Ulama Palestina Imami Tarawih di Masjid Agung Surakarta

SOLO (Jurnalislam.com) – Ribuan Umat Islam se-Solo Raya melaksanakan shalat tarawih yang diimami oleh ulama dari Palestina bernama Syeikh Muhammad Abu Anzah di Masjid Agung Surakarta, Sabtu (5/7/2015). Merdunya tilawah ayat-ayat suci Al Qur'an yang dibacakan oleh Syaikh Abu Anzah membuat banyak jamaah menangis.

Selain menjadi imam shalat, Syeikh Abu Anzah juga mengisi tausyiah yang menceritakan secara singkat perjuangan umat Islam Palestina yang membuat banyak jamaah meneteskan airmata. Ustadz Muinudinillah salah satunya, ulama dari DSKS itu kemudian mengajak umat Islam untuk ikut berjuang membantu umat Islam Palesina dengan harta maupun pemikiran. 

"Karena musuh Islam di Indonesia pada taraf perang pemikiran, maka wajib kita terlibat dalam perang pemikiran ini," tegasnya.

Usai shalat, Syaikh Abu Anzah menyapa para jamaah di serambi masjid dengan memeluk mereka satu persatu.

Reporter : Ramdan | Editor : Ally | Jurniscom

 

Me-Dan Pantau Perkembangan Erupsi Raung

Medan Pantau Perkembangan Erupsi Gunung Raung

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Tim Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) pada Sabtu (3/7/2015) memantau perkembangan erupsi Gunung Raung di dusun Mangaran, desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Di pos pantau ini, para relawan mendapatkan materi tentang seluk beluk gunung api dari Yudi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Penting bagi para relawan untuk mengetahui karakter gunung api yang ada di Indonesia karena setiap tempat membutuhkan jenis penanganan yang berbeda," papar lulusan S-2 bidang geodesi ini.

"Saat ini status raung adalah siaga. Jadi warga sekitar masih belum perlu mengungsi" lanjutnya.

Setelah dari pos pantau Mangaran, kegiatan dilanjutkan ke pemukiman warga sekitar untuk membagikan masker dan takjil jelang berbuka puasa.

Para relawan juga membagikan masker yang berada di 3 lokasi, yaitu kampung Dani, Lider dan Bejong. Dari 3 lokasi ini, kampung Dani berada di area terdekat yang berada di radius 8 km dari puncak Raung.

Para relawan disambut hangat tokoh masyarakat dengan dipersilakan untuk bermalam di Masjid Al Ikhlas yang hanya berjarak 200 m dari pos pantau. Di tempat ini para relawan juga turut aktif dalam kegiatan masjid bersama warga.

"Alhmdulillah kedatangan teman-teman Me-Dan menjadikan masjid ini lebih makmur" sambut hangat Kyai Salam yang merupakan ketua Takmir.

Kondisi gunung raung yang aktifitasnya meningkat dalam beberapa bulan ini menjadikan para warga harus aktif ronda malam untuk bisa terus mendapat perkembangan info. Dalam sepekan ini relawan Me-Dan bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta relawan dari lintas organisasi berusaha mendatangi pemukiman warga yang berada di radius bahaya untuk menyampaikan info aktual perkembangan erupsi gunung Raung.

"Kita juga akan pro aktif untuk bersinergi terkait info raung ini dengan pos pantau yang berada di luar banyuwangi karena secara geografisnya gunung mencakup  3 wilayah yakni Banyuwangi, Jember dan Bondowoso" pungkas dr Didik Sulasmono selaku Ketua Pusat Me-Dan dalam pengarahannya kepada para Relawan.

Kegiatan yang berlangsung 2 hari ini ditutup dengan kegiatan bersih-bersih Masjid.

The International Human Rights Watch: Pemerintahan Kabul Biarkan Pasukannya Bunuh Warga Sipil

KABUL (Jurnalislam.com)The International Human Rights Watch (HRW) telah meminta pemimpin boneka Kabul Administration, Ashraf Ghani, dalam sebuah pernyataan Senin lalu bahwa ia seharusnya tidak berdiam diri saat Kepala Angkatan Darat-nya mengatakan:  "Hukum konflik bersenjata tidak berlaku untuk prajuritnya". El Emarah News melaporkan Sabtu (04/07/2015).

Menurut pernyataan itu, yang disebut Kepala Tentara Administrasi Kabul, Qadam Shah Shaheem, mengatakan kepada tentaranya di provinsi Badakhshan pada 14 Juni, bahwa tidak ada pembatasan penggunaan senjata berat saat melawan Mujahidin dan juga tidak ada pembatasan serangan malam. Para prajurit tidak akan dikirim ke penjara karena mereka mempersembahkan pengorbanan.

The International Human Rights Watch mengatakan bahwa pernyataan seperti itu akan menyebabkan korban sipil. Yang juga mengejutkan HRW adalah Ashraf Ghani diam saja menanggapi hal ini sementara ia menganggap dirinya sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.

Pernyataan HRW lebih lanjut mengatakan, ini bukan pertama kalinya bahwa Kepala Angkatan Darat Administrasi Kabul yang baru memberikan komentar terhadap hukum perang, seperti sebelumnya Kepala Polisi Kandahar Abdul Razaq, Kepala Kepolisian Baghlan Aminullah Amirkhel dan Kepala Kepolisian District Hisarak Abdul Khaliq Maroof juga memerintahkan pasukannya bahwa setiap menahan Mujahidin, tidak boleh membiarkan mereka tetap hidup!

Komandan dan Kepala Angkatan Darat tersebut bukan satu-satunya pejabat yang telah memberikan pernyataan seperti itu. Beberapa waktu lalu Menteri Dalam Negeri Olumi juga mengucapkan pernyataan sejenis.

Bukan merupakan hal yang aneh dan tidak biasa bahwa pejabat dari Administrasi Kabul mengucapkan pernyataan tersebut dan para pemimpin mereka hanya diam karena mereka melakukan kekejaman seperti itu setiap hari. Yang tidak biasa adalah bahwa HRW meminta Ashraf Ghani untuk mengecam pernyataan dari Qadam Shah tetapi tidak direspon.

Jika kita melihat kenyataan kita akan menemukan bahwa sejak awal pembentukan Administrasi Kabul sampai sekarang mereka tidak hanya melanggar hukum perang, tetapi juga menentang semua aturan dan nilai-nilai kemanusiaan dan Islam.

Situasi ini masih terus berlanjut. Rencana militer dan personil mereka yang mengambil akar dari pelatihan Barat tidak berkomitmen untuk setiap manusia, Islam dan nilai-nilai nasional, serta juga tidak merasakan adanya rasa tanggung jawab.

Mereka terlibat dalam kekejaman, kekerasan, tindakan asusila terhadap manusia dan menggunakan serta memperdagangkan obat-obatan. Mereka haus darah dan mendapatkan kesenangan menumpahkan darah orang.

Ini menunjukkan wajah asli Ashraf Ghani yang biasanya mengucapkan pernyataan manis dan menarik tentang perdamaian, kemakmuran dan aturan hukum tetapi praktis terdiam di depan kejahatan perang seperti yang terjadi di bawah hirarki komandonya. Hal ini juga memperlihatkan fakta siapa yang sebenarnya bertanggung jawab untuk sebagian besar korban sipil.

Selanjutnya, bukannya hanya menerbitkan laporan, seharusnya organisasi hak asasi manusia internasional dan badan terkait lainnya membantu bangsa Afghanistan dan Imarah Islam secara luas untuk memperoleh kebebasan dan perlindungan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan nyata. Sehingga bangsa Afghanistan akan terhindar dari mimpi buruk pendudukan dan menjalani hidup mandiri dan sejahtera di bawah bayang-bayang keyakinan dan aspirasi mereka.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

Pemerintah Tunisia Akan Menutup 80 Masjid Terkait Serangan Mematikan pada Wisata Asing

TUNISIA (Jurnalislam.com) – Ulama Muslim di kota Sfax, Tunisia, pada hari Sabtu (04/07/2015) mengatakan mereka berencana untuk mengajukan banding atas keputusan pemerintah baru-baru ini yang menutup 80 masjid di negara tersebut setelah serangan mematikan bulan lalu pada wisatawan asing.

Pada konferensi di Masjid Al-Lakhmi yang dihadiri oleh puluhan imam dan ulama – bersama dengan beberapa 2.000 peserta lainnya – Imam Reda al-Jawada mengatakan bahwa imam kota berencana untuk mengajukan banding atas keputusan pengadilan.

Al-Jawadi menjelaskan bahwa keputusan tersebut "tidak adil" sekaligusmengecam serangan mematikan bulan lalu, yang "lahir tanpa ada hubungannya dengan Islam," tegasnya.

Pada tanggal 26 Juni, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah pantai yang ramai di Sousse, menewaskan sedikitnya 38 wisatawan asing – kebanyakan warga Inggris – sebelum ditembak mati oleh polisi.

Akibat serangan itu, Dewan Kementerian Tunisia menerapkan langkah-langkah keamanan, termasuk penutupan 80 masjid "ilegal".

Pada hari Sabtu, Presiden Beji Caid Essebsi mengumumkan 30 hari keadaan darurat negara.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

2 Pos Pemeriksaan Musuh Diserbu Mujahidin IIA, 10 Desa Dibebaskan di Pashtun Kot

Faryab (Jurnalislam.com) – Laporan yang datang dari kabupaten Pashtun Kot di provinsi Faryab utara mengatakan bahwa di tengah serangan tahunan 'Azm' yang sedang berlangsung, Mujahidin melancarkan operasi dini hari tadi sekitar pukul 04:00 pada posisi musuh di dekat pusat kabupaten, lansir El Emarah News Ahad (05/07/2015).

Mujahidin berhasil menduduki 2 pos pemeriksaan musuh, menewaskan 3 Arbakis termasuk komandan Saat Maluk serta melukai 2 orang lainnya. Pasukan lainnya terpaksa mengungsi, juga 4 senapan, peluncur RPG dan peralatan lainnya berhasil direbut.

Pejabat menambahkan bahwa Mujahidin juga berhasil membebaskan 10 desa dari musuh sementara Mujahidin tidak menderita kerugian sama sekali, segala puji bagi hanya Allah.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

PLO: Israel Bunuh 23 dan Tahan 2.156 Warga Palestina Sejak Awal 2015

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Setidaknya 23 warga Palestina tewas dan 2.156 lainnya ditahan oleh militer Israel sejak 1 Januari 2015, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengatakan dalam sebuah laporan yang dikeluarkan hari Ahad (05/07/2015).

Dalam laporannya, PLO menambahkan bahwa 131 rumah warga Palestina telah dihancurkan dalam operasi bersenjata yang dilakukan oleh tentara Israel pada semester pertama tahun ini saja.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa tentara Israel menewaskan sedikitnya 42 warga Palestina pada periode yang sama tahun 2014.

Pada bulan Juli dan Agustus tahun lalu, lebih dari 2.150 warga Palestina terbunuh dan 11.000 lainnya terluka – kebanyakan perempuan dan anak-anak – selama 51 hari serangan agresi militer Israel terhadap Jalur Gaza yang diblokade.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Aksi Protes Menentang Larangan Puasa di China Memasuki Hari ke Lima

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Hampir 2.000 orang berkumpul di distrik Sariyer utara Istanbul pada hari Ahad (05/07/2015) lalu berbaris menuju konsulat China untuk memprotes diskriminasi terhadap penduduk Muslim China.

Protes telah terjadi di Turki sejak Selasa, ketika Kementerian Luar Negeri menyatakan "keprihatinan yang mendalam" menanggapi laporan bahwa Beijing memberlakukan pembatasan puasa pada orang-orang Turki Uighur selama bulan Ramadhan.

Anggota Alperen Ocaklari, kelompok pemuda dari partai ultranasionalis Great Union Party (BBP), dan Free East Turkestan Platform – sebuah kelompok asosiasi Uighur yang berbeda di Turki – berkumpul untuk melancarkan protes sekitar pukul 1:00 [1100GMT] di kabupaten Tarabya.

Sebelum berbaris menuju konsulat, para demonstran membakar bendera Cina.

Para pemrotes yang didominasi laki-laki dengan beberapa wanita dan anak-anak membawa bendera Turkestan Timur dan meneriakkan: "Turki tidak tidur, lindungi saudara-saudaramu," "Hidup Muslim Turkestan Timur" dan "Hidup Turkestan Timur yang bebas ".

Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang China, yang menjadi rumah bagi banyak kelompok etnis minoritas, termasuk Uighur Turki – yang dikenal sebagai Turkestan Timur di Turki.

Demonstran juga membawa spanduk bertuliskan: "Jangan membeli produk-produk Cina" dan "Pembunuh Cina, keluar dari Turkestan".

Kelompok ini – termasuk kelompok penggemar tim sepakbola kota Galatasaray dan Besiktas –  meninggalkan karangan bunga hitam di konsulat, yang dijaga ketat polisi.

Barikade sebelumnya menutup jalan di depan situs, dan setidaknya dua meriam air ditempatkan.

Saat berbicara kepada media, anggota Free East Turkestan Platform, Hidayet Oguzhan, menuduh China meningkatkan tekanan pada minoritas Muslim, terutama dalam hal agama, bahasa dan budaya.

Oguzhan mengklaim bahwa pelarangan puasa yang dilaporkan diterapkan pada segmen masyarakat oleh China sebenarnya universal.

"Kami sangat mengutuk berlanjutnya teror oleh pemerintah China melalui tekanan, penangkapan dan pembantaian di Turkestan Timur," katanya.

"Saudara-saudara kita di Turkestan Timur terpaksa hidup di bawah penindasan dan penganiayaan."

Oguzhan juga menggarisbawahi bahwa tanggal 5 Juli menandai ulang tahun protes pada tahun 2009 di ibukota Xinjiang Urumqi yang menyebabkan "ribuan orang muda" mati.

Ahmet Bahadir Dogrul, seorang mahasiswa ilmu politik berusia 18 tahun dari Istanbul Boğaziçi University, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa ia juga menghadiri protes mengutuk "penindasan China orang di Turkestan Timur".

"Mungkin aku tidak bisa melakukan sesuatu untuk bereaksi terhadap penindasan ini, tapi aku di sini mengumumkannya kepada publik," tambahnya.

Pengunjuk rasa lain, Abide Aktug, 39 tahun, mengatakan ia berasal dari wilayah Uighur tetapi telah tinggal di Istanbul sejak tahun 2002 setelah dipaksa untuk meninggalkan tanah airnya karena tekanan yang sedang berlangsung.

Dia bergabung dengan protes pada hari Ahad untuk memperingati orang-orang muda yang tewas pada tahun 2009.

Protes serupa juga berlangsung di Ankara, Eskisehir, Mugla, Bingol, Osmaniye, Sivas, dan Sanliurfa.

Sementara itu, Mehmet Gormez, presiden Urusan Agama Kepresidenan Turki, mengatakan kepada Anadolu Agency dugaan pelarangan puasa oleh pemerintah China "tidak dapat diterima apapun alasannya".

Sebelumnya pada hari Ahad, China memperingatkan warganya untuk menjauh dari protes.

Sebuah pemberitahuan di website Kedutaan China untuk Turki meminta warganya untuk tidak mendekati atau memfilmkan atau memotret aksi.

Kementerian Luar Negeri hari Selasa menyatakan "keprihatinan yang mendalam" menanggapi laporan bahwa Beijing memberlakukan pembatasan selama bulan suci.

Sejak itu Cina membalas menyatakan "keprihatinan" tentang pernyataan Turki.

Peringatan Cina untuk warganya dikeluarkan ketika sekelompok wisatawan Korea harus diselamatkan oleh polisi pada hari Sabtu, setelah mereka diserang oleh demonstran yang terhubung dengan gerakan "Gray Wolves " Turki.

Surat kabar Turki Sabah melaporkan bahwa mereka keliru mengira sekelompok wisatawan Korea tersebut adalah warga negara China.

Gray Wolves adalah gerakan pan-Turki, yang diwakili di parlemen oleh Nationalist Movement Party (MHP) – yang menerima 16,3 persen suara dalam pemilihan 7 Juni.

Pada pertengahan Juni, secara luas dilaporkan bahwa China telah melarang puasa di bagian Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang bagi anggota partai, PNS, siswa dan guru.

Pada hari Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa pemerintahnya telah mencatat keprihatinan Turki dan menginginkan klarifikasi.

"Semua kelompok etnis di China berhak atas kebebasan beragama di bawah konstitusi China," kata Hua Chunying melalui seorang penerjemah.

Klaim tersebut menjawab tuduhan tahun lalu bahwa Beijing mengeluarkan peringatan kepada karyawan dan mahasiswa untuk tidak berpuasa selama bulan Ramadhan.

China juga dilaporkan membatasi orang untuk memiliki jenggot panjang, menekan kegiatan pendidikan agama, dan mengontrol pintu masuk dan keluar ke masjid.

Banyak orang Turki percaya bahwa Uighur ada di antara sejumlah suku Turki yang mendiami Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang China, dan menganggapnya sebagai bagian dari Asia Tengah, bukan China.

Uighur, sebuah kelompok Turki yang membentuk sekitar 45 persen dari populasi Xinjiang, telah menuduh China melakukan kebijakan represif yang menahan kegiatan keagamaan, komersial dan budaya mereka.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

LSM Qatar Gelar Buka Bersama 20 Ribu Kaum Muslimin di Gaza

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Yayasan “Syekh Aid al Khoiriyah” Qatar menggelar buka puasa bersama untuk 20 ribu kaum muslimin Palestina di Gaza, Infopalestina melaporkan Ahad (05/07/0215).

Kordinator acara, Burham al Qura mengatakan kepada Anadolu Agency, iftor yang digelar di lapangan al Katibah, Gaza Barat dan kota Khan Younis Gaza Selatan, merupakan yang terbesar di Palestina, karena mengumpulkan 20 ribu kaum muslimin di satu waktu.

Tujuan acara buka bersama ini adalah menyampaikan pesan kemanusiaan kepada dunia seputar penderitaan Gaza, dan pentingnya upaya mengakhiri blokade Gaza.

Mereka yang hadir dalam acara ini adalah anggota keluarga yang rumahnya hancur akibat agresi militer Israel, keluarga korban perang dan keluarga fakir miskin.

Acara yang sama juga digelar lembaga Turki untuk keluarga fakir miskin di Gaza.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Operasi Azm : Lebih dari 30 Pasukan Musuh Tewas, 14 Pos Hancur, 1 Helikopter Jatuh

WARDAK (Jurnalislam.com)Al-Emarah News melaporkan pada hari Jumat (03/07/2015) bahwa sejumlah pasukan musuh tewas dan terluka ketika Mujahidin Imarah Islam menembak jatuh salah satu helikopter tempur musuh kemarin malam di distrik Jalriz provinsi Wardak dalam pertempuran intens yang menewaskan lebih dari 30 tentara boneka, menyebabkan kerugian terburuk di pihak musuh.

Helikopter itu berusaha menerjunkan pasukan tambahan sebagai cadangan bagi mereka yang terkunci dalam pertempuran yang berlangsung di distrik Jalriz di mana Mujahidin telah menguasai 14 pos musuh sejak Kamis.

Saksi melihat helikopter terbakar dan hsncur sebelum jatuh, membunuh semua kekuatan cadangan yang dikirim ke daerah sebagai bala bantuan.

Mujahidin merebut 5 PK senapan mesin berat anti-pesawat milik musuh, 9 Kalashnikov, 1 putaran mortir, 1 senapan mesin berat DShK dan banyak amunisi lainnya serta 1 sepeda motor dan 2 kendaraan militer sebagai ghanimah.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Anggota Polri Gabung ISIS Lebih Baik Daripada Pejabat Oportunis

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat kontra-terorisme Harits Abu Ulya menanggapi bergabungnya seorang anggota Polri dengan ISIS adalah hal yang wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan. Menurutnya, keputusan anggota Polri bernama Brigadir Syahputra bergabung dengan ISIS berdasarkan keyakinan, lebih baik daripada perilaku oknum aparat yang kontra patriotisme serta pejabat politik oportunis yang menjual Indonesia kepada asing.

"Seorang anggota Polri seiring dengan perjalanan waktu kemudian ia keluar resmi atau disersi karena sebuah sebab itu wajar. Ada kalanya seorang memilih mundur dari korp Bhayangkara karena soal keyakinan atau nilai-nilai normatif lainnya yang ia yakini. Dan tidak semata karena soal ekonomi ataupun moralitas," kata Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) kepada Jurniscom, Sabtu (4/7/2018).

Menurutnya, sosok Syahputra adalah contoh realitas pergulatan seorang manusia yang mencari nilai yang lebih yang dianggap bisa memuaskan akal, menenteramkan batin. "Dan kadangkala nilai baru yang ia temukan tidak kongkruen dengan doktrin-doktrin yang ia peroleh selama pendidikan dan bertugas di korp bhayangkara," lanjutnya.

Harits mengatakan, kasus Syahputra tidak perlu dibesar-besarkan dan harus disikapi proporsional. Karena faktanya, diluar kasus ISIS banyak aparat pemerintah yang perilakunya kontra dengan patriotisme dan doktrin nasionalisme.

"Bahkan para pejabat politik di negeri ini sudah berperilaku oportunis menjual Indonesia untuk kepentingan asing. Dan dampaknya jauh lebih nyata dan lebih besar dibanding pilihan pribadi seorang Syahputra," cetusnya.

Mengenai bagaimana seorang anggota polisi bisa "terkontaminasi" dengan pemikiran-pemikiran yang dianggap "radikal', menurut Harist bukan hal yang mustahil.

"Dengan dunia yang "datar" saat ini, dengan tingginya teknologi yang bisa menghubungkan kepada semua orang, diluar interaksi langsung interpersonal dalam beragam momentum," pungkasnya.

Menurut situs azzammedia.net, Brigadir Syahputra alias Abu Azzayn al Indunisiy tiba di Suriah pada bulan Maret 2015 dan dikabarkan telah gugur di Tal Tamr, wilayah al Barakah beberapa waktu lalu.*

CIIA | Editor : Ally | Jurniscom