Inilah Demokrasi, Calon Presiden Afghanistan Abdullah menuduh Saingannya Sebagai Penipu

AFGHANISTAN (jurnalislam.com) – Calon presiden Afghanistan Abdullah Abdullah mengatakan pada hari Senin (16/06/2014) bahwa lawannya memimpin perolehan jutaan suara di babak kedua pemilihan nasional adalah sebuah rekayasa besar-besaran.

Pengamat khawatir tuduhan kecurangan dari kedua belah pihak dapat menyebabkan perebutan kekuasaan antar etnis yang panjang dan melelahkan, sehingga mengancam upaya peralihan kekuasaan secara demokratis untuk pertama kalinya dalam sejarah Afghanistan.

"Saya selalu menyatakan bahwa saingan utama kita adalah penipu," jelas Abdullah yang merupakan mantan pejuang anti-Taliban kepada wartawan.

Abdullah tidak menyebutkan nama saingannya Ashraf Ghani dalam tuduhannya, namun kubunya menyiratkan keterlibatan pendukung Ghani, serta individu yang terhubung dengan Presiden saat ini, Hamid Karzai.

Abdullah adalah keturunan campuran Pashtun dan Tajik tapi basis dukungannya adalah etnis Tajik, sementara Ghani, mantan ekonom Bank Dunia, adalah seorang Pashtun, seperti Karzai.

Abdullah memimpin hasil putaran pertama pada bulan April dengan 45 persen suara, sementara Ghani tertinggal lebih dari 13 poin.

Berdasarkan laporan awal yang diterima oleh staf Abdullah, hasil dari pemungutan suara hari Sabtu menempatkan Ghani memimpin dengan perbedaan hampir satu juta orang.

"Di bagian mana dari negara kami yang melakukan perubahan situasi secara dramatis, orang-orang berubah pikirannya dan kemudian mereka semua keluar dan memilih Ghani? padahal kampanye kami di babak kedua lebih energik dan efektif," kata Abdullah.

Hasil awal resmi akan dirilis tanggal 2 Juli. Kubu Ghani memperingatkan Abdullah karena mendorong negara itu ke dalam krisis dengan menolak legitimasi suara.

"Dasar-dasar demokrasi adalah bahwa semua peserta harus menerima hasil pemilu. Voting adalah hak rakyat dan mereka membayar harga yang besar untuk mencapainya," kata juru bicara, Faizullah Zaki.

Abdullah mempertanyakan angka IEC, karena telah menghilangkan sekitar lebih dari lima juta jumlah pemilih dari sekitar 12 juta pemilih yang berhak.

Seksi Keluhan Pemilu mengatakan telah menerima lebih dari 560 keluhan penipuan sejauh ini dan ada lebih banyak lagi keluhan yang masuk. Keluhan dapat diajukan hingga 48 jam setelah pemungutan suara ditutup pada Sabtu pukul 16:00. [ded412/news desk]

Al-Shabaab Menyerang Markas Polisi di Kenya

KENYA (jurnalislam.com) – Setidaknya 53 orang dikonfirmasi tewas dalam serangan yang diduga dilakukan oleh mujahidin  Al-Shabaab di kota pesisir Mpeketoni di Lamu County dekat perbatasan Kenya dengan Somalia.

"Saya telah menghitung mayat di kamar mayat yang kecil, tanpa peralatan memadai. Jumlahnya 53 mayat," John Ngethe, seorang pejabat Palang Merah Kenya mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon pada hari Senin (16-06-2014) dari Rumah Sakit Mpeketoni.

Kelompok yang diduga mujahidin Al-Shabaab memasuki kota sekitar pukul 08:00, menyerang markas polisi setempat, menjarahan gudang senjata dan menembaki polisi.

"Para penyerang memasuki rumah-rumah, dan menembaki para lelaki," kata warga setempat Ali Lalo Uweso kepada AA. "Kami terkurung di rumah kami selama hampir delapan jam dalam ketakutan karena suara tembakan dan ledakan terdengar di luar."

Al-Shabaab juga membakar tiga hotel di mana pelanggan datang untuk menonton Piala Dunia.

Warga mengatakan pertempuran antara polisi dengan mujahidin berlangsung selama setidaknya enam jam sebelum para mujahidin akhirnya menghilang.

Polisi memperkirakan terdapat sekitar 50 pria bersenjata yang terlibat dalam serangan itu, tapi tidak ada yang berhasil ditangkap sejauh ini.

Menteri Dalam Negeri Joseph Ole Lenku mengatakan melalui Twitter bahwa para penyerang  memasuki kota dalam dua minibus umum.

Inspektur Jenderal Polisi David Kimaiyo mengatakan bahwa korban tewas telah melampaui angka 48 yang  sebelumnya telah ia konfirmasikan kepada AA.

"Lebih banyak lagi mayat yang ditemukan di hutan terdekat," katanya. "Kita mungkin berbicara tentang lebih dari 50 orang tewas sekarang."

Sementara ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, namun pemerintah Kenya telah menuduh pada kelompok mujahidin Somalia Al-Shabaab.

Al-Shabaab di masa lalu mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Kenya, dan mengancam untuk terus menargetkan negara Afrika Timur hingga mereka menarik pasukannya yang dikirim pada tahun 2011 ke Somalia.

Mpeketoni terletak 34km dari Lamu, sebuah kota Swahili-Arab yang dikatakan merupakan pusat populasi Kenya tertua yang terus dihuni. [ded412/world bulletin]

 

 

Tiga Kelompok Bersenjata Mali Terima Rencana Dialog

MALI (jurnalislam.com) – Tiga kelompok dari utara Mali setuju untuk memulai pembicaraan dengan pemerintah saat PBB memberikan peringatan atas ketidakstabilan regional di Negara tersebut.

Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad (MNLA), Dewan Tinggi untuk Unity of Azawad (HCUA) dan Gerakan Arab Azawad (MAA) menandatangani Deklarasi Algiers pada hari Minggu (16/06/2014), menuntut pembicaraan "inklusif" dengan pemerintah Bamako untuk memulai pembicaraan perdamaian yang ditujukan untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung lama di negara tersebut.

Dalam deklarasi tersebut, kelompok sepakat untuk terlibat "dialog dan negosiasi"dengan pemerintah, ditukar untuk pembebasan tahanan dan kondisi yang lebih baik bagi kembalinya para pengungsi.

Kepala Misi PBB di Mali, Albert Gerard Koenders, telah memperingatkan seluruh wilayah itu akan berada dalam bahaya jika perdamaian tidak dikembalikan ke utara.

"Wilayah ini akan berada dalam bahaya jika tidak ada rekonsiliasi," televisi pemerintah mengutip Koenders mengatakan.

Ban mengatakan kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di utara menjadi ancaman yang kuat bagi warga sipil, pasukan penjaga perdamaian PBB dan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Setelah kudeta militer pada tahun 2012, wilayah utara jatuh di bawah kendali kelompok separatis etnis Tuareg dan kemudian para pejuang al-Qaeda. [ded412/world bulletin]

 

 

Muhammadiyah Putuskan Syaum Ramadhan 1435 H Mulai Tanggal 28 Juni

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengurus Pusat Muhammadiyah memutuskan tanggal 1 Ramadhan 1435 H jatuh pada tanggal 28 Juni 2014. Keputusan Muhammadiyah ini diambil setelah melakukan hisab dengan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Dikatakan Ketua Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid Prof. Dr Yunahar Ilyas di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/6).

Prof. Dr Yunahar menambahkan, pada tanggal 27 Juni pukul 15.10 WIB telah terpenuhi tiga kriteria hisab hakiki wujudul hilal.

Tiga kriteria tersebut antara lain sudah terjadi ijtima’, yaitu konjungsi antara bulan dan matahari. Kemudian, ijtima’ tersebut harus terjadi sebelum maghrib tiba. Dan saat matahari terbenam bulan masih berada di atas ufuk atau horizon, berapapun derajatnya.

“Sebelum terbenam di Yogya, hilal (bulan) berada di atas ufuk sebesar 0 derajat 48 menit. Artinya sudah wujud,” katanya.

Oleh karena itu, pada malam setelah tanggal 27 Juni, Muhammadiyah menyerukan umatnya untuk mulai melaksanakan ibadah salat tarawih. Sehingga keesokan harinya sudah mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Editor : amaif

Sumber : Islampos

Pelacur dan Mucikari Akan Hadiri Peresmian Penutupan Dolly

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Meski diwarnai penolakan, acara peresmian penutupan lokalisasi Dolly akan dihadiri oleh pelacur, mucikari dan masyarakat sekitar Dolly. Dari data yang disampaikan oleh sekretaris MUI Jawa Timur, Muhammad Yunus, sebelum resmi ditutup, sudah ada 180 pelacur yang sukarela dipulangkan.

Menurut sekretaris MUI Jawa Timur, Muhammad Yunus, aksi penolakan yang gencar diekspos media tidak menunjukkan kenyataan lapangan.

“Mereka ini (yang menolak-red) kebanyakan preman, atau orang luar yang memiliki kepentingan untuk memperoleh sesuatu,” ujar Yunus di kantor MUI Jawa Timur (15/06).

Deklarasi penutupan Dolly pada tanggal 18 Juni 2014 terdiri dua acara. Acara pertama adalah Tabligh Akbar ormas Islam se-Jawa Timur dari pukul 13.00 WIB sampai waktu Ashar di depan gedung Grahadi. Sementara acara inti berupa deklarasi penutupan Dolly akan diadakan di Gedung Islamic Center yang berdekatan dengan lokalisasi Dolly pukul 19.00 WIB.

Deklarasi penutupan lokalisasi Dolly rencananya akan dibacakan dan ditandatangani oleh 100 orang, mencakup pelacur, mucikari, Lurah, Camat, personel TNI/BABINSA, Polsek dan Satpol PP Kecamatan.

Selain dari unsur masyarakat, pejabat terkait juga menghadiri deklarasi penutupan tersebut. Walikota Surabaya dan Gubernur Jawa Timur dijadwalkan untuk memberikan sambutan. Sementara Menteri Sosial Republik Indonesia dijadwalkan akan memberi memberi sambutan dan penyerahan dana bantuan modal usaha secara simbolis.

Reporter : surya, eza, JITU

Editor : Amaif

 

Sekretaris MUI Jatim: Tidak Ada Pengusiran Saat Penutupan Dolly

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Kekhawatiran penutupan Dolly memicu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), ditepis oleh Sekretaris MUI Jawa Timur, Muhammad Yunus. Menurutnya, penutupan Dolly sudah dirancang secara holistik dengan mempertimbangkan aspek humanis, integrasi dengan kebijakan sosial, dan solusi berkelanjutan.

Yunus menyatakan bahwa penutupan Dolly tidak akan dilangsungkan dengan mengusir paksa para pelacur atau mucikari. Paska resmi ditutup, baik mucikari dan pelacur diberi pilihan, pulang ke daerah asal masing-masing atau tetap tinggal di sana dengan larangan membuka kembali praktek prostitusi.

“Mereka diizinkan untuk tetap tinggal di sana tapi harus beralih kegiatan, jika tidak, sanksi hukum menanti,” ujar Yunus di kantor MUI Jawa Timur (15/06/2014).

Proses pemulangan dan pemberian stimulan modal usaha untuk eks-pelacur dilakukan sehari setelah Dolly ditutup pada tanggal 18 Juni 2014 nanti. Karena jumlah target sasaran yang banyak, sekitar 1022 orang, pembagian dilakukan secara bertahap per Rukun Warga (RW).

Eks pelacur Dolly yang dipulangkan dan berhak menerima modal usaha setidaknya harus memenuhi tiga syarat. Pertama, telah diferivikasi sebagai pelacur Dolly, kedua, telah mendapat pelatihan life skill, dan ketiga, telah mendapat pembekalan mental spiritual.

Yunus juga menekankan, setelah resmi Dolly resmi ditutup, tidak ada alasan bagi pelacur atau mucikari untuk terus beroperasi. Bahkan jika mereka beralasan belum menerima dana stimulan modal usaha.

Reporter : surya, eza, JITU

Editor : Amaif

 

 

2000 Orang Akan Hadiri Tabligh Kabar Penutupan Dolly

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Organisasi massa Islam se-Jawa Timur yang tergabung dalam “Gerakan Umat Islam Bersatu Jawa Timur” menggelar Tabligh Akbar di depan gedung Grahadi menyambut penutupan lokalisasi Dolly 18 Juni 2014 mendatang. Selain ormas Islam, organisasi kemahasiswaan se-Jawa Timur pun dikabarkan turut serta dalam Tabligh Akbar ini.

Massa yang akan hadir diprediksi mencapai 2000 orang yang mewakili masing-masing organisasi. Sepuluh orang perwakilan ormas Islam akan memberikan tausyiahnya dalam Tabligh Akbar ini.

  1. Abdushomad Bukhori dari MUI Jawa Timur
  2. Abdurrahman Nafis dari PWNU Jawa Timur
  3. Feri Yudi dari Muhammadiyah
  4. Ibnu Ali Tamam dari HTI
  5. Khoiruddin dari FPI
  6. Sudarmadi dari Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia
  7. Abdullah Azzam dari Hidayatullah
  8. Afto’ Maftuh dari Perserikatan Dakwah Al Haromain
  9. Slamet Junaidi dari IKADI Jawa Timur
  10. Ahmad Kusairi dari Persis
  11. Ali Badri Zaini dari IKAMA

Tabligh Akbar penutupan lokalisasi Dolly ini akan berlangsung dari pukul 13.00 sampai dengan waktu Ashar.

Reporter : surya, eza, JITU

Editor : Amaif

Terkait Pemukulan Slanker, JAT Hadiri Mediasi di Polrestabes Surakarta

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Mudiriyah Solo Ustadz Muhammad Soleh didampingi perwakilan dari Laskar Umat Islam Solo (LUIS) Endro Sudarsono, S.Pd, menghadiri mediasi di Polrestabes Surakarta terkait insiden pemukulan seorang Slanker di area car-free day di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Jawa Tengah, Ahad (15/6/2014).

Mediasi yang digelar di ruangan kanit intel Polrestabes Surakarta dan dihadiri langsung oleh Kapolres itu menghasilkan kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

“Tadi bersama Ustadz Soleh kami bertemu dengan Kapolres dan sudah adakan mediasi di sana. Intinya kita sudah berdamai,” kata perwakilan LUIS, Endro Sudarsono kepada Jurnalislam.com melalui sambungan telepon.

Insiden pemukulan yang mengakibatkan satu orang Slanker mengalami luka-luka itu terjadi ketika salah seorang laskar JAT memperingatkan seorang pemuda penggemar band Slank yang sedang mabuk, namun pemuda itu tidak terima dan berbalik memaki dengan kata-kata kotor. Anggota JAT yang terpancing emosinya itu langsung memukuli pemuda mabuk tersebut.

Meski pihak Slanker membantah bahwa ada anggotanya yang mabuk, namun Endro menyatakan bahwa dirinya menemukan minuman keras di lokasi kejadian. "Ya, kami menemukan miras di TKP," imbuhnya.

Reporter/Editor : Amaif

Malaysia Perketat Langkah-langkah Untuk Bendung ‘penyebaran militan’

MALAYSIA (jurnalislam.com) – Negara yang bisa dikatakan pelopor dan terdepan dalam hal  "Pergerakan Global Moderat" saat ini berupaya memerangi ancaman keamanan yang berkembang dari kelompok aktivis islam militan internasional yang akan menggunakan Negara tersebut sebagai markas dan rumah bagi militan, serta jalan masuk bagi pemberontak Filipina.

Negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut berusaha mengintensifkan tindakan keras melawan pertumbuhan sel-sel militan dan aktivis di negara itu, demikian dilaporkan The Malaysia Insider, Minggu (15/06/2014).
 

Wakil Menteri Dalam Negeri Datuk Wan Junaidi Tuanku Jaafar mengatakan kepada situs tersebut bahwa mereka akan merekrut petugas keamanan lebih banyak lagi untuk membantu pengumpulan data intelijen dan spionase.

Malaysia tidak akan pernah membiarkan dirinya dimanfaatkan sebagai tempat pelatihan bagi "kelompok islam militan," katanya.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, sejak mengambil alih kursi perdana menteri pada tahun 2009, telah melakukan pendekatan moderat terhadap semua ekstrimis, untuk memastikan perdamaian dan kemakmuran global.

Wan Junaidi mengatakan bahwa kepolisian negara itu, melalui divisi khusus the Special Branch Counter Terrorism, sedang memantau kegiatan yang diduga militan atau "teroris" di dalam negeri. Namun mereka baru akan beraksi setelah terdapat cukup bukti, ia menambahkan.

"Polisi bekerja sama dengan lembaga penegak hukum internasional, termasuk Interpol, untuk mengungkap kegiatan teror," katanya seperti dikutip.

Wan Junaidi bersumpah bahwa skuad anti-terorisme tidak akan berhenti sampai semua kegiatan militan di negara tersebut diakhiri.

Pada hari Sabtu, Wakil Kepala Polisi Mohd Bakri Zinin mengumumkan penangkapan tiga orang militant selama operasi kontra-terorisme di kota Sandakan negara timur Sabah.

Ketiga orang itu berusia antara 29 dan 31, dan ditahan karena menjadi bagian dari kelompok militer yang berencana untuk melakukan bom bunuh diri di Suriah dan Irak. Salah satu dari mereka dilaporkan telah menjadi seorang perwira Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, dan diduga membantu dua militan lainnya masuk ke Sabah.

Ketiga tersangka terkait dengan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) di Timur Tengah dan Al-Qaeda Abu Sayyaf di Filipina selatan.

Satuan Anti-Terorisme Malaysia telah menangkap 15 anggota kelompok tersebut sejak 28 April.

Awal bulan ini, seorang pekerja pabrik Malaysia berusia 26 tahun, Ahmad Tarmimi Maliki, disebut sebagai pelaku bom istisyhadiyah pertama asal Malaysia yang sukses, setelah muncul video di website ISIS yang menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab atas peledakkan 25 tentara elit Syiah Irak di markas SWAT Irak di Al-Anbar pada tanggal 26 Mei.

Polisi Malaysia pada hari Jumat juga mengatakan mereka telah menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam kegiatan militan di Borneo Malaysia. Seorang pejabat mengatakan bahwa salah satunya adalah seorang pemimpin senior yang telah dilatih oleh kelompok ekstremis Filipina Abu Sayyaf.

Ketiganya dilaporkan telah menjadi warga negara Malaysia.

Pada tahun 2010, pemimpin Malaysia menyerukan pembentukan "Pergerakan Global Moderat" dari semua agama.

Gerakan ini dibangun oleh orang-orang yang "berkomitmen untuk bekerja sama memerangi dan menyingkirkan ekstrimis yang telah menyandera dunia dengan kefanatikan dan prasangka mereka," kata Razak. [ded412/news desk/MRB]

Kapal USS George H.W. Bush Bergerak Menuju Laut Arab

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Kapal induk Amerika, USS George H.W. Bush telah diperintahkan untuk bergerak menuju Teluk Arab oleh Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel.

Kapal akan bergerak dari Utara Laut Arab dan jika ada opsi militer yang diperlukan, Kepala Komandan AS memiliki kewenangan untuk melindungi warga Negara Amerika, penduduk sipil dan kepentingan AS di Irak", kata sekretaris Pentagon John Kirby pada hari Sabtu.

Sebuah pernyataan Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa Kapal Indul USS George HW Bush telah meninggalkan pelabuhan asalnya Norfolk, Virginia, pada bulan Februari tahun ini dan beroperasi di wilayah Timur Tengah sebagai bagian dari terus-menerus rotasi pengiriman pasukan yang dikerahkan untuk mendukung operasi keamanan perairan.

"Kapal-kapal diharapkan bisa sampai ke Teluk malam ini."

Pengiriman kapal induk itu dilakukan karena ketegangan yang terus meningkat setelah mujahidin ISIS menguasai di kota Irak Mosul dan tiga provinsi lainnya. [amaif/worldbulletin]