Kekerasan Milisi PKK Akibatkan 200.000 Warga di Tenggara Turki Mengungsi

TURKI (Jurnalislam.com) – Sekitar 200.000 orang di provinsi tenggara Turki telah meninggalkan rumah mereka karena aksi  milisi komunis PKK berlangsung di wilayah tersebut, World Bulletin melaporkan, Selasa (22/12/2015).

Ribuan orang – termasuk perempuan dan anak-anak – telah meninggalkan rumah mereka di distrik Cizre dan Silopi provinsi tenggara Sirnak; Kabupaten Sur, Silvan dan Bismil provinsi Diyarbakir; dan kabupaten Nusaybin, Derik dan Dargecit provinsi Mardin.

Alasan mereka mengungsi karena hidup mereka tidak lagi nyaman dan tidak lagi aman setelah organisasi teroris PKK meningkatkan aktivitasnya, termasuk melakukan serangan terhadap pasukan keamanan, menanam bahan peledak di jalanan, serta menambah hambatan dan parit di jalan-jalan dalam lima bulan terakhir.

PKK, yang dianggap sebagai organisasi teroris, mulai melakukan serangan bersenjata pada akhir Juli. Sejak itu lebih dari 200 anggota pasukan keamanan telah tewas dan sekitar 1,700 milisi PKK juga tewas.

Penduduk setempat kebanyakan pindah ke provinsi terdekat dan provinsi di barat seperti Istanbul, Izmir dan provinsi Mersin di selatan.

Beberapa lainnya yang masih tinggal di daerah di mana aktifitas PKK berpusat, mengalami kesulitan dalam melanjutkan kehidupan sehari-hari mereka karena ada pengurangan pasokan listrik dan air dan dihentikannya layanan transportasi dan pengumpulan sampah.

Juga terdapat laporan bahwa anggota PKK mengancam keluarga yang ingin meninggalkan rumah mereka, terutama di kabupaten Cizre provinsi Sirnak. Milisi PKK menutup beberapa jalan di wilayah Nusaybin dan Idil di Cizre dan penduduk setempat harus berjalan dengan meninggalkan mobil mereka di sana.

"Ini adalah pelarian dari kematian dan kekerasan," Rustem Erkan, seorang profesor dari Departemen Sosiologi Dicle University yang berbasis di Diyarbakir, mengatakan kepada Anadolu Agency.

"Orang-orang berada di tengah-tengah konflik di mana setiap jenis senjata digunakan di daerah mereka. Mereka secara alami lari karena ingin mempertahankan hidup mereka," kata Erkan.

Ia mengatakan bahwa orang-orang yang harus meninggalkan rumah mereka di tahun 1990-an karena teror PKK saat ini harus pindah lagi.

Ia mengatakan, "Orang-orang ini menghadapi trauma yang jauh lebih serius lagi setelah 25 tahun." Erkan mengatakan bahwa situasi ini akan menciptakan konsekuensi psikologis yang serius.

Huseyin Seyhanlioglu, manajer perusahaan riset yang berbasis di Diyarbakir, Pusat Penelitian Politik dan Sosial (Political and Social Researches Center/Samer), berbicara tentang suasana tidak nyaman di distrik Sur di provinsi Diyarbakir:

"Ada kerusakan besar di distrik Sur. Kami telah mengalami trauma pada 1990-an. Kami akan melihat efek dari trauma tersebut saat ini setelah 20 tahun.

"Suasana untuk merehabilitasi para pemuda harus dibuat. … Paket bencana juga harus diterapkan oleh pemerintah untuk mendukung para pemilik toko secara ekonomis."

Mehmet Serif Oter, presiden Federasi Solidaritas Sosial Mardin, mengatakan bahwa penggalian parit di jalan oleh PKK menyalakan pertempuran.

"Orang-orang menunggu untuk [perdamaian] dengan ketakutan besar dan rasa khawatir. Ekonomi telah terhenti. Parit ini terutama telah merugikan warga Kurdi dan semua orang di wilayah tersebut. Parit ini akan membawa kesengsaraan bagi rakyat Kurdi."

Oter, dalam wawancara, juga menyerukan untuk mengakhiri pertempuran ini segera dengan menutup parit di jalan dan mengakhiri jam malam di daerah tertentu.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

AS dan Inggris Kerahkan Pasukannya ke Sangin Setelah Direbut Taliban

SANGIN (Jurnalislam.com) – Pemerintah Afghanistan menderita pukulan besar setelah serangan Taliban berhasil mengambil alih banyak wilayah Sangin, kota Helmand yang menjadi simbolis untuk pasukan Inggris, The Guardian melaporkan, lansir World Bulletin, Selasa (22/12/2015).

Jatuhnya beberapa lokasi strategis di dalam dan di sekitar kota pada hari Ahad dan Senin berlangsung hanya setahun setelah NATO menarik pasukan tempur mereka dari Afghanistan. Sejak itu Taliban telah membuat terobosan di Helmand dan di tempat lain di seluruh Afghanistan.

SAS dan pasukan khusus AS telah dikerahkan untuk membantu mengambil kembali wilayah yang hilang di provinsi Sangin, menurut laporan dari Times dan Wall Street Journal.

Taliban menyerbu markas polisi, markas administrasi, kantor badan intelijen dan kantor lainnya dan para pejabat Afghanistan mengatakan bahwa pasukan mereka, termasuk angkatan udara, berjuang untuk mendapatkan kembali kontrol dari mujahidin Imarah Islam.

Pertempuran di Sangin terjadi saat pembom istisyhad Taliban menewaskan 19 tentara Amerika NATO di Bagram, dekat Kabul. Itu adalah serangan paling mematikan terhadap pasukan NATO sejak Agustus.

Baca juga:

Distrik Sangin Akhirnya Jatuh ke Pangkuan Taliban

19 Pasukan NATO Tewas dalam Serangan Istisyhad di Dekat Markas Besar AS

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

AS dan Inggris Kerahkan Pasukannya ke Sangin Setelah Direbut Taliban

SANGIN (Jurnalislam.com) – Pemerintah Afghanistan menderita pukulan besar setelah serangan Taliban berhasil mengambil alih banyak wilayah Sangin, kota Helmand yang menjadi simbolis untuk pasukan Inggris, The Guardian melaporkan, lansir World Bulletin, Selasa (22/12/2015).

Jatuhnya beberapa lokasi strategis di dalam dan di sekitar kota pada hari Ahad dan Senin berlangsung hanya setahun setelah NATO menarik pasukan tempur mereka dari Afghanistan. Sejak itu Taliban telah membuat terobosan di Helmand dan di tempat lain di seluruh Afghanistan.

SAS dan pasukan khusus AS telah dikerahkan untuk membantu mengambil kembali wilayah yang hilang di provinsi Sangin, menurut laporan dari Times dan Wall Street Journal.

Taliban menyerbu markas polisi, markas administrasi, kantor badan intelijen dan kantor lainnya dan para pejabat Afghanistan mengatakan bahwa pasukan mereka, termasuk angkatan udara, berjuang untuk mendapatkan kembali kontrol dari mujahidin Imarah Islam.

Pertempuran di Sangin terjadi saat pembom istisyhad Taliban menewaskan 19 tentara Amerika NATO di Bagram, dekat Kabul. Itu adalah serangan paling mematikan terhadap pasukan NATO sejak Agustus.

Baca juga:

Distrik Sangin Akhirnya Jatuh ke Pangkuan Taliban

19 Pasukan NATO Tewas dalam Serangan Istisyhad di Dekat Markas Besar AS

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

Bisa Pengaruhi Iman, Brunei Darussalam Larang Muslim Rayakan Natal

BRUNEI (Jurnalislam.com) – Sultan Brunei Hassanal Bolkiah melarang umat Islam merayakan Natal. Negara Muslim konservatif di Pulau Kalimantan itu menyatakan, hukuman lima tahun penjara akan berlaku untuk siapa pun yang ditemukan mengucapkan selamat atau memakai topi Sinterklas.

"Langkah-langkah penegakan ini dimaksudkan untuk mengawasi perayaan Natal secara berlebihan dan terbuka, yang bisa merusak keyakinan dan komunitas Muslim," pernyataan Kementerian Agama Brunesi Darussalam, seperti dikutip Telegraph, Selasa (22/12/2015).

Kementerian Agama Brunei Darussalam menjelaskan, meski beberapa pihak melihat keputusan ini sebagai masalah. Tetapi karena hal tersebut merupakan persoalan iman, pemerintah tetap melarangnya.

"Beberapa orang mungkin berpikir bahwa itu adalah masalah sembrono atau tidak boleh dibawa sebagai masalah. Tetapi sebagai Muslim dan Negara Zikir, kita harus tetap tidak mengikuti perayaan tersebut maupun perayaan agama lain karena bisa mempengaruhi iman Islam kita," lanjutnya.

Ally | Telegraph | Jurnalislam

Bisa Pengaruhi Iman, Brunei Darussalam Larang Muslim Rayakan Natal

BRUNEI (Jurnalislam.com) – Sultan Brunei Hassanal Bolkiah melarang umat Islam merayakan Natal. Negara Muslim konservatif di Pulau Kalimantan itu menyatakan, hukuman lima tahun penjara akan berlaku untuk siapa pun yang ditemukan mengucapkan selamat atau memakai topi Sinterklas.

"Langkah-langkah penegakan ini dimaksudkan untuk mengawasi perayaan Natal secara berlebihan dan terbuka, yang bisa merusak keyakinan dan komunitas Muslim," pernyataan Kementerian Agama Brunesi Darussalam, seperti dikutip Telegraph, Selasa (22/12/2015).

Kementerian Agama Brunei Darussalam menjelaskan, meski beberapa pihak melihat keputusan ini sebagai masalah. Tetapi karena hal tersebut merupakan persoalan iman, pemerintah tetap melarangnya.

"Beberapa orang mungkin berpikir bahwa itu adalah masalah sembrono atau tidak boleh dibawa sebagai masalah. Tetapi sebagai Muslim dan Negara Zikir, kita harus tetap tidak mengikuti perayaan tersebut maupun perayaan agama lain karena bisa mempengaruhi iman Islam kita," lanjutnya.

Ally | Telegraph | Jurnalislam

Para Pengusaha Muslim Dunia Mulai Boikot Donald Trump

ISTAMBUL (Jurnalislam.com) – Seruan Donald Trump untuk melarang sementara masuknya umat Islam ke Amerika Serikat bukan pertanda baik bagi kepentingan bisnis taipan tersebut di sejumlah negara Muslim, lansir World Buletin, Senin (21/12/2015).

Nama Trump terpampang pada gedung-gedung bertingkat, lapangan golf dan hotel dari Istanbul ke Dubai. Tapi sekarang di Turki, sebuah upaya sedang dilakukan untuk mengubah nama Trump Towers Mall di kawasan bisnis bertingkat tinggi Istanbul di Mecidiyekoy.

"Kami sedang mengevaluasi aspek hukum dari hubungan kita dengan nama merek," Bulent Kural, manajer umum Trump Towers Istanbul, mengatakan kepada VOA.

Trump Towers Istanbul adalah perusahaan patungan AS-Turki senilai $ 400.000.000 yang mencakup dua bangunan bertingkat tinggi untuk kantor, tempat tinggal dan mal. Kompleks seluas 3,2 juta kaki persegi tersebut dibuka pada tahun 2012.

Kural mengatakan perusahaannya telah menyampaikan kekecewaan terhadap keluarga Trump tentang pernyataan kandidat miliarder tersebut.

"Jika mereka tidak mengizinkan Muslim ke Amerika Serikat, maka mengapa Nama Trump bisa berada di sini?" Kata salah seorang warga saat ia berdiri di bawah Trump Tower di Baku, ibukota Azerbaijan.

Di Azerbaijan, sebuah negara yang kaya minyak dengan penduduk mayoritas Muslim, penduduk setempat telah meminta agar pemerintah mereka mengambil tindakan sehubungan dengan asosiasi bisnis calon presiden Partai Republik tersebut di negara itu.

"Untuk memberi nama pada sebuah bangunan dengan nama orang seperti itu sangat tidak sopan bagi orang-orang Azerbaijan dan dunia Islam pada umumnya. Pemerintah harus menghapus namanya dari bangunan dan menyitanya," Vasif Mammadov, seorang pengacara yang berbasis di Baku mengatakan kepada VOA.

Seperti juga di Istanbul, Trump Tower di Baku tidak dimiliki oleh Trump.

Properti ini dimiliki oleh multibillionaire Anar Mammadov, 34, yang ayahnya adalah seorang pendeta berpengaruh dalam pemerintahan Azerbaijan. Mammadov tidak menanggapi permintaan VOA untuk memberikan komentar.

Menurut laporan dan pengungkapan keuangan Trump, perusahaannya menerima $ 2,5 juta pada tahun 2014 untuk pinjaman nama merek dan manajemen properti bagi hotel mewah di Baku. Di tengah badai atas pernyataan Trump, rincian proyek telah dihapus dari situs perusahaan Trump.

Di Uni Emirat Arab, sebuah perusahaan real estate kini menghapus nama dan citra Trump yang digunakan dalam pemasaran kompleks golf di Dubai senilai $ 6000000000.

Sebuah perusahaan Dubai, Damac Properties, pada hari Kamis menghapus gambar Trump dari billboard dekat lokasi pembangunan proyek, menurut Reuters.

Juga di Dubai, Landmark Group mengatakan, pihaknya akan menarik keluar produk dekorasi rumah Trump dari 180 toko mereka karena nilai-nilai dan untuk menghormati sentimen pelanggan, katanya seperti dilaporkan Associated Press.

Pengusaha miliarder UEA Khalaf al-Habtoor, mengungkapkan sentimen umum yang mengatakan bahwa Trump tidak diterima.

"Jika dia datang ke kantor saya, saya tidak akan menerima dia. Aku menolaknya," kata al-Habtoor kepada Associated Press.

Trump memiliki sejumlah penawaran bisnis di dunia Muslim yang kebanyakan sulit dilacak. Informasi tentang bisnis tersebut terbatas hanya yang disediakan dalam situs web dan pengungkapan keuangan Trump yang mencalonkan diri untuk jabatan publik.
 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Cegah Maksiat di Perayaan Tahun Baru, Pemuda Muhammadiyah Akan Gelar Pengajian Muda-mudi

BOGOR (Jurnalislam.com) – Untuk mengantisipasi maraknya kemaksiatan saat perayaan tahun baru, Pemuda Muhammadiyah akan membuat program khusus pengajian untuk para pemuda dan pemudi. Hal itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simajuntak usai diskusi ‘Gotong Royong Menghadapi Radikalisme dan Memperjuangkan Kepentingan Nasional di Media Sosial” di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB) Kota Bogor, Senin (21/12/2015).

“Biasanya Pemuda Muhammadiyah di malam tahun baru mengadakan program khusus pengajian di malam hari dan kegiatan lainnya yang akan menyibukkan diri dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan memaknai perubahan waktu dengan kegiatan positif lainnya,” ungkap Dahnil.

Sebagaimana dilansir salam-online, Dahnil menegaskan, dengan menyibukkan diri kepada kegiatan memperdalam agama akan membuat makna tahun baru menjadi lebih baik.

“Menyibukkan diri dengan mengaji dan kegiatan agama lainnya akan membuat diri kita terhindar dari perilaku negatif,” ujarnya.

Ally | Salam Online | Jurnalislam

Dinas Pendidikan Palestina: 19 Pelajar dibunuh Zionis Selama Intifadhah Al-Quds

RAMALAH (Jurnalislam.com) –  Departemen pendidikan dan pengajaran Palestina, Senin menyebutkan, penjajah Israel telah membunuh 19 siswa dan melukai 462 siswa lainya sejak meletusnya intifadhah awal Oktober kemarin, Infopalestina melaporkan, Senin (21/12/2015).

Dalam keteranganya, departemen ini menyebutkan, sebanyak 19 siswa Palestina gugur syahid akibat tembakan serdadu Zionis. Sementara 462 siswa lainya luka-luka. Selain itu, 33 guru ndan karyawan tak luput dari penganiayaan serdadu hingga luka-luka, akibet terkena peluru tajam maupun peluru karet.

Ia menjelaskan, selama intifadhah berlangsung Israel telah menangkap tak kurang dari 102 siswa dan siswa Palestina, Sembilan diantaranya guru. Sebanyak 45 sekolah mengalami intimidasi Israel hingga menyebabkan 220 guru tidak melaksanakan tugasnya. Mereka dilarang berangkat ke sekolahnya.

Hingga kini Israel belum melakukan langkah apapun untuk menghindari sekolah dari target dan ancamanya. Bahkan sejumlah sekolah mengalami penyerbuan langsung dari tentara zionis serta menganiaya siswa maupun sisiwanya dengan bom cahaya  ataupun gas air mata.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Dinas Pendidikan Palestina: 19 Pelajar dibunuh Zionis Selama Intifadhah Al-Quds

RAMALAH (Jurnalislam.com) –  Departemen pendidikan dan pengajaran Palestina, Senin menyebutkan, penjajah Israel telah membunuh 19 siswa dan melukai 462 siswa lainya sejak meletusnya intifadhah awal Oktober kemarin, Infopalestina melaporkan, Senin (21/12/2015).

Dalam keteranganya, departemen ini menyebutkan, sebanyak 19 siswa Palestina gugur syahid akibat tembakan serdadu Zionis. Sementara 462 siswa lainya luka-luka. Selain itu, 33 guru ndan karyawan tak luput dari penganiayaan serdadu hingga luka-luka, akibet terkena peluru tajam maupun peluru karet.

Ia menjelaskan, selama intifadhah berlangsung Israel telah menangkap tak kurang dari 102 siswa dan siswa Palestina, Sembilan diantaranya guru. Sebanyak 45 sekolah mengalami intimidasi Israel hingga menyebabkan 220 guru tidak melaksanakan tugasnya. Mereka dilarang berangkat ke sekolahnya.

Hingga kini Israel belum melakukan langkah apapun untuk menghindari sekolah dari target dan ancamanya. Bahkan sejumlah sekolah mengalami penyerbuan langsung dari tentara zionis serta menganiaya siswa maupun sisiwanya dengan bom cahaya  ataupun gas air mata.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Pesawat Tempur Rusia Kawal Perjalanan Assad ke Iran

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rusia telah mengirimkan empat jet tempur untuk mengawal pesawat yang membawa Presiden Suriah Bashar al-Assad ketika ia melakukan kunjungan ke ibukota Iran, media daerah melaporkan, lansir Aljazeera, Senin (21/12/2105).

Al-Diyar, koran Libanon yang berhubungan dekat dengan rezim Assad, mengatakan pada hari Senin (21/12/2015) bahwa Moskow telah memperingatkan koalisi yang dipimpin AS agar tidak mendekati pesawat Assad untuk menghindari pertempuran udara.

Diharapkan bahwa pesawat Assad akan terbang ke Iran melalui wilayah udara Irak, al-Diyar melaporkan.

Kantor berita resmi Iran, Fars, mengatakan pada hari Jumat bahwa Assad diharapkan akan mengunjungi Iran pada akhir Desember atau awal Januari. Al-Diyar melaporkan bahwa tanggal yang tepat tidak akan diungkapkan, mengutip sumber-sumber intelijen Suriah.

Presiden yang diperangi tersebut pada bulan Oktober terbang ke Moskow untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak awal pemberontakan terhadap dirinya pada 2011.

Fars mengatakan pada hari Ahad bahwa perjalanan yang dijadwalkan tersebut dilakukan saat tentara Suriah menjamin kemenangan melawan para pejuang Suriah. Teheran, sekutu Assad, mengadopsi bahasa rezim Suriah dan member nama bagi pejuang Suriah sebagai teroris.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam