Hasil Operasi Terowongan Hamas: Sedikitnya 64 Pasukan Israel Tewas, 91 Terluka

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Data yang dihimpun oleh Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas menunjukkan, operasi serangan melalui terowongan selama ini berhasil menewaskan sedikitnya 64 serdadu Israel dan melukai 91 orang lainnya serta menyandera minimal dua serdadu selama beberapa tahun terakhir.

Seperti yang dilansir Infopalestina Sabtu (30/01/2016) dalam laporan yang dirilis di situs Brigade Al-Qassam menegaskan, terowongan bawah tanah yang digali oleh para pejuang Al-Qassam selama melawan Israel adalah lompatan kualitatis dalam memberikan pukulan kepada penjajah. Elit politik, badan inteliten dan militer Israel kebingungan menghadapi terowongan ini. Teori keamanan dan militer Israel pun terpukul telak. Mereka tidak berdaya. Mereka tidak tahu kapan, dimana dan bagaimana serangan menyakitkan ini terjadi di waktu mendatang?

Al-Qassam mengisyaratkan, meski berusaha menghalangi dan membatalkan efektifitas terowongan ini, Israel tetap gagal dan mengalami kerugian. Bagaimana Israel bisa melupakan operasi seperti Tarmed, Hardon, Aruhan? Bagaimana melupakan “operasi ilusi penghancur” yang pernah memalukan merka? Terowongan bawah tanah yang dibangun Al-Qassam ibarat gerbang rahasia yang membuat mereka kalangkabut dibuatnya.

Sejak Intifadhah Al-Aqsha hingga sekarang, terowongan Al-Qassam ini telah memukul pertahanan mereka, menewaskan dan melukai pasukan mereka disamping menyandera mereka.

Operasi Serangan Terowongan Terdahsyat

Sejumlah operasi serangan melalui terowongan bawah tanah yang digelar Al-Qassam sejak Intifadhah Al-Aqsha (tahun 2000) dan kerugian Israel:

1. Peledakan pos militer Tarmid, 26 September 2001; 5 serdadu Israel tewas dan lebih dari 30 lainnya luka-luka.

2. Peledakan pos militer Hardun, 13 Desember 2003; 2 serdadu Israel tewas, 10 luka.

3. Peledakan pos militer Mahfudhah, 27 Juni 2004; 7 Israel serdadu Israel tewas, 30 luka-luka.

4. Operasi serangan panah menembus, 7 Desember 2004, 1 serdadu tewas, 4 luka.

5. Operasi gunung berapi murka, 2 Desember 2004; menewaskan 5 serdadu dan lebih 23 luka.

6. Operasi siluman penghancur, 25 Juni 2006; menyandera serdadu Israel Shalit dan membunuh 2 serdadu lainnya serta melukai 6 serdadu.

7. Segitiga maut, 6 Januari 2009; 3 serdadu tewas, 5 luka.

8. Gerbang rahasia, 1 November 2013, melukai 6 serdadu.

9. Serangan Shafa, 17 Juli 2014, melukai 7 serdadu Israel.

10. Serangan pos militer Abu Muthabiq, 19 Juli 2014, 8 serdadu Israel tewas.

11. Operasi penyanderaan serdadu Shaul Aron, 20 Juli 2014, selain menyandera juga menewaskan 14 serdadu lainnya.

12. Operasi pos militer 16, pada 21 Juli 2014 menewaskan 7 serdadu Israel salah satunya komandan militer.

13. Operasi serangan Nahel Oz, 28 Juli 2014 menewaskan 10 serdadu.

AS dan Rusia Bersaing Unjuk Kekuatan Udara di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com)Suriah Qamishli Airbase, yang terletak sekitar 70 kilometer dari Pangkalan Udara Rimelan AS, kini dikuasai Kurdi di timur laut Suriah (yang saat ini sedang dibangun), telah disiapkan untuk menampung militer Rusia, yang menurut pengamat, akan memungkinkan Rusia memantau Rimelan dan Turki di dekat pangkalan udara Incirlik, Anadolu Agency melaporkan Sabtu (30/01/2016).

Menurut sumber keamanan yang berbicara dengan syarat anonim, Rusia saat ini sedang dalam proses perluasan Qamishli Airbase, yang terletak hanya 3 kilometer dari provinsi Mardin Turki.

Qamishli Airbase, yang telah digunakan oleh rezim Assad Suriah sebagai markas intelijen dan militer sejak pertengahan 2013, dilaporkan melayani pesawat kargo Suriah dan Iran sekaligus juga digunakan untuk membawa pasukan Syiah Hizbullah ke negara itu.

Awal bulan ini, 100 tentara Rusia diterbangkan ke pangkalan udara oleh pesawat Suriah, menurut komite koordinasi lokal Suriah. (Komite koordinasi lokal adalah kelompok lokal yang mengatur dan melaporkan kegiatan anti-rezim.)

Pengamat mengatakan penyebaran pasukan militer baru oleh Rusia akan memungkinkan rezim Assad – yang merupakan sekutu Moskow – untuk meningkatkan kehadirannya di Qamishli, yang merupakan kabupaten terbesar di timur laut provinsi Al-Hasakah, Suriah.

Saat ini, 25 persen dari Qamishli dikendalikan rezim, sementara banyak dari sisanya dikuasai oleh pasukan PYD Kurdi.

Penyebaran pasukan Rusia baru di Qamishli juga akan memungkinkan rezim Syiah Assad untuk lebih berkoordinasi dengan dukungan militer dan logistik dari Syiah Irak dan Syiah Iran.

Sebelum meluncurkan serangan udara di Suriah pada 30 September tahun lalu, Rusia juga telah meningkatkan penyebaran militer ke Pangkalan Udara Hmeymim di Suriah barat.

AS juga memiliki pangkalan udara di provinsi Al-Hasakah Suriah (selain Turki Incirlik Airbase).

Militer AS juga baru saja selesai persiapan untuk membangun sebuah pangkalan udara baru di wilayah Al-Hasakah, wilayah yang dikendalikan PYD.

Pangkalan Udara Abu-Hajar di Rimelan baru-baru ini diperluas oleh AS sehingga dapat digunakan sebagai "pusat penghubung canggih" antara AS dan PYD untuk operasi menghadapi mujahidin  yang sedang berlangsung.

Awal bulan ini, markas tersebut diperbesar untuk mengakomodasi helikopter, namun belum dilengkapi untuk mengakomodasi pesawat tempur.

Menurut koresponden Anadolu Agency yang mengunjungi situs tersebut, militer AS telah membangun bangunan untuk pelatihan dan logistik dekat Rimelan Airbase, sementara pangkalan udara kedua sekarang sedang dibangun di sebuah desa di dekatnya.

Rimelan diserahkan ke PYD pada 2014 di bawah persyaratan perjanjian antara PYD dan rezim Assad.

Sejak awal tahun lalu, PYD dengan dukungan AS, menguasai beberapa posisi strategis di Suriah utara.

Pangkalan Udara Rimelan yang dibangun AS akan terancam oleh ekspansi Rusia dari Pangkalan Udara Qamishli, di mana – di samping pesawat tempur – Rusia diharapkan untuk menyebarkan baterai rudal air-to-ground.

Menurut sumber-sumber keamanan yang bersikeras mempertahankan anonimitas, Rusia juga baru-baru ini mendirikan sebuah sistem rudal SA-5 di Kuweires Airbase, yang terletak 35 kilometer di utara Aleppo.

Apakah Rusia mendirikan sistem rudal SA-5 – yang mampu meluncurkan rudal pada kisaran 300 kilometer – di Qamishli, dimana pangkalan udara AS Rimelan dan Incirlik berada dalam jangkauan, sumber-sumber keamanan mengatakan.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Pusat Islam Berbahasa Spanyol Pertama Dibuka di AS

HOUSTON (Jurnalislam.com) – Sebuah organisasi non-profit IslamInSpanish akan membuka sebuah Islamic Center hari Sabtu di Houston yang akan membantu mendidik etnis Latin tentang Islam di Spanyol. Setelah banyak pertimbangan, mereka memutuskan untuk membangun Masjid Spanyol pertama di Amerika Serikat, lansir vivala.com Sabtu (30/01/2016).

Satu-satunya pusat berukuran lebih dari 460 m2  termasuk sebuah masjid, museum, ruang duduk, showroom informasi, aula serba guna, dan studio seni yang bertujuan untuk menyiarkan dan live streaming program Spanyol. Seluruh produksi juga akan tersedia secara online.

"Inti yang menginspirasi IslamInSpanish adalah menanggapi kebutuhan informasi tentang Islam di Spanyol," kata CEO Jaimie Mujahid Fletcher, seorang Kolombia-Amerika yang mendirikan organisasi tersebut, "Keluarga saya memiliki banyak pertanyaan ketika saya menjadi Muslim. Ini adalah sesuatu yang asing bagi banyak etnis Latin."

Setelah masuk Islam dan untuk membantu ayahnya memahami agama di Spanyol – dimana tidak ada buku atau materi audio – Fletcher, yang memiliki latar belakang multimedia dan film mulai membuat audio menerjemahkan buku-buku tentang Islam. Salah satu usaha menciptakan CD yang dimulai untuk mendidik keluarga Fletcher dan bibi istrinya yang skeptis, berubah menjadi mendistribusikan audio books di seluruh negara. Tidak lama setelah itu, Fletcher kemudian diundang untuk berbicara di konferensi, universitas, dan berbagai tempat ibadah.

IslamInSpanish kemudian mulai memiliki acara sendiri dan mulai bertemu dengan ratusan orang Latin berbahasa Spanyol yang benar-benar tertarik dan ingin tahu tentang Islam.

"Kami menciptakan identitas baru. Ini adalah subkultur harfiah, Muslim Latino," kata Fletcher yang menyadari sudah waktunya untuk menciptakan sebuah pusat bagi semua orang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kurangnya bahan dan tidak adanya masjid berbahasa Spanyol menyulitkan etnis Latin untuk benar-benar belajar tentang agama.

"Ada kebutuhan besar untuk memiliki sebuah pusat," tambah Fletcher. Kami bertanya kepada masyarakat apakah mereka merasa membutuhkan tempat dan semua orang mengangkat tangan mereka dan berkata ya. Untuk mualaf Latino, mereka banyak yang merasa terasing dari keluarga mereka yang mungkin berpikir mereka meninggalkan budaya mereka untuk menjadi Muslim dan bahkan mereka merasa terasing di masjid-masjid di mana sebagian besar orang-orang berbahasa Arab.

Tapi pusat tersebut tidak hanya terdiri dari masjid, ia juga akan menampilkan pameran tentang sejarah Islam di Amerika Latin, bersama dengan studio seni negara di mana mereka akan menyiarkan dan streaming program Spanyol secara live. Orang-orang yang tidak mampu mengunjungi pusat akan dapat mengakses informasi langsung secara online.

Deddy |  Vivala.com | Jurnalislam

 

Taliban: Musuh Berguguran pada Pertempuran Sengit di Ghazni,19 Tewas

GHAZNI (Jurnalislam.com) – Sebanyak 19 tentara musuh tewas di provinsi Ghazni selatan Afghanistan selama pertempuran sengit, lapor koresponden Mujahidin Imarah Islam pada AlEmarah News Sabtu (30/01/2016).

Pertempuran terjadi di distrik Khogyani di mana setidaknya 19 tentara musuh tewas dan puluhan tentara musuh lainnya terluka, katanya.

Demikian pula, dua warga sipil tewas dan lima lagi cedera ketika musuh menargetkan desa-desa di daerah tersebut menggunakan tembakan senjata berat.

Klaim musuh bahwa banyak mujahidin yang gugur dalam operasi itu tidak benar.

Tidak ada seorangpun Mujahidin, dengan bantuan Allah yang mulia, yang dirugikan dalam bentrokan dan pertempuran yang sedang berlangsung di distrik Khogyani provinsi Ghazni selama beberapa hari terakhir.

Sebelumnya pada hari Jumat, dua tentara musuh tewas ketika sebuah ranjau darat yang ditanam oleh Mujahidin diledakkan ke arah musuh di perbatasan kota Ghazni, ibukota provinsi.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Menteri Sementara Suriah: AS dan Rusia Berada di Belakang PYD

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rusia dan AS telah sepakat untuk mendukung kelompok Kurdi PYD – yang berafiliasi dengan organisasi teroris Komunis  PKK – di Suriah, Mohamed Wajih Juma, menteri kesehatan di pemerintah sementara Suriah, mengatakan Jumat, lansir World Bulletin Sabtu (30/01/2016).

"Kedua belah pihak (AS dan Rusia) mendukung PYD," kata Juma kepada Anadolu Agency dalam laporan eksklusif. "Namun mereka tidak akan berhasil karena kehadiran kembali Turkmen di Suriah selama lebih dari 1.000 tahun."

"Tidak dapat diragukan lagi, mereka tidak akan mampu mengakhiri kehadiran Turkmen (di Suriah)," tambahnya.

Pemerintah interim ditunjuk oleh kelompok oposisi Koalisi Nasional Suriah dan berbasis di Gaziantep, Turki.

Juma melanjutkan untuk menegaskan bahwa populasi Turkmen secara substansial tidak hanya ada di Aleppo saja tapi di setiap wilayah Suriah.

Wilayah Latakia yang didominasi Turkmen, daerah Bayirbucak, baru-baru ini ditargetkan oleh serangan udara Rusia. Ribuan warga sipil Turkmen telah dipaksa meninggalkan rumah mereka di Aleppo dan Hama karena peperangan yang sedang berlangsung.

"Orang-orang ini tidak memiliki tempat untuk pergi kecuali ke Turki. Itu sebabnya daerah antara Afrin dan Jarabulus harus dibersihkan dari kelompok militan," kata Juma.

"Usulan 'zona penyangga' Turki adalah suatu keharusan," tambahnya.

Iran, sementara itu, juga melakukan intervensi di Suriah, menurut Juma.

"PYD berharap untuk mengambil keuntungan dari situasi ini untuk membangun kontrol atas wilayah itu," katanya.

Ribuan Turkmen di Tal Abyad, ia melanjutkan dengan mengatakan, menghadapi kemungkinan perpindahan karena rencana untuk mendirikan negara Kurdi di Suriah utara.

"Jika pasukan Kurdi Suriah pindah ke barat Sungai Efrat, kita akan melihat genosida dan pembersihan etnis," ia memperingatkan.

"Masyarakat internasional, termasuk PBB, hanya menonton," kata Juma. "Semua orang membantu PYD, meskipun PYD berkoordinasi dengan rezim Assad."

Menteri melanjutkan: "Rusia dan AS telah sepakat untuk mendukung PYD dalam beberapa hari terakhir, PYD – dengan nama yang berbeda – mencoba untuk menangkap daerah baru di Afrin dan Suriah timur.."

"AS mendukung pasukan tertentu di timur yang kita pertimbangkan PYD, yang mendominasi wilayah ini," tambah Juma. "Sementara itu, di wilayah Afrin barat, PYD mendapatkan dukungan dari Rusia."

"Mereka (PYD) menerima dukungan politik dan militer dari kedua negara – AS di timur dan Rusia di barat," katanya.

"Tentara AS baru-baru ini dilaporkan dekat Teshrin Dam di selatan Jarabulus," tambahnya.

"Harus ada beberapa pengaturan rahasia antara Rusia dan AS, yang keduanya muncul untuk mendukung PYD."

Mengenai pembicaraan damai yang direncanakan di Jenewa, Juma menunjukkan bahwa Rusia telah bersikeras menginginkan partisipasi PYD dalam negosiasi.

"Di Suriah, Turkmen memiliki demografis terbesar kedua setelah Arab, namun di Suriah sekitar 3,5 juta Turkmen tidak terwakili dalam pembicaraan," katanya.

Dia melanjutkan untuk menegaskan padahal jumlah penduduk Kurdi Suriah hanya 1,5 juta lebih kecil dari Turkmen.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Islamophobia, Dewan Muslim Inggris Gelar Acara "Kunjungi Masjid Saya" Serentak di 4 Negara

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Masjid di seluruh Inggris berencana untuk membuka pintu mereka kepada publik dalam upaya melawan stereotip negatif tentang Muslim pekan depan, dengan latar belakang karena meningkatnya Islamophobia di negeri itu, lansir Al jazeera Sabtu (30/01/2016).

Diselenggarakan oleh Dewan Muslim Inggris (the Muslim Council of Britain-MCB), lebih dari 80 masjid akan berpartisipasi dalam hari "Kunjungi Masjid Saya" pada tanggal 7 Februari di England, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara.

"Ini kesempatan bagi Muslim di Inggris untuk menempatkan diri di luar sana dan menjangkau tetangga lokal mereka," kata seorang juru bicara MCB kepada Al Jazeera.

"Pada hari itu orang-orang akan bertemu dan bertatap muka, saling mengenal satu sama lain dan mengatasi kesalahpahaman."

Pengunjung dari semua agama maupun yang tidak beragama dapat mengunjungi salah satu masjid yang berpartisipasi, di mana mereka akan disambut untuk mengajukan pertanyaan, berkeliling masjid dan menikmati teh serta makanan ringan bersama para relawan dan orang-orang yang bertugas di masjid.

Setidaknya ada 2,7 juta Muslim di Inggris, atau kurang dari 5 persen dari populasi 64 juta.

Sekitar setengah dari Muslim Inggris lahir di Inggris.

"Kami berharap ada perbaikan yaitu bahwa orang yang berbeda agama, dan orang-orang yang tidak beragama, akan lebih memahami kita, dan kita akan lebih terintegrasi dengan semua orang," Abdul Majid, Ketua Masjid Camberley yang berpartisipasi dalam acara itu, mengatakan kepada Al Jazeera.

Biasanya sekitar 300 orang melakukan sholat Jumat di masjid di Surrey, di sebelah tenggara England.

"Kami hidup di sebuah kota kecil, jadi kami tidak memiliki banyak masalah di sini. Tapi ada beberapa kesalahpahaman di media tentang Muslim, dan ini adalah alasan apa yang kita lakukan hari ini, yaitu untuk menumbuhkan pemahaman."

Di seluruh negeri, ada banyak Islamophobia setelah serangan di Paris November lalu, yang menewaskan 130 orang.

Serangan bulan November itu memicu reaksi terhadap minoritas Muslim dari Perancis dan Inggris hingga ke AS.

Sebelumnya pada bulan Januari, Prancis menggelar acara pintu terbuka yang serupa untuk mendorong integrasi.

Menurut angka oleh Polisi Metropolitan, yang bertanggung jawab untuk Greater London, telah terjadi peningkatan tajam dalam kejahatan Islamofobia.

Pada bulan Desember 2015, pasukan itu mencatat 158 pelanggaran di ibukota, di mana korban diketahui atau dianggap Muslim, lebih dari tiga kali lipat dibanding Desember 2014 ketika ada 50 kejahatan Islamophobic.

"Aku sudah mengalami situasi di mana orang memaki saya karena saya seorang Muslim," Fatima Manjra, seorang relawan di Masjid Darul Arqam di Leicester, mengatakan kepada Al Jazeera.

"Aku hanya berjalan pulang dari kerja pada satu hari, dan beberapa orang mengutuk, memanggil saya seorang f —— 'raghead'. Aku sendirian, aku harus tetap tenang."

Masjid Darul Arqam adalah masjid yang juga mengambil bagian dalam acara hari Ahad berikutnya.

"Saya tidak melaporkan kejadian itu. Saya tidak tahu apakah pelaporan itu layak pada saat itu … kami tidak aman dari Islamophobia ini."

Tahun lalu adalah pertama kalinya acara buka pintu nasional diadakan di Inggris. Saat itu hanya sekitar 20 masjid yang berpartisipasi.

"Acara ini sangat penting sekarang, mengingat perhatian negatif yang diterima Muslim di media," kata Manjra.

"Jika Anda membuka sebuah bangunan dan menunjukkan nilai sosial (muamalah masyarakat), orang akan melihat bahwa kita hanyalah orang normal seperti yang lain. Saya berharap orang-orang akan melihat bahwa tidak ada yang kita sembunyikan."

Ikuti Anealla Safdar di Twitter: @anealla
 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Pengungsi Suriah di Jerman Dilempar Granat

JERMAN (Jurnalislam.com) – Penyerang tak dikenal melemparkan sebuah granat tangan di sebuah penampungan untuk pencari suaka Jerman pada hari Jumat, kata polisi, dalam serangan mengejutkan pertama di Jerman di rumah-rumah pengungsi, World Bulletin melaporkan Sabtu (30/01/2016).

Granat itu penuh dengan bahan peledak tapi tidak jelas apakah dilengkapi dengan detonator, juru bicara polisi di kota Black Forest, Villingen-Schwenningen mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Granat itu tidak meledak dan tidak ada kerusakan atau cedera yang dilaporkan.

"Staf keamanan menemukan bahan peledak utuh dan memberitahu polisi," kata pernyataan itu, yang menambahkan bahwa granat dilemparkan melewati pagar fasilitas tersebut sekitar pukul 1:00 (0000 GMT).

Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere mengecam serangan itu sebagai "serangan yang tidak dapat diterima" dan "pengecut", pada saluran berita bergulir N24.

Dia menyerukan penyelidikan cepat untuk membawa para pelaku ke pengadilan.

Menteri Kehakiman Heiko Maas menyatakan ketidakpercayaannya tentang insiden mengerikan itu, dan mengatakan ia akan meminta pertemuan rekan-rekannya di 16 negara bagian Jerman pada bulan Maret untuk membahas tindakan keras pada kejahatan kanan-jauh.

"Dengan bahan peledak terbang di atas rumah pengungsi, kita tidak harus menunggu sampai ada kematian pertama," katanya.

Jaksa Johannes-Georg Roth mengatakan akan menentukan penyelidikan apakah granat itu hidup dan hanya secara kebetulan tidak meledak.

Jika demikian, "kita berhadapan dengan kejahatan yang paling serius", katanya kepada wartawan.

Sebuah komisi polisi khusus beranggota 75 orang dibentuk untuk melaksanakan probe, membawa personil dari Kantor Perlindungan Konstitusi, yaitu pengawas keamanan dalam negeri Jerman.

Rumah untuk pencari suaka di Jerman telah berulang kali diserang, yang menerima kedatangan hampir 1,1 juta orang yang mengungsi dari perang dan kemiskinan tahun lalu.

Polisi di Villingen-Schwenningen mengatakan sekitar 20 warga dari tempat penampungan untuk sementara dievakuasi dan kembali ke kamar mereka di pagi hari.

Dalam pernyataan tersebut, mereka meminta saksi dengan informasi tentang insiden tersebut untuk menghadap.

Kantor Kejahatan Federal pada hari Kamis melaporkan 173 serangan terhadap rumah penampungan pada tahun 2015, lebih dari enam kali jumlah yang tercatat selama tahun sebelumnya. 10 kasus lain dilaporkan pada bulan Januari.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Sudah Diperingati Radar, Pesawat Tempur Rusia Kembali Langgar Wilayah Udara Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – Sebuah jet SU-34 Rusia kembali melanggar wilayah udara Turki meskipun telah diperingati radar, kementerian luar negeri Turki mengatakan, dan Duta Besar Rusia dipanggil atas insiden tersebut, Aljazeera melaporkan Sabtu (30/01/2016).

Kementerian itu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa pelanggaran yang diduga terjadi pada hari Jumat, adalah tanda yang jelas bahwa Rusia ingin agar masalah antara kedua negara meningkat.

Kementerian Pertahanan Rusia menolak tuduhan sebagai "propaganda tak berdasar".

"Belum ada pelanggaran wilayah udara Turki oleh pesawat angkatan udara Rusia di Suriah," kata juru bicara kementerian Igor Konashenkov kepada kantor berita Rusia.

Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersikeras bahwa jet Rusia melanggar langit di atas negaranya dan memperingatkan Rusia atas "konsekuensi" jika terus melanggar wilayah udara Turki.

"Wilayah udara yang dilanggar tidak hanya wilayah udara Turki tetapi NATO juga," kata Erdogan.

"Jadi NATO mengamati situasi dengan seksama. NATO bahkan mendeteksi pelanggaran ini sebelum kita melakukannya. Jika Rusia terus melanggar kedaulatan Turki, mereka harus menghadapi konsekuensi. Saya menyarankan berbicara dengan (Presiden Rusia Vladimir) Putin tapi dia tidak menghubungi saya kembali melalui telepon … "

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mendesak Rusia untuk "mengambil semua langkah yang diperlukan" untuk memastikan wilayah udara mereka tidak dilanggar lagi.

"Sebuah pesawat tempur Rusia melanggar wilayah udara Turki kemarin, meskipun telah ada peringatan berulang-ulang oleh otoritas Turki. Insiden sebelumnya telah menunjukkan betapa berbahayanya perilaku seperti itu," kata Stoltenberg dalam sebuah pernyataan.

"Saya menyerukan Rusia untuk bertindak secara bertanggung jawab dan untuk sepenuhnya menghormati wilayah udara NATO."

Turki menembak jatuh sebuah pesawat perang Rusia pada bulan November dalam sebuah insiden yang menghancurkan hubungan antara kedua negara, yang keduanya terlibat dalam perang Suriah.

Deddy | Al Jazeera | Reuters | Jurnalislam

Yerusalem: Narasi Sejarah Islam yang Hilang

YERUSALEM (Jurnalislam.com) –  Sebuah gapura terbuat dari plak plastik bekas yang gelap dan membosankan menandai pintu masuk ke kediaman dan Masjid Shalahuddin Ayyubi, Jendral Muslim ikonik abad ke-12 yang merebut kembali Yerusalem selama Perang Salib, kemudian memerintah kota.

Di dalam ada berbagai benda bersejarah; namanya tertulis di bawah nama-nama Allah dan Muhammad pada jendela logam masjid yang kasar, lorong yang mengarah ke sebuah sumur tua dan sebuah pintu hijau, sekarang terkunci, yang mengarah ke atas Gereja tetangga Church of the Holy Sepulchre.

Dan dari atap situs paling suci dalam agama Kristen itu Shalahuddin mengamati penduduk Kristen Yerusalem, menurut Imam Ahmad Shalhoub dan penduduk lainnya.

Meskipun banyak makna sejarah di Khanqah Salihiya, nama masjid tersebut, hanya terdapat beberapa jamaah dan jarang didatangi pengunjung. Satu-satunya masjid di kota Kristen tersebut dibangun untuk menghormati Khalifah pertama Umar Ibn al-Khattab – penakluk pertama Muslim Yerusalem – yang tidak berdoa di Church of the Holy Sepulchre untuk menghormati pentingnya gereja itu bagi orang Kristen.

Shalhoub, yang membuka dan menutup Masjid segera sebelum dan setelah shalat, mengatakan Masjid itu awalnya lebih besar. Dia dan jamaah lainnya menunjuk lengkungan pintu gerbang untuk bagian yang mereka katakan telah hilang oleh kelompok Kristen dan tetangga lainnya.

Fakta bahwa Khanqah Salihiyyah – yang semula aktif sampai Inggris mengambil alih Palestina pada tahun 1917 – telah memudar dari memori warga Yerusalem, adalah gejala dari lemahnya dokumentasi dan narasi yang modern terhadap warisan Muslim kota.

Berbeda dengan Israel yang membuat pengumuman mingguan pada penemuan artefak kuno Yahudi lalu kelompok tour Kristen secara teratur berbaris melalui jalan-jalan Yerusalem untuk mengunjungi penemuan tersebut, narasi sejarah Islam di luar Masjid Al-Aqsha kurang jelas.

Contoh kontras yang paling jelas adalah di terowongan Tembok Barat, yaitu kompleks trotoar bawah tanah sepanjang dinding bangunan Al-Aqsha, yang dikenal orang Yahudi sebagai Temple Mount dan dianggap sangat suci oleh Yudaisme.

Terowongan dibuka setelah penggalian Israel dimulai pada 1980-an, sehingga dianggap semata-mata berkaitan dengan sejarah Yahudi dan bahkan menimbulkan dugaan bahwa Yahudi mencoba untuk menggali di bawah Al-Aqsha dan merusak fondasinya.

"Penggalian selama bertahun-tahun itu menimbulkan kritik mengenai apa yang sebenarnya sedang dilakukan," Yonathan Mizrahi, kepala LSM arkeologi Emek Syawe, mengatakan.

Mizrahi percaya ada alasan di balik warga Palestina yang khawatir tentang tujuan akhir penggalian arkeologi oleh zionis di Kota Tua, terutama di dekat Al-Aqsha, tapi ia menekankan bahwa terowongan Western Wall hanya menunjukkan sejarah Yahudi.

"Sebagian besar dari reruntuhan berasal dari periode yang berbeda: Romawi, Bizantium dan banyak yang dari dinasti Muslim. Sejarah yang merepresentasikan reruntuhan itu kebanyakan dari sudut pandang Yahudi. Ini pertanyaan narasi," tambahnya.

Pemandu wisata Yerusalem Hisham Khatib setuju dan menggunakan tour terowongan untuk menunjukkan bahwa lengkungan, koridor dan batu-batu yang ada merupakan bukti hasil karya Muslim dan Romawi.

"Apakah mereka (Israel) membangun dinding kota? Tidak. Dinding itu sudah ada. Apa yang Israel lakukan adalah membersihkan puing-puing. Mungkin waktunya tidak tepat. Mereka dibuka pada tahun 1996 (setelah intifadhah pertama)," kata Khatib, menceritakan bagaimana curiganya warga Kota Tua yang marah ketika mereka tiba-tiba menemukan lubang yang dibuat di bawah tanah sebagai jalan keluar dari terowongan.

Dia mengatakan kekhawatiran bahwa Israel berencana menghancurkan Al-Aqsha berhubungan dengan kurangnya dokumentasi sejarah Arab dan Muslim.

Khatib mengeluhkan betapa mudahnya, ia percaya, warga Yerusalemites yang banyak melupakan struktur Kota Tua, dimana rumah yang disita atau dihancurkan hanya tercatat di media, tetapi tidak didokumentasikan oleh pejabat.

Tidak ada bukti, menurut Khatib, yang mengatakan ia telah bertemu banyak warga Kota Tua yang memiliki dokumen ketika rumah mereka diambil alih oleh pemerintah atau pemukim zionis Yahudi.

"Sejarah ditransfer secara lisan. Cerita tertua adalah apa yang kakekmu bilang," katanya. "Kami secara historis buta huruf tentang masa lalu kita … kita tidak punya ulama, dosen, intelektual yang bisa mempertahankan hidup keras kami dalam konteks sejarah. Kami tidak memiliki narasi sebagai Palestina. "

Bagi banyak orang Palestina, tidak ada yang menggambarkan hilangnya warisan mereka sejelas yang ditunjukkan Maroko Quarter tua, yang hampir sepenuhnya dibuldoser untuk membuat jalan bagi wilayah Yahudi di sana.

Rumah, Masjid dan sekolah bersejarah dari abad peradaban Islam hingga ke era Salahuddin, dihancurkan setelah Israel mengambil alih Kota Tua dari Yordania dalam perang tahun 1967.

"Ada masjid kuno di Maroko Quarter. Orang tidak mengingatnya. Masjid tersebut menghilang dan saya pikir masalah tersebut harus diangkat, "kata Mustafa Abu Sway, seorang profesor di Al Quds University, yang memimpin studi sarjana abad ke-11 Al-Ghazali, yang paling terkenal karena karya-karya yang dia hasilkan di Yerusalem.

"Otoritas Palestina harus berbicara spesifik tentang tempat-tempat yang hancur (di Maroko Quarter)," kata Abu Sway. "Ketika Anda melihat ke semua bangunan, sangat menakjubkan bagaimana semua ini hilang."

Tidak bergairahnya dokumentasi sejarah Islam katanya, diakibatkan oleh fakta bahwa periode Islam, mengalahkan masa Salib Kristen (Crusader), salah satu peradaban terpanjang yang berkelanjutan dalam sejarah kota. Ini bertentangan dengan klaim Israel bahwa Yerusalem telah menjadi ibukota Yahudi selama tiga ribu tahun, kata Abu Sway.

"Sebagian besar narasi adalah reaksi emosional. Narasi harus disiapkan oleh para peneliti, tidak mendadak, atau hanya sebagai reaksi terhadap ancaman," kata Abu Sway. "Ada banyak bukti dalam dokumen dan naskah."

Namun dia mengakui bahwa sulit bagi warga Palestina yang tidak tinggal di Yerusalem untuk mempelajari setiap sejarahnya, termasuk mahasiswa arkeologi di Al Quds University, yang berbasis di Tepi Barat.

"Mereka mempelajari sejarah tentang suatu tempat tapi tidak bisa datang ke tempat tersebut. Bagaimana mereka dapat memiliki wawasan jika hanya dari buku? Mereka benar-benar (terjebak) di sisi lain dinding," kata Abu Sway.

Di sebelah selatan dinding penahan Kota Tua terdapat Silwan, sebuah lembah bersejarah yang dianggap sebagai peradaban tertua di Yerusalem, yang berarti telah menjadi sebuah situs untuk berbagai penggalian, beberapa diantaranya merusak sejarah Islam, menurut Mizrahi.

Pekerjaan arkeologi juga dilaporkan merusak rumah, tapi pemandu tour Yerusalem, Khatib, mengatakan tidak ada pekerjaan yang dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan tersebut atau mencatat apa yang telah hilang.

Kurangnya informasi adalah kendala bagi pembuatan pemandu wisata digital situs sejarah Yerusalem, kata Alaa Saffouri, bagian dari tim di LSM Palestina Vision.

"Hal ini sangat penting karena cerita kami sebagai orang Palestina tidak tercatat. Ini mempengaruhi kemampuan kita untuk membela diri," katanya. "Kami selalu dipengaruhi oleh data Yahudi yang penuh rekayasa. Kita menjadi lebih dan lebih menyadari pentingnya mendokumentasikan sejarah."

Saffouri berharap bahwa aplikasi mobile, yang disebut Ziqaq, dapat membantu memberikan perspektif dari  Palestina pada sejarah Yerusalem yang dapat digunakan, tidak hanya oleh wisatawan, tetapi juga warga Palestina di luar Jerusalem.

Tetapi Saffouri mengatakan walaupun mereka sedang bekerja untuk membuat informasi yang lebih komprehensif, ia mengatakan bahwa mereka yang menjadi target aplikasi bisa berjuang untuk memanfaatkannya, terutama warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat, yang jarang diberikan izin untuk mengunjungi Yerusalem.

"Ini bisa dimanfaatkan juga untuk akses ke Yerusalem Timur, yang cukup banyak terisolasi. Bagi dunia, itu hanya Yerusalem, yang diklaim sebagai kota Israel. Cerita kita cukup banyak terpinggirkan," kata Saffouri.

 

Deddy | Anadolu Agency | JurnalIslam

Kang Emil Akan Luncurkan Program Dakwah di Angkot dan Bus Kota

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Dalam rangka mewujudkan Bandung Juara dan Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan mencanangkan program-program keislaman, salah satunya dakwah di bus kota dan angkot.

“Kita akan lakukan dakwah di bus kota. Akan ada pendakwah, dari satu terminal ke ujung terminal, baik di angkot maupun bus kota,” kata Ridwan Kamil dalam Silaturahim Ulama dan Umara di Pendopo Wali Kota Bandung, Kamis malam (28/1/2016).

Pendakwah (dai) ini, kata Emil, hanya akan fokus berdakwah selama beberapa jam dalam sehari dan masyarakat tak dipungut biaya apapun. Program ini menurut Emil akan sangat bermanfaat mengisi waktu luang di dalam angkutan umum.

“Kan kita tahu, di mana aya nu ngalamun (di mana ada yang melamun) setan lewat. Daripada bengong, lebih baik kita isi dengan dakwah di bus kota dan angkot,” tambahnya.

Program dakwah di bus kota ini akan segera diluncurkan. Bahkan, beberapa dai bus kota diketahui sudah melakukan tugasnya. “Sudah ada programnya,” pungkas pria yang karib disapa Emil ini.

Ally | Jurnalislam