Dari Sekian Banyak Aliran Sesat, Syiah Paling Berbahaya

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Ketua Front Anti Aliran Sesat, Habib Ahmad Zein Al Kaff mengatakan, saat ini di Indonesia sedang terjadi pemurtadan besar-besaran. Baik dari Islam ke agama lain atau dari Islam ke aliran sesat.

“Saat ini di Indonesia sedang dikembangkan berbagai macam aliran-aliran sesat. Aliran sesat ini masuk dari berbagai negara dengan tujuan akan merubah kaum muslimin Indonesia dan apabila iman muslimin sudah rusak otomatis pesatuan mereka akan rusak pula,” terangnya di Ponpes Nurul Qadim Paiton, Kabupaten Probolinggo, Senin (25/1/2016).

Dia mencontohkan aliran sesat liberal yang dikirim dari Amerika, Ahmadiyah dari India dan Syiah dari Iran.

“Tokoh-tokoh kita dicuci otaknya sehingga mempunyai faham yang berbeda apa yang selama ini diyakini oleh ulama salaf kita,” lanjutnya.

Namun, menurutnya, dari sekian banyak aliran sesat yang ada di Indonesia, yang paling berbahaya bagi agama, bangsa dan negara adalah aliran sesat Syiah.

“Karena aliran (Syiah-red) ini di samping ajarannya bertentangan dengan Al Quran dan Hadist, aliran ini didukung satu negara yang kaya. Siang malam tokoh-tokoh mereka bekerja, bermiliyar-miliyar dolar mereka hamburkan dalam pemurtadan ini,” ungkapnya.

Habib khawatir, konflik yang terjadi di Timur Tengah akan terjadi di Indonesia jika Syiah dibiarkan berkembang.

“Bahaya mengancam negara kita ini yang apabila tidak cepat-cepat di selamatkan, apabila ulamanya tidak turun tangan menyelamatkan umat dari faham Syiah yang menyesatken, aparatnya pejabatnya tidak mengambila sikap yang lebih tegas terhadap Syiah, maka kami khawatir dalam beberapa tahun lagi apa yang terjadi di Timur Tengah, di Irak, Suriah, Bahrain, Libanon, Yaman, India dan di Pakistan yaitu saling bunuh antara ahlusunah dengan syiah akan terjadi di Indonesia,” terangnya.

Bagi Syiah, lanjutnya, tidak harus menjadi mayoritas untuk melakukan pemberontakan. “Mereka punya pengikut lima persen atau sepuluh persen saja sudah berani memberontak dan ini sudah mereka lakukan di timur tengah,” tegas Habib.

Terakhir, Habib Zein mengatakan Indonesia adalah bumi ahlusunnah wal jamaah. Meskipun umat Islam Indonesia terpecah dalam berbagai macam organisasi namun mereka keluarga besar ahlussunah wal jamaah.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Taliban Kepung Musuh dari Tiga Arah, 13 tentara ANA Tewas dan 19 Terluka

BAGHLAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam melakukan serangan mendadak pada basis musuh di distrik Poli Khomri provinsi Baghlan utara pada hari Kamis dan mengepung musuh dari tiga arah, memicu sebuah pertempuran berjam-jam lamanya di mana sebanyak 13 tentara ANA (Afghanistan National Army) tewas dan lebih dari 19 tentara lainnya terluka, Al Emarah News melaporkan Jumat (29/01/2016).

Dua Mujahidin dilaporkan syahid dan empat terluka dalam operasi tersebut.

Di tempat lain di Poli Khomri, empat pasukan boneka tewas dan sebuah tank hancur dalam pertempuran dengan Mujahidin kombatan pada hari yang sama.

Sehari sebelumnya pejabat melaporkan dari kabupaten Muqur mengatakan bahwa komandan pos point di daerah Achakzai bersama dengan 6 pasukannya bertobat dari kesalahannya dan bergabung kepada Mujahidin Imarah Islam karena upaya Dakwah dan Bimbingan / Komisi Rekrutmen Imarah Islam.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Belanda Usir Pengungsi Suriah dari Yunani Kembali ke Turki

BELANDA (Jurnalislam.com) – Anggota Uni Eropa telah menyusun sejumlah rencana untuk menangani krisis pengungsi. Mengukuti Swedia yang berencana mengusir hampir 80.000 pengungsi, Belanda juga merencanakan untuk mengangkut pengungsi dari Yunani kembali ke Turki menurut laporan di dpa internasional. Belanda saat ini memegang kepresidenan Uni Eropa, lansir World Bulletin Jumat (29/01/2016).

Rencana itu saat ini sedang disiapkan oleh beberapa negara anggota Uni Eropa, termasuk Jerman, kata Diederik Samsom.

Menurut rencana, negara anggota Uni Eropa harus menampung hingga 250.000 pengungsi dalam setahun.

Dalam kondisi seperti itu, Turki setuju untuk kembali mengambil pengungsi, kata politisi Belanda.

"Turki masih harus beradaptasi dengan beberapa undang-undang dan memperbaiki situasi pencari suaka Suriah. Turki akan menjadi negara yang aman," katanya.

Feri pertama bisa dimulai sejak Maret atau April, tambahnya.

Rencana tersebut dikritik oleh kelompok hak asasi karena mereka mengatakan bahwa rencana itu sejalan dengan pengusiran, yang kemungkinan dilakukan melalui feri, oleh sebagian besar pengungsi yang mendarat di pantai Eropa di masa depan.

John Dalhuisen, direktur Amnesty International Eropa dan Asia Tengah, mengatakan: "Jangan ada yang tertipu oleh kemilau proposal kemanusiaan fundamental yang cacat ini. Ini adalah kepentingan politik yang polos dan sederhana, yang bertujuan menghentikan arus orang yang butuh bantuan di Laut Aegea. "

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Iran Paksa Warga Afghanistan untuk Lawan Mujahidin di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pengawal Revolusi Iran telah merekrut ribuan warga Afghanistan, beberapa direkrut dengan paksaan, untuk melawan mujahidin dalam perang Suriah bersama pasukan yang setia kepada rezim Bashar al-Assad, Human Rights Watch (HRW) mengatakan Jumat (29/01/2016).

"Iran tidak hanya menawarkan insentif kepada pengungsi dan migran Afghanistan untuk melawan pejuang di Suriah, namun beberapa juga mengatakan mereka terancam dideportasi kembali ke Afghanistan kecuali mereka menuruti perintah Iran," kata Peter Bouckaert, direktur darurat HRW yang berbasis di New York.

"Dihadapkan dengan pilihan yang suram ini, beberapa orang dan anak laki-laki Afghan melarikan diri dari Iran menuju Eropa."

Syiah Iran adalah pendukung setia Syiah nushairiyah Assad dan memberikan dukungan keuangan dan militer untuk rezimnya.

Teheran mengatakan bahwa Brigade Fatemiyon, yang terdiri dari rekrutan Afghanistan, adalah relawan yang dibentuk untuk mempertahankan situs suci Syiah di Suriah dan Irak melawan mujahidin Suriah.

Brigade Fatemiyon, yang didukung oleh Garda Revolusi Iran.

Tapi beberapa laporan mengatakan bahwa warga Afghanistan tersebut bukanlah relawan melainkan ditawarkan residensi dan gaji bulanan untuk membela Republik Syiah Iran.

Iran menyangkal bahwa mereka tidak menurunkan pasukan dan menegaskan bahwa komandan dan jenderal mereka hanya bertindak sebagai "penasihat militer" di Suriah dan Irak.

Namun, pemakaman secara rutin diselenggarakan di Iran untuk "relawan yang tewas" dari Iran, Afghanistan, dan kadang-kadang Pakistan.

Iran diperkirakan menjadi tuan rumah bagi tiga juta warga Afghanistan. Hanya 950.000 yang memiliki status pengungsi di Iran dan sisanya telah dianggap memenuhi syarat untuk suaka.

Setidaknya dua lusin warga Afghanistan yang diwawancarai oleh pengawas mengatakan mereka atau keluarga mereka telah direkrut atau dipaksa oleh otoritas Iran untuk melawan mujahidin  di Suriah.

Enam dari mereka mengatakan pasukan Iran telah melatih mereka atau keluarga mereka di kamp-kamp militer dekat Teheran dan Shiraz pada tahun 2015.

Dua dari enam telah bergabung secara sukarela, sementara empat lainnya mengatakan mereka atau kerabat mereka dipaksa atau terpaksa harus nurut.

Penduduk Afghanistan bertempur di banyak wilayah Suriah melawan mujahidin Suriah, termasuk Damaskus, Aleppo, Homs, Hama, Latakia, dan di daerah dekat perbatasan Suriah dengan Dataran Tinggi Golan, kata mereka.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

 

 

 

 

Ratusan Pasukan Rusia Tewas di Suriah sejak September

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Lebih dari seratus tentara Rusia tewas ditangan mujahidin Suriah sejak Moskow meluncurkan serangan militer di Suriah September lalu untuk mendukung pasukan Bashar al-Assad, sumber yang dekat dengan rezim Suriah mengatakan kepada Anadolu Agency, Jumat (29/01/2016).

Sumber tersebut mengatakan ratusan tentara Rusia di Suriah secara rutin ambil bagian memerintahkan sejumlah serangan rezim di garis depan dalam menggempur mujahidin Suriah, sementara pasukan khusus Rusia sesekali berpartisipasi dalam operasi bersama pasukan rezim.

Pasukan Rusia dikerahkan di kabupaten Jurin, Salma dan Rabia di provinsi Latakia dan pangkalan militer Khmeimim Rusia, kata sumber-sumber. Pasukan Rusia juga bertugas sebagai tim pesawat dan teknis rudal di Damaskus, Hama, dan Homs, mereka menambahkan.

Unit Rusia yang hadir di timur laut provinsi al-Hasakah juga berkontribusi dalam perluasan bandara internasional Qamishli dekat perbatasan Turki. Pada tanggal 19 Januari, Komite Koordinasi Lokal Suriah mengatakan bahwa 100 tentara Rusia telah dikerahkan menuju Qamishli.

Sumber mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa 109 tentara Rusia telah tewas sejak dimulainya operasi militer pada 30 September 2015. Banyak yang tewas dalam pertempuran sementara beberapa yang lain tewas ketika helikopter transportasi mereka ditembak jatuh, kata sumber-sumber.

Penyebab kematian tentara Rusia dianggap sebagai rahasia negara, menurut RUU yang ditandatangani Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi undang-undang tahun terakhir di bulan Mei. Hukum Rusia juga melarang memberikan informasi tentang pasukan Rusia yang meninggal dalam operasi khusus.

Meskipun adanya pasukan Rusia menimbulkan kekhawatiran, namun faksi faksi jihad suriah dan para pejuang oposisi terus berjuang memerangi pasukan rezim di banyak posisi.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan pada 11 Januari oleh Mingguan Pertahanan Jane yang berbasis di London, rezim Suriah hanya menguasai lahan sebesar 1,3 persen meskipun Rusia didukung angkatan udara selama hampir empat bulan. Salah satu daerah yang memperlihatkan kemajuan rezim adalah daerah Turkmendagi di Latakia.

Kekuatan koalisi mujahidin Suriah masih menguasai setengah dari provinsi Aleppo dan melindungi wilayanya di Idlib, yang dikuasai seluruhnya dari tahun lalu. Serangan rezim yang didukung oleh angkatan udara Rusia juga gagal meraih kemenangan di Hama dan Homs, sementara koalisi mujahidin Suriah berhasil mengamankan Ghouta Timur di Rif Dimashq meskipun dibombardir pemboman berat.

Koalisi mujahidin Suriah juga membuat keuntungan strategis terhadap rezim sejak serangan Rusia dimulai, merebut Atshan di Hama dan desa-desa Kafr Nabuda, serta kota strategis Morik.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Perundingan Damai Suriah di Jenewa Dibuka dengan Delegasi Rezim

JENEWA (Jurnalislam.com) – Perundingan perdamaian Suriah dimulai Jumat sore saat utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura bertemu delegasi rezim, yang dipimpin oleh wakil tetap Republik Arab Suriah untuk PBB, Bashar al-Jaafari, Anadolu Agency melaporkan, Jumat (29/01/2016).

"Seperti diumumkan sebelumnya oleh PBB, Utusan Khusus untuk Suriah, Mr. Staffan de Mistura, Pembicaraan Intra-Suriah akan dimulai hari ini," sebuah pernyataan oleh juru bicara Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Khawla Mattar mencatat.

Dalam pesan video untuk rakyat Suriah sebelum pembicaraan, de Mistura mengatakan: "Anda telah melihat cukup banyak konferensi, dua dari mereka telah terjadi dan yang satu ini tidak boleh gagal."

Mattar mengatakan kepada seorang koresponden Anadolu Agency bahwa de Mistura akan memulai pembicaraan damai dengan 12-anggota delegasi rezim yang dipimpin oleh al-Jaafari sore ini.

Setelah pertemuan, de Mistura diharapkan bertemu dengan delegasi oposisi. Tapi, oposisi  moderat memiliki prasyarat untuk berpartisipasi dalam pembicaraan dan belum tiba di Jenewa.

Delegasi oposisi yang bertemu di Riyadh, pada hari Kamis memutuskan untuk tidak menghadiri pembicaraan di Jenewa sampai dicapai kesepakatan untuk mengakhiri serangan udara dan masuknya bantuan ke kota-kota yang terkepung, menurut oposisi moderat Suriah, Komite Negosiasi Tinggi (HNC).

De Mistura juga diharapkan akan bertemu dengan perwakilan dari masyarakat sipil.
Direktur Kementerian Luar Negeri Turki untuk Timur Tengah, Bisa Dizdar akan berada di Jenewa untuk mengikuti negosiasi.

Konferensi ini bertujuan untuk fokus pada pembentukan pemerintah sementara, membentuk konstitusi dan melaksanakan pemilihan dan memprioritaskan gencatan senjata, penyediaan bantuan kemanusiaan dan penanggulangan Daesh, kata de Mistura.

Perang telah berkecamuk sejak awal 2011 dan telah menyebabkan kematian lebih dari 250.000 orang dan membuat lebih dari 10 juta orang terusir dari rumah mereka, menurut PBB.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Muhammadiyah akan Advokasi Kasus Penyiksaan Densus 88 di Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengundang keluarga terduga teroris korban penyiksaan Densus 88 pada selasa 29 Desember 2015 lalu ke Kantor Pusat PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Kamis (28/1/2016).

Dalam hal ini yang mengundang adalah PP Muhammadiyah yang membidangi Hukum dan HAM, yakni Busyro Muqoddas. Pertemuan ini difasilitasi oleh PP Muhammadiyah bekerjasama dengan Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBHUMS. Rombongan dari Solo terdiri dari perwakilan keluarga Andika yang masih dibawah umur, yaitu Supono dan ibu Tini istri Nur Prakoso alias Nur Hamzah yaitu.

Berdasarkan pers rilis The Islamic Study and Action Center (ISAC) yang diterima Jurnalislam hari ini, Jum’at (26/1/2016), keluarga juga didampingi dua pengurus BKBH UMS, Bambang Sukoco, SH dan Tantowi Jauhari, SH, serta dari Tim Pembela Muslim TPM Jateng, Anies Prijo Anshorie dan Hamzah dari Mega Bintang Solo.

Menurut Hamzah, sekitar pukul 13.00 WIB rombongan diterima oleh Busyro Muqoddas untuk memulai acara diskusi dan sharing. Supono dari keluarga Andika menceritakan awal mula Andika ditangkap dan disiksa. Kemudian Tini juga mengisahkan kejadian yang sama sebagaimana dialami suaminya.

Muhammadiyah menyayangkan tindakan Densus 88 terhadap para terduga teroris. Kemudian Busyro Muqoddas memerintahkan dan memberikan surat tugas untuk melakukan investigasi kepada para praktisi hukum di bawah naungan Muhammadiyah untuk mendampingi para aktivis Muslim yang di dzalimi.

“Semua ini adalah pola-pola intelejen dan proyek besar seperti halnya pola Komando Jihad," kata Busyro.

Oleh karena itu, Muhammadiyah berkewajiban untuk membela umat Islam yang didzalimi dan berpesan untuk terus berdo'a dan sabar atas ujian ini dan selalu ikhtiar, tawakal kepada Allah SWT.

Sebelumnya, acara sharing dan diskusi juga hadir Dekan Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan dan Dekan Fakultas Hukum UMY untuk segera melakukan tindakan secepatnya dalam pendampingan dan advokasi hukum kepada para aktivis yang didzalimi di Solo. Bahkan seharusnya ada para akademisi yang melakukan penelitian tentang kemungkinan adanya rekayasa intelijen.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

Soal LGBT, Ridwan Kamil: Selama Tidak Melanggar Aturan Saya Lindungi

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Walikota Bandung, Ridwan Kamil mengaku dirinya tidak pernah mempermasalahkan Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT), karena itu merupakan ranah pribadi.

“Di negeri Pancasila ini semua orang punya hak. Saya tidak pernah mempermasalahkan LGBT, itu mah ruang pribadi. Saya tujuh tahun di luar negeri, bos saya gay. Gak ada masalah kalau saya pribadi,” katanya kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung Jalan Dewi Sartika, Kota Bandung, Kamis (28/1/2016) malam.

Namun dia menolak jika LGBT dikampanyekan di ruang publik apalagi kepada anak di bawah umur.

“Yang menjadi masalah itu jika ada kampanye aktif ke bawah umur. Ada akun-akun (gay) yang memprovokasi ke bawah umur. Kalau dia ke bawah umur, mau dia hetero atau LGBT itu kan berarti memangsa anak kecil, itu kan peluangnya pedofil. Itu yang saya tekankan,” tegasnya.

“Ridwan Kamil tidak ada problem dengan LGBT,” tambahnya.

Ketika disampaikan akan bahaya keberadaan pelaku LGBT dari perspektif agama, pria yang karib disapa Emil itu menegaskan hanya akan bersikap sesuai kewenangannya sebagai walikota Bandung.

“Saya gak mau terlalu jauh karena itu ada ayat-ayat yang saya tidak hafal. Fokus saja dengan kewenangan saya sebagai walikota. Selama tidak ada aturan yang dilanggar saya lindungi,” tegasnya.

Terkait gugatan yang dilayangkan komunitas LGBT terhadap dirinya, Emil menyatakan itu hanya miskomunikasi.

“Itu miskomunikasi, pasti mereka gak baca statement saya. Mau nuntut saya apa sok?” tantangnya.

Ally | Jurnalislam

Amerika Salah Memilih Tempat Perang

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Saatnya Amerika dan sekutu-sekutunya mengakui bahwa mereka membuat kesalahan sejarah dengan menginvasi Afghanistan. Setelah lebih dari 14 tahun pendudukan, menghabiskan triliunan dolar, kehilangan nyawa pasukan yang tak terhitung jumlahnya, dan menderita kerugian prestise internasional yang besar, Amerika belum berhasil menunjukkan hasil usaha mereka.

Yang paling dapat mereka banggakan adalah bahwa dengan pengorbanan besar tersebut mereka setidaknya berhasil menggulingkan Imarah Islam dari kekuasaan, meskipun masih diperdebatkan apakah tujuan ini merupakan alternatif yang lebih baik bagi kepentingan nasional Amerika.

Fakta sederhana dari masalah ini adalah bahwa Amerika benar-benar gagal berpikir di luar implikasi akibat menyerang Afghanistan. Mengingat tradisi Afghanistan yang telah berabad-abad lamanya dalam menolak campur tangan asing, Amerika setidaknya harus memikirkan kemungkinan bahwa hanya masalah waktu sebelum angin perang datang meruntuhkan mereka dari atas pegunungan yang tinggi ini.

Tindakan terbaik Amerika adalah meninggalkan Afghanistan sebelum keadaan menjadi semakin sulit. Pada tahun-tahun awal mereka memiliki kesempatan emas untuk melakukannya. Konon keberhasilan mereka menggulingkan pemerintahan Islam, dan hanya menghadapi kantong-kantong perlawanan yang terisolasi, mereka benar-benar bisa mundur dari Afghanistan dan membiarkan rezim Kabul menangani perlawanan yang tumbuh setiap hari justru akibat kehadiran pasukan asing yang berkelanjutan.

Namun sayangnya, Amerika menyukai perbaikan yang mudah. Amerika dengan cepat membawa rakyat Afghanistan yang diasingkan dan imigran yang tidak memiliki dukungan di Afghanistan dan benar-benar tidak bersentuhan dengan penduduk setempat menuju ke Konferensi Bonn.

Para emigran tersebut sama sekali tidak berniat memajukan kepentingan negeri Afghanistan atau bahkan kepentingan untuk mendukung asing. Mereka melihat perang Afghanistan hanya sebagai usaha keuangan. Semakin lama Amerika terlibat dalam konflik ini lebih banyak kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan keuntungan dari Amerika. Emigran ini tanpa malu-malu mendorong jejak Amerika lebih besar di Negara mereka meskipun memahami konsekuensi serius yang akan timbul hanya karena jejak yang lebih besar ini akan memberi mereka lebih banyak kesempatan menambah pundi-pundi keuangan pribadi mereka.

Amerika awalnya mengaku tujuan militer mereka sangat terbatas. Mereka menyatakan perang terhadap Al Qaeda dan melawan Imarah Islam hanya karena mereka menolak untuk menyerahkan pejuang Al Qaeda. Setelah tahap awal invasi semua pejuang asing telah meninggalkan Afghanistan dan dengan demikian Amerika benar bisa berteriak bahwa misi mereka tercapai. Namun Washington membiarkan dirinya ditipu oleh emigran Afghanistan dan memperluas keterlibatannya dengan benar-benar membersihkan Afghanistan dari Taliban.

Tujuan ini sangat bodoh karena untuk mencapainya mereka harus mengadopsi kebijakan genosida terhadap sebagian besar rakyat Afghanistan. Selain itu Amerika mendukung pemerintah yang tidak proporsional di Kabul yang menghancurkan keseimbangan etnis negeri dan menimbulkan kemarahan penduduk lokal karena dengan terang-terangan mendukung kebijakan AS dan tindakan yang menjijikkan bagi sebagian besar penduduk konservatif.

Setelah empat belas tahun perselisihan Amerika hanya sedikit menunjukkan usahanya. Amerika hampir dengan suara bulat dibenci di seluruh Afghanistan. Amerika dengan keras kepala terus mendukung pemerintah yang lemah dan hina yang tidak memiliki pendekatan yang koheren untuk mengatasi banyak dilema internal dan eksternal.

Sama seperti di Irak, Amerika tidak memiliki sekutu terpercaya di Afghanistan. Para politisi di Kabul tidak memiliki nilai-nilai atau tujuan politik, meraka hanya akan melayani siapa pun yang memberikan mereka kesempatan keuangan.

Tindakannya telah meradang di seluruh wilayah dan sekarang Amerika harus memerangi 'mujahidin' di berbagai bidang.

Meremehkan semua alternatif lain, Amerika sekarang malah mengadopsi kebijakan ceroboh dan menghancurkan diri sendiri untuk Afghanistan. Dia tahu bahwa rezim Kabul tidak bisa mengalahkan mujahidin Taliban dan sangat mungkin akan menyerah pada pasukan mujahidin.

Jadi, Amerika memutuskan untuk meninggalkan semua daerah pedesaan Afghanistan di tangan Imarah Islam dan berusaha mencegah jatuhnya pusat-pusat populasi besar. Setidaknya Amerika, berharap mencegah runtuhnya Kabul di tangan mujahidin Imarah Islam.

Dengan menginduksi kebuntuan itu Amerika berharap setidaknya bisa membantah gagasan bahwa mereka menderita kekalahan lengkap di Afghanistan dan berhasil mencegah pengaruh Islam di wilayah tersebut. Kebuntuan ini juga menarik bagi para politisi imigran berbasis Kabul karena membuat Amerika tertarik konflik dan memungkinkan skema penggelapan mereka semakin berkembang.

Namun upaya penyelamatan muka ini akan menghadapi jalan buntu. Kebuntuan yang diusulkan ini akan merubah Afghanistan persis menjadi negara Amerika yang gagal. Afghanistan akan menjadi tempat yang aman bagi unsur-unsur asing dari segala macam dan warna yang akan menggunakan kekosongan kekuasaan untuk memajukan agenda regional mereka.

Negara-negara tetangga akan mendukung faksi yang berbeda untuk memajukan kepentingan mereka. Para saingan akan mengobarkan perang proxy melintasi perbatasannya. Dan kelompok individu akan menggunakan negara untuk menabur ketidakstabilan di seluruh Afghanistan dan mungkin akan merencanakan serangan di seluruh dunia.

Sebuah kebijakan yang lebih baik untuk Amerika adalah mengakui kesia-siaan invasi mereka, menghentikan solusi asing yang direkayasa untuk dilema Afghanistan, dan membiarkan rakyat Afghanistan sendiri memilih nasib politik mereka.

 

Deddy | Voice of Jihad | Jurnalislam

 

Ini Langkah Inovatif Ridwan Kamil Cegah Terorisme dan Narkoba di Kota Bandung

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Walikota Bandung, Ridwan Kamil mengundang ulama, ormas dan organisasi kepemudaan (OKP) dalam acara Silaturahmi Ulama Umaro di Pendopo Kota Bandung Jalan Dewi Sartika Kota Bandung, Kamis (28/1/2016) malam.

Silaturahmi bertema “Meningkatkan peran serta Ulama, Umaro, Ormas, dan Organisasi Kepemudaan Kota Bandung untuk Memperkuat Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Dalam Rangka Memperkokoh Ketahanan Nasional” itu merupakan upaya Ridwan Kamil untuk mensosialisasikan program pencegahan terorisme dan pemberantasan narkoba yang digagasnya.

“Untuk melawan dan menghilangkan benih-benih terorisme di Kota Bandung, mulai sekarang kita akan proaktif dengan cara-cara inovatif,” kata pria yang karib disapa Emil itu kepada wartawan.

Ada dua program yang dijelaskan. Pertama, Emil akan membentuk tim penjaga wilayah. Tim ini terdiri dari 1500 aparat yang ditempatkan di seluruh RW di Kota Bandung.

“Akan dibentuk tim penjaga wilayah yang terdiri dari 1500 personel, bekerja sama dengan brigade RW yang satu polisi satu RW,” kata Emil.

Kedua, pembuatan rapor indeks kemasyarakatan. Rapor ini adalah instrumen untuk RT dan RW dalam menilai partisipasi masyarakatanya.

“Di dalamnya memuat indikator-indikator warga itu aktif atau tidak, rajin kerja bakti atau tidak,” lanjutnya.

Rapor ini akan diberikan kepada seluruh kepala keluarga di Kota Bandung.

Selain pencegahan terorisme, rapor yang akan diberikan kepada seluruh kepala keluarga (KK) di Kota Bandung itu juga diharapkan bisa dijadikan langkah untuk mendeteksi aktifitas pelanggaran lainnya seperti prostitusi dan narkoba.

“Dengan rapor kemasyarakatan itu kita jadi tahu tempat ini tempat sembunyi, kadang-kadang dijadikan tempat prostitusi. Dan supaya tidak terjadi kasus kampung Berlan di kota Bandung. Konsep ini mudah-mudahan jadi instrumen,” harapnya.

Emil menambahkan, gagasan lainnya adalah program satu komandan per lima rumah. “Saya kira menarik dan nanti kita bahas. Sehingga tidak boleh ada rumah yang ada manusianya tapi kita tidak tahu siapa manusia itu,” ungkapnya.

Program yang akan segera digulirkan tersebut untuk mencegah keberadaan orang asing di satu daerah. Berkaca pada pengalaman, lanjut Emil, biasanya para terduga teroris itu mengontrak rumah dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

”Sel-sel tidurnya teroris itu selalu ngontrak, tara gaul, pas dibedah ternyata ada bom. Insya Allah dengan konsep ini kita sisir agar tidak terjadi lagi,” ujarnya.

“Saya bener-bener berdoa supaya Bandung teh aman, nyaman, kita move on. Ingat Bandung, ingat inovasi,” pungkasnya.

Ally | Jurnalislam