Muslimah Dilarang Mengenakan Niqab Bekerja di Rumah Sakit Universitas Kairo

KAIRO (Jurnalislam.com) – Semua perempuan yang bekerja di rumah sakit Universitas Kairo telah dilarang mengenakan niqab (cadar), Presiden Universitas Kairo Dokter Gaber Nassar mengumumkan.

Seperti yang dilansir Egyptian Street, Senin (15/02/2016), bahwa menurut Aswat Masriya, keputusan yang mulai berlaku pada 14 Februari 2016, berlaku untuk staf pengajar, dokter, mahasiswa, perawat, dan setiap pekerja teknis yang bekerja di rumah sakit atau pelatihan di sana.

Keputusan untuk melarang niqab muncul sebulan setelah Pengadilan Administrasi Mesir menolak gugatan yang diajukan terhadap Universitas Kairo yang melarang guru mengenakan niqab, lapor Aswat Masriya.

Nassar menyatakan bahwa keputusan pelarangan yang dipermasalahkan oleh 77 anggota staf tersebut itu dibuat untuk meningkatkan pendidikan dan komunikasi antara siswa dan instruktur mereka serta memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Ini bukan pertama kalinya sebuah universitas menangani masalah niqab.

Pada tahun 2008, perdebatan pun terjadi setelah Universitas Al-Azhar Mesir, sekolah Islam (Sunni) terkemuka di dunia, melarang niqab di kelas dan asrama khusus perempuan. Sementara itu, pada tahun 2012, Ikhwanul Muslimin dan Salafi mendominasi parlemen mengkritik rumah sakit dan sekolah keperawatan tertentu yang melarang perawat mereka mengenakan niqab.

Pada tahun 2015, para pemilih diminta untuk membuka niqab untuk memberikan suara mereka. Pemilih yang mengenakan niqab diminta untuk mengungkapkan wajah mereka di hadapan pekerja jajak pendapat perempuan untuk memverifikasi identitas mereka.

Niqab, yang tidak biasa dipakai di Mesir sebagai mana jilbab, terdiri dari kain yang menutupi kepala wanita dan kain yang menutupi wajahnya dan hanya memperlihatkan mata.

 

Deddy | Egyptian Street | Jurnalislam

Mujahidin Aleppo Bersatu di Bawah Mantan Komandan Ahrar al-Syam

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sembilan faksi jihad terkemuka di Aleppo akan bersatu di bawah kepemimpinan mantan komandan Ahrar al-Syam, saat tentara rezim Suriah dan sekutunya terus melanjutkan serangan mereka pada benteng pejuang Suriah, Middle Est Eye melaporkan Selasa (16/02/2016).

Pengumuman tersebut muncul pada hari Senin (15/02/2016) bahwa Hashem al-Sheikh, yang juga dikenal sebagai Abu Jaber, adalah komandan baru koalisi mujahidin Suriah di Aleppo. Langkah tersebut diambil setelah pekan lalu di mana penduduk setempat di Aleppo memprotes kurangnya persatuan di antara mujahidin di kota terkepung menghadapi intensitas serangan brutal pesawat tempur Rusia dan rezim Nushairiyyah beserta sekutunya.

Hashem al-Sheikh adalah pemimpin Ahrar al-Syam sampai September 2015 ketika ia digantikan oleh Abu Yahya al-Hamawi.

Ahrar al-Syam juga telah bersedia bekerja dengan Jabhah Nusrah, afiliasi Al-Qaeda di Suriah untuk pertempuran di Aleppo.

Baca juga: Jabhah Nusrah Kirim Bantuan Ratusan Konvoi Militer ke Aleppo

Deddy | Middle Est Eye | Jurnalislam

Helikopter Koalisi Hendak Mendarat Disambut Bom Taliban, 30 Tewas

KANDAHAR (Jurnalislam.com) – Laporan yang datang dari kabupaten Maiwand mengatakan bahwa Mujahidin Imarah Islam meledakkan senyawa eksplosif pada pasukan asing dan serdadu bayaran mereka, ketika mereka hendak mendarat dengan helikopter untuk melakukan serangan di daerah Barang Karez tadi malam, Al Emarah News melaporkan Rabu (17/02/2016).

