Meningkatnya Kekuatan Al-Qaeda di Suriah

Meningkatnya  Kekuatan  Al-Qaeda di Suriah

 

•Saat Islamic State menjadi topik pemberitaan, al-Qaeda afiliasi Suriah, Jabhah Nusra (JN), berhasil memperkuat pengaruh dan posisinya dalam perang sipil Suriah, dengan cara bekerja sama dengan kelompok pejuang lainnya.

• Jabhah Nusrah meningkatkan kekuatannya di Suriah dengan tidak berfokus menaklukan wilayah teritorial melainkan lebih menguatkan hubungan dengan seluruh kekuatan lokal dan suku yang terbukti lebih kuat terhadap upaya perdamaian Suriah dibandingkan Islamic State (IS).

• Di mata kelompok pejuang lainnya, Jabhah Nusrah sangat diandalkan untuk melawan rezim Assad. Hal ini berarti kelompok 'moderat' yang paling berpengaruh yang telah dilatih Barat akan membelot menjadi afiliasi AQ.

• Terlalu banyak pihak, bahkan AQ juga, yang percaya bahwa IS itu terlalu kejam, sedangkan Jabhah Nusrah yang dianggap lebih bijaksana. Contohnya, pada pertengahan Januari, IS merajam sampai mati seorang wanita yang dituduh berzina sementara Jabhah Nusrah menembak dua wanita untuk alasan yang sama.

 

Perhatian yang tercurah kepada IS di Irak dan Suriah menyebabkan tindakan afiliasi al-Qaeda di Suriah berhasil masuk menyelinap di bawah radar publik. Hal ini terjadi karena Jabhah Nusrah tidak hanya langsung terkait dengan al-Qaeda Pusat yang dipimpin oleh Ayman al-Zawahiri, tetapi juga karena kelompok ini melibatkan diri sendiri masuk ke dalam perang sipil Suriah. Sehingga, menghancurkan Jabhah Nusrah dalam perang Suriah akan jauh lebih sulit daripada menghancurkan IS.

Keberhasilan Jabhah Nusrah di Suriah bukan karena lebih moderat dibandingkan dengan Islamic State tetapi karena Jabhah Nusrah mampu bergabung dan bekerja sama dengan kelompok-kelompok pejuang lainnya yang berjuang untuk menggulingkan rezim Syiah Assad.

Jabhah Nusrah membentuk aliansi lemah dengan kelompok pemberontak hanya berdasarkan tujuan bersama melawan pasukan Assad tetapi kemudian akan berbalik menyerang kelompok pemberontak tersebut ketika waktunya cocok. Jabhah Nusrah juga memiliki kemampuan memasukkan anggotanya dalam organisasi lain.

Runtuhnya kelompok pemberontak yang didukung Barat yang dipimpin oleh Jamal Maarouf pada bulan September 2014 adalah sebagian hasil dari infiltrasi massa oleh mujahidin Jabhah Nusrah. Taktik tersebut telah digunakan oleh Jabhah Nusrah lagi dan lagi.

Keberhasilan Jabhah Nusrah ini terus menjadi perhatian saat upaya regional dan internasional untuk melatih dan mempersenjatai pemberontak 'moderat' meningkat di tahun-tahun yang akan datang. Ini bukan gagasan hipotetis: seorang sandera yang dibebaskan, Peter Theo Curtis, menulis tentang bagaimana mujahidin Jabhah Nusrah berhasil berbaur dengan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dan di kamp-kamp pelatihan yang didukung Barat. Jabhah Nusrah akan berupaya keras untuk memasukkan anggotanya ke dalam pelatihan.

Bukti lain bahwa Jabhah Nusrah telah menyelinap di bawah radar adalah adanya keyakinan yang sering diulang-ulang bahwa IS terlalu memusuhi  Al Qaedah (AQ) dan Jabhah Nusrah. Oleh karena itu Jabhah Nusrah dianggap tidak sama dan lebih bijak.

Pendapat bahwa Jabhah Nusrah tidak keras seperti Islamic State adalah pendapat yang salah; karena kedua kelompok tersebut pada awalnya mengikuti tokoh jihad yang sama yaitu Syeikh Osama bin Ladin, meskipun sekarang cara mereka berbeda.

Jabhah Nusrah menantang semua pihak yang bertikai di Suriah, serta menantang lembaga kontraterorisme. Serangan udara militer AS telah berulang kali gagal saat mentargetkan anggota "kelompok Khorasan," yaitu para pejuang dan pelatih yang melakukan perjalanan dari Pakistan dan Afghanistan ke Suriah di bawah arahan AQ Pusat. Pejuang ini akan menimbulkan ancaman mematikan jika mereka dapat menemukan musuh.

Anggota lokal Jabhah Nusrah  kemungkinan akan menimbulkan ancaman jangka panjang bagi rezim Suriah dan wilayah sekitarmya. Jabhah Nusrah merupakan entitas adat yang tidak akan pernah bisa dilakukan oleh IS

IS berusaha untuk melawan semua pihak selainnya, sedangkan JN dan AQ Pusat telah bermain lama di Suriah, membangun hubungan melalui jalur kekeluargaan dan kesukuan yang akan bertahan lama, walaupun mereka kadang-kadang berperang melawan kelompok pemberontak dukungan barat.

Saat JN/AQ berhasil melawan rezim Syiah Assad dan bekerja sama dengan pejuang lainnya sambil membiarkan IS mengklaim kelompok jihad lainnya sebagai kelompok biadab (pendengki), JN/AQ sebenarnya sedang mempersiapkan untuk pertempuran jangka panjang.

Setiap pendekatan untuk mengakhiri perang sipil Suriah dengan mengalahkan rezim Assad akan menghadapi kenyataan bahwa Jabhah Nusrah adalah kelompok terbaik dalam posisi melawan rezim Syiah Assad sekarang dan tidak akan mudah diganti. Ini berarti bahwa solusi militer untuk Suriah yang tidak pasti dan masih jauh, akan selalu ada Al-Qaeda yang terlibat didalamnya, apapun nama yang disandang lainnya oleh AL QAEDA.

 

Deddy | soufangroup | Jurniscom

Mujahidin IIA Memperoleh Kemenangan di Dua Provinsi

FARYAB (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam Afghanistan di Qisar kabupaten provinsi Faryab utara meledakkan sebuah truk pickup ANA menggunakan IED pada hari Senin (27/01/2015) pukul 11:00, menewaskan 5 orang bersenjata dalam kendaraan dan menyebabkan yang lain terluka di daerah Kajnawa.

Konvoi musuh yang melewati daerah tersebut kemudian terlibat, memicu bentrokan yang berlangsung sampai sekitar pukul 4:00 sore hari di mana sebuah APC juga ditembak dan dihancurkan dengan 4 kali tembakan RPG, mengakibatkan total 8 orang bersenjata tewas termasuk dua komandan utama (Rafi’ullah s/o Abdul Hanan dan Muhammad Qaseem s/o Muhammad Alim) serta 5 lainnya luka-luka

Segala puji hanya bagi Allah, tidak ada Mujahidin yang terluka dalam pertempuran tersebut.

Di hari yang sama di provinsi  Helmand, Sekitar 01:00 waktu setempat, Mujahidin Imarah Islam Afghanistan di distrik Sangin meluncurkan serangan terkoordinasi di sebuah pos musuh di daerah Shakar Shela dan pos pemeriksaan Hamam di dalam kabupaten.

Serangan itu memicu pertempuran sengit yang berlangsung sampai sekitar pukul 5:00 pagi dan merusak pos-pos pemeriksaan, menewaskan 14 pria bersenjata, melukai 5 orang dan menangkap hidup-hidup 5 orang lainnya, serta membakar dan menghancurkan 2 APC yang sedang diparkir di dalam.

Para pejabat setempat mengatakan bahwa 6 senapan AS, 3 senapan mesin AS dengan 5000 putaran, peluncur RPG dengan 200 putaran, SVD sniper, tabung mortir, Radio Komunikasi, 2 komputer dan peralatan direbut mujahidin, serta menambahkan bahwa hanya 1 Mujahid yang terluka dalam operasi yang sukses tersebut.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Pasukan Kristen Serbia Memperbudak Muslimah Bosnia

Seorang gadis Muslimah Bosnia (15 tahun) mengatakan ia dan perempuan lain diperkosa oleh 19 tentara Serbia. Dia melarikan diri melalui jendela dan berlari lebih dari empat mil melewati hutan menuju wilayah yang dikuasai pemerintah Bosnia. Hidung dan telinga saudara lelakinya dipotong ketika ia menolak untuk memperkosa ibu mereka, gadis tersebut memberi kesaksian kepada pekerja bantuan.

