Lagi, Seorang Imam Masjid Ditembak Mati di Pattani, Thailand Selatan

THAILAND (Jurnalislam.com) – Seorang Imam Muslim di selatan Thailand yang selamat dari serangan sebelumnya ditembak mati hari Sabtu (05/09/2015).di provinsi Pattani, menurut media lokal, sebagaimana yang dilansir World Bulletin.

Dormeng Benjaewan, Imam Masjid Payonok di kabupaten Saiburi yang berusia 76 tahun, ditembak beberapa kali di depan sebuah toko makanan oleh tersangka yang membonceng sebuah sepeda motor.

Ia dipindahkan ke sebuah rumah sakit lokal namun meninggal dunia akibat luka-luka di kepala dan tubuhnya, Bangkok Post melaporkan.

Benjaewan dihormati di antara penduduk lokal dan juga bekerja sama dengan pemerintah Thailand untuk menyelesaikan kerusuhan selama beberapa dekade yang telah mendestabilisasi tiga provinsi berbatasan dengan Malaysia yang 80 persen penduduknya adalah Melayu Muslim.

Beberapa imam telah tewas dalam konflik saat sejumlah kelompok oposisi menentang pemerintah pusat Thailand, saat berusaha memisahkan diri atau membangun otonomi politik.

Dalam kasus yang menonjol pada bulan Agustus tahun 2013, Imam Masjid Pusat Pattani, Yacob Raimanee ditembak mati di kota Pattani. Masjid Pusat Pattani adalah Masjid utama di selatan.

Para pihak yang berada di balik pembunuhan Raimanee, belum diidentifikasi. Raimanee telah dianggap sebagai tokoh kunci dalam membantu menyelesaikan ketegangan antara pejuang Islam dan pemerintah.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Pindah ke Lapas Batu, Jadwal Besuk Ustadz Abu Berubah Jadi Senin dan Rabu

CILACAP (Jurnalislam.com) – Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dipindahkan dari Lapas Pasir Putih ke Lapas Batu Nusakambangan, Cilacap, Sabtu (5/6/2015). Ustadz Abu, yang sebelumnya pernah menempati lapas Batu itu dipindahkan sekitar pukul 9.00 WIB. Berdasarkan keterangan dari pihak lapas, pemindahan tersebut dikarenakan Kementerian Hukum dan Hal Azasi Manusia (HAM) akan merenovasi lapas pasir putih khususnya Blok D yang ditempati Ustadz Abu Bakar Ba'asyir.

Dengan adanya pemindahan tersebut, maka jadwal besuk untuk beliau berubah yang sebelumnya pada hari Selasa dan Kamis menjadi hari Senin dan Rabu.

Namun demikian, sebelum jadwal besukan tersebut diumumkan, akan ada beberapa petugas koordinasi besukan terlebih dahulu akan membesuk beliau pada hari Senin besok. Hal tersebut untuk memastikan bahwa beliau ada di Lapas Batu serta jadwal besukan beliau tidak ada perubahan. Untuk selanjutnya akan dikabarkan setelah ada kepastian keberadaan beliau dan jadwal besukan yang berlaku.

Selain ustadz Abu, beberapa ikhwan penghuni Lapas Pasir Putih juga dipindahkan ke Lapas Batu seperti Hari Kuncoro dan Abu Umar.

Sebelum pemindahan, ustadz Abu dalam kondisi sehat dan terakhir tamu yang hadir mengunjungi beliau adalah para asatidzah dari ponpes Al Mukmin Ngruki beserta dua putranya ustadz Abdul Rochim dan ustadz Abdul Rosyid Ba'asyir serta beberapa ikhwan dari Jawa Timur. 

Reporter : Abu Harits | Editor : Ally | Jurniscom

Austria Sambut Bus Pengungsi Suriah Pertama Tiba dari Hongaria

AUSTRIA (Jurnalislam.com) – Bus pertama yang membawa pengungsi yang terdampar di ibukota Hungaria mencapai perbatasan Austria Sabtu pagi (05/09/2015), setelah Wina dan Berlin setuju untuk mengambil ribuan pengungsi yang putus asa untuk memulai kehidupan baru di Eropa Barat.

Sekitar 50 dari 1.200 pengungsi yang berangkat dengan berjalan kaki dari Budapest menuju perbatasan Austria sebelumnya – beberapa diantaranya mengenakan kursi roda dan tongkat – mencapai pos perbatasan Hegyeshalom-Nickelsdorf, polisi Austria mengatakan, dalam 100 kendaraan pertama yang disediakan oleh otoritas Hungaria.

Beberapa bus lain sebelumnya juga meninggalkan stasiun kereta api Keleti di ibukota Hungaria membawa orang-orang yang telah terjebak di sana selama beberapa hari di tenda-tenda pengungsian sambil menunggu kereta ke Austria dan Jerman.

Hungaria telah menjadi titik terbaru saat ratusan ribu pengungsi mencoba untuk menyeberangi perbatasan dalam perjalanan mereka ke Eropa Barat, khususnya Jerman, yang telah mengatakan tidak akan lagi mendeportasi pengungsi Suriah dan akan menerima 800.000 orang tahun ini.

Berlin mendesak diakhirinya aksi "saling tuding" seperti yang telah dikatakan Inggris bahwa mereka akan mengambil ribuan pengungsi Suriah – tetapi hanya mengambil langsung dari kamp, ​​bukan mengambil mereka di Hungaria, Yunani dan Italia yang sudah kewalahan, yang menuntut mitra Uni Eropa mereka berbuat lebih banyak untuk membantu.

Korban manusia akibat krisis terkuak minggu ini ketika tubuh balita Suriah, Aylan Kurdi, yang telah dimakamkan bersama dengan saudara dan ibunya di kampung Kobane yang dilanda perang pada hari Jumat, ditemukan terdampar di sebuah pantai di Turki.

Pada salah satu bus ke Austria, pengungsi yang kelelahan terbagi antara cemas dan lega saat menunggu untuk melihat apakah perjalanan panjang mereka ke Eropa Barat hendak berakhir. Banyak yang gugup setelah Hungaria mencoba untuk mengangkut satu kereta api penuh pengungsi menuju Austria ke sebuah kamp pada hari Kamis.

"Saya tidak nyaman meninggalkan stasiun kereta api Keleti," kata seorang pengungsi Suriah berusia 26 tahun, Muhammad.

Tapi dia bersikap santai sambil melihat sungai Danube sekilas melalui jendela: "Saya telah mendengar tentang sungai itu, tapi belum pernah melihatnya," katanya. "Cantiknya."

Antara 800 hingga 3.000 pengungsi diharapkan tiba di perbatasan Austria beberapa jam mendatang, kata juru bicara polisi Werner Fasching, menambahkan bahwa para penegak hukum dan pekerja dari Palang Merah sedang menunggu untuk menerima mereka.

Sekitar 600 tempat tidur telah tersedia di Nickelsdorf untuk pendatang baru dan daerah tetangga juga telah dikerahkan untuk memastikan mereka menerima makanan dan perawatan medis, katanya.

Sekitar 50.000 pengungsi memasuki Hungaria bulan lalu melalui Balkan Barat, dengan rekor 3.300 tiba pada hari Kamis, menurut angka PBB.

Hungaria telah merespon dengan langkah-langkah anti-imigrasi baru yang keras, termasuk mengkriminalisasikan penyeberangan perbatasan yang tidak sah dan segala perusakan pagar kawat yang baru didirikan di sepanjang perbatasan dengan Serbia.

Perdana Menteri sayap kanan Viktor Orban memicu kemarahan dengan mengatakan negaranya tidak menginginkan lebih banyak pengungsi Muslim dan memperingatkan bahwa Eropa akan kehilangan identitas Kristen nya.

"Kami sangat senang bahwa sesuatu akan terjadi pada akhirnya. Perhentian berikutnya adalah Austria. Anak-anak sangat lelah, Hungaria sangat buruk, kami harus pergi entah bagaimana," Osama, pengungsi berusia 23 tahun dari Suriah mengatakan kepada AFP saat ia berangkat dari Hungaria.

Kondisi kamp yang buruk dan prosedur pendaftaran yang lambat bagi para pencari suaka tampaknya berkontribusi terhadap meningkatnya ketegangan di fasilitas pengungsian Hungaria.

Sebelumnya pada hari Jumat, sekitar 300 orang menembus pagar di sebuah kamp pengungsi Hungaria dan bentrok dengan polisi, sementara 300 lainnya melarikan diri dari tempat pengumpulan pengungsi.

Sementara itu di kota Bicske, 40 kilometer sebelah barat Budapest dan tempat salah satu kamp pengungsi utama Hungaria, seorang pria Pakistan berusia 51 tahun meninggal setelah lebih dari 350 pengungsi melarikan diri dari kereta yang dijaga oleh polisi dan menuju ke arah barat sepanjang rel.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Antonio Guterres pada hari Jumat member peringatan kepada 28-anggota Uni Eropa untuk menghadapi "momen penentuan" dan menyerukan pemukiman wajib bagi 200.000 pengungsi oleh negara-negara Uni Eropa.

Dalam tragedi yang membuka mata tentang urgensi krisis, Abdullah Kurdi, ayah dari balita Suriah, Aylan, kembali ke rumahnya pada hari Jumat di kota perbatasan Kobane untuk mengubur istri dan kedua anaknya.

"Saya harus membayar harga untuk ini sepanjang sisa hidup saya," katanya kepada para pelayat, setelah membawa jasad anak-anaknya ke Martyrs' Cemetery di Kobane.

Keluarga itu terusir dari Kobane pada bulan Juni setelah pertempuran sengit antara militan Kurdi dan Negara Islam.

Foto yang menunjukkan tubuh anak kecil berbaring di pantai Turki, terdampar setelah perahu yang membawa keluarga itu ke Yunani tenggelam, telah meningkatkan seruan untuk membantu para pengungsi.

Menteri luar negeri Uni Eropa bertemu di Luksemburg untuk membahas krisis menjelang "State of the Union" yang direncanakan minggu depan oleh Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, ketika ia akan meletakkan langkah-langkah baru yang juga bisa memperburuk perpecahan di blok tersebut.

Juncker telah mengusulkan kuota wajib bagi pemukiman 160.000 pengungsi, setelah rencana sebelumnya sebanyak 40.000 tidak menemukan kesepakatan, terutama dari Hungaria, dan malah ditawarkan untuk hanya 32.000 pengungsi.

Jerman dan Perancis mendukung sistem tersebut, tetapi Hungaria, Republik Ceko, Polandia dan Slowakia bersama-sama menolak setiap kuota yang dinyatakan dalam pernyataan hari Jumat.

Jika pemerintah waspada, banyak warga Eropa biasa mengambil inisiatif dan memberikan semua bantuan yang mereka bisa, dari kampanye media sosial di Austria sampai protes jalanan mendesak tindakan pemerintah di Spanyol.

Gerakan amal di seluruh Eropa melaporkan lonjakan sumbangan dari orang-orang yang terkejut dengan gambar yang menyayat hati dari Turki – UNICEF mengatakan sumbangan yang mereka miliki sudah lebih dari dua kali lipat.

"Ada respon yang sangat besar dari masyarakat," Kristen Peregrin, juru bicara the Malta-based refugee Offshore Aid Station (Station Bantuan pengungsi yang berbasis di lepas pantai Malta) mengatakan kepada AFP. "Gelombang ketidakpedulian bergeser."

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Mujahidin IIA: Sebagian Besar Wilayah Charsada Dibersihkan

GHOR (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam Afghanistan di distrik Charsada meluncurkan serangan terkoordinasi pada posisi musuh di pinggiran pusat kabupaten pada hari Kamis, 3 September 2015, sebagai hasilnya daerah Khafak dan Badqul dibersihkan, musuh dipaksa untuk meninggalkan 8 mayat sementara 15 sepeda motor dan peralatan lainnya disita.

Segala puji hanya bagi Allah saja, tidak ada Mujahidin yang dirugikan dalam operasi.

Sementara di Kabupaten Tewara, daerah Neili juga diambil alih oleh Mujahidin dalam operasi skala besar sejak pukul 07:00 sampai 02:00 hari ini, menewaskan dan melukai 10 orang bersenjata dan merebut sejumlah besar senjata dan amunisi.

Bala bantuan musuh tiba dari pusat distrik dan kabupaten Pur Chaman provinsi Farah, mendorong Mujahidin melakukan penarikan taktis.

Dikatakan bahwa 4 mujahidin juga terluka dalam pertempuran dan seorang lainnya dihargai syahid (semoga Allah menerima dia).

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Klub Sepak bola Bayern Munich Bantu Anak-anak Pengungsi Suriah di Jerman

JERMAN (Jurnalislam.com) – Saat krisis pengungsi di Eropa meningkat, klub sepak bola terbesar di Jerman turut serta membantu. Bayern Munich akan menjadi tuan rumah kamp pelatihan untuk anak-anak, menyediakan makanan bagi mereka, member pelajaran bahasa Jerman dan peralatan sepak bola, lansir World Bulletin, Jumat (04/09/2015).

Bayern Munich juga akan menyumbangkan $ 1.100.000 untuk proyek pengungsi.

"Kami di FC Bayern menganggap bahwa merupakan tanggung jawab sosial-politik kita untuk membantu pengungsi dan anak-anak yang membutuhkan, perempuan dan laki-laki, mendukung dan membantu mereka di Jerman," kata Ketua Karl-Heinz Rummenigge dalam sebuah pernyataan di situs klub.

Selain menyelenggarakan kamp sepak bola untuk anak-anak pengungsi dan pemuda, pemain Bayern Munich juga akan memasuki arena di pertandingan kandang mereka berikutnya melawan FC Augsburg sambil memegang tangan satu anak Jerman dan satu anak pengungsi.

Klub ini juga berjanji untuk menyumbangkan € 1 juta dari hasil pertandingan persahabatan untuk proyek pengungsi.

Spanduk bertuliskan "Selamat Datang pengungsi" bisa dilihat di lapangan sepak bola di seluruh Jerman selama beberapa minggu terakhir.

Jerman sejauh ini telah menerima lebih banyak aplikasi suaka dibandingkan negara Eropa lainnya. Mereka mengharapkan untuk mengambil total 800.000 pengungsi tahun ini – empat kali lebih banyak dari jumlah pengungsi yang mereka terima pada tahun 2014.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Komunitas Islam COSMOS Luncurkan Program Pemahaman Islam untuk Non Muslim Miami

MIAMI (Jurnalislam.com) –  Percaya pada kekuatan pendidikan untuk memerangi prasangka dan kesalahpahaman, seorang profesor Amerika di sebuah perguruan tinggi Miami bekerja sama dengan organisasi Muslim untuk menunjukkan kesamaan antara tiga agama Ibrahim kepada siswa.

"Saya memiliki kepentingan memberitahu murid-murid saya bahwa agama-agama lain tidak begitu berbeda," Randall Kaufman, ketua departemen humaniora dan ilmu sosial di Miami Dade College (MDC) Homestead Campus, mengatakan kepada Miami Herald, sebagimana yang dilansir oleh OnIslam pada hari Jumat (04/09/2015).

Saat mengajar murid-muridnya di MDC, Kaufman ingin mereka memahami konsep Tuhan dengan Allah.

Ia memutuskan untuk bekerja sama dengan the Coalition of South Florida Muslim Organizations (COSMOS) untuk meluncurkan “Islam Today,” sebuah serial untuk setahun yang berfokus pada iman.

"Serial ini untuk non-Muslim agar memahami Muslim," kata Kaufman, yang percaya bahwa pendidikan adalah salah satu alat terkuat dalam memerangi prasangka dan kesalahpahaman.

"Saya pikir sebagian besar masyarakat minoritas memahami mayoritas, perhatian bagi saya adalah toleransi di sisi lain mayoritas memahami minoritas."

Berfokus bahwa Islam, Kristen dan Yahudi berasal dari akar yang sama, program tersebut akan dimulai pada 29 September dengan diskusi tentang Idul Adha, dipimpin oleh Imam Zakaria Badat, seorang imam besar COSMOS.

Idul Adha, atau "Hari Raya Kurban", adalah salah satu dari dua perayaan Islam yang paling penting, bersama-sama dengan Idul Fitri.

Setelah sholat Idul Adha, Muslim melakukan unhiyah, ritual yang mengingatkan tindakan pengorbanan besar Nabi Ibrahim dan putranya Ismail demi Allah.

"Mengejutkan, mungkin mirip dengan akar Kristen dan Yahudi," kata Kaufman. "Akar yang sangat mirip."

Kaufman mengatakan bahwa siswa sering mendekatinya dengan pertanyaan tentang iman, budaya, dan ritual.

Mengatasi rasa ingin tahu para pelajar, Islam Today tidak hanya berpusat di sekitar ajaran agama, tapi juga tentang seni, makanan dan budaya Islam.

Sebagai contoh, pada tanggal 3 Desember, program ini akan mempresentasikan paduan suara dari the Florida Turkish American Association of Fort Lauderdale.

Serial baru tersebut diharapkan akan membawa pemahaman Islam di masyarakat dengan bekerja sama dengan kelompok-kelompok lintas agama.

"Benar-benar penting bagi komunitas Muslim untuk membuat mahasiswa di perguruan tinggi mengerti mengenai Islam," kata Shabbir Motorwala, anggota dewan COSMOS, menambahkan bahwa ia kadang-kadang menerima pertanyaan tentang stereotip Islam tertentu dari orang-orang yang tidak akrab dengan iman.

"Mereka berpikir semua Muslim memiliki unta dan roti panjang."

Ia berharap bahwa Islam Today membantu menghilangkan beberapa stereotip dan dialog terbuka akan membantu memerangi Islamophobia.

"Beberapa orang tidak mengetahui bahwa kaum Muslim mengikuti nabi yang sama seperti yang dilakukan Kristen dan Yahudi," katanya.

Upaya COSMOS mempromosikan pemahaman yang benar tentang Islam tersebut bukanlah yang pertama.

COSMOS adalah sebuah kelompok nirlaba.

Awal tahun ini mereka melakukan kesepakatan dengan Florida International University untuk mendirikan Pusat Studi Dunia Muslim (Center for Muslim World Studies).

Kaufman berharap bahwa mereka yang menghadiri serial di kampusnya mengetahui lebih banyak tentang Islam, dan menikmati  prosesnya.

Deddy | OnISlam | Jurniscom

Uni Emirat Arab: 22 Tentaranya Tewas dalam Serangan Militer di Yaman

Uni Emirat Arab (Jurnalislam.com) – Dua puluh dua tentara militer Uni Emirat Arab tewas saat bertugas dalam serangan militer yang dipimpin Saudi melawan pemberontak Syiah Houthi Yaman, menurut kantor berita negara, WAM, Jumat (04/09/2015).

Arab Saudi dan koalisi negara-negara Arab lainnya sebagian besar telah berjuang sejak Maret untuk memulihkan pemerintah Yaman yang diasingkan dan mengusir  milisi Syiah Houthi, yang menguasai ibu kota Sanaa sejak September tahun lalu.

Setidaknya lima tentara Emirat lainnya telah tewas di Yaman sejak serangan dimulai.

Ada laporan yang saling bertentangan tentang penyebab kematian 22 tentara tersebut.

Houthi mengatakan mereka menembakkan roket di gudang senjata sebuah kamp yang digunakan oleh pasukan koalisi di daerah Marib pusat, menewaskan puluhan Emirat dan tentara Yaman dan menghancurkan sejumlah helikopter Apache serta kendaraan bersenjata, menurut kantor berita Reuters.

Sebaliknya, sumber militer Yaman mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tentara koalisi Arab termasuk di antara mereka yang tewas dalam ledakan di sebuah toko amunisi yang disengaja.
 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

PM Inggris Berjanji untuk Terima ‘Ribuan’ Pengungsi Suriah

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Inggris akan menyediakan pemukiman bagi "ribuan lebih" pengungsi Suriah, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengumumkan Jumat pagi (04/09/2015) lansir World Bulletin.

Janji Cameron tersebut muncul setelah adanya seruan dari rekan-rekan Eropa, organisasi hak asasi manusia dan amal serta beberapa tokoh seperti Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon dan mantan Menteri Luar Negeri David Miliband.

"Inggris akan bertindak dengan kepala dan hatinya [untuk menemukan solusi jangka panjang bagi krisis," kata Cameron kepada media di ibukota Portugal Lisbon.

Para pengungsi diharapkan datang dari kamp PBB di perbatasan dengan Suriah, dan bukan dari kalangan pengungsi yang sudah berada di Eropa.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris mengatakan bahwa menerima lebih banyak pengungsi ke Inggris bukanlah jawaban untuk krisis pengungsi dan mengklaim bahwa Inggris sudah melakukan tugasnya sedikit.

Menanggapi pernyataan Cameron sebelumnya, Dewan Komisaris Eropa untuk Hak Asasi Manusia, Nils Muiznieks, mengatakan pada hari Kamis: "Saya sangat prihatin dengan sikap perdana menteri Inggris yang mengatakan bahwa Inggris tidak harus memberikan perlindungan kepada lebih banyak lagi pengungsi dari Timur Tengah."

Muiznieks mengatakan bahwa saat ini, Inggris melakukan jauh lebih sedikit daripada negara-negara Eropa lainnya, seperti Jerman atau Swedia, yang memberi perlindungan untuk ribuan warga Suriah. "Tragedi tambahan dan gambar-gambar yang mengejutkan bisa dihindari jika para pemimpin politik memiliki keberanian dan tekad untuk bersama-sama menegakkan standar hak asasi manusia dan nilai-nilai Eropa," kata komisaris.

Sementara itu, media Inggris yang meliput kematian tragis dua bersaudara Suriah – Aylan Kurdi yang berusia tiga tahun, dan kakaknya, Galip, yang berusia lima tahun, menimbulkan kemarahan publik.

Perdana menteri Inggris mengatakan bahwa "ia tergerak" dengan foto-foto dua bersaudara yang terdampar ke pantai Turki setelah gagal dengan tragis di laut saat berusaha untuk menyeberang ke pulau Yunani.

Sebuah petisi parlemen yang meminta pemerintah Inggris untuk bertindak membantu pengungsi kini ditandatangani oleh lebih dari 350.000 orang.

Petisi yang ditandatangani oleh lebih dari 100.000 orang sudah dapat dibawa untuk diperdebatkan di parlemen.

Jerman adalah penerima terbesar klaim suaka baru di Uni Eropa pada tahun 2014, dengan perkiraan 173.100 aplikasi suaka.

Inggris menerima 31.300 aplikasi baru untuk suaka pada akhir 2014.

Menurut PBB, di Turki saja terdapat 1.938.999 pengungsi terdaftar pada 25 Agustus 2015.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

 

Erdogan: Dunia Barat Harus Bertanggung Jawab atas Tragedi Aylan Bersaudara

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki pada hari Kamis, 3 September 2015, menuding pemerintah Barat atas krisis pengungsi yang memburuk dan kematian dan tenggelamnya migran dari negara yang dilanda perang saat mencari perlindungan, Anadolu Agency melaporkan, Jumat (04/09/2015).

"Sejujurnya, seluruh dunia Barat yang harus disalahkan, menurut pendapat saya," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam wawancara dengan CNN International.

Dia menyuarakan nada reflektif ketika ditanya tentang gambar balita Suriah tak bernyawa yang tubuhnya terdampar di sebuah pantai Turki saat ia dan keluarganya mencoba mencapai pulau-pulau Yunani.

"Ketika kami melihat hal itu kami merasa hancur. Dan kita menanyakan pertanyaan untuk diri kita sendiri. Dimana hati nurani kemanusiaan?" katanya.

Aylan Kurdi, dua tahun, tenggelam bersama dengan ibu serta saudaranya yang berusia 5 tahun. Tubuh mereka, bersama dengan sembilan korban lainnya, terdampar di sepanjang pantai kota resor Turki, Bodrum, Rabu pagi setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Laut Aegea.

Foto-foto korban mendunia di media sosial, memicu kemarahan di seluruh dunia dan kecaman luas dari para pemimpin dunia.

Erdogan mengatakan sayangnya ia melihat gambar tersebut dalam acara keluarga bersama dengan anak-anak dan cucu-cucunya.

Gambar tersebut membuat mereka menangis, kata Presiden, tapi itu bukan pertama kalinya karena "banyak anak-anak, ibu, ayah lainnya yang sayangnya telah tenggelam di perairan keras Laut Mediterania," katanya. "Hanya penjaga pantai kami, mulai tahun ini, yang telah menyelamatkan lebih dari 50.000 orang. "

Ketika diingatkan bahwa ia menyalahkan Eropa karena mengubah Mediterania menjadi kuburan, Erdogan mengatakan bahwa ia mengatakan itu sepenuh hati karena "itulah kenyataannya".

"Negara-negara yang berbatasan dengan Mediterania – mereka tidak menginginkan orang-orang ini, tidak peduli apapun konsekuensinya," katanya.

Turki memiliki pendekatan yang sangat berbeda untuk pengungsi, menurut Erdogan: Selama mereka memiliki sarana berupa rumah dan sambutan, Turki akan melakukannya.

"Jika mereka berada di perbatasan kita, jika mereka mau masuk, kami menyambut mereka sebagai tamu. Dan kemudian jika ada yang perlu dikirim kembali ke negara mereka, itulah yang kami lakukan," katanya.

Ia menunjukkan bahwa jumlah warga Suriah dan Irak di Turki melebihi 2 juta.

Ia juga menyalahkan negara-negara tetangga karena tidak melakukan tindakan yang cukup untuk meringankan masalah.

"Misalnya, Yunani, Italia, Spanyol, dan negara-negara lain termasuk Perancis, Hungaria.. Mereka bisa dengan mudah melakukan hal yang sama. Sayangnya, mereka belum bertindak sejauh yang telah Jerman lakukan," tambahnya.

Erdogan juga mengkritik Jerman karena mengatakan Turki harus menerima para imigran, dan kemudian mereka akan memilih beberapa dari mereka dan menerima mereka.

"Jenis pendekatan apa itu? Benar-benar tidak bisa pahami," tanyanya retoris.

Eropa saat ini sedang menghadapi krisis pengungsi terbesar sepanjang dekade, dengan ribuan pencari suaka dari Timur Tengah dan Afrika berusaha mencapai Eropa Barat.

100.000 pengungsi mencapai perbatasan Uni Eropa pada bulan Juli, sementara lebih dari 150.000 lainnya memasuki Hungaria dalam delapan bulan pertama tahun ini. Jerman sendiri mengharapkan 800.000 aplikasi suaka pada tahun 2015, empat kali jumlah tahun lalu.

Sekitar 2.500 pengungsi dan migran telah meninggal atau hilang saat berusaha untuk mencapai Eropa tahun ini saja, menurut PBB.

"Sama seperti saya sedang berada di kantor tanggung jawab, orang-orang itu juga berada dalam kantor tanggung jawab. Jadi apa yang harus mereka lakukan adalah melakukan operasi bersama dan memberikan para imigran ini kesempatan untuk menyelamatkan diri," katanya, sambil menambahkan bahwa dia tidak ingin melihat kasus serupa Aylan, balita Suriah yang tenggelam.

Pada Januari, Turki telah menjadi tuan rumah bagi sekitar 1,5 juta pengungsi Suriah, termasuk 217.000 di 22 kamp, ​​menurut Badan Pengungsi PBB.

Statistik pemerintah menunjukkan Turki telah menerima lebih banyak pengungsi dari negara lain, yaitu sejumlah 1,9 juta, dan telah menghabiskan hampir $ 6.000.000.000 untuk warga Suriah, termasuk para pengungsi, sejak 2011.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Ulama Saudi Kecam Film Nabi Muhammad yang Dibuat Iran

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) –  Di tengah berkembangnya perdebatan seputar film baru Iran tentang Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wassallam, Mufti Arab Saudi mengecam film tersebut "tidak benar", dan mengatakan bahwa Islam tidak mengizinkan Nabi sholallahu 'alaihi wassallam, digambarkan dengan cara seperti ini.

"Ini adalah film Magian dan pekerjaan yang memusuhi Islam," Syeikh Abdul Aziz Al-Asyeikh, yang juga ketua Komisi Ulama Senior dan Dewan Ifta, mengatakan kepada surat kabar Al-Hayat, pada hari Rabu (02/09/2015).

Mufti menambahkan bahwa Nabi sholallahu 'alaihi wassallam memiliki ciri-ciri fisik dan moral yang khusus yang tidak boleh digambarkan dalam film.

"Para pembuat film tersebut tidak mencerminkan realitas," katanya.

"Film ini adalah pekerjaan cabul yang tidak berdasarkan agama dan benar-benar memfitnah Islam."

Film yang berjudul "Muhammad" tersebut dirilis di bioskop Kamis lalu.

Mengisahkan bagian pertama dari trilogi kehidupan Nabi, film itu menggambarkan peristiwa sebelum kelahiran hingga masa remaja nabi Muhammad Sholallahu 'alaihi wassallam, sebelum ia menjadi nabi.

Film ini pertama kali ditampilkan kepada publik dalam upacara pembukaan Festival Film Internasional Teheran “Fajr International Film Festival”  Januari lalu, yang bertepatan dengan ulang tahun revolusi Islam 1979.

Film ini tidak akan menunjukkan wajah Nabi karena sinematografer Italia Vittorio Storaro, pemenang Oscar tiga kali, menggunakan berbagai kombinasi terang dan gelap untuk membuat penggambaran agama dalam film tersebut.

Dengan biaya produksi yang sangat besar diperkirakan sebesar $ 40 juta, film ini merupakan hasil kerja keras Majidi selama lebih dari tujuh tahun untuk menghasilkan fitur tentang Nabi dengan anggaran besar yang pernah dibuat.

Al-Asyeikh memperingatkan tentang menampilkan atau mengedarkan film, yang ia katakan sama dengan mengolok-olok dan melecehkan Nabi sholallahu 'alaihi wassallam.

Sejalan dengan mufti Saudi, sekretaris jenderal Liga Dunia Muslim (MWL,) Abdullah Al-Turki, juga mengecam produksi film dan menyerukan penarikan segera dari semua bioskop.

"Tiap personifikasi Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wassallam dalam film atau serial TV benar-benar bertentangan dengan Islam," katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Dia menambahkan bahwa menunjukkan Nabi secara pribadi dalam setiap karya seni akan merusak harga dirinya, mendesak pemerintah Iran untuk menghentikan peredaran film segera.

The Azhar Mesir juga mengecam film tersebut dan meminta penarikan segera dari bioskop.

"Aktor yang memainkan peran ini di film lain dapat memainkan penjahat, sehingga pemirsa dapat mengaitkan karakter ini dengan kriminalitas," Abdel Dayyem Nosair, penasihat kepala Al-Azhar Ahmed al-Tayyeb, mengatakan kepada AFP.

Film Iran ini bukanlah yang pertama yang memicu perdebatan.

Pada September 2012, demonstrasi besar-besaran melanda dunia Muslim atas film buatan AS yang menghina Nabi Muhammad.

Materi penghinaan, yang dipromosikan oleh pastor anti-Qur'an Terry Jones, juga menyebabkan ketegangan antara dunia Muslim dan Barat mengenai kebebasan berekspresi.

Kartun Nabi Muhammad memicu krisis internasional lain pada tahun 2005, ketika sebuah koran Denmark menerbitkan 12 gambar seorang pria yang dikatakan sebagai nabi.

Menghina Nabi dianggap sama dengan menghujat Islam.

Deddy | OnIslam | Jurniscom