Tindaklanjuti Laporan Ormas Islam, Pemkot dan Polisi Kota Malang Razia Miras di Minimarket

MALANG (Jurnalislam.com) – Menyikapi laporan dari masyarakat serta Ormas Islam yang terkait banyaknya minimarket penjual miras, Kepolisian dan Pemerintah Kota Malang langsung bergerak. Terbitnya Permendag 6/2015 tentang pelarangn semua jenis miras, termasuk minuman beralkohol golongan A (minuman dengan alkohol di bawah 5%) dilarang dijual di minimarket juga mendasari aksi aparat.

Kemarin (24/1/2015) Polisi mengawali melakukan razia di Minimarket sekitar Kota Malang. Hasilnya, didapati ada empat minimarket yang berjualan miras. Polisi menyita berbagai merk Minuman keras dari dua minimarket Indomaret yang berjualan miras. Polisi menyita miras yang dipajang di Indomaret karena dua Indomaret tersebut kedapatan berjualan miras golongan A  tanpa izin. Minuman-minuman tersebut dipajang berdampingan dengan minuman ringan. Total, dari dua Indomaret tersebut, polisi berhasil menyita sebanyak 393 botol. Minuman beralkohol yang disita di antaranya adalah Mix Max, Bir Bintang, Anker Bir, Guinnes, Heineiken, Black Jack, dan Smirnof.

Sebenarnya, polisi juga menemukan miras di dua minimarket Alfamart di daerah Tlogomas. Hanya saja, dua minimarket tersebut mempunyai surat izin usaha perdagangan (SIUP) miras. Walau sudah punya izin menjual miras dari Pemerintah kota Malang, sebenarnya penjualan miras di Alfamart Tlogomas bertentangan dengan Permendag 20/2014, sebelum direvisi oleh Permendag 6/2015.

Sesuai dengan Permendag 20/2014, minimarket yang berdekatan dengan tempat ibadah, sekolah, permukiman, gelanggang remaja, rumah sakit, terminal, dan stasiun, dilarang keras berjualan miras. Alfamart Tlogomas ini lokasinya tepat di depan SDN II Tlogomas. Namun, polisi tak berani menyita karena Alfamart mengantongi izin nomor 517/297/35.73.407/2011 tentang ijin usaha minuman golongan A lengkap dengan tanda tangan Suharyono MSi, yang saat itu menjadi kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang

Kasat Reskoba Polres Malang Kota AKP Maryono menjelaskan, giat razia yang dilakukan polisi memang untuk menekan peredaran miras. Dan salah satu peredaran miras di Kota Malang adalah di Indomaret dan Alfamart yang banyak tersebar di kota pendidikan ini. Kapolres Malang kota mengatakan, Mengenai adanya minimarket yang berdekatan dengan sekolah dan berjualan miras, namun tak disita oleh polisi, dirinya masih belum mengetahui secara detail fakta di lapangan.

“Nantinya, arahnya sesuai dengan Permendag 6/2015. Seluruh minimarket harus bebas dari miras,”ucap Kapolres.

Selain polisi, Pemkot Malang kemarin juga mengambil langkah cepat membatasi peredaran miras di minimarket. Kemarin, WaliKota Malang Moch. Anton menandatangani surat pelarangan penjualan miras di minimarket. “Sudah saya perintahkan ke satpol PP serta dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag-red) untuk menyebar surat anti miras itu pada Senin) besok,” kata Anton kemarin.

Kedepan, jika surat pelarangan penjualan miras sudah tersebar, Walikota akan memberi waktu sekitar satu minggu agar minimarket tidak lagi menjual minuman keras. “Karena Menteri Perdagangan sudah melarang, ya harus kami jalankan aturan itu,”lanjut Anton.

Menurut Anton, setelah ada Permendag yang melarang penjualan minuman keras dengan kadar alkohol apapun, maka semua minimarket akan dilarang berjualan. Dalam minggu depan, pemkot akan menggelar razia bersama polisi. “Semua minimarket dilarang, tidak ada toleransi,” tandasnya.

Terkait razia yang sudah dilakukan polisi kemarin, Menurutnya, polisi sudah mempunyai itikad baik dalam memberantas miras.

Sedangkan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tri Widyani membenarkan, instasinya sudah mendapatkan perintah dari Walikota untuk menindak minimarket yang berjualan miras.

“Iya sudah ada perintah itu, akan kami tindak lanjuti,” ujar Tri. Selanjutnya, nantinya tim dari disperindag akan mengumpulkan pelaku usaha dari berbagai minimarket yang ada di Kota Malang.

Hilman | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.