Operasi Camar Maleo-4 dan Sandiwara "Terorisme Poso"

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemerhati kontra terorisme, Harits Abu Ulya, menilai penyelesaian kasus 'terorisme' di Poso seperti jalan yang tidak berujung. Hal tersebut ia sampaikan menanggapi akan digelarnya kembali operasi Maleo IV untuk memburu Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso oleh aparat gabungan TNI Polri. Operasi tersebut rencananya akan digelar pekan ini.

"Mencermati dengan teliti jalan penyelesaian Poso kita seperti melihat jalan tidak berujung. Artinya tidak ada solusi tuntas terukur yang di gelar," kata Harits kepada Jurnalislam, Selasa (10/11/2015).

Menurutnya, semua pihak berharap Poso segera damai dan tidak ada lagi operasi maleo-maleo berikutnya. 

"Ini operasi Camar Maleo yang ke 4. Dan menurut pendapat saya  kemampuan pemerintah melalui aparat Polisi dan TNI untuk menormalisasi keamanan Poso diuji dan operasi kali ini menjadi parameter keseriusan pemerintah untuk menyelesaikan problem yang menaun ini," terangnya.

Harits juga berharap Poso tidak lagi menjadi panggung permainan untuk kepentingan-kepentingan oportunis baik oleh orang lokal Poso maupun dari luar Poso. Karena menurutnya, BIN sudah mengetahui peta kekuatan kelompok Santoso.

"Sejak awal baik intelijen Polri maupun organ intelijen militer dan BIN mengetahui peta dan kekuatan kelompok sipil bersenjata yang ada di Poso. Namun operasi demi operasi juga tidak berujung tuntasnya masalah, bahkan justru melahirkan masalah baru," cetusnya.

Digelarnya operasi Camar Maleo 4, dinilai Harits sebagai bentuk adanya tarik ulur kepentingan para aktor penentu kebijakan di pihak pemerintah.

"Harusnya tidak perlu berlarut-larut dengan menggelar operasi kesekian kalinya yang berdampak lahirnya sikon yang tidak kondusif bagi kehidupan agama, sosial ekonomi dan budaya masyarakat Poso," ujar Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) itu.

Jika pemerintah serius, Harits menyarankan, bisa saja presiden bersama parlemen membuat keputusan politik yang relevan. Misalnya, mengirim pasukan Raider TNI atau yang punya kemampuan gerilya.

"Karena yang dihadapi mereka adalah orang sipil bersenjata dengan taktik gerilya. Dan perlu dicatat, bahwa kekuatan real kelompok Mujahidin Indonesia Timur tidaklah sebesar yang diberitakan oleh media," ungkapnya.

Harits menambahkan, untuk menyelesaikan kasus Poso butuh sentuhan kebijakan yang komprehensif dari pemerintah pusat dengan mengedepankan persuasif dan humanisme daripada pendekatan senjata. 

"Jangan lupa bahwa mereka yang diburu adalah WNI, sikap perlawanannya dilatarbelakangi kompleksitas persoalan termasuk residu konflik masa lalu yang tidak tuntas hingga sekarang," ujarnya

Harits berharap Poso tidak lagi menjadi panggung sandiwara dengan judul terorisme Poso. "Masyarakat Poso sudah sangat lelah didera persoalan ini yang tidak kunjung beres mendapatkan solusi tuntas dan manusiawi," pungkasnya.

Reporter : Findra | Editor : Ally

 

Hasil Stragis dan Taktis Intifadhah III

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Intifadhah di Tepi Barat, Al-Quds dan wilayah jajahan 1948 meski hanya beberapa pekan sudah mulai memberikan sejumlah hasil politik jika dibanding Intifadhah sebelumnya. Meski Intifadhah kali ini bisa dibilang kecil atau taktis, namun memiliki indikator strategis yang patut dicermati.

Sebab Intifadhah menyegarkan kembali sejumlah fakta yang sempat hilang dari kancah politik Arab sejak bertahun-tahun, hasil taktis Intifadhah antara lain :

1.  Intifadhah kali ini berhasil mengembalikan kepedulian dan perhatian terhadap persoalan Palestina setelah lama dihempaskan dan mengalami kemunduran karena factor internal dan eksternal. Setelah lama hilang karena konflik di Suriah, Mesir, Irak, Libia, Yaman dan lainnya, kini persoalan Palestina kembali menjadi perhatian dunia kembali. Pemerintah Amerika, PBB dan negara besar dunia lainnya melakukan upaya diplomasi dengan sejumlah pertemuan untuk meredahkan Intifadhah. Mereka mengkhawatirkan atas menurunnya kondisi.

Meski kita tidak berharap banyak akan terwujud hal positif dari upaya dunia internasional itu, namun upaya itu sendiri merupakan capaian taktis Intifadhah. Itu juga mengingatkan dunia bahwa ada konflik sentral yang masih menunggu solusi. Dunia agar sadar “masa tenang” selama ini hanyalah api dalam sekam dan bukan berarti Palestina menerima status quo realita saat ini. Dunia minimal menekan penjajah Israel memberikan harga politik kepada Palestina.

2. Mengembalikan dukungan publik kepada bangsa Palestina dan perjuangan mereka yang konstitusional. Terutam kepada dunia barat. Di sejumlah tempat di dunia, massa menggelar unjuk rasa mendukung Intifadhah dan mengencam pelanggaran dan kekerasan serta kejahatan Israel. Termasuk di Amerika dan Eropa.

Kita juga menyaksikan sejumlah seminar dan perhatian media massa barat terhadap Intifadhah ini.

Pertama, Setidaknya ada sejumlah tiga kecenderungan baru di dunia barat. Selama ini barat hanya menerima versi Israel namun saat ini ada kecenderungan dunia yang mulai menerima versi Palestina. Inilah yang membuat mereka menekan perwakilan Israel di parlemen-parlemen barat. Di kasus agresi Israel ke Gaza, parlementer Eropa mengalami banyak tekanan sehingga di fase berikutnya mereka mengakui negara Palestina.

Kedua, menelanjangi negara penjajah Israel dengan memblowup dan mengangkat isu pelanggaran dan kejahatan mereka dan mendorong untuk mencabut legalitas dari mereka. Israel tak lagi dipandang sebagai negara bermoral. Dalam unjuk rasa di barat poster yang diangkat kini adalah gambar warga Palestina yang berjuang demi kebebasan menghadapi alat militer Israel yang melanggar piagama dan kesepakatan internasional.

Ketiga, menciptakan penyadaran lebih luas tentang hakikat konflik. Selama ini mereka hanya mengangkat isu blockade Gaza dan agresi Israel ke sana. Sehingga melupakan konflik sebenarnya. Isu Palestina bukan perang antara dunia negara bertetangga. Bukan sekadar upaya pembebasan blockade dari 1,5 juta warga Palestina di Jalur Gaza. Namun hakikat konflik ini adalah adanya sebuah bangsa yang masih dalam penjajahan di abad 21 ini dan tidak akan selesai sampai penjajahan berakhir.

Selain hasil taktis, Intifadhah Palestina juga mampu menekan penjajah Israel memberikan sejumlah konsesi untuk menjamin masa tenang. Israel berkali-kali menegaskan, tidak ingin mengubah status di Al-Quds dan menggagalkan gagasan Al-Quds raya setelah sebelumnya memulai memasang perlintasan-perlintasan antara perkampungan di Al-Quds timur dan barat juga dengan melarang warga pemukim Yahudi tinggal di perkampungan yang dihuni sebagian warga Arab Palestina.

Rabi-rabi Yahudi juga terpaksa mengeluarkan fatwa lama melarang Yahudi menggelar ritual di masjid Al-Aqsha untuk menjaga keselamatan mereka dan menghentikan protes.

Selain hasil taktis di atas, ada sejumlah indikator strategis yang harus dijadikan landasan Palestina dan Arab untuk mewujudkan capaian kualitatif dalam konflik Arab Israel. Terutama menelanjangi strategi gagal elit Palestina yang mengandalkan ‘niat baik’ Israel dan kemauan negara besar dunia menghentikan pelanggaran Israel. Strategi ini justru menjadi cara tanpa biasa bagi Israel yang semakin kuat. Cara elit Palestina itu justru berakhir gagal.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Taliban: Serangan Syahid di Markas Musuh, 2 Pos Dikuasai, Seorang Anak Dibebaskan dari Penculik

PAKTIKA (Jurnalislam.com) –  Sebuah serangan istisyhad terbaru dalam serangkaian operasi syahid menghantam markas besar di distrik Sarobi, provinsi Paktika akhir hari Rabu, menewaskan 12 polisi dan tentara gabungan dari ANA (Afghanistan National Army), Al Emarah News melaporkan, Rabu (11/11/2105).

Siraj As'ad, seorang Mujahid pemberani dari unit Istisyhad  Imarah Islam membawa kendaraan sarat bahan peledak ke dalam instalasi, menerobos masuk dan meledakannya, serangan tunggal paling mematikan-hari itu bagi musuh di Paktika.

Laporan juga datang dari distrik Sangin mengatakan bahwa sekitar pukul 01:00 waktu setempat hari Selasa, Mujahidin Imarah Islam berhasil menguasai 2 pos pemeriksaan polisi saat musuh melarikan diri setelah serangan singkat di pusat transportasi Kandahar di bazaar Sangin.

Sebuah senapan mesin AS, senapan dan peralatan AS lainnya juga disita dalam operasi tersebut dan segala puji bagi Allah saja, tidak ada Mujahidin yang dirugikan.

Mujahidin juga melakukan serangan terkoordinasi terhadap lebih dari 2 pos pemeriksaan yang terletak di daerah Chini Manda dekat dengan pusat distrik di tengah malam. Hasilnya salah satu pos berhasil direbut, 5 mayat polisi ditinggalkan oleh musuh yang melarikan diri sementara 2 PKM, senapan AK dan peralatan lainnya disita.

Sementara di provinsi Paktia Mujahidin Imarah Islam menyelamatkan seorang anak di kabupaten Ahmad Abad, yang diculik oleh sekelompok perampok sebulan yang lalu, Al-Emarah News melaporkan pada hari Selasa.

Anak yang diculik untuk tebusan besar tersebut berasal dari daerah di dalam kota Gardez, ibukota provinsi Paktia.

Mujahidin menyerbu tempat di mana anak itu disandera setelah mendapatkan sedikit informasi dan terlibat aksi tembak menembak dengan para penculik, hingga berhasil menyelamatkan anak tersebut dan menangkap para penculik.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

Menteri Luar Negeri Saudi: Assad Harus Pergi agar Krisis Suriah Selesai

RIYADH (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, mengatakan bahwa krisis Suriah tidak dapat diselesaikan selama Bashar al-Assad tetap berkuasa.

"Solusi untuk krisis di Suriah adalah Assad pergi," kata al-Jubeir kepada Anadolu Agency pada hari Rabu (11/11/2915) setelah penutupan KTT Arab-Amerika Selatan ke-4 yang diselenggarakan di ibukota Saudi, Riyadh.

Menteri Saudi itu juga mengomentari situasi di Yaman, mengatakan bahwa Arab Saudi lebih memilih solusi politik untuk konflik di negara itu.

Dia memuji kesediaan kedua pihak, yaitu pemerintah Yaman dan pemberontak Houthi untuk menghadiri pembicaraan yang dipimpin PBB mendatang, yang diharapkan berlangsung di Jenewa akhir bulan ini.

Jubeir juga mencatat peran penting yang dimainkan oleh Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, dalam hal ini.

Lebih dari 5.500 orang telah tewas di Yaman sejak Maret, menurut data PBB. Konflik di Yaman membuat Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan orang kuat Ali Abdullah Saleh berhadapan dengan pemerintah Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi yang diakui secara internasional dan didukung oleh serangan udara sejak bulan Maret oleh Arab Saudi dan sekutu Arabnya.

Usaha-usaha perundingan damai sebelumnya gagal, karena Iran, sekutu Houthi, menolak mundur dari daerah yang mereka rebut sejak September tahun lalu.Adapun mengenai hubungan Arab Saudi – Mesir, Jubeir mengesampingkan masalah yang ada dan mengatakan kedua negara tersebut menikmati hubungan yang bersejarah dan indah.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

Aktivis Ikhwanul Muslimin Tantang Uni Emirat Arab di Inggris

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Seorang anggota senior Ikhwanul Muslimin yang tinggal di Inggris mengatakan kepada Al Jazeera, Rabu (11/11/2015) bahwa tidak ada hal-hal yang disembunyikan organisasinya setelah melaporkan bahwa Uni Emirat Arab telah memberikan tekanan pada pemerintah Inggris untuk menindak kelompok mereka.

Muhammad Soudan, mantan penasihat kebijakan luar negeri presiden Mesir yang terguling, Muhammad Mursi, mengatakan pada hari Rabu bahwa jika pemerintah memiliki bukti-bukti kesalahan, mereka pasti sudah mengambil tindakan terhadap kelompok.

"Kami tidak pernah melanggar hukum, kami tidak menyerukan kekerasan, kami ingin hidup dalam damai dan tidak perlu ada yang disembunyikan … Mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena kita tidak melakukan kesalahan," kata Soudan melalui telepon.

Reaksinya muncul setelah sebuah laporan yang dibawa oleh surat kabar The Guardian konon menunjukkan bahwa UEA berjanji menyelesaikan kontrak senjata senilai $ 9 milyar bersama dengan insentif lainnya jika perdana menteri Inggris David Cameron menjepit kelompok Ikhwanul Muslimin.

Cameron memerintahkan peninjauan kegiatan Ikhwan dan dugaan hubungannya dengan ekstrimis pada Maret tahun lalu.

Kajian ini selesai pada bulan berikutnya tetapi temuan yang ada belum diterbitkan, dengan laporan di media Inggris yang menunjukkan bahwa tinjauan itu dilakukan untuk menenangkan negara-negara Teluk dan Mesir.

Soudan mengatakan penundaan tersebut membuktikan bahwa pemerintah Inggris tidak memiliki bukti terhadap organisasinya dan bahwa tekanan dari UEA dan sekutu Teluknya yang telah membuat masalah tersebut berkelanjutan.

"Kami telah melihat kebocoran di Guardian, Independent, dan lain-lain. Namun tidak ada satupun … Mereka (UEA) menggunakan uang mereka untuk mengancam kita di sini," kata Soudan.

Juru bicara perdana menteri Inggris mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemerintah Inggris masih berkomitmen penuh untuk menerbitkan temuan kunci tinjauan Ikhwanul Muslimin tersebut.

"Kami akan menerbitkan temuan mereka pada akhir tahun … Kami tidak akan berspekulasi tentang isinya saat ini," kata juru bicara itu.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

 

Intifadhah Hari ke 41: 82 Syahid, 18 diantaranya Anak-anak, 78% Dieksekusi lansung di Lapangan

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Dua warga Palestina gugur, salah satunya seorang bocah, setelah ditembak pasukan penjajah Zionis pada hari Selasa (10/11/2015) dalam dua aksi kejahatan yang dilakukan pasukan penjajah Zionis secara terpisah di Tepi Barat. Dengan demikian maka jumlah syuhada yang gugur sejak meletus intifadhah dari awal Oktober lalu menjadi 82 syuhada. Sementara itu jumlah korban luka lebih dari 3500 warga, yang terluka oleh timah panas dan peluru karet yang ditembakkan pasukan Zionis.

Sebagaimana yang di wartakan oleh Infopalestina, Rabu (11/11/2015) Kementrian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa pasukan penjajah Zionis pada Selasa pagi membunuh pemuda Palestina Muhammad Abdu Ali Namr (37) dari desa Isawiyah di al-Quds. Pada petang harinya, pasukan penjajah Zionis membunuh seorang bocah Palestina bernama Shadiq Ziyad Gharbiyah berusia 16 tahun di pos militer “Container” di utara Beetlehem, wilayah selatan Tepi Barat.

Dari 82 syuhada, 18 di antaranya anak-anak dan 4 wanita. Jumlah syuhda yang gugur di Tepi Barat 63 syuhada dan di Jalur Gaza 18 syuhada. Sementara itu seorang pemuda gugur di nagev, wilayah Palestina terjajah sejak tahun 1948.

Prosentase korban anak-anak dan wanita yang gugur mencapai 26,8%. Sementara prosentase dari korban yang luka mencapai 17%. Selain 3500 lebih yang luka akibat timah panas dan peluru karet yang ditembakkan pasukan Zionis, ada lebih dari 5000 lainnya terkena tembak gas air mata baik di Tepi Barat maupun di Jalur Gaza, dan sebagian besarnya atau 78% dieksekusi mati oleh Israel secara langsung di lapangan.

Sebuah studi statistik yang dibuat oleh Pusat Kajian Al-Quds dalam salinan siaran persnya yang diterima Pusat Informasi Palestina menegaskan, korban gugur terbanyak berasal dari Hebron, sebanyak 28 orang, jumlah dari kalangan anak-anak 16 orang, atau 19% dan, 8 korban perempuan atau 8% dari 37 % atau 31 orang remaja di bawah 20 tahun.

Sebanyak 11 korban dikembalikan ke keluarga Palestina setelah ditahan dan 27 lainnya masih ditahan Israel.

Gelombangan eksekusi mati terjadi terbanyak selama dua pekan lalu di wilayah Jenin, Qalqiliah, Betlhem.

Kementrian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa pasukan penjajah Zionis menggunakan peluru tajam secara berlebihan dalam mengatasi aksi-aksi demo. Sehingga jumlah korban luka tidak jauh beda antara yang terkena tembak timah panas dan peluru karet.

Berdasarkan data, banyak dari mereka yang terluka tembak timah panas terkena di tubuh bagian atas, yang mengakibatkan korban mengalami luka parah dan harus menjalani perawatan di ruang ICU di dalam rumah sakit.

Pusat Studi Al-Quds meminta kepada lembaga-lembaga HAM dan pemerintah resmi untuk berusaha segera mendokumentasikan kasus eksekusi mati karena pihak Israel secara resmi menggunakan istilah “eksekusi” mati ini dalam keputusan resmi untuk kemudian disikapi sesuai dengan hukum internasional.

Data statistik menunjukan, korban gugur dari pihak yang independen mencapai 58%, simpatisan gerakan atau faksi tertentu mencapai 30% dan kader faksi 12%.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

 

Rusia Buat Senjata Baru Hadapi Pertahanan Anti Rudal AS

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Presiden Vladimir Putin pada hari Selasa (10/11/2015) berjanji bahwa Rusia akan membangun senjata yang bisa menembus pertahanan anti-rudal saat ia mengatakan AS dan sekutunya berusaha membelenggu kemampuan nuklir Moskow, lansir World Bulletin, Rabu (11/11/2015).

"Seperti yang sudah berulang kali kita katakan, kita akan fokus pada sistem serangan yang mampu mengatasi setiap sistem pertahanan anti-rudal," kata Putin pada pertemuan industri pertahanan pemerintah di kota Laut Hitam, Sochi.

Rusia telah terkunci dalam perseteruan selama bertahun-tahun lebih saat NATO berencana membangun sistem pertahanan rudal di Eropa yang mereka katakan ditujukan terhadap Iran tetapi Moskow mengatakan bahwa system itu diarahkan pada Rusia.

"Referensi untuk ancaman rudal nuklir Iran dan Korea Utara hanyalah menutup-nutupi," kata Putin.

Maksud perisai rudal sebenarnya ditujukan untuk menetralisir potensi nuklir strategis Rusia, katanya.

Pada bulan Mei, NATO mengecam rencana Rusia untuk menyebarkan rudal berkemampuan nuklir di Kaliningrad, wilayah Rusia yang terjepit di antara Lithuania dan Polandia, serta jumlah penerbangan pembom nuklir mereka yang meningkat.

Hubungan Rusia dengan Barat mencapai titik nadir pasca Perang Dingin atas krisis Ukraina.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

 

Pasukan Rezim Suriah Rebut Pangkalan Udara Aleppo dari IS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Suriah telah merebut kembali sebuah pangkalan udara militer utara yang telah diduduki oleh Islamic State (IS) sejak 2013, media pemerintah Suriah dan kelompok monitoring melaporkan, lansir Aljazeera, Selasa (10/11/2015).

"Tentara dan angkatan bersenjata membunuh sejumlah besar milisi IS dan melakukan kontak dengan pasukan pembela Bandara Kweires di pedesaan timur Aleppo ini," Syrian Arab News Agency (SANA) mengatakan pada hari Selasa.

SANA juga melaporkan bahwa pasukan pemerintah merebut kembali beberapa desa di pinggiran timur Aleppo.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris juga mengatakan bahwa pasukan rezim pemerintah yang didukung oleh pasukan bersenjata yang setia kepada Assad, Syiah Hizbullah dan serangan udara Rusia telah memecahkan pertahanan IS.

Pemerintah rezim telah meluncurkan serangan besar untuk mencapai pangkalan udara pada 16 Oktober.

IS menduduki  wilayah-wilayah baru di Aleppo bulan lalu, mengintensifkan operasi di daerah.

Reporter Al Jazeera Zeina Khodr, melaporkan dari Beirut, bahwa IS dilaporkan mengirimkan bala bantuan dari Raqqa ke Aleppo.

Sebelumnya pada hari Selasa, SANA mengatakan bahwa setidaknya 24 warga sipil tewas dan 57 lainnya terluka oleh dua roket granat yang mendarat di daerah pemukiman kota pesisir Latakia, mengutip polisi setempat.

Observatorium menyebutkan 23 korban tewas adalah warga sipil, dan menambahkan bahwa setidaknya 40 lainnya terluka dalam serangan itu. Roket mendarat di dekat Teshreen University.

Latakia adalah tempat kelahiran Presiden rezim Suriah Bashar al-Assad dan telah ditargetkan oleh serangan roket beberapa kali.

Setidaknya 15 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka ketika pesawat tempur Assad  menargetkan daerah pemukiman di Douma, di luar ibukota Damaskus.

Observatorium ini melaporkan bahwa helikopter pemerintah juga menjatuhkan 24 bom barel di Daraya, yang juga merupakan pinggiran kota di Damaskus.

Douma dan Ghouta Timur telah ditargetkan dan dikepung oleh rezim Assad selama sekitar tiga tahun.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurniscom

Ikhwanul Muslimin Mesir: Rezim Al Sisi akan Runtuh

MESIR (Jurnalislam.com) –  Ikhwanul Muslimin menggambarkan pemerintahan Presiden Mesir Abdul Fattah al Sisi berada dalam situasi genting dan tinggal menunggu kematian akhirnya.

Dalam pernyataan terakhirnya, Ikhwanul mengatakan rezim al-Sisi telah gagal memecahkan masalah kronis Mesir, terutama dalam hal keamanan dan ekonomi, lansir World Bulletin, Selasa (10/11/2015).

"Otoritas kriminal ini tidak dapat berlanjut dengan semua kegagalan ini," kelompok itu menegaskan, mengacu pada rezim al Sisi.

Sebuah pertarungan terbaru akibat inflasi dan hujan deras yang menewaskan puluhan orang selama seminggu terakhir telah membawa rezim ini seperti berada di bawah api.

Kritik terhadap pemerintah menjadi semakin vokal sejak sebuah pesawat penumpang Rusia jatuh di Semenanjung Sinai pekan lalu, menewaskan seluruh 224 orang penumpangnya.

Beberapa hari berikutnya, muncul laporan bahwa pesawat itu mungkin jatuh akibat bom.

Ikhwanul Muslimin menggambarkan al Sisi, seorang mantan panglima militer, sebagai pemimpin kudeta berdarah yang memimpin militer untuk menggulingkan Presiden Muhammad Mursi pada tahun 2013.

Sejak penggulingan Mursi, pemerintah Mesir telah melancarkan tindakan keras tanpa henti terhadap perbedaan pendapat yang terutama ditujukan kepada para pendukung presiden terguling, menyebabkan ratusan tewas dan ribuan lainnya berada di balik jeruji besi.

Pada akhir 2013, pemerintah Mesir memberi label kepada Ilhwanul Muslimin, kelompok Islam tertua negara itu, sebagai organisasi teroris.

Penguasa Mesir yang didukung militer menyalahkan Ikhwanul atas serangkaian serangan militan terhadap personil keamanan yang telah mengguncang negara itu sejak penggulingan Morsi.

Ikhwanul menyangkal tuduhan tersebut, mengatakan bahwa mereka secara ketat mempraktekkan aktivisme dalam bentuk damai.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

 

Pentingnya Ukhuwah Islamiyah

JURNALISLAM.COM – Syariat telah menerangkan dengan ayat-ayatnya yang sangat terang dan jelas akan wajibnya orang Islam menolong saudaranya sesama muslim yang sedang ditindas, sebagaimana wajibnya menjaga kehormatan dan harta mereka. Bahkan hal ini adalah tujuan ditegakannya syariat yakni : menjaga agama, nyawa, akal, keturunan, dan harta.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain” (At taubah :71).

Imam Bukhari dan Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Az-Zuhri, dari Salim Ibnu Abdillah dari ayahya bahwasanya Rasululah sholallahu 'alaihi wassallam bersabda,

“Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya. Jangan menzhaliminya dan jangan memasrahkannya”.

Beliau juga bersabda, “Tolonglah saudaramu, baik ia sebagai orang yang zalim atau yang dizalimi”.

Ada seorang laki-laki bertanya, “Ya Rasulullah, aku dapat menolongnya jika ia dizalimi. Tapi untuk orang yang berbuat zalim, bagaimana aku menolongnya?” ,

Beliau sholallahu 'alaihi wassallam menjawab, “Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.”

Kemudian ada seseorang bertanya tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim? Beliau menjawab, “Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.” (HR Bukhari Muslim).

Kepedulian dan pertolongan terhadap sesama muslim adalah cerminan dari indahnya Islam dan merupakan salah satu bagian dari pintu jihad. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam urusan pembelaan agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan” (Al Anfal :72).

Didalamnya ada kekuatan cinta dan keteguhan bagi orang-orang yang beriman. Tidak ada ruang bagi ketertinggalan, kemalasan, dan berdiam diri. Karena sesungguhnya ketika kecintaan sesama muslim itu ada tentu mereka akan saling menguatkan dan saling menolong satu sama lain.

Islam dan kaum muslimin itu mulia, dan negerinya dibangun atas dasar kecintaan. Dengannyalah mereka menjadi kuat, sedang musuh-musuh merekapun teramat ganas. Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wassallam membuat perumpaan seorang beriman bagaikan satu tubuh yang mana apabila salah satu bagian tubuh sakit, maka seluruh tubuhnya akan mersakan demam. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Nu’man bin Bashir, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam” (HR. Muslim).

Islam menyeru untuk bersatu dalam persaudaraan yang dilandasi dengan aqidah dan kecintaan sesama muslim dan berlepas diri dari sikap tak acuh dan saling berbantah-bantahan yang akan menyebabkan kelemahan dan akan menyeretnya pada jurang kehinaan dan penyesalan.

Ketahuilah bahwasanya kekafiran terbesar yang memusuhi umat Islam di zaman kita dan thoghut terbesar abad ini adalah Amerika, Inggris dan sekutu-sekutunya. Mereka bersatu-padu dalam memerangi umat Islam sebagaimana mereka memerangi Thaliban dan negri-negri Islam yang lain. Mereka semua bersatu dibawah bendera “perang melawan terorisme”. Maka wajib bagi seluruh umat islam sesuai dengan kemampuanya untk menolong saudara-saudaranya para mujahidin dengan harta, lisan bahkan dengan nyawanya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan diriimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah baik bagimu jika kamu mengetahui” (At taubah : 41).

Membiarkan umat Islam yang tengah mengalami penghinaan dan kedzaliman adalah dosa besar. Sebagaimana pula membantu orang-orang kafir yang memerangi orang Islam adalah sebuah kemunafikan dan merupakan salah-satu pembatal keislaman.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan itu kepunyaan Allah” (An Nisa’ : 138-139)

Dan firman Allah Subhanahu wa ta'ala, “Barang siapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka” (Al Mai’idah : 51).

Yakni kafir sebagai mana mereka kafir sebagaimana kesepakatan para ulama Maka berhati-hatilah jangan sampai seorang muslim menolong orang-orang kafir yang memerangi umat Islam dalam bentuk apapun, sebab itu adalah kekafiran, kemunafikan dan pertanda sakitnya hati, walupun bentuk pertolangan itu bukan karena kecintaan terhadap kekafiran atau setuju dengan kekafiran. Sebab mencintai kekafiran dan ridha terhadap kekafiran merupakan bentuk kekafiran tersendiri walaupun dia tidak menolong orang kafir dalam memerangi Islam.

Jika seseorang menolong orang kafir yang memerangi Islam sementara mereka menyangka mencintai Islam dan membenci kekafiran dan kemusyrikan, maka kami katakan : “Betapa banyak orang kafir dan munafik tidak membenci agamanya sendiri” Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang orang kafir” (An Nahl : 107).

Rasulullah sholallahu 'alaihi wassallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tariq bin Al ‘Ala bin ‘Abdir Rahman dari ayahnya dari Abu Hurairah, “Bersegeralah melakukan kebaikan sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia.”

Dan adapun hukum jahiliyah yang membolehkan seorang muslim yang bekerja di pemerintahan Amerika untuk ikut membantu pemerintahanya dalam memerangi mujahidin di Afghanistan adalah sebuah kesalahan baik dari sisi hukum fiqh ataupun aqidah seorang muslim.

Menolong orang kafir dalam memerangi orang Islam justru merusak aqidah seorang muslim dan merupakan salah-satu pembatal keislaman. Begitupun beralasan dengan keterpaksaan, hal tidak dapat diterima sebab darah seorang muslim yang ditumpahkan tidaklah lebih murah dibanding darah pembunuhnya.

Apa bila seseorang dipaksa untuk membunuh seorang muslim yang darahnya diharamkan untuk ditumpahkan maka ini tidak boleh dilakukan, karena tidak boleh bagi seorang muslim membunuh muslim lainnya agar nyawanya sendiri selamat. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar” (Al An’am : 151).

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “dan barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasanya ialah Jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya” (An Nisa’ : 93).

Dan saya telah menjelaskannya di tempat lain mengenai masalah ini.

Syaikh Nasir bin Hamad Al-Fahd semoga Allah membalas kebaikan ilmu dan amalnya dalam kitabnya ‘At Tibyan Fil Kufri Man A’anal Amrikan’ mengingatkan jangan sampai seorang muslim memberikan bantuan kepada yahudi dan nasrani dalam memerangi saudaranya yang muslim.

Sungguhnya beliau telah berusah keras dalam menjelaskan hal tersebut agar kaum muslimin benar-benar terhindar darinya, dan tidak ada perselisihan ulama dalam hal ini. Syaikh menerangkan bahwa menolong orang kafir dalam memerangi orang islam adalah sebuah kemunafikan. Sedangkan menolong saudaranya sesama muslim yang sedang didzalimi merupakan pintu dari pintu pintu jihad dan pertanda keimanan seseorang.

Betapa bagusnya perkataanya, Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala menguatkan beliau.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin

 

Penerjemah : Abu Muhammad | Editor: Deddy | Jurniscom

Sumber: AlistiqamahFitariqAttawhid.com