Ormas Islam Targetkan Klaten Bebas Premanisme

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejumlah ormas Islam di Kota Solo mengadakan konsolidasi mengawal kasus pengroyokan laskar laskar oleh preman di Desa Baren Lor, Klaten pada Ahad (7/2/2016) lalu. Konsolidasi yang digelar di Masjid Baitussalam Tipes, Surakarta pada Kamis (11/2/2016) malam itu untuk menindaklanjuti batas waktu 2 x 4 jam yang diberikan ormas Islam kepada Kapolres Klaten untuk menangkap semua pelaku pengeroyokan.

Diantaranya ormas Islam yang hadir dalam konsolidasi itu adalah Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Jamaah Ansharusy Syariah, Team Hisbah, Komunitas Nahi Munkar Surakarta (KONAS), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI), dan lain-lain.

Perwakilan FUI Klaten, ustadz Syafei berharap para aktifis Islam khususnya di Klaten dapat bersama bangkit memberantas premanisme di wilayah Klaten. Ia juga menginformasikan keberadaan provokator dalam kasus tersebut, Sulistyo yang saat ini berada d Polsek Klaten Kota.

"Namun belum di jadikan tersangka, sampai saat ini dia masih disana, namun tadi saya mendapatkan kabar bahwa dia (Sulistyo) minta ijin Kapolres untuk mengikuti pengajian di Rusunawa karena dia sebagai RW," terang Syafei.

Sementara itu, Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Edi Lukito mengatakan, target yang harus dicapai adalah Klaten bebas Preman serta menuntut Kepolisian untuk menangani kasus tersebut secepatnya. 

"Yang pertama kita minta kejelasan kasus ini, yang kedua kita minta kepolisian membebaskan biaya korban penganiyayaan, yang ketiga Sulis sebagai biang kerok harus segera ditetapkan sebagai terdakwa," tegas Edi.

Hari ini, Jumat (12/2/2016) setelah sholat Jumat, ormas Islam Klaten akan mendatangi Polres Klaten.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.