Komunitas Muslim AS Tantang Donald Trump Berdebat

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Sebuah kelompok Muslim terkemuka pada hari Ahad (21/02/2016) menantang presiden terdepan Partai Republik Donald Trump untuk debat, setelah komentar beruntun nya yang kontroversial tentang Muslim, lansir World Bulletin, Senin (22/02/2016).

 "Sejak Anda mengumumkan pencalonan untuk Kepresidenan Amerika Serikat, Anda telah mengkambinghitamkan kaum Muslim Amerika dan kelompok minoritas lainnya atas semua penyakit yang dirasakan Amerika," Muslim Public Affairs Council (MPAC) menulis dalam sebuah surat kepada tim kampanye Trump , menurut sebuah rilis berita.

Organisasi kebijakan publik juga menuduh Trump dan pendukungnya merasa "ketakutan atas segala yang berbeda dari mereka."

Trump diserang pada hari Jumat setelah mengulangi kisah hoax-nya tentang Jenderal AS John Pershing mengeksekusi tahanan Muslim di Filipina dengan peluru yang dicelupkan ke dalam darah babi."

"Anda mengandalkan kampanye ketakutan dan kebohongan melalui media sosial sebagai bahan bakar kebencian dan perpecahan di negara kita," surat itu meneruskan. "Yah, kita juga punya berita untuk Anda:  Kami tidak bisa diganggu lagi. Kami tidak akan lagi menjadi karung tinju Anda."

Dalam surat tersebut, kelompok menantang Trump untuk berdebat melawan perwakilan dari komunitas Muslim Amerika mengenai isu-isu yang ia angkat tentang Islam dan Muslim

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Jenderal Pasukan Yaman Tewas Ditembak di Aden

YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang pria bersenjata membunuh seorang perwira senior tentara Yaman di Aden pada Senin, saat pertempuran di kota pelabuhan selatan yang merupakan markas pemerintah yang didukung Saudi tidak menunjukkan ada jeda, kata sumber-sumber militer, Al Arabiya News Channel melaporkan, Senin (22/02/2016).

Pria bersenjata, yang mengendarai sepeda motor, menewaskan Jenderal Abedrabbo Hussein saat ia meninggalkan rumahnya di distrik Sheikh Othman, kata sumber-sumber.

Hussein adalah komandan Brigade Infanteri 15 yang beroperasi di provinsi Abyan, barat Aden, di mana Al-Qaeda telah mengendalikan beberapa kota besar dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah Presiden Abedrabbo Mansour Hadi yang diakui secara internasional menyatakan bahwa Aden menjadi ibukota sementara negara itu Maret lalu, setelah pemberontak Syiah Houthi dan sekutunya mengusir mereka keluar dari Sanaa dan banyak wilayah di utara Yaman.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Soal Nabi Palsu, Ansharusyariah Jatim Imbau Umat Islam Berpegang Teguh pada Al Qur’an dan Sunnah

MALANG (Ansharusyariah.com) – Amir Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Timur, Ustadz Hamzah Baya mengimbau umat Islam untuk berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Sunnah guna terhindar dari berbagai macam aliran sesat. Pernyataan itu disampaikan menanggapi kasus nabi palsu asal Jombang yang mengaku sebagai Nabi Isa.

Ustadz Hamzah menegaskan, orang yang mengaku sebagai Nabi akan membuat pelakunya keluar dari Islam. Sebab, nabi terakhir umat manusia adalah Nabi Muhammad SAW.

“Orang yang mengaku Nabi Isa ini jika dia muslim maka akan mengeluarkannya dari Islam dan kelak akan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT. Apalgi orang tersebut juga mengganti syahadat,” terangnya kepada Jurnalisam, Ahad (21/2/2016).

Oleh sebab itu, ustadz Hamzah mengimbau kaum muslimin untuk selalu berpegang teguh kepada Al Qur'an dan Sunnah. “Supaya di dunia mendapatkan perlindungan dari Allah dan kelak d akhirat dimasukan ke dalam surga Allah Subhanahuwataalla,” pungkasnya.

Reporter: Maksum | Editor: Ally | Jurnalislam

Pernyataan Sikap ANNAS Bekasi Raya

BEKASI (Jurnalislam.com) – Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Bekasi Raya, Ustadz Nasrullah S.Psi menyampaikan pernyataan sikapnya usai dilantik.

Pernyataan sikap tersebut dibacakan di hadapan jamaah yang hadir dalam deklarasi ANNAS Bekasi Raya, di masjid Nurul Islam, Islamic Center Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Ahad (21/2/2016). Berikut ini pernyataan sikap ANNAS Bekasi Raya.

PERNYATAAN SIKAP
ALIANSI NASIONAL ANTI SYIAH (ANNAS)
WILAYAH JAWA BARAT DAERAH BEKASI RAYA

 

Kami pengurus Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS)
Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya menyatakan sikap:

Pertama, ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya mengajak Para Ulama dan Tokoh, Para Pejuang Islam dan Ummat Islam, serta siapa pun yang peduli akan Keutuhan NKRI, baik secara perorangan maupun organisasi untuk bersatu mencegah berkembangnya paham syiah di Bekasi Raya dan sekitarnya demi menjaga keutuhan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kedua, ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya siap bekerjasama dengan siapapun dan pihak manapun yang memiliki pandangan dan sikap yang sama terhadap bahaya keberadaan paham syiah di Indonesia.

Ketiga, ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya siap bekerjasama dengan pemerintah, TNI, POLRI, penegak hukum dan institusi negara lainnya dalam membentengi masyarakat, bangsa dan negara dari bahaya paham syiah.

Keempat, ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya siap berjuang untuk Islam dan ummat Islam serta bangsa dan negara Indonesia dalam membentengi ummat Islam dan masyarakat luas dengan cara mensosialisasikan fakta-fakta tentang: Syiah bukan Islam, bahaya syiah terhadap ummat, dan bahaya syiah terhadap keutuhan NKRI.

Kelima, ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya bertekad membersihkan seluruh wilayah Bekasi Raya dan sekitarnya dari paham syiah dalam segala bentuknya.

Keenam, ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya akan selalu mengedepankan kemaslahatan ummat, bangsa dan negara dalam segala aktifitasnya

Ketujuh, ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya akan terus berperan dalam menyatukan kekuatan ummat dan seluruh komponen masyarakat dalam membela dan menegakkan kebenaran yang dilandaskan kepada Alqur’an dan As Sunnah, bagi keselamatan agama, ummat, bangsa dan negara.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan secara terbuka, sebagai saksi di hadapan Alloh dan hanya mengharap ridho Alloh subhanahu wata’ala.

Bekasi, 12 Jumadil Awwal 1437 H/21 Februari 2016 M,
Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya

Nasrullah, S.Psi

Ketua

Sumber: ANNAS | Editor: Ally | Jurnalislam

MUI Kota Bima: Jika LGBT Terus Dibela, Kita Tinggal Menunggu Azab

BIMA (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima, Drs. H. Saleh Ismail menilai fenomena LGBT di Indonesia sudah sangat meresahkan. Menurutnya, jika kaum LGBT diberi kebebasan maka Indonesia tinggal menunggu azab dari Alah SWT.

“Fenomena LGBT hari ini sudah sangat meresahkan, secara nalar saja orang pun sudah bisa mengetahui sisi keharaman hal tersebut apalagi dari sisi agama, makanya kaum Nabi Luth dulu di azab oleh Allah,” terangnya kepada Jurnalislam, Ahad (21/2/2016).

Apalagi, lanjutnya, saat ini para pelaku LGBT justru malah dibela. “Kalau hal-hal seperti itu sudah marak terjadi, dan ada sebagian orang yang terus membela kemaksiatan itu, maka kita tinggal menunggu datangnya azab, karena kita sudah melanggar ketentuan dari Allah,” jelasnya.

Haji Saleh menyayangkan sikap pemerintah yang lamban dalam menyikapi fenomena LGBT.

“Seharusnya pihak pemerintah juga harus cepat menyikapi adanya hal-hal semacam ini, apapun alasannya kita tidak boleh melanggar ajaran Islam dalam segala hal, karena kalau hal-hal seperti ini saja hari ini terus dibiarkan maka akan seperti apa ke depannya nanti,” katanya.

“Ini bukan hanya tugas ulama, masyarakat, tetapi penguasa yang hari ini memiliki wewenang dan otoritas untuk menghentikan mereka dari perbuatan munkar itu,”  pungkasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Pejuang Khasmir Serang Konvoi Militer India dan Lembaga Pelatihan Polisi

KHASMIR (Jurnalislam.com) – Sejumlah pejuang Khasmir menyerang konvoi militer di Kashmir India Sabtu, menewaskan dua tentara sebelum memasuki sebuah lembaga pelatihan yang dikelola pemerintah dengan 100 orang di dalamnya, kata polisi, penembakan masih berlangsung, lansir World Bulletin, Ahad (21/02/2016).

Para penyerang, yang diyakini adalah pejuang penentang pendudukan India, menyerang sebuah konvoi militer India, Pasukan Kepolisian Cadangan Pusat (Central Reserve Police Force-CRPF) dalam baku tembak di kompleks di pinggiran Srinagar.

"Dua serdadu CRPF tewas dalam serangan awal pada konvoi dan sepuluh lainnya terluka," Javaid Gillani, inspektur jenderal polisi untuk wilayah tersebut, mengatakan kepada AFP, menambahkan bahwa pejuang kemudian masuk kompleks.

"Semua warga sipil yang hadir di dalam gedung telah dievakuasi," kata Gillani.

Tembakan intermiten masih berlangsung di dalam gedung, katanya, menambahkan bahwa sepuluh personel lainnya terluka dan telah diangkut ke sebuah rumah sakit militer.

Saksi mata mengatakan tiga pejuang Khasmir memasuki kompleks, yang merupakan tempat Entrepreneurship Development Institute milik pemerintah India di pinggiran kota utama Srinagar.

Mereka mengatakan orang-orang bersenjata meminta semua orang di dalam untuk "menyelamatkan diri" dan pindah ke sebuah asrama terdekat di kampus.

"Mereka (orang-orang bersenjata) menerobos ke ruang tunggu saat tentara CRPF menembak ke arah mereka. Mereka meminta semua orang untuk menyelamatkan diri dan pergi ke gedung sebelah," seorang saksi yang bekerja di lembaga tersebut, meminta untuk tetap anonim.

Kashmir telah terbagi antara India dan Pakistan sejak kedua negara tersebut merdeka pada tahun 1947, namun keduanya mengklaim wilayah itu secara penuh.

 

Deddy | GreatKhasmir | Jurnalislam

 

 

 

Kisah Masjid Pertama di Amerika

NORTH DAKOTA (Jurnalislam.com) – Pemukim Muslim pertama dari Kekaisaran Ottoman datang ke Amerika Serikat pada tahun 1909 dan membangun masjid pertama mereka pada tahun 1929.

Imigran Muslim memiliki tempat yang unik di North Dakota dan sejarah AS. Pemukim Muslim datang ke Amerika mencari tempat yang bisa mereka anggap rumah. Dan mereka menemukan bahwa tempat itu adalah North Dakota.

Sebuah monumen pemukim awal tersebut berdiri sendirian di padang rumput di barat North Dakota. Sebuah monumen yang tidak diketahui orang-orang hanya enam mil jauhnya di Stanley. Tanpa diketahui oleh keturunan orang-orang yang beribadah di sana, dan keturunan orang yang dikuburkan di sana.

Masjid khusus ini merupakan masjid pertama yang pernah dibangun di Amerika.

"Selama periode tersebut," Bapa William Sherman, yang menulis buku tentang para pemukim Muslim pertama, menjelaskan, "orang-orang datang ke sini karena lahan gratis."

Tanah yang dijanjikan didatangi pemukim dari yang sekarang disebut Lebanon modern. Saat itu, wilayah tersebut berada di Suriah dan masuk ke dalam Kekaisaran Ottoman.

300 keluarga Muslim datang ke Dakota Utara. Salah satu imigran adalah Ali Omar, yang hendak direkrut menjadi tentara Ottoman tapi dia tidak ingin bertarung untuk Kekaisaran Ottoman, jadi dia datang ke Amerika Serikat. Dia datang ke North Dakota pada tahun 1909. Tapi tidak sampai 20 tahun kemudian masjid pertama di Amerika dibangun. Saat itu masyarakat yang ada tidak cukup untuk membangun masjid. Masjid ini dibangun pada tahun 1929, tempat di mana pemukim Muslim pertama bisa mempraktikkan ibadah mereka.

Tanpa pemimpin agama tetap, masjid jatuh ke tangan lain di pertengahan tahun 1930-an, Great Depression dan the Dust Bowl menimbulkan korban pada populasi Muslim. Kemudian banyak orang pergi ke pantai barat, di mana ada beberapa pekerjaan.

Orang akan berpikir bahwa ketika masjid asli ditutup maka jamaahnya akan menutup pintu sejarah North Dakota. Tapi lebih dari 80 tahun kemudian, penerus mereka tinggal di seluruh negara bagian. Keturunan dari para pemukim Muslim telah memenuhi peta. Di Williston, Bismarck, Lembah Sungai Merah. Sebuah fakta menunjukkan bagaimana para imigran mampu hidup harmonis dengan warga awal North Dakota lainnya.

Meskipun terdapat sejarah panjang umat Islam di North Dakota, namun sentimen anti-Muslim tampaknya tetap tumbuh. Lutheran Social Services diserang karena membantu pengungsi yang bermukim di Fargo. Dan restoran milik Somalia diserang bom di Grand Forks, setelah graffiti bertema Nazi disemprotkan pada bangunan.

Orang-orang yang tahu tentang Islam awal mengatakan pelajaran dapat dipelajari hari ini.

Mereka berharap sejarah Muslim dapat membantu menciptakan harmoni di masa sekarang, dan masa depan di North Dakota. Muslim dari seluruh negeri melakukan perjalanan untuk mengunjungi masjid pertama Amerika. Masjid dan pemakaman yang dikelola oleh anak-anak dan cucu pemukim asli. Mereka membahas kemungkinan mengubah perawatan situs itu ke North Dakota State Historical Society.

Sumber: KVRR | Deddy | Jurnalislam

Militer Afghanistan Total Angkat Kaki dari Distrik Helmand

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Tampaknya tentara pemerintah Afghanistan tidak berniat untuk kembali ke pangkalan militernya. Seperti yang dilansir The Long War Journal, Ahad (21/02/2016), TOLONews melaporkan, markas mereka dikatakan telah hancur oleh Taliban saat pasukan melarikan diri.

Mayor Mohammad Moeen Faqir, komandan 215 Maiwand Army Corps mengatakan pada hari Ahad bahwa Tentara Nasional Afghanistan (ANA) telah ditarik penuh dari tiga pangkalan di Musa Qala dan kabupaten.

Tiga basis dievakuasi oleh tentara Afghanistan yaitu pangkalan Sher Ghazian dan menara Roshan di Musa Qala dan basis Dhani di distrik Nawzad.

Menurut anggota dewan provinsi, 400 tentara ANA berada di setiap basis.

Pasukan ANA juga dilaporkan mengevakuasi daerah tersebut dengan pengamanan udara dan darat yang ketat.

Dewan provinsi Helmand telah mengkritik kementerian pertahanan karena mengambil keputusan seperti itu dan memperingatkan konsekuensinya. "Mereka (ANA) telah meninggalkan pangkalan militer dan pos-pos mereka. Tidak hanya Musa Qala, tetapi juga kabupaten Nawzad saat ini berada di bawah kendali Taliban," kata Ataullah Afghanistan, sekretaris dewan provinsi Helmand.

Seperti Musa Qala, The Long War Journal menganggap bahwa Now Zad saat ini efektif berada di bawah kendali Taliban, sebagaimana laporan pers Afghanistan menunjukkan bahwa militer rezim Afghanistan kehilangan basis mereka saat. Penarikan militer dari Now Zad menegaskan bahwa Taliban sekarang sepenuhnya mengendalikan kabupaten itu.

Gubernur Helmand mencoba menempatkan militer terbaik saat meninggalkan dua kabupaten kunci yang telah menjadi benteng Taliban selama satu setengah dekade terakhir.

Di masa lalu, Taliban telah menguasai provinsi Helmand utara, yaitu wilayah Musa Qala, Now Zad, Bagran (yang masih di bawah kontrol Taliban selama lebih dari satu dekade hingga kini), Washir (status Washir tidak jelas), dan Sangin serta Kajaki (keduanya sangat diperebutkan).

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Menlu Turki: Rusia Gunakan Pembicaraan Damai Suriah sebagai Topeng

ROMA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan Rusia menghambat pencarian solusi untuk konflik Suriah dengan serangan udara yang masih terus berlangsung di Suriah, Anadolu Agency melaporkan Ahad (21/02/2016).

Dalam sebuah wawancara dengan harian Italia La Stampa, Ahad, Cavusoglu menyebut Moskow sebagai "hambatan terbesar" untuk menyelesaikan krisis lima tahun Suriah.

"Rusia menggunakan pembicaraan Jenewa sebagai topeng untuk mengintensifkan serangan udara mereka di Suriah," kata menteri.

Pembicaraan perdamaian PBB ditangguhkan di Jenewa pada 3 Februari "karena semakin intensifnya serangan udara Rusia" di Suriah, menurut utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura. Pembicaraan kini dijadwalkan berlanjut pada 25 Februari.

Rusia terus melakukan serangan udara, dilaporkan menewaskan lebih dari 130 warga sipil, pada awal hari pembicaraan.

"Mereka [Rusia] menargetkan sekolah, bazaar, rumah sakit dan tempat-tempat untuk warga sipil. Ketika kita semua melihat serangan ini, kita dapat melihat bahwa mereka [Rusia] bertujuan untuk menggagalkan proses [pembicaraan]," kata Cavusoglu.

Sejak 30 September tahun lalu, Rusia – sekutu dekat rezim Bashar al-Assad Suriah – menargetkan sejumlah daerah sipil di Suriah, menurut pejabat AS.

Suriah tetap terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim menindak protes unjuk rasa dengan pembantaian tak terduga.

Sejak itu, lebih dari 470.000 orang telah tewas di seluruh negeri dan lebih dari 10 juta menjadi pengungsi,.

Dengan 2,62 juta korban perang Suriah dan 26 kamp yang berbeda, perang telah membuat Turki menjadi tuan rumah terbesar di dunia bagi pengungsi.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Arab Saudi Amankan 32 Orang Mata-mata Iran

RIYADH (Jurnalislam.com) – Pengadilan Spesial Pidana Riyadh (The Specialized Criminal Court of Riyadh) pada hari Ahad menyajikan daftar tuduhan yang disiapkan oleh Biro Investigasi dan Kejaksaan (BIP) terhadap 32 orang yang diamankan sebagai mata-mata untuk Iranian Intelligence, Al Arabiya News Channel melaporkan, Ahad (21/02/2016).

Terdakwa adalah warga Saudi dari wilayah al-Qatif di Timur Arab Saudi bersama dengan dua orang lainnya, seorang Iran dan Afghanistan.

Penuntut telah menyelesaikan daftar tuduhan terhadap terdakwa.

Daftar ini mencakup:

  1. Membentuk unit mata-mata bekerja sama dengan anggota intelijen Iran dan memberikan informasi yang sangat penting dan berbahaya terkait bidang militer.
  2. Membocorkan rahasia mengenai strategi pertahanan dan berusaha melakukan tindakan sabotase terhadap kepentingan ekonomi dan vital, fasilitas ekonomi dalam negeri serta mengganggu ketenangan dan ketentraman masyarakat, membongkar kesatuan masyarakat, menciptakan kekacauan dan menghasut perselisihan sektarian.
  3. Mengikuti pertemuan, beberapa dari mereka, dengan Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, bekerja sama dengan anggota Intelijen Iran dan mendukung demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi di al-Qatif.
  4. Merekrut orang yang bekerja di aparat negara untuk tujuan spionase dan mata-mata bagi kepentingan intelijen Iran, mempersiapkan dan mengirim banyak laporan yang dienkripsi menggunakan perangkat lunak enkripsi untuk Intelijen Iran melalui email.
  5. Melakukan tindakan bermusuhan terhadap Arab Saudi dan melakukan pengkhianatan tingkat tinggi terhadap negara mereka dan Raja mereka.
  6. Memiliki buku, publikasi dan perangkat komputer otomatis yang dilarang yang mungkin merugikan ketertiban umum dan keamanan Arab Saudi.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam