itu.

Acara dilanjutkan dengan diskusi ilmiah yang dipandu oleh Ustadz Zulkarnaen Yusuf dari Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) Wilayah Jawa Timur. Pembicara pertama, Prof. Dr. H.M. Baharun memaparkan tentang kondisi pergerakan Syi’ah saat ini di Indonesia. Beliau mengatakan bahwa fatwa yang dikeluarkan oleh MUI tentang sesatnya Syi’ah belumlah cukup, sehingga MUI memandang perlu menerbitkan buku-buku yang menjelaskan tentang sesatnya Syi’ah lalu disebarkan ke seluruh umat Islam di Indonesia.

“Saat ini Syi’ah bersama aliran sesat lainnya menari-nari di atas perpecahan Umat Islam Indonesia“, ungkap beliau.

Beliau melanjutkan, pergerakan Syi’ah di Indonesia sudah sistemik dan mereka sudah menduduki posisi-posisi strategis di Indonesia. Belia memberi contoh tokoh Syi’ah Indonesia Jalaludin Rahmat yang sudah dipastikan duduk di kursi DPR RI di Senayan.

Ustadz Yusuf Usman Baisa sebagai pembicara kedua memaparkan tentang sepak terjang agama Syi’ah di Indonesia dan tujuan mereka untuk mengembalikan imperium Persia di muka bumi ini.

“Pergerakan Syi’ah di Indonesia yang sudah sistemik ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah Revolusi Iran tahun 1980-an“, paparnya kepada jama’ah.

Syi’ah juga, lanjutnya, telah memutarbalikkan fakta sejarah sehingga kaum muslimin dibuat ragu dengan sejarah mereka sendiri.

“Salah satu bukti nyata pergerakan mereka di Indonesia adalah, memisahkan pengertian Ahlu Sunnah dengan Wahabi, yang sebenarnya bahwa Wahabi dan Ahlu Sunnah adalah pengertiannya sama”, ujar beliau.

Pembicara terakhir, Habib Said Ahmad Bin Zen Al Kaff mengungkap bahwa Syi’ah di Indonesia bersembunyi di bawah nama Ahlu Bait, padahal sebenarnya mereka membenci kelurga Rasulullah SAW. Beliau juga mengkhawatirkan berpindahnya konflik Suriah terjadi di Indonesia jika umat Islam Indonesia tidak bertindak tegas terhadap kelompok Syi’ah itu.

“Bila umat Islam Indonesia tidak bertindak tegas dengan aliran Syi’ah dan para penganutnya, dikhawatirkan apa yang terjadi di Timur Tengah, seperti di suriah terjadi di Indonesia“, ujarnya Ulama yang pernah memarahi Dr. Umar Shihab karena membela Syi’ah dalam sebuah pertemuan puluhan Ulama Jawa dengan MUI di Kantor MUI pusat pada tahun 2012 lalu.

Beliau juga menjelaskan bahwa Syi’ah adalah aliran sesat yang paling berbahaya di Indonesia, karena Syiah disponsori oleh negara kaya Iran. Dalam paparannya, beliau mengkritik kinerja aparat Jawa Timur yang lamban menindak tegas agama Syi’ah dan para penganutnya. Padahal MUI Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa tentang sesatnya Syi’ah yang diikuti dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur tentang Syi’ah.

Acara tabligh ini ditutup oleh ulama kharismatik Jawa Timur, Ustadz Hasyim Yahya selaku pimpinan Yayasan Masjid Mujahidin Surabaya.

“Kita harus bertindak tegas dan tidak membuang-buang waktu lagi dalam menghadapi agama Syi’ah ini“, tegasnya menutup acara, disambut pekik takbir para jama’ah.

Acara pun berakhir sekitar pukul 11: 35 (WIB), bertepatan dengan dikumandangkannya Adzan Dhuhur.

 

Reporter : Tyo | Editor : Amaif

Menteri Keamanan Somalia Mengundurkan Diri Setelah Serangan di Komplek Parlemen

SOMALIA (jurnalislam.com) – Menteri keamanan nasional Somalia mengundurkan diri setelah serangan oleh pejuang al – Shabab di komplek parlemen negara itu.

Abdikarim Guled mengundurkan diri pada Sabtu (24-05-2015) malam setelah mujahidin  al – Shahab meledakkan bom mobil yang kuat di luar gedung parlemen diikuti para mujahid bersenjata dengan rompi peledak, granat dan senapan mesin menyerbu ke dalam gedung, saat sejumlah politisi mengadakan pertemuan.

"Anda menyadari serangan mendadak dilakukan dalam parlemen. Saya menyampaikan belasungkawa saya kepada keluarga korban … Mengingat situasi negara saat ini, saya secara resmi mengumumkan pengunduran diri saya," kata Guled.

Setidaknya 10 petugas keamanan tewas dalam insiden itu dan sekitar selusin orang lainnya terluka. Seorang juru bicara polisi mengatakan tujuh pejuang syahid dalam serangan itu, kantor berita Reuters melaporkan.

Guled telah dikritik atas serentetan serangan berprofil tinggi di ibukota Mogadishu selama beberapa bulan terakhir, termasuk terhadap situs yang dijaga ketat seperti istana kepresidenan dan bandara.


Al – Shabab didesak keluar dari posisi tetapnya di Mogadishu oleh pasukan Uni Afrika (AU), tapi masih terus melancarkan serangan ke dalam kota.

Target serangan mereka adalah pasukan pemerintah dan keamanan dalam upaya mereka mematahkan klaim pihak berwenang Somalia bahwa mereka telah memenangkan perang melawan kelompok Al – Shabab.

Al – Shabab mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Sabtu dan menggambarkan parlemen sebagai "zona militer" dan mengatakan serangan tersebut adalah "operasi suci." (ded412)

 

 

Pakistan : Tidak Ada Rencana Untuk Mengakhiri Proses Perdamaian Dengan Taliban

PAKISTAN (jurnalislam.com) – Pakistan membantah laporan tentang bertambah dalamnya perpecahan antara pemerintah sipil dan militer pada hari Sabtu dan mengatakan belum memutuskan apakah akan membatalkan upaya untuk melibatkan Pakistan Taliban dalam pembicaraan damai.

Pada hari Jumat (23-05-2014), Reuters mengutip orang dalam pemerintah yang mengatakan bahwa selama pertemuan yang menegangkan pekan ini, panglima militer Pakistan yang kuat mengatakan kepada Perdana Menteri Nawaz Sharif bahwa waktu untuk pembicaraan dengan Taliban sudah berakhir.

Sejak berkuasa tahun lalu, Sharif menjanjikan untuk menemukan penyelesaian damai dan menempatkan pembicaraan damai sebagai kebijakan keamanan pemerintahannya yang utama.

Tapi setelah putaran demi putaran pembicaraan gagal, tentara mulai beralih kepada solusi militer di wilayah Waziristan Utara yang bermasalah di mana kelompok militan berada.

Media Pakistan hampir tidak pernah melaporkan hubungan yang seringkali sulit antara pemerintah sipil dan militer.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (24-05-14), Kementerian Dalam Negeri mengatakan tidak ada ketegangan antara pemerintah dan militer.

"Demi memperjelas situasi, Menteri Dalam Negeri mengatakan, pertemuan itu berlangsung dalam suasana yang sangat menyenangkan dan positif di mana terjadi pembahasan mengenai isu-isu luas yang berkaitan dengan keamanan nasional, termasuk situasi di perbatasan kita," katanya.

"Tidak ada keputusan untuk operasi militer berskala penuh di Waziristan Utara," kata kementerian mengutip pernyataan menteri, Chaudhry Nisar Ali Khan.

"Tidak ada keputusan untuk membatalkan proses dialog, juga tidak ada permintaan untuk hal tersebut seperti yang dilansir oleh kantor berita," tambahnya.

Nisar menepis laporan bahwa pasukan pemerintah telah ditetapkan untuk meluncurkan serangan militer terhadap Waziristan Utara setelah terjadinya serangan terhadap pasukan keamanan di berbagai belahan daerah suku yang bergolak di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan.

"Serangan udara terbatas yang sedang berlangsung di Waziristan Utara adalah hasil dari keputusan sebelumnya yang diambil oleh pemerintah untuk menanggapi setiap serangan taliban pada pasukan keamanan," katanya.

Sehari setelah pertemuan itu, pasukan Pakistan melancarkan serangan udara  terhadap gerilyawan yang berada di daerah suku yang terpencil, di perbatasan Afghanistan.

Kemudian pada hari Kamis, mereka melanjutkan dengan serangan darat besar-besaran yang pertama terhadap Taliban, lalu menempatkan militer, yang memiliki catatan panjang intervensi dalam pemerintahan sipil, secara tegas kembali di tengah kebijakan keamanan Pakistan.

Gempuran serangan udara dilaporkan telah menyebabkan kerusakan luas di Mir Ali, kota terbesar kedua di Waziristan Utara. Warga mengklaim bahwa sebagian besar orang yang tewas dalam penembakan adalah "warga Sipil."

Dalam pembalasannya, Taliban menghantam konvoi militer dengan ledakan ranjau darat di wilayah Mohmand, satu dari tujuh wilayah suku semi-otonomi di Pakistan, pada hari Sabtu pagi, dan menewaskan enam tentara Pakistan.

Gambar anak-anak dan laki-laki tua yang diduga tewas dalam serangan udara Pakistan yang baru saja terjadi, itu beredar di media sosial, mendorong politisi untuk mengekspresikan keprihatinan atas laporan mengenai kematian warga sipil dalam operasi militer tersebut.

Antrian gerobak dan mobil sarat dengan penumpang dan barang rumah tangga terlihat di jalan Bannu – Miranshah saat orang mencoba untuk berlindung di distrik Bannu terdekat saat administrasi mencabut jam malam.

Operasi tersebut, oleh para ahli dipercaya telah menurunan kemungkinan terjadinya perundingan damai antara Taliban dan pemerintah, yang bertujuan untuk mengakhiri sebuah pertempuran panjang yang sudah berjalan 11 – tahun dan telah menewaskan ribuan orang. (ded412/newsdesk)

IDC Bagikan 30.000 Eksemplar Buku Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, Gratis. Dapatkan Segera! (Hanya 7 Hari)

Jurnalislam.com – Agama adalah nasihat. Kesejatian seorang ulama teruji dengan komitmen, konsistensi dan konsekuensi nasihat-nasihatnya dalam kondisi apapun. Ulama sejati yang ikhlas dan alim, senantiasa menyuarakan dakwah tauhid, menyiarkan jihad dan menyerukan gerakan amar ma’ruf nahi munkar.

Di usianya yang sepuh, dari dalam penjara rezim thaghut, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mencurahkan kasih sayangnya kepada umat, bangsa, negara dan penguasa dengan menyuguhkan buku-buku ilmiah ilahiyah yang berisi tarbiyah, nasihat emas, pencerahan iman dan peringatan penting.

Sesuai amanah penulisnya, buku-buku monumental itu tidak diperjualbelikan, tapi dibagikan gratis untuk dakwah. Secara teknis, IDC menebar buku itu hanya dalam waktu 7 hari sejak berita ini dipublikasikan (24/05/2014).

 

1. TADZKIROH EDISI LENGKAP

Penulis: Ustadz Abu Bakar Ba’asyir
Tebal: 400 halaman
Penerbit: JAT Media Center (JMC)

Buku Tadzkiron edisi Lengkap ini adalah penggabungan dua buku, yaitu Tadzkiroh I dan Tadzkiroh II yang ditulis Ustadz Abu saat mengalami penzaliman yang luar biasa di dalam penjara Bareskrim Mabes Polri.

Penzaliman terhadap ulama itu tak menghalangi Ustadz Abu untuk tetap mencurahkan kasih sayangnya dengan memberikan tausiyah kepada penguasa NKRI dari presiden hingga camat, agar bertauhid dan mengaplikasikan Syariat Islam secara kaffah, murni dan tidak dicampur-aduk dengan ideologi apapun. Hanya dengan Syariat Allah bangsa Indonesia sukses menjadi Baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafuur. Tanpa itu, bangsa Indonesia tidak akan selamat dari azab Allah Ta’ala.

Dalil-dalil Al-Qur'an dan Sunnah dalam buku ini semakin lengkap dengan nukilan fatwa para ulama Ahlussunnah, antara lain: Imam Qurthubi, Imam Baidhawi ulama besar Saudi, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy, Syaikh Abdullah Al-Jibrin, Syaikh Abdurrahman As Sa’di, Syaikh Abdullah Azzam.

…Buku ini menjadi pengingat dan pedoman bagi orang-orang beriman untuk tetap berpegang pada manhaj yang digariskan Allah Ta’ala…

Ketegaran Ustadz Abu dalam mengemban dakwah tauhid meski terasa panas seperti menggenggam bara api. kiyai karismatik ini berpegang teguh pada pernyataan sikap Asy-Syaikh Abu Dujanah Ash-Shamy, salah seorang ulama Robbani: “Jika kami mengatakan kebenaran  pasti kami akan mati dan jika kami tidak mengatakan kebenaran pasti kami pun akan mati maka kami akan mati dengan mengatakan kebenaran, dan kami tetap akan mengatakan kebenaran meskipun taring-taring anjing mencabik-cabik daging kami, meskipun paruh-paruh burung mematuk-matuk kepala kami, hidup kami hanya untuk Allah, kami mati karena membela agama Allah”.

 

2. NASIHAT ULAMA KEPADA NEGERI SERIBU BENCANA

Judul buku: Tadzkiroh kepada Penguasa tentang Bencana di Indonesia
Penulis: Ustadz Abu Bakar Ba’asyir
Tebal: 32 halaman
Penerbit: JAT Media Center (JMC)

Bencana merajalela dan merata hampir sempurna ke segala kalangan di segala penjuru tanah air, dari bencana alam, bencana kemanusiaan, bencana moral, hingga bencana iman.

Bencana alam bertubi-tubi menghantam negeri dengan terus terjadinya tsunami, gunung meletus, banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin topan, puting beliung dan lain sebagainya.

Bencana moral dan kemanusiaan makin menjijikkan dengan maraknya tindakan kriminal, korupsi, manipulasi, kolusi, premanisme, perampokan, penyebaran narkoba, miras, perilaku seksual menyimpang (perzinaan, freesex, homoseksual, perselingkuhan, hamil diluar nikah, aborsi, pemerkosaan), dan sebagainya.

Bencana iman makin akut dengan gencarnya gerakan pemurtadan, suburnya amal kekafiran, kemusyrikan, bid’ah dan intimidasi terhadap dakwah tauhid.

…Tadzkiroh ini disampaikan sebagai rasa cintanya terhadap bangsa dan negara agar terhindar dari bencana dan azab Allah SWT…

Tadzkiroh ini disampaikan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sebagai rasa cintanya terhadap bangsa dan negara agar terhindar dari segala bencana dan azab Allah SWT.

Kezaliman rezim terhadap dirinya, tak mengurangi ketulusan amir Jamaah Ansharut Tauhid ini untuk menyampaikan nasihat dan peringatan agar para penguasa melakukan taubat nasional dengan kembali kepada Syariat Islam dalam mengelola negara.

Jika para penguasa NKRI tunduk dan setia kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mentaati hukum dan syariat Islam, insya Allah Indonesia akan menjadi negara yang diridhai Allah.

Sebaliknya, jika menolak syariat Islam, maka Allah tidak segan-segan menimpakan bencana dan musibah yang lebih dahsyat kepada bangsa IndonesiaDan para penguasa akan menanggung dosa 250 juta rakyat indonesia sepanjang masa Na’udzubillah min dzalik.

 

2. PERANAN IMAN JIHAD DAN CIRI-CIRI MUKMIN YANG BENAR IMANNYA

Judul Buku: Peranan Iman Jihad dan Ciri-ciri Mukmin yang Benar Imannya
Penulis: Ustadz Abu Bakar Ba’asyir
Tebal: 72 halaman
Penerbit: JAT Media Center (JMC)

Dari dalam penjara thaghut, dengan segala keterbatasan fasilitas, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (fakkallohu asrohu) mengajarkan inti ajaran iman dan jihad. Keduanya diterangkan dengan singkat, padat, bernas dan lugas mudah dipahami.

Melalui gaya tulisannya yang khas, dengan akurasi dalil-dalil Al-Qur'an dan Sunnah, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir berusaha menyalakan iman dan jihad kaum Muslimin, agar menjadi mukmin dan mujahid yang benar imannya, sesuai firman Allah Ta’ala: “Dan barangsiapa mengerjakan amal yang shalih baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab” (Qs. Al-Mukmin 40).

Iman adalah syarat diterimanya amal. Allah SWT hanya menerima amal baik dari orang mukmin yang benar imannya. Semua amal akan tertolak sia-sia bagaikan debu yang berterbangan, jika imannya rusak tidak menepati tuntunan Allah.

Salah satu dari 15 ciri mukmin yang benar imannya adalah cinta jihad dengan aktif berjihad di jalan Allah, menginfaqkan harta untuk jihad fisabilillah, menolong kaum muhajirin dan mujahidin.

Jihad fisabilillah adalah syariat yang amat agung untuk menegakkan Dinul Islam, melindungi Islam dan menjaga kaum muslimin dari kehinaan hidup. Tanpa jihad perjuangan menegakkan dinul Islam tidak mungkin menang, hidupnya hina diinjak-injak thaghut. Umat Islam menjadi lemah, dibantai, diusir dan dihinakan orang kafir jika meninggalkan jihad. Tak heran jika Allah mewajibkan jihad (Al-Baqarah 216) dan mengancam mukmin yang tidak mau berjihad dengan siksaan yang pedih (At-Taubah 38-39).

 

KOMENTAR TOKOH:

1.  H. Mashadi, Mantan Anggota DPR RI Fraksi PKS

“Buku ini menjadi pengingat dan pedoman bagi orang-orang beriman untuk tetap berpegang pada manhaj yang digariskan Allah Ta’ala. Sebuah pedoman yang sangat berharga, ditulis ditulis dari dalam penjara oleh seorang ulama yang sudah mengalami pasang surut kehidupan berharakah, memiliki kedalaman ilmu dan sikap yang jelas bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.”

2. H. Achmad Michdan SH, Koordinator Tim Pengacara Muslim/TPM

“Buku ini penting untuk dibaca dan dipelajari. Saling mengingatkan Muslim yang satu dengan Muslim yang lain bahwa dalam menjalani hidup dan kehidupan, termasuk kehidupan bernegara, harus berlandaskan hukum Allah. Karena pada dasarnya tegaknya hukum Allah itu untuk kemaslahatan umat manusia di dunia dan di akhirat.”

…nasihat Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ini harus dilihat sebagai bukti kecintaan beliau terhadap umat Islam di negeri ini…

3. Munarman SH, Direktur An-Nashr Institute

“Buku ini sepatutnya menjadi perhatian bagi para pemimpin yang sombong dan menolak penerapan Syariat Islam secara kaffah dan murni. Penolakan terhadap Syariat Islam hanya akan menjerumuskan negeri ini pada kehancuran. Jadi nasihat Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ini harus dilihat sebagai bukti kecintaan beliau terhadap umat Islam di negeri ini. Aneh jika ulama yang menyerukan kepada yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran malah dimusuhi oleh penguasa beserta kaki tangannya.”

4. Ustadz Muhammad Achwan, Amir Binniyabah Jamaah Ansharut Tauhid/JAT

“Bencana akhlak dan moral bangsa yang semakin parah mengundang murka Allah sehingga bencana alam bertubi-tubi menghantam negeri. Sebagai ulama yang sangat peduli terhadap nasib bangsa Indonesia, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir selalu memberikan nasihat dan peringatan, di antaranya melalui buku Tadzkiroh ini. Kaum Muslimin harus membaca dan merenungkan kedalaman buku ini.

5. Harits Abu Ulya, Pemerhati Kontraterorisme, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)

“Hadir dengan sikap, pemikiran, pandangan dan perjuangan di zaman umat yang urusannya dipegang oleh para Ruwaibidhah yang zalim, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir memfokuskan karyanya dalam masalah ushul (akidah). Dan inilah kajian penting di saat umat sangat awam terhadap hal-hal yang bisa membatalkan keimanan dan keislaman. Hujatan dan tuduhan miring terhadap buku ini tidak lebih sebagai upaya kriminalisasi ajaran-ajaran Islam dari pihak-pihak kuffar dan Munafiqun, agar kebangkitan Islam bisa dikerdilkan, sehingga Indonesia eksis di atas sistem thaghut-jahiliyah atau sekulerisme liberalisme.”

6. Fuad Al-Hazimi, Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Magelang

“Tidak jarang nasihat yang indah terasa pedas dan pahit untuk diterima. Namun ibarat obat, jika diterima dengan hati ikhlas dan pikiran yang jernih niscaya nasihat yang pahit itu akan menjadi obat yang sangat mujarab. Meski disampaikan dengan sepenuh kecintaan, nasihat Ustadz Abu Bakar Ba’asyir kepada bangsa Indonesia dalam buku ini akan terasa sangat pahit jika diterima dengan hawa nafsu dan hati yang kotor. Padahal jika penguasa negeri ini mau tulus ikhlas mendengar dan menerima nasihat beliau, niscaya mereka selamat di dunia akhirat, dan bangsa ini akan menjadi bangsa yang dilimpahi berkah dan ridha Allah Ta’ala. Baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.”

DAPATKAN GRATIS, TIDAK DIPERJUALBELIKAN..!!