ZENICA, BOSNIA HERZEGOVINA ( jurnalislam.com ) – Gadis itu menutup matanya tapi tidak bisa menghalangi tawa tentara Serbia ketika mereka memegangi lengan kecilnya dan memperkosanya berulang-ulang.

Dia tidak ingat berapa kali, namun dia ingat tertawa mereka : ketika mereka memperkosa dirinya dan sang ibu, yang kemudian ditembak dan dibunuh di rumah mereka di ZEPA, di Bosnia timur.

Gadis -12 tahun- itu juga ditembak, tapi ia selamat dan berhasil tiba wilayah yang dipegang pemerintah (Bosnia), Zenica di Bosnia tengah.

"Saya yakin hidupnya hancur," kata Mirha Pojskic, seorang psikolog di pusat Medica, yang mengkhususkan diri dalam membantu memulihkan perempuan dan anak-anak dari kekejaman masa perang.

Kisah gadis itu –sampai beberapa halaman dalam catatan buku kasus (casebook) tebal di Medica- suatu hari nanti bisa menjadi salah satu kisah yang diceritakan kembali di ruang sidang yang jauh. Sejak perjanjian perdamaian, para penyelidik kejahatan perang telah menambah kumpulan kesaksian dan bukti tuduhan pemerkosaan massal dan penggunaan kekerasan seksual sebagai kebijakan militer.

"Ini bisa menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah bahwa kedepannya perempuan akan maju untuk bersaksi tentang pemerkosaan setelah perang usai," kata Jasna Baksic-Muftic, sekretaris jenderal Sarajevo dari Divisi Persatuan Asosiasi Perempuan Bosnia. "Ini bisa menjadi tonggak yang sangat penting bagi jaksa kejahatan perang."

Berbagai kelompok bantuan dan konseling telah menghabiskan beberapa minggu terakhir mengorganisir catatan pasien mereka untuk peneliti dan meminta para korban apakah mereka akan bersedia untuk bersaksi di pengadilan. Ini adalah sebuah pertanyaan halus.

"Jika mereka mengatakan 'Tidak', itu sudah cukup. Kami tidak ingin mendorong mereka terlalu keras dan menimbulkan resiko terhadap semua terapi," kata Pojskic Rabu.

Medica telah memperlakukan korban perkosaan dari usia semuda 12 tahun dan setua 62 tahun, banyak dari mereka adalah pengungsi dari Bosnia timur. Kelompok Koridor-Pusat konseling Sarajevo telah menyusun puluhan kasus, termasuk wanita yang hamil dari pemerkosaan baik yang melahirkan atau yang memilih untuk aborsi -kadang-kadang dengan prosedur yang sederhana di rumah .

Dokumen lembaga bantuan Barat yang diperoleh The Associated Press memberikan contoh kesaksian yang dikumpulkan di Tuzla, kota pemerintah yang paling dekat dengan wilayah timur yang dikuasai oleh Serbia.

  • Seorang gadis berusia 15 tahun itu mengatakan ia dan perempuan lain diperkosa oleh 19 tentara Serbia. Dia melarikan diri melalui jendela dan berlari lebih dari empat mil melewati hutan menuju wilayah yang dikuasai pemerintah Bosnia. Hidung dan telinga saudara lelakinya dipotong ketika ia menolak untuk memperkosa ibu mereka, gadis tersebut memberi kesaksian kepada pekerja bantuan.
  • Seorang wanita mengaku anak 11 tahunnya dikubur hidup-hidup setelah ia dipaksa untuk menonton tentara Serbia memperkosa dan memukulinya .
  • Tentara Serbia menyayat gambar salib di kepala seorang wanita Muslimah setelah ia diperkosa secara bergerombol.

Utusan HAM Amerika Serikat, John Shattuck mengatakan Departemen Luar Negeri dan PBB telah mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung klaim bahwa perkosaan adalah "salah satu bidang utama di mana kejahatan perang berlangsung."

"Bukti itu, saya yakin, sedang ditinjau dengan teliti oleh pengadilan kejahatan perang," katanya pekan ini di Sarajevo.

Sidang pembukaan pengadilan The Hague tersebut, yang dijadwalkan pada 18 Maret akan menandai untuk pertama kalinya bahwa tindak perkosaan termasuk sebagai kejahatan perang. Seorang wanita, yang diidentifikasi hanya (dengan inisial nama) sebagai "F" dalam dokumen pengadilan, hadir untuk bersaksi melawan Dusan Tadic, seorang penjaga penjara Serbia yang dituduh melakukan pembunuhan, pemerkosaan dan penyiksaan.

Wanita itu akan diizinkan untuk memberikan bukti kesaksian melalui hubungan video satu arah .

"Tanpa beberapa cara untuk melindungi perempuan, siapa yang akan mau bersaksi ?" Tanya Kirsten Wienberg, koordinator pusat Medica .

Pengadilan internasional telah mendakwa 52 tersangka -tujuh Kroasia dan 45 Serbia, termasuk komandan militer Jenderal Ratko Mladic dan pemimpin politik Radovan Karadzic. Pengadilan ini akan segera memulai sidang untuk memungkinkan pengungkapan tuduhan publik terhadap para tersangka yang tidak dalam penahanan, sidang ini dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana perkosaan tersebar luas selama perang selama 3 1/2- tahun.

Pejabat pemerintah Bosnia mengatakan sebanyak 30.000 perempuan Muslim telah diserang secara seksual.

"Kita mungkin tidak akan pernah tahu angka yang sebenarnya," kata Pojskic , psikolog Medica. "Dengan setiap kasus baru, korban itu mengatakan dia tahu dua atau tiga orang lain yang diperkosa dan siapa saja lainnya yang belum maju bersaksi. "

Tidak ada statistik tentang jumlah kehamilan dari perkosaan, namun ahli konseling dan ahli kesehatan percaya itu setidaknya ada beberapa ribu kasus kehamilan dari akibat perkosaan biadab yang dilakukan pasukan salib Serbia dan para-militernya..

Salih Rasavac, direktur Koridor, telah menasihati 65 wanita yang mengaku mereka menjadi hamil akibat pemerkosaan. Tiga puluh lima melakukan aborsi -beberapa dilakukan di akhir kehamilan yang membuat mereka tidak subur. Sisanya melahirkan anak-anak mereka, namun semua kecuali satu orang meninggalkan bayi-bayi tersebut di rumah sakit tanpa melihat terlebih dahulu, katanya. Suatu sikap yang sulit untuk disalahkan bagi mereka –para wanita muslimah Bosnia- yang menjadi korban penghinaan, penganiayaan, serta pemerkosaan brutal yang sistematis oleh pasukan Serbia dan para-militernya.

Wanita yang memlihara bayinya –seorang anak lelaki yang lahir pada tahun 1993- mengatakan dia ditahan oleh gerombolan Serbia selama 14 bulan di sebuah rumah di pinggiran kota Sarajevo yang dikuasai Kristen Serbia, dan diperkosa oleh puluhan orang.

Suaminya telah menerima anak itu, namun perempuan tersebut menderita perang batin.

"Ketika dia baik aku ingin menyentuh dan memeluknya, tapi aku tidak bisa. Tanganku kadang-kadang berhenti di udara," ujar Rasavac lirih. "Ketika ia bertingkah buruk, aku tidak bisa menghukumnya. Itu mengingatkan aku pada penghinaan yang kurasakan."

Faris | bosniangenocide | Jurniscom

 

Arti kata :

The Hague : pusat pemerintahan dan administrative Belanda, di pantai Laut Utara, ibukota provinsi Holland Selatan; berpenduduk 475.681 (2008). Siding Pengadilan Internasional (The International Court of Justice) berpusat disini.

Konseling  : pemberian bantuan dan bimbingan dalam menyelesaikan masalah pribadi, sosial, atau psikologis dan berbagai kesulitan, terutama oleh seorang profesional.

49 Pasukan Khusus Filiina Tewas dalam Pertempuran 11 Jam Dengan Mujahidin MILF

MINDANAO, FILIPINA (Jurnalislam.com) – Kelompok Mujahidin Front Pembebasan Islam Moro atau Moro Islamic Liberation Front (MILF) berhasil menewaskan 49 anggota pasukan khusus komando Kepolisian Filipina setelah terlibat pertempuran pada Minggu (25/1/2015) sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat.

Baku tembak selama 11 jam itu juga membuat 11 polisi luka parah, dan 49 petugas lainnya luka ringan. Baku tembak itu pecah setelah pasukan khusus kepolisian Filipina memasuki Kota Mamasapano di sebelah selatan pulau Mindanao Filipina yang dikuasai oleh mujahidin MILF, demikian keterangan kepolisian Filipina, pada Senin (26/1/2015) seperti dilansir AFP.

Pasukan kepolisian masuk ke Kota Mamasapano tanpa berkordinasi dengan pasukan mujahidin MILF seperti yang diamanatkan dalam kesepakatan gencatan senjata yang ditandantangani pemerintah Filipina dan mujahidin MILF pada bulan Maret tahun lalu.

Sementara itu, juru bicara (jubir) kepolisian wilayah Mindanao, Judith Ambong mengatakan, mayat ke-49 pasukan khusus itu sudah dipindahkan ke sebuah kamp militer. Namun, Judith tidak menjelaskan jumlah anggota MILF yang tewas dalam baku tembak itu.

Sedangkan kepala kepolisian nasional Filipina, Leonardo Espina dalam pernyataan resminya mengatakan, keberadaan pasukan khusus kepolisian di Kota Mamasapano itu bagian dari pengejaran terhadap Zulkifli bin Hir alias Marwan alias Zulkifli Abdhir, yang dituduh sebagai tersangka utama dalam sebuah serangan bom belum lama ini di Filipina Selatan.

Zulkifli Hir adalah anggota Jama’ah Islamiyyah (JI) setempat. Zulkifli juga masuk dalam daftar buronan Amerika Serikat (AS) dengan hadiah 5 juta Dolar AS untuk penangkapannya, hidup atau mati. Pria yang berasal dari Malaysia ini adalah tokoh paling penting dari 10-12 tokoh JI yang diduga bersembunyi di Filipina.

Zulkifli sudah bersembunyi di Filipina selatan sejak tahun 2003 dan melatih para mujahidin setempat. Pemerintah Filipina juga tengah mengejar Basit Usman, komandan Pejuang Pembebasan Islam Bangsamoro atau Bangsamoro Islamic Freedom Fighters (BIFF) yang menolak pembicaraan damai dengan pemerintah.

Ally | Xinxua | Jurniscom

Diduga Jadi Sarang Maksiat, Kos-kosan di Tambora Dirazia

JAKARTA – Kecamatan Tambora khususnya di lima kelurahan merazia tempat kosan yang dianggap sebagai tempat kumpul kebo, mabuk-mabukan serta para penjahat.

Pantauan Wartakotalive di kelurahan Duri Selatan, Tambora, Senin (26/1/2015), kosan yang dirazia berada di Jalan TSS Raya RW 01 yakni RT 06, 07, dan 08. Para penghuni kosan di kawasan tersebut mengaku bekerja di tempat konveksi serta sebagai SPG dan SPB di mall Season City.

Kosan yang dirazia tersebut merupakan kosan campur antara perempuan dan pria. Ada yang diisi pria dengan pria, perempuan dengan perempuan, serta perempuan bersama pria.

Rata-rata kosannya tersebut seluas 2×3 meter. Saat dirazia, para penghuninya tampak kaget. Ada yang pintunya sudah dibuka, ada juga yang baru bangun tidur. Beberapa penghuni pria bahkan tak memakai baju hanya celana pendek. Sementara ada satu pria yang memakai handuk ditemukan bersama seorang perempuan.

AM (25), salah seorang penghuni kos, mengaku kaget dengan razia tersebut. Pasalnya, selama ini aman-aman saja terkait masalah tempat tinggal.

"Saya sudah izin sama pemilik kosan, saya pikir sudah disampaikan ke ketua RT," ujar pria yang bekerja menjadi tukang sablon tersebut.

Dia mengaku bahwa Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya masih Tangerang karena setiap akhir pekan kerap pulang ke rumah. Makanya, ia mengaku tak perlu mengurus KTP Tambora.

"Saya kasih foto kopi KTP ke pemilik kos, nah itu kan sudah izin namanya. Apalagi saya masih pulang ke rumah di Tangerang," kata pria yang tinggal berdua bersama teman kerjanya tersebut.

Sementara, pasangan wanita dan pria yang ditemukan sedang berduaan di kamar enggan berkomentar banyak. Mereka lebih memilih diam lantaran tak memiliki akta nikah.

Lurah Duri Selatan, Novi Indria Sari mengatakan, kamar kos tersebut tidak hanya banyak dihuni pasangan kumpul kebo melainkan tempat untuk selingkuh. Pasalnya, banyak kamar kosong dan hanya malam hari ramainya.

"Biasanya yang ngekos itu prianya atau wanitanya. Tapi ditinggali berdua pada malam hari. Ada juga yang nyewa kos hanya untuk selingkuh saja karena tempatnya aman," tutur lurah berkerudung tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata penghuni kosan berumur 20 hingga 30 tahun. Mereka bekerja konveksi, SPG, serta bekerja sebagai buruh lainnya. Selain razia KTP, pihak petugas gabungan juga menemukan minuman keras di beberapa kamar kosan.

Ally | Tribunnews | Jurniscom

 

Tolak Mata-matai Warga Palestina, Israel Pecat 43 Intelijen

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Israel memecat 43 intelijen veterannya yang menolak untuk memata-matai warga Palestina di wilayah Palestina. Ke-43 tentaranya tersebut dilarang berada di unit pengawasan elektronik yang dibuat untuk memata-matai warga Palestina.

Komandan Satuan 8200, Brigadir Jenderal "A", memecat 43 tentaranya tersebut setelah mereka menulis surat kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pemimpin militer pada September tahun lalu dengan mengatakan mereka tidak bisa lagi melayani di unit.

Pernyataan itu datang beberapa minggu setelah perang 50 hari Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

"Kami menolak untuk mengambil bagian dalam tindakan terhadap warga Palestina dan menolak menjadi alat untuk memperdalam pemerintahan militer di wilayah pendudukan di Palestina tersebut," kata harian Yedioth Ahronoth mengutip surat pernyataan tersebut, pada Senin (26/1/2015).

Ally | Jurniscom

Unit 8200 memiliki tugas untuk memonitor musuh negara-negara Arab dan Iran serta Palestina. Sejumlah tentara yang diwawancarai media Israel yang tidak ingin namanya disebutkan mengeluhkan mengenai pekerjaannya tersebut dalam pengumpulan informasi pribadi Palestina, preferensi seksual atau masalah kesehatan yang dapat digunakan untuk memeras orang untuk menjadi informan.

Saluran 1 TV mengutip surat pemecatan Satuan 8200 tersebut menyatakan "Anda telah menyeberangi garis merah dan bertindak tidak tepat dalam apa yang telah ditulis, kami berpisah dengan Anda."

Kontrak Freeport Diperpanjang, Sri Bintang Pamungkas : Jokowi Antek Asing!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aktivis politik Dr. Ir. Sri Bintang Pamungkas menuding Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengkhianati bangsa dengan memperpanjang kontrak dengan PT Freeport.

“Ini pengkhianatan bangsa. Kalau sudah berkhianat ya harus diturunkan,” kata aktivis politik Sri Bintang Pamungkas seperti dilansir Kiblat.net dari intelijen, Senin (26/1).

Menurut Sri Bintang, dengan memperpanjang kontrak, Jokowi telah mengizinkan pihak asing mengeruk kekayaan alam Indonesia.

Selain itu, Sri Bintang mengatakan kontrak karya pertama dengan PT Freeport ditandatangani Soeharto pd 1967 untuk jangka waktu sampai 1991.

“Diperpanjang dengan kontrak karya kedua lewat menteri ESFM Ginanjar Kartasasmita untuk waktu 30 tahun hingga 2021. Pemerintah AS mendesak agar ada perpanjangan 20 tahun lagi. Kesepakatan perpanjangan bertepatan di era Presiden Jokowi,” paparnya.

Sri Bintang pun mengajak rakyat bersama-sama untuk menurunkan pengkhianat bangsa Presiden Jokowi.

“Saatnya rakyat bersatu untuk menurunkan Jokowi antek asing,” pungkasnya.

Ally | Intelijen.co.id | Jurniscom

Inilah Peta Penyebaran Imigran Syiah di Cisarua

BOGOR (Jurnalislam.com) – Warga Kecamatan Cisarua, Kapubaten Bogor mendadak resah. Daerah wisata yang penuh dengan pesantren ini mengaku banyak dirugikan dengan kedatangan para imigran yang mayoritas Syiah.

Berbagai tindakan kriminal dilakukan oleh para imigran seperti penipuan, uang palsu, perkelahian, termasuk pelecehan seksual. Warga menilai, gaya hidup para imigran Syiah juga tidak relijius, seperti enggak melaksanakan shalat Jum’at dan melakukan hubungan seks bebas.

Berdasarkan rekapitulasi data imigran Kecamatan Cisarua pada tahun 2014,  jumlah seluruh imigran di Kecamatan Cisarua mencapai 647 orang.

Dari jumlah ini di antaranya berasal dari Afghanistan, Pakistan, Iran, Somalia, Bangladesh, Srilanka, Iraq, Sudan, Negro dan Myanmar. Namun sumbangan terbesar berasal dari imigran Syiah asal Afghanistan, Pakistan dan Iran.

Jumlah tersebut tersebar di beberapa desa di antaranya; Desa Kopo seba­nyak 81 orang, Cisarua 44 orang, Ba­tulayang 424 orang, Cibeureum 35 orang, Tugu Utara 14 orang, Tugu Selatan 11 orang, Citeko 8 orang dan Desa Leuwimalang mencapai 26 imigran.

Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Yanyan Hendayani menerangkan, banyak para imigran yang telah bertahun-tahun tinggal di Cisarua. Bahkan ada imigran yang telah mendiami Kabupaten Bogor hingga 10 tahun.

Lantas apa motivasinya, bukankah tujuan utama para imigran adalah Australia?

“Kalau soal itu saya khawatir salah jawab, sebab wewenangnya ada di UNHCR soal pemberangkatan mereka ke sana. Mereka kan datang juga tidak melapor ke kita,” ujar Yanyan saat ditemui Jurnalis Islam Bersatu di Kantor Kecamatan Cisarua, Kamis (15/1/2015).

Yanyan mengaku, ada jurang komunikasi antara pihak UNHCR dengan aparat setempat. Kecamatan Cisarua sendiri tidak pernah dikabari UNHCR, terkait kedatangan maupun kepergian para imigran. “Kalaupun ada laporan datangnya ya dari pemilik kontrakan,” tukas Yanyan.

Bukan hal mudah bagi pihak kecamatan untuk mendata jumlah imigran. Setiap kali ada pendataan, para imigran menunjukkan sikap tidak ramah.

Sedangkan ketika pihak kecamatan melakukan penyuluhan atau pemeriksaan, para imigran akan segera pindah untuk mencari tempat lain.

“(Mereka pindah) masih di sekitaran kita juga, cuma sudah beda tempat. Makanya, jumlah mereka ini fluktuatif,” ujarnya.

Yanyan menuturkan, kebanyakan para imigran di Cisarua berstatus legal. Namun banyak di antara para imigran enggan memperbarui sertifikasi UNHCR. “(Alasannya) karena berbagai keterbatasan seperti jarak dan waktu,” tukas Yanyan.

Laporan wartawan JITU, Azeza Ibrahim Rizki dan Andi Ryansah

Jet Tempur F-16 Yunani Tabrak Pangkalan Militer NATO di Spanyol, 10 Orang Tewas

SPANYOL (Jurnalislam.com) – Kementerian Pertahanan Spanyol mengatakan bahwa jet tempur F-16 milik Yunani menabrak hanggar di sebuah pangkalan militer di Spanyol yang merupakan lokasi pelatihan NATO.

Kementerian pertahanan mengatakan pada hari Senin (26/01/2015) bahwa sepuluh orang tewas dalam kecelakaan itu dan 13 luka-luka.

Pesawat F-16 jatuh sesaat setelah lepas landas di pusat pelatihan di Albacete, 262 kilometer sebelah tenggara ibukota Spanyol, Madrid, menurut pernyataan kementerian.

"Pesawat yang merupakan bagian dari Program Kepemimpinan Taktis NATO sedang melakukan latihan dan ketika take-off pesawat kehilangan kekuatan, kemudian menabrak area parkir untuk pesawat dan menabrak berbagai pesawat yang diparkir di sana," kata kementerian lagi.

"Tujuh dari korban cedera berada dalam kondisi yang sangat serius," kata seorang pejabat kementerian pertahanan kepada kantor berita AFP.

Petugas yang menangani situasi darurat bekerja untuk memadamkan api dan menentukan berapa banyak kerusakan yang dialami pesawat lain yang terlibat dalam latihan NATO, kata kementerian itu.

Tayangan televisi nasional menunjukkan nyala api di reruntuhan dan segumpal asap hitam di tempat pesawat itu jatuh di markas Los Llanos.

Kantor berita AP mengatakan bahwa sebagian besar korban diyakini bukan warga Spanyol, menurut seorang pejabat kementerian pertahanan.

Seorang juru bicara NATO menolak untuk mengungkapkan rincian, kata AP.

Deddy | Aljazeera | AP | Jurniscom

Jumlah Pasukan Khusus Filipina Yang Tewas di Tangan Mujahidin Moro Meningkat, 64 Pasukan Tewas

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Front Pembebasan Islam Moro (MILF) mengatakan bahwa pemerintah Filipina melanggar perjanjian gencatan senjata ketika pasukan polisi khusus melakukan operasi menjelang fajar di wilayah mereka, mengakibatkan kematian sedikitnya 43 pasukan komando polisi.

Robert Maulana Alonto, seorang pemimpin senior MILF, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Al Jazeera pada hari Senin (26/01/2015) bahwa polisi gagal berkoordinasi dengan pengamat gencatan senjata ketika mereka meluncurkan serangan di pulau Mindanao pada hari Ahad (25/01/2015).

Pada Senin malam, seorang sumber di provinsi Maguindanao, tempat bentrokan itu, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa jenazah 43 polisi telah ditemukan. Tapi jumlah pasukan khusus yang telah tewas kemungkinan sebanyak 64, menurut laporan media lokal.

Alonto mengatakan pasukan MILF bertindak "membela diri" ketika polisi mulai menembak. Setidaknya lima anggota mereka juga tewas.

"Ini hanyalah reaksi alami pasukan MILF untuk mempertahankan wilayah mereka ketika diserang oleh unsur-unsur bersenjata, terutama saat dini hari atau larut tengah malam."

Menteri dalam negeri Filipina Manuel Roxas III menyebut pertempuran tersebut sebagai "salah sasaran" dan memerintahkan penyelidikan atas bentrokan itu, yang merupakan kehilangan terbesar dalam pertempuran satu hari bagi pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Insiden mematikan tersebut mengancam perjanjian damai yang ditandatangani tahun lalu oleh pemerintah dan MILF, kelompok pejuang Muslim terbesar di Filipina. Kongres saat ini memperdebatkan undang-undang yang mengatur wilayah otonomi Muslim.

Laporan setempat mengatakan polisi mengejar Basit Usman, komandan kelompok sempalan MILF, Bangsamoro Islamic Freedom Fighters (BIFF), dan tersangka pemboman Malaysia, Zulkifli bin Hir, yang diyakini bersembunyi di sekitar daerah tersebut.

Pria berkebangsaan Malaysia yang juga dikenal sebagai Marwan tersebut, telah diidentifikasi sebagai pemimpin Jemaah Islamiyah, afiliasi al-Qaeda terbesar di Asia Tenggara. AS telah menawarkan $ 2 juta untuk penangkapan Usman, dan $ 5 juta untuk Marwan.

Menurut laporan media, Marwan mungkin telah dibunuh oleh pasukan komando polisi selama serangan itu, namun jenazahnya belum ditemukan. Namun MILF mengatakan ia bahkan tidak ada di daerah tersebut, dan membantah akan hal tersebut.

Alonto menuduh polisi bergegas menangkap Marwan "dalam perlombaan untuk menangkap target 'berharga'" tersebut dan mendapatkan reward hadiah.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, sebuah sumber militer yang tidak ingin disebutkan identitasnya juga menyalahkan polisi karena gagal berkoordinasi dengan militer, dalam melaksanakan surat perintah penangkapan Usman dan Marwan.

"Mungkin karena mereka adalah target bernilai tinggi, mereka ingin mendapat pujian tanpa melibatkan militer, kata sumber itu.

"Tapi ketika Anda pergi ke sana tanpa pemberitahuan, Anda mengharapkan pertarungan besar. Dan jika Anda tidak siap untuk sebuah pertarungan besar, Anda seharusnya tidak naif untuk berpikir bahwa mereka akan menyerah secara damai, karena mereka bersenjata lengkap."

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa polisi mungkin telah mengesampingkan koordinasi dengan perwakilan gencatan senjata MILF, "agar tidak membahayakan operasi."

"Tapi dalam situasi seperti itu, Anda harus siap untuk terkejut. Dan itulah yang terjadi."

Sebelum kesepakatan damai ditandatangani pada tahun 2014, MILF telah melakukan perlawanan dengan pemerintah selama empat dekade dalam konflik yang mengakibatkan setidaknya 120.000 korban, sebagian besar warga sipil.

Deddy |  Al Jazeera | Jurniscom