Komunitas Islam COSMOS Luncurkan Program Pemahaman Islam untuk Non Muslim Miami

MIAMI (Jurnalislam.com) –  Percaya pada kekuatan pendidikan untuk memerangi prasangka dan kesalahpahaman, seorang profesor Amerika di sebuah perguruan tinggi Miami bekerja sama dengan organisasi Muslim untuk menunjukkan kesamaan antara tiga agama Ibrahim kepada siswa.

"Saya memiliki kepentingan memberitahu murid-murid saya bahwa agama-agama lain tidak begitu berbeda," Randall Kaufman, ketua departemen humaniora dan ilmu sosial di Miami Dade College (MDC) Homestead Campus, mengatakan kepada Miami Herald, sebagimana yang dilansir oleh OnIslam pada hari Jumat (04/09/2015).

Saat mengajar murid-muridnya di MDC, Kaufman ingin mereka memahami konsep Tuhan dengan Allah.

Ia memutuskan untuk bekerja sama dengan the Coalition of South Florida Muslim Organizations (COSMOS) untuk meluncurkan “Islam Today,” sebuah serial untuk setahun yang berfokus pada iman.

"Serial ini untuk non-Muslim agar memahami Muslim," kata Kaufman, yang percaya bahwa pendidikan adalah salah satu alat terkuat dalam memerangi prasangka dan kesalahpahaman.

"Saya pikir sebagian besar masyarakat minoritas memahami mayoritas, perhatian bagi saya adalah toleransi di sisi lain mayoritas memahami minoritas."

Berfokus bahwa Islam, Kristen dan Yahudi berasal dari akar yang sama, program tersebut akan dimulai pada 29 September dengan diskusi tentang Idul Adha, dipimpin oleh Imam Zakaria Badat, seorang imam besar COSMOS.

Idul Adha, atau "Hari Raya Kurban", adalah salah satu dari dua perayaan Islam yang paling penting, bersama-sama dengan Idul Fitri.

Setelah sholat Idul Adha, Muslim melakukan unhiyah, ritual yang mengingatkan tindakan pengorbanan besar Nabi Ibrahim dan putranya Ismail demi Allah.

"Mengejutkan, mungkin mirip dengan akar Kristen dan Yahudi," kata Kaufman. "Akar yang sangat mirip."

Kaufman mengatakan bahwa siswa sering mendekatinya dengan pertanyaan tentang iman, budaya, dan ritual.

Mengatasi rasa ingin tahu para pelajar, Islam Today tidak hanya berpusat di sekitar ajaran agama, tapi juga tentang seni, makanan dan budaya Islam.

Sebagai contoh, pada tanggal 3 Desember, program ini akan mempresentasikan paduan suara dari the Florida Turkish American Association of Fort Lauderdale.

Serial baru tersebut diharapkan akan membawa pemahaman Islam di masyarakat dengan bekerja sama dengan kelompok-kelompok lintas agama.

"Benar-benar penting bagi komunitas Muslim untuk membuat mahasiswa di perguruan tinggi mengerti mengenai Islam," kata Shabbir Motorwala, anggota dewan COSMOS, menambahkan bahwa ia kadang-kadang menerima pertanyaan tentang stereotip Islam tertentu dari orang-orang yang tidak akrab dengan iman.

"Mereka berpikir semua Muslim memiliki unta dan roti panjang."

Ia berharap bahwa Islam Today membantu menghilangkan beberapa stereotip dan dialog terbuka akan membantu memerangi Islamophobia.

"Beberapa orang tidak mengetahui bahwa kaum Muslim mengikuti nabi yang sama seperti yang dilakukan Kristen dan Yahudi," katanya.

Upaya COSMOS mempromosikan pemahaman yang benar tentang Islam tersebut bukanlah yang pertama.

COSMOS adalah sebuah kelompok nirlaba.

Awal tahun ini mereka melakukan kesepakatan dengan Florida International University untuk mendirikan Pusat Studi Dunia Muslim (Center for Muslim World Studies).

Kaufman berharap bahwa mereka yang menghadiri serial di kampusnya mengetahui lebih banyak tentang Islam, dan menikmati  prosesnya.

Deddy | OnISlam | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X