VD Sengaja Digaungkan untuk Kepentingan Bisnis

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Muala Center Indonesia (MCI), Hanny Kristianto mengatakan, hari Valentin digaungkan untuk kepentingan bisnis. Hari Valentin dinilai Koh Hanny sebagai even meraup keuntungan para pengusaha. 

“Hari Valentine masih dihidupkan hingga sekarang, bahkan kian meriah. Itu adalah cara pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha maksiat, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara dan sejumlah pengusaha lainnya yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event Valentine Day,” ungkap pria yang karib disapa Koh Hanny itu, Kamis (13/2/2016).

Seperti diberitakan voa-islam.com, menurut Koh Hanny para pebisnis itu dengan sengaja menggaungkan hari valentin sebagai hari yang spesial agar produk mereka laku.

“Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar," tegasnya.

Koh Hanny juga menegaskan bahwa Valentine bukan didasari oleh kasih sayang tapi hawa nafsu.

Sumber: Voa-Islam.com | Editor: Ally | Jurnalislam

RMI Banyuwangi Gelar Liga Futsal Santri 2016

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Sebagai kelanjutan Gerakan Nasional Ayo Mondok sekaligus mengasah bakat dan minat, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Banyuwangi menggelar Liga Futsal Santri  (LFS) 2016. Rencananya, kegiatan ini akan dimulai pada 27 Februari mendatang.

“Tujuannya untuk  menjalin silaturahim antar pesantren dan untuk memasyarakatkan olahraga,”kata Ketua RMI Banyuwangi, KH. Ahmad Munif Syafaat, dalam rilis yang diterima Jurnalislam, Sabtu (13/2/2016).

Selain itu, sambungnya, LFS juga bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Pesantren sudah bisa bersaing dengan lembaga pendidikan umum.

“Bahkan Pesantren justru memiliki banyak kelebihan. Dan LFS ini merupakan satu bukti kongkritnya. Saat futsal banyak dikenal dari sekolah umum, ternyata di Pesantren juga ada. Bahkan mampu membuat kompetisi yang cukup berkelas,” lanjutnya.

Demi kesuksesan acara nanti, kini RMI yang merupakan Asosiasi Pondok Pesantren tengah menggodok formula kepesertaan. Harapannya, bakat yang akan muncul benar-benar dari kalangan santri.

“Persyaratan kepesertaan, masih kita bahas. Kita tak ingin acara ini hanya sukses saja, tapi harus ada pencapaian tertentu,” jelasnya.

Akan ada 32 klub futsal santri hasil seleksi yang akan meramaikan acara ini. Dan sebagai penyemangat, panitia menyiapka hadiah total 10 juta rupiah.

Reporter : Findra | Editor: Ally |Jurnalislam

Astagfirullah, Jelang VD Kondom Laris Manis di Banyuwangi

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Menjelang Valentines Day (VD), permintaan kondom di Banyuwangi meningkat tiga kali lipat. Mirisnya, permintaan terbanyak justru dari kalangan pelajar.

Sebelumnya, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banyuwangi, perhari hanya menyebar 2 box kondom kepada 20 petugas ‘outlet’. Dengan tiap box berisi 144 kondom. Namun menjelang hari kasih sayang, melonjak hingga 6 box lebih.

“Para outlet membagikan kondom kepada lelaki penjaja seks, gay, waria dan kalangan pelajar. Kemarin malam saja, ada 15 orang pelajar SMA yang minta,” ucap Bunga, (nama samaran), Koordinator Outlet Kondom KPA Banyuwangi, Sabtu (13/2/2016) dikuti Banyuwangitimes.

Kondom dari outlet sengaja diberikan kepada beberapa kalangan. Tujuannya, untuk meminimalisir penyebaran HIV/ AIDS.

Menanggapi hal itu, Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Banyuwangi, KH Ahmad Munib Syafaat mengatakan, pihaknya menyayangkan hal tersebut. “Sangat miris bagi kita, ketika kondom itu dibeli, tidak ada hal lain kecuali untuk hal itu (zina-re) khususnya di hari valentine itu buat apa? Kalo melakukan hubungan suami istri masak nunggu valentine day,” jelasnya kepada Jurnalislam, Sabtu (13/2/2016).

KH Munib mengimbau pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk lebih tegas menanggapi fenomena tahunan itu.

“Khususnya dari pemerintah melalaui peraturan daerah bahwasannya Valentine Day itu tidak perlu karena kalau bentuknya valentine pasti ke-arah situ (zina-red), kalau kita masih menyayangi generasi kita,” pungkasnya.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Besok, ANNAS Kukuhkan Pengurus di Sumatera Utara

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) kembali mengukuhkan pengurusnya di daerah-daerah. Besok, Ahad (14/2/2016) ANNAS akan mendeklarasikan dan pengukuhan pengurus Sumatera Utara bertajuk "Islam Bersatu Melawan Syiah".

Acara akan dilangsungkan di Masjid Al Jihad Jalan Abdullah Lubis, Medan pada pukul 09.00. Sebelum pengukuhan akan digelar orasi dilanjutkan pengarahan dan pengukuhan oleh Ketua ANNAS Pusat, K. H. Athian Ali M. Da’I, Lc. M.A.

"Tidak kurang dari 100 anggota pengurus akan dikukuhkan. Penutup gelaran Deklarasi dan Pengukuhan akan dibacakan Pernyataan Sikap ANNAS Sumatra Utara oleh Ketua Umum ANNAS SUMUT, DR. H. Sofyan Saha, S.H, Lc, M.A. (MUI Sumut)," kata sekretaris ANNAS Pusat, Tarjono Abu Muaz kepada Jurnalislam, Sabtu (13/2/2016).

Acara ini didukung oleh para tokoh masyarakat, ulama, ormas Islam, mahasiswa, pelajar dan aktifis Islam se-Sumatra Utara.

"Panitia mengundang kaum Muslimin untuk menghadirinya," pungkasnya. 

Reporer: Fajar Apriyandi | Editor: Ally | Jurnalislam

Tindaklanjuti Larangan Walikota, Satpol PP Mataram Akan Patroli pada Malam VD

MATARAM (Jurnalislam.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram akan melakukan patroli ke sejumlah tempat yang berpotensi menjadi pusat keramaian pada malam perayaan Valentine’s Day (VD) tanggal 14 Februari esok.

"Kami telah menyiapkan dua peleton anggota Satpol PP untuk patroli mulai Sabtu pagi hingga Minggu (14/2/2016) malam," kata Kepala Satpol PP Kota Mataram Chairul Anwar di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (12/2/2016) sebagaimana dilansir antara.

Menurutnya, untuk patroli Sabtu (13/2) pagi akan dilakukan ke sejumlah jalur pendidikan, untuk mengantisipasi adanya perayaan "valentine day" oleh para pelajar di sekolah-sekolah.

Sementara pada Sabtu malam, lanjutnya, pihaknya mengarahkan anggotanya melakukan patroli pada sejumlah titik keramaian.

Titik-titik yang menjadi pusat keramian itu biasanya di taman-taman kota, seperti Taman Selagalas, Taman Udayana, Taman Sangkareang, Taman Malomba, Taman Loang Baloq, termasuk di Pantai Ampenan.

"Jika anggota kami menemukan adanya indikasi kegiatan yang mengarah ke perayaan `valentine day`, kami tentu akan menanyakan dan mencari tahu kebenaranya, tidak sembarangan melakukan penertiban," katanya.

Menurutnya, larangan perayaan perayaan "valentine day" ini mengacu pada imbauan Wali Kota Mataram Nomor 008/13/II/15 tentang pelarangan sekolah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka peringatan hari valentine.

Tujuannya, sebagai langkah antisipasi agar para pelajar di daerah ini tidak terjebak dalam hal-hal di luar ketentuan nilai agama dan budaya Indonesia serta kearifan lokal.

Dalam imbauan itu disebutkan, kepada semua sekolah untuk tetap memfokuskan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, terutama menghadapi persiapan ujian sekolah dan ujian nasional yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Selain itu, memberikan pengarahan kepada siswa bahwa kasih sayang antar sesama tidak hanya perlu diwujudkan setahun sekali, melainkan harus ditumbuhkan setiap saat di sekolah.

Serta, selalu melakukan pengawasan terhadap kegiatan kesiswaan agar tidak meninggalkan kaidah atau norma yang berlaku, sesuai dengan visi Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya.

"Dalam hal ini pemerintah kota sangat mengharapkan kepada semua lapisan masyarakat terutama jajaran pendidik dan para orang tua untuk bekerja sama dalam melakukan pengawasan," ujarnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

Gubernur NTB dan Walikota Mataram Larang VD

MATARAM (Jurnalislam.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH. Muhammad Zainul Majdi melarang warganya merayakan Valentine’s Day (VD). Majdi menilai, peringatan hari valentin yang selalu dirayakan setiap 14 Februari itu tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya asli Indonesia.

“Tidak semua kebudayaan dari luar itu baik untuk ditiru dan terapkan di negara kita, karena sejatinya masyarakat Indonesia memiliki kebudayaan tersendiri dan ini harus disadari,” kata Zainul Majdi di Mataram, Kamis (12/2/2015).

Jika dilihat, budaya valentine yang berasal dari Barat sangat tidak sesuai dengan kepribadian orang Indonesia, lanjutnya.

“Dari latar belakangnya saja hari valentine ini bukan sesuatu yang menciptakan optimisme, mengajarkan tentang percaya diri, menciptakan semangat dan keberanian. Tetapi justru mengajarkan kita kecengengan, keputusasaan, keburukan, dan mengajarkan tradisi yang tidak baik,” jelasnya.

Pernyataan serupa dikeluarkan Walikota Mataram, Ahyar Abduh yang mengeluarkan Surat Imbauan Nomor 008/13/II/15 tentang pelarangan sekolah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka peringatan hari valentin.

“Pemerintah kota sudah tegas melarang berbagai kegiatan valetine day atau hari kasih sayang pada 14 Februari di sekolah-sekolah,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (13/2/2015), sebagaimana dilansir serambimata.

Dalam imbauan itu disebutkan, kepada semua sekolah untuk tetap memfokuskan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, terutama menghadapi persiapan ujian sekolah dan ujian nasional yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Dalam hal ini pemerintah kota mengharapkan semua lapisan masyarakat terutama jajaran pendidik dan para orang tua untuk bekerja sama dalam melakukan pengawasan,” ujarnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Sosialisasi Bahaya VD ke Sekolah Juga Digelar Ansharusyariah Banten

BANTEN (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah bersama Tim Pembela Muslim (TPM) Banten menggelar aksi menolak Valentine’s Day (VD) di beberapa sekolah di Banten, Jum’at (12/2/2016). Aksi tersebut diadakan untuk mensosialisasikan bahaya perayaan VD yang sangat tidak sesuai dengan ajaran Islam.

“Minimal kita punya tanggung jawab dan alasan di Hari Pertimbangan nanti ketika ditanya tentang menghadang laju VD oleh Allah,” kata Agus Rahmat, SH, TPM Banten usai memberikan arahan kepada murid SMKN 3 Cilegon.

Dalam aksi tersebut terlihat para pelajar dan dewan guru membentangkan spanduk bertuliskan “O Muslim! Stop Celebrating Valentine’s Day!”. Selain itu, aktivis dari TPM dan Ansharusyariah juga membagikan selebaran berisi imbauan serta pemahaman tentang bahaya merayakan VD. Mereka juga membagikan stiker tolak VD.

Aksi yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat imbauan dari Dinas Pendidikan kota Cilegon terkait larangan VD itu mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah sendiri. Kepala Sekolah SMKN 3 Cilegon, Drs. Tatang mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh TPM dan Jamaah Ansharusy Syariah dan akan memberikan sanksi kepada siswa yang kedapatan merayakan hari valentin.

“Kami akan memonitoring pada saat hari H dan akan memberi sanksi tegas jika kedapatan siswa yang merayakan valentin, termasuk orang yang bodoh ketika merencanakan kegiatan VD” tegasnya.

TPM dan Jamaah Ansharusy Syariah akan melakukan roadshow ke beberapa sekolah di Banten hingga H-1 VD sebagai tindakan pencegahan kepada kaum muda agar terhindar dari Virus merah jambu ini.

Aksi serupa juga digelar Jamaah Ansharusy Syariah di beberapa kota di Indonesia seperti Surabaya, Jember, Banyuwangi, Balikpapan, Samarinda, Bima, Solo, Tasikmalaya, dll.

Reporter: Muhammad Fajar  | Editor: Ally | Jurnalislam

 

7 Serdadu Bayaran Tewas saat Pertemuan Gubernur Khost Diserang Taliban

KHOST (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam di distrik Sabari timur provinsi Khost melakukan serangan terhadap sebuah pos militer yang terletak di daerah Khalbesat pada pukul 01:00 waktu setempat hari Jumat (12/02/2016), Al Emarah News melaporkan.

Serangan itu terjadi saat pertemuan yang sedang berlangsung dihadiri oleh Gubernur Khost, Hakim Khan Habibi, Menteri Perbatasan Gulab Mangal, kepala intelijen Barakatullah Tsamkani dan pejabat bayaran peringkat tinggi lainnya.

Para pejabat mengatakan bahwa pusat kabupaten juga diserang dalam operasi tersebut dan sebagai hasilnya pertemuan itu berubah menjadi kekacauan sementara 4 serdadu bayaran juga dilaporkan tewas dan beberapa luka-luka.

Dan 3 serdadu  lainnya tewas dan 2 luka-luka saat Mujahidin menyerang di desa Nakam.

Sementara di sebuah pos musuh utama yang terletak di dasar sungai distrik Musa Qala daerah Do Aab juga diserang oleh Mujahidin Imarah Islam pada hari yang sama di tengah operasi tahunan 'Azm' yang sedang berlangsung.

Operasi berakhir setelah pertempuran singkat dan orang-orang bersenjata terpaksa melarikan diri setelah mengalami kekalahan.

Laporan mengatakan bahwa 2 APC, sebuah truk pickup dan peralatan lainnya disita serta wilayah besar Do Aab dan Amaal jatuh di bawah kendali penuh Mujahidin.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Turki: Serangan Udara Rusia adalah Bukti Omong Kosong Moskow dalam Gencatan Senjata

MUNICH (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada hari Jumat mengatakan perdamaian tidak bisa dipertahankan di Suriah kecuali Rusia menghentikan serangan udara yang masih terus mereka lakukan, lansir Anadolu Agency Jumat (12/02/2016).

"Jika Rusia terus melakukan serangannya di wilayah ini dan pertempuran senjata tidak berhenti, maka gencatan senjata tidak dapat dilakukan. Bantuan kemanusiaan pun tidak bisa mencapai secara efektif," tambah Cavusoglu.

Menteri mengatakan ia mengadakan pertemuan sembilan jam dengan Suriah Support Group pada Kamis malam, yang katanya bertujuan untuk melanjutkan perundingan di Jenewa yang ditunda pada 3 Februari "karena serangan udara Rusia".

"Tidak mungkin untuk melanjutkan pembicaraan sementara serangan (Rusia) sedang berlangsung. Sekali lagi, penyebab lain dari terhentinya pembicaraan pada 3 Februari adalah karena hambatan terhadap bantuan kemanusiaan tidak dihapus," kata menteri.

Cavusoglu juga mengatakan rezim Bashar al-Assad tidak hanya menggunakan bom barel dan gas kimia, dan menambahkan: "Blokade, kelaparan dan membunuh dengan cara ini adalah salah satu taktik perang mereka."

"Masalah bantuan kemanusiaan harus dibuat instrumen kebijakan," tambah Cavusoglu.

Menteri juga mengatakan solusi politik "yang paling realistis dan permanen" untuk kebuntuan Suriah dan mengomentari usulan penghentian permusuhan diumumkan oleh kekuatan dunia.

"Saya berharap, pada awalnya, konflik akan dihentikan. Durasi seminggu dipertimbangkan. Oposisi moderat akan bertemu pasukan di lokasi. Saya harap itu akan berubah menjadi gencatan senjata permanen," kata Cavusoglu.

Suriah tetap terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Assad menumpas protes unjuk rasa yang meletus sebagai bagian dari Arab Spring.

Sejak itu, lebih dari 250.000 orang di negara yang dilanda perang tersebut telah tewas dan lebih dari 10 juta warga menjadi pengungsi, menurut angka PBB.

Bahkan sebuah laporan oleh Pusat Penelitian Kebijakan Suriah mengatakan bahwa 470.000 warga Suriah tewas dan 1.900.000 terluka dalam perang global di negara itu.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Shalat Jumat Dibatalkan, Serangan Brutal Jet Tempur Rusia Bunuh 16 Warga Sipil di Homs

SURIAH (Jurnalislam.com) – Enam belas warga sipil tewas dan puluhan luka-luka pada hari Jumat dalam serangan udara Rusia pada kota al-Ghantu yang dikuasai pejuang Suriah di provinsi Homs, sumber-sumber lokal mengatakan kepada Anadolu Agency Jumat (12/02/2016).

Sumber tersebut mengatakan bahwa dua pesawat tempur Rusia menyerang sejumlah kota di pedesaan bagian utara provinsi Homs, termasuk al-Ghantu, di mana dua rudal menargetkan daerah pemukiman yang penuh dengan warga sipil pengungsi lokal.

Sementara itu, otoritas agama setempat di Homs mengumumkan pembatalan shalat Jumat di pedesaan utara menyusul serangan udara Rusia.

Ini adalah ketiga kalinya shalat Jumat dibatalkan di pedesaan Homs sejak intervensi Rusia September 2015.

Sebuah laporan oleh Pusat Penelitian Kebijakan Suriah mengatakan bahwa 470.000 warga Suriah tewas dan 1.900.000 terluka dalam perang global di negara itu.

Angka ini jauh di atas angka korban tewas terakhir PBB yaitu 250.000, yang berhenti mengumpulkan statistik tentang korban konflik Suriah 18 bulan yang lalu.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam