Al Mumtaz : Tutup Gereja Liar, Usir Misionarisnya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Sejumlah massa dari Aliansi Aktifis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) menggelar longmarch dari Masjid Agung Kota Tasikmalaya menuju kantor Walikota Tasikmalaya Jl. Letnan Harun No. 1 Kota Tasikmalaya, Selasa (21/7/2015). Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas mereka terhadap korban tragedi Tolikara.

“Aksi ini adalah sebagai bentuk reaksi kami dan sebagai pembelaan kami terhadap saudara muslim Papua yang diuji ketika Iedul Fitri. Kami sakit hati dan marah ketika simbol-simbol keislaman dibakar oleh orang kafir, dan itu tandanya kita masih beriman,” kata Ketua Al Mumtaz, Ustadz Hilmy Afwan Hilmawan kepada Jurniscom.

Di kantor Walikota, Al Mumtaz menggelar dialog terkait kerukunan antar umat beragama di Tasikmalaya dengan anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Ketua MUI Kota Tasikmalaya, para ulama, tokoh masyarakat, budayawan, dan perwakilan Gereja.

Dalam kesempatan tersebut, juru bicara Al Mumtaz, Abu Hazmi menuntut pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menertibkan gereja-gereja liar dan mengusir misionarisnya dari Tasikmalaya.

“Kami mendesak kepada pemerintah Kota Tasikmalaya untuk bekerjasama dengan MUI dan pihak-pihak lain yang terkait untuk menertibkan bahkan sampai menutup gereja-gereja liar yang berada di wilayah Tasikmalaya dan mengusir semua misionarisnya dari Tasikmalaya,” tegas Abu Hazmi.

Dalam pernyataannya, Al Mumtaz mengutuk keras aksi terror terhadap umat Islam di Tolikara dan mendesak aparat keamanan untuk segera menindak para pelakunya dan dihukum tanpa pandang bulu.

Aksi ditutup menjelang Ashar dengan penandatanganan kesepakatan damai oleh seluruh peserta dialog.

Tragedi pembakaran masjid dan penyerangan terhadap jamaah shalat Iedul Fitri di Masjid Baitul Muttaqien, Tolikara, Papua, Jumat (17/7/2015) pekan lalu, memicu reaksi keras dari umat Islam di berbagai daerah. Simpati umat Islam pun mengalir untuk membantu korban peristiwa tersebut serta untuk membangun kembali Masjid di Tolikara.

Reporter : Aryo Jipang | Editor : Ally | Jurniscom

Jerman Resmikan Islamic Bank Pertama

JERMAN (Jurnalislam.com) – Jerman telah resmi membuka bank Islam pertama sesuai dengan hukum syariah di Frankfurt, menawarkan investasi halal yang lebih baik bagi populasi Muslim di negara itu.

"Kami bangga memiliki lisensi ini.” Hamad Al-Marzouq, Dewan Ketua Kuwait Finance House (KFH), induk dari Kuveyt Türk, mengatakan kepada Kuwait News Agency (KUNA) pada hari Selasa (21/07/2015).

"Mempraktekkan perbankan yang sejalan dengan syariah Islam sangat penting tidak hanya untuk tim Jerman, yang berusaha meningkatkan posisi keuangan Jerman, tetapi juga bagi jutaan klien yang ingin menggunakan jasa perbankan yang ditawarkan oleh bank di tiga kota Jerman," ia menambahkan.

Marzouq berbicara pada acara pembukaan resmi yang diselenggarakan pada tanggal 21 Juli 2015 di kantor pusat KT Bank di Frankfurt.

Ugurlu Soylu, general manager KT Bank, mengatakan bank baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan ekonomi riil.

"Intinya, bagi pelanggan kami tidak ada perbedaan untuk membayar sesuatu dengan beban bunga," kata Soylu kepada kantor berita DPA Jerman.

Dia menambahkan bahwa perbankan syariah memiliki keunggulan dari sistem pool dengan risiko yang lebih sedikit dan didistribusikan lebih merata, sehingga dengan demikian sistem ini kecil kemungkinannya mengalami keruntuhan total.

Menggunakan Frankfurt sebagai basis, bank baru ini bertujuan untuk memanfaatkan komunitas Muslim terbesar kedua di Eropa, yang banyak anggotanya adalah keturunan Turki.

Kuveyt Turk, bank syariah terbesar di Turki dengan 62 persen sahamnya dimiliki oleh Kuwait Finance House, mendirikan cabang jasa keuangan di Mannheim pada tahun 2010 dan menerapkan lisensi perbankan penuh pada tahun 2012.

Pada saat itu, pemberi pinjaman mengatakan akan menginvestasikan modal awal sebesar 45 juta euro ($ 48.700.000) di unit Jerman yang direncanakan.

Islam melarang Muslim mendekati riba, serta menerima atau membayar bunga pinjaman.

Bank-bank dan lembaga keuangan Islam tidak dapat menerima atau menyediakan dana untuk apa pun yang melibatkan alkohol, perjudian, pornografi, tembakau, senjata atau babi.

Penawaran pembiayaan berbasis syariah meliputi sewa dengan pengaturan sendiri, rencana angsuran, perjanjian pembelian dan penjualan bersama, atau kemitraan.

Investor memiliki hak untuk mengetahui bagaimana dana mereka digunakan, dan sektor ini diawasi oleh dewan pengawas serta pengawas nasional biasa.

Selama beberapa tahun terakhir, keuangan Islam perlahan-lahan mendapatkan pijakan di Eropa.

Inggris tetap merupakan pemilik keuangan Islam yang paling utama di Eropa, dengan lima bank syariah penuh. Luksemburg juga berencana meluncurkan pemberian pinjaman Islami.

Pada tahun 2004, negara bagian Jerman Saxony-Anhalt mengangkat € 100.000.000 melalui obligasi syariah, dengan FWU Group yang berbasis di Munich menekan pasar di tahun 2012 dan 2013.

Deddy | OnIslam | Jurniscom

 

 

 

Pasukan Pro Hadi Gempur Kubu Terakhir Houthi di Yaman Selatan, 20 Pemberontak Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pasukan pro-pemerintah berhasil mendorong pemberontak Houthi dari kubu terakhir mereka yang tersisa di kota pelabuhan selatan Yaman, Aden, sumber mengatakan kepada Al Jazeera.

Setidaknya 20 pasukan pemberontak Houthi tewas pada Rabu (22/07/2015) dalam usahanya untuk mempertahankan lingkungan kota Masheeq, daerah di mana terdapat sebuah istana milik Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diasingkan.

Sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa para pejuang pro-Hadi merebut kembali istana selama pertempuran.

Masheeq diyakini merupakan pertahanan terakhir pemberontak Houthi di Aden, yang telah didorong keluar dari kota terbesar kedua Yaman selama dua minggu terakhir.

Pejuang Perlawanan Rakyat – milisi selatan anti-Houthi – sebagian besar bertanggung jawab untuk serangan tersebut.

Serangan terjadi saat bandara internasional Aden dibuka kembali pada hari Rabu, dengan pesawat Saudi Arabian mendarat dengan perlengkapan militer.

Jumat lalu, Wakil Presiden pengasingan Khaled Bahah mengatakan di akun Facebook-nya bahwa Aden telah dibebaskan dan bahwa pemerintah akan berusaha "mengembalikan kehidupan" ke kota.

Syiah Houthi, bagaimanapun, telah secara konsisten menolak klaim bahwa mereka telah kehilangan kontrol atas kota, yang mereka kuasai pada bulan Maret.

Beberapa menteri dan pejabat intelijen tinggi pemerintah Yaman yang diasingkan kembali ke Aden pekan lalu, termasuk para menteri dalam negeri dan transportasi, mantan menteri dalam negeri, kepala intelijen dan wakil kepala rumah wakil.

PBB telah menyatakan Yaman berada pada posisi darurat kemanusiaan tingkat-tiga, yang merupakan skala tertinggi.

Menurut angka PBB, lebih dari 3.200 orang telah tewas sejak akhir Maret, ketika koalisi negara-negara Arab memulai serangan udara setelah Houthi merebut  kendali kekuasaan negara Yaman.
 

Deddy | Al Jazeera | Jurniscom

 

Pernyataan Sikap Komite Umat untuk Tolikara

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komite Umat untuk Tolikara (KOMAT) mendesak TNI dan Polri untuk menindak unsur-unsur dan atribut yang mengarah pada keterlibatan pihak asing yang tidak bertanggungjawab. Pernyataan tersebut merupakan salah satu poin Pernyataan Sikap Komat terkait tragedi Tolikara yang diterima redaksi Jurniscom, Kamis (23/7/2015).