Ledakan kuat membunuh lebih dari 30 pasukan asing dan tentara antek mereka, memaksa musuh memanggil helikopter bantuan untuk mengangkut para korban.

Mujahidin kemudian menyita 4 pasang NVGs, rompi anti peluru dan peralatan militer dari lokasi.

Kemudian informasi dari Helmand, para pejabat melaporkan dari distrik Musa Kala bahwa 2 pos pemeriksaan musuh strategis yang terletak di Gorjat daerah Landi Nawa mendapat serangan terkoordinasi.

Serangan yang menggunakan senjata berat dan ringan mengakibatkan 7 tentara bayaran tewas dan terluka.

Musuh pengecut yang takut akan serangan lain melarikan diri tadi malam dan meninggalkan posisi mereka, meninggalkan sebuah APC dan peralatan lainnya yang dikuasai oleh Mujahidin.

Musuh yang melarikan diri ditargetkan dengan IED, menghancurkan APC serta membunuh serta melukai semua serdadu yang berada di dalam, para pejabat mengatakan sambil menambahkan bahwa 2 ledakan lain ke arah musuh juga membunuh dan melukai 6 lainnya.

Sebagian besar wilayah jatuh di bawah kendali Mujahidin dengan musuh melarikan diri.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam
 

 

 

Imarah Islam Afganistan Bantah Rekrut Anak-anak Sebagai Tentara

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Imarah Islam Afghanistan (IEA) membantah laporan organisasi Human Rights Watch (HRW) yang mengatakan IEA merekrut anak-anak sebagai tentaranya. Tudingan tersebut dirilis dalam sebuah laporan pada hari Rabu (17/2/2016) namun tidak menyertakan buktinya.

“Kami dengan tegas menolak laporan ini,” tegas juru bicara IEA, Zabihullah Mujahid dalam situs resminya, Rabu (17/2/2016).

Zabihullah menegaskan, perekrutan anak-anak di jajaran Imarah Islam Afghanistan sangat dilarang. Pihaknya juga telah menerbitkan laporan tersebut dahulu yang secara praktis akan mencegah anak-anak untuk ikut dalam pertempuran.

“Demikian pula, penggunaan dan perekrutan anak-anak untuk bekerja di departemen bahan peledak juga dilarang,” jelasnya.

Pasal 69 dari Jihad Layha (Buku Pedoman) Imarah Islam jelas menyatakan:

"Hal ini dilarang untuk anak di bawah umur (mereka yang tidak jenggot karena usia kecil) diizinkan di kamp-kamp militer, digunakan dalam pekerjaan Jihad atau untuk tinggal dengan Mujahidin."

Peraturan di atas dengan gamblang melarang perekrutan anak-anak dalam pasukan Imarah Islam. Oleh karena itu, menurut Zabihullah penerbitan laporan HRW itu dinilainya sia-sia.

Sumber: Shahamat | Editor: Ally | Jurnalislam

Militer Turki Tetapkan Zona Aman, Termasuk Kota Azaz di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka berusaha membuat "garis aman" di dalam wilayah Suriah yang akan mencakup kota Azaz di utara dekat perbatasan Turki, World Bulletin melaporkan, Rabu (17/02/2016).

"Kami ingin membentuk garis aman 10-kilometer (enam mil) di dalam Suriah, termasuk Azaz," kata Wakil Perdana Menteri Yalcin Akdogan.

Turki telah lama berupaya menciptakan zona aman, didukung oleh zona larangan terbang, untuk melindungi perbatasannya dan memberikan perlindungan bagi para pengungsi di tanah Suriah.

Akdogan tidak merinci tentang dimensi zona yang diusulkan atau bagaimana hal itu bisa dibuat.

Khawatir dengan kemajuan pasukan komunis Partai Uni Demokratik (PYD) di provinsi Aleppo dekat perbatasan, Ankara dalam beberapa hari terakhir membom posisi mereka, menentang seruan internasional untuk menghentikan serangan terhadap PYD.

Turki mengatakan PYD di Suriah terhubung dengan teroris Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah melakukan pemberontakan selama puluhan tahun terhadap negara Turki.

Kota Azaz menjadi perhatian khusus bagi Turki. Perdana Menteri Ahmet Davutoglu dengan jelas menyatakan bahwa Ankara tidak akan mengizinkan milisi komunis PYD untuk mengambil Azas dari pejuang Suriah.

Penembakan artileri Turki di Suriah utara menambah luasnya pertempuran di provinsi Aleppo, di mana pasukan rezim Syiah Assad telah membuat kemajuan signifikan dengan dukungan serangan udara Rusia dan sekutu lainnya termasuk milisi PYD.

Turki telah mendirikan beberapa kamp di dalam wilayah Suriah dekat Azaz bagi warga Suriah yang melarikan diri dari serangan rezim Nushairiyah .

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

LSM AS Desak Obama Hadapi Agresi Rusia

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Beberapa organisasi berbasis AS telah mendesak Presiden Amerika Barack Obama dalam sebuah surat untuk mengambil langkah-langkah segera melawan tindakan agresif Rusia di Timur Tengah dan Eropa Timur, lansir World Bulletin Rabu (17/02/2016).

Surat tertanggal 12 Januari tersebut diperoleh Anadolu Agency pada hari Selasa (16/2/2016).

"Provokasi militer, pelanggaran wilayah udara, invasi darat, dan bahkan ancaman serangan nuklir semakin sering terjadi dalam intimidasi (Presiden Rusia Vladimir Putin) terhadap negara-negara tetangga, fenomena yang tidak dapat dibiarkan terus," isi surat itu.

Menggambarkan diri sebagai orang Amerika dan organisasi prihatin yang mewakili berbagai kelompok masyarakat etnis, penandatangan surat itu termasuk Syrian American Council, American Latvian Association, Assembly of Turkish American Associations, Estonian American National Council, Free Russia Foundation, Joint Baltic American National Committee, Libyan American Public Affairs Council, Lithuanian American Council, Ukraine Congress Committee of America, World Congress of Crimean Tatars dan Circassian Cultural Institute (Dewan Suriah Amerika, Asosiasi Amerika Latvia, Majelis Asosiasi Turki Amerika, Dewan Nasional Estonia Amerika, Yayasan Pembebasan Rusia, Komite Nasional Gabungan Baltik Amerika, Dewan Urusan Publik Libya Amerika, Dewan Lithuania Amerika, Komite Kongres Ukraina di Amerika, Kongres Dunia Tatar Krimea dan Institut Budaya Sirkasia).

Surat tersebut menyebutkan pendudukan Rusia secara ilegal atas semenanjung Krimea pada Maret 2014 serta dukungan berkelanjutan Rusia untuk separatis Ukraina yang menewaskan lebih dari 9.000 orang dan membuat hampir satu juta lainnya mengungsi.

Sehubungan dengan Ukraina dan Eropa Timur, kelompok mendesak untuk menyediakan senjata mematikan ke Ukraina, mengintensifkan sanksi ekonomi terhadap Moskow dan mengerahkan kekuatan darat NATO yang cukup besar di wilayah Baltik untuk mencegah Rusia.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

PBB: Di Suriah Selatan 50.000 Orang Hadapi Musim Dingin Tanpa Tempat Tinggal

SURIAH (Jurnalislam.com) – Serangan pasukan pro-rezim Assad dan Sekutunya di Suriah selatan telah membuat hampir 50.000 warga sipil kehilangan tempat tinggal di tengah musim dingin, kata PBB, Rabu (17/02/2016), World Bulletin melaporkan.

Perpindahan penduduk ini melengkapi perhatian internasional yang sebagian besar difokuskan di sebelah utara Suriah, di mana serangan rezim Nusairiyah yang didukung oleh serangan udara Rusia telah memicu eksodus pengungsi menuju perbatasan Turki.

Koordinator kemanusiaan PBB di Yordania, Edward Kallon, mengatakan bahwa badan dunia tersebut telah mengorganisir konvoi bantuan lintas batas tambahan selama dua pekan terakhir yang telah menyediakan pakaian musim dingin dan penampungan dasar untuk lebih dari 30.000 warga sipil, lebih dari 7.000 adalah anak-anak.

Di Suriah selatan, dekat perbatasan dengan Yordania, kota Daraa tetap di kuasai rezim namun belum terjadi pertempuran berat di banyak provinsi sekitarnya.

Tetangga Sweida, jantung minoritas Suriah Druze, telah diserang oleh kelompok Islamic State, tetapi pertempuran di sana tidak sekuat bagian lain negara.

Yordania menjadi tuan rumah bagi lebih dari 630.000 dari sekitar 4,6 juta pengungsi Suriah, menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi.

Pemerintah Yordania memberikan perkiraan yang jauh lebih tinggi yaitu 1,4 juta pengungsi, karena banyak dari mereka yang tidak terdaftar.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Rusia dan Iran Tingkatkan Kerja Sama Militer

Moskow (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan Moskow dan Teheran siap untuk meningkatkan kerjasama militer setelah bertemu dengan rekannya dari Iran, Selasa (16/2/2016), lansir AFP Rabu (17/02/2016).

"Saya yakin bahwa pertemuan kami akan berkontribusi terhadap memperkuat hubungan persahabatan antara angkatan bersenjata Rusia dan Iran," kata Shoigu dalam sebuah pernyataan.

Pejabat Republik Syiah Iran Hossein Dehghan dan Shoigu berbicara tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk pengembangan progresif kerjasama militer mereka, berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada bulan Januari antara Teheran dan Moskow, kata pernyataan itu.

Kedua negara juga siap mengkoordinasikan pendekatan mereka pada sejumlah besar isu-isu global dan regional, Shoigu menambahkan, berbicara dalam konteks krisis yang tumbuh di Timur Tengah.

Pemimpin pertahanan Rusia tersebut tidak berbicara secara khusus tentang Suriah, di mana Rusia pada 30 September mengirim pesawat tempur untuk meluncurkan serangan udara atas permintaan Bashar al-Assad, yang juga didukung oleh kekuatan militer Iran.

"Negara kami menghadapi tantangan dan ancaman yang sama di wilayah Timur Tengah dan hanya dengan bekerja sama kita akan mampu melawan mereka," kata Shoigu.

Iran dan Rusia, sekutu lama Suriah, juga telah memperkuat kerjasama militer dan nuklir mereka sejak penandatanganan kesepakatan bersejarah pada bulan Juli antara Teheran dan kekuatan dunia tersebut pada program nuklir Iran.

Rusia telah resmi mengirim baterai anti-pesawat S-300 ke Iran, meskipun ada pertentangan kuat dari kekuatan Barat.

Dan pada 23 November Moskow telah menghidupkan kembali penjualan dan pengiriman material teknologi terkait dengan industri nuklir setelah pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Iran Hassan Rouhani.

Kepala pertahanan Iran yang tiba pada hari Senin di Moskow itu juga bertemu dengan Putin dan Wakil Perdana Menteri Dmitri Rogozin.

Deddy |AFP | Jurnalislam

Ibukota Turki Dibom, Puluhan Orang Tewas

ANKARA (Jurnalislam.com) – Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus mengatakan bahwa tidak ada informasi saat ini tentang siapa yang bertanggung jawab atas serangan bom mematikan pada hari Rabu (17/02/2016) di Ankara, Anadolu Agency melaporkan.

Namun, ia bersumpah bahwa identitas orang-orang di balik serangan itu akan terungkap cepat.

Kurtulmus berbicara setelah serangan teroris menghantam kendaraan milik militer di pusat kota Ankara pada Rabu malam, menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai 61 lainnya.

"Sayangnya, kita kehilangan 28 warga dalam serangan bom mobil, termasuk tentara dan warga sipil," Kurtulmus mengatakan pada konferensi pers.

Menteri Kesehatan Mehmet Muezzinoglu mengatakan tiga dari korban meninggal di rumah sakit. Ia juga menegaskan bahwa 61 terluka dan sedang dirawat karena luka ringan atau sedang di 14 rumah sakit.

Dia menambahkan bahwa ledakan kedua juga terjadi namun terkontrol karena paket peledak yang dicurigai telah diamankan oleh aparat keamanan.

Laporan awal dari Gubernur Ankara menunjukkan tiga kendaraan milik militer dan kendaraan pribadi terkena ledakan selama jam sibuk malam hari.

Wartawan Anadolu Agency di lokasi kejadian mengatakan ledakan itu terjadi di Jalan Merasim yang menghubungkan Dikmen Street dan Inonu Boulevard dan dekat dengan Staf Umum Turki dan gedung-gedung parlemen.

Gubernur Ankara Mehmet Kiliçlar mengatakan pihak berwenang percaya kendaraan bermuatan bom adalah sumber ledakan.

Staf Umum Turki mengatakan bahwa "serangan teror" menghantam kendaraan yang membawa personil pada pukul 06:31 waktu setempat (16.31 GMT) saat mereka sedang menunggu di lampu lalu lintas di Inonu Boulevard.

"Kami mengutuk keras serangan keji dan ganas ini dan menyampaikan belasungkawa kami kepada semua rekan-rekan prajurit heroik kami, warga kami yang kehilangan nyawa mereka dalam serangan itu dan keluarga mereka serta bangsa besar Turki dan kami berharap yang terluka cepat sembuh," pernyataan itu menambahkan.

Beberapa ambulans, tim medis dan pemadam kebakaran, bersama dengan polisi, telah dikirim ke lokasi ledakan.

Tim investigasi anti-teror dan kejahatan polisi Ankara sedang memeriksa lokasi.

Semua jalan yang menghubungkan daerah ledakan telah ditutup untuk lalu lintas saat tim polisi dan tentara memberlakukan langkah-langkah keamanan yang ketat.

Sebelum menghadiri pertemuan keamanan puncak di kompleks kepresidenan Ankara, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan kepada wartawan bahwa insiden itu akan diselidiki.

Kurtulmus mengatakan delegasi tujuh peneliti, dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Ankara, mengerjakan kasus ini.

Davutoglu telah membatalkan rencana kunjungan ke Brussels sementara Presiden Recep Tayyip Erdogan membatalkan perjalanannya ke Azerbaijan yang dijadwalkan besok.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Selain AS, Rezim Suriah juga Berikan Dukungan untuk Milisi Komunis PYD

SURIAH (Jurnalislam.com) – Utusan PBB Suriah mengatakan pada hari Selasa bahwa organisasi teroris komunis afiliasi PKK Suriah, Partai Uni Demokrat (PYD), mendapat dukungan tidak hanya dari AS tetapi juga rezim Assad, Anadolu Agency melaporkan, Rabu (17/02/2016).

"Kurdi Suriah yang didukung oleh pemerintah Amerika ini juga didukung oleh pemerintah Suriah," Bashar Ja'afari mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan tertutup Dewan Keamanan mengenai penembakan Turki terhadap PYD di Suriah utara baru-baru ini.

Pertemuan tanpa ada tindakan yang diambil tersebut diadakan atas permintaan Rusia.

"Kemenangan yang dicapai di bagian utara Suriah, baik oleh tentara Suriah dan Kurdi Suriah, adalah kemenangan bersama untuk Suriah. Setiap orang mendapatkan manfaat dari dukungan langsung tentara Suriah," kata Ja'afari.

Permasalahan baru antara Turki dan AS – sekutu lama NATO – berpusat pada keberatan Washington menggambarkan PYD sebagai kelompok teroris.

Pernyataan Ja'afari menandai salah satu pengakuan langsung pertama kerjasama rezim Suriah dengan PYD.

Turki menganggap PYD sebagai organisasi teroris sedangkan AS menganggapnya sebagai "mitra yang dapat diandalkan" dan "kekuatan tempur efektif".  AS juga telah memberikan dukungan untuk Unit Perlindungan Rakyat (YPG), sayap militer PYD.

Militer Turki telah menembaki posisi PYD di Suriah utara selama empat hari berturut-turut dalam menanggapi tembakan artileri dari pasukan PYD yang berbasis di sekitar provinsi Azaz di Aleppo utara. Kota ini berjarak 6 kilometer (4 mil) dari perbatasan Turki.

PYD adalah cabang komunis PKK Suriah yang dinyatakan sebagai teroris, dan sejak 1984 telah menargetkan pasukan keamanan dan warga sipil Turki.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam