19 Pasukan NATO Tewas dalam Serangan Istisyhad di Dekat Markas Besar AS

PARWAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya enam tentara asing (NATO) tewas pada hari Senin (21/12/2015) dalam serangan bom istisyhad pada patroli bersama AS – Afghanistan di provinsi Parwan, kata NATO, sedangkan Taliban menyebutkan 19 pasukan asing tewas dalam serangan tersebut.

Ini adalah serangan paling mematikan terhadap pasukan NATO sejak Agustus.

Brigadir Jenderal Wilson Shoffner, kepala urusan publik pada markas Resolute Support NATO di ibukota Afghanistan Kabul, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sedikitnya enam pasukan asing tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan itu, lansir Aljazeera, Senin.

Dia mengatakan, serangan itu terjadi di sekitar pangkalan udara Bagram yang merupakan fasilitas militer AS terbesar di Afghanistan.

"Kami sangat sedih dengan kehilangan ini," kata Shoffner.

Kewarganegaraan para tentara belum diketahui.

Sebelumnya, seorang pejabat Afghanistan menyebutkan jumlah personil NATO yang tewas berjumlah tiga orang, dengan dua orang menderita luka-luka.

Sementara itu  Juru bicara Imarah Islam Afghanistan (Taliban) Zabihullah Mujahid mengatakan bertanggung jawab pada akun Twitternya dan mengatakan 19 tentara tewas dan sejumlah lainnya terluka.

Al-Emarah News, media resmi Taliban, pada hari Senin mengatakan sedikitnya 19 pasukan AS (NATO) tewas dalam serangan syahid di dekat markas Bagram di provinsi Parwan utara pada sore hari.

Zahidullah, seorang Mujahid yang tak kenal takut dari unit syahid Imarah Islam mengarahkan sepeda motornya yang dipenuhi dengan peledak di dekat sejumlah besar tentara AS yang berkumpul di dekat pangkalan Bagram, lalu meledakkannya, sebanyak 19 penjajah Amerika (NATO) tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

Segera setelah serangan itu, helikopter ambulans tiba di lokasi untuk memindahkan tentara NATO yang tewas dan terluka, daerah itu langsung ditutup.

Deddy | Aljazeera | El Emarah News | Jurnalislam

 

 

19 Pasukan NATO Tewas dalam Serangan Istisyhad di Dekat Markas Besar AS

PARWAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya enam tentara asing (NATO) tewas pada hari Senin (21/12/2015) dalam serangan bom istisyhad pada patroli bersama AS – Afghanistan di provinsi Parwan, kata NATO, sedangkan Taliban menyebutkan 19 pasukan asing tewas dalam serangan tersebut.

Ini adalah serangan paling mematikan terhadap pasukan NATO sejak Agustus.

Brigadir Jenderal Wilson Shoffner, kepala urusan publik pada markas Resolute Support NATO di ibukota Afghanistan Kabul, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sedikitnya enam pasukan asing tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan itu, lansir Aljazeera, Senin.

Dia mengatakan, serangan itu terjadi di sekitar pangkalan udara Bagram yang merupakan fasilitas militer AS terbesar di Afghanistan.

"Kami sangat sedih dengan kehilangan ini," kata Shoffner.

Kewarganegaraan para tentara belum diketahui.

Sebelumnya, seorang pejabat Afghanistan menyebutkan jumlah personil NATO yang tewas berjumlah tiga orang, dengan dua orang menderita luka-luka.

Sementara itu  Juru bicara Imarah Islam Afghanistan (Taliban) Zabihullah Mujahid mengatakan bertanggung jawab pada akun Twitternya dan mengatakan 19 tentara tewas dan sejumlah lainnya terluka.

Al-Emarah News, media resmi Taliban, pada hari Senin mengatakan sedikitnya 19 pasukan AS (NATO) tewas dalam serangan syahid di dekat markas Bagram di provinsi Parwan utara pada sore hari.

Zahidullah, seorang Mujahid yang tak kenal takut dari unit syahid Imarah Islam mengarahkan sepeda motornya yang dipenuhi dengan peledak di dekat sejumlah besar tentara AS yang berkumpul di dekat pangkalan Bagram, lalu meledakkannya, sebanyak 19 penjajah Amerika (NATO) tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

Segera setelah serangan itu, helikopter ambulans tiba di lokasi untuk memindahkan tentara NATO yang tewas dan terluka, daerah itu langsung ditutup.

Deddy | Aljazeera | El Emarah News | Jurnalislam

 

 

Jelang Natal, Kesbangpol dan FKUB Banten Gelar Pertemuan

SERANG (Jurnalislam.com) – Menjelang perayaan Natal, Kesbangpol Provinsi Banten dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banten menggelar pertemuan di salah satu hotel Kota Serang, Ahad (20/12/2015) malam. Pertemuan itu yang dihadiri 168 peserta mewakili seluruh agama/kepercayaan yang ada di Provinsi Banten.

Kepala Kesbapngpol Provinsi Banten Rusdjiman mengatakan, pertemuan dengan tokoh atau masyarakat dari masing-masing agama/kepercayaan seperti ini dilakukan dalam setiap menghadapi hari perayaan.

“Tidak hanya pada saat Natal, sebelum Idul Fitri, hari raya lain kita selalu melakukan pertemuan. Ini dilakukan untuk memelihara kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Provinsi Banten,” ujar Rusdjiman kepada RadarBanten.

Lebih lanjut Rusdjiman mengatakan, kerukunan beragama di Banten  sudah terpelihara sejak lama, sejak masa kesultanan. Hal tersebut sudah terbukti dengan adanya vihara, dan dekatnya rumah ibadah.

“Sebagai penerus, kerukunan ini harus terus diajarkan agar terus terpelihara. Saat di daerah lain ada bentrokan atas nama agama, jangan sampai hal tersebut terjadi di Banten, dan masyarakat Banten tetap damai saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi Banten Suparman Usman mengatakan, kerukunan umat beragama merupakan faktor penting dalam berkehidupan, karena itu beliau menghimbau agar seluruh umat beragama untuk rukun dan tidak saling mencela agama 1 dengan yang lain.

“Saya menghimbau agar semua umat beragama tidak melakukan perbuatan yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban umum, menjaga kenyamanan dan kedamian.” pungkas Suparman.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam

FUI Bima Terus Berupaya Dakwahkan Muslim Haram Ikuti Natal

BIMA (Jurnalislam.com) – Ketua Forum Umat Islam (FUI) Bima ustadz Asikin menghimbau umat Islam agar tidak berpartisipasi dalam perayaan dan mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru. Sebab menurutnya, ulama-ulama salaf telah mengharamkan hal tersebut.

“Tentang pengucapan dan perayaan natal ini memang ada perbedaan pendapat dikalangan ulama, tetapi pendapat yang paling kuat dari ulama-ulama muktabar dan ulama-ulama salaf menyatakan bahwa umat Islam haram untuk mengucapkan dan ikut merayakan hari natal”.

Ustadz Asikin mengatakan, pihaknya akan terus melakukan upaya untuk memahamkan umat Islam terkait persoalan tersebut.

“Yang perlu kita lakukan pada hari ini adalah terus mendakwahkan kepada umat agar mereka juga paham bahwa hukum dari mengucapkan dan ikut merayakan serta memakai atribut natal itu adalah haram,” terangnya.

Selain itu, untuk menjangkau umat Islam yang belum memahami persoalan ini, termasuk karyawan Muslim yang dianjurkan FUI Bima akan menyebarkan selebaran dan stiker.

FUI Bima juga masih melakukan pemantauan terhadap took-toko, hotel dan pusat perbelanjaan yang diindikasi akan mengintruksikan karyawan muslimnya mengenakan atrbut Natal dan Tahun Baru.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

 

 

Taliban Pakistan: Pemimpin Islamic State Bukan Khalifah Islam

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Gerakan Taliban di Pakistan sekali lagi menolak Islamic State dan mengatakan bahwa amir-nya, Abu Bakr al Baghdadi, tidak layak memimpin kekhalifahan Islam.

Kelompok jihad, yang merupakan faksi Taliban terbesar di Pakistan, mengecam Baghdadi dan Islamic State (IS) dalam sebuah pernyataan yang diperoleh Reuters, lansir The Long War Journal, Sabtu (19/12/2015).

"Baghdadi tidak Khalifah, karena dalam Islam, Khalifah berarti bahwa ia memerintah seluruh dunia Muslim, sementara Baghdadi tidak memerintah seluruh dunia; ia tidak lebih hanya memerintah orang-orang dan wilayah tertentu," kata Taliban Pakistan.

"Baghdadi bukan Khalifa Islam karena proses pengangkatannya tidak sesuai dengan aturan Islam," Taliban Pakistan  meneruskan, membuat pernyataan yang sama yang telah dibuat oleh al Qaeda dan berbagai cabangnya, serta Taliban Afghanistan.

Selain menolak Baghdadi sebagai khalifah, Taliban Pakistan mengatakan Islamic State tidak sah karena pengikutnya membunuhi para mujahidin lainnya yang tidak sependapat.

"Khilafah Baghdadi tidak Islami karena dalam kekhalifahan Anda memberikan keadilan yang nyata sedangkan pasukan Baghdadi membunuh banyak mujahidin (pejuang) yang tidak bersalah dari berbagai faksi-faksi jihad," lanjut Taliban.

IS bentukan Baghdadi secara rutin menyerang kelompok jihad lainnya dan faksi Islamis yang menolak untuk bersumpah setia kepada Baghdadi dan bergabung dengan IS. IS secara teratur juga menyerang para mujahidin lainnya untuk menguasai wilayah di Suriah, Afghanistan, dan Libya.

Pernyataan yang diperoleh Reuters mirip dengan salah satu pernyataan yang dikeluarkan oleh Gerakan Taliban di Pakistan pada bulan Mei, ketika Gerakan Taliban di Pakistan mengeluarkan penolakan panjang terhadap IS  yang menyatakan diri sendiri secara sepihak sebagai khalifah.

IS telah berusaha memotong dukungan bagi Taliban dan al Qaeda di Pakistan.

Pemimpin Taliban Pakistan, dengan bantuan al Qaeda global, telah bekerja untuk menyatukan kembali faksi-faksi jihad yang berseteru. Pada bulan Maret, sebuah faksi utama yang menamakan dirinya Jamaat ul Ahrar Taliban Pakistan memutuskan untuk bergabung kembali dengan kelompok sebelumnya. Lashkar-i-Islam juga memutuskan untuk bergabung dengan Taliban Pakistan.

Juga, pada bulan Mei, tiga kelompok jihad Pakistan, termasuk salah satu yang dipimpin oleh Matiur Rehman, bergabung dengan jajaran Gerakan Taliban di Pakistan. Rehman, seorang komandan kunci yang telah menjabat sebagai pemimpin senior di Al Qaeda dan Lashkar-e-Jhangvi, ditugaskan dari tiga kelompok. Keterlibatannya itu kemungkinan didukung dan disetujui oleh komando tinggi Al Qaeda.

IS diduga memiliki kehadiran kecil di dalam Pakistan. IS telah mempublikasikan beberapa kamp pelatihan kecil, yang berbasis di Waziristan Selatan, namun belum melakukan serangan yang berarti di Pakistan.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

 

Taliban Pakistan: Pemimpin Islamic State Bukan Khalifah Islam

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Gerakan Taliban di Pakistan sekali lagi menolak Islamic State dan mengatakan bahwa amir-nya, Abu Bakr al Baghdadi, tidak layak memimpin kekhalifahan Islam.

Kelompok jihad, yang merupakan faksi Taliban terbesar di Pakistan, mengecam Baghdadi dan Islamic State (IS) dalam sebuah pernyataan yang diperoleh Reuters, lansir The Long War Journal, Sabtu (19/12/2015).

"Baghdadi tidak Khalifah, karena dalam Islam, Khalifah berarti bahwa ia memerintah seluruh dunia Muslim, sementara Baghdadi tidak memerintah seluruh dunia; ia tidak lebih hanya memerintah orang-orang dan wilayah tertentu," kata Taliban Pakistan.

"Baghdadi bukan Khalifa Islam karena proses pengangkatannya tidak sesuai dengan aturan Islam," Taliban Pakistan  meneruskan, membuat pernyataan yang sama yang telah dibuat oleh al Qaeda dan berbagai cabangnya, serta Taliban Afghanistan.

Selain menolak Baghdadi sebagai khalifah, Taliban Pakistan mengatakan Islamic State tidak sah karena pengikutnya membunuhi para mujahidin lainnya yang tidak sependapat.

"Khilafah Baghdadi tidak Islami karena dalam kekhalifahan Anda memberikan keadilan yang nyata sedangkan pasukan Baghdadi membunuh banyak mujahidin (pejuang) yang tidak bersalah dari berbagai faksi-faksi jihad," lanjut Taliban.

IS bentukan Baghdadi secara rutin menyerang kelompok jihad lainnya dan faksi Islamis yang menolak untuk bersumpah setia kepada Baghdadi dan bergabung dengan IS. IS secara teratur juga menyerang para mujahidin lainnya untuk menguasai wilayah di Suriah, Afghanistan, dan Libya.

Pernyataan yang diperoleh Reuters mirip dengan salah satu pernyataan yang dikeluarkan oleh Gerakan Taliban di Pakistan pada bulan Mei, ketika Gerakan Taliban di Pakistan mengeluarkan penolakan panjang terhadap IS  yang menyatakan diri sendiri secara sepihak sebagai khalifah.

IS telah berusaha memotong dukungan bagi Taliban dan al Qaeda di Pakistan.

Pemimpin Taliban Pakistan, dengan bantuan al Qaeda global, telah bekerja untuk menyatukan kembali faksi-faksi jihad yang berseteru. Pada bulan Maret, sebuah faksi utama yang menamakan dirinya Jamaat ul Ahrar Taliban Pakistan memutuskan untuk bergabung kembali dengan kelompok sebelumnya. Lashkar-i-Islam juga memutuskan untuk bergabung dengan Taliban Pakistan.

Juga, pada bulan Mei, tiga kelompok jihad Pakistan, termasuk salah satu yang dipimpin oleh Matiur Rehman, bergabung dengan jajaran Gerakan Taliban di Pakistan. Rehman, seorang komandan kunci yang telah menjabat sebagai pemimpin senior di Al Qaeda dan Lashkar-e-Jhangvi, ditugaskan dari tiga kelompok. Keterlibatannya itu kemungkinan didukung dan disetujui oleh komando tinggi Al Qaeda.

IS diduga memiliki kehadiran kecil di dalam Pakistan. IS telah mempublikasikan beberapa kamp pelatihan kecil, yang berbasis di Waziristan Selatan, namun belum melakukan serangan yang berarti di Pakistan.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

 

Lebih dari 100 Milisi Komunis PKK Tewas dalam Operasi Militer Turki

TURKI (Jurnalislam.com)  – Jumlah milisi Kurdi yang tewas dalam serangan militer besar-besaran di tenggara Turki yang berkecamuk meningkat menjadi 102, sumber keamanan mengatakan pada hari Ahad saat operasi memasuki hari kelima, lansir Aljazeera, AHad (20/12/2015).

Sedikitnya dua tentara Turki dan lima warga sipil juga tewas dalam bentrokan, kata sumber itu kepada kantor berita AFP.

Jumlah korban sebelumnya yang dirilis pada hari Sabtu menyebutkan 70 tewas, dengan tentara mengatakan seluruhnya adalah anggota Partai Buruh Kurdistan (PKK).

Sekitar 10.000 tentara yang didukung oleh tank telah dikerahkan ke tenggara untuk menggempur milisi komunis PKK dari daerah perkotaan, menurut media lokal.

Operasi – yang menargetkan kota Cizre dan Silopi di provinsi Sirnak, serta lingkungan di Diyarbakir, kota terbesar di wilayah ini – dimulai Rabu (16/12/2015), menurut militer.

Mengomentari operasi yang sedang berlangsung, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan pada hari Sabtu (19/12/2015) militer Turki akan mengusir semua anggota milisi PKK di wilayah mereka.

Pemerintah Turki telah memberlakukan jam malam 24 jam di kota-kota bagian tenggara.

Polisi Turki hari Ahad menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan ratusan demonstran di jalan Istanbul yang menyerukan diakhirinya jam malam di tenggara.

Demonstran dan wisatawan menggunakan lemon dan minuman ringan untuk menetralisir efek gas air mata saat mereka berhamburan meninggalkan Istiklal Street, jalan komersial yang ramai. Polisi anti huru hara mengejar pengunjuk rasa hingga ke jalan-jalan kecil dan melakukan penangkapan saat helikopter terbang di atas kepala.

Saksi mata mengatakan remaja yang melemparkan batu bentrok dengan polisi di kawasan yang berdekatan dari Tarlabasi, pusat untuk imigran Kurdi dari Turki tenggara.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Lebih dari 100 Milisi Komunis PKK Tewas dalam Operasi Militer Turki

TURKI (Jurnalislam.com)  – Jumlah milisi Kurdi yang tewas dalam serangan militer besar-besaran di tenggara Turki yang berkecamuk meningkat menjadi 102, sumber keamanan mengatakan pada hari Ahad saat operasi memasuki hari kelima, lansir Aljazeera, AHad (20/12/2015).

Sedikitnya dua tentara Turki dan lima warga sipil juga tewas dalam bentrokan, kata sumber itu kepada kantor berita AFP.

Jumlah korban sebelumnya yang dirilis pada hari Sabtu menyebutkan 70 tewas, dengan tentara mengatakan seluruhnya adalah anggota Partai Buruh Kurdistan (PKK).

Sekitar 10.000 tentara yang didukung oleh tank telah dikerahkan ke tenggara untuk menggempur milisi komunis PKK dari daerah perkotaan, menurut media lokal.

Operasi – yang menargetkan kota Cizre dan Silopi di provinsi Sirnak, serta lingkungan di Diyarbakir, kota terbesar di wilayah ini – dimulai Rabu (16/12/2015), menurut militer.

Mengomentari operasi yang sedang berlangsung, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan pada hari Sabtu (19/12/2015) militer Turki akan mengusir semua anggota milisi PKK di wilayah mereka.

Pemerintah Turki telah memberlakukan jam malam 24 jam di kota-kota bagian tenggara.

Polisi Turki hari Ahad menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan ratusan demonstran di jalan Istanbul yang menyerukan diakhirinya jam malam di tenggara.

Demonstran dan wisatawan menggunakan lemon dan minuman ringan untuk menetralisir efek gas air mata saat mereka berhamburan meninggalkan Istiklal Street, jalan komersial yang ramai. Polisi anti huru hara mengejar pengunjuk rasa hingga ke jalan-jalan kecil dan melakukan penangkapan saat helikopter terbang di atas kepala.

Saksi mata mengatakan remaja yang melemparkan batu bentrok dengan polisi di kawasan yang berdekatan dari Tarlabasi, pusat untuk imigran Kurdi dari Turki tenggara.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Taliban: Pertempuran Sengit di Distrik Khan-e-Sheen, 25 Pasukan Gabungan AS Tewas dan Terluka

HELMAND (Jurnalislam.com) – Tentara bayaran yang didukung oleh pasukan Amerika tiba di daerah bukit Mirza Agha di kabupaten Khan -e-Sheen beberapa hari sebelumnya untuk mencoba merebut kembali pusat distrik dari Mujahidin Imarah Islam Afghanistan, El Emarah News melaporkan, Ahad (20/12/2105).

Mujahidin menghadang pasukan musuh dengan ranjau darat dan peluncur roket (RPG), menghancurkan 5 APC dan sebuah truk pickup dengan bom ranjau lalu sebuah APC lain dihancurkan dengan tembakan RPG serta menargetkan tentara dengan 5 IED. Akibatnya total 25 pasukan musuh gabungan tewas dan terluka.

Taliban mengatakan, “Klaim bahwa musuh berhasil menimbulkan korban yang sangat besar untuk Mujahidin dan merebut kembali sejumlah besar wilayah adalah propaganda tak berdasar yang hanya bertujuan untuk meningkatkan semangat pejuang mereka dan menerima hadiah uang tunai dari majikan mereka”.

“Musuh belum membuat kemajuan sejauh ini dan sebaliknya, semua klaim pemerintah boneka Afghanistan adalah murni rekayasa”.

 

Deddy | El Emarah News | Jurnalislam

Taliban: Pertempuran Sengit di Distrik Khan-e-Sheen, 25 Pasukan Gabungan AS Tewas dan Terluka

HELMAND (Jurnalislam.com) – Tentara bayaran yang didukung oleh pasukan Amerika tiba di daerah bukit Mirza Agha di kabupaten Khan -e-Sheen beberapa hari sebelumnya untuk mencoba merebut kembali pusat distrik dari Mujahidin Imarah Islam Afghanistan, El Emarah News melaporkan, Ahad (20/12/2105).

Mujahidin menghadang pasukan musuh dengan ranjau darat dan peluncur roket (RPG), menghancurkan 5 APC dan sebuah truk pickup dengan bom ranjau lalu sebuah APC lain dihancurkan dengan tembakan RPG serta menargetkan tentara dengan 5 IED. Akibatnya total 25 pasukan musuh gabungan tewas dan terluka.

Taliban mengatakan, “Klaim bahwa musuh berhasil menimbulkan korban yang sangat besar untuk Mujahidin dan merebut kembali sejumlah besar wilayah adalah propaganda tak berdasar yang hanya bertujuan untuk meningkatkan semangat pejuang mereka dan menerima hadiah uang tunai dari majikan mereka”.

“Musuh belum membuat kemajuan sejauh ini dan sebaliknya, semua klaim pemerintah boneka Afghanistan adalah murni rekayasa”.

 

Deddy | El Emarah News | Jurnalislam