Berikut 7 poin Pernyataan Sikap Komite Umat untuk Tolikara (KOMAT) selengkapnya.

1.    Menolak pihak-pihak yang menghambat masuknya bantuan dari lembaga-lembaga kemanusiaan resmi dalam rangka pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Tolikara.

2.    Meminta semua ormas dan elemen masyarakat secara bersama menyalurkan bantuannya secara terkoordinasi melalui BAZNAS dan LAZNAS yang dikoordinasikan oleh FOZ, agar pemulihan dan pembanunan perekonomian di Tolikara berjalan dengan efektif.
3.    Mendorong pihak keamanan memberikan jaminan keamanan dan ketenangan bagi masyarakat muslim di Tolikara dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari, pasca insiden penyerangan shalat Iedul Fitri.
4.    Langkah hukum yang tegas, adil dan transparan terhadap aktor intelektual atau oknum-oknum yang terindikasikan melakukan gerakan radikalisme, separatisme, dan terorisme harus tetap dilakukan untuk mewujudkan keadilan.
5.    Masalah Tolikara adalah masalah dalam negeri. Semua pihak perlu mewaspadai kepentingan asing atau pihak lain yang tidak bertanggung-jawab terhadap kedaulatan NKRI. TNI dan POLRI harus menindak unsur-unsur atau atribut yang mengarah pada keterlibatan pihak asing yang tidak bertanggung-jawab.
6.    Mendorong semua pihak untuk mewujudkan kondisi damai dan toleransi di kabupaten Tolikara.
7.    Mendukung Menteri Dalam Negeri untuk mencabut perda yang telah diakui oleh bupati Tolikara tentang aturan pembatasan pembangunan rumah ibadah di kabupaten Tolikara karena bertentangan dengan Undang-Undang Dasar dan tidak kondusif untuk toleransi dan kerukunan antar umat beragama khususnya di Tolikara.

Jakarta, 23 Juli 2015/ 7 Syawal 1436 H

KH. Didin Hafidhuddin
KH. Hidayat Nurwahid
KH. Bachtiar Nasir
KH. M. Syafi’i Antonio
KH. Yusuf Mansyur
KH. M. Arifin Ilham
KH. Abdul Wahid Alwi
KH. Syuhada Bahri
Aries Muftie
KH. M. Zaitun Rasmin
KH. Bobby Herwibowo
KH. Haikal Hasan 
Nur Effendi
Ahmad Juwaini
Fahmi Salim
Ahmad Mukhlis Yusuf
Moh. Arifin Purwakananta
Jeje Zaenudin
Musthofa B. Nahrawardaya
Adnin Armas
Bidin Bachrul Ulumuddin
KH. Wahfiudin Sakam
Aat Surya Safaat
Farid Okbah

Editor : Ally | Jurniscom

MIUMI Serukan Khatib Jumat Bahas Tragedi Tolikara

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) DKI Jakarta menyerukan hari Jum'at (27/7/2015) sebagai "Jumat Solidaritas untuk Muslim di Papua dan Soliditas Umat untuk Integritas NKRI". Hal tersebut disampaikan Ketua MIUMI DKI Jakarta, KH. Fahmi Salim, Lc. MA kepada Jurniscom siang ini, Kamis (23/7/2015).

Menurut Fahmi, tragedi Tolikara pada hari Jumat (17/7/2015) lalu harus dipandang tak sekedar sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. "Namun lebih jauh merupakan petaka terhadap kerukunan hidup beragama di Indonesia dan bara dalam sekam yang meneror keutuhan NKRI," katanya.

Oleh karena itulah kami pengurus MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) Provinsi DKI Jakarta menyerukan "Jumat Solidaritas untuk Muslim di Papua dan Soliditas Umat untuk Integritas NKRI".

"Kita harapkan semua khatib di seluruh Indonesia menyuarakan tema di atas sebagai tema khutbah Jumat besok. Diharapkan semua pengurus/takmir masjid menitipkan tema tersebut kepada khatib Jumat besok, 24 Juli 2015," ujarnya.

Fahmi menjelaskan, tak kurang dari 500 orang tak dikenal secara tiba-tiba melempari jamaah shalat Ied di halaman masjid Baitul Muttaqien, Tolikara. Aparat hukum, sambungnya, telah berupaya mengamankan situasi, namun aksi kekerasan semakin meluas eskalasinya.

"Akibatnya tak kurang dari 64 kios terbakar, serta masjid Baitul Mutaqin yang merupakan tempat ibadah bagi umat muslim setempat pun terkena rembetan jalaran api. Ratusan warga mengungsi, banyak diantaranya adalah perempuan dan balita," lanjut Fahmi.

Selain itu, MIUMI DKI Jakarta juga mengajak umat Islam untuk menggalang donasi bagi korban tragedi Tolikara dan pembangunan masjid di Tolikara melalui Rek Dompet Dhuafa (BCA 237 78 78 783), Rumah Zakat (Mandiri 132 000 481 9745) dan BAZNAS (BRI Syariah 100 0782. 854).*

Editor : Ally | Jurniscom

Pesawat Tempur Saudi Pertama Mendarat di Bandara Aden, Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat militer Saudi mendarat di Aden pada hari Rabu (22/07/2015), karena bandara di kota kedua Yaman tersebut telah dibuka kembali setelah empat bulan pertempuran, menteri transportasi mengatakan, menurut Agence France-Presse.

"Ini adalah awal beroperasinya bandara," Badr Basalma mengatakan kepada wartawan di bandara, yang telah direbut kembali minggu lalu oleh loyalis yang didukung Saudi setelah pertempuran sengit dengan milisi Houthi dan sekutu mereka.

Sebelumnya pada hari Rabu, pemimpin milisi Syiah Houthi yang didukung Iran dilaporkan memerintahkan pasukan mereka untuk mundur dari kota selatan Yaman, Ibb, menurut Al Arabiya News.

Milisi Houthi diperintahkan untuk meninggalkan kota selatan dan kembali ke Saada, kubu kelompok tersebut di Yaman utara.

Juga di Ibb, pertempuran berat antara pasukan yang setia kepada Presiden Yaman Abd Rabbu Mansour Hadi dan milisi Syiah Houthi menyebabkan terbunuhnya seorang pemimpin Syiah  Houthi yang dikenal sebagai Abu Mahammed al-Ghayli.

Perkembangan terbaru terjadi sehari setelah pasukan yang setia kepada Hadi membuat kemajuan signifikan di kota terbesar ketiga negara itu, yaitu Taez.

Arab Saudi ikut campur dalam perang Yaman sejak 26 Maret untuk menghentikan agresi pasukan Syiah Houthi dan pasukan pro-Saleh yang mengambil alih Aden, kota terakhir yang dikendalikan oleh pemerintah pengasingan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, dan dalam upaya untuk mengembalikan Hadi ke kekuasaannya di Sanaa.

Deddy | Alarabiya | Jurniscom

Mujahidin IIA Kuasai Pos Pasukan Musuh, 7 Tewas, APC dan Peralatan Tempur Disita

HELMAND (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam Afghanistn di distrik Nawzad meluncurkan serangan terhadap pos pemeriksaan polisi boneka  yang terletak di Musa Kala di daerah Anzar Shali sekitar 02:00 waktu setempat, Rabu (22/07/2015), El Emarah News melaporkan.

Serangan yang berlangsung selama sekitar 2 jam selama, 7 polisi boneka tewas dan seorang lainnya berhasil melarikan diri, sedangkan APC, 6 senapan, tabung mortir, RPG peluncur dan peralatan lainnya direbut oleh mujahidin IIA.

2 Mujahidin  terluka dan syahid semoga Allah menerima dia.

Sementara dihari yang sama laporan dari provinsi Zabul mengatakan bahwa konvoi musuh disergap oleh Mujahidin di Malkezo desa kabupaten Shinki, menyebabkan banyak kerugian dipihak musuh.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

Agenda Apel Siaga Umat Islam Solo Raya Siap Turunkan Ribuan Umat Islam

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Rapat koordinasi Agenda Apel Siaga Umat Islam Solo Raya yang digagas oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) beserta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solo dihadiri oleh seluruh pimpinan elemen umat Islam se Solo Raya pada hari Rabu (22/07/2015), di Joglo Ar Rahmah, Laweyan.

Hasil rapat tersebut antara lain; aksi akan dilaksanakan pada hari Jumat (24/07/2015) siang setelah ibadah sholat Jumat, pukul 13.00 WIB, diawali dengan gerak jalan dari depan Masjid Kotta Barat menuju Bundaran Gladak untuk mendengarkan orasi dari tokoh-tokoh Islam yang mengecam surat edaran larangan shalat Ied, larangan berhijab, tindakan brutal orang kafir berupa pelemparan batu dan pembakaran Masjid di Tolikara, Papua terhadap kaum muslimin yang tengah menunaikan ibadah Sholat Idul Fitri 1436H beberapa hari lalu.

“Kita buktikan solidaritas kita terhadap saudara-saudara kita di Papua,” ungkap ketua DSKS, Dr. Muinnudinillah.

Sementara itu, koordinator acara, Edi Lukito, mengharapkan umat Islam Solo Raya untuk turut ambil bagian dalam aksi ini. Ia menambahkan, panitia aksi solidaritas kaum muslimin Solo Raya untuk kaum Muslimin di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua memperkirakan peserta yang hadir pada kesempatan ini mencapai 5 ribu.

“2650 peserta belum termasuk MTA yang all out mendukung dan jamaah tabliq,” ungkapnya, sebagaimana yang dilansir oleh muslimdaily Kamis (23/07/2015).

Sejumlah elemen umat Islam Solo Raya yang telah mengkonfirmasi kehadirannya adalah, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) se Solo Raya, Jama’ah Ansharusy Syariah Wilayah Solo Raya, anggota Majlis Tafsir Al Qur’an (MTA) se Solo Raya, Muhammadiyah Solo Raya, Nahdhatul Ulama (NU) Solo Raya, JAT se Solo Raya, FKAM Solo Raya, MMI Solo Raya, Laskar Umat Islam Solo (LUIS), Front Jihad Islam (FJI), dan Mahasiswa Pecinta Islam (MPI).

Selain peserta dari ormas Islam, turut serta dalam kegiatan ini adalah Ponpes Al Mukmin Ngruki Solo, Ponpes Darusy Syahadah Boyolali, Ponpes Isy Karima Karanganyar, dan elemen umat Islam lainnya.

Deddy | Jurniscom

 

 

Universitas di Inggris Temukan Fragmen Al Qur’an Kuno

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Fragmen yang diyakini sebagai salah satu salinan Quran tertua yang ada telah ditemukan jauh dari kitab suci itu berasal … di sebuah Universitas di Inggris.

Seorang peneliti PhD dari University of Birmingham Inggris menemukan dua lembar dokumen kuno saat sedang memeriksa koleksi buku dan bahan lainnya dari Timur Tengah, Anadolu Agency melaporkan Rabu (22/07/2015).

Sekarang, analisis radiokarbon telah menemukan bahwa dua perkamen tertulis yang ditemukan di perpustakaan Universitas tersebut berasal dari 1.370 tahun yang lalu, yaitu tahun saat Nabi Muhammad, masih hidup.

Pengujian yang dilakukan di University of Oxford itu mengungkapkan bahwa lembaran yang ditulis dalam naskah Hijazi Arab tersebut berasal dari antara tahun 568CE hingga 645CE, dan termasuk di antara manuskrip Quran tertua.

Dr Muhammad Isa Waley, kurator naskah di Perpustakaan Inggris, mengatakan dia yakin bahwa penemuan fragmen Quran yang menarik ini akan "membuat hati Muslim bersukacita."

Profesor Kristen dan Islam Universitas Birmingham David Thomas mengatakan bahwa folio tersebut "juga bisa membawa kita kembali ke beberapa tahun saat berdirinya Islam".

"Orang yang menulis perkamen ini kemungkinan sangat mengenal Nabi Muhammad dengan baik. Dia mungkin bertemu Nabi secara langsung, mendengar Nabi berkhotbah, dan mungkin mengenalnya secara pribadi. Dan itu benar-benar pemikiran yang  tak terbayangkan sebelumnya," katanya kepada BBC.

Thomas menambahkan bahwa ayat-ayat Al Qur’an biasanya ditulis pada perkamen, batu, daun kelapa dan tulang belikat unta sebelum disusun menjadi sebuah buku pada tahun 650 dan salinannya kemudian didistribusikan oleh khalifah ketiga [pemimpin umat Muslim], Utsman Ibn Affan.

Susan Worrall, direktur Koleksi Khusus dari University of Birmingham, mengatakan mereka "senang bahwa dokumen sejarah yang penting terdapat di sini di Birmingham," menambahkan bahwa perguruan tinggi berencana untuk menunjukkan folio Qur’an tersebut di Barber Institute of Fine Arts di universitas tersebut dari 2 Oktober hingga 25 Oktober.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Tentara Thailand Klaim Bunuh Dua Gerilyawan Muslim Pattani

BANGKOK (Jurnalislam.com) – Dua gerilyawan Muslim Melayu gugur di Thailand selatan, media lokal melaporkan Rabu (22/07/2015), di tengah pengamatan bahwa penguasa militer kerajaan lebih memprioritaskan operasi keamanan dibandingkan solusi politik untuk menyelesaikan konflik puluhan tahun.

Bentrokan mematikan dengan pasukan keamanan, yang hanya ditutupi media lokal selama dua hari setelah terjadi Senin, berlangsung di provinsi Pattani – salah satu dari empat provinsi selatan yang diganggu oleh pejuang sejak tahun 2004, menurut The Nation.

Tentara membunuh  dua "gerilyawan " dan menangkap tersangka ketiga di distrik Nong Chik. Mereka juga mengambil tiga senapan otomatis M-16, salah satunya dicuri dari depot militer pada tahun 2003.

Bentrokan terjadi setelah serangkaian penembakan dan pemboman selama tiga minggu terakhir, dan merupakan peningkatan pertempuran  yang terjadi setiap tahun selama bulan suci Ramadhan, yang tahun ini berakhir tanggal 17 Juli di Thailand.

Peristiwa ini tampaknya mengkonfirmasi pengamatan yang diterbitkan oleh sebuah lembaga think tank awal bulan ini yang mengatakan bahwa para jenderal yang berkuasa di Thailand sejak kudeta tahun lalu tampaknya memprioritaskan pendekatan militer untuk memecahkan konflik, meskipun mereka pernah mengungkapkan minatnya untuk memulai kembali dialog perdamaian.

"Laporan bahwa [junta pemimpin perdana menteri prime] Jenderal Prayuth [Chan-ocha] telah menolak pembicaraan dengan kelompok payung militan yang baru dibentuk sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kesediaan pemerintah untuk bernegosiasi," kata International Crisis Group dalam laporannya.

Perjuangan di selatan berakar dalam konflik etnis budaya yang telah berlangsung berabad-abad antara Muslim Melayu yang tinggal di provinsi Pattani, Yala dan Narathiwat dan beberapa kabupaten Songhkla, dengan pemerintah pusat Thailand di mana agama Buddha secara de facto dianggap sebagai agama nasional.

Kelompok pejuang bersenjata dibentuk pada tahun 1960 setelah kediktatoran militer mencoba mengganggu sekolah-sekolah Islam. The Patani United Liberation Organization (PULO) telah menjadi kelompok pejuang yang dominan hingga memudar di tengah tahun 1990-an.

Pada tahun 2004, sebuah gerakan bersenjata baru – yang terdiri dari sel-sel banyak pejuang lokal yang berkelompok di sekitar Barisan Revolusi Nasional (BRN) atau National Revolutionary Front – kembali muncul. Sejak itu, konflik telah menewaskan 6.400 orang dan melukai lebih dari 11.000 lainnya, membuatnya menjadi salah satu konflik intensitas rendah yang paling mematikan di planet ini.

Sebuah dialog perdamaian telah dimulai di bawah pemerintahan terpilih mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra pada 2013, namun dihentikan pada bulan Desember tahun itu karena ketegangan politik di Bangkok.

Kudeta 22 Mei 2014 terhadap pemerintah Yingluck membawa junta berkuasa dan menambah ketidakpastian solusi damai, meskipun militer menyatakan komitmennya untuk mengejar pembicaraan damai.

Enam kelompok pejuang, termasuk PULO dan BRN, baru-baru ini mendirikan Dewan Konsultatif Patani, dengan nama MARA Patani, dalam rangka mengkoordinasikan pembicaraan damai. Tapi seperti dicatat oleh International Crisis Group, "BRN tetap tidak bergabung".

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom