Waspada Virus Merah Jambu “Valentine Day” Menyerang

Waspada Virus Merah Jambu “Valentine Day” Menyerang

Sahabatku yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala. Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassallam keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.

Memasuki bulan Februari di negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia (yaitu Indonesia) dengan jumlah penduduk ± 250 juta jiwa, tetapi malah justru ada suatu pemandangan yang menimbulkan tanda tanya besar bagi setiap orang yang mengaku muslim disini ketika menyikapi hari kasih sayang “Valentine Day” .

Coba kita perhatikan sebentar lagi di mal – mal, toko – toko swalayan bahkan toko buku turut menyediakan; kartu-kartu ucapan selamat yang umumnya berlogo cheo pad (dewa cinta dalam keyakinan Romawi kuno), asesoris, bunga- bunga berwarna merah jambu dan lain lain bahkan ada toko swalayan yang menjual paket coklat dengan hadiah kondom (astaghfirullah), kita lihat di hotel-hotel dan restoran mewah juga menyediakan paket Valentine, siaran radio dan acara televisi pun disusun sedemikian rupa untuk memeriahkan hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari nanti.

Yang menjadi pertanyaan adalah; apakah hari yang identik dengan perzinahan global ini merupakan tradisi Islam? kalau tidak, ini bentuk perayaan apa? perayaan umat musyrikin kah atau kafirin? lalu kenapa orang yang mengaku dirinya beragama Islam banyak yang ikut merayakannya? Lalu apa hukumnya, sehingga umat Islam tidak mengekor kepada perayaan umat musyrikin atau kafirin! Maka uraian singkat berikut ini in syaa Allah dapat memberikan jawaban tentang bagaimana seharusnya kita menyikapi virus merah jambu ini.

A. Sejarah Asal Muasal Hari Valentine

Sejarah Hari Valentine, mitos ‘Valentine’s Day’ atau asal muasal Hari Valentine. Menurut berbagai sumber on the net, ternyata hari Valentine (hari kasih sayang) memiliki sejarah yang rancu.

Dugaan yang beredar memiliki beberapa versi dibawah ini :

a. Perayaan hari Valentine termasuk salah satu hari raya bangsa Romawi paganis (penyembah berhala), di mana penyembahan berhala adalah kepercayaan mereka semenjak lebih dari 17 abad silam.

Perayaan Valentine tersebut merupakan ungkapan dalam kepercayaan paganis Romawi kecintaan terhadap sesembahan mereka.

Perayaan Valentine’s Day memiliki akar sejarah berupa beberapa kisah yang turun-temurun pada bangsa Romawi dan kaum Nasrani pewaris mereka. Kisah yang paling masyhur tentang asal-muasalnya adalah bahwa bangsa Romawi dahulu meyakini bahwa Romulus (pendiri kota Roma) disusui oleh seekor serigala betina, sehingga serigala itu memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran.

Bangsa Romawi memperingati peristiwa ini pada pertengahan bulan Februari setiap tahun dengan peringatan yang megah. Di antara ritualnya adalah menyembelih seekor anjing dan kambing betina, lalu dilumurkan darahnya kepada dua pemuda yang kuat fisiknya. Kemudian keduanya mencuci darah itu dengan susu. Setelah itu dimulailah pawai besar dengan kedua pemuda tadi di depan rombongan. Keduanya membawa dua potong kulit yang mereka gunakan untuk melumuri segala sesuatu yang mereka jumpai. Para wanita Romawi sengaja menghadap kepada lumuran itu dengan senang hati, karena meyakini dengan itu mereka akan dikaruniai kesuburan dan melahirkan dengan mudah.

b. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Tahu gak dewa Zeus? itu bokap-nya Hercules. Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, Dewa Kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal hari Valentine.

c. Menurut Ensiklopedi Katolik, nama Valentinus diduga bisa merujuk pada tiga martir atau santo yang berbeda yaitu dibawah ini:

1. Pastur di Roma
2. Uskup Interamna (modern Terni)
3. Martir di provinsi Romawi Afrika.

Hubungan antara ketiga martir ini dengan hari raya kasih sayang (Valentine) tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus.

Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berkunjung ke gereja ini pada hari Valentine (14 Februari), di mana peti dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

d. Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin.

Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa: For this was sent on Seynt Valentyne’s day (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus) Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya).

Pada jaman itu bagi para pencinta (baca : pezinah) sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:

  • Sore hari sebelum santo Valentinus akan mati sebagai martir, ia telah menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”.
  • Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam.
  • Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan kematian sebagai martir.

Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine.

Kesimpulan : Dari semua asal usul atau sejarah diatas bisa disimpulkan bahwa “hari Valentine memiliki latar belakang yang tidak jelas sama-sekali”, baik dari ceritanya maupun waktu terjadinya (perhatikan abad terjadinya sejarah diatas walaupun ada nama tokoh yang sama).

Itulah beberapa rangkuman tentang sejarah asal muasalnya Valentine.

B. Hukum Merayakan Valentine

Bagaimana hukum merayakan hari “Kasih Sayang” atau “Valentine Day” ?

Jawab : “Merayakan hari Valentine itu hukumnya Haram”, karena :

• Pertama : Valentine merupakan hari ritual orang- orang kafir atau orang musyrik yang dapat menjerumuskan kita pada kekafiran.

Menjalankan ritual agama lain adalah salah satu amalan pembatal ke imanan yang menyebabkan seseorang bisa menjadi murtad atau setidaknya merusak aqidahnya karena hal tersebut bentuk dari ke syirikan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, syirik dalam ibadah dan syirik dalam kecintaan.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi ( Qs Az Zumar : 65).

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Barang siapa yang murtad di antara kamu dari diennya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Qs Al-Baqarah: 217).

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az Zumar : 7)

Jadi murtad itu bukan hanya seseorang pindah agama dari Islam ke non Islam, tetapi melakukan perbuatan atau ucapan kekafiran yang mana hal tersebut merupakan pembatal ke iman-an juga bisa menyebabkan orang tersebut menjadi murtad.

• Kedua : Acara tersebut termasuk bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam, bidah tersebut disebut juga Bid’ah al-Mukkafirah. Ingat setiap bid’ah itu sesat, setiap kesesatan itu di neraka.

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنَّ كُلَّّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

“Sesungguhnya segala perkara yang diada-adakan (dalam urusan din) adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya neraka.” [HSR. Bukhori]
Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ, فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa yang mengikuti/ meniru-niru suatu kaum maka ia bagian dari mereka (sama dengan mereka).”
[Hadits No. 4031 Di riwayatkan oleh Abu Dawud dari Ibnu Umar]

Maka orang yang mengaku islam lalu ikut memeriahkan hari Valentine sesungguhnya dia adalah bagian dari umat Nasrani atau bagian dari kaum Animis romawi kuno.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ .. na’uzubillah !!.

• Ketiga : Valentine merupakan acara kemaksiatan yang jelas – jelas kemaksiatannya, yang mampu menjerumuskan kita pada perjinahan.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (Qs Al israa : 32).

Atau setidaknya ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan yang sangat bertentangan dengan petunjuk Al Qurkan, As sunnah dan pemahaman para Salaf shalih (pendahulu kita – semoga Allah meridhai mereka).

Al Hadist,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ [حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya. [Hadits Hasan riwayat Turmuzi – 2239]
Jadi berdasarkan keterangan diatas maka HARAM hukumnya melakukan ritual hari Valentine, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya.

Memang sudah sepatutnya setiap muslim harus merasa bangga dengan agamanya, tidak boleh menjadikan agama lain sebagai tuntunannya, bahkan ikut-ikutan dalam perayaan agama lain, yang memang sudah pasti dilarang dalam syariat Islam. Padahal dalam shalat kita, kita sering meminta petunjuk kepada Allah Subhanahu wa ta’ala .

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)

Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ke syirikan), segala amal amal kemaksiatan yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga kita semua diliputi dengan bimbingan Allah Subhanahu wa ta’ala (Al Qur’an dan Hadist).

Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ ( loyalitas kepada syariat dan berlepas diri dari ajaran ajaran serta golongan kafir) yang mana hal itu merupakan dasar akidah yang dipegang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan para salafus shalih, yaitu mencintai syariat Allah, mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam akidah, ibadah, akhlak dan perilakunya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman ,

‫‫قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُو () لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ () وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ () وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ () وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ () لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ()‬‬

Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir,aku tidak akan menyembah (mentaati, mengikuti, tunduk, ibadahi) apa yang kamu sembah. (taati, ikuti, ibadahi), Dan kamu bukan penyembah Rabb yang aku sembah.Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Rabb yang aku sembah.Untukmulah Dienmu (milahmu, manhajmu, syariatmu) dan untukkulah Dienku (milahku, manhajku, syariatku).
(Qs Al Kafirun : 1-6)

Sahabatku, jadi sudah sepatutnya kita berhati-hati dalam melakukan suatu amalan seperti perayaan perayaan yang tidak jelas terlebih bersumber dari ajaran diluar Islam agar kita senantiasa terjaga ke Iman-an kita dari hal-hal yang menyelisihi syariat.

Demikianlah materi tentang Valentine Day, sejarah dan hukum merayakannya semoga penjelasan yang singkat ini bermafaat.

Wallohu a’lam.

Bagikan