Bila dijual dengan harga standar, maka harga buku Tadzkiroh Edisi Lengkap adalah Rp 80.000; buku Tadzkiroh kepada Penguasa tentang Bencana di Indonesia adalah Rp 5.000; sedangkan buku Peranan Iman dan Jihad adalah Rp 15.000,-

Total harga buku-buku monumental Ustadz Abu Bakar Ba’asyir itu adalah Rp 100.000,- Tapi untuk donatur dan partisan Infaq Dakwah Center (IDC) semua buku itu dibagi gratis alias cuma-cuma. Bagaimana caranya?

1. Hanya perlu mengganti ongkos kirim (JNE, TIKI atau POS):

  • Rp 26.100 (Jabodetabek)
  • Rp 37.100 (Pulau Jawa non Jabodetabek)
  • Rp 42.100 (Luar Pulau Jawa)

CATATAN:

  • Tambahan nominal Rp 100 (seratus rupiah) adalah kode indentifikasi agar tidak bercampur dengan program IDC lainnya.
  • Kelebihan ongkos kirim dihitung sebagai infaq kepada IDC untuk subsidi silang bagi umat Islam yang membutuhkan buku tapi tidak punya dana, atau untuk program-program dakwah, pendidikan dan sosial fisabilillah.

 

2. Ongkos kirim ditransfer ke rekening IDC:

  • Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  • Bank BNI Syari’ah, No.Rek: 293.985.605  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  • Bank Mandiri Syariah (BSM), No.Rek: 7050.888.422  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  • Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.728.9 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  • Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  • Bank BCA, no.rek: 631.0230.497 a/n Budi Haryanto (Bendahara IDC)

 

3. Info, konfirmasi dan pemesanan:

0896.6070.5775,  0857.4116.4567 (SMS only)

Al – Shabab Menyerang Kompleks Parlemen Somalia

SOMALIA (jurnalislam.com) – Kelompok Mujahidin al- Shabab telah melancarkan serangan ke parlemen Somalia di Mogadishu, memasang bom mobil dan menyerbu kompleks dalam serangan yang menewaskan sedikitnya empat orang.

Pada hari Sabtu (24/5/2014) al shabab meledakkan bom mobil di luar gerbang utama dan menabrak pos jaga dengan ledakan istisyahidah, sebelum melancarkan serangan senjata api di kompleks tersebut.

Uni Afrika dan pasukan Somalia mengatakan serangan itu berlangsung empat jam sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.

Abdulaziz Abu Musab, juru bicara militer al- Shabab, mengatakan kepada kantor berita Reuters: "Parlemen Somalia adalah zona militer. Pasukan kami berada di sana untuk melakukan operasi suci. Kita akan mengeluarkan laporan komprehensif setelah menarik kesimpulan dari operasi tersebut."

Farah Hussein, seorang kolonel polisi, mengatakan kepada Reuters: "Sebuah bom mobil meledak di pintu gerbang gedung parlemen – diikuti oleh ledakan bom istisyahida. Sejauh ini kita telah mengkonfirmasi empat polisi tewas."

"Para politisi dan para pekerja lainnya berhasil diselamatkan segera setelah bom mobil meledak. Tapi para mujahidin masih menembak dari dalam masjid di dekatnya," tambahnya.

Kantor berita AP melaporkan bahwa politisi berada di dalam bangunan saat serangan dimulai. Dua orang terluka oleh tembakan, menurut Mohamed Ali, seorang anggota parlemen.

Reuters mengutip perkataan Mohamed Nor, seorang anggota parlemen lain yang mengatakan bahwa tentara telah gagal untuk melindungi mereka, "Musuh sekarang dapat mengakses kemana-mana.”

Perdana Menteri Somalia, Abdiweli Ahmed, mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Para kelompok bersenjata sekali lagi telah menunjukkan bahwa mereka memusuhi pemerintah  Somalia .


 

"Serangan ini tidak akan menghalangi pemerintah Somalia untuk terus memburu dan memerangi Al Shabab, serta membangun Somalia yang damai” .

Gedung parlemen berada sekitar 300 meter dari istana presiden Somalia, sekarang dijaga oleh Uni Afrika dan pasukan Somalia.
 

Al – Shabab telah dipaksa keluar dari Mogadishu sekitar dua tahun lalu, namun masih mampu melancarkan serangan beruntun di daerah yang paling dijaga di kota tersebut. (ded412/aljazeera)