PALESTINA (Jurnalislam.com) – Dua warga Palestina gugur, salah satunya seorang bocah, setelah ditembak pasukan penjajah Zionis pada hari Selasa (10/11/2015) dalam dua aksi kejahatan yang dilakukan pasukan penjajah Zionis secara terpisah di Tepi Barat. Dengan demikian maka jumlah syuhada yang gugur sejak meletus intifadhah dari awal Oktober lalu menjadi 82 syuhada. Sementara itu jumlah korban luka lebih dari 3500 warga, yang terluka oleh timah panas dan peluru karet yang ditembakkan pasukan Zionis.
Sebagaimana yang di wartakan oleh Infopalestina, Rabu (11/11/2015) Kementrian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa pasukan penjajah Zionis pada Selasa pagi membunuh pemuda Palestina Muhammad Abdu Ali Namr (37) dari desa Isawiyah di al-Quds. Pada petang harinya, pasukan penjajah Zionis membunuh seorang bocah Palestina bernama Shadiq Ziyad Gharbiyah berusia 16 tahun di pos militer “Container” di utara Beetlehem, wilayah selatan Tepi Barat.
Dari 82 syuhada, 18 di antaranya anak-anak dan 4 wanita. Jumlah syuhda yang gugur di Tepi Barat 63 syuhada dan di Jalur Gaza 18 syuhada. Sementara itu seorang pemuda gugur di nagev, wilayah Palestina terjajah sejak tahun 1948.
Prosentase korban anak-anak dan wanita yang gugur mencapai 26,8%. Sementara prosentase dari korban yang luka mencapai 17%. Selain 3500 lebih yang luka akibat timah panas dan peluru karet yang ditembakkan pasukan Zionis, ada lebih dari 5000 lainnya terkena tembak gas air mata baik di Tepi Barat maupun di Jalur Gaza, dan sebagian besarnya atau 78% dieksekusi mati oleh Israel secara langsung di lapangan.
Sebuah studi statistik yang dibuat oleh Pusat Kajian Al-Quds dalam salinan siaran persnya yang diterima Pusat Informasi Palestina menegaskan, korban gugur terbanyak berasal dari Hebron, sebanyak 28 orang, jumlah dari kalangan anak-anak 16 orang, atau 19% dan, 8 korban perempuan atau 8% dari 37 % atau 31 orang remaja di bawah 20 tahun.
Sebanyak 11 korban dikembalikan ke keluarga Palestina setelah ditahan dan 27 lainnya masih ditahan Israel.
Gelombangan eksekusi mati terjadi terbanyak selama dua pekan lalu di wilayah Jenin, Qalqiliah, Betlhem.
Kementrian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa pasukan penjajah Zionis menggunakan peluru tajam secara berlebihan dalam mengatasi aksi-aksi demo. Sehingga jumlah korban luka tidak jauh beda antara yang terkena tembak timah panas dan peluru karet.
Berdasarkan data, banyak dari mereka yang terluka tembak timah panas terkena di tubuh bagian atas, yang mengakibatkan korban mengalami luka parah dan harus menjalani perawatan di ruang ICU di dalam rumah sakit.
Pusat Studi Al-Quds meminta kepada lembaga-lembaga HAM dan pemerintah resmi untuk berusaha segera mendokumentasikan kasus eksekusi mati karena pihak Israel secara resmi menggunakan istilah “eksekusi” mati ini dalam keputusan resmi untuk kemudian disikapi sesuai dengan hukum internasional.
Data statistik menunjukan, korban gugur dari pihak yang independen mencapai 58%, simpatisan gerakan atau faksi tertentu mencapai 30% dan kader faksi 12%.
Deddy | Infopalestina | Jurniscom