Pesawat Tempur Rusia Kawal Perjalanan Assad ke Iran

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rusia telah mengirimkan empat jet tempur untuk mengawal pesawat yang membawa Presiden Suriah Bashar al-Assad ketika ia melakukan kunjungan ke ibukota Iran, media daerah melaporkan, lansir Aljazeera, Senin (21/12/2105).

Al-Diyar, koran Libanon yang berhubungan dekat dengan rezim Assad, mengatakan pada hari Senin (21/12/2015) bahwa Moskow telah memperingatkan koalisi yang dipimpin AS agar tidak mendekati pesawat Assad untuk menghindari pertempuran udara.

Diharapkan bahwa pesawat Assad akan terbang ke Iran melalui wilayah udara Irak, al-Diyar melaporkan.

Kantor berita resmi Iran, Fars, mengatakan pada hari Jumat bahwa Assad diharapkan akan mengunjungi Iran pada akhir Desember atau awal Januari. Al-Diyar melaporkan bahwa tanggal yang tepat tidak akan diungkapkan, mengutip sumber-sumber intelijen Suriah.

Presiden yang diperangi tersebut pada bulan Oktober terbang ke Moskow untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak awal pemberontakan terhadap dirinya pada 2011.

Fars mengatakan pada hari Ahad bahwa perjalanan yang dijadwalkan tersebut dilakukan saat tentara Suriah menjamin kemenangan melawan para pejuang Suriah. Teheran, sekutu Assad, mengadopsi bahasa rezim Suriah dan member nama bagi pejuang Suriah sebagai teroris.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Rusia: Data dari Kotak Hitam Jet Tempur Su-24 Tidak Terbaca

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Rusia mengatakan pada hari Senin (21/12/2015) bahwa mereka tidak mampu mengambil data dari kotak hitam yang rusak dari jet yang ditembak jatuh oleh Turki pada 24 November, Anadolu Agency melaporkan, Senin.

"Tidak mungkin untuk membaca data dari kotak hitam untuk saat ini," Letjen Rusia Sergei Bainetov, wakil kepala departemen keselamatan penerbangan militer Rusia.

Dia mengatakan 13 dari 16 microchip perekam penerbangan tersebut telah hancur dan tiga sisanya rusak berat.

Bainetov menambahkan bahwa para spesialis akan mengatasinya dan bahwa proses tersebut akan memakan waktu lama.

Ketegangan tetap tinggi antara Turki dan Rusia setelah penembakan jatuh sebuah jet militer Rusia bulan lalu karena melanggar wilayah udara Turki. Setelah kejadian itu, Rusia memberlakukan berbagai protes sepihak terhadap Ankara, termasuk larangan impor makanan.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

Rusia: Data dari Kotak Hitam Jet Tempur Su-24 Tidak Terbaca

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Rusia mengatakan pada hari Senin (21/12/2015) bahwa mereka tidak mampu mengambil data dari kotak hitam yang rusak dari jet yang ditembak jatuh oleh Turki pada 24 November, Anadolu Agency melaporkan, Senin.

"Tidak mungkin untuk membaca data dari kotak hitam untuk saat ini," Letjen Rusia Sergei Bainetov, wakil kepala departemen keselamatan penerbangan militer Rusia.

Dia mengatakan 13 dari 16 microchip perekam penerbangan tersebut telah hancur dan tiga sisanya rusak berat.

Bainetov menambahkan bahwa para spesialis akan mengatasinya dan bahwa proses tersebut akan memakan waktu lama.

Ketegangan tetap tinggi antara Turki dan Rusia setelah penembakan jatuh sebuah jet militer Rusia bulan lalu karena melanggar wilayah udara Turki. Setelah kejadian itu, Rusia memberlakukan berbagai protes sepihak terhadap Ankara, termasuk larangan impor makanan.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

Dedi Mulyadi Juga Ditolak di Bogor

BOGOR (Jurnalislam.com) – Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi kembali mendapat penolakan dari masyarakat Jawa Barat. Sejumlah massa dari anggota Front Pembela Islam (FPI), santri pondok pesantren dan anggota majelis taklim berkumpul di Gelanggang Olah Raga (GOR) Jasinga, Kabupaten Bogor, Senin (21/12/2015) untuk menolak kehadiran Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang akan mengisi sebuah acara disana.

Ketua Wali Laskar FPI Bogor Raya, Habib Iye al Jufri mengatakan, penolakan tersebut dilakukan dengan tetap menjaga kondusifitas keamanan.

"Kondisi aman, kondusif dan acaranya tidak ada, kita sudah tanya pihak Polres katanya dibatalkan. Intinya kita minta jangan sampai Dedi datang ke Bogor," kata Habib Iye saat dihubungi Suara Islam Online.

Menurutnya, acara yang akan digelar adalah acara kebudayaan yang rencananya dihadiri Dedi Mulyadi. "Acaranya tidak ada masalah bagi kita, silahkan tetap berjalan, tetapi Dedinya yang sudah mengacak-acak akidah Islam yang kita tolak," jelasnya.

Selain itu, besok Selasa (22/12/2015), FPI juga akan menolak kehadiran Dedi Mulyadi yang rencananya akan hadir di daerah Ciampea Bogor. "Di Ciampea besok juga tetap akan kita tolak," tegas Habib Iye.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga ditolak kehadirannya pada acara Galuh Geulis di Ciamis, Ahad (20/12/2015) lalu.

Penolakan Dedi di sejumlah wilayah di Jawa Barat akibat sedang bermasalah karena dianggap membawa kemusyrikan di Purwakarta, selain itu Dedi juga sudah dilaporkan ke Polda Jabar karena melakukan penistaan terhadap agama Islam.

Irfan | Jurnalislam

Pelajar Islam Tasikmalaya Bersatu Tolak Syiah

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ikatan Pelajar Muslim Tasikmalaya (IPMT) menegaskan penolakannya atas aliran sesat Syiah. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Leadership Camp (eLCi) di Ponpes Nurul Huda Al Hasanah, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Ahad (20/12/15).

"Syiah adalah ancaman dan berbahaya bagi kalangan pelajar. Apalagi ajaran sesat nikah mut'ah itu menjadi senjatanya untuk menghancurkan generasi muda, menjadi lemah karena banyak terkena penyakit HIV/AIDS," kata Ketua IPMT Ghyats Adlan.

Ghyats menjelaskan, IPMT terus menjalin silaturahim dengan seluruh Rohis atau IREMA di setiap Sekolah Menengah Atas sebagai upaya mencegah menyebarnya faham sesat Syiah.

"Kita sudah bergerak melalui kajian-kajian rutin dari pembinaan rohis. Kita tidak ketinggalan ketika ada Deklarasi ANNAS Tasikmalaya dan kita mendukung, kita mengkaji ulang seperti perayaan-perayaan, ciri-ciri dan sholat mereka," lanjutnya.

Ghyats juga memaparkan sekilas kesesatan Syiah. Menurutnya, Syiah bisa membelokan aqidah karena mereka telah berani melaknat sahabat Nabi dan Istri Nabi. "Padahal Rasulullah bersabda Barang siapa yang mencela sahabatku maka telah mencelakai ku," paparnya.

Reporter: HBQ | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Menlu Turki Kutuk Serangan Udara Rusia di Idlib

ANGKARA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengutuk serangan udara Rusia pada hari Ahad (20/12/2015) di provinsi Idlib, di barat laut Suriah.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, diplomat tinggi Turki tersebut pada hari Senin (21/12/2015) mengatakan bahwa sekitar 200 warga sipil telah tewas dan banyak bangunan rusak, lansir World Bulletin, Senin.

"Rusia terutama menargetkan para pejuang anti Assad di Suriah sejak memasuki Suriah pada 30 September 2015. Daerah pemukiman sipil juga semakin ditargetkan," kata pernyataan itu.

Cavusoglu juga mengatakan Rusia telah meluncurkan sekitar 4.000 serangan udara dengan lebih dari 90 persennya menargetkan para pejuang Suriah  anti rezim Bashar al-Assad.

Dia mengatakan serangan-serangan tersebut justru memperkuat tangan Islamic State (IS), menambahkan bahwa Rusia "bermaksud" untuk menyerahkan negara ke rezim Assad lagi.

"Korban warga sipil yang tewas akibat operasi Rusia lebih dari 600. Beberapa organisasi bahkan mengatakan bahwa jumlah korban tewas sekitar 800. Kami ingin dunia tahu bahwa lebih dari 150 dari korban tewas adalah anak-anak," kata Cavusoglu.


 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

Menlu Turki Kutuk Serangan Udara Rusia di Idlib

ANGKARA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengutuk serangan udara Rusia pada hari Ahad (20/12/2015) di provinsi Idlib, di barat laut Suriah.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, diplomat tinggi Turki tersebut pada hari Senin (21/12/2015) mengatakan bahwa sekitar 200 warga sipil telah tewas dan banyak bangunan rusak, lansir World Bulletin, Senin.

"Rusia terutama menargetkan para pejuang anti Assad di Suriah sejak memasuki Suriah pada 30 September 2015. Daerah pemukiman sipil juga semakin ditargetkan," kata pernyataan itu.

Cavusoglu juga mengatakan Rusia telah meluncurkan sekitar 4.000 serangan udara dengan lebih dari 90 persennya menargetkan para pejuang Suriah  anti rezim Bashar al-Assad.

Dia mengatakan serangan-serangan tersebut justru memperkuat tangan Islamic State (IS), menambahkan bahwa Rusia "bermaksud" untuk menyerahkan negara ke rezim Assad lagi.

"Korban warga sipil yang tewas akibat operasi Rusia lebih dari 600. Beberapa organisasi bahkan mengatakan bahwa jumlah korban tewas sekitar 800. Kami ingin dunia tahu bahwa lebih dari 150 dari korban tewas adalah anak-anak," kata Cavusoglu.


 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

MUI Kota Bima Himbau Umat Islam Tak Ikut Rayakan Natal dan Tahun Baru

BIMA (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima, Drs. H. Muhammad Saleh Ismail mengatakan, umat Islam jangan mengucapkan atau merayakan natal dan tahun baru. Pernyataan itu beliau sampaikan kepada Jurnalislam.com di kantor MUI Kota Bima, Senin (21/12/2015).

“Majelis Ulama Indonesia pusat juga sudah mengeluarkan fatwa yang mengharamkan adanya natal bersama, kecuali mereka orang-orang non-muslim merayakannya sendiri. Tetapi kalau orang Islam masuk mengikuti acara mereka apalagi memakai atribut natal maka itu sudah haram hukumnya,” katanya.

Di dalam konsep perayaan natal yang sifatnya ritual, lanjut Haji Saleh, tidak boleh dimasuki oleh orang lain karena itu hanya untuk umat Kristen saja. Majelis Ulama Indonesia juga sudah memfatwakan umat Islam haram untuk terlibat di dalamnya.

“Oleh karena itu kami menghimbau kepada setiap pemilik usaha, mall, toko, supermarket, serta pusat perbelanjaan yang memiliki karyawan muslim, agar tidak memakai dan memaksakan karyawannya untuk menggunakan atribut natal,” ujarnya.

Selain itu, MUI Kota Bima juga akan memberikan himbauan kepada seluruh masjid untuk berpartisipasi dalam rangka menghindari kegiatan-kegaitan yang tidak bermanfaat menjelang natal dan tahun baru.

“Kami juga akan menghimbau kepada seluruh masjid agar mengadakan kegiatan ceramah-ceramah agama,” tegasnya.

Haji Saleh berharap, ormas Islam harus bisa membuat kegiatan-kegiatan yang bisa mengalihkan pandangan kaum muslimin dari perayaan natal dan tahun baru.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

Distrik Sangin Akhirnya Jatuh ke Pangkuan Taliban

SANGIN (Jurnalislam.com) – Distrik Sangin telah jatuh ke pangkuan Imarah Islam Afghanistan (Taliban) hanya sehari setelah wakil gubernur provinsi Helmand menggunakan Facebook memohon kepada presiden Afghanistan untuk membantu melawan Taliban, lansir Aljazeera, Senin (21/12/2015).

Sangin jatuh ke Taliban setelah pertempuran sengit yang menewaskan lebih dari 90 tentara Afghanistan dalam dua hari, juru bicara polisi Afghanistan mengatakan kepada Al Jazeera, dengan Taliban mengambil alih polisi dan instalasi militer.

Taliban juga menegaskan kemenangan tersebut kepada Al Jazeera.

Reporter Al Jazeera Abdullah Shahood, melaporkan dari ibukota Kabul, mengatakan pertempuran itu masih berlangsung.

"Unit pasukan khusus telah tiba dan merencanakan operasi besar-besaran yang dipimpin oleh pasukan Afghanistan," katanya. "Beberapa warga telah mengungsi karena pertempuran dan banyak yang mencoba untuk pergi."

Chief executive Afghanistan, Abdullah Abdullah, mengatakan dalam konferensi pers pada hari Senin bahwa "pertemuan darurat akan dilaksanakan segera untuk tindakan keamanan segera di Helmand".

"Aksi ini akan menghadapi  serangan Taliban," katanya.

Deputi Gubernur Helmand, Mohammad Jan Rasoolyar, dalam sebuah posting di Facebook pada hari Ahad, meminta Presiden Ashraf Ghani melakukan intervensi mendesak untuk menyelamatkan provinsi yang telah dibela pasukan Inggris dan AS selama bertahun-tahun.

"Saya tahu bahwa membesarkan masalah ini di media sosial akan membuat Anda sangat marah," tulis Rasoolyar dalam postingannya, yang ditujukan kepada Ghani.

"Tapi aku tidak bisa diam lagi … saat Helmand berdiri di tepi jurang. Sembilan puluh pasukan  telah tewas di kabupaten Gereshk dan Sangin dalam dua hari terakhir."

Pejabat lokal mendukung pernyataan Rasoolyar, mengatakan Taliban telah  membuat kemenangan yang stabil dalam distrik seperti Sangin.

"Pertempuran antara Taliban dan pasukan Afghanistan ini telah berlangsung selama beberapa hari sekarang. Taliban tidak lama lagi akan mengambil alih seluruh provinsi seperti yang kita lihat," Ali Ahmad, warga Lashkar Gah, mengatakan kepada Al Jazeera.

Baca juga: Provinsi Helmand Diambang Jatuh ke Tangan Taliban, 90 Pasukan Afghanistan Tewas

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Distrik Sangin Akhirnya Jatuh ke Pangkuan Taliban

SANGIN (Jurnalislam.com) – Distrik Sangin telah jatuh ke pangkuan Imarah Islam Afghanistan (Taliban) hanya sehari setelah wakil gubernur provinsi Helmand menggunakan Facebook memohon kepada presiden Afghanistan untuk membantu melawan Taliban, lansir Aljazeera, Senin (21/12/2015).

Sangin jatuh ke Taliban setelah pertempuran sengit yang menewaskan lebih dari 90 tentara Afghanistan dalam dua hari, juru bicara polisi Afghanistan mengatakan kepada Al Jazeera, dengan Taliban mengambil alih polisi dan instalasi militer.

Taliban juga menegaskan kemenangan tersebut kepada Al Jazeera.

Reporter Al Jazeera Abdullah Shahood, melaporkan dari ibukota Kabul, mengatakan pertempuran itu masih berlangsung.

"Unit pasukan khusus telah tiba dan merencanakan operasi besar-besaran yang dipimpin oleh pasukan Afghanistan," katanya. "Beberapa warga telah mengungsi karena pertempuran dan banyak yang mencoba untuk pergi."

Chief executive Afghanistan, Abdullah Abdullah, mengatakan dalam konferensi pers pada hari Senin bahwa "pertemuan darurat akan dilaksanakan segera untuk tindakan keamanan segera di Helmand".

"Aksi ini akan menghadapi  serangan Taliban," katanya.

Deputi Gubernur Helmand, Mohammad Jan Rasoolyar, dalam sebuah posting di Facebook pada hari Ahad, meminta Presiden Ashraf Ghani melakukan intervensi mendesak untuk menyelamatkan provinsi yang telah dibela pasukan Inggris dan AS selama bertahun-tahun.

"Saya tahu bahwa membesarkan masalah ini di media sosial akan membuat Anda sangat marah," tulis Rasoolyar dalam postingannya, yang ditujukan kepada Ghani.

"Tapi aku tidak bisa diam lagi … saat Helmand berdiri di tepi jurang. Sembilan puluh pasukan  telah tewas di kabupaten Gereshk dan Sangin dalam dua hari terakhir."

Pejabat lokal mendukung pernyataan Rasoolyar, mengatakan Taliban telah  membuat kemenangan yang stabil dalam distrik seperti Sangin.

"Pertempuran antara Taliban dan pasukan Afghanistan ini telah berlangsung selama beberapa hari sekarang. Taliban tidak lama lagi akan mengambil alih seluruh provinsi seperti yang kita lihat," Ali Ahmad, warga Lashkar Gah, mengatakan kepada Al Jazeera.

Baca juga: Provinsi Helmand Diambang Jatuh ke Tangan Taliban, 90 Pasukan Afghanistan Tewas

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam