MIUMI Serukan Khatib Jumat Bahas Tragedi Tolikara

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) DKI Jakarta menyerukan hari Jum'at (27/7/2015) sebagai "Jumat Solidaritas untuk Muslim di Papua dan Soliditas Umat untuk Integritas NKRI". Hal tersebut disampaikan Ketua MIUMI DKI Jakarta, KH. Fahmi Salim, Lc. MA kepada Jurniscom siang ini, Kamis (23/7/2015).

Menurut Fahmi, tragedi Tolikara pada hari Jumat (17/7/2015) lalu harus dipandang tak sekedar sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. "Namun lebih jauh merupakan petaka terhadap kerukunan hidup beragama di Indonesia dan bara dalam sekam yang meneror keutuhan NKRI," katanya.

Oleh karena itulah kami pengurus MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) Provinsi DKI Jakarta menyerukan "Jumat Solidaritas untuk Muslim di Papua dan Soliditas Umat untuk Integritas NKRI".

"Kita harapkan semua khatib di seluruh Indonesia menyuarakan tema di atas sebagai tema khutbah Jumat besok. Diharapkan semua pengurus/takmir masjid menitipkan tema tersebut kepada khatib Jumat besok, 24 Juli 2015," ujarnya.

Fahmi menjelaskan, tak kurang dari 500 orang tak dikenal secara tiba-tiba melempari jamaah shalat Ied di halaman masjid Baitul Muttaqien, Tolikara. Aparat hukum, sambungnya, telah berupaya mengamankan situasi, namun aksi kekerasan semakin meluas eskalasinya.

"Akibatnya tak kurang dari 64 kios terbakar, serta masjid Baitul Mutaqin yang merupakan tempat ibadah bagi umat muslim setempat pun terkena rembetan jalaran api. Ratusan warga mengungsi, banyak diantaranya adalah perempuan dan balita," lanjut Fahmi.

Selain itu, MIUMI DKI Jakarta juga mengajak umat Islam untuk menggalang donasi bagi korban tragedi Tolikara dan pembangunan masjid di Tolikara melalui Rek Dompet Dhuafa (BCA 237 78 78 783), Rumah Zakat (Mandiri 132 000 481 9745) dan BAZNAS (BRI Syariah 100 0782. 854).*

Editor : Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.