Lewati Batas Waktu, Kepolisian Dinilai Lamban Tangani Kasus Pengeroyokan Laskar

KLATEN (Jurnalislam.com) – Perwakilan ormas Islam, ustadz Bony menilai, penanganan kasus pengeroyokan laskar oleh puluhan preman Rusunawa di Desa Baren Lor, Klaten sangat lamban. Mengingat, Polres Klaten telah melewati batas waktu yang diberikan ormas Islam kepada Polres Klaten, yaitu selama 2 x 24 jam.

“Jadi kita lihat disitu sangat lamban. Seharusnya kejadian seperti itu Polres langsung menyisir Rusunawa ya, karena yang menyerang mereka,” keluhnya.

Padahal, lanjutnya, saat itu mereka tidak hanya menggunakan batu akan tetapi senjata tajam berupa pedang. “Tapi sama sekali tidak, sehingga ketika temen-temen Senin sore showofforce itu, sampai dilempari batu, malah dituduh bahwa temen-temen itu menyerang,” ujar di hadapan ratusan massa dari berbagai ormas Islam Solo di Masjid Raya Klaten Jalan Pemuda, Klaten Kota, Jumat (12/2/2016).

Kedatangan ratusan massa ormas Islam itu untuk memenuhi undangan Majelis Mujahidin (MM) dalam rangka silaturahim memperkuat ukhuwah Islamiyah sesama aktivis Islam pasca kasus pengroyokan laskar oleh preman Klaten.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

PM Rusia: Perang Dunia akan Terjadi Jika Saudi Kirim Pasukan Darat ke Suriah

RUSIA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev telah memperingatkan bahwa penyebaran pasukan darat asing dalam perang Suriah bisa mengakibatkan perang dunia, Aljazeera melaporkan Jumat (12/02/2016).

Medvedev seperti dikutip dalam wawancara yang disiarkan pada Kamis oleh surat kabar Jerman Handelsblatt mengatakan bahwa "operasi darat menarik semua orang yang ambil bagian di dalamnya menjadi perang".

Ketika ditanya tentang proposal terbaru Arab Saudi untuk mengirim pasukan darat ke Suriah, perdana menteri Rusia menjawab bahwa "Amerika dan mitra Arab kami harus mempertimbangkan apakah mereka menginginkan perang permanen atau tidak".

Reporter Al Jazeera Rory Challands, melaporkan dari Moskow, mengatakan bahwa komentar Medvedev itu merupakan peringatan eksplisit untuk Amerika Serikat dan sekutu regionalnya, termasuk Arab Saudi.

"Dia pada dasarnya mengatakan kepada mereka untuk menghentikan pengiriman pasukan karena jika mereka melakukannya, mungkin akan mengakibatkan semacam perang yang tak berkesudahan atau bahkan perang dunia," kata Challands.

Medvedev juga mengkritik penolakan kekuatan Barat untuk berkolaborasi dengan Rusia di Suriah. Perdana menteri mengatakan hubungan di tingkat departemen pertahanan hanya sporadis.

Sementara itu Kepala pertahanan AS Ashton Carter, menyambut komitmen Arab Saudi untuk memperluas peran pasukan darat mereka di Suriah.

Pada pertemuan lebih dari dua lusin menteri pertahanan di markas NATO, Carter mengatakan pada hari Jumat bahwa sekutu kunci Uni Emirat Arab sepakat untuk mengirim tentara pasukan khusus ke Suriah.

Carter menolak mengatakan berapa banyak pasukan komando Emirat yang akan pergi ke Suriah. Dia mengatakan mereka akan menjadi bagian dari upaya yang dipimpin oleh AS dan didukung oleh pasukan khusus Saudi untuk melatih dan mengaktifkan pejuang Arab lokal.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Majelis Mujahidin: Eksistensi LGBT Bukan Bagian dari HAM

Pernyataan Sikap Majelis Mujahidin

 

EKSISTENSI LGBT BUKAN BAGIAN DARI HAM

—– DISEMBUHKAN BUKAN DILINDUNGI —–

Berkembangnya komunitas mungkar LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender dan interseks) di Indonesia, merupakan produk dosa liberalisme sekuler dan anti agama yang menggerogoti kehidupan berbangsa dan bernegara. LGBT merupakan ancaman dan penyimpangan terhadap fitrah, jati diri rakyat, bangsa dan negara Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ditinjau dari filosofi, ideology, agama serta dasar berfikir mayoritas bangsa Indonesia, eksistensi para pendukung LGBT, jelas menyimpang dari landasan konstitusi negara RI.

Intervensi asing bukan sekadar propaganda mengembangbiakkan LGBT, namun dinyatakan secara gamblang oleh Dubes AS untuk Indonesia Robert O Blake kepada HU Republika. “Saya tahu ini isu sensitif, tapi Indonesia sebagai Negara demokrasi harus bisa memberikan contoh bagi Negara-negara lain” kata Blake saat mengunjungi kantor Harian Republika, kamis (11/2).

Robert O Blake sengaja ingin menjerumuskan pemerintah Indonesia, dengan alasan memberikan contoh tentang pemberian kesetaraan terhadap kaum LGBT. Karena, menurutnya, Indonesia berhasil memimpin demokrasi regional melalui Bali Democracy Forum.

Bahkan melalui programThe Being LGBT in Asia Phase 2 Initiative” (BLIA-2), Program Pembangunan PBB (UNDP) menggelontorkan dana senilai  8 juta dollar AS atau sekitar Rp107,8 miliar. Dana melimpah itu berasal dari kemitraan regional antara UNDP, Kedutaan Besar Swedia di Bangkok dan USAID. Selain komunitas LGBTI Indonesia, komunitas serupa di China, Filipina dan Thailand juga mendapat dukungan dana dari proyek UNDP itu.

Proyek ini dimulai sejak Desember 2014 hingga September 2017. “Inisiatif ini bertujuan untuk memajukan kesejahteraan lesbian, gay, biseksual, transgender dan interseks (LGBTI), dan mengurangi ketimpangan dan marginalisasi atas dasar orientasi seksual dan identitas gender (SOGI),” demikian keterangan tertulis dari situs resmi UNDP, Jumat (12/2/2016). Hal ini menjadi kewaspadaan bagi seluruh stakeholder supaya tidak menjadi sasaran proyek tersebut dengan dana besar yang diterimanya. Karena promosi LGBT berarti merusak tatanan kemasyarakatan dan karakter generasi bangsa.

  Komunitas LGBT adalah komunitas mungkar, yang menyimpang dan keluar dari HAM demi memuaskan hawa nafsu dan hasrat menyimpang mereka sendiri. Kehadiran mereka di tengah masyarakat, bukan saja tidak memberikan dampak positif apapun terhadap terciptanya moral keluarga dan masyarakat, yang menjadi pilar pokok bagi bangsa sebuah negara. Tapi LGBT juga anti agama, meskipun penganutnya mengaku beragama.

Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat, dengan penduduk mayoritas beragama Islam, di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dinyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah dari Allah Yang Maha Kuasa. Maka dalam menyelenggarakan kehidupan bernegara yang diatur konstitusi berkaitan erat dengan agama, sebagaimana disebutkan dalam Ps. 29 ayat (1) dan (2).

Untuk itu Majelis Mujahidin sebagai institusi pengawal dan penegak Syariat Islam khususnya di lembaga negara, perlu memberikan sikap terhadap munculnya komunitas LGBT dan upaya solusi menghadapi penyakit masyarakat tersebut sebagai berikut :

    

  1. Indonesia sebagai negara yang berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa tidak boleh memberi peluang berkembangnya LGBT, karena tidak ada satu ajaran agamapun di Indonesia yang menolerir LGBT.
  2. LGBT (Lesbian, Gay, Bisex dan Transgender) bukan merupakan hak asasi manusia, lebih merupakan penyakit dan penyimpangan sosial (social deviation) di tengah masyarakat yang memerlukan penyembuhan, normalisasi dan rehabilitasi kehidupan sebagaimana makhluk sosial lainnya. Menurut Syariat Islam LGBT adalah perilaku “fahisyah”, kejahatan pelanggaran Syariat yang dilaknat Allah Swt, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Qs. Al-A’raf 80-81 yang artinya:

Wahai Muhammad, ingatlah ketika Luth berkata kepada kaumnya: "Apakah patut kalian melakukan homoseks yang belum pernah dilakukan oleh manusia di dunia ini sebelum kalian? Kalian telah melampiaskan birahi kepada laki-laki, bukan kepada perempuan. Bahkan kalian adalah kaum yang melanggar syari'at agama kalian."

  1. LGBT bukan termasuk koridor HAM yang harus dilindungi, karena perkawinan sejenis tidak dapat membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan yang merupakan kesatuan alamiah dan fundamental dari masyarakat yang berhak mendapat perlindungan masyarakat dan negara. Sebagaimana disebutkan dalam Deklarasi Universal HAM (DUHAM) pasal 16, ayat (1) – (3):
  1. Laki-laki dan Perempuan yang sudah dewasa, dengan tidak dibatasi kebangsaan, kewarganegaraan atau agama, berhak untuk menikah dan untuk membentuk keluarga. Mereka mempunyai hak yang sama dalam soal perkawinan, di dalam masa perkawinan dan di saat perceraian.
  2.  Perkawinan hanya dapat dilaksanakan berdasarkan pilihan bebas dan persetujuan penuh oleh kedua mempelai.
  3. Keluarga adalah kesatuan yang alamiah dan fundamental dari masyarakat dan berhak mendapatkan perlindungan dari masyarakat dan Negara.

UUD NRI 1945, pasal 28 B ayat (1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.

  1. Para pendukung LGPT disamping melanggar konstitusi negara dan DUHAM, juga ikut menyebarkan virus penyakit masyarakat yang mengancam generasi remaja dan anak bangsa serta negara. Data dan fakta membuktikan merebaknya penyakit HIV-AIDS didominasi oleh LGPT. Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional terjadi peningkatan jumlah penderita HIV di kelompok homoseksual; meningkat dari 6% (2008), menjadi 8% (2010), dan 12% (2014). Hasil screening gay umur 13 tahun ke atas pada tahun 2013, didapatkan 81% terinfeksi HIV dan 55% terdiagnosis AIDS. (Badrul Munir, dokter spesialis saraf devisi infeksi. Perawat HIV-AIDS RS. Saiful Anwar Malang)
  2. Dalih LGBT berdasarkan HAM adalah manipulasi konstitusi yang disponsori Negara asing secara politik dan pendanaan. Maka diserukan kepada Pemerintah, media massa cetak dan elektronik, LSM, Yayasan dan stakeholder yang lain untuk tidak menjadi agen LGBT dengan cara menolak dana UNDP dalam proyek The Being LGBT in Asia Phase 2 Initiative” (BLIA-2) di Asia Tenggara.
  3. Mendesak pemerintah RI dan DPR RI segera mengeluarkan regulasi peraturan yang melarang perkawinan sejenis, sebab bertentangan dengan konstitusi, agama dan berdampak buruk menghancurkan tatanan kehidupan sosial masyarakat dan generasi penerus bangsa.

 

Demikian pernyataan Majelis Mujahidin sebagai kontribusi membangun karakter bangsa (character building) berlandaskan konstitusi negara dan agama, menuju cita-cita kemerdekaan yang kita idam-idamkan. Kepada pendukung LGBT dan pihak manapun yang memberikan toleransi sosial terhadap LGBT, Majelis Mujahidin mengajak debat terbuka secara ilmiah dan akademis untuk mempertanggungjawabkan pendirian yang sah dan valid secara konstitusional.

 

Yogyakarta, 3 Jumadil Awal 1437/12 Februari 2016

Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

     Irfan S. Awwas                                                                          M. Shabbarin Syakur

            Ketua                                                                                         Sekretaris

Ormas Islam Targetkan Klaten Bebas Premanisme

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejumlah ormas Islam di Kota Solo mengadakan konsolidasi mengawal kasus pengroyokan laskar laskar oleh preman di Desa Baren Lor, Klaten pada Ahad (7/2/2016) lalu. Konsolidasi yang digelar di Masjid Baitussalam Tipes, Surakarta pada Kamis (11/2/2016) malam itu untuk menindaklanjuti batas waktu 2 x 4 jam yang diberikan ormas Islam kepada Kapolres Klaten untuk menangkap semua pelaku pengeroyokan.

Diantaranya ormas Islam yang hadir dalam konsolidasi itu adalah Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Jamaah Ansharusy Syariah, Team Hisbah, Komunitas Nahi Munkar Surakarta (KONAS), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI), dan lain-lain.

Perwakilan FUI Klaten, ustadz Syafei berharap para aktifis Islam khususnya di Klaten dapat bersama bangkit memberantas premanisme di wilayah Klaten. Ia juga menginformasikan keberadaan provokator dalam kasus tersebut, Sulistyo yang saat ini berada d Polsek Klaten Kota.

"Namun belum di jadikan tersangka, sampai saat ini dia masih disana, namun tadi saya mendapatkan kabar bahwa dia (Sulistyo) minta ijin Kapolres untuk mengikuti pengajian di Rusunawa karena dia sebagai RW," terang Syafei.

Sementara itu, Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Edi Lukito mengatakan, target yang harus dicapai adalah Klaten bebas Preman serta menuntut Kepolisian untuk menangani kasus tersebut secepatnya. 

"Yang pertama kita minta kejelasan kasus ini, yang kedua kita minta kepolisian membebaskan biaya korban penganiyayaan, yang ketiga Sulis sebagai biang kerok harus segera ditetapkan sebagai terdakwa," tegas Edi.

Hari ini, Jumat (12/2/2016) setelah sholat Jumat, ormas Islam Klaten akan mendatangi Polres Klaten.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

AQAP Rebut Lebih Banyak Wilayah di Yaman Selatan

YAMAN (Jurnalislam.com)Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) telah memperluas wilayahnya di seluruh Yaman selatan dengan merebut lima kota, termasuk ibukota provinsi, selama dua pekan terakhir. Cabang resmi Al Qaeda di Yaman tersebut terus mengambil keuntungan pada perang  yang terjadi di Yaman, The Long War Journal melaporkan, Kamis (11/02/2016).

AQAP memegang kontrol penuh atas Houta, ibukota provinsi Lahj, pada 26 Januari, menurut Al-Araby al-Jadeed. Milisi pro- rezim pemerintah di kota melarikan diri saat mujahidin AQAP menyerbu lembaga-lembaga rezim dan meledakkan kantor polisi yang digunakan sebagai basis militer.

Setelah menaklukan milisi Syiah Houthi, AQAP memperkuat di empat kota di provinsi Abyan dan Shabwa, benteng lokal untuk AQAP. Pada tanggal 1 Februari, AQAP mengambil alih kota Azan di Shabwa tanpa perlawanan.

Kota berikutnya yang jatuh adalah Mahfid, sebuah kota di provinsi Abyan, pada 4 Februari, menurut Al-Masdar Online. AQAP mengangkat panji hitam dan mendirikan pos-pos pemeriksaan keamanan di seluruh kota. Mahfid, seperti Azan, dikuasai tanpa perlawanan dari pasukan rezim.

Selain itu, AQAP baru-baru ini mengambil alih kota-kota pesisir Shoqra dan Ahwar di provinsi Abyan, menurut laporan AFP 8 Februari.

Lima kota tersebut adalah pusat populasi besar terbaru di Yaman selatan yang jatuh di bawah lingkup pengaruh al Qaeda. Kota pertama yang jatuh adalah Mukalla, ibukota provinsi Hadramout, pada bulan April 2015. AQAP meluncurkan beberapa serangan tingkat tinggi di pangkalan militer Yaman sebelum mengambil alih ibukota provinsi.

Pada bulan Desember 2015, AQAP menyerbu Zinjibar, ibukota provinsi Abyan, dan kota terdekat Jaar setelah bentrokan dengan pasukan rezim Yaman.

Selain kota-kota yang diketahui dikendalikan oleh AQAP, AQAP juga memegang kekuasaan atas daerah pedesaan di provinsi Abyan, Shabwa, dan Hadhramaut.

AQAP berusaha mengelola wilayah yang baru-baru ini telah dikendalikan, dan mempromosikan kegiatan sosial, bantuan ke masyarakat pada media sosial. Baru-baru ini, AQAP telah menyoroti usahanya memberikan pelayanan serta memberlakukan syariah, atau hukum Islam, di Mukalla, Zinjibar, dan Jaar. (baca juga: AQAP Sediakan Layanan Sosial, Terapkan Syariah, Tingkatkan Kemajuan Yaman Selatan).

AQAP merebut kembali tanah yang hilang pada 2012 setelah rezim Yaman, dengan bantuan AS, melancarkan serangan di Yaman selatan. AQAP menguasai sebagian besar wilayah selatan Yaman, termasuk Zinjibar dan sejumlah kota di Abyan dan Shabwa dari Mei 2011 sampai jatuhnya pada 2012.

AQAP telah mengambil banyak kemenangan, yang dimulai pada 2014 memerangi pemberontak Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh di satu sisi, melawan Presiden terguling Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi dan koalisi negara-negara Teluk dipimpin Saudi di sisi lain.

Pasukan Hadi menyiapkan sedikit perlawanan terhadap AQAP dan pejuang politiknya, karena AQAP juga meluncurkan serangan mematikan terhadap pemberontak Syiah Houthi.

AS telah menargetkan pemimpin AQAP dalam serangan pesawat tak berawak (drone), dan telah membunuh beberapa pemimpin tertinggi AQAP, termasuk pendiri dan amir pertama AQAP, Syeikh Nasir al Wuyhashi. Tapi syahidnya Syeikh Nasir al Wuyhashi tidak mampu menghentikan AQAP merebut wilayah di selatan Yaman.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Seorang Skotlandia Masuk Islam Tanpa Pernah Bertemu Seorang Muslim pun

SKOTLANDIA (Jurnalislam.com) – Bagaimana seorang pria Skotlandia putih setengah baya yang tinggal di Dataran Tinggi Skotlandia  menjadi seorang Muslim – terutama ketika dia belum pernah benar-benar bertemu seorang Muslim dalam hidupnya?

Bagi saya, itu semua dimulai ketika saya mendengar adzan dari masjid setempat pada saat liburan di pantai Turki. Adzan itu membangunkan sesuatu dalam diriku, dan mengilhami saya untuk memulai pencarian spiritual.

Saat kembali ke rumah di Inverness, saya pergi ke toko buku lokal, membeli Qur'an dan mulai membaca. Saat membaca, saya selalu meminta Tuhan untuk membimbing saya dalam perjalanan yang akan saya mulai.

Banyak berdoa. Banyak bersujud.

Al-Qur'an benar-benar mengguncang saya. Ini adalah buku yang cukup menakjubkan untuk dibaca karena memberitahu Anda begitu banyak tentang diri Anda. Beberapa hal yang saya tahu tentang diri saya yang tidak saya sukai. Jadi saya memutuskan untuk membuat beberapa perubahan.

Saya tahu bahwa saya bisa berhenti membaca Al-Qur'an dan menghentikan prosesnya setiap saat, tapi saya juga tahu bahwa kalau saya melakukannya berarti saya menyerah pada sesuatu yang sangat penting.

Dan saya tahu apa hasil akhir dari proses ini: Saya akan menjadi seorang Muslim.

Jadi saya terus membaca. Saya membacanya tiga kali, mencari-cari kesalahan. Tapi tidak ada kesalahan; Saya cukup nyaman dengan segala sesuatunya.

Bagian yang sulit dalam semua ini adalah bertanya-tanya akan menjadi siapakah saya? Akankah saya menjadi aneh, mengenakan pakaian yang berbeda, berbicara berbeda di mata orang lain?

Apa yang akan keluarga saya, teman-teman dan rekan kerja pikirkan tentang saya?

Yang paling penting, apa yang akan saya pikirkan tentang diri saya? Apakah saya akan suka menjadi saya nantinya?

Saya menghabiskan waktu melakukan pencarian online, mencari cerita-cerita dari orang-orang yang telah melalui pengalaman seperti ini. Tapi tidak pernah menemukan yang tampaknya cukup sesuai dengan saya – perjalanan masing-masing orang, tentu saja, adalah unik. Namun sangat melegakan ketika saya mengetahui, bagaimanapun, bahwa orang lain sudah menapaki jalan ini sama seperti Anda. Sederhananya, saya beralih membaca perjalanan orang-orang ini ketika saya takut akan dilihat sebagai orang yang eksentrik.

Banyak sumber online untuk mengetahui bagaimana berdoa dalam bahasa Arab, untuk mendengarkan Al Qur'an dibaca keras-keras atau mungkin untuk mendengarkan nasyid Islam. Bagi saya, nasyid adalah cara yang bagus untuk mengambil beberapa frase yang ingin saya mulai gunakan.

Kunci dalam semua ini adalah bahwa saya benar-benar mempertanyakan semuanya, sebagaimana yang mutlak diperlukan dalam konversi agama. Anda mempertanyakan diri Anda sendiri. Anda mempertanyakan apa yang Anda dengar, dan apa yang Anda baca.

Jika sesuatu tidak terasa benar untuk Anda, maka itu adalah indikasi yang jelas bahwa itu bukan untuk Anda. Anda harus mendengarkan dengan cermat intuisi dan hati Anda.

Belajar melalui proses ini butuh waktu sekitar 18 bulan. Beberapa orang perlu waktu lebih sedikit, beberapa orang lebih banyak. Dan aku melakukan semua ini pada diri saya sendiri, dengan tidak ada yang membantu. Saya masih belum bertemu seorang Muslim pun.

Setelah 18 bulan itu saya menganggap diri saya seorang Muslim. Saya sholat lima kali sehari, berpuasa Ramadhan, dan makan dan minum hanya apa yang dapat diterima sesuai dengan ajaran Al-Quran.

Beberapa saat setelah itu kemudian saya menemukan bahwa sebenarnya ada sebuah masjid kecil di kota saya. Saya muncul di sana, mengetuk pintu dan memperkenalkan diri.

Mereka terkejut melihat saya dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan saya pada awalnya, kecuali memberikan kode kombinasi pintu masjid dan menyambut saya masuk komunitas mereka. Saya diterima sejak awal, dan saya sekarang konstan berada dalam komunitas mereka.

Saya masih belajar, tentu saja.

Apa itu Islam – dan bagaimana Anda memisahkan agama dari budaya seseorang? Sangat penting untuk menunjukkan bahwa Islamlah yang harus Anda terima, bukannya budaya apapun yang khusus dari dunia di luar sana. Anda akan selalu dapat mempertahankan kebebasan untuk menentukan identitas Anda sendiri, asalkan Anda tetap setia pada prinsip-prinsip tertulis dari Al Quran.

Jadi saya sekarang pria Muslim kulit putih, setengah baya dari Skotlandia. Dan saya bahagia.

 

Deddy |Independent | Jurnalislam

Inilah Rencana Zionis Bangun Sinagog di Bawah Masjid Al-Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Entitas penjajah Zionis melanjutnya rencananya yang bertujuan untuk merubah sekitar Masjid al-Aqsha, yang dekat dan yang melekat padanya, menjadi kompleks sinagog Yahudi sekaligus menghapus dan melakukan yahudisasi monumen-monumen Islam kuno.

Seperti yang dilansir Infopalestina Kamis (11/02/2016) juga dirilis Pusat Urusan al-Quds dan al-Aqsha, sumber-sumber Zionis mengungkap,  rencana penjajah Zionis untuk mendirikan sinagog agung Yahudi di bawah pemandian al-Ain yang berjarak beberapa meter di bawah barat Masjid al-Aqsha. Para penyandang dana proyek ini berambisi untuk membuka yang pertama pada bulan-bulan musim lembaran Yahudi pada musim semi mendatang.

Menurut sumber-sumber Zionis, penjajah Zionis telah membuat rencana untuk melaksankan proyek ini dalam waktu dekat untuk membangun sinagog Yahudi di atas tanah wakaf Islam dengan mengorbankan peninggalan-peninggalan kuno Islam, dekat situs wakaf pemandian al-Ain di bawah tanah sangat dekat dengan Masjid al-Aqsha di sisi barat.

Penjajah Zionis akan melakukan penggalian tambahan di lokasi tersebut sebelum dimulai pembangunan siangog Yahudi tersebut.

Proyek bernama "Dana Warisan Tembok Ratapan" diadopsi oleh perusahaan pemerintah yang berada langsung di bawah Kantor Perdana Menteri Israel – yang didanai oleh miliarder Yahudi "Yitzhak Tshuva," sementara putrinya yang akan membuat desain engineering sinagog tersebut.

Loksdi pendirian sinagog Yahudi ini pada dasarnya akan mengorbankan aula bersenjarah Mamluk yang terletak di bawah wakaf pemandian al-Ain. Di unjung jalan al-Wad di Kota Tua Jerusalem,  hanya beberapa meter dari Tembok Ratapan dan dinding barat Masjid Al-Aqsha, yang juga diklaim oleh penjajah Zionis sebagai aula "di balik dinding kita".

Pada 16 Juli 2015, melalui gambar dan video, ditemukan aula Mamluk dan jejak peninggalan Islam yang membentang dari periode Umayyah sampai Ottoman, yang digali penjajah Zionis dan dirubah menjadi daerah wisata, museum dan galeri sejarah palsu Talmud.

Kemudian ditemukan tiga koridor yang dipasang pada satu set kolom dan lengkungan, di atas area seluas sekitar 400 meter persegi, hampir berbentuk persegi, di dalamnya ada batu-batu berbagai ukuran yang merujuk kepada periode Islam.

Aula tersebut terpisah dari sekitarnya dengan dinding kayu modern. Aula ini pada ujung timur melekat dengan apa yang disebut "Great Hall" di jalur terowongan Barat. Di pinggiran lantai Aula Barat ada sebuah jendela kaca yang nampak dari bawahnya galian sumur dalam, nampaknya ini merupakan bagian dari jaringan air tua yang digali pada periode Kanaan Arab atau periode Islam lainnya.

Sejak tahun 2002 penjajah Zionis menggali lokasi tersebut dan mengeluarkan sejumlah besar tanah. Dalam sampai saat penggalian terus berlanjut di lokasi-lokasi dekat aula besar tersebut, sebagai bagian dari rencana untuk merubah sebagian besar bangunan dan area wakaf pemandian menjadi pusat yahudisasi besar di atas dan di bawah tanah.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Serangan Balik Taliban di Wardak, 4 Pasukan Komando Tewas dan Belasan Terluka

WARDAK (Jurnalislam.com)Al Emarah News melaporkan, Kamis (11/02/2016) Mujahidin  Imarah Islam melakukan serangan balasan ke arah musuh yang mencoba melakukan serangan di distrik Nerkh provinsi Wardak sekitar dini hari pada hari Kamis dan bertempur melawan musuh dengan senjata berat dan ringan, memaksa musuh untuk mundur. Sedikitnya empat pasukan komando musuh tewas dengan belasan lebih lainnya terluka.

Demikian juga, seorang pejuang Mujahid memeluk kesyahidan dengan dua lainnya terluka dalam operasi itu.

Kemenangan ini terjadi saat pasukan musuh kalah dengan kerugian besar di distrik yang sama kemarin.

Selain itu, serangan bom pinggir jalan merobek kendaraan musuh di distrik Abad Syed provinsi Wardak hari Kamis, dua tentara musuh tewas dan lainnya luka-luka.

Serangan Penyusup

Laporan yang tiba dari distrik Zhari, provinsi Kandahar selatan mengatakan bahwa 2 penyusup Mujahidin Imarah Islam bekerja di sebuah pos pemeriksaan di daerah Makwano menembaki pasukan musuh semalam, Kamis.

Penyusup menewaskan 15 orang bersenjata termasuk komandan Agha Wali sebelum meninggalkan daerah dengan aman menuju pasukan Mujahidin yang telah mengambil posisi di dekatnya.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Turki Akhiri Operasi Militer Anti Teroris Komunis PKK di kota Kurdi

TURKI (Jurnalislam.com) – Pasukan keamanan Turki telah mengakhiri operasi militer hampir dua bulan yang didukung oleh jam malam di kota tenggara Cizre melawan teroris Partai Pekerja Kurdistan (PKK), menteri dalam negeri mengatakan, Kamis (11/02/2016)

"Operasi di Cizre telah berhasil diselesaikan pada hari ini," kata Efkan Ala, menambahkan bahwa jam malam tetap diberlakukan sedikit lebih lama.

"Kontrol dan teroris PKK telah dikuasai kembali di Cizre," katanya.

Jam malam diberlakukan di Cizre, yang terletak di provinsi Sirnak Turki dekat perbatasan Irak dan Suriah, sejak 14 Desember ketika tentara melancarkan "operasi anti-teror" dalam upaya membasmi komunis PKK dari pusat kota di mana mereka telah mendirikan barikade dan menggali parit.

Tentara mengatakan pada hari Rabu bahwa sekitar 580 milisi PKK telah tewas di kota itu sejak operasi dimulai.

PKK telah menewaskan puluhan anggota pasukan keamanan Turki dalam serangan sejak gencatan senjata dua setengah tahun runtuh pada bulan Juli.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

NATO Kirim Armada Angkatan Laut ke Aegean

TURKI (Jurnalislam.com) – NATO mengirimkan kelompok angkatan laut "tanpa penundaan" untuk membantu menghentikan penyelundupan orang di Laut Aegean, menyusul permintaan dari Jerman, Yunani dan Turki, kepala aliansi Jens Stoltenberg mengatakan pada hari Kamis (11/02/2016), lansir World Bulletin.

"NATO kini mengarahkan kelompok maritim untuk bergerak ke Aegean tanpa penundaan dan memulai kegiatan pengawasan maritim", Stoltenberg mengatakan dalam konferensi pers setelah menteri pertahanan aliansi mendukung pergerakan tersebut.

Dia mengatakan krisis pengungsi, yang didorong oleh konflik dan gejolak di Timur Tengah dan Afrika Utara, adalah yang terburuk sejak Perang Dunia II dan menjadi ancaman keamanan besar bagi aliansi 28 negara.

"NATO Standing Maritim Grup 2, saat ini di bawah komando Jerman, terdiri dari tiga kapal dan aliansi juga telah menjanjikan lebih sehingga dapat melaksanakan pengintaian, pemantauan dan pengawasan di Laut Aegean," katanya.

"Operasi ini bukan tentang menghentikan dan mendorong kembali (pengungsi) … tapi tentang pengawasan penting untuk membantu memerangi perdagangan manusia dan jaringan kejahatan," katanya.

NATO akan bekerja sama dengan Uni Eropa dan lembaga kontrol perbatasan Frontex, tambahnya.

Kanselir Jerman Angela Merkel bergabung dengan Turki pada hari Senin untuk meminta bantuan dari aliansi 28 negara saat ribuan pengungsi warga sipil yang menghindar dari pertempuran berat di sekitar kota Aleppo Suriah.

Turki, satu-satunya negara mayoritas Muslim di NATO dan salah satu yang memiliki armada tentara terbesar, adalah negara transit utama bagi lebih dari satu juta pengungsi yang mencapai Eropa tahun lalu.

Lebih dari 70.000 pengungsi melakukan perjalanan berbahaya pada bulan Januari dan ketakutan saat ini adalah bahwa ratusan ribu lebih lainnya akan menyusul mengingat pertempuran di Suriah berlangsung intensif.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam