Pria Ini Ngaku Nabi Isa dan Sebut Dajjal Berwujud Senjata Api

JOMBANG (Jurnalislam.com) – Beberapa hari belakangan ini Jombang digegerkan dengan seorang pria bernama Gus Jari (40) yang mengaku mendapat petunjuk dari Malaikat Jibril dan mengaku Nabi Isa.

Dia mengaku dirinya sering mendapatkan petunjuk langsung dari Malaikat Jibril. Gus Jari mengaku pertama kali ‘mendapat wahyu’ pada hari Jum'at legi tahun 2005 lalu. Waktu itu dia masih tinggal di Brangkal, Gang 1, Mojokerto.

“Saat sedang sholat malam sekitar jam 03.00 terdengar suara Yasin… Sebanyak 7x. Lalu pada saat sujud kembali terdengar Nabi Isa… Nabi Isa. Hal ini pun disaksi oleh 3orang,” katanya kepada Jurnalislam di kediamannya, Selasa (16/2/2016).

 Gus Jari yang adalah pimpinan Pesantren Kahuripan Ash-Shiroth di Dusun Gempol, Desa Karang Pakis, Kec. Kabuh, Jombang. Dia mengaku sudah memiliki pengikut kurang lebih 100 Orang yang mayoritas tersebar di luar Jombang. Mereka kebanyakan dari Tuban, Madiun, Mojokerto, dll.

Agenda perkumpulan mereka biasanya setiap tanggal 1 dan 15 di Masjid Shirothol Mustaqiim yang diikuti oleh seluruh pengikutnya.

Dia juga beranggapan bahwa Imam Mahi dan Dajjal telah turun. Dajjal menurutnya berwujud senjata api.

"Imam Mahdi yang ditunggu umat Islam sudah turun dengan berwujud imam yang menyampaikan sesuatu yang benar. Sedangkan untuk Dajjal sendiri sudah ada dengan karakteristik bermata satu, bermata merah dan suka membunuh orang saat ini berwujud senjata api," ujarnya.

Hingga saat ini belum ada respon dari ulama setempat menyikapi kehadiran ‘Nabi Isa’ asal Jombang itu.

Reporter: Adit | Editor: Ally | Jurnalislam

KH Athian Ali: Syiah Telah Menghina Allah

MEDAN (Jurnalislam.com) – Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat, KH Athian Ali M Dai, mengatakan, Syiah bukan hanya telah menghina Istri Rasululah SAW, bukan hanya pula telah menghina dan melaknat para sahabat, akan tetapi Syiah juga telah menghina Allah SWT.

Hal ini ditegaskan Kyai Athian pada orasi sebelum pengukuhan pengurus ANNAS Wilayah Sumatra Utara di Masjid Al Jihad Jalan Abdullah Lubis Medan, Ahad (14/2/2016).

Menurutnya, Syah telah meyakini bahwa Kitab Suci Al Qur’an yang ada di tangan kaum muslimin bukanlah Kitab Suci karena telah mengalami distorsi, penambahan dan pengurangan.

“Hal ini merupakan penghinaan kepada Allah SWT, karena Allah SWT telah menjamin kesucian Al Qur’an sebagaimana firman-Nya: Sesungguhnya Kami yang telah menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami pula yang akan memeliharanya (QS. Al Hijr, 15:9),” tegasnya.

Berbicara standar keimanan yang paling mendasar yang harus dimiliki setiap orang yang mengaku mu’min, Kyai Athian menyebut dua ayat Al Qur’an yakni ayat 165 surat Al Baqarah dan ayat 24 surat At Taubah. Kedua ayat tersebut menjelaskan bahwa cinta orang yang beriman itu rasa cintanya kepada Allah sangat kuat mengalahkan cintanya kepada dunia dengan segala isinya.

“Dan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya harus bisa mengalahkan cinta kita kepada orangtua, anak, keluarga, istri, sanak-saudara, harta, rumah tempat tinggal dan sebagainya. Dengan keimanan, akan mengantarkan kita hanya mencintai semua apa yang dicintai Allah dan membenci semua apa yang dibenci oleh Allah,” terangnya.

Selanjutnya Athian mengingatkan, bagaimana mungkin kita berani mengaku diri kita mencintai Allah di atas cinta kita kepada diri sendiri, sementara kita membiarkan orang lain menghina Allah SWT, melecehkan Rasulullah SAW, mengkafirkan para sahabat serta menghina istri Rasulullah SAW.

“Lalu dimana keimanan kita di hadapan Allah? Ini merupakan pertaruhan bagi keimanan kita,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Kyaia Athian mengajak orang-orang yang mengau beriman untuk membuktikan keimanannya di hadapan Allah dengan tidak membiarkan seorang manusia pun menghina Allah.

“Tidak akan pernah pula membiarkan seorang manusia pun melecehkan Rasulullah, mengafirkan para sahabat dan istri-istri Rasulullah Saw,” tegasnya.

Kontributor: Abu MT | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Aksi Damai Ratusan Pelajar Mu’allimin Jogja Tolak Propaganda LGBT

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Ratusan pelajar dari Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan aksi kepedulian terhadap keberadaan LGBT di Indonesia di titik Nol Kilometer, Selasa (16/2/2016). Bekerja sama dengan KOKAM dan Polresta Kota Yogyakarta serta Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah, para siswa berorasi menyerukan betapa pentingnya menyadari keberadaan propaganda LGBT.

“Yang kami tolak disini adalah propagandanya, bukan orang maupun kaumnya. Daripada mendapatkan cacian dan diskriminasi, menurut kami mereka lebih pantas untuk mendapatkan bantuan dari kita semua untuk kembali kepada fitrahnya,” jelas Aunillah Ahmad, salah seorang penanggungjawab kelompok pelajar Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Selain berorasi, para pelajar juga membagikan stiker-stiker dan buletin-buletin yang berisi penolakan propaganda LGBT dan seputar dampak menjadi seorang LGBT. Sebagai gantinya, para pejalan kaki baik yang wisatawan maupun bukan, diminta untuk ikut berpartisipasi dengan memberikan tanda tangan dan tanggapannya di spanduk-spanduk yang telah disediakan sebagai bentuk pernyataan sikap terhadap keberadaan LGBT di Indonesia.

”Harapan kami semua, dengan diadakannya aksi kepedulian ini, maka masyarakat Indonesia pada umumnya, dan minimal warga Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri, akan sadar betapa pentingnya untuk kita supaya sadar dan mau membantu saudara-saudara kita yang memiliki kecendrungan LGBT untuk kembali kepada fitrahnya. Demi menjaga generasi muda penerus bangsa Indonesia ke depannya,” kata Hidanul Achwan, ketua umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Hidan menjelaskan, kaum LGBT merupakan kaum yang harus diselamatkan, bukan malah didiskriminasi karena mereka mempunyai hak-hak yang sama.

“Kita harus membimbing dan menyelamatkan mereka agar kembali ke fitrahnya sebagai manusia,” tandasnya.

Di akhir aksi, para pelajar berdoa bersama setelah shalat maghrib berjamaah di Masjid Gedhe. Mereka semua mendoakan supaya generasi muda penerus bangsa ini tidak terkena virus LGBT, dan mampu membawa Indonesia untuk lebih maju kedepannya.

Kontributor: Asce, M Arsyad Arifi | Editor: Ally | Jurnalislam

Anggaran Densus 88 Ditambah 1,9 Triliun, Pengamat: Harus Diaudit dan Transparan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menanggapi usulan pemerintah menambahkan anggaran 1,9 Triliun untuk Densus 88, pemerhati kontra terorisme, Harits Abu Ulya mengatakan, sebelum ditambah, alokasi anggaran Densus 88 harus diaudit terlebih dahulu karena masih belum transparan.

"Karena kesannya penggunaan dana dan sumber dana di luar APBN juga kurang transparan," ujar Haris kepada Jurnalislam, Rabu (17/2/2016).

Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) itu mengatakan, penambahan anggaran Rp 1,9 triliun bukanlah angka yang kecil. Sudah seharusnya, penambahan tersebut dibarengi dengan akuntabilitas dan transparansi Densus 88.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk peralatan densus. Selain itu juga untuk pembangunan asrama densus dan remunerasi.

Meski demikian, Haris menegaskan, perlunya audit dana densus karena juga bersumber dari rakyat. Untuk itu, rakyat pun mengetahui dialokasikan kemana saja anggaran tersebut.

"Jangan justru dana sebesar itu membuat densus semakin banyak menyediakan kantong mayat," kata Haris.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Ada Perluasan Kriminalisai Dalam Revisi UU Terorisme, Aktifitas Dakwah Bisa Jadi Sasaran

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Secara teknis, salah satu fokus Revisi Undang-undang No 15 Tahun 2003 Tentang Tinda Pidana Terorisme adalah adanya perluasan kriminalisasi.

Perluasan kriminalisasi maksudnya adalah perbuatan-perbuatan yang sebelum ada revisi undang-undang ini bukan merupakan tindak pidana, dengan adanya revisi itu akan menjadi tindak pidana.

“Jadi artinya perluasan. Perluasan perbuatan yang bisa dihukum, itu yang disebut dengan perluasan kriminalisasi,” kata Direktur Annashr Institute , Munarman SH dalam diskusi public ‘Quo Vadis Revisi UU Terorisme’ di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (16/2/2016).

Munarman menjelaskan, salah satu perbuatan-perbuatan baru yang akan dikriminalisasi itu adalah terkait dengan ujaran kebencian (Hate-Speech).  “Kegiatan dakwah nanti akan menjadi sasaran undang-undang ini,” ucapnya.

Sebab, lanjut dia, ucapan-ucapan yang akan dikriminalisasi dalam revisi UU terorisme itu adalah ucapan-ucapan yang menurut perspektif penegak hukum menimbulkan kebencian dan isu SARA.

“Meskipun mungkin ucapannya netral, tapi kalau menurut perspektif penegak hukum itu menimbulkan kebencian dan SARA, maka itu disebut sebagai tindakan terorisme,” ujarnya.

“Karena dia (revisi UU Terorisme) akan sangat bergantung kepada pelaksananya, kepada penegak hukumnya, dalam hal ini adalah Densus 88 dan polisi,” tandasnya.

Reporter: Zul | Editor: Ally | Jurnalislam

Ustadz Fuad Al Hazimi: Musuh Islam Selalu Mencitrakan Islam Itu Buruk

SERANG (Jurnalislam.com) – Pemerhati dunia Islam, ustadz Fuadz Al Hazimi mengatakan, musuh-musuh Islam akan selalu mencitrakan Islam itu buruk. Dan hal tersebut sudah terjadi sejak zaman dahulu.

“Bahkan bukan hanya Islamnya tapi para pembawa risalah Islam, para dainya, para penegak Syariat Islam bahkan Nabinya dikesankan sebagai orang-orang yang bercitra buruk. Itu memang sudah sejak dulu,” katanya kepada Jurnalislam di Masjid At Taubah Serang, Banten, Ahad (14/2/2016) lalu.

Pernyataan itu disampaikannya menanggapi tudingan Kepala BNPT yang menyatakan ada 19 pesantren radikal di Indonesia. Ustadz Fuad menjelaskan, pesantren adalah tumpuan pendidikan di saat umat Islam Indonesia khawatir dengan pendidikan generasi mudanya.

“Adanya berbagai macam kriminalitas, dekadensi moral, banyak kaum muslimin yang menjadikan pesantren sebagai tumpuan pendidikan bagi anak-anaknya,” ucapnya.

Maka, tudingan Saud Usman itu dinillai akan melahirkan phobia terhadap pesantren dan membunuh karakter pesantren.

“Kalau orang-orang kampung itu sudah biasa mendengar kata pesantren, tapi kalau orang-orang kota, apalagi mendengar cap seperti itu, maka tidak akan ada lagi orang-orang kota yang mau mempesantrenkan anak-anaknya karena sudah terlebih dahulu phobia terhadap pesantren, itu tujuan BNPT sebenarnya,” terangnya.

Metode memburukkan citra Islam tersebut, lanjutnya, merupakan desain global yang tidak kebetulan. Apalagi di Negara yang cenderung memberikan kelonggaran terhadap aktivis-aktivis anti Islam.

“Semakin kelihatan bagaimana represif mereka terhadap Islam. Tapi di saat yang sama mereka tidak mau menerapkan standar yang digunakan untuk orang Islam,” terang pengasuh Pondok Tahfidzul Qur’an An Nahl Magelang itu.

Mereka yang anti Islam selalu melakukan standar ganda. Ustadz Fuad mencontohkan tindakan ‘terorisme’ yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Korbannya sama aparat, tindakannya sama dengan penyerangan, pelakunya sama karena urusan ideologi, bahkan mereka mau menegakkan negara sendiri, tapi karena bukan orang Islam mereka tidak disebut teroris. Nah ini kan standar ganda,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam

Ibu Terduga Teroris Bima: Fajar Ditembak Saat Tidur

BIMA (Jurnalislam.com) – Keluarga terduga teroris membantah telah terjadi baku tembak antara aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror dan Can alias Fajar, Senin 15 Februari 2016. Can tewas dalam operasi penyergapan itu. "Anak saya ditembak saat tidur, saya melihat langsung,” kata Nurseha, ibu Can, Selasa (16/2/2016) lansir Tempo.

Menurut Nurseha, saat Densus datang, ia sedang menggendong anaknya yang berusia tiga tahun. Adapun suaminya, Darwis, duduk dekat Fajar karena kondisinya stroke.

“Saya tidak disuruh melihat oleh polisi yang datang. Saya tidak menyangka dia tertembak dan tiba-tiba sudah meninggal,” katanya.

Nurseha mengaku mendengar enam sampai tujuh kali suara tembakan. Karena anak di gendongan terus menangis, Nurseha minta izin masuk rumah buat mengambil susu dan popok. "Saat mayat dibawa, saya tidak diizinkan masuk. Tidak ada baku tembak, tidak ada senjata di rumah saya,” katanya saat ditemui di rumahnya, Gang Abu Jie RT 01 RW 01, Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Nurseha menuturkan selama empat tahun anaknya tidak pernah di Bima. Can adalah anak kedua dari lima bersaudara. "Fajar tewas karena tertembak dalam keadaan tengkurap," ucapnya.

Hingga Selasa siang garis polisi belum dilepas dari rumah berpagar bambu dan bercat putih itu. Banyak warga dan tetangga dekat berdatangan untuk mengucapkan belasungkawa.

Wali Kota Bima Qurais Abidin meminta warga tetap tenang dan tak terpengaruh dengan penggerebekan terduga teroris. “Saya minta warga tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa,” kata Qurais.

Tiga terduga teroris yang diduga jaringan Santoso digerebek Densus Senin pagi kemarin. Mereka yang dibekuk adalah Imam alias Herman alias David dan Sogir alias Yanto. Sedangkan yang ditembak mati adalah Can alias Fajar alias Muhammad Fuad.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan penggerebekan tersebut kaitannya dengan jaringan Santoso. Hal itu diketahui, kata dia, karena pelaku yang ditangkap termasuk orang yang melakukan penembakan terhadap petugas patroli di Poso. Selain itu, pelaku terlibat dalam pembunuhan seorang kepala kepolisian sektor di wilayah Bima.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

Mediasi Buntu, Penghina Nabi Ahmad Fauzi Akan Jalani Proses Hukum

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar mediasi kasus penghinaan Nabi mempertemukan aktivis Islam dan Ahmad Fauzi, Selasa (16/2/2016). Mediasi yang digelar Aula Lt. 2 Kanwil Kemenag Jateng itu untuk mencari solusi dalam kasus penghinaan Nabi oleh Ahmad Fauzi.

Mediasi dihadiri oleh Aktivis Islam Semarang sebagai pihak pelapor dan Ahmad Fauzi sebagai pihak terlapor. Hadir juga pengurus MUI Jawa Tengah, pengurus Kemenag Jawa Tengah, Dekan Ushuluddin IAIN Semarang serta penyidik Polda Jawa Tengah.

Dalam mediasi tersebut, pihak pelapor menawarkan dua opsi pilihan kepada Ahmad Fauzi.

“Bagi penghina Islam dan Nabi umat Islam, ada dua pilihan penegakan hukum. Dihukum sesuai Syariat Islam atau di hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia,“ kata Arief.

Sementara Muhidin selaku perwakilan MUI Jateng meminta agar kasus penghinaan terhadap agama Islam ini segera diproses. “Isi buku Ahmad Fauzi masuk kategori sesat. Sudah ada unsur pidana. Jadi, segera diproses,” tegasnya.

Pihak terlapor kemudian menawarkan beberapa opsi, yakni tidak menempuh upaya kriminal, membuat buku tandingan atau Ahmad Fauzi diminta menjelaskan postingan-postingannya.

Namun permintaan tersebut ditentang oleh Ketua MUI Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji. Dia sangat keberatan atas usulan dari pendamping hukum Ahmad Fauzi tersebut.

Kemdian Kyai Daroji mempertanyaan maksud postingan AH di twitter @Samarra79 , yang mengatakan, “Adam dan hawa itu bukan pasangan suami istri apalagi nabi, tapi ayah dan anak yang melakukan hubungan incest,”. AH terlihat kebingungan menjawabnya.

Karena mediasi tidak menemui titik temu, maka pihak Polda Jawa Tengah akan melangkah ke proses selanjutnya.

“Karena mediasi tidak terpenuhi, maka proses selanjutnya adalah penegakan hokum,” kata AKBP Sugeng Tiyarto, Kasubdit II Dit Res Krimsus Polda Jawa Tengah.

Kontributor: Abu Omar | Editor: Ally | Jurnalislam

Pemimpin Muslim Tatar Krimea Adakan Pertemuan dengan PM Turki

KYIV (Jurnalislam.com) – Pemimpin Tatar Krimea dan anggota parlemen Ukraina Mustafa Dzhemilev telah mengadakan pertemuan dengan delegasi Turki yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ahmet Davutoglu pada hari Senin, Lansir World Bulletin, Selasa (16/02/2016).

Dzhemilev, yang saat ini bertindak sebagai utusan Presiden untuk urusan Tatar Krimea, mengatakan pertemuan itu difokuskan pada isu-isu utama di Semenanjung yang diduduki Rusia dan perlindungan hak-hak Tatar Krimea.

Banyak warga Tatar Krimea yang melarikan diri dari Krimea selama atau setelah penjajahan militer oleh Rusia pada awal 2014. Warga lain yang menetap mengeluhkan pelecehan atau bahkan penghilangan di bawah otoritas yang didukung Moskow di semenanjung itu.

Sampai sekarang, Majlis yang merupakan lembaga pemerintahan Tatar Krimea menolak mengakui aneksasi paksa Rusia terhadap semenanjung Ukraina hampir dua tahun yang lalu dan telah memainkan peran penting dalam upaya konsolidasi atas nama Tatar Krimea.

"Kami memuji hasil pertemuan hari ini antara perwakilan pemerintah Ukraina dan delegasi Turki. Pembicaraan terutama difokuskan pada solusi masalah di Krimea yang diduduki Rusia dan perlindungan hak-hak rakyat Tatar Krimea. (baca juga: PM Turki: Selain di Suriah, Rusia juga Lakukan Pelanggaran HAM berat di Krimea)

"Kunjungan Ahmet Davutoglu ke Kyiv pasti akan bermanfaat bagi hubungan kedua negara-mitra tetangga. Bahkan prestasi yang lebih besar akan dapat dilihat pada bulan Maret ketika Presiden Petro Poroshenko melakukan kunjungan resmi ke Ankara," kata Dzhemilev.

Pada hari Senin, premier Turki Davutoglu telah mengunjungi Kyiv memimpin delegasi yang terdiri dari enam menteri, yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Ukraina.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Taliban Serang Konvoi Musuh Diberbagai Tempat, 8 Kendaraan Militer Hancur

KABUL (Jurnalislam.com) – Sedikitnya enam tentara musuh tewas dan dua lainnya luka-luka dalam pertempuran sengit  yang disebabkan oleh serangan Mujahidin terhadap konvoi musuh di distrik Sarobi provinsi Kabul pada hari Selasa (16/02/2016), Al Emarah News melaporkan.

4 kendaraan militer dilaporkan hancur oleh senjata berat Mujahidin dalam serangan yang berlangsung selama dua jam.

Kemudian laporan dari Jowzjan sebuah konvoi militer musuh dalam perjalanan menuju kabupaten Qush Tepa terlibat bentrokan dengan Mujahidin Imarah Islam di daerah Tash Kotal kabupaten Khanqa sekitar pukul 14:00 Senin sore.

Pertempuran itu berlangsung lama di mana 3 APC hancur total, 6 pasukan bayaran tewas, 12 terluka dan 3 ditahan serta sebuah senapan mesin berat DShK, 3 senapan M16 AS dan sejumlah besar senjata dan amunisi lainnya disita.

Musuh melarikan diri, meninggalkan rencana mereka menuju Qushtepa.

Serangan ini terjadi bersamaan dengan 3 serangan musuh yang juga berhasil dipatahkan mujahidin  di daerah Dand-e-Ghori di ibukota Pul-e-Khumri provinsi Baghlan di mana sebuah APC musuh hancur dengan IED, mengakibatkan  4 Arbaki  tewas,  6 Arbakis lainnya tewas dalam serangan kedua sedangkan pasukan asing yang dipimpin AS juga membom rekannya sendiri, menyebabkan mereka menderita kerugian mematikan yang belum ditentukan.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam