AQAP Rilis Infographics Serangan

JURNALISLAM.COM  – Sebuah akun Twitter yang berafiliasi dengan Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) telah merilis dua infografis yang merinci kegiatan AQAP untuk kuartal pertama 1436 Hijriah.

Dua infographics yang ditampilkan di atas, dan laporan yang menyertainya diproduksi oleh AQAP, menunjukkan bahwa faksi jihad ini telah melakukan total 205 serangan dalam tiga bulan sejak awal tahun Islam.

AQAP memasukkan penembakan di kantor Charlie Hebdo di Paris pada tanggal 7 Januari sebagai salah satu dari 205 serangannya. AQAP memberi nama serangan itu sebagai "serangan Paris." Seorang pejabat senior AQAP sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas serangan Charlie Hebdo atas nama AQAP.

Kedua infographics tersebut mengkategorikan jenis operasi AQAP menjadi sepuluh jenis, termasuk penyergapan, penembakan sniper, dan serangan yang melibatkan operasi isytishad. Berdasarkan data yang disajikan oleh AQAP, AQAP mengandalkan penggunaan alat peledak improvisasi (IED) dalam tiga bulan terakhir.

Selain itu, laporan AQAP  juga menunjukkan bahwa para pemberontak sekte Syiah Houthi adalah target utama mereka, diikuti oleh militer Yaman, kemudian perwakilan Amerika dan Perancis di Yaman.

Selain pemberontak Syiah Houthi berhasil dalam menguasai pemerintahan Yaman, AQAP mengeluarkan infografis untuk menampilkan keberhasilannya.

Demikian juga Jabhah Nusrah, cabang resmi Al Qaeda di Suriah. Pada bulan September 2014, Jabhah Nusrah merilis ringkasan operasi mereka bulan sebelumnya dalam bahasa Inggris.

 

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom

Puluhan Polisi Filipina Tewas di Tangan Mujahidin Moro

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 30 orang tewas dalam pertempuran antara polisi dan gerilyawan Muslim di Filipina Selatan, di mana para gerilyawan telah menandatangani perjanjian damai yang ditunggu sejak lama dengan pemerintah tahun lalu.

Bentrokan terjadi hari Minggu (25/1/2015) ketika polisi berhadapan dengan para pejuang Front Pembebasan Islam Moro MILF. Pejabat-pejabat setempat mengatakan sebagian besar korban tewas justru polisi. Pertempuran mereda setelah tim monitor gencatan senjata melakukan campur tangan dan berupaya memisahkan kedua pihak, serta menenangkan situasi itu.

Pejabat-pejabat mengatakan polisi mencari tersangka teroris Zulkifli bin Hir tetapi tidak mengkoordinasikan langkah mereka dengan komite gencatan senjata di daerah itu.

Tahun lalu pemerintah Filipina dan MILF sepakat menandatangani perjanjian damai, mengakhiri pertempuran berdarah selama puluhan tahun. Sebagai imbalannya pemerintah Filipina memberi otonomi pada propinsi-propinsi di bagian selatan yang mayoritas dihuni warga Muslim.

Ally | Jurniscom

Tindaklanjuti Laporan Ormas Islam, Pemkot dan Polisi Kota Malang Razia Miras di Minimarket

MALANG (Jurnalislam.com) – Menyikapi laporan dari masyarakat serta Ormas Islam yang terkait banyaknya minimarket penjual miras, Kepolisian dan Pemerintah Kota Malang langsung bergerak. Terbitnya Permendag 6/2015 tentang pelarangn semua jenis miras, termasuk minuman beralkohol golongan A (minuman dengan alkohol di bawah 5%) dilarang dijual di minimarket juga mendasari aksi aparat.

Kemarin (24/1/2015) Polisi mengawali melakukan razia di Minimarket sekitar Kota Malang. Hasilnya, didapati ada empat minimarket yang berjualan miras. Polisi menyita berbagai merk Minuman keras dari dua minimarket Indomaret yang berjualan miras. Polisi menyita miras yang dipajang di Indomaret karena dua Indomaret tersebut kedapatan berjualan miras golongan A  tanpa izin. Minuman-minuman tersebut dipajang berdampingan dengan minuman ringan. Total, dari dua Indomaret tersebut, polisi berhasil menyita sebanyak 393 botol. Minuman beralkohol yang disita di antaranya adalah Mix Max, Bir Bintang, Anker Bir, Guinnes, Heineiken, Black Jack, dan Smirnof.

Sebenarnya, polisi juga menemukan miras di dua minimarket Alfamart di daerah Tlogomas. Hanya saja, dua minimarket tersebut mempunyai surat izin usaha perdagangan (SIUP) miras. Walau sudah punya izin menjual miras dari Pemerintah kota Malang, sebenarnya penjualan miras di Alfamart Tlogomas bertentangan dengan Permendag 20/2014, sebelum direvisi oleh Permendag 6/2015.

Sesuai dengan Permendag 20/2014, minimarket yang berdekatan dengan tempat ibadah, sekolah, permukiman, gelanggang remaja, rumah sakit, terminal, dan stasiun, dilarang keras berjualan miras. Alfamart Tlogomas ini lokasinya tepat di depan SDN II Tlogomas. Namun, polisi tak berani menyita karena Alfamart mengantongi izin nomor 517/297/35.73.407/2011 tentang ijin usaha minuman golongan A lengkap dengan tanda tangan Suharyono MSi, yang saat itu menjadi kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang

Kasat Reskoba Polres Malang Kota AKP Maryono menjelaskan, giat razia yang dilakukan polisi memang untuk menekan peredaran miras. Dan salah satu peredaran miras di Kota Malang adalah di Indomaret dan Alfamart yang banyak tersebar di kota pendidikan ini. Kapolres Malang kota mengatakan, Mengenai adanya minimarket yang berdekatan dengan sekolah dan berjualan miras, namun tak disita oleh polisi, dirinya masih belum mengetahui secara detail fakta di lapangan.

“Nantinya, arahnya sesuai dengan Permendag 6/2015. Seluruh minimarket harus bebas dari miras,”ucap Kapolres.

Selain polisi, Pemkot Malang kemarin juga mengambil langkah cepat membatasi peredaran miras di minimarket. Kemarin, WaliKota Malang Moch. Anton menandatangani surat pelarangan penjualan miras di minimarket. “Sudah saya perintahkan ke satpol PP serta dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag-red) untuk menyebar surat anti miras itu pada Senin) besok,” kata Anton kemarin.

Kedepan, jika surat pelarangan penjualan miras sudah tersebar, Walikota akan memberi waktu sekitar satu minggu agar minimarket tidak lagi menjual minuman keras. “Karena Menteri Perdagangan sudah melarang, ya harus kami jalankan aturan itu,”lanjut Anton.

Menurut Anton, setelah ada Permendag yang melarang penjualan minuman keras dengan kadar alkohol apapun, maka semua minimarket akan dilarang berjualan. Dalam minggu depan, pemkot akan menggelar razia bersama polisi. “Semua minimarket dilarang, tidak ada toleransi,” tandasnya.

Terkait razia yang sudah dilakukan polisi kemarin, Menurutnya, polisi sudah mempunyai itikad baik dalam memberantas miras.

Sedangkan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tri Widyani membenarkan, instasinya sudah mendapatkan perintah dari Walikota untuk menindak minimarket yang berjualan miras.

“Iya sudah ada perintah itu, akan kami tindak lanjuti,” ujar Tri. Selanjutnya, nantinya tim dari disperindag akan mengumpulkan pelaku usaha dari berbagai minimarket yang ada di Kota Malang.

Hilman | Jurniscom

Operasi Isytishad Hantam Perumahan Penjajah Asing di Kabul

KABUL (Jurnalislam.com) – Sebuah operasi isytishad pada hari Ahad  (25/01/2015) diberitakan telah menghantam kediaman penjajah asing dekat Bandar Udara Internasional Kabul.

Serangan isytishad dilakukan dengan sebuah truk penuh bahan peledak di wilayah Qasaba di kota Kabul sekitar pukul 6:00 Ahad pagi , meratakan bangunan perumahan asing. Lokasi serangan ditutup setelah ledakan. Jumlah kematian dan cedera belum diketahui.

Sedangkan di Helmand Mujahidin Imarah Islam di distrik Nawzad meluncurkan serangan terkoordinasi pada 2 pos pemeriksaan polisi  utama yang terletak di daerah Angrak Karez dan Garma Karez sekitar pukul 03:00 waktu setempat hari ini.

Serangan itu memicu pertempuran  satu jam di mana kedua pos tersebut benar-benar dihancurkan, 21 polisi bayaran tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Sebuah truk Kamaz dan APC juga hancur.

Pejabat menambahkan bahwa Mujahidin juga menyita sebuah APC, senapan mesin 3 PKM dengan 2600 putaran, 18 senapan dengan 9000 putaran, peluncur RPG dengan 36 putaran, tabung mortir dengan 61 putaran, 2 radio komunikasi, komputer, 14 rompi baju besi, sepasang NVGs, teropong, 2000 DShK putaran, 60000 Rupee Pakistan dan peralatan lainnya.

Dikatakan bahwa 8 Mujahidin juga terluka dalam operasi dan lainnya menemui syahid (semoga Allah menerima dia).

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Kekerasan Pasukan Zionis Terhadap Tawanan Dibawah Umur Meningkat

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Perwakilan Tawanan Muda di penjara ‘Israel’ Hasharon, Amin Ziyadah yang juga seorang tawanan mengungkap, kasus kekerasan terhadap tawanan Palestina di bawah umur meningkat saat mereka dalam proses pemindahan ke penjara lainnya.

Pernyataan Ziyadah ini disampaikan kepada kuasa hukum tawanan di bawah umur di penjara Hasharon Fawaz Shalwadi bahwa tawanan dibawah umur Malik Hamdan (17) dari al-Quds terakhir mendapatkan perlakukan kekerasan dari satuan pasukan ‘Israel’ Nahson saat dalam proses pemindahan. Bocah Palestina ini dipukul dengan pukulan fatal di bagian wajahnya dan sekujur tubuhnya. Akibatnya, ia harus dipindah ke rumah sakit tawanan Ramle. Bukan hanya bocah Malik, pengaduan semacam ini juga dilakukan oleh tawanan lainnya.

Saat ini sebanyak 38 tawanan Palestina di bawah umur (dibawah 18 tahun) dijebloskan dalam penjara ‘Israel’ Hasharun, 71 tawanan Palestina di bawah umur di penjara Magedo, 84 di penjara Over.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Unjuk Rasa Anti Islam di Jerman, Islamophobia Terhadap Perkembangan pesat Islam di Eropa

DRESDEN (Jurnalislam.com) – Ribuan orang berunjuk rasa di kota Jerman timur, Dresden, pada hari Ahad (25/1/2015) mengklaim bahwa negara mereka berada di bawah ancaman migrasi tak terkendali dan "Islamisasi."

Polisi Dresden mengatakan bahwa sekitar 17.300 orang berpartisipasi dalam unjuk rasa "Patriotik Eropa Menentang Islamisasi Barat," atau PEGIDA.

Penyelenggara mengklaim lebih dari 25 ribu orang menghadiri unjuk rasa tersebut.

Unjuk rasa tersebut menunjukkan dukungan untuk kelompok sayap kanan di Dresden meskipun tumbuh kecurigaan dalam opini publik tentang tindakan pemimpinnya.

Pendiri PEGIDA Lutz Bachmann mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Rabu di tengah perselisihan mengenai foto yang diposting di Facebook di mana ia berpakaian seperti Adolf Hitler.

Bachmann mengklaim foto itu adalah sebuah lelucon, tapi jaksa penuntut umum Dresden membuka penyelidikan kejahatan rasial dalam posting Facebook mantan pemimpin tersebut.

Polisi mengambil langkah-langkah keamanan yang ketat di Dresden pada hari Minggu dan berusaha mencegah bentrokan antara pendukung PEGIDA dan kelompok kiri yang juga menggelar aksi kontra-demonstrasi di kota. Sekitar 5 ribu aktivis menghadiri demonstrasi menentang xenofobia dan pengucilan imigran. Tidak ada insiden besar yang dilaporkan.

PEGIDA mengadakan rally terbesar pada 12 Januari 2015, setelah serangan di majalah satir Charlie Hebdo di Paris yang menewaskan 12 orang.

Mereka membatalkan demonstrasi yang direncanakan di Dresden pada 19 Januari karena penyelenggara mengatakan ada kemungkinan "ancaman terorisme."

Kelompok kanan populis biasanya mengadakan demonstrasi setiap hari Senin, namun penyelenggara mengubah ke hari minggu untuk mencegah bentrokan dengan lawan dan demonstran sayap kiri, yang juga menyerukan unjuk rasa besar pada hari Senin.

PEGIDA memulai protes mingguan mereka di Dresden dengan sekitar 500 demonstran, tetapi secara signifikan meningkatkan basis dukungannya dalam waktu tiga bulan.

Mereka telah mempraksai beberapa kelompok peniru di kota-kota besar Jerman lainnya, seperti KOEGIDA di Cologne, HAGIDA di Hamburg dan BAERGIDA di Berlin. Tapi tidak seperti PEGIDA, tak satu pun dari kelompok-kelompok ini bisa menarik perhatian orang banyak lebih dari 5 ribu.

Dresden adalah ibu kota negara bagian Saxony, yang merupakan bagian dari bekas komunis Jerman Timur antara 1949 dan 1989.

Tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi tetap menjadi masalah serius di negara bagian tersebut, 25 tahun setelah penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur.

Suara bagi Partai Demokrat Nasional Jerman, atau NPD (National Democratic Party), yaitu sebuah partai kanan-jauh di Jerman, naik 4,95 persen dalam pemilu negara di Saxony pada tahun 2014. Jerman baru-baru ini mendirikan gerakan anti-Euro, sebuah alternatif populis yang tepat untuk Jerman, atau AFD, yang menerima 9,7 persen suara dan memperoleh 14 kursi di parlemen negara.

Jerman adalah tempat tinggal bagi empat juta Muslim dan 98 persen dari mereka tinggal di negara bagian Jerman Barat. Di Saxony, di mana gerakan anti-Islam mendapat dukungan yang kuat, hanya 0,7 persen dari populasinya adalah Muslim.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Buat apa maulidan jika cinta kepada Rasulullah SAW tidak tumbuh?

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kurangnya reaksi pembelaan Ummat Islam Indonesia terhadap Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dari penistaan beliau oleh Majalah Charlie Hebdo, dinilai Sekjen MIUMI sebagai tanda bahaya.

Menurutnya, bukti cinta kepada Rasulullah adalah dengan pembelaan terhadap syiar-syiar kesucian Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana dilaporkan Kiblat pada Sabtu (24/1/2015).

“Indonesia ini kan mayoritas ya. Mayoritas ini kadang merasa dirinya sudah berislam, padahal dirinya sendiri sedang terkungkung,” ujar Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir kepada Kiblat, beberapa waktu lalu.

“Bahaya ketika orang Islam tidak peduli tentang penistaan kepada Nabinya SAW. Orang-orang Indonesia yang tidak peduli pada urusan ini, kemungkinan bukan orang Islam. Hanya simpatisan orang Islam yang sholat,” ungkap dai muda yang akrab disapa UBN ini.

Menurut Ustadz Bachtiar Nasir, bukti cinta kepada Rasulullah adalah dengan pembelaan terhadap syiar-syiar kesucian Nabi SAW. Jika kesucian Nabi dihinakan, Ummat Islam harus membelanya.

Ia kemudian menyebutkan sejumlah penghinaan terhadap simbol-simbol syiar nabi, mulai dari bendera hitam yang dinistakan, stempel Nabi Muhammad SAW yang diidentikkan dengan teroris, sampai kepada sosok nabinya sendiri yang dinistakan.

“Buat apa kita bermaulid kalau pada akhirnya ghirah kecintaan kepada Rasul itu tidak tumbuh,” tegasnya.

Ally | Kiblat | Jurniscom

Waspada Virus Merah Jambu “Valentine Day” Menyerang

Sahabatku yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala. Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassallam keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.

Memasuki bulan Februari di negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia (yaitu Indonesia) dengan jumlah penduduk ± 250 juta jiwa, tetapi malah justru ada suatu pemandangan yang menimbulkan tanda tanya besar bagi setiap orang yang mengaku muslim disini ketika menyikapi hari kasih sayang “Valentine Day” .

Coba kita perhatikan sebentar lagi di mal – mal, toko – toko swalayan bahkan toko buku turut menyediakan; kartu-kartu ucapan selamat yang umumnya berlogo cheo pad (dewa cinta dalam keyakinan Romawi kuno), asesoris, bunga- bunga berwarna merah jambu dan lain lain bahkan ada toko swalayan yang menjual paket coklat dengan hadiah kondom (astaghfirullah), kita lihat di hotel-hotel dan restoran mewah juga menyediakan paket Valentine, siaran radio dan acara televisi pun disusun sedemikian rupa untuk memeriahkan hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari nanti.

Yang menjadi pertanyaan adalah; apakah hari yang identik dengan perzinahan global ini merupakan tradisi Islam? kalau tidak, ini bentuk perayaan apa? perayaan umat musyrikin kah atau kafirin? lalu kenapa orang yang mengaku dirinya beragama Islam banyak yang ikut merayakannya? Lalu apa hukumnya, sehingga umat Islam tidak mengekor kepada perayaan umat musyrikin atau kafirin! Maka uraian singkat berikut ini in syaa Allah dapat memberikan jawaban tentang bagaimana seharusnya kita menyikapi virus merah jambu ini.

A. Sejarah Asal Muasal Hari Valentine

Sejarah Hari Valentine, mitos ‘Valentine’s Day’ atau asal muasal Hari Valentine. Menurut berbagai sumber on the net, ternyata hari Valentine (hari kasih sayang) memiliki sejarah yang rancu.

Dugaan yang beredar memiliki beberapa versi dibawah ini :

a. Perayaan hari Valentine termasuk salah satu hari raya bangsa Romawi paganis (penyembah berhala), di mana penyembahan berhala adalah kepercayaan mereka semenjak lebih dari 17 abad silam.

Perayaan Valentine tersebut merupakan ungkapan dalam kepercayaan paganis Romawi kecintaan terhadap sesembahan mereka.

Perayaan Valentine’s Day memiliki akar sejarah berupa beberapa kisah yang turun-temurun pada bangsa Romawi dan kaum Nasrani pewaris mereka. Kisah yang paling masyhur tentang asal-muasalnya adalah bahwa bangsa Romawi dahulu meyakini bahwa Romulus (pendiri kota Roma) disusui oleh seekor serigala betina, sehingga serigala itu memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran.

Bangsa Romawi memperingati peristiwa ini pada pertengahan bulan Februari setiap tahun dengan peringatan yang megah. Di antara ritualnya adalah menyembelih seekor anjing dan kambing betina, lalu dilumurkan darahnya kepada dua pemuda yang kuat fisiknya. Kemudian keduanya mencuci darah itu dengan susu. Setelah itu dimulailah pawai besar dengan kedua pemuda tadi di depan rombongan. Keduanya membawa dua potong kulit yang mereka gunakan untuk melumuri segala sesuatu yang mereka jumpai. Para wanita Romawi sengaja menghadap kepada lumuran itu dengan senang hati, karena meyakini dengan itu mereka akan dikaruniai kesuburan dan melahirkan dengan mudah.

b. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Tahu gak dewa Zeus? itu bokap-nya Hercules. Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, Dewa Kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal hari Valentine.

c. Menurut Ensiklopedi Katolik, nama Valentinus diduga bisa merujuk pada tiga martir atau santo yang berbeda yaitu dibawah ini:

1. Pastur di Roma
2. Uskup Interamna (modern Terni)
3. Martir di provinsi Romawi Afrika.

Hubungan antara ketiga martir ini dengan hari raya kasih sayang (Valentine) tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus.

Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berkunjung ke gereja ini pada hari Valentine (14 Februari), di mana peti dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

d. Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin.

Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa: For this was sent on Seynt Valentyne’s day (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus) Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya).

Pada jaman itu bagi para pencinta (baca : pezinah) sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:

  • Sore hari sebelum santo Valentinus akan mati sebagai martir, ia telah menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”.
  • Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam.
  • Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan kematian sebagai martir.

Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine.

Kesimpulan : Dari semua asal usul atau sejarah diatas bisa disimpulkan bahwa “hari Valentine memiliki latar belakang yang tidak jelas sama-sekali”, baik dari ceritanya maupun waktu terjadinya (perhatikan abad terjadinya sejarah diatas walaupun ada nama tokoh yang sama).

Itulah beberapa rangkuman tentang sejarah asal muasalnya Valentine.

B. Hukum Merayakan Valentine

Bagaimana hukum merayakan hari “Kasih Sayang” atau “Valentine Day” ?

Jawab : “Merayakan hari Valentine itu hukumnya Haram”, karena :

• Pertama : Valentine merupakan hari ritual orang- orang kafir atau orang musyrik yang dapat menjerumuskan kita pada kekafiran.

Menjalankan ritual agama lain adalah salah satu amalan pembatal ke imanan yang menyebabkan seseorang bisa menjadi murtad atau setidaknya merusak aqidahnya karena hal tersebut bentuk dari ke syirikan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, syirik dalam ibadah dan syirik dalam kecintaan.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi ( Qs Az Zumar : 65).

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Barang siapa yang murtad di antara kamu dari diennya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Qs Al-Baqarah: 217).

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az Zumar : 7)

Jadi murtad itu bukan hanya seseorang pindah agama dari Islam ke non Islam, tetapi melakukan perbuatan atau ucapan kekafiran yang mana hal tersebut merupakan pembatal ke iman-an juga bisa menyebabkan orang tersebut menjadi murtad.

• Kedua : Acara tersebut termasuk bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam, bidah tersebut disebut juga Bid’ah al-Mukkafirah. Ingat setiap bid’ah itu sesat, setiap kesesatan itu di neraka.

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنَّ كُلَّّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

“Sesungguhnya segala perkara yang diada-adakan (dalam urusan din) adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya neraka.” [HSR. Bukhori]
Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ, فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa yang mengikuti/ meniru-niru suatu kaum maka ia bagian dari mereka (sama dengan mereka).”
[Hadits No. 4031 Di riwayatkan oleh Abu Dawud dari Ibnu Umar]

Maka orang yang mengaku islam lalu ikut memeriahkan hari Valentine sesungguhnya dia adalah bagian dari umat Nasrani atau bagian dari kaum Animis romawi kuno.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ .. na’uzubillah !!.

• Ketiga : Valentine merupakan acara kemaksiatan yang jelas – jelas kemaksiatannya, yang mampu menjerumuskan kita pada perjinahan.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (Qs Al israa : 32).

Atau setidaknya ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan yang sangat bertentangan dengan petunjuk Al Qurkan, As sunnah dan pemahaman para Salaf shalih (pendahulu kita – semoga Allah meridhai mereka).

Al Hadist,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ [حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya. [Hadits Hasan riwayat Turmuzi – 2239]
Jadi berdasarkan keterangan diatas maka HARAM hukumnya melakukan ritual hari Valentine, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya.

Memang sudah sepatutnya setiap muslim harus merasa bangga dengan agamanya, tidak boleh menjadikan agama lain sebagai tuntunannya, bahkan ikut-ikutan dalam perayaan agama lain, yang memang sudah pasti dilarang dalam syariat Islam. Padahal dalam shalat kita, kita sering meminta petunjuk kepada Allah Subhanahu wa ta’ala .

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)

Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ke syirikan), segala amal amal kemaksiatan yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga kita semua diliputi dengan bimbingan Allah Subhanahu wa ta’ala (Al Qur’an dan Hadist).

Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ ( loyalitas kepada syariat dan berlepas diri dari ajaran ajaran serta golongan kafir) yang mana hal itu merupakan dasar akidah yang dipegang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan para salafus shalih, yaitu mencintai syariat Allah, mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam akidah, ibadah, akhlak dan perilakunya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman ,

‫‫قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُو () لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ () وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ () وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ () وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ () لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ()‬‬

Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir,aku tidak akan menyembah (mentaati, mengikuti, tunduk, ibadahi) apa yang kamu sembah. (taati, ikuti, ibadahi), Dan kamu bukan penyembah Rabb yang aku sembah.Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Rabb yang aku sembah.Untukmulah Dienmu (milahmu, manhajmu, syariatmu) dan untukkulah Dienku (milahku, manhajku, syariatku).
(Qs Al Kafirun : 1-6)

Sahabatku, jadi sudah sepatutnya kita berhati-hati dalam melakukan suatu amalan seperti perayaan perayaan yang tidak jelas terlebih bersumber dari ajaran diluar Islam agar kita senantiasa terjaga ke Iman-an kita dari hal-hal yang menyelisihi syariat.

Demikianlah materi tentang Valentine Day, sejarah dan hukum merayakannya semoga penjelasan yang singkat ini bermafaat.

Wallohu a’lam.

Umat Islam Tasikmalaya Kutuk Penghina Nabi

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ratusan massa dari berbagai ormas Islam, pesantren danmajelis taklim yang tergabung dalam Aliansi Aktifis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Adipura depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (24/1/2015). Seperti umat Islam di daerah lainnya, massa dari Al Mumtaz juga mengecam penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad SAW yang kembali dilakukan majalah Prancis Charlie Hebdo dalam edisi terbarunya.

Ketua Al Mumtaz sekaligus koordinator aksi, Abu Hazmi, menyatakan bahwa umat Islam Tasikmalaya mengutuk keras segala bentuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan menuntut hukuman mati bagi pelakunya.

"Aksi ini dalam rangka membela Rasulullah yang telah dihina dan dilecehkan orang kafir dari kalangan Atheis, fasis. Kami menyeru kaum muslimin untuk ribath, bersiap siaga dan bangkit melawan musuh-musuh Islam yang semakin berani terhadap Islam," tegasnya.

Abu Hazmi juga menyatakan Al Mumtaz sepenuhnya mendukung dua mujahid bersaudara asal Prancis, Cherif dan Said Kouachi. "Mereka bukan teroris tapi mujahid yang harus kita dukung," ujarnya.

Aliansi ini terdiri dari Jamaah Ansharusyariah, Majelis Mujahidin, Front Pembela Islam (FPI), Brigade Tholiban, Brigade Syuhada, Lembaga Pengawasan dan Pengembangan Umat (LPPU), Forum Silaturahmi Umat Islam (Forsil), Majelis Shalawat, Majelis Ilmu Al Fathonah, Ponpes Nurussalam, Ponpes Sulalatul Huda, Ponpes Annajiyah, Persaudaraan Muslim, dll.

Setelah berorasi, massa longmarch mengelilingi pusat Kota Tasikmalaya dengan dijaga ketat puluhan aparat kepolisian bersenjata lengkap.

Reporter : Aryo | Editor : Ally | Jurniscom

Masih Ingat Pembantaian Muslim Bijeljina, Bosnia 1992?

Hari Pertama Genosida: Pembantaian Bijeljina, 31 Maret 1992.

PEMBANTAIAN besar-besaran Bijeljina mengacu pada pembunuhan ribuan kaum Muslimin Bosnia oleh kelompok militer dan paramiliter Serbia, terutama Harimau Arkan (Arkan Tigers), selama bulan-bulan pertama dari Genosida (pembersihan etnis) Muslim Bosnia pada tahun 1992.

Gambar 1 – Hari Pertama Genosida Bosnia, 31 Maret 1992. Pasukan Serbia memburu dan membunuh warga sipil Bosnia di kota Bijeljina (dekat perbatasan Serbia).

Milisi Harimau Arkan, yang menikmati dukungan penuh logistik dan militer dari aparatur Keamanan Negara Serbia, menginvasi Bijeljina pada 31 Maret 1992 selama bulan suci Ramadhan. Dalam minggu-minggu dan bulan berikutnya, ribuan umat Islam Bosnia dianiaya, disiksa, diperkosa dan dibunuh di Bijeljina. Fotografer Ron Haviv berada di Biljeina untuk menyaksikan dan mengambil beberapa foto ikonik yang menegaskan- dari pembersihan etnis oleh Serbia di Bijeljina – kekejian yang menjadi pola serupa dengan Genosida Bosnia 1992-1995.

Jovan Dimitrijevic, yang tampil sebagai saksi pembela dalam kasus Simatovic, bersaksi bahwa orang yang menendang kepala warga sipil (pada foto di bawah) adalah Srdjan Golubovic "Maks". Dimitrijevic menyatakan bahwa warga sipil itu tidak hidup ketika ditendang. Namun, menurut anggota lain Arkan, Goran Gerovac, yang bertugas di Relawan Penjaga Serbia, warga sipil tersebut masih hidup ketika mereka tendang. Gerovac mengatakan warga sipil Bosnia juga ditendang oleh Nebojša Djordjevic Suca (yang bisa dilihat di tengah foto itu).

Gambar 2 – Hari Pertama Genosida Bosnia, 31 Maret 1992. Milisi Salib Harimau Arkan membunuh dan menendang warga sipil Muslim Bosnia selama perang pertama bagi Bosnia di Bijeljina, Bosnia, 31 Maret 1992. Unit paramiliter Serbia bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan orang selama perang Bosnia, dan Milisi Arkan kemudian didakwa atas kejahatan perang.

Genosida Bijeljina: Waktu Jaksa melawan Slobodan Milosevic, Pengadilan Kriminal Internasional menolak "mosi untuk pertimbangan pembebasan" dan menyimpulkan bahwa Genosida terjadi di tujuh kota Bosnia, termasuk Bijeljina. Pada tanggal 16 Juni 2004, Pengadilan memutuskan:

"Atas dasar kesimpulan yang dapat ditarik dari bukti ini, Ruang Peradilan bisa yakin tanpa ragu bahwa terdapat sebuah bentuk usaha kejahatan bersama, yang melibatkan keanggotaan pimpinan Serbia Bosnia, yang niat dan tujuannya adalah untuk menghancurkan sebagian dari populasi Muslim Bosnia, dan genosida itu secara fakta dilakukan di Brcko, Prijedor, Sanski Most, Srebrenica, Bijeljina, Kljuc dan Bosanski Novi. Maksud tujuan genosida oleh kepemimpinan Serbia dapat disimpulkan dari semua bukti, termasuk bukti yang dapat dilihat dalam paragraf 238 -245. Pola dan skala serangan, intensitas mereka, sejumlah besar umat Islam dibunuh dalam tujuh kota, penahanan umat Islam, perlakuan brutal mereka di pusat-pusat penahanan dan di tempat lainnya, serta penargetan orang-orang penting bagi kelangsungan hidup umat Islam sebagai sebuah kelompok merupakan faktor-faktor yang mengarah ke genosida."

Hari Pertama Genosida Bosnia, 31 Maret 1992, kelompok paramiliter Serbia, yang disediakan oleh Serbia dan dipimpin oleh Zeljko Raznatovic (Arkan), membantai ratusan warga sipil Bosnia di kota Bijeljina di timur laut Bosnia, dekat perbatasan dengan Serbia. Pada kedatangan minggu dan bulan, ribuan warga sipil Bosnia disiksa, diperkosa, dipenjara dan dibunuh di Bijeljina.

Faris | bosniangenocide | Jurniscom